BAB 1

Impian


Ngooong...

Terdengar suara deru mesin dari 3 buah mobil yang sedang melaju kencang di jalan tol Lamongan-Gresik. Kebetulan pada saat itu lalu lintas tol yang menghubung'kan lamongan dan Surabaya tersebut sedang sepi kendaraan. Itu di manfaat'kan ke tiga pengemudi mobil-mobil ini. Honda Civic LX silver dengan Velg Racinghart 21" dan wing carbonviber Banshee, Timor S 131 hijau dengan Velg K-speed Meister 18", dan Mitsubishi Lancer Evolution X GT merah standart body. Ketiga mobil itu tengah beradu RPM di jalanan yang lengang itu.

"Civic memang terbaik dalam lintasan lurus," kata Lee, si pengemudi Civic. Dengan perseneling 5 dengan kecepatan 150 km/jam dia sudah bisa memimpin di depan Galant dan Timor.

Pengemudi Timor tak tinggal diam. Dengan injakan gas yang dalam hingga RPM tertinggi dia berusaha memacu mobil asli Indonesia itu dengan kecepatan 155 km/jam pada perseneling 5 dan hampir mengungguli posisi Civic.

"Jangan remeh'kan aku, Lee," kata Naruto, si pengemudi Timor.

Evo X tak mau ketinggalan aksi, si pengemudi dengan tangkas'nya mengendali'kan mobil bertransmisi otomatis itu dengan pandangan ke depan. Evo X tetap melaju lurus dalam kecepatan 160km/jam dan berhasil melewati ke dua'nya tanpa hambatan.

"Tetap saja, Evolution standart saja bisa melawan mobil kalian yang telah dimodif," kata Sasuke, si pengemudi Evo X.

Dengan lintasan lurus 7 km di depan membuat mereka semakin berani unjuk gigi. Memang benar, Civic sudah dimodif oleh Lee memakai mesin DOHC twinturbo milik VW Golf Gti yang terkenal dengan akselerasi yang cepat dan bertenaga. Sedang, Timor Naruto dipasangi turbo charger milik BMW M3. Evo X Sasuke di pasangi nitrous NOS 2lb 2 tabung dan turbo supercharger sebagai pendukung'nya.

Evo X Sasuke memimpin 5 meter di depan Civic dan Timor. Dalam kegelapan malam pukul 23.50 tersebut, mereka melaju hingga top speed dan horizon mulai terlihat. Hampir 180 km/jam kecepatan mereka. Namun, seperti tak ada halang rintang. Mereka tetap melaju kencang tanpa memandang ke arah mana mereka pergi. Namun, terlihat di depan mereka ada dua truk kontainer berdampingan di sisi kanan dan kiri jalan. Terlihat pula ada celah di antara 2 kontainer itu yang dapat dilewati 1 mobil.

Mereka bertiga merasa tertantang melewati 2 kontainer yang mengangkut peti kemas itu. Lee'pun menambah RPM Civic'nya berusaha mendahului Evo X Sasuke. Naruto terus membuntuti Sasuke sambil berusaha mencari celah agar bisa melaku'kan overtake.

2 kontainer tersebut akhir'nya kini berada tepat 10 meter dari mereka. Sasuke kemudian menyala'kan nitrous'nya dan Evo X Sasuke'pun langsung bertambah kecepatan'nya meninggal'kan Civic Lee dan Timor Naruto. Dengan nyali bondo nekat ala anak Surabaya. Sasuke berhasil melalui 2 celah truk tersebut. Pengemudi truk itu terkejut sehingga 2 truk itu oleng dan mempersempit lebar celah di antara truk-truk itu.

Lee melihat itu sebagai tantangan menarik.

"Akan ku lalui itu, tekad-tekad'an!" teriak Lee. Dan wush... Lee menginjak gas dalam-dalam hingga menimbul'kan gesekan tinggi yang menimbul'kan asap putih di jalan. Dengan kecepatan tinggi Civic Lee berusaha menerobos truk-truk itu. Naruto geleng-geleng kepala melihat itu.

"Dasar nekat," kata Naruto dari Timor'nya.

Civic Lee sudah berada di bagian kepala kontainer. Namun, tiba-tiba 2 kontainer itu seakan ingin menjepit Lee. Lee menambah laju Civic'nya namun...

Brak...

"Sialan!" teriak Lee.

