Memory; Second man!
Leaving Everything then Loosing
KEPERGIAN Donghae membuat Sungmin tidak ingin beranjak dari Jung-gu. Pada akhirnya Sungmin memilih menetap di tempat itu dan menyewa sebuah Apartemen kecil setelah menjual mobil tuanya. Sungmin tidak ingin melihat benda itu lagi. Terlalu banyak kenangan yang tidak akan pernah bisa membuat ingatannya melupakan Donghae. Tentu saja, dengan prinsip lama, Sungmin akan mudah mendapakan pekerjaan. Bekerja penuh dan meminta bayaran yang lebih sedikit dari seharusnya. Setidaknya ia tidak perlu merasa kelaparan meskipun harus bekerja dengan semangat yang minim sampai ia harus membuang waktu beberapa minggu untuk berhenti berharap kalau Donghae akan kembali dan membawanya pergi.
Hingga di suatu hari, Sungmin harus merasakan Dejavu saat melihat seorang laki- laki mendekatinya dan menanyakan tentang angkutan umum yang bisa membawanya ke Seong-Dong. Saat itu, Sungmin hanya membantu dan sama sekali menghindari perkenalan. Namun sebulan kemudian mereka bertemu lagi dan laki-laki itu masih mengingatnya. Ia menyapa Sungmin lebih dulu.
"Kau gadis yang waktu itu membantuku kan? Kita bertemu lagi, perkenalakan namaku Cho Siwon,..." Ucap pemuda itu sambil mengulurkan tangannya tapi Sungmin hanya memandangnya dengan tatapan bingung
"Kurasa ini perlu karena saat kita pertama kali bertemu kita sama sekali belum sempat berkenalan" Ucap pemuda itu sambil menggaruk belakang kepalanya salah tingkah yang, dan tampak malu-malu seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta.
oooooooooooo
"Last man"
"a Kyumin Fanfiction"
"REMAKE from one of novels by Phoebe"
Warning : Crack pair at first until third story, but asfter that i will showering you with a lot of Kyumin moment
Chapter 2
oooooooooooo
SIWON adalah orang yang sangat baik, laki-laki itu seringkali mengunjungi Sungmin di tempat kerja dan beberapa kali mereka keluar bersama untuk makan malam. Tapi Sungmin tidak pernah berharap dan tidak ingin membiarkan laki-laki lain menyentuhnya seperti Donghae menyentuhnya.
Sungmin tidak ingin menerima luka karena ia tau kalau Cho Siwon adalah seorang pria dengan latar belakang keluarga serba ada dan mustahil untuk bersamanya. Siwon selalu bersikap sopan dan menghormatinya. Ia sangat dewasa. Siwon juga membuat Sungmin merasa nyaman untuk mengatakan dengan jujur siapa dan seperti apa dirinya yang sebenarnya. Anehnya Sungmin mulai jatuh hati lagi meskipun jiwa raganya menolak. Sikap Siwon yang tidak pernah menyentuhnya membuat Sungmin merasa sebagai seseorang yang sangat berharga. Harusnya ia tidak begitu, harusnya ia membuang perasaannya jauh-jauh. Tapi perasaan Sungmin sedang berada di puncak saat Siwon menyatakan cintanya dan mereka menjadi kekasih untuk beberapa lama. Tetap saja, Siwon tidak pernah datang ke Jung-gu untuk menyentuhnya meskipun mereka adalah sepasang kekasih.
Siwon hanya menemuinya untuk mengobrolkan beberapa hal, juga membicarakan tentang perjodohannya yang membuat Sungmin sakit hati.
"Seharusnya kita tidak pernah saling mencintai!" Sungmin menyesali semua tindakannya. Ia akan kehilangan lagi dan ia tau itu.
"Percayalah, aku sama sekali tidak menginginkan itu! Tapi aku harus menikahinya!" Ucap Siwon sama frustasinya
"Dan kau akan meninggalkanku? Itulah masalahnya. Aku sudah terlalu berharap. Aku sudah menyimpan banyak impian dan ini hanya akan membuatkun semakin merasa pedih. Seharusnya kau tidak menyapaku, tidak mengingatku, tidak mendatangiku!" Ucap Sungmbil menatap sengit Siwon
"Bagaimana mungkin aku bisa? Kau sudah menarik hatiku sejak pertama kali" Ucap Siwon sambil menggapai tangan Sungmin dan menggenggamnya erat.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu!" Lanjutnya dengan melembutkan suaranya
"Lalu ingin menjadikanku simpanan untuk bersenang-senang setiap kali kau mengunjungi Jung-gu?" Sengit Sungmin lagi tampak berusaha melepaskan jemari tangannya dari genggaman Siwon
"Pernahkah aku memperlakukanmu sebagai alat untuk bersenang-senang?" Tanya balik Siwon dengan tatapan terlukanya dan tentu saja jawabannya dari pertanyannya tadi tentu saja tidak, Sungmin terpaksa menggeleng. Siwon bahkan tidak pernah menyentuhnya selain menggenggam tangannya kali ini.
