-Butterfly Prison-
Rated : M (totally M)
Main Pairing : KrisHo and others(?)
Cast : Suho,Kris,Kai,Luhan,Lay,Chen

Warning: Yaoi,Incest,Boys Love(BL),typo(s),soft sex(?),AT,bahasa tdk sopan.

A/N : this is my original story, sama dengan ff lain? = tidak sengaja!

Hi! i'm back~ maaf ya, kalo gak sempat balas review kalian secara langsung :3 author juga sadar kalo alurnya kecepatan serta ceritanya terlalu singkat. 'kan ini FF dibikin secara 'ngebut semalaman suntuk.'
many thanks for reading this story~ and thank you so much ne~ for the reviews,fav,and follows :D

kikiikyujunmyun (iya,alur memang kecepatan-"author lupa merevisinya,tapi mudahan di chapther ini gak kecepatan alurnya ye), KrisHoWonKyu (gamsha^^,iya semoga saja prosesnya berjalan lancar :3),Alika Malik(maaf ya, author masih perlu banyak latihan biar alurnya pas. sarannya sangat membantu *gamsha*^^),thamiathayaa(wa~ makasih banyak ya, author sih juga penasaran ceritanya bakalan gimana O.O),PikaaChuu(T^T alurnya memang terlalu cepat ya? *maaf* wa~ tentang SuLay,author pun tak tau siapa yang akan menjadi uke,mari kita nantikan ya~),(thankyou for your reviews :3),Black Devil Rinko,amalia1993,BabyRennie,melizwufan(iya,author juga kangen sama namja china itu T^T),MinieZhang(hihi,maafkan bila di chapther 1 suho diperkosa kris^^, hmm soal SuLay... mari kita nantikan saja~),Maria JaeRin 99(author juga tak bisa menjawab siapa yg uke or seme O_O ya,wajar saja sih kebingungan,alurnya kecepatan sih-"),peblish(gamsha:3,wa~kalo urusan NC author coba agar suho diperlakukan lebih 'lembut' nanti ;D),Han Hee Gi(terima kasih atas reviewnya:3 author berusaha supaya alurnya gak kecepatan),littleXbetweenEO,Willow aje kim,Jenny Park, wereyeolves, nekotan07, kotakpensil, Dewi Kim.

~*Happy Reading*~

"maafkan aku tuan muda, tapi dia... sudah tidak bernapas lagi..."
"menikahlah dengan ku."
"dengan begini, hutang keluargamu akan lunas."

22 mei 1939, hari yang seharusnya menjadi hari ulangtahun ku berakhir dengan kekacauan...
Disinilah aku, hanya bisa terkejut dan terdiam seribu bahasa saat melihat jasad ayahku yang tergeletak dilantai yang penuh darah.
Dan jangan lupakan juga tentang lamaran pernikahan dadakan dari namja China yang dipanggil Kris itu.
Suasana menjadi hening dan menegangkan saat Kris ingin menikahiku, aku tak bisa menjawab apapun. hanya diam dan menatap jasad ayahku

ughh,situasi ini semakin memburuk... apa yang harus kukatakan? apa yang harus kulakukan?

Beberapa menit kemudian, para polisi dan dokterpun segera tiba dirumahku.

"Suho? apa kau baik-baik saja?" ucap Zhang Yixing atau Lay, dia adalah sahabatku sejak kecil yang berasal dari China, dan dia adalah seorang perwira militer.

"L-Lay..."
Suaraku semakin melemah, namun hatiku terasa lega sedikit. melihat seorang sahabat berada di depanku, yang mencoba menenangkan perasaanku yang kacau ini.

"Sudahlah, jernihkan pikiranmu."
Oh Lay, jika kau tau semua situasi yang terjadi...
bagaimana akan bisa berpikir dengan jernih?

"Tuan junmyeon dan jongdae, bisa bicara sebentar?" ucap Luhan yang baru saja berbicara dengan dokter serta polisi yang menyelidiki kematian ayahku.

"Kata mereka, tuan Kim meninggal karena meminum racun."

"Racun?! bagaimana bisa terjadi?!" ucapku dengan nada yang tidak sabar mendengar semua penjelasan ini.

"Menurut hasil penyelidikan, minuman yang telah diminum beliau mengandung conium atau bunga hemlock yang beracun. dan ternyata tuan kim sudah berencana untuk bunuh diri."