Bagasi belakang Civic Lee terjepit dumper kontainer itu dan remuk. Namun, untung saja roda'nya tidak terkena dan masih bisa ngebut. Menyadari itu, sopir kedua kontainer itu menghenti'kan mendadak truk'nya. Naruto terkaget melihat kedua kontainer mendadak menghenti'kan laju'nya. Naruto hanya punya 5 detik menghindar.


"Apa tidak apa-apa berhenti di sini? Ketahuan petugas tol nanti," bisik seorang cewek kepada rekan'nya yang sedang memarkir mobil Ford Fiesta ST merah'nya di suatu tempat gelap dekat gerbang tol.

"Tenang aja, Sakura. Ini dah aman. Kita berjarak 200 meter dari gerbang tol. Lagipula tol'nya lagi sepi. Penjagaan kurang. Tenang saja, Rel," kata rekan'nya.

"Yayaya, aku tidak tanggung jawab kalau ada polantas datang, Ino," jawab Sakura.

Ino hanya nyengir saja. Tiba-tiba mereka mendengar suara gesekan ban selip keras sekali dari arah Lamongan. Mereka melihat ke sana. Terlihat dari jauh. 2 mobil sedan di depan 2 truk kontainer yang oleng dan di belakang'nya ada sebuah mobil sedan slip.

"Mereka datang. tapi, kok kayak darurat gitu?" kata Ino heran. Dia memandang seksama ke arah mobil-mobil itu.

Sakura menoleh ke arah Ino.

"Mereka siapa?" tanya Sakura.

"TRIBAL Street Way, street racer jalanan tol Lamongan-Gresik," jawab Ino.


Naruto akhir'nya menemu'kan cara'nya. Dia kemudian menarik handbrake dan menambah RPM mesin. Timor'nya mengalami oversteer, dan bergerak ke kiri. Salah satu gandengan kontainer tepat menghadang jalan'nya. Naruto dengan sigap memutar kemudi ke arah kanan hingga mobil'nya melaju ke kanan dengan sliding. Truk yang satu'nya berhasil menjaga keseimbangan namun karena panik. Si pengemudi membanting setir ke kanan. Naruto berhasil melewati kontainer pertama dengan melewati bawah gandengan'nya. Namun, kontainer kedua tepat di depan moncong Timor Naruto.

"Menantang sekali," kata Naruto.

Dengan cepat Naruto membanting setir ke kiri dan menginjak gas dalam-dalam. Timor Naruto lanngsung melaju ke depan menuju rerumputan di pinggir bahu jalan menghindari kontainer yang hampir "mencium'nya" itu. Lalu Naruto membanting setir ke kanan yang menyebab'kan mobil'nya sliding di atas tanah rerumputan. Lalu Naruto menstabil'kan mobil'nya dan bergerak maju menjauhi dua kontainer yang mengalami kecelakaan itu.

"Untung tidak ada yang terluka," kata Naruto sambil memperhati'kan dua kontainer yang berhenti menghadang jalan itu dari kaca spion.

Civic Lee, Evo X Sasuke dan Timor Naruto kembali bersatu dan melaju secara konvoi. Sasuke melihat ada gerbang tol di depan'nya namun, yang menarik perhatian'nya adalah ada sebuah Ford Fiesta ST merah dengan Velg Enkei 17", yang sangat dia kenal sedang parkir di bawah rimbun pohon yang rindang di dekat gerbang tol.

"Ino," guman Sasuke. Dia melambai-kan tangan dan menyala'kan sein kiri. Naruto dan Lee mengerti. Mereka juga menyala'kan sein kiri.

Sakura heran kenapa ke tiga mobil itu mendekati mereka.

"Ino, mereka kok kesini?" tanya Sakura kepada Ino yang sedang minum air mineral di botol.

"Mereka mau menemui'ku," jawab Ino.

"Menemui untuk apa?" tanya Sakura tidak mengerti.

"Kau menguasai dengan drifting'kan?" tanya Ino.

"Iya sih. Ku kira kau hanya ingin mengajak'ku melihat balap liar di tol? Tapi, aku'kan udah gak punya mobil lagi, Ino? Mau pakai kendaraan apa?" kata Sakura kurang yakin.

"Tenang aja, sudah ku siap'kan," jawab Ino. Dia menyala'kan lampu dan keluar dari mobil, "Aku mau menemui mereka dulu."

