Summary: para siswa Sunagakure yang sangat hobi berkelahi terpaksa pindah sekolah untuk bergabung belajar bersama para siswi Konohagakure yang terkenal elit bagaikan putri. Bagaimana jadinya bila Sasuke cs diskors, dan Naruto tinggal sementara waktu di rumah Sasuke.
.
.
.
NARUTO FANFICTION
KING VS QUEEN?
DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO
SASUNARU , GAANARU
WARNING: OOC, TYPO BERTEBARAN, ALUR KECEPATAN
STORY: MISA-KUN
.
.
.
Beginilah nasib para siswa Sunagakure yang sengaja disingirkan oleh siswi Sunagakure yang sangat membenci mereka dikalang Sasuke yang menyandang gelar King berani menyentuh Queen mereka.
Tapi mereka tidak memperdulikan itu, tapi lebih memperdulikan muka mereka yang penuh luka lebam akibat berkelahi.
"Sudah cukup! Lihat nih wajah gantengku jadi penuh luka." Kata Sasuke narsis.
"Aku bersyukur tak ada luka." Kata Juugo.
Loh kenapa Juugo tak punya luka? Wajar saja Juugo tak ikut berkelahi, toh orangnya sembunyi agar tak terlibat.
"Nyaman banget, ya loh. Sudah makan cake semuanya, tidak terluka, perut terisi." Kata Suigetsu yang sepertinya agak kesal.
"Kalau begini kapan punya pacar?" Kata Sai yang sukses mendapat sorotan dari para siswa Sunagakure.
"Dasar cemen. Dobrak saja tuh pintu biar kita semua keluar lalu nyari pacar lagi." Kata Shikamaru.
"Lalu pacarmu dikemanain, Shika?" Tanya Sai.
"Loe mau berkomplot atau tidak sih? Udah bagus aku kasih ide." Kata Shikamaru.
"Urusai! Aku mau ketemu malaikatku. Minggir semuanya!" Kata Suigetsu edan sambil berlari ke arah pintu untuk mendobraknya, tapi apa yang di dapat badannya langsung nyeri dan pintu masih utuh.
"Minggir loe banci!" Kata Sai mengejek Suigetsu, tentu Suigetsu tak terima di ejek Sai.
Suigetsu asal mukul tapi malah kena Shikamaru.
"Auu.. Kuso!" Kata Shikamaru. Yang juga mulai memukul tapi meleset dan terkena Juugo.
"Hei! Baru selesai berkelahi, masa berkelahi lagi. Cukup!" Kata Sasuke tapi malah kena injakan kaki dari salah satu siswa yang bertubrukan. "Nantang loe, kemari!" Kata Sasuke edan, padahal nyuruh berhenti, kok sekarang malah ikut berkelahi? Dan di mulailah ronde kedua perkelahian mereka.
Sasuke yang sudah terbawa emosi asal membating teman-teman nya sampai-sampai Sasuke bisa melempar temannya tepat ke arah pintu, dan pintunya roboh.
Tapi ada seorang guru olahraga mereka dari Sunagakure berbaju hijau kentat langsung cengo melihat ke arah mereka dan...
"Berhenti!" Kata guru mereka yang tak salah bernama Maito guy.
Aow..
Semua murid berhenti berkelahi dan menatap horor ke arah gurunya dengan mulut berbentuk huruf O dengan membantin 'makhluk alien kenapa bisa ada di sini?' batin para siswa Sunagakure.
"Sepertinya, ini gawat." Kata Sai pelan agar guru olahraga mereka tak mendengar.
"Cepat pergi dan selamatkan diri kalian semua!" Teriak Sasuke lantang dan nyaring sukses membuat para siswa berlari keluar untuk menyelamatkan diri mereka.
Beginilah akhirnya mereka kabur melalui guru olahraga yang mencoba menangkap mereka semua. Tapi apa daya, guru hanya seorang siswa para Sunagakure banyak jadi pasti bisa menyelamatkan diri mereka masing-masing. Tapi sebelum menyelamatkan diri Sasuke dan teman-temannya tanpa sengaja menendang punggung guru Maito Guy, dan alhasil guru terjatuh mendapat injakkan maut dari para kaki siswa yang ingin pergi keluar.
.
.
.
Sasuke dan teman-teman setianya berhasil kabur, tapi hanya satu orang yang tak ada. Siapa? Sai.
Oh.. Jangan bilang Sai tertangkap guru olahraga lalu dihukum? tentu saja tidak, justru Sai lari paling depan karena Sai memang ahlinya berlari cepat.
Sai segera menujuk ke arah sebuah pintu, teman-temannya mengerti maksud Sai tersebut, mau tahu maksudnya apa? Tentu saja memasuki tuh ruangan.
Oh yeah.. Ouou.. Oh yeah... Akhirnya bisa sembunyi juga di dalam sebuah tempat yang tak ada guru.
Mereka hanya bisa berdoa dalam ruangan ini agar tak ketahuan oleh guru olahraga Maito Guy.
"Gimana caranya mau ketemu My Love." Kata Suigetsu edan hanya untuk memecahkan kesunyian.
"Berisik!" Kata Shikamaru kesal.
"Hei, banyak baju cosu mana banyak banget baju cosunya." Kata Sai girang. Maklum, satu-satunya otaku disini.
"Aku punya ide." Kata Juugo.
Beberapa menit kemudian para murid-murid Sunagakure memakai costume cousplaynya.
Ahahaha fantastic.
Juugo cosu menjadi Goku, Suigetsu cosu jadi kamen rider Ryuuki, Shikamaru cosu jadi keroro gunso, Sai cosu menjadi Kenshin (samurai X), dan Sasuke cosu menjadi Anbu dengan memakai topeng.
"Aku heran, kenapa mereka mencoba menyinggirkan kita?" Kata Sai bingung dengan para siswi sekolah disini.
"Mungkin ini gara-gara aku yang... Lupakan." Kata Sasuke.
Perkataan Sasuke barusan membuat teman-temannya penasaran, 'memang apa yang dilakukan oleh Sasuke?'
"Ayo pergi." Kata Sasuke santai keluar diikuti oleh Sai.
.
.
.
Kini mereka berpencar-pencar. Juugo bersama Shikamaru sekarang duduk di atas pohon sambil memegangi sebuah payung yang mereka ambil di tempat baju-baju cousplay sambil menguap mengantuk.
Suigetsu mulai menguntit Karin dari belakang, entah darimana Suigetsu berhasil menemukan Karin yang tengah bercosu menjadi erza (fairytail).
Sedangkan Sai dan Sasuke, jangan ditanya lagi mereka kemana, yang pasti mereka mau coba ngerayu cewek.
.
.
.
Naruto yang berjalan-jalan atau lebih tepatnya tak ada minat membantu temannya yang sedang menjaga stand.
Naruto benar-benar malas banget membantu temannya. Tapi Naruto di temani loh, di temenin ama Ino.
Saat ini Naruto bercosu menjadi misa amane dengan pakaian gothik lolita, dan Ino cosu Sailormoon.
Tapi mereka benar-benar menarik perhatian akan kecantikan mereka. Sebenarnya sih Naruto bakal menggunakan costume sailormoon, tapi berhubung Ino protes makanya Naruto cosu jadi Misa Amane DeathNote.
Naruto hanya celingak-celinguk melihat pemandangan diluar, tapi bukan itu alasannya. Naruto mencari Uchiha Sasuke yang berani ngerape dirinya.
