Tittle : Belong Together

Author : Im Seok Hyo

Cast : B.A.P members

Genre : Romance, Hurt/Comfort

Leght : Chaptered (2/?)

Rate : T

Disclaimer : Cast milik Tuhan YME, Family and his self. Alur milik Im Seokkie/?

Warning : YAOI ! Typo(s) ! Gak jelas, gak nyambung, alur berantakan, dll

A/N : Annyeonghaseyooooo~! Seo balik lagi dengan chapter2 yang gak kalah absurd ini -_- Maaf ya kalo kurang greget :( dan romance nya kurang kerasa :( jadinya full Hurt deh :(

Oh ya! nanti mungkin cuma sampai chap 2 dulu. Soalnya mau hiatus bentar buat fokus UN #gayaluSeo ff selanjutnya dari Seo judulnya "FULL HOUSE".. Tapi gak sama kaya dramanya. Cuma judulnya doang :3

Jangan lupa review lagi yaaa~! Waktu baca review kalian itu, rasanya seneng banget~! makasih udah pada nyempetin review, Seo sampe jingkrak-jingkrak guling-guling(?)

Seo autis? Ya emang -_- yah turunan suami *tunjuk Daehyun*

So~ Happy Reading Reader-deul~~

.

.

.

"Aku menghabiskan hampir seluruh waktuku setiap hari untuk menemanimu! Bersamamu! Mencintaimu! Pantaskah kau berikan ini untukku? Bisakah kau lebih LEMBUT untuk menolakku?! Kau.. Kau brengsek Jung Daehyun!"

.

.

.

Sore ini hujan turun dengan derasnya. Suara gemuruh dan kilatan petir pun tak kalah menghiasi langit Seoul. Namun seakan tak peduli dengan cuaca hari ini, seorang namja imut tengah bergegas dengan mantel dan payungnya lalu berjalan keluar apartement nya.

#YoungjaePOV

Aku sudah berjanji pada Daehyun untuk mengantarnya menemui Junhong. Hari ini, tepat anniversary mereka -Daehyun dan Junhong- yang genap 15 bulan. Aku menunggu Daehyun yang akan menjemputku beberapa menit lagi di sisi jalan. Ah.. Itu dia. Sebuah mobil sport putih dengan malaikat tampan didalamnya.

Daehyun keluar dari mobilnya, menyapaku lalu membukakan pintu mobilnya untukku. Aku duduk didepan, disampingnya. Kami pun mulai bergegas menerjang hujan yang semakin lama semakin deras menuju rumah Junhong yang tak terlalu jauh jaraknya dari tempatku.

Saat hendak berbelok menuju rumah Junhong, aku melihat sepasang namja yang berjalan beriringan dibawah sebuah payung kuning. Itu Junhong dan.. Jong Up.

"Wae gurae?" tanya Daehyun. Aku masih diam. Daehyun lalu mengarahkan pandangannya mengikuti arah pandanganku. Daehyun diam sambil menatap tajam pasangan JongLo dengan wajah datarnya. "Kajja" ajaknya.

Aku mengejar Daehyun yang sudah lebih dahulu berlari mengejar JongLo -yang sudah melewati kami saat berjalan tadi-.

"Junhong!" teriak Daehyun saat sudah tepat dibelakang mereka.

"D-Dae hyung?" tanya Junhong saat melihat Daehyun sudah berada di belakangnya. Ia terlihat terkejut.

"Ada yg ingin kau ceritakan padaku, Junhongie?" tanya Daehyun sengit. Ia menatap tajam pada Junhong. Melirik Jong Up sebentar dengan pandangan yang sarat akan kebencian, lalu kembali menatap Junhong yang menunduk. "Kau memilih menikah dengan namja ini, daripada bersamaku yang selalu ada untukmu selama setahun lebih ini? Apa yg kau pikirkan Junhong?!" lanjut Daehyun.

"Aku tak habis pikir. Kau tahu membangun ini tidak mudah. Tapi kau mengakhiri seakan tanpa beban" lanjut Daehyun (lagi).

Junhong menunduk dalam. Wajahnya memerah dan matanya mulai berair. Aku tahu betapa rumitnya ini semua, dan bagaimana kacaunya perasaan Daehyun dan juga Junhong. Tapi apa boleh dikata? Jika sudah bicara tentang hati, hal sesederhana apapun bisa jadi sangat rumit.

"Da-Daehyun hyung.." lirih Junhong. Daehyun masih menatap Junhong kecewa.

