Resurrection of the Dark Lord

Chapter 2: Mysterious smiles

Disclaimer:

Katekyo Hitman Reborn! © Amano Akira

Resurrection of the Dark Lord & some OC © Jae Miru San

Warning:

Alternative Universe, lil bit Out Of Character, some Original Characters, typo (s), shonen-ai, etc.

Pairing (this chapter):

No Pairing

·

·

·

·

xxxDon't Like, Just Don't Readxxx

·

·

·

·

xxx?HQ-Rome, Italy 11:17 p.

"Knuckle, di sini," kata pria tadi, menunjuk kursi kosong di sebelah kanannya. "Xavio―di sebelah Gwendolyn."

Kedua laki-laki itu duduk di tempat yang diberikan kepada mereka. Sebagian besar mata di sekeliling meja mengikuti Knuckle dan kepadanyalah Knuckle bicara lebih dulu.

"Jadi?"

"My Lord, Vongola Famiglia bermaksud memindahkan Vongola Decimo dari tempatnya yang aman saat ini pada hari sabtu depan, saat malam tiba."

Minat di sekeliling meja menajam dengan gamblang: beberapa orang menegang, yang lain gelisah, semuanya menatap Knuckle dan sang Lord.

"Sabtu… saat malam tiba," ulang sang Lord. Mata oranyenya terpancang pada mata hazel Knuckle dengan demikian intensnya sehingga beberapa orang yang memandang mereka mengalihkan pandangan, rupanya takut akan terbakar oleh kegarangan pandangan itu. Namun Knuckle balas memandang wajah pria itu dengan tenang dan, selewat beberapa saat, mulut pria yang disebut Knuckle sebagai 'My Lord' itu tersenyum.

"Bagus. Bagus sekali. Dan informasi ini berasal dari―"

"Dari sumber yang kita diskusikan," kata Knuckle.

"My Lord."

Xavio telah mencondongkan tubuh ke depan untuk memandang ke ujung meja ke arah sang Lord dan Knuckle. Semua wajah berpaling padanya.

"My Lord, yang saya dengar berbeda."

Xavio menunggu, namun sang Lord tidak berkata apa-apa, maka dia melanjutkan, "Arthur, si pengikut Vongola Nono, memberi kisikan bahwa Vongola Decimo tidak akan dipindahkan sampai tanggal tiga puluh satu, malam sebelum anak itu berusia enam belas tahun."

Knuckle tersenyum.

"Sumberku mengatakan ada rencana untuk memasang jejak palsu; pastilah ini dia. Tak diragukan lagi obat itu pastilah telah diberikan kepada Luce. Ini bukan pertama kalinya, dia sudah dikenal mudah terkena jebakan."

"Saya berani menjamin, My Lord, Luce tampaknya cukup yakin," kata Xavio.

"Kalau sudah dikenai obat yang membuatnya bingung, tentu saja dia yakin," kata Knuckle.

"Aku juga berani menjamin, Xavio, Chiavarone Famiglia tak akan berperan lagi dalam hal perlindungan terhadap Vongola Decimo. Vongola Famiglia percaya bahwa kita telah menginfiltrasi Estraneo Famiglia."

"Vongola benar dalam satu hal, kalau begitu, eh?" kata seorang laki-laki gemuk-pendek yang duduk tak jauh dari Xavio; dia tertawa terkikik mendesis yang diikuti tawa-tawa lain di sana-sini di sekeliling meja.

Sang Lord tidak tertawa. Tatapannya telah bergerak ke atas, ke tubuh dalam tabung yang berputar perlahan diatas, dan dia tampaknya tenggelam dalam pemikirannya.

"My Lord," kata Xavio melanjutkan. "Luce menduga serombongan Chiavarone members akan digunakan untuk memindahkan anak itu―"

Sang Lord mengangkat tangannya yang putih pucat dan Xavio langsung diam, memandang benci ketika sang Lord kembali menoleh kepada Knuckle.

"Di mana mereka akan menyembunyikan anak itu berikutnya?"

"Di salah satu rumah anggota Vongola Famiglia," ujar Knuckle.

"Tempat itu, menurut si sumber, telah dilindungi dengan segala macam Vongola ring yang bisa diberikan Vongola dan Estraneo bersama-sama. Saya rasa kemungkinannya kecil sekali untuk menangkapnya kalau dia sudah di sana, My Lord, kecuali, tentu saja, jika Estraneo telah jatuh sebelum hari sabtu depan, sehingga mungkin bisa memberi kita kesempatan untuk tahu dan melepas banyak Vongola ring agar kita bisa memunahkan sisanya."

"Nah, Xavio?" sang Lord memanggil ke tengah meja, nyala api berkilau aneh di mata oranyenya. "Akankah Estraneo sudah jatuh sebelum hari sabtu?"

To Be Continued…

Miru: Thanks sudah meluangkan waktu untuk membaca fic gaje ini, ceritanya sengaja Tsu potong disini. Review sangat diharapkan, apalagi yang mau repot-repot mengoreksi kesalahan penulisan, flame juga boleh, asal jangan asal sembur. Arigatou ne, and then… REVIEW PLEASE?