"Naruto, kamu sedang mencari siapa?" Kata Ino heran melihat Naruto.
"Siswa-siswa Sunagakure mana?" Tanya Naruto.
"Aku menyingirkan mereka, agar mereka tak bisa mengganggu kita." Kata Ino santai.
Naruto yang mendengarnya hanya bisa senang bukan main, tapi di satu sisi merasa kasihan juga dengan anak-anak Sunagakure sambil membayangkan bagaimana caranya Ino menyinggirkan siswa-siswa Sunagakure.
"Naruto coba lihat, ada rumah hantu tuh." Kata Ino sambil menunjuk rumah hantu sambil menatap Naruto dengan cengar-cengir.
Naruto hanya bisa meneguk air ludahnya susah payah.
'Ino, kamu sengaja ingin menakut-nakutiku kan?' Batin Naruto.
"Tapi kalau masuk ke sana harus berpasang-pasangan. Tidak mungkin kan kita berdua masuk, nanti di kira lesbian. Kau tahu kan, saat ini aku mengenakan costume seperti perempuan." Kata Naruto, sebenarnya sih lebih tepat mengelak untuk pergi ke rumah hantu.
Ino hanya bisa diam, terus diam sampai melihat dua orang yang sedang bercosu Kenshin dan anbu.
"Tunggu sebentar ya Naru." Kata Naruto dengan senyum evil smirknya.
"Iya." Kata Naruto sambil garuk-garuk pahanya.
Tangan Naruto masuk ke dalam saku celana untuk mengambil sesuatu yang membuatnya gatal, lalu apakah itu? Jreng,, jreng,, itu adalah ponsel Naruto yang terus bergetar tiada henti.
Naruto yang melihat nama yang tertera di layar ponsel hanya menampakan wajah yang tak dapat dikatakan.
Segera saja Naruto jatuhkan ke bawah dan menginjaknya dengan wajah kemenangan.
"Ahahahahaha.. Dengan begini kau tidak bisa menghubungi aku lagi ahahahahaha." Tawa Naruto seperti orang kesetanan dan membuat orang-orang yang berada di sana bergedik ngeri melihat wajah Naruto.
Hingga Ino datang menghampiri Naruto dengan tatapan horor melihat tingkah Naruto layaknya orang kesurupan sambil menginjak ponsel sekeras mungkin. Peduli setan, Ino langsung saja menyentuh pundak Naruto.
"Naruto yuk, masuk." Kata Ino membuat Naruto menghentikan tindakannya lalu melirik Ino.
"Nih kamu sama anbu duluan." Kata Ino.
"Eeeh! Katanya bilang sama gadis cantik, kenapa den- AAARRGHH.." Perkataan orang bercosu anbu terganti oleh teriakan, diakibatkan orang bercosu Kenshin dengan seenaknya saja mencubit bokongnya.
Naruto hanya diam, percuma saja mencari alasan tak masuk ke rumah hantu, karena Naruto yakin bila menolak keinginan Ino kemungkinan besar seluruh laki-laki yang ada di sini menjadi korban kebrutalannya.
Orang bercosu anbu itu masuk duluan ke dalam dengan diiringi Naruto. Tapi saat memasuki rumah hantu tersebut, Naruto berteriak menjerit histeris.
"KYAAA.."
"Berisik, Dobe. Kau hampir membuatku sakit telinga dengan suara cemprengmu itu!" Kata orang yang bercosu anbu.
"Tenang saja aku bakal menutup mulutku rapat-rapat, Teme! Daripada kau menutup muka loe yang jelek itu." Kata Naruto kesal.
Orang yang bercosu anbu itu hanya bisa menahan emosinya. 'Awas kau, bocah sialan!' Batin orang yang bercosu anbu.
Sekarang keadaan mulai tenang, tanpa suara teriakan Naruto. Karena Naruto hanya sibuk dengan memikirkan sesuatu di kepalanya.
Sasuke sih hanya cuek, tapi juga memikirkan sesuatu.
'Semoga saja dia tidak mengatakan kepada teman-temannya yang full siswi, tentang aku merape. Ya tuhan buat dia melupakan tentang kejadian itu agar hambamu yang ganteng selangit bisa selamat dari kemurkaan siswi di sekolah ini, saya masih jomblo Tuhan. Saya belom pernah ngerasain punya pacar sampai sekarang. Kabulkan doa hambamu ini Tuhan.' Batin Sasuke panjang lebar narsis sambil memohon kepada Tuhan.
PLUK
Ada sesuatu yang terjatuh sukses membuat Sasuke menjerit seperti seorang gadis.
"KKKYYYAAAAA!"
Naruto yang mendengar suara Sasuke barusan langsung menggenggam tangan Sasuke.
"Kau tidak apa-apa kan, Teme. Sebaiknya jangan dilepas tanganku ini." Kata Naruto dengan wajah yang tenang.
Ya beginilah akhirnya mereka keluar dari rumah hantu ini sambil bergandengan tangan, tanpa diketahui jantung Sasuke berdegup kencang banget saat tangannya di genggam erat sama Naruto.
Tapi author bingung sebenarnya di sini siapa yang takut ke rumah hantu sih? #lupakan.
Daripada itu sekarang kita intip SaiIno yang baru masuk ke rumah hantu.
"Ngapain loe make baju cousplay, anak kampung!" Kata Ino melirik ke arah Sai.
"Ngikut style kalian saja kok, terus masalah buat loe?" Kata Sai ngikut gaya perkataan anak alay jaman sekarang.
"Iya. Sudah bagus loe ama siswa kampung itu dikucilkan."
"Jadi elo pelakunya, dasar bebek!"
"Diam loe mulut jontor!"
"Wek... Wek.. Wek.. Begitu kan bahasa bebek.."
"Ggrrrrr" kata mereka berdua sambil menatap tajam dan malah membuat para orang-orang bercosu hantu merinding akan kedua aura yang dikeluarkan SaiIno.
.
.
.
Juugo dan Shikamaru yang sudah turun dari atas pohon mulai ngerayu cewek-cewek yang tak jauh berada dari stand makan. Dasar Shikamaru, udah punya pacar masih saja nyari pacar lagi. Kalau ceweknya tahu kau bakal kena tibasan kipasnya.
Ngomong-ngomong di mana Suigetsu? Kalau Suigetsu mah nyemplok ke tembok sambil melihat Karin dari kejahuan. Ckckck manusia satu ini lupa peringatan Sasuke apa? Bukankah Sasuke udah bilang jangan menguntit lagi? Terserah Suigetsu saja.
Tapi seketika padangan Suigetsu menatap tajam ke arah seseorang yang berada di sebelah Karin sambil berjalan.
Suigetsu segera saja mengaum layaknya seorang singa yang cemburu.
Tapi itu sukses loh bikin orang yang berjalan di sebelah karin bergedik ngeri merasakan aura mematikan yang keluar atau lebih tepatnya menyengat ke arahnya.
Dari hasil pengelihatan Suigetsu, orang itu seperti ingin membawanya ke rumah hantu. No! Suigetsu yang sedang bercosu kamen riders.
Suigetsu berhasil mencegah Karin masuk bersama seseorang yang amat dikenalnya, siapa? Tentu saja Kakashi Hatake.
'Kubunuh kau Kakashi!' Batin Suigetsu memandang Kakashi.