"Mianhae.. Mianhae hyung.. Maafkan aku.. Aku salah.." kata Junhong. Ia semakin menundukkan kepalanya sambil terisak kecil.

"Huh?! Kau bahkan tahu ini salah. Tapi tetap kau lakukan" tukas Daehyun.

Junhong semakin terisak. Jong Up meraih tangan Junhong dan memegannya erat.

"Semoga kau bahagia dengan keputusanmu" Daehyun lalu menarik tanganku untuk kembali ke mobil.

.

.

~Im Seok Hyo~

Present

.

.

.

Belong Together

Chapter 2

.

.

Semilir angin menyapu surai lembut Youngjae yang tengah berdiam diri di balkon apartement nya. Matanya menyapu pemandangan yang tersaji dihadapannya saat ini. Dihirupnya segelas wine yang ia genggam. Lalu ia pejamkan matanya, menikmati aroma yang masuk melalui indra penciumannya.

Youngjae lalu beranjak dari tempatnya menuju kursi santai. Ia membaringkan tubuhnya disana, berusaha mencari kenyamanan untuk kemudian mengistirahatkan mata dan pikirannya sejenak "Moon Jong Up" gumam Youngjae. "Aku harus menemuinya"

.

.

#AuthorPOV

TING TONG

Suara bel menggema didalam ruang apartement itu. Seorang namja yg tengah asik memasak itu pun segera berlari menuju pintu masuk.

CKLEK

"Young.. Jae hyung?" ujar Jong Up.

Yang ditanya masih diam. Menatap dalam pada kedua mata Jong Up dengan ekspresi datarnya.

"Ah.. Hyung, silahkan masuk" Jong Up menggeser sedikit tubuhnya sehingga Youngjae bisa masuk. "Kau mau minum apa hyung?"

"Air putih saja" jawab Youngjae.

Jong Up segera bergegas menuju dapur. Tak lama ia kembali dengan nampan penuh ditangannya "Mian hyung. Tapi air putihnya habis. Sebagai gantinya, ada susu soda dan macaroni. Ige" Jong Up memindahkan piring yang berisi macaroni juga gelas berisi susu soda itu ke atas meja, dan menyimpan nampan itu dibawah meja "Maaf jika terlalu matang" lanjutnya.

"Gomawo" ucap Youngjae.

Mereka pun makan dalam diam. Suasana canggung yg mencekam membuat atmosfer diantara mereka seakan membeku. Jong Up pun berdehem untuk sedikit mencairkan suasana "Jadi.. Ada perlu apa hyung?"

"Kenapa kau merebut Junhong dari Daehyun?" tanya Youngjae tanpa melihat lawan bicaranya.

"Merebut? Aku tidak merebutnya" tukas Jong Up sambil kembali melahap makanannya.

"Lalu apa?"

"Aku dan Junhong dijodohkan oleh orang tua kami. Dan aku sudah mengenal Junhong sejak SMP" jawab Jong Up.

Youngjae sedikit mengangkat kepalanya untuk menatap Jong Up. "Kau tahu kan? Junhong kekasih Daehyun"

"Yeah. Aku tahu" jawab Jong Up santai.

"Lalu kenapa kau lakukan?"

"Karna kami dijodohkan"

"Kenapa tidak kau tolak?"

"Karna aku mencintainya"

"Kau bilang kau mencintaiku?"

"Yaa.. Aku mencintaimu"

"Kau mencintaiku, dan Junhong?"

"Ya"

"Cih.. Semudah itu kah kau jatuh cinta?" Youngjae menatap Jong Up penuh kebencian. Walaupun faktanya ia tidak menyukai Jong Up. Tapi ia merasa dipermainkan oleh namja tampan didepannya ini.

Youngjae berdiri dari duduknya. Ia menatap Jong Up sejenak. "Terimakasih makanannya" Youngjae menunduk sedikit dan mulai beranjak keluar dari apartement Jong Up.

.

.

TING TONG

Suara bel menggema di dalam ruangan mewah bernuansa elegan itu.

TING TONG

Bel kembali berbunyi.

"Ish! Kemana anak itu?" gerutu Youngjae.

Youngjae mengulurkan tangannya, meraih kenop pintu berwarna biru langit itu dan membukanya. "Tidak dikunci. Apa dia ada di dalam?"

Youngjae berjalan kearah sofa. Diletakkannya sekotak cheescake -yang ia beli di toko sebrang tadi-, jaket dan ponselnya, lalu bergegas mencari namja tampan penghuni apartement ini. Youngjae memeriksa dapur, kamar tidur, bahkan kamar mandi disana. Tapi tetap tidak menemukan sosok yg ia cari. Ia berjalan kearah sebuah pintu kaca, dan menggesernya perlahan.

