ART OF SWORD
Crossover :
Naruto x Sword Art Online
Disclaimer :
Naruto © Mashashi Kishimoto
Sword Art Online © Reiki Kawahara
Genre : Adventure,Fantasy,Action,Sci-fi,Drama
Rated : M
Pair : Naruto x ?
Warning : Newbie,Gaje,Abal,Typo,Semi-Canon,OOC,GenderBend
Summary :
"Ya inilah kenyataanku, berpijak di tanah yang tak kau kenali Dan di paksa menyelesaikan permainan kematian ini. Lalu menemukan adaiku yang terjebak di sini. Ini kenyatanku…"
Chapter 2 : Starting
Naruto P.O.V
Sudah sebulan semenjak kami terjebak di dunia ini. Dan di kabarkan jika dalam waktu sebulan itu, jumlah player yang telah tewas mencapai 2000 Player. Parahnya lagi dalam satu bulan ini belum ada seorang player pun yang berhasil menyelesaikan Lantai 1, bahkan lokasi bossnya pun sama sekali belum di temukan.
Ah ya namaku Naruto, itu bukan sekedar nama dan Nick dalam game saja. Namaku di dunia nyata jugalah Naruto. terlihat bodoh mungkin, menggunakan nama asli sebagai nama dalam game, tapi itu tidak masalah menurutku. Karena dengan nama ini aku merasa akan lebih mudah menemukan adiku yang terjebak di dunia ini juga. Ku harap dia baik-baik saja saat ini.
02/12/2022 – Town Floor 1
Hari ini aku mendengar kabar, jika para Player akan mengadakan pertemuan di pusat kota. Dari kabar yang ku dengar, ada seorang player yang menemukan sarang dari Boss lantai 1 ini dan tujuan dari pertemuan tu adalah untuk membahas serta mengumpulkan sekutu untuk menyelesaikan lantai 1 ini.
Aku tidak mengerti sama sekali aturan yang berlaku di dunia ini, yang ku tau adalah kita diharuskan untuk mengelahkan Boss di tiap-tiap lantai agar dapat keluar dari dunia ini. Tentu saja, pertemuan yang diadakan ini sangat membuatku tertarik.
Saat ini aku tengah di perjalanan menuju ke tempat pertemuan, jalanan di perkotaan ini terlihat cukup ramai seperti biasanya. Dapat ku lihat para Player yang tengah mengbrol dan bercanda seakan melupakan jika mereka saat ini tengah terjebak di dalam sebuah dunia penuh kepalsuan ini.
Yang ingin ku lakukan adalah segera menyelesaikan Permainan ini dan kembai ke dunia dimana seharusnya aku berada.
Tak lama kemudian aku sampai di tempat pertemuan dan kulihat tempat yang menyerupai Stadion itu sudah ramai. Yang menjadi perhatianku saat ini adalah 3 orang Player yang berada di tengah stadion, dari apa yang kulihat sepertinya mereka tengah berdebat. Aku kembali mendekat dan samar-samar mulai mendengar isi perdebatan ketiga player tadi.
"…Para Beta Tester selalu menganggap kita sebagai seorang pemula. Dan sekarang, mereka menghilang, mengambil semua tempat berburu yang bagus, dan mengambil Quest yang ada untuk diri mereka sendiri. Jadi, hanya merekalah yang akan memperoleh kekuatan. Orang-orang seperti mereka tak akan mempedulikan pemain pemula seperti kita" ucap seorang player dengan rambut Coklat terang. Jujur aku tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan, Beta Tester atau apalah itu aku sama sekali tak mengerti. Hal Yang ku pahami adalah Quest atau misi yang sering ku jalani.
"Aku yakin, pasti ada Beta Tester di antara kalian!" Player tadi kembali berteriak.
"Angkat tangan dan minta maaflah! Serta berikan semua item serta uang yang kalian dapat! Atau kami tak akan mempercayai kalian dalam party ini, begitu pun sebaliknya" lanjutnya. Benar benar bodoh, di dunia ini atau di dunia nyata sekalipun tidak akan nada orang yang akan melakukan hal seperti itu. karena pada dasarnya diri manusia selalu di liputi oleh 7 dosa dan salah satu dosa itu adalah keserakahan.