"Kamu mau apa?" Tanya Karin heran. Kok bisa ada kamen riders di sini tepat berada di tengah.
Suigetsu tak bisa berbicara dengan pakaian ini malah menunjuk dirinya sendiri lalu menujuk Karin, terus menunjuk ke arah rumah hantu.
"Kamu mengajakku ke rumah hantu? Kalau begitu kamu pergi saja ke rumah hantu sama guruku." Kata Karin yang langsung pergi meninggalkan dua orang disana.
"Tidaakk,, Karin jangan tinggalkan aku!" Kata Kakashi lebay.
"Bidadariku kembalilah!" Kata Suigetsu tak kalah lebay.
"Hei! Cepat masuk." Kata para pengunjung yang ada di belakang.
Tapi Kakashi maupun Suigetsu yang masih menatap kepergian Karin hanya bengong tanpa menyadari bahwa mereka masuk kedalam akibat dorongan pengunjung yang tak sabar masuk ke rumah hantu.
Beginilah jadinya, saat mereka saat mereka berdua hanya bisa menjerit ketakutan sambil berpelukan.
.
.
.
"Najissss! Apes banget nasib gue sampai meluk guru Kakashi ero itu! Kampret lo Thor sampai bikin nasib gue nista begini!" Kata Suigetsu yang telah berhasil keluar dari rumah hantu yang entah bagaimana caranya.
Semula Suigetsu yang kesal-kesal pada author kini terganti senang bukan main melihat Karin pujaan tengah duduk di dalam stand.
"Ehehehe" kata Suigetsu yang segera berjalan medekati Karin.
"Halo cantik." Kata Suigetsu.
Karin mendengarnya sedikit merinding, biasanya orang yang menyebutnya cantik hanyalah orang yang selalu menguntitnya.
"Mencariku?"
Karin bengong tak menyahut.
'Oh iya, baru ingat. Kalau ngaku kekasihnya yang ada, nanti bakalan di cuekin. Duh harus gimana nie?' Batin Suigetsu.
"Karin, ini aku. Ino." Kata Suigetsu ngaku-ngaku jadi Ino.
"Syukurlah itu kau, Ino. Tadi kukira manusia ikan. Mana Naruto?" Tanya Karin.
"Ta... Tadi dia jalan-jalan dulu." Kata Suigetsu tergagap-gagap.
"Kenapa gagap? Kamu tidak tertular virus Hinata yang gagap kan?" Tanya Karin.
Suigetsu hanya bisa membantin, bagaimana nanti kalau Ino yang asli datang? Bakalan habis nih riwayat Suigetsu di tangan Sasuke akhirnya.
"Hei, kita harus mencari Naruto! Bagaimana dia di apa-apakan oleh siswa Sunagakure. Tadi para siswa Sunagakure berhasil kabur." Kata Karin.
"Iya." Kata Suigetsu cengar-cengir.
Karin segera saja menggengam tangan Suigetsu yang malah membuat Suigetsu serasa terbang ke surga.
.
.
.
'Anjrit, bisa-bisanya aku ketakutan seperti itu, mana teriak kayak lagi seperti perempuan. Ya Tuhan aku bersyukur dia tak mengetahui siapa diriku.' Batin Sasuke Narsis.
Sedangkan Naruto sudah pergi ke luar dan bersandar tepat di dinding tiang yang bertuliskan selamat datang.
'Apa yang harus aku lakukan.' Batin Naruto.
"Nar... Naruto, kamu ke.. Kenapa?" Kata seorang gadis bermata indigo sambil membawakan dua gelas minuman soda dengan menyodorkan soda ke arah Naruto.
"Eh.. Ah.. Tidak ada apa-apa.. Oh thanks." Kata Naruto sambil mengambil soda dari tangan Hinata lalu meminumnya.
"Pasti ada se... Sesuatu, kan." Kata Hinata sambil menatap wajah Naruto.
'Tuhan... Kenapa nih cewek peka? Kalau dia sampai tahu, habislah sudah.' Batin Naruto.
"Ti-ti..
"NARUTO!" Kata seseorang berambut kuning panjang dengan di ikat satu sengan mengunakan cosu sailormoon.
"Kamu kemana saja? Kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Ino cemas ke arah Naruto.
"Aku tidak apa-apa, kok. Memangnya ada apa? Lalu kenapa wajahmu seperti habis lari seratus putaran?" Tanya Naruto sambil menatap heran melihat Ino yang penuh keringat.
"Ha... Habisnya, tadi kamu bersama dengan anak kampung Sunagakure yang punya tampang pantat ayam." Kata Ino ngos-ngossan.
"Oh... UUAAPAA!" Kata Naruto histeris.
'Ya tuhan, mana tadi aku menyentuh tangan dia? Jangan-jangan nanti pantat ayam itu akan ngerape aku lagi, tidak. Aku tidak mau.' Batin Naruto.
"Kita segera ke kelas saja, biarkan pekerjaan kita dikerjakan oleh siswi di sini." Kata Naruto sambil berjalan mendekati Ino berserta Hinata.
Krekk
Krekk...
"Suara apa itu?" Tanya Ino sambil melihat Naruto dan hinata bergantian lalu mereka mulai berbalik ke arah belakang melihat tiang mau jatuh menimpa mereka.
Naruto langsung mendekap Hinata dan Ino dalam pelukannya.
BRAAK
Suara tiang jatuh menimpa tubuh di bagian punggung Naruto, Naruto bersyukur hanya dirinya yang terkena dan teman-temannya selamat.
"Ka... Kalian tidak apa-apa, kan?" Tanya Naruto sambil menahan sakit di punggung.
Ino dan Hinata yang mendengar suara Naruto mulai melihat wajah Naruto dari dekat.
"Apa yang kalian lakukan cepat menyinggir dari sini!" Kata Naruto, teman-temannya hanya diam tak berkutik hingga tanpa sengaja tangan yang menyentuh pundak teman-temannya kini dilepas dan mencoba mendorong temannya.
Hinata dan Ino yang merasakan sakit saat terdorong oleh Naruto, melihat Naruto yang berdiri tegap sambil menahan tiang dengan punggungnya.
"NARUTO!" Teriak Hinata Ino dan berbarengan.
'Bagaimana ini, Naruto terluka? Naruto Queen terluka? Apa gunanya diriku kalau tak bisa melindunginya?' Batin Hinata dan Ino.
"TOLONG!" Teriak mereka kompak saking mengkhawatirkan keadaan Naruto.
Beberapa siswi dan pengunjung yang mendengar teriakan minta tolong segera berlari.
Lalu dimana para siswa Sunagakure? Tentu saja mereka segera berlari sambil melepaskan topeng untuk menolong Naruto.
.
.
.
Sasuke dan sahabat-sahabatnya kini sudah ada tepat di hadapan Naruto dan mulai mencoba menahan tiang yang menimpa punggung Naruto.
"Bawa Naruto menjauh dari sini!" Benak Sasuke naring di dekat Naruto.
Hinata dan Ino segera menghampiri Naruto dan membawanya menjauh dari sana.
"Ayo guys, tunjukkan kehebatan kita." Kata Sasuke sok.
"Osh..." Kata sahabat-sahabatnya.
Dan sekarang tiang sudah kembali berdiri seperti semula dan di beri beban agar tak jatuh lagi.
'Bodoh, kenapa tak di beri beban? Dasar siswi asal-asalan.' Batin mereka.