"Heh babbo! Aku mencarimu dari-" Youngjae termenung sesaat "-tadi"

Diteras balkon itu, seorang namja yang tak lain adalah Jung Daehyun, terduduk. Menekuk kedua lututnya dengan kedua tangan yang ia silangkan diatasnya sebagai tumpuan dagunya. Menatap kearah hamparan gedung-gedung dengan tatapan kosong. Semilir angin terus berhembus semakin kencang. Tapi tak merubah sedikitpun posisi Daehyun.

Youngjae melangkah mendekat pada Daehyun yang belum juga menyadari keberadaannya. Ia berjongkok menghadap Daehyun, lalu disingkapnya surai Dark Brown itu perlahan. Menampakkan sosok yang selama ini ia puja. Matanya sayu dan sedikit bengkak, juga air mata yg menggenang.

"Jung.." Youngjae membelai lembut rambut Daehyun.

"Jung Daehyun.." Daehyun masih tak bergeming.

"Hei, JUNG DAEHYUN!" Seketika Daehyun terlonjak kebelakang dengan wajah bingung.

"Aish! Yoo Youngjae!" geram Daehyun.

"Kau ini, kupanggil dari tadi!" ujar Youngjae.

"Mau apa kau kemari?" tanya Daehyun ketus.

"Ish, jahat sekali. Aku kesini.." Youngjae membenarkan posisi duduknya, sehingga bersandar di pagar balkon. ".. Ingin berpamitan"

Daehyun menautkan alisnya, menatap dengan tatapan seakan bertanya apa-yang-kau-bicarakan.

"Appa.. Menyuruhku mengambil beasiswa itu. Kau ingat? Beasiswa bahasa di London musim lalu. Aku.. Tak bisa menolaknya. Kau tahu sendiri Appaku bagaimana"

Hening sejenak.

"Sekarang kau juga pergi. Meninggalkanku. Aku benar-benar sendiri sekarang" kata Daehyun sambil memeluk kedua lututnya kembali.

"Apa ini?" tanya Youngjae. Ia baru sadar jika sedari tadi Daehyun memegang sebuah kertas, lebih terlihat seperti kartu. Youngjae mengambilnya. Membuka, dan membacanya.

"Itu undangan. Tunangan Junhong dan Jong Up" jawab Daehyun dengan suara yang terdengar sangat kecewa.

"Karna ini kau menangis?" tanya Youngjae. "Daehyun, sampai kapan kau akan terus terpuruk seperti ini?"

"Aku tak bisa berhenti menangisinya. Aku tak tahu kenapa"

"Kuatkan dirimu"

"Selalu kucoba" Daehyun mengusap wajahnya. Menghapus jejak air mata yang tak kunjung mengering. Yang sialnya harus ia keluarkan untuk orang yang menghianatinya.

"Coba lupakandia. Perlahan saja" kata Youngjae.

"Tidak semudah itu" jawab Daehyun.

"Aku tahu. Hanya saja, aku khawatir dengan keadaanmu akhir-akhir ini"

"Tidak perlu mengkhawatirkanku" jawab Daehyun.

"Mulailah sesuatu yang baru. Lupakan dia. Itu hanya membuatmu semakin menderita. Kau tak akan bisa mendapatkannya kembali. Dia sudah mempunyai Jong Up"

"Berhenti mengaturku! Ini hidupku. Kau bukan siapa-siapa"

"Aku hanya member saran! Tak usah membentakku!"

"Kau juga membentakku tadi!"

"Sudahlah. Lupakan"

Hening kembali.

"Jung.."

"Apa?!"

"Ish! Aku ingin Tanya"

"Hmm"

"Apa kau tidak menyadarinya?" Youngjae menatap lekat namja bersurai Dark Brown didepannya.

"Kau ini bicara apa?! Tak usah bertele-tele!" balas Daehyun yang semakin meninggikan suaranya.

"Aku menyukaimu. Aku mencintaimu lama sebelum Junhong mengenalmu" kataku.

"M-Mwo?" mata Daehyun membulat sempurna. Apa dia salah dengar?

"Aku tahu ini salah. Maaf" Youngjae semakin menundukkan kepalanya.

"…"

"Junhong tidak mencintaimu lagi. Berhenti mencintainya. Berhenti menyiksa dirimu sendiri."

"Berhenti mengaturku! Aku tidak mencintaimu. Berhenti mencintaiku. Berhenti menyiksa dirimu sendiri!"