Naruto P.O.V End
Normal P.O.V
Perkataan dari player benama Kibou itu membuat player lain yang berada di tempat itu terdiam. Sementara naruto yang saat ini tengah bediri di tempat teratas stadion itu memperhatikan Kibou dengan tatapan datar,semua yang Kibou katakan adalah hal yang menurut naruto tak masuk akal.
Namun tiba-tiba, seseorang beranjak dari tempat duduknya dan mengangkat tangan kanannya "Bolehkah aku berbicara?" Tanya seorang pemain bertubuh coklat kekar dengan rambut botak sembari bangkit dari posisi duduknya.
"Namaku adalah Egil" Ia memperkenalkan diri dan maju menghampiri Kibaou.
"Kibaou-san, katakan padaku jika yang aku katakan ini benar ...Kau berkata begitu karena kau berpikir Beta Tester tak peduli pada mereka yang telah mati kan? Dan karena yang mati itu adalah pemula, kau menyalahkan Beta Tester, dan mereka harus bertanggung jawab, meminta maaf, dan memberi suatu kompensasi untuk semua ini, begitu kan?" tanya pria bermnama Egil itu.
"Be-benar ..." Ucap Kibaou.
Kemudian, Egil mengambil sebuah buku dari sakunya."Kau juga memiliki buku panduan seperti ini kan? Aku mendapatkannya secara gratis dari Item Shop" lanjutnya
Kibaou menatap buku yang Egil keluarkan "Aku juga memilikinya, memangnya kenapa?" Kibaou tak mengerti.
"Semua informasi yang ada di buku ini didapat dari Beta Tester"
"Eh? Benarkah?" para pemain baru tahu hal ini.
"..." Kibaou tak bisa berkata-kata, kemudian Egil menghadap ke arah pemain.
"Dengar, padahal semua pemain bisa mengakses informasi yang ada di dalam buku ini . Tetapi, masih saja ada banyak pemain yang tewas, siapa yang patut disalahkan?Dari sini harusnya kita bisa mengambil pelajaran dari mereka yang sudah mati dan menemukan cara bagaimana mengalahkan Boss lantai ini" Jelas Egil, hingga membuat Kibaou tak mampu berkata-kata lagi dan duduk.
Merasa kalau kegaduhan sudah mulai mereda naruto memutuskan untuk mengambil tempat duduk. Dia melihat ke kanan dan ke kiri lalu memilih tempat yang terlihat masih sepi.
Di tengah stadion tersebut saat ini hanya ada seorang Player degan surai biru dengan Ign 'Diabel'. Dia mengadap ke para Player dengan tatapan tegas.
" Yosh, sekarang mari kita lanjutkan yang tadi ..." Diabel mengambil alih.
"Di dalam edisi terakhir buku panduan ini, terdapat informasi mengenai Boss di lantai ini .Dan menurut buku ini, nama Boss dari lantai ini adalah Illfang Kobold Lord" Jelas Diabel ke semuanya sambil melihat buku panduan yang ia miliki
"Dia dikawal oleh beberapa pengawal yang dikenal dengan nama Ruin Kobold Sentinel. Senjata dari Boss ini adalah kapak dan sebuah Buckler. Dia memiliki empat bar nyawa. Dan ketika hanya satu bar yang tersisa, dia akan beralih ke sebuah senjata pedang lengkung bernama Talwar, serta merubah pola serangannya Itulah informasi yang kita miliki saat ini" Jelas Diabel dan kemudian menutup buku panduan.
Dari penjelasan Diabel tadi, naruto berpikir jika ada sesuatu yang mengganjal dari penjelasan di buku panduan tadi. Naruto menggigit ujung ibu jarinya sembari menatap kosong kearah Stadion. 'perubahan Senjata …? Perubahan pola serang? Apakah buku ini dapat kita percayai…?' batinnya.
"Lalu, item dan EXP yang nantinya didapat akan tersebar pada kelompok yang mengalahkannya, apa ada yang keberatan dengan ini?" Diabel memastikan sebelum penyerangan dimulai. Dan kelihatannya, tak ada pemain yang protes, mereka semua setuju.
