I LOVE U LEE SUNGMIN
Main Cast
Lee Sungmin
Cho Kyuhyun
Other Cast
Lou YiXiao (Kyuhyun WGM partner)
Other SJ members
Pairing : Kyumin/Kuiyixiao
Rated : T
Warning : YAOI, BoysLOVE, cerita aneh dan pasaran, alur gaje, EYD failure, many typos
Disclaimer : This is just fanfic not real….okay? Please don't bash character
Don't Like Don't Read
Once more don't bash anything here
.
.
.
YeWook and KyuMin's Rooms
Ryeowook masih menunggui Sungmin yang masih tampak terpuruk. Tak satupun kata keluar dari bibir manis Sungmin. Untuk sekedar membagi keluh kesahnya pada Wookie. Dan Wookie terus menghela napas, bingung juga heran, apa yang harus dilakukannya sekarang?
.
.
Tak jauh beda dengan Wookie, Yesung juga mengalami hal yang sama. Kyuhyun tak berbicara sepatah katapun. Hening. Yesung juga tak berani terlalu ikut campur masalah pasangan Kyumin.
Namun, jika tak diselesaikan takutnya akan berdampak pada karier mereka berdua. Hal ini yang menjadi kecemasan utama Yesung, bagaimanapun publik sangat tahu sekali tentang hubungan dekat antar member SJ-mungkin lebih menjurus ke brothership- Yesung pun menghela napas. Bingung dan heran, apa yang harus dilakukannya sekarang?
.
.
Malam itu terasa suram, tak ada canda tawa seperti malam-malam sebelumnya. Rasa suram dan mencekam itu mungkin lebih dirasakan pasangan YeWook yang sejak tadi masih membujuk pasangan KyuMin untuk makan.
Kebetulan member lain yang memang memiliki jadwal diluar sehingga kejadian ini hanya menyisakan pasangan YeWook sebagai saksi matanya.
"Hyung, makanlah dulu," bujuk Wookie.
Sungmin terdiam di tempat tidurnya dengan wajah ditenggelamkan pada bantal kelincinya.
"Hyung, Jebal! Jangan seperti ini! Dari tadi kau tidak makan sesuap pun," bujuk Wookie sekali lagi berharap Sungmin meresponnya. Wookie menghela napas, dia pasrah. Jika begini memang tak ada cara lain selain meminta bantuan hyungdeul yang lain.
Wookie pun meletakkan nampan makanan pada sebuah nakas dari kayu mahoni di samping ranjang Sungmin.
.
.
Lagi-lagi tak jauh beda dengan Wookie. Kali ini Kyuhyun tak merespon ucapan Yesung. Rasa bersalahnya pada Sungmin benar-benar membuatnya seperti orang tuli-bisu.
"Kyu, makanlah walau cuma sedikit. Nanti kamu sakit lho," bujuk Yesung lembut.
Tak ada respon.
"Hah! Kyu, kumohon. Jangan seperti ini! Ini sama saja kamu menyiksa diri. Jika ingin Sungmin kembali maka bujuk dia seperti yang biasa kau lakukan," saran Yesung.
Hening.
Kyuhyun terdiam mencerna ucapan Yesung yang sesungguhnya memang benar. Dia harus merebut perhatian Sungmin seperti ketika mereka bertengkar dulu. Tidak sekali dua kali mereka bertengkar mungkin sudah puluhan kali namun, Kyuhyun selalu berhasil membujuk Sungmin kembali. Kali ini apa Kyuhyun sanggup?
.
.
Malam pun berganti. Rembulan pun tenggelam dan digantikan dengan mentari yang hangat. Wookie tertidur namun Sungmin sesungguhnya terjaga semalaman-Wookie mengira Sungmin telah tertidur karena posisinya tak berubah sejak semalam-
"Pagi, Hyung!" sapa Wookie.
Diam dan tak ada respon. Lagi-lagi seperti ini. Kelihatannya masalah Kyuhyun dan Sungmin bukanlah masalah yang easy.
Wookie tak ingin mengganggu Sungmin. Mungkin yang diperlukan Sungmin adalah waktu sendiri. Dia pun menuju dapur memastikan member SJ mendapat jatah sarapan pagi itu. Saat dia membuka pintu kamarnya, betapa kagetnya dia, Kyuhyun si magnae dengan polosnya berdiri di depan pintu kamarnya.
"Ah, Kyu! Apa yang kau lakukan? Kau mengagetkanku tau!"
"Mian, Hyung! Bagaimana Sungmin-hyung?" tanya Kyu dengan suara pelan.