Youngjae seketika mengangkat kepalanya saat mendengar penuturan Daehyun. Menatap benci pada Daehyun, lalu berdiri.

"Aku menghabiskan hampir seluruh waktuku setiap hari untuk menemanimu! Bersamamu! Mencintaimu! Pantaskah kau berikan ini untukku? Bisakah kau lebih LEMBUT untuk menolakku?! Kau.. Kau brengsek Jung Daehyun!" Youngjae berlari sambil terus mengusap kasar air mata dipipinya. Tak peduli dengan kakinya yang mungkin penuh lebam karna terus menghantam benda apapun yang ia lalui, agar cepat keluar dari ruangan luas itu. Youngjae mempercepat larinya menuju lift dan masuk kedalamnya. Melanjutkan tangisnya dalam diam.

.

Other side

.

Daehyun masih tertegun dengan kejadian tadi. Masih diam dalam posisinya. Merenungkan apa yang baru saja ia katakan pada sahabat baiknya. "Astaga! Aku keterlaluan. Tak sepantasnya aku bicara seperti itu padamu, Youngjae..." guman Daehyun.

Samar-samar suara deringan terdengar, menyadarkan lamunan Daehyun. Ia bangkit dan berjalan menuju meja didekat televisi dimana ponselnya berada. Daehyun meraih ponselnya, namun ponselnya mati. Ia pun mencari arah suara tadi. Daehyun menemukan ponsel Youngjae tergeletak di sofa, bersama sebuah kotak dan jaket. Ia mengambilnya lalu mengangkat panggilan yg bertuliskan "Umma"

"Yeoboseyo"

[Jaengie~ Kau dimana? Appa sudah menunggumu di bandara]

"Mi-mianhamnida ahjumma. Ponsel Youngjae tertinggal di apartementku. Ia sudah pergi tadi"

[Oh, apa kau Daehyun? Ah baiklah, kamsahamnida Daehyun-ssi]

"Ah, nde ahjumma"

.

Skip Time

.

#DaehyunPOV

Tak terasa sudah dua tahun Youngjae tinggal di London. Selama dua tahun pula Youngjae tak pernah mengabariku. Email yang kukirim bahkan tak satupun yang ia balas. Kuakui aku salah. Aku menyesal mengabaikanmu dulu. Aku membutuhkanmu. Jadi kumohon, kembalilah Yoo Youngjae.

Malam ini tak ada bedanya dengan malam-malam sebelumnya. Sunyi dan dingin. Seharusnya kudengarkan kata-kata Younjae dulu. Seharusnya aku tak begitu memikirkan Junhong dan 'tunangannya' itu. Seharusnya aku mengantar Youngjae ke bandara di hari keberangkatannya ke London. Bukan malah membentaknya dihari dimana kami berpisah untuk waktu yang sangat lama.

Aku berjalan menuju ruang tengah. Menyalakan TV dan mulai menonton salah satu acara variety show. Walaupun mataku memperhatikan TV di depanku, tapi pikiranku melayang-layang ntah kemana. Aku merasa seperti orang bodoh sekarang. Banyak waktu yang kubuang sia-sia untuk melamun.

DRRTTT DRRTTT

Aku melirik ponselku yang bergetar diatas meja.

"Himchan hyung?" kataku.

Kenapa Himchan hyung menelponku malam-malam begini? Tumben sekali. Aku pun meraih ponselku dan menjawab panggilan dari Himchan hyung.

"Yeobose-"

[YAKK! Kau ini kemana saja, hah?! Kenapa lama sekali menjawab telponku?!]

"Ish! Berhenti berteriak ahjumma. Ponselku di-silent" jawabku

[Sudahlah. Kau dimana?]

"Dirumah. Waeyo hyung?"

[Bisa kau ke cafe dekat bandara sekarang?]

"Cafe? Bandara?"

[Ish! Aku sedang bersama Younjae. Apa kau tak mau bertemu dengannya?]

"Yo-Youngjae? Jinjja hyung?"

[Ne, cepatlah]

"Ah oke oke. Tunggu aku ne?"

PIP

Dengan semangat aku beranjak menuju kamarku untuk mengganti pakaian. Youngjae. Ternyata dia sudah pulang.

Aku tiba di bandara. Kuarahkan pandanganku menyapu semua sudut bandara mencari cafe yang Himchan hyung maksud. Aku terus berjalan mengitari pintu masuk bandara.

#AuthorPOV

Himchan, Yongguk dan Younjae menatap kearah luar jendela. Memperhatikan seorang namja yang tengah kebingungan seperti mencari sesuatu. Namja itu berjalan tergesa-gesa dengan wajah kebingungan.