"Kau wanita pertama yang mengisi hatiku!" Siwon melanjutkan ucapannya
"Kita tidak akan berpisah. Aku akan melakukan apapun untuk bisa bersamamu" Ucap Siwon
"Tapi…." Sungmin hendak membantah
"Berhentilah mencari alasan untuk bersedih Sungmin. Aku akan mengurus semuanya untuk kepindahan kita ke suatu tempat. Dua minggu dari sekarang, aku akan menjalankan pernikahan itu seperti biasa. Tapi setelah itu, aku akan membawamu pergi. Kita akan menuju Negara manapun yang di tunjuk oleh benda itu!" Siwon menunjuk sebuah globe kayu berwarna coklat dan sangat mengkilap yang berada di sebuah meja hias restoran itu. Ia beringsut mengambilnya lalu menghadapkan benda itu kepada Sungmin. Beberapa saat kemudian Siwon sudah menggenggam tangan Sungmin kembali.
"Bagaimana caranya?" Sungmin bertanya heran. Siwon hanya tersenyum, lalu memutar sebuah jarum yang terbuat dari plastik yang berada di puncak benda itu menuju perut Globe. "Silahkan tentukan tingginya!" Sungmin mengangkat jarum itu dengan posisi yang sesuai dengan keinginannya.
"Lalu?" Tanya Sungmin masih bingung
"Dimanapun bayangan jarum ini berakhir! Kita akan kesana dan memulai hidup baru. Mengerti?" Jelas Siwon
Sungmin mengangguk. Ia melihat Siwon memutar bola dunia mini itu dengan semangat. Jantungnya berdetak kencang saat bola itu mulai berhenti bergerak secara perlahan, lalu angin bertiup kencang entah darimana, sehingga globe-nya bergeser sedikit. Tapi sangat menentukan karena bayangannya menunjukkan kemana mereka harus pergi.
"Guangzhou?" Sungmin menatap Siwon dengan kening yang berkerut.
"Aku tidak bisa bahasa Mandarin" Kata Sungmin masih menatap Siwon yang malah tersenyum padanya
"Kita masih punya waktu selama dua minggu. Aku akan mencarikan guru untukmu dan kau harus belajar serius selama dua minggu itu. Aku juga akan memantapkan bahasa mandarin-ku sampai benar-benar mahir" Ucap Siwon sambil menepuk kepala Sungmin lembut
"Dua minggu tidak cukup!" Pekik Sungmin sambil memikirkan tentang kemampuannya
"Tentu saja lebih dari cukup. Kita hanya belajar untuk berkomunikasi, sekarang aku akan menyiapkan bahan-bahan untuk kepindahanmu ke luar negri. Aku sudah punya karena aku sudah cukup sering pergi ke luar negri. Bagaimana denganmu? Punya paspor atau visa?" Tanya Siwon dan Sungmin pun hanya bisa menggeleng.
"Aku tidak pernah keluar negri. Bagiku keluar negri hanya mimpi!" Sahut Sungmin lemah
"Baiklah Sungmin. Kalau begitu aku hanya perlu data lengkapmu saja. Kau kan memberikannya, kan?"
"Sebagai diriku yang sebenarnya? Sung Min-ah?" Siwon menggeleng.
"Kau tidak boleh menggunakan nama Sung Min-ah lagi, Sungmin. Aku akan membunuh Sung Min-ah dan menghidupkan dirimu yang sekarang. Bukankah kau sendiri sudah lama mengubur Sung Min-ah?"
Sung Min-ah adalah nama gadis itu saat masih di panti asuhan, sejak Nyonya Lee seorang janda tua mengadopsinya nama Sung Min-ah telah di ubah menjadi nama Lee Sungmin. Ya, seharusnya Sungmin memang sudah membuang nama itu jauh-jauh
oooooooooooo
BENAR-benar seperti mimpi yang terwujud. Tiba-tiba saja seorang pangeran rela hidup bersamanya demi cinta dalam keadaan sulit tapi bahagia. Sungmin merasa tidak menginginkan hal yang lain lagi jika Siwon sudah ada disampinya. Saat Siwon memintanya menunggu di bandara, Sungmin tidak yakin kalau laki-laki itu akan benar-benar datang. Tapi ia tidak ingin berhenti berharap hingga akhirnya mereka hidup berdua saja di Guangzhou, China, menyewa sebuah flat kecil dan hidup selayaknya pasangan yang tidak akan terpisah selamanya. Selama seminggu kehidupan mereka, Sungmin benar-benar mendapati dirinya yang bersinar-sinar karena bahagia, Janji Siwon untuk segera menikahinya membuatnya merona menghadapi hari-hari dalam hidupnya.
Siwon yang dewasa, Siwon yang mengayomi dan Siwon yang mengerti akan dirinya membuat Sungmin jatuh cinta kepadanya setiap hari dan semakin lama perasaan itu tumbuh dan membesar. Bukan hanya cinta, tapi juga harapan untuk dapat memiliki Siwon selama-lamanya. Suatu hari, Siwon membawa uang yang sangat banyak yang di sebutnya sebagai uang yang akan di gunakan untuk biaya pernikahan mereka. Selanjutnya Sungmin dan Siwon menyiapkan pernikahan yang sederhana dan mengesankan selamanya. Mereka merencanakan pesta yang hanya di hadiri oleh mereka berdua di tepi pantai.