Sakura mengangguk. Ino'pun berjalan keluar menemui TRIBAL Street Way. Sakura hanya memperhati'kan dari dalam mobil sambil menyala'kan musik DJ dari audio bawaan Fiesta yang terdengar merdu.

Ino berdiri tegak di depan Fiesta'nya. 3 orang yang ditunggu'nya keluar dari mobil mereka.

"Lama sekali. Sasuke, Lee, Naruto?" kata Ino.

Sasuke hanya tersenyum kecil.

"Biasa. Pemanasan dulu'lah, Ino," kata Sasuke, "Memang ada apa kamu meminta kami ke sini?" tanya Sasuke.

"Teman'ku yang di dalam mobil. Menguasai drift. Mungkin dia bisa kita ajak ke komunitas kita? Sebagai salah satu drifter," jawab Ino.

"Siapa nama'nya?" tanya Naruto.

"Sakura Haruno. Dia tinggal Babat, Lamongan. Sayang dia tidak mempunyai mobil. Kalian punya usulan?" tanya Ino.

"Sepertinya ada di bengkel kami di daerah kota Lamongan. Honda NSX GT '09. Apa benar dia bisa?" tanya Sasuke.

"Coba saja dengan Evo X'mu? Ubah mode transmisi'nya ke manual. Dia sangat menyukai mobil transmisi manual," jawab Ino.

"Tapi'kan, NSX kami bertransmisi Matic Konvensional? Berarti kita harus mengupgrade lagi sistem transmisi'nya?" tanya Lee.

"Ya begitulah. Gimana, Sasuke? Berminat?" tanya Ino.

Sasuke berfikir sejenak. Dia mengangguk.

"Baik'lah. Ajak ke sini dia, Wi," kata Sasuke. Ino mengangguk. Dia berjalan menuju mobil'nya dan memanggil Sakura untuk keluar bersama'nya.

Sakura berjalan keluar dari mobil dan mengikuti Ino.

"Kau yang bernama Sakura?" tanya Naruto.

"I...iya," jawab Sakura.

"Kata Ino kau menguasai drift. Kurasa kau punya bakat untuk masuk komunitas kami," jawab Sasuke.

"Menjadi seorang pembalap jalanan?" kata Sakura tak percaya.

"Ya. Bagaimana?" tanya Sasuke.

Sakura hanya tersenyum senang.

"Menjadi pembalap jalanan adalah mimpi'ku sejak lama," jawab Sakura.

"Gitu sekarang bilang'nya. Tadi aja di ajak nggak mau-mau bener. Hahaha," ejek Ino. Sakura hanya tersenyum kecil.

Lee kemudian berjalan ke arah mobil'nya dan melihat bagian belakang Civic'nya.

"Sudah ku bilang. Nekad membawa akibat, Ni," kata Ino.

Lee hanya menghela nafas panjang.

"Hahahaha, itu memang hobby'ku!" teriak Lee.

"Kau ini, ckckck," ejek Naruto.

Sasuke melihat kearah mereka berdua.

"Ayo kita kembali," Sasuke kemudian menghadap ke arah Sakura, "Pulang'lah. Besok jam 8 pagi ke Lamongan, tepat'nya di dekat markas PO. Widji Lestari, kau tahu tempat'nya?" tanya Sasuke.

"Baik'lah. Lagipula rumah'ku berada di Babat," jawab Sakura.

"Hey? Tunggu dulu! Kalau rumah'mu di Babat. Pulang kau naik apa? Ino'kan rumah'nya di Surabaya?" tanya Lee terkejut.

"Dia akan ku antar Lee...," kata Ino.

"Oh, tapi perjalanan'nya'kan lama, Ino?" tanya Lee.

"Ngebut'lah. Gitu aja repot, hahahaha," jawab Ino, "Ayo Sakura, ku antar pulang."

Sakura mengangguk. Mereka berdua masuk ke dalam Fiesta Ino.

"Jangan lupa, jam 8, Sakura," kata Sasuke.

"Ya!" jawab Sakura dari dalam Fiesta Ino. Mereka berdua meninggal'kan Lee, Naruto, dan Sasuke. Sasuke memandang mobil mereka yang menjauh melewati marka tengah jalan.

"Sakura,"


Jalan Provinsi perbatasan Lamongan-Gresik.