"Hah.. Dasar Daehyun pabbo" gerutu Himchan. Yongguk mengambil ponselnya untuk menghubungi Daehyun.

[Yeoboseo hyung]

[-BRUKK-]

[Eh? Gwenchanayo?]

Daehyun yang tengah berjalan tergesa-gesa segera menghentikan langkahnya untuk menjawab sebuah panggilan. Ia menjawab panggilan Yongguk melalui headset yang ia pakai. Saat Daehyun menhentikan langkahnya tiba-tiba, seseorang yang berjalan dibelakangnya terjatuh karena menabrak Daehyun.

[G-Gwenchana]

[Mianhamnida]

Namja yang menabrak Daehyun tadi mengangkat kepalanya. Sehingga dia dan Daehyun bertemu pandang.

[Jun-Junhong?]

Himchan, Youngjae dan Yongguk membulatkan mata mereka saat mendengar nama yang familiar tadi dari ponsel Yongguk yang sengaja di letakkan ditengah-tengah mereka dengan full folume.

[Daehyun hyung]

Suara itu terdengar serak dan lirih. Seperti sudah menangis.

[Kau kenapa Junhong-ah?]

[Umma.. Ia dirumah sakit]

Isakan lemah kembali terdengar.

[Lalu.. Kenapa kau disini?]

[Aku baru pulang.. Dari Jepang]

Suara Junhong semakin melemah. Dan ia pun jatuh.

[Junhong!]

[JUNHONG]

Seorang namja berteriak dan menghampiri Daehyun yang menahan tubuh Junhong.

[Jong Up-ssi. Dia pingsan]

Daehyun menatap namja bernama Jong Up tadi. Lalu dengan sigap Jong Up menggendong Junhong ala bridal menuju tempat parkir.

[Biar aku saja Daehyun-ssi]

[Aku ikut. Biar aku yang menyetir]

Daehyun berdiri dan hendak menyusul Jong Up yang telah berjalan mendahuluinya.

"Jung Daehyun! Kau lebih memilih menemani 'mantanmu' itu daripada menemui Youngjae?" kata Himchan yang sedikit meninggikan suaranya.

[Astaga.. Aku lupa. Tapi hyung, aku-]

"Jung Daehyun"

Kali ini yongguk yang angkat bicara. Suara berat, dingin dan datar itu berhasil membungkam Daehyun.

[Mian hyung. Aku harus pergi. Sampaikan salamku pada Youngjae]

TUUTTT TUUTTT

Daehyun memutus sambungan telepon sepihak. Dari dalam café, mereka masih bias melihat Daehyun yang berlari kearah tempat parkir.

"Aishh! Jinjjayo Jung Daehyun~!" geram Himchan. "Tenang saja Jaengie. Aku akan memukulinya nanti"

"Sudahlahlah hyung. Tak apa. Lagipula, aku ini siapanya? Aku terlalu berharap" ucap Youngjae lirih.

"Anak itu memang keterlaluan" kata Yongguk.

"Sebaiknya kau segera pulang Jaengie, ini sudah larut malam" kata Himchan.

"Arraseo hyung. Gomawo. Sudah menemaniku menunggu" kata Youngjae.

"Tak masalah" Himchan tersenyum manis kearah Youngjae.

Youngjae bangkit dari duduknya dan segera berlalu meninggalkan BangHim. Tetapi saat hamper keluar, ia berbalik.

"Kau tidak pulang,hyung?" Tanya Youngjae.

"Ah? Eum.. Itu kami.." kata Himchan gugup.

"Kami kencan dulu" jawab Yongguk.

"Oh.. Hahaha, bersenang-senanglah hyung-deul"

Youngjae lalu berjalan keluar. Kali ini benar-benar meninggalkan BangHim yang sedang kencan itu -_-

.

.

TBC

.

.

A/N : Gimana? Bagus gak? udah panjang gak ? maaf~!

kyungkkamjong : Ini udah lanjut~ Gomawo beibeh(?)

Lia Cassiopeia YunJaeShipper : Pairnya so pasti DaeJae :D maaf kalo masih banyak typo -w- Gomawo ^^

Haru no Yuuchan999 : Iyaaa~ Ryu oenni~ DaeJae kok ^^ gomawo

sellyapril : maafin Seo :3 iya, kayaknya romence nya belom kerasa.. Still reading ne ? ^^ gomawo

angelHimes : ini udah panjang belom?:3 maaf ya~ gomawo reviewnya ^^