Sayangnya pernikahan itu tidak pernah terjadi. Di suatu hari, Siwon tidak pulang cepat seperti biasanya. Siwon bahkan tidak pulang hingga malam, hingga pagi, hingga berhari-hari. Sungmin tidak mengerti apa yang sudah terjadi. Fikiran buruk mulai menyerangnya. Bagaimana jika terjadi sesuatu terhadap Siwon? Atau mungkin Siwon memang tidak bisa segera pulang karena pekerjaanya yang baru. Karena cinta Sungmin memutuskan untuk terus menunggu.
Di akhir minggu, Seseorang mengetuk pintu Flatnya. Sungmin sangat bahagia karena mengira bahwa Siwon sudah kembali, tapi ia sama sekali tidak bisa tersenyum lagi saat tubuhnya di seret-seret ke hadapan seseorang. Sooman. Laki-laki itu mengatakan kalau Siwon berhutang kepadanya dan bahkan tidak mencicil bayaran apa-apa sama sekali, sepeserpun. Tapi karena ia mencantumkan nama Sungmin sebagai penjamin, maka Sungmin harus menggantikan Siwon untuk membayar hutang itu. Ada sebuah rasa kecewa berkecamuk saat Sooman mengatakan kalau Siwon sudah melarikan diri sebelum sempat di cegah.
Namanya tercantum sebagai orang yang berangkat ke Seoul pada hari dimana Sungmin khawatir karena ia tidak pulang. Siwon meninggalkannya. Mungkin Siwon menyesal dan kembali kepada istrinya disana. Tapi Sungmin mencintainya. Kenapa ia begitu tega meninggalkan Sungmin yang bahkan tidak tau banyak tentang China.
Tiba-tiba Negara yang semula di anggapnya indah karena Siwon ini, membuat Sungmin merasa telah terjerumus dalam kesuraman abadi. Kehidupannya dalam rengkuhan Sooman benar-benar membuatnya kalut dan nyaris gila. Sungmin sudah berusaha melarikan diri berkali-kali, tapi berkali-kali juga ia tertangkap dan disiksa. Hingga akhirnya Sungmin menyerah dan mengatakan kepada Sooman kalau dia bersedia mengerjakan apa saja asalkan bisa segera keluar dari tempat itu. Dengan perlahan dan hati-hati, Sooman menceritakan pekerjaan jenis apa yang bisa menghasilkan banyak uang, dan dari sekian banyak Sungmin memilih menjajahkan tubuhnya, Hanya itu keahlian alami yang dia miliki dan hanya itu pekerjaan tercepat yang akan membawanya keluar dengan segera.
oooooooooooo
PELANGGAN pertama, Sungmin harus menghadapinya saat ini juga. Lima orang anak buah Sooman benar-benar mengancam akan melakukan sesuatu yang lebih buruk dari apa yang mereka lakukan selama ini jika Sungmin tidak menemukan satu laki-lakipun malam ini. Tentu saja Sungmin tidak bisa bertindak apa-apa selain membuat seorang laki-laki tergoda kepadanya. Tidak, lima orang laki-laki. Itu yang seharusnya di lakukan Sungmin untuk mencapai standar yang wanita penghibur lain lakukan selama disini. Seorang laki-laki yang tampak dewasa menghampiri Sungmin sambil meremas bokongnya. Seharusnya Sungmin marah, tapi ia memaksakan diri untuk tersenyum.
"Ada yang duduk disini?" Katanya sambil menunjuk bangku kosong yang berada di sebelah Sungmin, wanita muda itu menggeleng. Ini pertama kalinya dan ia harus bisa memikatnya. Laki-laki itu duduk di sebelah Sungmin dan memandanginya dari kaki hingga kepala.
"Apakah kau bekerja disini?" Tanya pria itu
"Ya" Jawab Sungmin singkat
"Seharusnya aku tidak perlu bertanya, kau mengenakan seragam menggoda ini, kan?" Kata pria itu lagi kembali mengamati tubuhnya dan lagi-lagi Sungmin mengangguk, mungkin ia terlihat sangat kikuk.
"Kau bisa memanggilku Kris" Laki-laki itu melanjutkan ucapannya.
"Lalu namamu?" Lanjutnya lagi sambil menatap wajah sungmin dengan intens
"Sungmin!"
"Very sexy name!" Kata Kris dengan nada merayu
Apakah mulut Sungmin mengatakan terimakasih? Tidak, ia bahkan tidak tersenyum. Ia tidak mampu mengatakan apa-apa.
"Berapa yang harus ku bayar untukmu?" Tanya Kris to the poin
Berapa? Sungmin bahkan tidak tau ia harus di bayar berapa. Tapi ia teringat dengan kata-kata Sooman sewaktu Sungmin memilih pekerjaan ini untuk dirinya.
"Sepuluh ribu yen untuk satu jam?" Kata Sungmin ragu-ragu
"Untuk segalanya?" Tanya Kris semakin mendekatkan tubuhnya pada Sungmin
"Segalanya? Maksud anda?" Tanya Sungmin yang benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh pria di depannya ini
"Segala apa yang ingin ku lakukan padamu!" Sungmin tersenyum bodoh.