"Baiklah, kalau begitu kita akan segera pergi ke tempat itu besok pagi jam sepuluh ...Pertemuan dibubarkan" Pertemuan pun berakhir dan para player terlihat mulai meninggalkan tempat itu satu persatu.
Sedangkan Naruto terlihat masih tak bergeming di tempatnya sembari memandang kosong ke tengah stadion memangkukan kedua sikunya di atas lutut,lalu menyatukan kedua sedikit membungkuk dan itu membuat sebagian wajahnya tertutup oleh tangannya.
'Dari apa yang ku alami selama sebulan ini,segala macam pola serangan dari para Mob kecil memang sesuai dengan apa yang di tuliskan di buku itu, walaupun ada beberapa yang terlihat sedikit berbeda tapi itu tidak mempengaruhi isi informasi pada buku tersebut' batin pemuda pirang itu.
Naruto masih dalam posisinya. 'tapi . . . jika sudah menyangkut soal boss . . . ceritanya sudah berbeda'
"Apa ada yang tidak kau mengerti?"
Lamunan Naruto buyar saat mendengar sebuah pertanyaa dari seseorang yang berdiri di sampir kanannya. Dia mengalihkan direksi pandangannya dan mendapati seorang player yang tidak asing baginya.
Seroang Player Solo dengan penampilan aneh, ya dia selalu mengenakan tudung berwarna merah dan membuat wajah bagian atas player tadi tertutup
"Ah kau kan. . ."
Player tadi menyunggingkan sebuah senyuman.
"Kita bertemu lagi, Tuan rubah~"
Naruto membalas senyuman player di depannya.
"Tak kusangka kau juga akan berada di sini player misterius~" ucap Naruto. Ya walaupun pernah bertemu sekali, mereka belum mengetahui nama masing-masing. Yah mungkin wajar itu terjadi , karena pada dasarnya mereka hanya bertemu satu kali saat berada di Dungeon dua minggu yang lalu. Ah tapi dalam kasus ini sepertinya hanya naruto yang berpikir demikian.
Dan bisa di bilang itu adalah pertemuan yang konyol. Bagaimana tidak mereka bertemu secara tidak sengaja saat masing-masing dari mereka menjalankan sebuah Quest di Labytinth Barat.
FlashBack
16/11/2022 – West Labyrith
Terlihat Naruto tengah berlari dengan cepat melewati lorong yang gelap. Bukan karena takut akan gelap atau karena sedang olahraga, tapi karena sesuatu yang saat berada di belakangnya. Ya saat ini dia tengah di kejar oleh puluhan Dark Bat.
"Cih sialan~ jika saja tidak ada batas waktu untuk quest ini aku pasti akan menglahkan kelelawar-kelelawar itu~" guma Naruto sembari berlari.
Mata Sapphierenya mengemati lorong sempit yang ia lewati saat ini. Gelap , penuh debu dan sarang laba-laba serta berbau apek.
"Oi kapan labyrinth ini akan berakhir!" Teriak naruto dengan Frustasi karena labirynt yang ia lewati ini benar-benar tak ada habisnya.
Naruto terus berlari sembari terengah-engah, tapi tiba-tiba saja matanya melihat seorang Player yang saat ini tengah berlari menuju arah yang berlawanan dengannya dan itu membuatnya membelalakan matanya.
Oke alasannya bukan karena player tersebut, tapi apa yang ada di belakang player itulah yang membuatnya membelalakan matanya. Ya , player itu juga tengah di kejar oleh Dark bat sama sepertinya.
Naruto dan Player tadi berhenti saat mereka berhadapan, dan begitupula dengan para Dark bat yang tadi mengejar mereka. Dilihat dari manapun dalam keadaan seperti ini memang mustahil untuk dapat lolos. Bagaimana tidak saat ini mereka malah menjadi terkepung oleh puluhan Dark Bat.
Naruto menghela nafas berat
"Huuh~ seharusnya aku membunuh lalat-lalat ini tadi…" gumamnya sembari menatap Player di depannya. "Jika seperti ini keadaannya, bahkan untuk laripun sepertinya percuma…" lanjut pemuda itu.