"KALIAN!" Kata seorang pria membuat Sasuke dan sahabat-sahabatnya merinding.
"Kita masih memakai topeng kan?" Kata Sai.
"Sai, kita tak memakai topeng, kita hanya memakai wig." Kata Juugo.
"Ka.. Kalau begitu?" Tanya Suigetsu.
"Habislah kita." Kata Shikamaru.
Sedangkan Sasuke malah menyentuh mukanya, kira-kira masih ada tidak topengnya? Ya tentu saja tidak ada. Kan seperti itu dorama bakaleya.
.
.
.
Saat ini Naruto masuk ke ruang uks untuk mendapatkan pengobatan sedangkan siswa Sunagakure sepertinya perlu menyumbat telinga mendengar suara wakil kepala sekolah dengan wajah sangar
Aduh betapa takutnya mereka mendengar suara wakil kepala sekolah, padahal wakil kepala sekolah itu hanya lah seorang ibu. Suara ibu itu seperti nyanyian lagu gloomy sunday
Ya ampun, mereka mesti tutup telinga rapat-rapat. Tak terkecuali Shikamaru, dia malah bersyukur sempat menyumpal telinganya dengan kapas yang entah bagaimana caranya dia memakai tuh kapas.
'Sumpah, nie guru lagi ceramah atau lagi nanyi lagu seram sih? Sebodoh-bodoh amatnya aku, aku hapal betul tuh suara mirip dengan suara nyanyian gloomy sunday.
Tok
Tok
Tok
Suara pintu terketok dari luar membuat ibu wakil kepala sekolah itu berhenti berbicara yang tentu mendapat ketenangan hati dari para siswa Sunagakure.
"Masuk." Kata Ibu Karakura.
Cklek.
"Maaf saya mengganggu, Bu." Kata seseorang di balik pintu lalu segera masuk.
"Oh, kau Queen. Silahkan masuk, kalau anda mau, anda bisa duduk." Kata Ibu Karakura ramah.
'Jangan... Tuhan kumohon jangan sampai tuh bocah sialan mengatakan bahwa aku sempat ngerape dirinya. Aku masih mau sekolah. Nanti apa kata ibuku coba kalau sampai keluar dari sekolah? Yang ada bakalan di hajar habis-habissan nih.' Batin Sasuke.
"Kenapa mereka berdiri, Bu?" Tanya Naruto atau lebih tepatnya sengaja.
"Mereka akan segera dikeluarkan dari sekolah ini. Gara-gara mereka kau jadi terluka, kan." Kata Ibu itu sambil menatap cemas ke arah Naruto.
"WHAT?! Jangan sembarangan menuduh, Bu! Jelas-jelas kami menolongnya!" Kata Sasuke dan sahabatnya kompak.
"URUSAI!" Kata Ibu itu sambil menatap tajam ke arah Sasuke dan sahabatnya.
"Tidak apa-apa kok, Bu. Seharusnya ibu skros saja mereka." Kata Naruto.
"Diam loe rubah!" Kata Sasuke.
"Sebaiknya kau yang diam, pantat ayam!" Balas Naruto. "Sepertinya saya dan para siswa kampung ini tak ada urusan lagi di sini, sebaiknya kami permisi dulu." Kata Naruto senyum.
"Silahkan Queen" kata Bu Karakura ramah membuat para siswa Sunagakure yang ada di sana bergedik ngeri tak terkecuali Suigetsu yang wajahnya biasa-biasa saja.
'Memang apa pengaruh nama gelar Queen itu sampai ibu yang galak minta ampun ini langsung diam tak berkutik.' Batin Sasuke, Sai, Shikamaru dan Juugo.
Naruto segera pergi keluar dan diikuti oleh Sasuke yang masih tak terima di sebut anak kampung.
"Tunggu, bocah sialan!" Kata Sasuke sambil mengejar Naruto.
Teman-temannya hanya bisa berjalan keluar dengan santainya.
"Sasuke edan. Sempat-sempatnya ngejar cewek." Kata Juugo.
"Tapi aku heran, kenapa siswi disini begitu melindungi Naruto, takut banget kalau Naruto sampai kenapa-kenapa?" Kata Shikamaru
"Bukan hanya itu, ibu wakil kepala sekolah saja tunduk, memang siapa tuh cewek." Kata Sai.
"Aku dapat info dari bidadari siapa dia." Kata Suigetsu, " mau tahu?"
"Bohong!" Kata mereka kompak.
"Beneran."
FLASHBACK
Suigetsu senang bukan main saat Karin menggengam erat tangannya. Bagai serasa berada di surga batin Suigetsu.
"Kenapa kau begitu mencemaskan Naruto?" Kata Suigetsu.
"Bukankah kita sudah berjanji akan melindungi malaikat yang terindah di Konohagakure seperi Naruto. Kau tahukan ayahnya saja pemilik sekolah ini selalu meminta kita untuk menjaganya. Tapi kita menjaga Naruto dengan tulus mengingat Naruto. Aahh sudalah, jangan ungkit-ungkit masa lalu lagi, sebaiknya kita segera cari Naruto sebelum jadi mangsa para siswa Sunagakure." Kata Karin panjang lebar.
FLASHBACK OFF
"Aahhh, pemilik sekolah ini? Pantas saja semuanya tunduk pada dirinya." Kata Shikamaru.
"Tapi apa maksud Karin mengingat masa lalu?" Tanya Sai.
"Aku tak tahu, aku cuma dapat info segitu." Kata Suigetsu.
"Kalau begitu, sisanya kita cari siapa tuh cewek." Kata Juugo dan mendapatkan anggukan dari para teman-temannya.
.
.
.
Saat para Sasuke Cs mau pulang bersama-sama Naruto mengikuti Sasuke dengan santainya.
"Hei, bocah tengik sampai kapan loe ngikutin kami!" Kata Sasuke kesal.
"Ijinkan selama kau diskros aku tinggal bersamamu. Ya." Kata Naruto cengar-cengir.
"Tidak!" Kata Sasuke.
"Ya udah, kalau begitu aku bilang saja sama Ibu Karakura tadi biar kalian semua di keluarkan." Ancam Naruto dengan wajah senang.
"Eehh.. Tenang saja Sasu cuma bercanda, dia pasti bakal ngijinin kamu berada di tempatnya." Kata Sai.
"Jangan seenaknya saja ka- ITTAI!" Kata Sasuke terganti dengan teriakan kesakitan mendapat cubitan bokong dari Sai.
"Kebiasaan loe ya Sai, mau ngajak berantem nie ceritanya?"
"Cukup!" Kata Juugo menengahi.
Sai melepaskan blazer sekolahnya lalu memakaikannya di bahu Naruto.
"Kenapa kau tak mengganti pakaian sekolah? Kau bisa masuk angin memakai pakaian cosu begini." Kata Sai melihat baju Naruto memakai cosu Misa Amane.
"Habis kalau menggati pakaian tak bisa kabur." Kata Naruto.
"Lalu kenapa kamu tak membawa tas sekolahmu?" Tanya Shikamaru.
"Habis ada alat penyada di tasku sebagai tanda cinta dari ayahku." Kata Naruto.
Sasuke mendengarnya langsung cengo melihat ke Naruto.
'Jangan-jangan waktu aku ngerape nie bocah, ayahnya tahu. Aduh, bakalan jadi narapidana nih aku.' Batin Sasuke mikirin nasibnya nanti.