"Apa yang harus ku lakukan untukmu?" Tanya Sungmin sambil mengerutkan dahinya
Just Spread your leg, dan aku akan melakukan sesuatu untuk mencoba!" Kata pria itu kini sambil memainkan rambut Sungmin yang terjuntai kedepan
"Mencoba?" Sungmin semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan pria ini, ia begitu tidak berpengalaman
"Tentu saja. Setiap wanita disini berhak untuk di coba, kan?" Sungmin memandang ke sekelilingnya. Ya, nyaris semua wanita yang berseragam sama sepertinya sedang di coba. Ia menggigit bibir sebentar untuk meyakinkan dirinya. Beberapa saat kemudian Sungmin membuka kakinya lebar-lebar dan memperlihatkan daerah sensitifnya kepada Kris. Laki-laki itu menatapnya dengan terkesima. Ia menyentuhnya perlahan dan Sungmin nyaris memejamkan matanya. Laki-laki ini mempermainkannya.
"Apa yang bisa kau lakukan, kau bisa Squatting?" Sungmin menghela nafas berat, laki –laki ini mengajaknya bicara di saat ia sedang menikmati hangatnya di wilayah terdalam dirinya? Ia harus mulai terbiasa dengan ini.
"Squatting?" Tanya Sungmin sambil mengumpulkan fokusnya
"Ya, with your feet on the bed and use your ass to bounce up and down!" Sungmin menghela nafas lagi. Laki-laki ini menggunakan bahasa Inggris terlalu sering. Seharusnya Sungmin sadar kalau laki-laki ini sama sekali bukan orang China. Bahkan bahasa Mandarin yang di gunakannya sangat kacau balau.
"Kau orang Inggris?" Tanya Sungmin
"Aku tidak sedang membicarakan mengenai asal usul. Aku bertanya apakah kau bisa Squatting?" Pria itu sedikit mendengus tidak suka
"Aku belum pernah melakukannya. Tapi akan ku coba!" Kris melepaskan dirinya dari Sungmin dan beranjak pergi setelah mengatakan.
"Sepertinya kita tidak cocok!" Dan Sungmin merasa sangat tersinggung. Laki-laki itu ingin pergi begitu saja setelah mencobanya?
Sungmin mengejarnya untuk memohon, ia sangat terluka saat melakukan itu. Memohon seorang laki-laki untuk bersetubuh dengannya adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas di dalam otaknya selama ini. Tapi Kris masih menolak. Sungmin terus membujuknya hingga laki-laki itu bersedia membawanya keluar. Ia memperlakukan Sungmin dengan sangat hina dan Sungmin tidak melakukan apa-apa karena membutuhkan uangnya. Tapi begitu Kris selesai dengan hasratnya, ia bahkan tidak membayar Sungmin dengan harga yang pantas.
Sungmin benar-benar kecewa. Laki-laki itu mengatakan kalau Sungmin sangat tidak berpengalaman dan harga itu sangat pantas untuknya. Akhirnya Sungmin belajar satu hal. Ia harus terlihat sangat lihai dalam pekerjaan ini. Sungmin mulai belajar menggoda dan lama kelamaan ia kehilangan dirinya yang sesungguhnya.
Semua ini karena Siwon, Sungmin mulai menumbuhkan perasaan bencinya dan ia tidak akan pernah melupakan Siwon sebagai penyebab nasib buruk yang terjadi padanya. Ia tidak akan melupakan itu seumur hidupnya.
oooooooooooo
Memory; Third Man
First Love Temptation (after almost Three years latter)
"SUNGMIN, cepat pulang. Ibu mengajakmu makan malam bersama tetangga flat yang lain!" Suara Jungmo terdengar nyaring di telpon. Laki-laki itu seusia dengannya dan selalu menjadi temannya semenjak Sungmin memiliki kemampuan yang cukup untuk keluar dari tempat Sooman meskipun ia masih harus melakukan pekerjaan itu untuk beberapa waktu lagi. Ia berhasil membujuk Sooman yang sudah bersikap seperti ayahnya agar Sungmin bisa tinggal di tempat lain.
Sekarang Sungmin menyewa sebuah flat yang tidak jauh dari lingkungan Sooman untuk mempermudah mobilitasnya. Setelah hampir tiga tahun, Sungmin akhirnya merasakan udara yang bebas juga.
"Memangnya kennappaa..ahh!" Sungmin mencoba untuk tidak berdesah. Seorang laki-laki tengah berada di atas tubuhnya saat ini, mereka sedang mekaukan sex dan Sungmin selalu mendapatkan uang yang banyak darinya. Tapi sepertinya Jungmo mendengar desahan yang tertahan dari mulut Sungmin. Laki-laki itu berdecak.
".Kau sedang bekerja?" Tanya pria itu merasa terganggu dengan suara desahan tertahan itu
"Ya!" Jawab Sungmin singkat takut suaranya yang lain akan lolos begitu saja
"Cepatlah selesaikan. Ada tetangga baru yang menyewa flat di lantai empat. Kita akan merayakan kedatangannya. Malam ini kau tidak usah kerja, aku akan mengganti uangnya!"
