Masashi Kishimoto owns Naruto. Sadly, mine just the plot.

Warning

AU, Mengandung konten BL (SN) so DLDR, mencoba mengikuti kaidah bahasa yang baik dan benar tapi tak bisa.

Apabila terjadi kesamaan alur dan cerita dengan Author lain itu tidak sengaja karena ini murni hasil pemikiran otak author yang seadanya.

Parent's Talk

Kushina menaikkan sebelah alis setelah menutup pintu ruang kerja suaminya. Kadang dia heran sendiri kenapa dulu ia bisa suka, cinta lalu menikah dengan Minato. Orang yang bersangkutan sedang duduk dikursi kerjanya dengan sebelah tangan menopang kepala tepat di tengah alis, pose yang menurut Minato sendiri keren.

"Aku gagal Kushina..." katanya tanpa ditanya."Aku telah gagal..." Minato mendramatisir keadaan dengan suara agak tercekat. Kushina hanya memutar mata, bosan, dengan drama suaminya. Seumur hidup Kushina mengenal Namikaze Minato, ia tau benar kalau dulu suaminya ini tidak begini. Maksudnya, Minato yang dulu, sebelum menikah dengannya adalah seorang yang hangat dan berkharisma. Dengan mata yang menyipit saat tersenyum charming, dan sikapnya yang menjujung sopan santun serta menghargai wanita. Siapa yang tidak akan suka dengan pria itu? Wanita normal manapun yang diperlakukan baik dan dikasih senyuman maut Minato pasti akan langsung jatuh cinta. Tapi kenapa belakangan ini setelah punya anak sikapnya malah berubah? Minato memang masih menjadi Minato dengan sejuta kharismanya, tapi kenapa malah jadi heboh dan alay begini? Suka mendramatisir keadaan dan sangat-sangat berlebihan. Kushina memang pernah membaca artikel tentang pubertas kedua manusia diusia tante-tante dan oom-oom (kira-kira diusianya sekarang)diweb langganannya, tapi karena sanksi dan merasa tidak mengalaminya, jadi ia tidak tau kenapa suaminya bisa jadi begini. Apa artikel itu benar? Entahlah…

Okee... okee... Masalahnya disini sekarang bukan kajian ilmiah artikel web atau misteri kenapa Minato jadi alay. Saat ini Minato lagi galau, karena tadi, anak bungsu yang paling disayang olehnya, mengatakan kalau dia mau kabur atau kawin lari atau sekalian mati saja (yaa... anaknya memakai ketiga alasan tidak konsisten itu) kalau Minato tidak memberikan restu atas hubungannya dengan Uchiha bungsu.

"Dulu..." Minato memberi jeda supaya terdengar tragis "hal ini terjadi pada Kyuu-chan…" tidak sadar kalau anak sulungnya sudah tidak pantas memakai embel-embel anak kecil, kali ini Minato menunduk dengan kedua tangan menopang kepala dipelipis, terlihat sangat terpukul, depresi dan stress. Kushina yang masih didepan pintu belum memberi tanggapan, menunggu kalimat suaminya yang belum selesai. "Sekarang, setelah mereka mengambil Kyuu-chan dariku, mereka juga akan merampas Naru, Kushina!" suara Minato agak tinggi dan penuh emosi diakhir kalimat dengan mata yang berkilat. Untung saja setting Minato kali ini diruang kerja, bukan ditebing terjal dengan hujan deras plus petir menyambar-nyambar dan dengan pistol ditangan.

"Kau terlalu berlebihan Minato." Kushina sudah cukup dengan adegan sinetron antara anak dan suaminya tadi, tak perlu bonus drama lagi. Karena Kushina bukan ibu-ibu yang suka sinetron.

Merasa ditanggapi dingin, Minato mengangkat kepala menatap istrinya dengan pandangan tidak percaya, dalam pikirannya muncul berbagai banyak spekulasi dan untung saja, sekali lagi, ini bukan sinetron. Jadi Kushina tidak akan mendengar suara-suara hati yang sering ada diftv saat tokoh utamanya galau dengan perasaannya pada si dia yang tadinya musuh sekarang jadi suka.