"Apa yang I..itu juga ayahmu tahu?" Kata Sasuke gagap.
Wajah Naruto blushing. "Tidak! Dasar bodoh! Jangan ungkit-ungkit itu lagi! Itu masa lalu." Kata Naruto yang sukses bikin Suigetsu, Sai, Juugo, Shikamaru menatap ke arah Sasuke.
'Masa lalu, Karin juga sempat bilang masa lalu.' Batin mereka.
"Aku hari ini ada acara kencan, jadi aku pergi dulu." Kata Shikamaru yang segera pergi.
"Aku dan Suigetsu mau pergi ke toko buku mau lihat-lihat komic terbaru yang ada di gramedia." Kata Sai sambil menyeret Suigetsu.
"Hari ini aku ada acara keluarga." Kata Juugo ikut pergi menyusul ketiga temannya dan tertinggallah Naruto dan Sasuke berduaan.
"Mereka pergi." Kata Naruto.
"Ya sudah, ke rumahku saja." Kata Sasuke pasrah bawa Naruto ke rumahnya.
.
.
.
Sesampainya di rumah Sasuke Naruto hanya bisa diam di depan pintu.
"Kecil." Kata Naruto
TWITCH
"Lepas sepatu dan kaos kakimu, lalu cuci tangan dan kakimu." Kata Sasuke.
"Aku tidak biasa cuci tangan dan cuci kaki. Aku biasanya mandi saja, gak perlu lagi begitu." Kata Naruto.
Sasuke segera saja menyeret Naruto ke kamar mandi dan sesampainya di sana Naruto hanya manggap-manggap tak mengerti, kenapa ada ember-ember berisi air.
"Ini tempat apa?" Tanya Naruto heran.
"Tuh ada shampoo, sikat gigi, odol, sabun di dalam gayung. Lalu ada gayung di dalam ember, gunakan tuh gayung dalam ember kalau mau mandi."
"Lalu dimana kamar mandinya?" Tanya Naruto.
"Ya di situ." Kata Sasuke sambil menunjuk.
"Apaa?! Tidak, kenapa aku harus mandi di tempat sejelek ini? Kau benar-benar rakyat jelata yang terkampung di muka bumi ini yah!" Kata Naruto
TWITCH
Sabar Sasuke, Sabar. Urat berkudat Sasuke terpampang jelas, tapi Sasuke harus bersabar.
"Aku tidak mau mandi di tempat suram begitu. Apa tak ada kamar mandi yang lain?" Kata Naruto.
Sasuke segera saja menyeret Naruto lalu menyiburkannya dengan air.
"Apa yang kau lakukan, Teme!" Kata Naruto tak terima di guyur oleh Sasuke.
"Memandikanmu, cerewet!" Kata Sasuke.
Tanpa aba-aba Sasuke membuka paksa wig maupun pakaian Naruto.
Naruto jelas memberontak tapi mau gimana lagi toh Sasuke dengan mudahnya melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Naruto.
Sasuke segera saja mengambil sabun batangan dan mengosoknya ke arah punggung Naruto.
"Jangan takut kayak kucing, siapa suruh dari tadi protes mulu!" Kata Sasuke.
Tapi pikiran Sasuke sedikit nista. Kenapa? Ya Sasuke ingat dia pernah ngerape nih bocah. Tapi bukankah Naruto itu laki-laki? Kok bisa punya kulit mulus?
Sasuke langsung ngambil shampoo buat rambut Naruto.
"Nih sisanya loe sikat gigi sendiri dan guyur badan loe sendiri." Kata Sasuke lalu berdiri meninggalkan Naruto.
.
.
.
Sasuke yang sudah keluar kamar mandi segera mencari handuk dan pakaian ganti untuk Naruto, tapi ngomong-ngomong badan Naruto itu mungil seperti perempuan, tak mungkin muat kan memakai pakaiannya. Sasuke punya ide, kenapa tak memberinya baju ibunya? Toh badan ibu Sasuke tak jauh amat tingginya dari badan Naruto.
"Sasuke pantat ayam! Pinjam handuk." Kata Naruto di dalam kamar mandi yang sepertinya sudah selesai mandi.
'Kenapa gue kayak babunya? Di sini rumah gue, tuan rumah gue, lantas kenapa tuch bocah harus diurusin? Emang dia masih bocah sd apa?' Batin Sasuke kesal.
Segera saja Sasuke masuk lalu melempar handuk ke kepala Naruto lalu.
Naruto langsung menggosokkan rambutnya ke handuk, tapi Naruto bingung.
"Mana handuk mandinya?" Tanya Naruto.
"Haah? Itu yang loe pake handuk mandi!"
"Tapi aku biasanya memakai handuk seperti baju gitu bisa menutupi tubuh lalu handuk beginian buat nutupin rambut." Kata Naruto.
"Ini bukan rumahmu, ini rumahku. Tentu saja hal seperti milikmu itu tidak ada, jadi biasakanlah." Kata Sasuke.
Naruto hanya bisa mengembungkan kedua pipinya. Entah kenapa malah makin manis batin Sasuke.
Sasuke langsung mendekati Naruto.
"Te.. Teme ngapain dekat-dekat?"
"Mau perban luka loe, memang mau ngapain lagi coba? Perban loe kan udah basah."
Naruto segera saja berbalik badan lalu dengan mudahnya Sasuke memperban punggung Naruto dengan posisi berdiri, usai di perban Naruto segera berbalik menghadap Sasuke.
"Lalu aku pakai baju apa? Bajuku kan basah berkatmu!" Kata Naruto.
"Tuh di luar udah aku siapin baju gantimu."
Naruto segera keluar dari kamar mandi dan keluar untuk melihat baju gantinya, dan betapa terkejutnya Naruto melihat baju tersebut.
"Kenapa?" Tanya Sasuke.
"Itu baju cewek!"
"Terus kenapa?"
"Kenapa kau tak meminjamkan bajumu atau ini bajumu sehari-hari?"
"Bukan, ini baju ibuku. Habis badanmu pendek seperti ibuku." Kata Sasuke.
Naruto hanya diam dan memakai baju tersebut walau agak heran dengan baju perempuan seperti anak gaul. Gimana gak gaul bajunya hampir mirip seperti baju vocaloid rin kagamine.
"Ibumu cousplayer?"
"Hn"
'Jaman sekarang gak nyangka masih ada ibu-ibu cosu selain ayahku sendiri?' Batin Naruto sambil mengenakan pakaian itu. #memang ayahmu itu seperti apa?
"Sasuke, toilet dimana?" Tanya Naruto
"Tuh" kata Sasuke sambil menujuk sebuah ruangan.
Naruto langsung masuk ke dalam dan.
"GGYYYAAAA!" Teraik Naruto sampai Sasuke segera masuk kedalam.
"Ada apa lagi? Berisik tauk!" Kata Sasuke.
"Mana toiletnya, aku udah gak nahan lagi." Kata Naruto.
"Itu closet." Kata Sasuke menunjuk ke bawah.
"Aah? Ini bukan kloset, kloset dirumah maupun sekolah tinggi, dan bisa duduk."
Sasuke terpaksa mengepal tangannya kuat-kuat menahan emosi saat ini, seandainya Sasuke tak mengingat apa yang diperbuat oleh Naruto sudah dapat dipastikan Sasuke akan memukulnya sampai babak belur.