Mendengar ucapan Jungmo itu, Sungmin merasa bersemangat. Jungmo seringkali melakukan ini jika ia ingin Sungmin melakukan sesuatu.
"Sepuluh ribu yen untuk satu jam?" Tanya Sungmin
"Aku akan membayarmu semalaman! Sekarang juga aku menunggumu di halaman! Sekarang tutup telponnya. Aku bisa gila mendengar desahanmu!" Suara Jungmo tak terdengar lagi. Ia meminta Sungmin menutup telpon tapi Jungmo sudah menutupnya lebih dulu. Sungmin tertawa menyadari itu, lalu melempar ponselnya kesisi lain ranjang. Dengan perlahan ia menggenggam bantal dan menatap pelanggannya.
"Cepat selesaikan. Aku punya urusan keluarga!" Laki-laki itu memandangnya dengan kesal.
"Aku membayarmu untuk ini!" Protes pria itu
"Kalau kau bisa menyelesaikannya dalam tiga puluh detik, aku akan memberikannya secara gratis" Tawar Sungmin, dan laki-laki itu tersenyum, harga yang pantas. Ia bergerak semakin semangat dan cepat sehingga Sungmin tidak bisa menahan dirinya untuk berteriak.
Dalam sekejap klimaks menyerangnya. Tapi ini tidak membuatnya merasa lelah. Sungmin segera berdiri dan mengenakan pakaiannya kembali lalu pergi setelah mengatakan 'senang berbisnis dengan anda' kepada laki-laki itu.
Taksi yang segera di temuinya membuat Sungmin merasa beruntung. Ia sepertinya memang di takdirkan untuk menghadiri acara itu. Jungmo sudah menunggunya di depan gedung flat sambil mengetuk-ngetukkan kakinya ke tanah. Ia memandangi Sungmin yang menyongsongnya dengan tersenyum.
"Aku tidak terlambat, kan?"Sungmin bergumam manja sambil menyelipkan tangannya di lengan Jungmo.
"Ya, kau sangat terampil dalam pekerjaanmu, sepertinya! Kau berhasil menyelesaikannya dengan cepat"Sungmin tertawa.
"Aku melakukan pekerjaan itu selama bertahun-tahun.!" Ucap Sungmin sambil terkekeh pelan
"Harusnya kau sudah berhenti!" Kata Jungmo tidak suka dengan pekerjaan Sungmin
"Beberapa bulan lagi. Aku juga tidak ingin melakukan itu selamanya!" Sungmin merasakan Jungmo menarik tangannya menuju kedalam flat. Jungmo adalah sahabat yang baik, Sungmin harus mengakuinya.
"Tentang tetangga kita itu, siapa?" Tanya sungmin mengingat itulah tujuannya untuk pulang lebih cepat
"Pasangan pengantin baru. Itu yang ibu katakan. Tapi kami belum memangundangnya untuk datang! Bagaimana kalau aku yang memanggilnya?" Jungmo melepaskan tangan Sungmin yang di gandengnya.
"Pergilah! Berteriak saja jika tiba-tiba dia menghisap darahmu!" Sungmin tertawa lagi. Jungmo memandangnya yang berlarian menuju lantai teratas flat empat lantai itu.
Kamar yang di ujung itu, selama ini kosong. Sekarang sudah ada penghuninya. Sungmin bertanya-tanya tentang seperti apa mereka. Tetangga yang baik atau tidak. Sungmin tersenyum sambil menggerai rambutnya yang sekarang sedang di cat pirang lalu mengumpulkannya kesamping, ia selalu mengganti warna rambutnya beberapa bulan sekali. Sungmin sudah tiba di depan pintu Flat itu dan segera mengetuk pintu.
"Xiawu hao (selamat sore) , Ada orang di rumah?" Sungmin menunggu, tidak ada orang yang menjawab.
Ia menunggu beberapa saat lalu mengulangi kata-katanya. Kali ini segera di jawab. Sungmin mendengarkan jawaban samar itu dan meyakini kalau seorang wanita yang akan segera membuka pintu. Tidak salah lagi, begitu pintu terbuka, Sungmin mendapati seorang gadis manis dengan rambut pendek yang kecoklatan menatapnya heran.
"Anda siapa?" Itu kata-katanya yang pertama.
"Aku?" Sungmin mengulurkan tangannya dan memberikan sebuah senyuman.
"Aku Sungmin. Tinggal di flat bawah. Nyonya Ahn mengajakmu makan malam di flatnya, kau belum makan. Kan?" Seharusnya gadis itu tau kalau nyonya Ahn adalah pemilik flat ini.
Ia seharusnya menyambut baik ajakan itu. Tapi Sungmin mendengarkan jawaban yang sebaliknya membuat ia merasa sedikit kecewa.
"Aku tidak bisa. Aku memang lapar, tapi aku sedang menunggu suamiku" Sungmin menggeleng tak mengerti.
"Dia bisa menyusul nanti. Marilah, mengobrol dengan tetangga yang lain. Kau tidak takut sendirian dalam suasana gelap seperti itu?" Sungmin memandang kedalam ruangan flatnya. Mereka bahkan belum memiliki lampu padahal hari sudah malam.