"Kenapa kau menanyakannya padaku? Lebih baik kau pastikan sendiri saja!" ujar Wookie sinis.
Entah ada angin apa, pagi itu mood Wookie sedang tak baik. Mungkin karena gagal membujuk Sungmin untuk makan kemarin malam dan Kyuhyun yang tiba-tiba mengagetkannya membuat mood-nya semakin buruk.
Kyuhyun pun menyeret Wookie agak menjauh dari kamarnya.
"Hyung, Jebal! Beritahu aku bagaimana kondisi Sungmin-hyung? Kau tahu aku tak bisa tidur semalaman," ucapnya memelas.
Wookie pun menghela napas. Lelah.
"Dia buruk, kondisinya sangat buruk. Minnie-hyung tak mau makan, berbicara, bahkan posisi tidurnya kuyakin tak berubah sejak kemarin malam."
DEG
Jantung Kyuhyun serasa mau copot. Dia tidak menyangka masalah ini akan berdampak seperti ini. Tak pernah Sungmin seperti ini sebelumnya, biasanya jika dia marah pada Kyuhyun, dia tak akan bertingkah seakan-akan ingin mati perlahan. Kyuhyun semakin merasa bersalah. Apa ada cara yang dapat mengembalikan Sungmin kepadanya?
"Hyung, kumohon jaga Sungmin-hyung. Manajer menelponku, aku harus bersiap untuk drama musical, maafkan aku mungkin sementara ini aku dan Sungmin-hyung akan merepotkanmu," mohon Kyu.
"Ya, tak apa Kyu. Aku mengerti posisimu. Ya sudah kamu berangkat sana! Jangan sampai Manajer-hyung memarahimu."
"Gomawo, Hyung!"
Kyuhyun segera membereskan barang-barangnya. Kali ini dia tampil di luar kota Seoul. Hal ini tentu saja menjadi kendala usahanya untuk mengembalikan Sungmin kepadanya. Namun, apa mau dikata, pekerjaan yang tak bisa dibatalkan begitu saja olehnya harus dijalani suka tidak suka.
Sedangkan Wookie, dia menghela napas. Lagi-lagi. Dia tak mungkin membentak Kyu karena dengan entengnya lebih memilih pergi daripada membujuk Sungmin. Karena pekerjaan mereka yang membuat segalanya semakin susah.
Saat para pasangan di SJ bertengkar dan terlilit hutang kerja, mau tak mau masalah dengan pasangan harus di nomor duakan. Ya, inilah profesionalitas mereka sebagai bintang. Bukan hanya sekedar bintang jadi-jadian yang muncul dengan sensasi kemudian tenggelam tanpa arti.
.
.
.
In the Noon day
Sungmin yang sedari tadi telah keluar dari kamar YeWook kemudian menuju ruang TV. Sekedar menghilangkan penatnya. Dia lelah menangis dalam diam semalaman. Wookie tentu saja tak menyadari karena wajahnya tenggelam dalam bantal kelinci favoritnya.
Dia tak ingin merepotkan siapapun dengan masalahnya. Dari satu channel TV ke channel yang lain, hingga tak sengaja sebuah berita yang kembali menorehkan rasa sakit di hatinya. Tak hanya berita di dunia maya saja bahkan media elektronik dengan sangat nyata menampilkan kemesraan mantan kekasihnya Kyuhyun dengan mantan "istri" WGM-nya.
Lebih buruk dari sekedar bergandengan tangan-seperti foto di dunia maya kemarin- Kali ini Kyuhyun cukup berani melakukan adegan "kissing" dengan mantan partner-nya Lou Yixiao. Walaupun hanya sekedar cipika-cipiki dan cium dahi, namun itu sanggup membakar hati Sungmin yang masih sakit.
Air mata mulai menetes dan dia mengusap kasar air matanya. Begitu sakit. Tak hanya itu saja, tampak beberapa fans yang diwawancarai oleh sang reporter tampak antusias saat menanyakan "apakah pasangan KuiYixiao tampak ideal?". Lagi-lagi Sungmin menangis walaupun dia diam tapi hatinya seakan remuk dihantam godam besar. Dia terluka. Matanya menerawang jauh. Walaupun tampak seperti menonton TV namun pikirannya melayang entah kemana.
.
.
Sungmin POV
"Apakah pasangan KuiYixiao tampak ideal?" tanya salah satu reporter TV itu.
"Tentu saja, aku lebih suka Yixiao dibandingkan Sungmin oppa!" jawab salah satu fans Kyu.