Dia kemudian mengalihkan direksi pandangangannya ke belakang Player tadi. lalu kembali ia mengalihkan direksi pandangannya ke arah belakang tubuhnya.
"Hmm… jumlahnya sekitar 70 ekor~"
Naruto memegang dagunya sembari berguman tak jelas. Kemudian dia memejamkan matanya dan menarik nafas dengan pelan lalu menghembuskannya dengan perlahan.
Dia membuka matanya "Oi Player bertudung…" sapa naruto pada player yang berada beberapa meter di depannya. tidak ada jawabn dari player itu.
"Sepertinya, kita mengalami masalah yang sama-sama gawat~" naruto ber ujar sembari berkacak pinggang. "Dilihat dari manapun keadaan ini sama sekali tidak menguntungkan bukan? Lihat kita bahkan tidak bisa lari. . ." lanjutnya.
Player bertudung itu meng'iya'kan perkataan naruto dengan menganggukan kepalanya.
"jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya naruto yang kemudian mengalihkan pandangannya kearah belakang.
Payer tadi menarik sudut bibirnya lalu tangan kanannya bergerak ke pinggang kirinya dan kemudian dia memegang gagang dari sebuah pedang yang tergantung di sana.
SHIIIIING
"Sudah jelas bukan?" tanya player tadi sembari menarik pedangnya.
Naruto menarik sudut bibirnya. Tangan kirinya bergerak ke pinggang kirinya dan memegang pangkal dari sarung katana berwarna hitam yang tergantung di sana. Dengan perlahan ibu jarinnya menekan Tsuba katana itu, sehingga pangkal dari bilah katana tadi sedikit terlihat. Perlahan tangan kanannya begerak ke gagang katananya lalu menggenggam gagang berwarna hitam itu.
"Sepertinya tidak ada pilihan lain bukan?" tanya naruto pada player misterius didepannya.
"Ya~" balas singkat player tadi
"kalau begitu . . ."
Naruto melebarkan ke dua kakinya lalu menekuk lututnya.
"Ittouryu : Kyoka Suigetsu . . ."
Dengan cepat naruto membalikan badannya dan disaat yang bersamaan ia menarik lalu menebaskan katana miliknya.
Dengan sekali tebasan ia membunuh lima monster sekaligus. Kemudian pemuda pirang itu melesatkan tubuhnya kedepan dan menebas kembali beberapa ekor monster tadi. Dengan lihai ia terus memainkan katana nya dan dengan mudah pula terlihat ia menghindari serangan monster-monster tadi. Gerakan yang indah dan berbahaya, dia bahkan sama sekali belum terkena serangan para Dark bat tadi seakan tubuh dari pemuda itu tidak dapat tersentuh.
Melihat naruto yang telah melakukan serangan, player misterius tadi pun juga memulai serangannya pada monster yang ada di belakangnya.
Mereka terlihat sangat sibuk dengan monster-monster yang mengepung mereka. ayunan-ayunan pedang dan gerakan menghindar yang mereka lakukan terlihat sangat mengagumkan.
Di tengah pertarungan tanpa sengaja punggung mereka bertemu. Dan membuat masing-masing dari mereka menolehkan kepala. Sebuah senyuman miring tercipta di wajah mereka.
"Aku suka dengan gaya berpedangmu Player misterius. . ." ucap naruto.
"Skill berpedangmu benar-benar terlihat indah tuan rubah…" balas player misterius tadi. Naruto melebarkan senyumannnya .
"terima kasih pujiannya~ mari segera selesaikan ini~ aku ada misi yang harus di selesaikan.." ujar naruto dan di balas dengan anggukan singkat oleh player tadi.
Kembali mereka menyerang Dark bat yang mengepung mereka, tebasan-demi tebasan kembali mereka lakukan. Dapat naruto lihat skill-skilll berpedang unik yang di tunjukan oleh player misterius tadi. dan itu membuat naruto terkagum melihatnya.
Beberapa saat kemudian mereka pun menyelesaikan puluhan Dark Bat tadi, kini terlihat kedua player itu tengah mengtur nafas mereka masing-masing sembari terduduk bersandar pada dinding labyrinth
"gerakanmu sungguh indah~" puji naruto.