Ino memacu mobil'nya dalam kecepatan tinggi 120 km/jam karena jalanan sepi. Alunan musik DJ yang merdu dan asyik mengiringi perjalanan mereka.

"Alay, anak layangan. Nongkrong pinggir jalan. Bareng teman-teman..." kata mereka berdua. Namun, mereka tidak menyadari telah di buntuti Honda All New Jazz RE hitam. Si pengemudi Jazz itu membuntuti tepat di belakang Fiesta Ino dan memati'kan lampu depan'nya.

Sakura menyadari ada yang berbeda di kaca spion belakang. Terlihat di kaca ada benda hitam yang tidak lain adalah kaca film dengan intetitas dark-black milik Jazz itu.

"Ino, sebaik'nya kamu tambah kecepatan mobil'mu," bisik Sakura.

Ino menoleh.

"Ada apa emang'nya, Sakura?" tanya Ino.

"Ikuti'deh perkata'an'ku," perintah Sakura.

Dengan sedikit rasa penasaran. Ino menambah kecepatan mobil Fiesta'nya lebih kencang dengan kecepatan 145 km/jam. Jazz yang mengikuti mereka'pun ikut menambah kecepatan. Dan saat mereka melewati sebuah papan reklame di atas jalan yang memberi penerangan lampu terang berwarna putih. Sakura melihat jelas apa yang membuntuti mereka.

"Honda All New Jazz warna hitam. Mengikuti kita, Wi? Menurut'mu mobil itu milik pembalap jalanan apa mobil biasa?" tanya Sakura.

"Hn, kalau begitu. Akan ku tantang dia!" jawab Ino semangat.

Ino langsung menginjak gas lebih dalam. RPM mobil'nya sudah mencapai 3500rpm. Kecepatan'nya'pun bertambah menjadi 150 km/jam. Jazz itu kini mulai berusaha mendahului Ino dari sisi kanan. Ino tidak mau kalah. Dia terus menekan gas dan RPM mobil'nya hingga mencapai maksimal'nya. Dua mobil jenis hatcback itu berjajar dan saling beradu top speed. Sakura melihat ke arah Jazz tersebut. Dia tidak bisa melihat jelas pengemudi'nya karena kaca film Jazz itu menutupi pandangan'nya.

"Sial. Kaca film itu menghalangi'ku melihat si pengemudi," batin Sakura.

Tepat. Setelah mereka melewati depan pos polantas di jalan itu. Ada polantas yang stand by dengan mobil polisi jenis Mazda RX-8. Sirine dibunyi'kan. Polisi itu langsung tancap gas mengejar Fiesta Ino dan Honda Jazz lawan'nya.

"Polisi sialan," kata Ino. Sakura memandang ke belakang.

"Polisi itu menaiki Mazda RX-8, percuma Wi melawan'nya. Top speed'nya 220 km/jam," kata Sakura.

"Kalau begitu akan ku lawan semampu'ku. Lagipula Jazz ini juga harus disingkir'kan!" kata Ino.

Ino kemudian menambah injakan gas Fiesta'nya. Polisi RX-8 itu telah hampir menyusul mereka. Jazz yang berada di samping Fiesta Ino tiba-tiba langsung menginjak rem. Ino melihat ke arah spion. Dan terlihat pemandangan yang mengejut'kan'nya.

Honda Jazz itu tiba-tiba menabrak'kan diri ke polisi RX-8. Sang polisi'pun tak bisa mengendali'kan mobil Mazda tersebut dan terguling saat menabrak trotoar dengan kencang dan terpelanting ke tengah jalan. Sang Honda Jazz mengalami lepas ban kanan mengakibat'kan Jazz itu terjung'kal dan terbalik. Ino menghenti'kan Fiesta'nya dan langsung memutar mobil'nya itu menghadap Jazz.

"Menurut'mu mereka baik-baik saja, Ino," tanya Sakura.

"Aku rasa. Polisi itu terlihat hanya pingsan. Namun, aku tidak bisa melihat si pengemudi Honda Jazz hitam itu," jawab Ino.

"Kita lanjut'kan perjalanan. Mungkin dia selamat," kata Sakura.

"Ya, Sakura," kata Ino. Dia memutar arah mobil'nya dengan tekhnik slalom lalu menginjak gas dan pergi dari tempat itu dengan kecepatan tinggi.