'Manis-manis ngerepotin minta ampun!' Batin Sasuke.
"Memang kamu mau buang air besar atau buang air kecil?" Tanya Sasuke.
"Buang air kecil." Jawab Naruto.
Sasuke segera saja membuka celana Naruto dan memijit penis Naruto, tentu saja Naruto mulai tak tahan untuk pipis. Dan Sasuke segera meninggalkan Naruto yang sepertinya tak mau pipis, tapi karena Naruto tak bisa menahannya lagi akhirnya pipis juga.
"Sasuke, your idiot!" Kata Naruto di kamar mandi.
Sasuke balik lagi ke dalam wc sambil membawa sabun batangan.
"Tuh ada ember sama gayung loe simbur pake itu, jangan lupa loe cuci tangan loe pake sabun. Gue capek dengar suaramu cempreng itu, aku mau ke supermarket dan loe tinggal di rumah saja, dan jangan melakukan apa-apa! Cukup diem atau tidur aja loe di lantai." Kata Sasuke sok sambil ngasih sabun.
"Ikuut.." Kata Naruto.
"Gak!"
"Ikut.. Nanti Naru kasih banyak makanan deh saat jam istirahat di sekolah. Ya? Please" kata Naruto dengan wajah memelas.
Mau tak mau akhirnya Sasuke mengiyakan saking tak kuatnya melihat wajah Naruto yang seperti bidadari dan mendengar makanan. Dasar raja makan, cuma ingat istilah makan saja.
"Hasyimm." Kata Sasuke.
"Kamu jorok, Sasuke."
"Berisik." Kata Sasuke.
'Kenapa aku merasakan firasat buruk akan terjadi dan kenapa itu membuatku merinding? Ahh lupain, paling merinding gara-gara udara dingin.' Batin Sasuke.
.
.
.
Akhirnya Sasuke pergi ke supermarket bersama Naruto. Yah beginilah jadinya bila Sasuke membawa Naruto ke supermarket.
"Uwaaa sugoi, semuanya murah-murah." Kata Naruto dengan padangan berbinar-binar melihat banyak orang di sana.
Sasuke hanya bisa memegang kening kepalanya.
'Kira-kira salah gak ya gue bawa Naruto kesini?' Batin Sasuke. Tanpa banyak pikir Sasuke segera mengambil keranjang lalu menggengam tangan Naruto.
"Loh? Kenapa tanganku di pegang?" Kata Naruto.
"Kalau kau tak kupegang kita bakalan terpisah." Kata Sasuke yang malah menadapat wajah blusing Naruto sambil cengo tak percaya.
'Ter-terpisah, katanya bakalan terpisah? Apa dia sedang menggombal.' Batin Naruto.
"Habis di sini banyak anak kecil tersesat, terpisah dari kakak, bahkan ada yang diculik" kata Sasuke.
Naruto mulai berpikir lagi 'anak kecil tersesat, terpisah, diculik. Jangan-jangan...' Segera saja Naruto melihat Sasuke yang lebih tinggi darinya sedangkan Naruto berbadan pendek dari Sasuke.
Tanpa pemberitahuan, Naruto segera saja menginjak kaki Sasuke sekuat-kuatnya. Dan Sasuke pun melepaskan genggamannya dari Naruto.
"Gyaaa.. Dasar Dobe!" Kata Sasuke.
"Salahmu sendiri yang tadi bilang anak kecil. Merasa tinggi loe."
"Memang aku lebih tinggi darimu, pendek." Kata Sasuke.
Mereka hanya bisa menatap tajam yang penuh kebencian, oh ayolah masa dalam satu hari penuh begini kalian berdebat. Author saja bingung bagaimana caranya agar kalian bisa berjodoh di fic ini, apa perlu author ganti saja pairingnya #di chidori
Naruto terus berjalan mengikuti Sasuke, tapi padangan Naruto mulai melihat sisi kiri dan kanan.
"Teme, banyak makanan. Nanti ka- loh mana Teme?" Kata Sasuke yang mulai clingak-clinguk.
"Teme... Jangan tinggalkan aku." Kata Naruto berlari mencari Sasuke yang sudah tak ada lagi
.
.
.
Huff di sinilah Sasuke sibuk mencari bahan makanan.
"Dobe, kau mau makan apa?" Kata Sasuke tapi tak ada tanggapan.
Sasuke mulai memalingkan wajahnya mencari Naruto tapi tak ada Naruto.
"Ah... Dobe kau benar-benar MEREPOTKAN!" Kata Sasuke dengan penuh penekanan di akhir kalimat.
Sasuke segera saja mencari Naruto sambil mengelilingi dalam supermarket.
"Naruto." Kata Sasuke.
Sampai ada suara mikropon yang berbunyi "panggilan untuk Sasuke di mohon segera ke penitipan anak, di sini ada adik ada Naruto."
NYUT~
Entah kenapa kali ini tangan Sasuke benar-benar terkepal kuat-kuat lihat saja uratnya kelihatan begitu sampai bisa mengeluarkan nyut. Sepertinya Sasuke sudah kehabisan kesabaran nih.
Sasuke segera berlari melihat Naruto dengan mata berkaca-kaca di tempat penitipan anak.
Serasa hilang amarah Sasuke tadi melihat wajah Naruto persis seperti anak yang baru di tinggalkan orang tua.
"Sasuke." Kata Naruto sambil mendekati Sasuke.
Sasuke malah menjewer pipi chuby Naruto.
"Kau benar-benar ngeselin banget, makanya nurut-nurut saja kalau aku bilang pegangan tanganku. Bodoh!" Kata Sasuke.
DUAGH
"ITTAI!"
Naruto menginjak kaki Sasuke kuat-kuat. " Kau yang bodoh Teme." Kata Naruto langsung memeluk Sasuke. "Aku tadi benar-benar takut sendirian tadi, Teme bodoh!" Kata Naruto.
Sasuke kaget tapi tetap dengan wajah stoic, toh wajah Sasuke memang stoic buanget. Tapi Sasuke segera saja membalas pelukan Naruto.
"Sudah, sekarang tak apa-apa." Kata Sasuke sambil melepaskan pelukannya, lalu menggengam tangan Naruto. "Kali ini jangan di lepaskan tanganku." Kata Sasuke. Dan Naruto hanya mengangguk mengiyakan.
Akhirnya mereka keluar dari tempat penitipan anak sambil berbelanja bersama di supermarket.
"Sasuke lihat, daging ini harganya murah." Kata Naruto sambil menunjuk.
"900 yen? Itu mahal. Kita sudah membeli sayur dan ikan, kalau ditambah itu uangku tak cukup." Kata Sasuke.
"Ah? Padahal itu murah banget, jadi segitu harganya di anggap mahal oleh para rakyat jelata. Oh, kalau begitu pakai uangku saja." Kata Naruto sambil mengambil dompetnya dan memperlihatkan uang yang nolnya banyak.
Glek
"Tidak perlu, kau tinggal selama dua hari di tempatku jadi intinya kau harus memakan yang sama dengan keluargaku. Paham."
glek
Naruto tak bisa protes, dia nurut saja apa yang dikatakan Sasuke membuatnya penasaran bagaimana makanan untuk rakyat jelata seperti Sasuke.
Tanpa mereka sadari Sai, Suigetsu, Shikamaru, dan Juugo mengikuti mereka dengan aura yang tak terkira mengerikan.