Player mengalihkan pandangannya pada naruto lalu tersenyum " Terima kasih~ tapi teknikmu lebih indah~" balas player tadi.
Naruto menegakan tubuhnya " yosh kurasa ini saatnya aku pergi~" ucap naruto yang baru saja bangkit dari posisi duduknya. Player tadi melakukan hal yang sama dengan naruto.
"ya aku juga harus pergi…"
Naruto menaikan sudut bibirnya " tadi itu sungguh menyenangkan~ " ia mengacungkan tinjunya. Player misterius tadi mengerti maksud naruto dan membalas tinju naruto.
"Ya ~ kuharap kita bertemu lagi tuan rubah~" ucap player tadi.
Naruto menganggukan kepalanya lalu berbalik dan berjalan menjauhi player tadi, dan merekapun berpisah.
Flashback End
"Jadi apa kau memutuskan untuk ikut dalam penaklukan boss?"tanya player misterius tadi.
"Yah begitulah~ lagipula aku bertujuan untuk segera mengakhiri game ini~" balas naruto sembari mengalihkan direksi pandangannya ke langit. Player di depanya manggut-manggut menanggapi perkataan naruto.
"Etto bisakah kita saling memanggil nama game kita dengan benar,naruto?" tanya player tadi.
Mendengar namanya di panngil,dengan cepat naruto mengalihkan matanya ke player bertudung tadi "D-darimana kau tau namaku?" tanya naruto dengan tatapan menyelidik.
"Bu-bukankah kau dapat melihat nama player dari bar HPnya ya?" tanya balik player itu, bukannya menjawab Naruto malah menaikan sebelah alisnya.
"K-kau tidak tau?" kembali player bertudung itu bertanya. Dengan cepat Naruto menggelengkan kepalanya.
Melihat naruto yang menggeleng dengan cepat membuat player bertudung itu sedikit heran, bagaimana mungkin dia tidak melihat nama yang jelas-jelas tercantum di atas Bar Hp seseorang. Berbagai pertanyaan muncul di benaknya, bagaimanakah cara pemuda pirang di depannya ini bertahan hidup selama sebulan ini? Bahkan ia sama sekali tidak memperhatikan player lain di sekelilingnya. Solo? Walaupun kau seorang solo player, tapi bukankah kau setidaknya mengetahui hal sepele seperti itu bukan? Player tadi menghela nafas pelan.
"walaupun kau seorang solo palyer, tapi setidaknya Kau harusnya bisa lebih memperhatikan player di sekitar mu,Naruto~" ucap player bertudung. "Coba kau perhatikan Bar Hp ku~" lanjutnya sembari menunjuk telunjuknya di atas kepalanya.
Naruto mengikuti arah jari telunjuk player di depannya, ia sedikit menyipitkan matanya.
"A-suna?" gumam naruto.
Dia lalu menatap player di depannya. "namamu Asuna?" tanya naruto.
Player bertudung yang di ketahui bernama Asuna itu menganggukan kepalanya.
"Ya~ Salam kenal Naruto" ucap Asuna sembari mengulurkan tangannya.
Naruto mennjabat uluran tangan Asuna lalu tersenyum ramah "Salam kenal Asuna-san"
02/12/2022 – Town Floor 1
Terlihat saat ini Naruto dan Asuna tengah duduk di sebuah kursi panjang sembari memakan sepotong roti. Asuna terlihat tengah mengeluarkan sebuah item dari penyimpanannya.
"Naruto, coba kau tambahkan ini pada Rotimu~" ucap Asuna sembari menyodorkan item berupa botol berisi krim berwarna coklat.
"Apa ini?" tanya naruto sembari menerima benda itu.
"Buka lalu oleskan di rotimu~"
Dengan segera naruto membuka item itu, lalu mengoleskan krim coklat tadi di atas rotinya. Roti milik naruto bersinar dan beberapa saat setelah sinarnya hilang, terlihat roti itu telah terlapis oleh krim coklat. Dengan perlahan ia menggigit roti berlapis krim tadi, tapi ketika gigitan pertama ia mengentikan gigitannya dan menatap roti miliknya. Lalu kemudian dengan cepat ia memakan roti tadi dengan sangat lahap.