"Aku sangat ingin. Tapi tidak bisa. Aku harus menunggunya pulang" Jawab wanita itu masih tetap pendirian
"Baiklah" Sungmin mendesah.
"Kau tunggu disini, aku akan membawakan lampu lalu kita mengobrol. Tunggu ya?" Sungmin tidak mau mendengar alasan apa-apa.
Jika gadis itu tidak mau berkunjung ke flat Nyonya Ahn, maka Sungmin yang akan mengunjungi tempatnya. Anggaplah sebagai perwujudan keperduliannya terhadap tetangga. Sesampainya di bawah, Sungmin melapor kepada Nyonya Ahn atas penolakan gadis itu dan Nyonya Ann segera maklum. Ia menyuruh Jungmo membawakan segalon air ke lantai atas. Sungmin juga sempat mampir ke flatnya untuk mengambil lampu lalu Jungmo membantunya memasangkan benda itu di flat yang baru berpenghuni.
Sayangnya Jungmo tidak ingin berlama-lama. Ia segera meninggalkan Sungmin dengan tetangga barunya. Sungmin sangat senang berbincang-bincang dengan gadis itu. Namanya Hyukjae, tapi gadis itu meminta Sungmin untuk memanggilnya Eunhyuk, ia seorang gadis yang kelihatannya sangat polos dan ceria. Ia bahkan menceritakan kalau dirinya—sama seperti Sungmin—melakoni kawin lari dengan suaminya tanpa beban dan ia juga orang Korea. Sungmin baru sadar kalau Eunhyuk sudah bersuami.
Wajahnya masih sangat remaja. Usianya baru dua puluh tahun dan sedang menjalani dongeng melarikan diri itu dengan penuh harapan yang datang bersamaan dengan kecemasan. Sungmin tersenyum getir saat mendengar cerita itu, ia teringat akan Siwon dan kembali mengulas nasibnya hingga saat ini. Apakah Eunhyuk akan berakhir sebagai pelacur juga seperti dirinya? Tapi Sungmin sama sekali tidak ingin mengungkit cerita itu dan menakut-nakuti Eunhyuk. Ia berusaha untuk tertawa seolah-olah semua yang di ucapkannya adalah lelucon.
Di pertengahan obrolan mereka tiba-tiba pintu di buka dan Sungmin terdiam lama. Seorang laki-laki yang di kenalnya masuk dan duduk di sebelah Eunhyuk. Ia menahan nafasnya beberapa lama dan membuang wajahnya dari laki-laki itu sejenak. Donghae.
oooooooooooo
SUNGMIN ingin menghindar. Ingin menjauh. Tapi Eunhyuk mungkin merasa kalau Sungmin adalah tetangga terdekatnya sehingga Eunhyuk sangat rajin mendekati Sungmin. Lama kelamaan Sungmin tidak lagi bisa menghindar. Ia sudah terlanjur menyayangi Eunhyuk meskipun cerita romantis Eunhyuk tentang suaminya selalu membuat Sungmin sangat iri.
Ia bahkan beberapa kali berbicara dengan Donghae dan berusaha menganggap kalau sekarang mereka hanyalah teman meskipun tidak bisa di pungkiri kalau Sungmin mulai kembali membangun harapan. Donghae adalah suami dari sahabatnya, Eunhyuk dan ia tau membangun harapan seperti itu akan menyakiti dirinya sendiri. Karena itu lah Sungmin pun berusaha keras untuk bisa bersahabat dengan Donghae.
Selama ini itulah yang terjadi. Donghae bahkan meminta Sungmin menjaga Eunhyuk dan Sungmin selalu berusaha membantu apapun yang mereka perlukan. Hingga suatu ketika, harapan itu datang lagi. Donghae Lee yang tampaknya mengetahui tentang profesi Sungmin datang ke flatnya dan menunjukkan keperduliannya. Sungmin benar-benar tidak bisa menahan diri lagi dan ia memulai semuanya.
Sebuah ciuman mesra di berikan dengan sepenuh hati untuk laki-laki pertama yang di cintainya itu. Sungmin tidak pernah menyangka kalau Donghae akan menerimanya. Donghae bahkan melakukan lebih dari itu. Mereka bercinta lagi. Tangisannya tidak mungkin bisa membayar semua itu meskipun ia sudah membasahi dirinya dengan air dingin selama semalaman. Sungmin merasa kalau dirinya adalah wanita yang paling jahat di dunia. Bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal itu? Bagaimana mungkin ia tertarik untuk bercinta dengan suami sahabatnya? Jika saja Donghae Lee tidak menyebutkan nama Eunhyuk, mungkin Sungmin tidak akan sadar dengan kesalahannya. Mungkin saja ia dan Donghae akan terus melakukan kesalahan itu berkali-kali.
Tapi Semalam adalah hari tersial dalam hidupnya belakangan ini. Bukan karena ia bercinta dengan laki-laki yang bukan suaminya, Sungmin sudah terbiasa untuk tidur dengan banyak laki-laki karena itu memang pekerjaannya. Tapi karena Eunhyuk memergoki mereka sedang bercinta, memergoki Sungmin yang sangat menikmati saat-saat bercinta dengan Donghae, saat Laki-laki itu berada di atas tubuhnya. Ia benar-benar merasa bersalah.