"Akh, sialan. Sasuke malah kencan dengan gadis yang sempat gue suka." Kata Sai.
"Mana pegangan tangan lagi, aku saja belom dapat pacar." Kata Juugo
"Aku mau ketemu malaikatku dulu ja..."
Sai segera saja memegang tangan Suigetsu agar tak kabur. "Loe lupa, jangan menguntit cewek tuh lagi!" Kata Sai dengan horor sukses membuat Suigetsu meneguk air liur susah payah.
"Kira-kira mereka bakal ngapain lagi?" Kata Juugo.
"Ah sudah lupakan, yo pulang." Kata Shikamaru sambil menguap.
"Hei, masa tidak mengikuti mereka? Apa tidak penasaran dengan selanjutnya?" Kata Sai.
"Paling setelah ini mereka ML, kan mereka pasangan." Kata Shikamaru.
Mau tak mau mereka pulang tapi sepertinya mereka salah paham tentang hubungan SasuNaru. Ya sudalah toh cuma mereka saja yang salah paham.
.
.
.
Kini Sasuke maupun Naruto sudah sampai rumah, Sasuke segera saja mencuci sayur dan ikan yang di belinya dan Naruto hanya melihat Sasuke yang sibuk.
"Mau aku bantu, Sasuke?" Tawar Naruto berniat membantu Sasuke.
"Tidak." Kata Sasuke.
Tentu saja Sasuke menolak bantuan Naruto, mengingat Naruto anak orang kaya pasti bakalan tidak ngerti urusan rumah begini.
"Tapi ngomong-ngomong, ibumu kemana?"
"Ibuku paling pergi kerja jaga toko bunga."
"Oh... Lalu ayahmu?" Tanya Naruto.
Sasuke bukannya menjawab perkataan Naruto malah ngambil ikan lalu sayur dan memotongnya kecil-kecil.
Segera saja Sasuke masukin bumbu masakan dan bahan-bahan makanan ke dalam panci.
"Hei? Kenapa kau tak menanggapiku?" Kata Naruto kesal tak dihiraukan.
"Ayahku sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat berserta kakakku saat aku masih tk, jadi aku tak tahu apa-apa tentang ayahku." Kata Sasuke.
"Maaf, aku tidak sengaja." Kata Naruto merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, tapi bisakah kau menjawab pertanyaanku dengan jujur?" Kata Sasuke.
"Apa itu?"
"Kenapa kau tak mau pulang? Kau bilang tadi kabur, lalu apa alasanmu kabur dari teman-temanmu."
Naruto hanya bisa keringat dingin.
"Sasuke, masakannya sudah jadi belum? Aku kelaparan nih." Kata Naruto mengelak.
Sasuke terpaksa melihat pancinya dan mengaduk, lalu mulai mengambil piring, mangkok. Lalu memindahkan masakannya ke dalam mangkok dan tak lupa memasukkan nasi.
"Hore sudah masak, lalu makannya di mana? Di sini tak ada meja maupun kursi." Kata Naruto.
"Ya di lantai."
"Heehhh? Tidak sopan banget makan di lantai." Kata Naruto terkejut.
"Berisik! Mau makan kek, engga kek, terserah loe aja. Kalau makanannya habis, kau tidak akan bisa makan apa-apa untuk siang ini." Kata Sasuke yang mulai membawa mangkok, piring ke bawah dan kemudian berdiri mengabil botol minuman.
Mau tak mau, Naruto menurut saja lagi. Daripada dia mati kelaparan.
Sasuke makan dengan santainya, sedangkan Naruto ragu-ragu untuk memakannya karena bentuk makanannya agak aneh menurut Naruto. Masa nasi langsung di campur ikan? Biasanya Naruto makan itu semua terpisah-pisah.
"Yakin nih makanan manusia?" Tanya Naruto.
"Ya iyalah, buktinya saja aku makan." Kata Sasuke.
"Kamu kan ayam, ayam itu unggas, unggas itu hewan." Kata Naruto.
'Sampai kapan hambamu yang paling ganteng sedunia harus menghadapi bocah sialan ini, Tuhan.' Batin Sasuke narsis.
"Biar makanannya begini, rasanya enak dan lagi badanku bisa tinggi gak kayak kamu, cebol." Kata Sasuke.
Naruto langsung saja memakan makanannya, mudah-mudahan cepat tinggi badannya.
"Enak." Kata Naruto di sela-sela makanannya.
"Nah Naruto, katakan apa alasanmu untuk ikut denganku?"
"Tunggu setelah aku menghabiskan makanan ini."
"Jangan berusaha menghidar dari pertanyaanku, cepat jawab!" Kata Sasuke sedikit membentak dan menatap tajam ke arah Naruto.
Naruto mulai berhenti makan
"Aku hanya ingin bertemu seseorang." Kata Naruto dengan muka sedih.
"Eh? Cuma bertemu seseorang saja kau harus kabur dari temanmu? Apa kau sudah minta ijij pada orang tua?"
Naruto hanya menggelengkan kepalanya.
"Shit! Kalau begini namanya aku bakalan jadi korban semusa siswi Sunagakure." Kata Sasuke.
"Habisnya kalau tak begini aku tak bisa bertemu orang itu kalau ada teman-teman. Yang ada mereka pasti akan menganggangu."
"Tapi bukan begini caranya! Lalu apa maksudmu tadi nyebut-nyebut ayahmu!"
"Itu karena aku sangat yakin, kalau ayahku sampai mengetahui aku bertemu orang itu sudah dapat dipastikan orang itu tak akan mau menemuiku."
"Memang sehebat apa ayahmu? Apa dia jago berkelahi?"
"Kalau aku jadi kau, sebaiknya tidak usah bertanya tentang ayahku." Kata Naruto.
"Dobe, di dunia ini tak ada satupun yang aku takutkan selain harus jomblo mendunia." Kata Sasuke niru judul lagu Udin sedunia.
"Ini bukan lelucon, Teme!" Kata Naruto.
"Makanya ceritakan!" Bentak Sasuke.
FLASHBACK ON
Naruto yang masih berusia 13 tahun memasuki sebuah sekolah Suzuran khusus anak-anak remaja laki-laki hanya bisa ketakutan luar biasa mengingat selalu di bully oleh teman- temannya.
"Itu mince. Cantik banget ya hari ini. Aku punya permainan yang cocok buatmu, kau cukup diam saja." Kata seseorang remaja yang tak beda jauh dariku.
Padahal disini ada guru, tapi guru itu hanya diam dan melihat keadaanku saja.
Kini Naruto hanya bisa memberontak tapi Naruto tak bisa memberontak lagi saat kedua tangan Naruto digenggam erat oleh para murid
Guru yang tadinya duduk, sekarang malah datang mendekati Naruto.
"Begini, nih cara yang benar." Kata guru itu yang langsung saja membuka paksa pakaian Naruto hingga Naruto dalam keadaan bugil.
Dengan seenaknya saja guru itu menekan-nekan nipple Naruto dan mempelintirnya.
Para murid yang melihat gurunya melakukan pelajaran untuk orang dewasa malah ikut mencium dan mengigit kecil di leher tan Naruto.
Naruto yang berteriak memohon dihentikan kini tak bisa berbicara lagi saat guru itu melumat bibir Naruto.
Para murid disana malah memegang penis Naruto, bahkan sampai meremasnya.