"Aku tidak tahu ada benda seperti itu di dunia ini…" ucap naruto. "Ini benar-benar enak" lanjut pemuda pirang itu.
Asuna mengalihkan pandangannya ke arah naruto. "Aku hanya tidak sengaja mencobanya beberapa hari yang lalu" ucapnya.
"hmm begitu ya~" balas naruto , sembari memegang dagunya. Dia kemudian bangkit dari posisi duduknya lalu sedikit meregangkan tubuhnya.
"Yosh~ Aku sudah tidak sabar untuk besok~" pemuda pirang itu mengalihkan pandangannya pada Asuna dan dapat ia lihat Player tadi masih memakang rotinya dengan perlahan.
"Ku harap itu berjalan lancar…" ucap Asuna di sela makannya.
Naruto mengangguk kemudian membalikan badannya kearah Asuna.
"Asuna-san~ kurasa aku harus segera pergi, ada beberapa hal yang harus ku lakukan. . . " ucapnya.
Asuna mengalihkan pandangannya ke naruto. "hmm? Ah baiklah. . . sampai jumpa besok~" balas Asuna.
Naruto kembali mengangguk kemudian berjalan menjauh dari Asuna.
Tujuannya kali ini adalah sebuah pandai besi, hari ini dia akan mengambil katana yang ia pesan. Selama sebulan ini naruto terus membaca buku panduan dari item shop, dan mencari list senjata yang cocok untuknya. Dan dua minggu lalu ia mendapat informasi tentang sebuah katana yang cukup baik. Lalu dia mencari bahan untuk membuat katana itu, beberapa hari lalu ia telah mendapat semua materialnya dan mengirim bahan itu ke blacksmith di kota lantai satu ini.
Kini terlihat Naruto yang tengah berdiri di depan pintu berwarna coklat, di atas pintu tersebut terdapat tag name bertuliskan 'Ajisai'.
Naruto membuka pintu itu.
Klinting ~
Klinting ~
Lonceng di atas pintu itu berbunyi saat pintu itu terbuka. Naruto memasuki tempat itu.
"Selamat datang~" sapa seorang gadis dengan surai ungu gelap. "Ah ternyata kau Naruto-san~" lanjut gadis tadi.
Naruto menyunggingkan sebuah senyuman. "Yo Ajisai-san~ aku ingin mengambil pesananku, apakah sudah jadi?" tanya naruto to the point.
"Ah katana itu ya? Sudah ku selesaikan, tunggu sebentar disini~" jawab gadis tadi sembari berjalan menuju ke sebuah lemari di pojok ruangan. Gadis itu lalu membuka lemari tadi dan mengambil sebuah katana merah dengan tsuba berwarna emas dari dalam sana.
Dia kemudian kembali menghampiri Naruto, dan menyerahkan katana tadi.
"Ini dia katana yang kau inginkan, sandai kitetsu. . ."
Gadis bernama ajisai itu lalu melipat kedua tangannya di dada. "ketahanan pedang ini lebih baik dari pada Yubashiri milikmu~ jadi setidaknya ini cukup bukan?" tanya Ajisai.
Shiiing
Suara nyaring terdengar saat Naruto menarik keluar katana itu dari sarungnya , ia lalu meneliti bilah dari pedang tersebut. Perlahan tapi pasti, matanya menatap setiap inci dari katana tadi.
"Hm benar, kurasa ini sudah cukup untuk besok~" jawab naruto.
Ajisai menaikan sebelah alisnya "hmm? Besok?"tanya gadis itu.
"Ah ya~ besok party gabungan akan menyergap ruangan boss lantai satu ini…" ucap naruto sembari menatap Ajisai.
"Jadi. . . apa persiapanmu sudah matang Naruto?" kembali gadis itu bertanya sembari bekacak pinggang.
Shiing
Naruto memasukan kembali katana merah tadi. lalu dia memegang dagunya dengan tangan kanan. "Hmm? Ada beberapa hal yang belum matang sih~" ucap pemuda itu.
Ajisai terlihat mengut-mangut dengan jawaban Naruto.
"Kalau begitu sebaiknya kau istirahat Naruto~ besok akan jadi hari yang berat bukan?" tanya Ajisai.