Dulu, saat anak sulungnya positif tidak bisa memberikan keturunan, Minato memberikan tanggung jawab itu pada anak bungsunya. Tapi ternyata harapan itu musnah sudah tadi sore. Harapan punya cucu kembar (kalau bisa), laki-laki dan perempuan, yang akan membuat kantor Minato berantakan dengan berbagai macam mainan disana-sini tidak akan pernah terwujud. Memikirkannya Minato merasa sakit dibelah kiri dada.

Minato sudah susah payah bekerja, menjalankan perusahaan dengan cabang dimana-mana, tidak bisa dirasakan oleh keturunannya. Kalau tau akan begini, Minato akan mengejar cita-citanya yang lain menjadi presenter terkenal sekaligus artis. Mungkin bisa dimulai dari pemeran figuran yang hanya lewat-lewat dengan baju ngejreng warna-warni untuk sinetron jam delapan atau mungkin acara musik berkoreografi sangat menarik dan menggembirakan itu.

Karena tatapan protes pada istrinya tidak mempan, Minato menidurkan kepalanya, kali ini kedua tangannya dilipat untuk bantalan kepala. Tidak segera menenangkan suaminya, Kushina mengarah kesamping pintu berniat menyalakan lampu. Aneh rasanya membicarakan hal seperti ini gelap-gelap.

"Sudah kubilang, Kau terlalu berlebihan" Kushina berjalan kearah Minato setelah mengambil minuman di minibar yang memang tersedia diruang kerja Minato. Meletakkan minuman dan mengelus punggung Minato sehingga ayah dua anak itu menoleh kesamping dan memandang istrinya dengan wajah ngambek.

Kushina yang melihat wajah ngambek suaminya jadi geli sendiri. Mau tertawa tapi tak enak juga. Masalahnya sekarang tidak pas dijadikan bahan candaan kalau dilihat dari segi Minato. Jadi Kushina memilih untuk duduk dipangkuan suaminya sehingga kepala Minato kini bersandar pada Kushina. Minato sendiri hanya diam sambil memeluk pinggang istrinya sehingga ia yakin istrinya tidak akan terjatuh.

"Sasuke sangat mencintai Naruto, Minato" Kushina mulai berbicara setelah dirasa suaminya selesai mengutarakan unek-uneknya "Aku bisa merasakannya" mengecup puncak kepala suaminya, Kushina melanjutkan. "Kau tau sendiri kan bagaimana mereka saat bersama? Sasuke sangat menjaga dan menyayangi Naruto." Tidak banyak berkomentar, karena memang tidak banyak yang bisa dibicarakan, lagipula Kushina tau menentang sekeras apapun, Minato terlalu sayang pada kedua anaknya, apalagi untuk membiarkan anaknya kabur dan mati sia-sia. Walaupun itu hanya gertakan Naruto saja.

Ya. Minato sebenarnya mengetahui kalau Naru-chan kesayangannya akan baik-baik saja jika bersama Uchiha itu karena diam-diam Minato sangat memperhatikan (bukan mengintip) tiap detail kelakuan dan ekspresi anaknya saat Uchiha bungsu datang berkunjung kerumah atau saat anaknya menceritakan Sasuke dengan ekspresi kesal yang dimata Minato entah kenapa ekspresi itu kelihatan seperti ekspresi bahagia. Minato tau Naru-channya akan baik-baik saja karena Uchiha Sasuke memperlakukan Naruto sama seperti dirinya memperlakukan Kushina.

Minato hanya butuh waktu. Menerima kenyataan masa depan tidak akan seindah yang ia rencanakan. Kalau bertemu Uchiha Fugaku, Minato akan memarahinya. Anggap saja pelampiasan stress karena kesal. Impian punya cucu yang lucu-lucu benar benar tidak bisa tercapai. Ahh... kalau ingat itu, Minato jadi galau lagi kan. Dasar… Padahal hal yang sama yang juga terjadi dengan Uchiha Fugaku.

Owari

Want to flame? Feel free to review.