Title : Birthing Machine

Cast : KyuMin

Genre : Hurt, Angst, Romance, Sad

Author's Note : Ga nyangka respons BM di part 1 cukup memuaskan. Banyak yang menanti kelanjutan cerita ini? Check this out!

Happy Reading!

.

*Birthing Machine*

.

Kyuhyun memandang salju yang mulai turun menyelimuti bumi yang terasa semakin dingin dari jendela raksasa di salah satu kamar rumah sakit di Swiss. Ya, sekarang ia tengah berada di Swiss. Bersama Sungmin tentunya. Toh, kedatangannya kesini memang untuk pengobatan Sungmin.

Tiga minggu yang lalu Kyuhyun memutuskan untuk membawa Sungmin ke negara dingin ini. Dokter-dokter di Korea tidak berani melakukan operasi untuk penyembuhan rahim Sungmin yang cacat karenanya. Beruntung Kyuhyun mendapat informasi tentang salah satu rumah sakit di Swiss yang sudah sering melakukan pengobatan untuk kasus serupa. Dan begitulah akhirnya ia bisa terdampar di rumah sakit ini.

Terhitung sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki disini sampai hari ini, Sungmin sudah menjalani 3 kali operasi untuk pemulihan rahimnya. Dan operasi ketiganya baru saja ia lewati sore tadi yang menghabiskan waktu lebih dari 10 jam hingga ia baru keluar dari ruang operasi dini hari ini.

"Sorry to bother you, Sir. Doctor Aiden need to meet you now" ucap seorang perawat yang masuk ke kamar rawat Sungmin.

Kyuhyun mengangguk kemudian mengikuti langkah perawat tersebut sampai ke ruangan dokter yang menangani Sungmin.

"Mr. Cho, sorry to make you come so early. But, there are important things I have to say about your wife..."

.

*Birthing Machine*

.

"Hhhh.."

Kyuhyun menghela napasnya lelah. Delapan minggu menemani Sungmin yang masih saja enggan membuka kedua matanya. Delapan minggu. Ya, delapan minggu dan istrinya masih dalam keadaan tidak sadar. Vonis dokter yang mengatakan bahwa istrinya akan mengalami kelumpuhan otak atau koma memang benar terjadi. Pada kenyataannya, istrinya tidak –belum membuka matanya sampai sekarang.

"Bangunlah. Aku tidak suka melihat kau yang hanya terbaring seperti ini"

Percaya atau tidak, delapan minggu menyaksikan istrinya hanya terbaring lemah dengan selang-selang kedokteran yang terhubung dengan tubuhnya membuat Kyuhyun sedih. Delapan minggu di negara ini seorang diri membuat Kyuhyun merasa jengah. Sebenarnya jika Kyuhyun mau, ia bisa saja menyuruh orang lain yang menjaga Sungmin disini. Tapi entah apa yang ada dipikirannya hingga ia sendiri yang turun tangan menjaga istrinya disini.

"Kapan kau akan sadar? Dokter bilang rahimmu sudah membaik –walau tidak pulih seutuhnya. Tapi 80 persen kurasa cukup untuk mengandung bayiku lagi. Kau masih belum melaksanakan kewajibanmu, ingat? Aku masih membutuhkanmu"

Cho Kyuhyun, sungguh! Kau benar-benar tidak bisa berubah!

Ya, rahim Sungmin memang sudah membaik walau hanya 80 persennya saja. Dokter-dokter itu sudah melakukan yang terbaik dari yang terbaik dibandingkan dengan opsi pertama –mengangkat rahim Sungmin. Tapi jika Sungmin sadar, mungkin ia akan lebih memilih membuang rahimnya saja daripada membiarkan Kyuhyun kembali memperlakukannya seperti sebuah mesin untuk melahirkan bayi laki-laki sesuai keinginannya.

"Mr. Cho. I have good news for you" seru dokter yang selama ini mengangani kasus Sungmin.

"What's that?" tanya Kyuhyun tanpa repot berbalik menghadap dokter berdarah barat itu.

"We still can recover your wife's womb over than this. With some drugs, also thickening of the lining of the uterus. But we have to wait until your wife woke up and his health is stable" jelas dokter tersebut.

"Can you do it now?"

"So-sorry..?"

"Can be done now? The thickening of the lining of the uterus and other treatments. I want you do it now! Can you?"

"The treatment will cause enormous pain. Although he was in a coma, he will still feel the effect. And it will make his health declining"

"I don't care. Just do it like I wish!" sahut Kyuhyun dingin.

"O-ok, Sir. Tomorrow, we will start the treatments" ucap dokter itu kemudian keluar dari kamar rawat Sungmin.

See? Bahkan di negara lain sekalipun, semua orang akan tunduk pada seorang Cho Kyuhyun.

.

*Birthing Machine*

.

Keesokan paginya, sesuai keinginan Kyuhyun pengobatan lanjutan untuk Sungmin dilakukan. Kyuhyun yang tetap berada di ruang rawat Sungmin menyaksikan bagaimana perawat serta dokter-dokter itu memberikan berbagai macam obat yang tidak dimengertinya.

Yang ia lihat hanyalah tangan kurus Sungmin yang harus ditancapkan selang tambahan selain selang infusnya yang sudah ada disana sejak delapan minggu belakangan. Seorang dokter juga memberikan suntikan untuk menebalkan dinding rahimnya yang terkikis karena obat yang dulu secara diam-diam diberikan Kyuhyun.