"Mereka juga menemukan surat ini diruang kerja tuan kim, surat ini untuk anda tuan junmyeon."
Luhan langsung menyerahkan sepucuk surat itu kepadaku.
segel nya sudah terbuka...

SREKK!

"Junmyeon anakku,
Maafkan ayah karena telah menjual dirimu kepada tuan Wu Yi Fan, ayah tak memiliki pilihan lain.
Semenjak ibumu meninggal, banyak hal yang telah berubah. kondisi keuangan perusahaan pun berada di ujung tanduk.
ayah khawatir jika tidak segera menyelesaikan masalah ini, Kau dan jongdae tidak akan memiliki masa depan.
kesempatan pun datang, akhirnya ada seorang namja pengusaha yang baik hati datang untuk membantu.
dan saat kau membaca surat ini, berarti ayah sudah tiada.
ayah merasa menyesal karena membiarkan dirimu dijual demi uang, aku ini benar-benar ayah yang kejam.
tapi ketahuilah bahwa ayah dan ibu selalu menyayangimu."

Airmataku mulai mengalir, membuat surat ayahku basah dipenuhi tetesan airmataku.
ayah, kau tidak salah. kau tak punya pilihan lain bukan?
kau melakukan ini semua demi anak-anakmu...

"Hyung...berhentilah menangis kau ini 'kan seorang namja." ucap Chen dengan matanya yang merah menahan tangisan sambil tersenyum, walaupun terlihat jelas bahwa itu adalah senyum terpaksa.
aku menganggukkan kepalaku dengan pelan, dan mengusap kedua mataku.
mencari tempat duduk dan menghelaskan nafas beratku.
dan datanglah Kris.
Cih, diantara banyak orang mengapa dia yang sekarang berada di depanku?!

"Bagaimana junmyeon? kau sudah memikirkan penawaranku?"

Aku hanya diam dan menatapnya dengan mata ku yang hampir melotot tajam.
Ugh, dasar bajingan! sudah seenaknya menyentuh tubuhku!
aku tau keluargaku berhutang besar padamu, tapi kenapa kau bersikeras untuk menikahi ku?!
bukankah perlakuanmu yang kotor itu sudah cukup untuk membayar hutang ini?!

"Jangan berharap kau bisa membuatku menerima tawaran mu itu."
"Cepatlah pergi dari sini!"

Tiba-tiba Kris mendekat dan memegang daguku dengan tangannya dan menaikkannya.
dan sekali lagi aku bertatapan face-to-face dengannya.
Kris berbisik ditelingaku

"mmm...sebaiknya kau pikirkan saja dulu junmyeon."
"aku akan menantikan pertemuan kita yang berikutnya."
Kris langsung menjauh dan berjalan menuju pintu keluar.
Dia berhenti sebentar, dan menatapku sambil memberikan senyuman kecil yang terlihat licik itu.
dan pergi...

"Hyung, kau baik-baik saja? wajahmu terlihat pucat sekali..."
"Tuan muda, sebaiknya anda beristirahatlah."
"Suho, jangan khawatir. atas nama keluarga Zhang, aku akan selalu melindungimu. sekarang cepatlah tidur."
Beruntung sekali diriku ini, memiliki orang-orang yang selalu peduli tanpa memandang status,maupun uang keluargaku.
mengikuti saran mereka, akupun pergi dan tiba didepan pintu kamarku...
kamar ini, tempat perlakuan kotor itu terjadi...
ugh, kenapa masih saja mengingat itu? sadarlah Suho! sadarlah!

Tanpa pikir panjang, aku masuk kekamar dan mengganti seprai yang kotor itu.
Dan mulai membaringkan tubuhku, sesekali aku menghelakan nafas beratku.
terdengar bunyi pintu yang dibuka, aku langsung bangun dan melihat Chen.

"Ada apa Chen?"

"ngg, Hyung...aku tidak bisa tidur sendirian, maukah kau menemaniku?"
Ah, sudah berapa lama aku tidak menemani Chen tidur ya?
Walaupun Chen itu terkadang menyebalkan, dan terlihat selalu ceria sebenarnya dia masih adik yang polos.
Saat masih kecil, Chen sering diacuhkan oleh orangtua kami dan anak-anak sebayanya, hal itu tentu membuatnya menjadi murung.
Aku merasa kasihan dengannya, Chen tidak dipedulikan sampai-sampai orangtua kami melarang Chen untuk menggapai cita-citanya sebagai pelukis di Eropa sana.

"Hahh, baiklah."
"akan kutemani kau tidur malam ini."