"Hmm kurasa kau benar~ kalau begitu aku permisi dulu . . ."
Naruto berbalik dan berjalan menju ke pintu keluar, tangan kekarnya membuka pintu bercat coklat itu
Klnting ~
Klinting ~
Naruto berhenti di depan pintu sebelum ia keluar, lalu menatap ke arah ajisai.
"Ajisai-san, terima kasih untuk Katananya~ dan tolong beritahu aku jika kau melihat adiku lagi ya~" pemuda itu berujar di sertai senyuman yang terlihat di paksakan.
Ajisai menganggukan kepalanya "Huum . . . serahkan padaku~"
"Kalau begitu~ sampai jumpa~"
Naruto melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu.
Klinting ~
Klinting ~
Sementara itu Ajisai masih terlihat menatap pintu tempat keluarnya naruto barusan.
Cklek
Ajisai mengalihkan direksi pandangangnya kearah pintu berwarna putih di belakangnya yang terlihat terbuka. Dari balik pintu itu terlihat seorang gadis dengan surai pirang twintail keluar. Wajah cantik dengan 3 buah goresan seperti kumis kucing di setiap pipinya dan mata biru Sapphiere itu. kulit putih bagai porcelain dan bentuk tubuh yang prporsional. Membuatnya terlihat begitu sempurna.
"Dia sudah pergi?" tanya gadis tadi.
Ajisai menghela Nafas pelan. "Sudah . . . sebernarnya apa sih yang sedang kau rencanakan?" tanya balik ajisai pada gadis tadi. Gadis pirang tadi berjalan menedekati Ajisai.
"Aku ingin melihat seperti apa nii-chan akan menjalani kehidupannya sekarang" Jawab gadis pirang tadi sembari tersenyum pada Ajisai.
Ajisai kembali menghela nafas mendengar jawaban dari gadis di depannya itu. "Jangan terlalu berlebihan pada kakakmu. . .Baka~" lanjut ajisai.
Gadis itu kembali tersenyum "Aku tahu batasanku kok. . ."
3/12/2022 - Forest
Keesokan harinya para player berkumpul di depan gerbang kota dan berangkat bersama ke dalam hutan, menuju lokasi di mana Boss lantai satu berada. Player yang berkumpul terlihat lebih banyak dari pada saat pertemuan kemarin. Mungkin beberapa dari mereka yang berkumpul di stadion menyebarkan informasi ini dan membuat lebih banyak player yang bergabung dengan raid ini.
Saat ini terlihat Naruto tengah berjalan dengan tenang di barisan paling belakang raid itu. hari ini ia mengenakan sebuah yukata berwarna oranye dengan bagian dada yang terbuka sehingga mengekspos bagian dadanya yangterlihat kekar. Sebuah katana berwarna merah tergantung di samping kiri pinggangnya.
Naruto terlihat tengah memperhatikan para player di depannya dengan serius, berharap ia bisa menemukan adiknya diantara player di depannya. Tapi, sebanyak apapun ia mencoba mencari hasilnya nihil. Dia sama sekali tidak dapat menemukan adiknya diantara player raid itu,dan itu membuatnya sedikit cemas.
Setelah beberapa saat berjalan, mereka semua sampai di depan gerbang lokasi ruangan Boss lantai satu berada.
"Dengarkan aku, semuanya ..." Suara Diabel membuat mereka mengalihkan pandangannya kearah Diabel, termasuk naruto. Sebelum mereka masuk ke dalam, ia berkata, "Hanya ada satu hal yang ingin aku sampaikan sebelum kita masuk ke dalam. Yaitu, mari kita menangkan pertarungan ini!"
Para pemain semakin bersemangat. Termasuk Naruto yang terlihat menaikan sudut bibirnya.
"Ayo maju!" Diabel pun membuka gerbangnya, di mana sesosok monster raksasa berkapak yang merupakan boss lantai pertama menunggu.
To Be Continue….
Oke Chap 2 kelar, sebelumnya gomen klo ada kesamaan plot sama fict lain. . . tapi ini asli dari otak author sendiri kok.
Jadi gimana chap ini? Masih membosankan kah?
R
E
V
I
E
W
Pls. . .