Seharusnya Eunhyuk masuk dan menarik rambutnya. Seharusnya Eunhyuk mencaci maki tentang betapa jalangnya Sungmin karena sudah berusaha menggoda suaminya. Jika Eunhyuk melakukan itu, Sungmin tidak mungkin memendam rasa bersalah yang berlipat-lipat. Tapi Eunhyuk malah memilih untuk lari meninggalkan mereka, Eunhyuk mengurung dirinya semalaman tanpa berkata apa-apa meskipun Sungmin berdiri di depan pintu Flatnya sehingga suasana Flat empat lantai itu menjadi gaduh. Sungmin sudah lelah berteriak, ia lelah meminta ampunan atas kesalahannya.
Anggapan bahwa Eunhyuk butuh waktu membuat Sungmin menunda keinginannya sampai pagi. Ia hanya mampu meratapi kesalahannya saat ini. Tiba-tiba Sungmin merasa dirinya kotor. Lebih kotor bila dibandingkan dengan melayani banyak laki-laki selama ini.
"Sungmin, kau bisa sakit kalau seperti ini!" Sungmin memandangi Jungmo sekilas, laki-laki itu putra pemilik Flat yang selama ini bersikap baik kepadanya.
Tapi semalam sikap nyonya Ahn dan semua orang berubah kepadanya, kecuali Jungmo. Ia dan Jungmo sudah berteman cukup lama, Hanya Jungmo-lah yang tidak mencaci makinya atas keributan yang terjadi di flat ini semalam.
"Tinggalkan aku!" Jungmo mendesah berat.
"Aku kemari bukan untuk di usir, Sungmin. Aku ingin memberi tahu padamu kalau Eunhyuk sudah keluar dari flatnya. Dokter Jung sudah datang dan kelihatannya berhasil membujuknya." Sungmin menatap Jungmo dengan perasaan heran. Dokter Jung?
Ya, Sungmin mengingat laki-laki itu. Jung Yunho adalah seorang dokter berkebangsaan Korea yang menangani Eunhyuk saat wanita itu mengalami kecelakaan di rumah sakit. Saat di rumah sakit, Yunho memang terlalu memperhatikan Eunhyuk, mereka sepertinya sudah saling mengenal sejak lama.
Sungmin segera beranjak dari kamar mandi flatnya dan keluar tanpa pakaian ganti. Penampilannya mungkin sangat kacau, tapi ia tidak sempat memperbaiki penampilannya. Sungmin harus menemukan Eunhyuk segera. Langkahnya berusaha menguak selebar mungkin demi sampai di lantai atas dengan cepat.
Dari kejauhan Sungmin bisa melihat Eunhyuk. Ia bersembunyi di balik punggung Yunho, bersembunyi dari semua orang yang ingin melihatnya. Entah darimana datangnya, Sungmin menambah kecepatannya untuk berlari hingga ia berakhir dengan bersimpuh menghadapi Eunhyuk yang terhalang oleh tubuh Yunho. Eunhyuk mengintip sedikit dan Sungmin berusaha menggapai tangannya.
"Hyukie!" Dan Sungmin harus kecewa karena Lee Hyukjae kembali menenggelamkan dirinya lebih dalam dibalik punggung Harold.
"Hyukie maafkan aku. Aku tidak bermaksud melakukan itu. Kami melakukan itu di luar kendali. Aku tidak berfikir panjang saat itu" Sungmin masih memohon kepada Eunhyuk
"Kita bisa bicarakan semua ini, Kan?" Donghae juga ikut membujuk. Suaranya terdengar serius untuk Eunhyuk. Hanya Eunhyuk.
"Aku tau kalau aku bersalah atas semua ini. Tapi aku mencintaimu. Aku hanya mencintaimu bukan orang lain!" Kata Donghae ikut membujuk istrinya
"Apa yang terjadi?" Yunho bergumam.
Nyonya Ahn, pemilik Flat empat lantai itu berdesis kesal lalu menunjuk Donghae dan Sungmin bergantian.
"Eunhyuk memergoki suaminya bercinta dengan perempuan ini. Kau tau betapa sakitnya dia? Suaminya berselingkuh dengan orang yang setiap hari bersamanya. Aku tidak pernah mempermasalahkan pekerjaan wanita ini sebagai pelacur. Karena itu aku menerimanya tinggal disini. Tapi kejadian ini pasti membuat Eunhyuk sakit hati, akupun yang melihatnya juga sakit hati" Kata Nyonya Ahn sambil memandang sinis Sungmin
"Astaga, Hyukie" Harold terdengar mengerang. Dirinya sama sekali tidak menyangka dengan apapun yang terjadi saat ini. Eunhyuk pasti sangat kecewa,
"Aku pernah bertanya padamu, apakah kau bahagia atau tidak. Kau mengatakan ya, Aku harap semua kebahagiaanmu sebanding dengan apa yang kau tinggalkan. Tapi kalau begini tidak ada yang bisa di bilang sebanding" Kata Yunho sambil berdiri menghadap gadis itu
"Siapa kau sebenarnya?" Donghae memotong ucapan Harold dengan nada heran.