Aku mengikuti Chen dari belakang, dan tiba didalam kamarnya.
Kamarnya masih sama seperti dulu, ada banyak lukisan yang dibuatnya bergantungan di dinding.
Karya nya memang sangat bagus, Chen sudah memiliki bakat ini sejak kecil.
Ia juga sangat mengidolakan pelukis Eropa terkenal yang bernama "Picasso". oleh karena itu, ia bersikeras ingin ke Eropa.
Untung saja ia memiliki kasur yang berukuran King-size.
Jadi kami tidak perlu tidur sambil merasakan kesempitan.

"Terima kasih suho-hyung.."

"ng? untuk apa?"

"Untuk menemaniku dimalam yang kacau ini..."
"Untuk selalu memperhatikan ku, disaat dunia mengacuhkanku."
"Aku mencintaimu suho-hyung.."

"Aku juga mencintaimu Chen."
setelah mengucapkan kata itu, aku membalikkan badanku dan membelakangi Chen.
aku menutup mataku, mencoba untuk tidur.

"Hyung... maksudku bukan 'cinta' sebagai saudara..."
Aku terkejut mendengar Chen mengucapkan kata itu, sampai mataku yang sudah kelelahan kembali terbuka lebar.
Apa aku salah dengar?

"Maksudmu apa Chen?"
Ucapku sambil bergerak memalingkan badan dan menatap Chen.
Chen menghindari kontak mata dengan ku, lalu dia mendekat dan tiba-tiba Chen mencium bibirku?
dengan cepat ia langsung berhenti menciumku.

"Aku mencintaimu sebagai cintaku,kasihku,sayangku."
Ha?! Kenapa Chen?! kenapa kau jatuh cinta dengan kakakmu sendiri?!
Apakah kau lupa fakta bahwa kita ini bersaudara?! apa yang merasuki pikiran mu itu?!
Sebelum ini terlambat, aku harus menghentikan semua omong kosong ini!

"Chen...aku tak mungkin bisa menerimamu, kita ini adalah saudara.."
Chen terdiam dan menatapku dengan penuh kekecewaan.
Kurasa, aku berhasil menghentikan masalah ini.
Chen menghela nafasnya dengan berat.

"Kalau begitu...kumohon terima saja perasaanku..walaupun hanya malam ini saja."
"Aku mohon..."
Entah apa yang merasuki pikiranku sekarang, aku hanya mengangguk pelan, aku melihat matanya berbinar-binar memohon setengah mati.
Tapi ini demi Chen, agar dia berhenti mencintai kakaknya sendiri...
Lagi-lagi chen menciumku, tapi kali ini dia langsung memasukkan lidahnya, karena melihat kesempatan bahwa mulutku sedang terbuka lebar.
dia juga mencium leherku dan mengigitnya, membuat leherku merah-merah karena bekas gigitannya yang tajam itu.
Chen memegang bahuku dan bergerak hingga membuatnya berada diatasku.
Kutarik kembali ucapanku mengenai adik yang polos, darimana ia belajar untuk mencium seperti ini?
Ciumannya itu lebih lembut daripada Kris, hal ini juga membuat salivaku menetes.

Usai mencium diriku, chen mulai meraba dadaku. mengusapkan tangannya dengan lembut, dan mulai membuka bajuku perlahan.

"Hyung...tidak apakah, bila kita melakukan ini?" tanya Chen dengan penuh keraguan.
Sekali lagi aku hanya mengangguk, hal ini membuat Chen tersenyum girang, seperti orang yang baru saja mendapatkan harta karun.
Sungguh, aku ini memang manusia yang buruk.
Selesai membuka bajuku, Chen langsung membuka bajunya. Dan mulai menyentuh penisku yang tegak sempurna sajak tadi dengan tangannya.
Dimasukkannya penisku itu kedalam hole nya.
sama yang Kris katakan kepadaku, Hole Chen juga menyempit dan menghisap penisku jauh kedalam.

"ahnn~...chen.." ucapku sambil mendesah kenikmatan.

"s-suho...ngghh~"
Chen menggerakkan pinggulnya naik-turun dengan cepat, lalu ia mulai menunduk dan menciumku beberapa kali.
Aku mulai menyentuh penisnya itu, dan menggerakkannya.

"ahhhnn~~...s-suho...sentuh itu lagi...hnn~"
"hnnnggg~...l-lebih cepat...ahhnn~"
Kami berdua semakin cepat menggerakkan anggota tubuh masing-masing.
semakin cepat sampai seluruh kasur ikut terguncang.