Di perbatasan Lamongan-Bojonegoro, saat itu suasana tengah malam begitu sepi. Karena kendaraan-kendaraan sudah jarang melintas pada jam itu. Namun, kesunyian itu terpecah oleh suara deru sepeda motor ber'cc tinggi.

Nguuuooong...

Dua sepeda motor itu berbeda merek namun ber'cc sama, 250CC. Kawasaki Ninja 250RR dan Honda New CBR 250R saling beradu kecepatan di atas jalan yang kurang rata itu. Sang pengemudi Ninja memakai jaket hijau pesis seperti warna motor'nya dan helm INK teropong. Sedang, sang pengemudi CBR memakai jaket hitam dan helm GYM race.

Ninja mulai berusaha meninggal'kan CBR merah itu. Namun, si pengemudi CBR dengan tangkas memacu CBR'nya dengan gas penuh dan perseneling 6. Kecepatan mereka 175 km/jam. Ada sebuah jalan yang berbentuk cembung dan agak curam. Hal itu di lihat si pengemudi Ninja. Dia menambah kecepatan motor'nya dan dia'pun langsung melewati jalan itu dan mengalami jumping setinggi 3 meter. Si pengemudi CBR hanya tersenyum dari balik helm'nya. Dia'pun ikut menambah kecepatan motor'nya dan motor'nya melompat setelah melewati lintasan itu. Tinggi jumping'an'nya 4 meter dan jecepatan'nya terus bertambah. Akhir'nya CBR itu berhasil menyusul Ninja dengan jarak 5 meter memisah'kan mereka

Ada perlintasan kereta api di depan mereka. Sepi'nya jalan membuat mereka leluasa memacu mesin motor masing-masing mencapai top speed. Si pengemudi Ninja dan CBR sudah sejajar dan kini terlihat sebuah kereta barang berkecepatan 80 km/jam dari arah Barat akan melintasi perlintasan kereta itu. Mereka berdua tahu. Hanya 5 detik dan jarak 500 meter yang harus di tempuh mereka agar bisa melewati'nya.

5 detik.

Si pengemudi CBR mulai mendahului Ninja. Si pengemudi Ninja tak mau kalah. Dia'pun mulai kembali menyusul CBR dan kembali dalam posisi sejajar. Kereta api semakin dekat.

4 detik.

Si pengemudi Ninja semakin di depan karena mesin 2 tak'nya serta karbu BRT yang membuat top speed'nya bertambah dari standart. Si pengemudi CBR'pun membuntuti dari belakang Ninja. Cara ini menguntung'kan dan sering di pakai dalam ajang balapan nasional mau'pun internasional karena memanfaat'kan celah dari angin yang terbelah oleh kendaraan di depan dan membuntuti dari belakang untuk mengurangi efek hambatan angin melalui celah angin tersebut.

3 detik.

Kereta api semakin dekat dan jarak'nya 300 meter. Si pengemudi CBR dengan sabar tetap membuntuti Ninja di depan'nya. Si Ninja tidak tahu kalau dia di ikuti dari belakang motor berwarna hijau tersebut.

2 detik.

Semakin genting. Ninja mulai menarik gas full. CBR mulai bersiap menyalip. Dia mengambil ancang-ancang membungkuk'kan badan'nya. Kini mereka sudah tepat di hadapan sebuah kendaraan yang bergerak di atas rel tersebut dengan kecepatan tinggi.

1 detik.

Dan...

BRAK!

Roda depan Ninja menabrak rel dengan keras sehingga motor kawasaki itu mengalami jumping ke depan dan terguling-guling hingga body'nya hancur dan si pengemudi terlepar ke tengah jalan tepat di hadapan 30 motor dan sebuah mobil Mitsubishi Strada merah yang sudah parkir di samping jalan tersebut. Sang pengemudi CBR'pun juga mengalami jumping, namun dia langsung memusat'kan berat badan'nya ke tengah sehingga motor'nya kembali ke bawah dan BRAK! Si pengemudi CBR dapat mengendali'kan dengan sempuna'nya motor'nya itu dan berhenti tepat di hadapan si pengemudi Ninja dan 30 motor lain'nya serta Strada.

Sang pengemudi CBR turun dari motor'nya dan berjalan di depan pengemudi Ninja yang mengalami luka parah. Di buka'nya helm tersebut. Terlihat seorang laki-laki dengan rambut Shaggy style langsung duduk berjongkok di depan pengemudi Ninja.