"AAARRGGH!" Kata Naruto yang kesakitan saat guru itu memasukan sesuatu yang sangat besar kedalam holenya.
Dan sungguh tanpa pikir panjang guru itu melakukan perbuatan bejatnya pada seseorang murid yang tak pantas mendapat perilaku tersebut.
DUAGH
BUAGH
PLAKK
Suara seseorang memukul para siswa yang mengerubungi Naruto. Naruto kaget bukan main melihat seseorang pemuda yang tak jauh dari umurnya memukul para siswa dan memukul guru tersebut. Naruto takjub melihat pemuda tersebut.
"Kau guru apa bukan, haah?! Berani sekali mengajarkan hal senonoh pada seorang murid, sekali lagi kau melakukan itu tamatlah riwayatmu!" Kata seseorang berambut merah.
Naruto hanya bisa menangis mengingat apa yang telah terjadi pada dirinya.
"Jangan menangis, kau masih bersih! Kalau kotor, pasti guru itu mengeluarkan sperma di dalammu." Katanya.
Naruto ingin mengucapkan terima kasih tapi tidak bisa, karena Naruto pingsan.
.
.
.
Saat Naruto tersadar Naruto berada di dalam kamarnya di temani ibu, ayah, dan kakaknya.
"Kau sudah sadar Naruto. Oh syukurlah sayang, ayah janji akan mencari sekolah yang aman, yang mewah, dan dengan murid-murid yang menawan." Kata Ayahnya sambil meluk Naruto.
Tapi seketika Naruto mengingat semua kejadian yang terjadi di sekolah
"Ayah, mana siswa berambut merah?" Kata Naruto.
"Sudah pasti tuh cowok dikeluarkan dari sekolah bersama guru dan semua siswa yang ada di kelasmu, ayah janji. Ayah akan melindungimu 24 jam sehari, ayah tidak lagi mendidikmu keras untuk menjadi Raja, biarkan saja kakakmu yang ayah didik keras. Dan kau akan ayah ajarkan mulai saat ini menjadi Ratu." Kata ayahnya edan sukses membuat kakaknya bergedik ngeri mendengar perkataannya barusan.
"Nah Naruto makan dulu ya." Kata ibunya ramah.
"Ayah! Dia menyelamatkanku, harusnya ayah berterima kasih padanya!"
"Tenang saja, ayah akan membuat kehidupan keluarganya menderita." Kata ayah tenang
"Tidak! Dia menolongku, kalau ayah mencoba menyakitinya aku janji tidak akan nurut kata-kata ayah lagi."
"Baiklah."
Setelah Naruto mendengar perkataan Naruto, Naruto hanya bisa sedikit tenang.
Saat keadaan Naruto sudah sehat, Naruto mulai memasuki sekolah siswi yang terkenal mewah dan hanya para anak-anak kolongmerat yang bisa masuk ke sekolah ini.
Sebenarnya Naruto tidak mau masuk sekolah ini, berhubung Naruto mempunyai kenangan buruk di sekolahnya yang penuh siswa membuat Naruto tak punya pilihan lain.
Sekarang Naruto benar-benar mengikuti kata ayahnya hanya untuk menjadi Ratu sesuai kehendak ayahnya. Tapi Naruto sungguh takut memasuki sekolah ini, takut kejadian-kejadian masa lalunya terulang kembali. Anehnya para siswi di sini mau menerima keberadaannya, walau mereka semua tahu tentang masa lalu Naruto. Mereka malah menjadi teman sekaligus pelindung Naruto.
FLASHBACK OFF
"Jadi begitu, lalu yang ingin kutanyakan sekarang siapa orang yang kau maksud 'orang itu'?" Tanya Sasuke.
"Dia penyelamatku, tapi sepertinya dia hanya rakyat biasa bukan rakyat jelata seperti kau!" Kata Naruto.
"Cerewet, tapi untuk bertemu penyelamatmu kau harus punya foto orang itu."
"Aku tidak punya, tapi aku masih mengingat jelas seperti apa wajahnya." Kata Naruto.
"Baiklah aku akan membantumu."
"Benarkah? Tapi kau tidak bercanda kan?"
"Aku serius asalkan kau mau membantuku."
"Apa itu?"
.
.
.
TO BE CONTINUED
OMAKE
Hinata, Ino, Karin, berserta para siswi Konohagakure mencari Naruto ke seluruh penjuru sekolah. Bahkan para guru-guru mencari Naruto.
Sedangkan dikediaman Namikaze, Minato selaku ayah Naruto langsung meminta bantuan FBI yang di datangkan langsung dari Amerika hanya untuk mencari Naruto. Khushina ibu Naruto hanya bisa menenangkan suaminya yang ingin turun tangan mencari Naruto.
Tapi Kushina hanya bisa membantin. 'Mungkin saja Naruto jalan-jalan tanpa sepengetahuan siapapun, bete juga kan Naruto selalu diikuti kemanapun. Naruto kan perlu sedikit kebebasan dari ayah seperti Minato.'
.
.
.
Akhirnya sekarang sudah chap dua. Bagi yang sempat bilang ini Bakaleya, itu memang benar. Ehehehe habis ceritanya lucu jadi terbikin lach fic ini. Tapi di fic ini juga Misa-kun buat agak sedikit berbeda dari cerita bakelaya sebenarnya. Sekarang waktunya riview
miszshanty05: gomen kurang hot, habis lagi kehabisan stok ide nih... And sankyu n_n
989seohye: udach lanjut kok... Kalau masalah update doain ya and sankyu n_n
Naka-tan: ahahaha ini memang bakaleya cuma agak misa ubah sih dikit-dikit.. And sankyu n_n
Guest: gak berani janji dulu dalam masalah upadete mengupdate. And sankyu n_n
Princess Love Naru Is Nay: ehehehehe,, sekali-sekali bikin tak ada yg suka ama Sasu and di benci oleh semua siswi ekekekekekekk...
Armelle Eira: ahahaha habisnya kalau gak begitu Naru gak bakalan benci ama Sasu.. Pasti bakal ketahuan ohohoho. Mpreg? Hemm.. Masih gak tau juga... And sankyu n_n
Phoenix Emperor: sankyu banget n_n
Kkhukhukhukhukdattebayo: ehehehehe ada beberapa alasan khusus dimana Minato memasukkannya di sekolah khusus perempuan. Lemah? Eemmhh masih gak tahu juga sie.. Ehehehehe sengaja di buat sadis2... And sankyu n_n
Kannabelle: arigatou gozaimase n_n
Yuto: mungkin Minato sangat sayang banget sama Naruto yang manis jadi bakalan susah+ribet bila berurusan dengan Minato. And sankyu n_n
Ca kun: ini udch d lanjutin and sankyu n_n
Ukkychan: sankyu n_n... Sengaja bikin alurnya cepat pingin memunculkan Minato, biar kita bisa tahu seperti apa sikap Minato terhadap Naruto. Ehehehehe dorama bakelaya seru buanget, tapi Misa ubah dikitlah dari Dorama, kan rencana pingin bikin humor lalu akhirnya angst.. Ekekekekekkk
Hanazawa kay: Arigatou gozaimase n_n
Ruega Kaiba: memberontak kok, tapi Naru kan tidak kuat melawan Sasu.
Ahahaha arigatou untuk Runa yg ngasih nih akun ehehehe
Langsung meluk Runa, kangen nie.
#langsung di tendang