"c-chen...aku sudah tidak tahan lagi~"

"hnng~..tunggu..aku, biarkan aku yang pertama keluar.."
penisku sudah hampir mencapai kepuasannya, aku menahan cum ku dengan seluruh tenagaku.
rasanya penisku hampir meledak karena menahan ini, keringat mulai bercucuran dariku maupun Chen.

"AHNNN!...Chen! aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi!"
Tepat setelah chen menyemburkan cum nya yang tak terkira berapa banyaknya diseluruh badanku, akupun meletuskan cairanku sebanyak mungkin didalam hole chen, hingga beberapa tetes keluar dari hole nya yang penuh itu.

Kelelahan yang luar biasa, akhirnya chen dan aku terbaring dikasur dalam keadaan telanjang bulat dan tubuh yang dipenuhi cum.
tanpa berkata apapun, aku langsung tertidur...

23 Mei 1939, hari sudah pagi. keadaan masih kacau, dan disini aku... terbaring sendirian dikasur chen.
jasad ayahku dievakuasi dan akan dikuburkan besok, karena menunggu keluarga yang lain agar datang.
Dan kurasa chen sudah bangun duluan tadi, dimalam ulangtahun ku aku malah melakukan hal kotor bersama adikku sendiri...
Ya ampun, apa yang membuatku bisa jadi seperti ini?
Cintaku untuk Kai tiba-tiba ternodai oleh perbuatanku sendiri.
rasa bersalah ini sungguh membuatku menderita...

Dengan lemah, aku bangun dari kasur dan menuju kamar mandi chen.
Tidak ada chen disini, dimana dia?
ah, sudahlah suho. yang penting bersihkan dulu dirimu itu.

Usai mandi, akupun berjalan menuju ruang makan untuk sarapan.
Sepi dan suram, itulah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan susana sarapan pagiku.
aku tidak melihat Chen,Kai ataupun Luhan? yang ada hanyalah para pembantu, dimanakah mereka?

TING..TONG!

terdengar suara bunyi bel dari pintu masuk, dengan segera aku pergi menuju pintu tersebut.
Dan dihadapanku ada Lay, yang berpakaian rapi dengan seragam militernya

"Selamat pagi Suho."

"Lay? kenapa tiba-tiba datang?"

"Kau lupa? 'kan kita janjian untuk jalan-jalan hari ini."
"Sekaligus, untuk menghiburmu dari tragedi kemarin."

Ah, bagaimana aku bisa melupakan hal ini?
mungkin karena kemarin terlalu banyak kejadian yang tak terduga.

Dengan segera, aku langsung pergi bersama Lay ke tempat favorit yang selalu kami kunjungi.
Tempat itu adalah sebuah pantai, yang terletak dipinggir kota.
Pasir putih yang lembut serta laut yang biru menghiasi keindahan pantai ini, terlebih lagi orang-orang jarang datang kesini.

"Lay, bolehkah aku bercerita padamu?"

"Tentu saja, akan kudengarkan."

Aku menceritakan tentang situasi yang terjadi kemarin.
tentang masalah hutang yang melanda keluargaku, tentang lamaran pernikahan dari Kris.
Ya, walaupun aku merahasiakan bahwa aku tidur bersama Kris dan Chen.

Lay hanya diam, dan mengerutkan dahinya.
Entah dia bingung atau terkejut dengan situasi tersebut.
Dia memegang tanganku dan menatapku dengan tajam...
Lay menghelakan nafasnya sedalam mungkin.

"Suho, ayo kita pergi kabur bersama!"

APA?! Setelah mendengar situasi ku yang kacau, kau ingin aku pergi kabur bersamamu?
Mengapa masalah ini tiba-tiba menjadi rumit?!

To Be Continued...[Review again ne~? don't be silent reader ne~ :3]

Nyaww~ akhirnya chapter 02 selesai! gimana FF nya? apakah alurnya terlalu cepat? ceritanya masih singkat? O.O
Buat adegan NC ChenHo tadi, author bikin 'soft sex'. ['kan kasihan kalo Suho terus-terusan diperkosa dan diperlakukan dengan kasar XD]
Terima kasih buat review nya~, berkat itu author mendapatkan semangat '45. dan taraa~ jadilah chapter 02 yang keluar dengan cepat! (terlalu cepat mungkin ye)
[Author masih sangaaaat memerlukan saran kalian semua :)]

Thanks for reading~