"Kau kalah, Kankuro," kata pengemudi CBR itu.

Sang pengemudi Ninja, Kankuro'pun mengacung'kan jempiol'nya meski agak payah.

"K... kau mem...memang raja jalanan, Gaara," kata Kankuro. Ada dua orang laki-laki bertubuh kekar membawa tubuh Kankuro ke pinggir jalan.

"Kau juga, kak," jawab Gaara sambil memandang jalanan aspal di depan'nya. Kankuro di lari'kan ke rumah sakit oleh dua orang teman'nya tadi. Gaara sambil memejam'kan mata'nya mengacung ke dua jempol'nya tinggi-tinggi ke atas.

"Winning," kata'nya.

Semua orang yang ada di sana bersorak riang sambil bertepuk tangan. Gaara tersenyum. Dia kembali ke motor'nya dan memandang dua orang yang sedang berdiri di atas kap mobil Strada.

"Sasori, Deidara, sampai kapan kalian berdiri di sana terus?" tanya Gaara.

Sasori, berambut jabrik dengan potongan agak pendek sambil menenteng sebuah tas tangan berjalan ke arah Gaara. Sedang'kan Deidara, langsung masuk ke dalam mobil Strada. Rambut'nya yang bergaya modern dan anak band itu sungguh membuat'nya di lirik banyak cewek.

"Ayo, kita ke Balen, motor'mu perlu di perbai'ki suspensi'nya," kata Sasori. Gaara mengangguk. Strada Deidara sudah berputar dan mundur ke arah Gaara dan berhenti tepat di depan mereka berdua. Sasori kemudian menurun'kan penutup bak di bak mobil barang tersebut. Sebuah trolli kecil berjalan di turun'kan dengan posisi bidang miring. Lalu dengan 1 tarikan gas. Gaara langsung menaik'kan motor'nya ke atas mobil dan mengikat'nya dengan erat di atas bak. Setelah itu turun dan langsung masuk kabin belakang mobil. Sasori menyusul dan naik di depan.

"Aksi'mu sungguh hebat tadi, kakak'mu sendiri bisa kau kalah'kan, Gaara," kata Deidara sambil mulai menjalan'kan Strada'nya.

"Hn, itu sudah hal wajar. Aku tidak mau berbangga. Yang ku ingin'kan adalah mengalah'kan Tribal Street Way. Mereka target utama'ku," jawab Gaara dengan pandangan tajam.

Deidara mulai memacu Strada itu dengan kecepatan sedang 60 km/jam. Semua orang yang berkumpul di sana membubar'kan diri, karena sang juara pergi.

"Gaara, aku dengar kemaren dari teman'ku. Nanti, di Tuban akan ada balap dengan circuit dari tikungan Cincin hingga pangkalan truck Tuban. Kau mau ikut?" tanya Deidara.

"Asal itu motor. Aku akan ikut, siapa'pun lawan'nya," jawab Gaara.

"Memang. Balap itu khusus motor. Dan sang juara akan mendapat'kan motor lawan'nya. Pink Slide gitu kayak di NFS Most Wanted," jelas Deidara.

"Wow,,,,,,? Ikut saja Gaara. Kalau menang, motor hadiah'nya kasih'kan aku, hahahaha," canda Sasori.

"Kalau kalian setuju. Aku ikut kalau begitu. Kapan di ada'kan'nya, Deidara?" kata Gaara.

Deidara mengambil HP yang ada di saku'nya dan membaca sebuah tulisan.

"21 April 2010. Sebentar lagi. Sekarang'kan tanggal 14 April?" kata Deidara.

Sasori menepuk bahu Gaara.

"Kau tahu? Pemanasan untuk melawan Tribal Street Way?" imbuh Sasori.

"Aku tahu. Sekarang kita pulang, kita raya'kan kemenangan malam ini!" kata Gaara sambil mengangkat tangan dan memang'ku kepala'nya.

"Hahaha, ku suka gaya loe," kata Sasori.

Deidara'pun memacu mobil'nya dengan kecepatan sedang.


TO BE CONTUNIED...


Review PLease? For the next Chapter,,, Reader yg terhormat. ^_^

ttd

Angga Uchiha Haruno

It's Back.