"Aku Jung Yunho, Jika bukan karenamu, Eunhyuk adalah calon istriku" Kata Dokter itu sambil memandang Donghae dengan tatapan yang sulit diartikan
TBC
*Preview next Chapter
.
.
"Pulanglah, Kau akan lebih bahagia dengan hidupmu yang seharusnya" Donghae berujar dengan kata-kata putus asa.
Sungmin membenci Donghae saat itu. Sangat! Terlebih saat menyaksikan Eunhyuk pergi dan dia, sebagai suaminya tidak bisa mencegah. Sungmin membenci Donghae yang melepaskan Eunhyuk, padahal Eunhyuk jelas-jelas masih ingin bersamanya.
.
.
"Kau masih memilikiku!" Jungmo memotong kata-kata Sungmin dengan ucapan tegas. Saat melihat Sungmin terpaku menatapnya, Jungmo berusaha meraih tubuh Sungmin dan memeluknya erat-erat.
"Masih ada aku, Sungmin! Aku saja sudah cukup, kan? Kau tidak perlu orang lain jika ada aku. Aku berjanji!" Ucap pria itu sambil mengertakan pelukannya
.
.
"Anda siapa?" Laki-laki itu tersenyum mendengar suara halus Sungmin
"Ucapan yang sangat sopan untuk seorang pelacur!"
Pelacur? Ya, laki-laki itu kembali mengingatkan Sungmin tentang siapa dirinya. Dia hanya seorang pelacur yang sudah berpindah tangan kepada seseorang. Mungkin orang ini?
"Kau yang membeliku dari Sooman?" Tanya Sungmin
"Ya, Kau tidak bertanya siapa aku?" Tanya pria itu sambil menampilkan senyuman khas miliknya
.
.
See U next chap
#intermezoooo~~
Sepertinya intermezo di ff ini bakal jadi ajang curhatan saya ya...hahaha
Saat-saat galau menuju tgl 13 desember, kenapa berita menyedihkan kembali menggemparkan kita wahai para ELF sedunia, pasti kalian udah tau kan tentang hastag #JusticeforDBSJ, sumvah...pertama baca di facebook, rasanya itu kayak 'What? ini seriusan?', padahal kan ini tujuan utama kita (SJ & ELF), pake alasan yang beda-beda teruskan pihak GDA-nya, jadi curiga gue!
Tapi ditengah kemelut ini, selalu C-ELF yang bikin merinding. Mereka katanya sedang berdiskusi mengenai Golden Disk yang sempet mereka kasi waktu jaman Bonamana, dan akan mereka kasi lagi ke SJ, woww...mereka emang daebak! Dan juga katanya mereka tetep beli tiket GDA, wehhh...kalo seandainya emang bener SJ gak masuk nominasi, apakah yang akan mereka lakukan disana? Jtentunya BO dong, bayangin aja event sebesar itu gak ada yang nonton...krik..krik...krik...HAHAHA
Dan mengenai fto ming yang 'itu', abaikan saja anggap dia lagi maen drama terbaru sama 'embe', ntar abis dramanya 'end' si bunny juga balik lagi sma Kyukyu...^^
oke-oke segitu dulu, kalo ada yg gak suka intermezo-nya boleh di skip kok, trus langsung klik 'Review', hehehe
*Chit-chat
kyuxmine : kalo versi panjangnya gmna? 'nyess' juga? hehehe
xelo : mereka kan udah bilang ini hub sementara, dan donghae harus balik ke Jepang, jadi mereka pisah deh...hukzz, sayangnya di chapter ini Siwon ninggalin ming dengan cara yang lebih menyakitkan dari donghae T_T
abilhikmah : Iya kasian, tapi kalo gk kasian gk aseeekk...*ditabokbunny
bunnyming1186 : iya, dia lagi di kamar saya, lagi nyanyi 'at gwanghwamun' buat sayahhh...hahaha tenang chap depan kyukyu bakal muncul kok ^^
Cholee : namanya juga anak ababil, hehehe, pasti dong~~kasian kyuhyun, setidaknya di dunia delusi saya Sungmin itu selamanya milik ChoKyu...hehehe
Jijidonghae : kok horor? ini kan cerita romance...#nyengir, iya isi novelnya gitu, ngikut ajah...hahaha tapi kan asik banyak konflik, lebih seru...
Guest : makasi masukannya, nanti bakal diperbaiki lagi...^^ sebenernya sih udah ada yang diubah-ubah ato ditambahin, hmm...kalo ngubah keseluruhan agak susah buat saya...hehehe, tapi bakal diusahakan ^^
pinzame : abis chap ini ketemu ya kayaknya, hahaha
Tika137 : Sungmin juga gak dapet perjakanya kyuhyun kok, hahaha
Frostbee : Ya, amin...sungmin memang akan selamanya bersama kyuhyun *gorokembe
buat review-nya makasi banget ya, liat ada yg nge-review jadi pengen lanj
utin ceritanya...^^hehe,
bye...
See ya~~~~