"Mr. Cho, I will let a nurse to stay here to monitor your wife" ucap dokter tersebut yang hanya dibalas dengan anggukan samar oleh Kyuhyun.

Dokter tersebut menundukkan kepalanya sopan kemudian keluar dari sana meninggalkan seorang perawat untuk berjaga-jaga disana kalau saja Sungmin memberikan respon atas efek dari obat-obatan yang diberikan.

"Sir, you can rest well. I will keep your wife" ucap perawat yang bertugas itu.

"I don't need your help. Just leave me alone and I will call you if I need your help!" sahut Kyuhyun datar.

Perawat itu mengangguk mendapat tanggapan datar dari Kyuhyun kemudian meninggalkan namja itu tapi tidak keluar dari kamar tersebut. Ia hanya ke sisi lain kamar tersebut yang lebih menyerupai ruang tamu kecil dan menunggu disana.

Entah berapa kali rotasi jarum jam berputar, Kyuhyun yang rasanya nyaris terlelap tiba-tiba tersentak saat merasakan suhu tubuh Sungmin yang menurun drastis. Tangan Sungmin yang sejak tadi digenggamnya berubah menjadi seperti es batu dan berkeringat dingin.

"Sungmin.." panggil Kyuhyun berusaha menyadarkan Sungmin meskipun ia tahu istrinya tidak akan mendengar suaranya.

Tubuh Sungmin semakin dingin dan menegang membuat Kyuhyun khawatir. Sepersekian detik kemudian tubuh Sungmin mengejang berkali-kali dan cukup keras hingga membuat Kyuhyun cukup kesulitan untuk mengendalikannya.

"Nurse!" teriak Kyuhyun.

Perawat yang berjaga segera masuk saat mendengar teriakan Kyuhyun dan terkejut mendapati Kyuhyun yang sedang menahan tubuh Sungmin yang terus terhentak-hentak di atas tempat tidur. Perawat itu segera menekan tombol di samping tempat tidur Sungmin untuk memanggil dokter seraya membantu Kyuhyun menahan tubuh Sungmin yang masih kejang.

Beberapa saat kemudian dokter datang beriringan dengan berbagai alat kedokteran yang dibawanya. Dokter tersebut mengambil alih tubuh Sungmin dan memberikan lima suntikan sekaligus yang akan membuat tubuh Sungmin lebih tenang –mungkin.

"Sir, please wait outside" ucap perawat tadi.

"No" tolak Kyuhyun tegas.

"Sir, please" pinta perawat itu lagi.

"No! I said no! Do anything to my wife, but I wouldn't leave my wife here!" pekik Kyuhyun.

Perawat itu mengerti dan tidak lagi memaksa Kyuhyun untuk keluar dari sana. Menurut perawat itu wajar jika Kyuhyun bersikap demikian, ia pasti mengkhawatirkan keadaan istrinya yang terancam.

Beberapa saat kemudian tubuh Sungmin mulai tenang meskipun masih terlihat pucat pasi. Sungmin pasti merasakan sakit yang teramat sangat karena pengobatan yang seharusnya belum bisa ia lakukan dalam keadaan seperti ini. Terimakasih kepada Kyuhyun, karena keputusan yang diambilnya secara sepihak, Sungmin hampir saja kehilangan nyawanya tadi.

"Sir, can we talk for a minute?" pinta dokter setelah keadaan menjadi lebih tenang.

Kyuhyun mengikuti dokter tersebut ke sudut ruangan dan dokter itu menjelaskan keadaan Sungmin sekarang.

"Your wife.. He's not in good condition now. As I said before, this treatment will be extremely painful for your wife even if he was in a coma. Earlier is the first response was experienced by your wife. For the next treatment, maybe your wife will experience even more painful than this...

"For next treatment, I recommend to wait until your wife become conscious and his health is stable. We don't want to take the risk of a worse than this. But, all the decision is yours. We will do according to your wish, Sir"

Kyuhyun memikirkan perkataan dokter tersebut sambil sesekali melirik keadaan Sungmin yang masih terbaring lemah, bahkan lebih lemah dari sebelumnya. Bahkan dokter menambahkan EKG untuk mendeteksi denyut jantung Sungmin yang melemah.

Kyuhyun menghela napas pelan sedangkan dokter tersebut masih setia berdiri di depannya, menanti jawaban Kyuhyun apakah pengobatan Sungmin akan tetap dilanjutkan atau menunggu hingga namja itu sadar dan kesehatannya membaik.

"Doctor, I... Please do the best for my wife. I... I don't want to lose him. Not now" ucap Kyuhyun lirih.

"Yes, Sir. I understand. We will do the best for your wife, we will wait until his conditions appropriate to continue the treatment..."

.

.

*TBC*

N.B : Maafkan saya untuk penggunaan bhs inggris yang berantakan. Bhs inggris saya pas-pasan dan itu uda dibantu sama google translate. Tadinya mau tetep pake bhs indo aja tapi rasanya aneh kalo perawat & dokter2 nya pake bhs yg sama. Kalo grammar nya ada yg salah dan penggunaan kata yg kurang tepat, mohon dikomen ya biar saya edit lagi sambil jalan.

Thx ^^