JDEERRR
Seperti disambar petir, hatiku langsung hancur tak berbentuk. Mereka lebih menyukai gadis China itu dibandingkan aku? Aku tertawa sedih. Sungguh kali ini aku baru tahu, bahwa tak semuanya menyukaiku.
Aku masih bisa terima jika mereka membenciku karena aku jahat atau apalah. Namun, apa bisa aku terima jika aku sama sekali tak melakukan apa-apa? Apa aku jahat?
Mungkin aku adalah sosok menyebalkan yang selalu menempel pada idola mereka Cho Kyuhyun. Tapi apakah itu salah? Jika aku tahu akhirnya begini, mungkin aku akan memilih berpasangan dengan member lain. Hatiku sudah terlampau sakit.
"Kyuhyun oppa lebih serasi dengan Yixiao. Menurutku KyuMin couple itu terlalu berlebihan. Itu 'kan hanya rekaan semata sama seperti couple yang lain," ujar fans lainnya.
Rekaan semata? Apa itu artinya hubunganku dan Kyuhyun selama ini hanya pura-pura? Jika boleh, aku ingin lari kehadapan para fans "gila" Kyuhyun dan mengatakan aku tak pernah pura-pura mencintai Kyu. Aku sangat tulus mencintainya.
"Memangnya menurut kalian, Sungmin SJ itu bagaimana?" tanya reporter itu lagi.
"Ahhhh, kupikir Sungmin oppa suka sekali dekat-dekat Kyuhyun oppa. Terkesan dia suka ikut-ikutan. Dimana ada Kyuhyun oppa, disana juga ada dia. Dia seperti "stalker" dan seperti cari muka di depan Kyuhyun oppa. Heran juga kenapa Kyu oppa suka sekali fanservice dengan Ming oppa."
"Iya, aku juga kurang suka dengan Sungmin oppa. Dia terlalu dekat dengan Kyu oppa. Kyu oppa itu 'kan normal. Kalau dia dekat-dekat nanti Kyu oppa ga' laku-laku lagi. Hahahahahaha," ujar fans lain sambil tertawa.
"Jadi jika kalian diberikan pilihan, kalian pilih Kyuhyun dengan Sungmin atau Kyuhyun dengan Yixiao?"
"Kyuhyun oppa dengan Yixiao donk!" jawab mereka serempak.
"Kalau Kyuhyun oppa suka dengan Yixiao artinya Kyu oppa masih normal dan kami masih ada kesempatan jadi pendamping Kyu oppa, hehehehe," timpal fans lain.
Jawaban yang sama. Tak satupun yang menyukaiku bersama dengan Kyu. Mungkin mereka benar, aku memang suka dekat-dekat dengan Kyu. Jelas saja, aku kekasihnya. Kupikir setiap konser, fanservice-ku dan Kyu adalah yang selalu mendatangkan riuh bergemuruh dari fans ternyata dibalik semua itu ada mata-mata yang memandang benci padaku.
Memandang diriku seperti seorang "stalker" yang mengikuti kemanapun Kyu pergi. Dan saat ini aku hanya bisa menangisi kemalanganku.
Sungmin POV end
.
.
.
"Annyeong!" teriak dua orang namja tampan dari arah pintu masuk.
"Annyeong, Hyung!" jawab Wookie yang kebetulan membukakan pintu bagi kedua hyung-nya.
Ya, itu Siwon dan Donghae. Wajah lelah mereka menyiratkan bahwa mereka baru pulang dari pekerjaan yang mencekik namun mau bagaimana lagi itulah pekerjaan mereka sebagai pemain "OPERA".
Lelah dan kesal tak mungkin ditunjukkan secara nyata ke publik karena pastinya akan berdampak buruk. Hanya senyum dan ucapan "kami baik-baik saja dan kami sangat senang hari ini" yang harus terlontar dari mulut mereka. Tak boleh menunjukkan rasa lelah bahkan umpatan kesal. Memang berat menjadi seorang bintang.
Siwon yang melewati ruang TV kaget melihat hyungnya yang paling manis tampak seperti manusia tak bernyawa atau lebih tepatnya seperti mayat hidup. Memang dia melihat Sungmin menonton TV namun Siwon tentu sadar bahwa hyung-nya itu tidak benar-benar sedang menonton. Merasa aneh, Siwon menunda niatnya menyapa Sungmin dan memilih kembali ke dapur mencari Wookie dan Donghae.
"Wookie-ah!" panggil Siwon.
Wookie yang merasa dipanggil pun menoleh.
"Ada apa, Hyung?"
"Apa yang terjadi di sini? Kenapa aku merasa ada sesuatu yang janggal?"
DEG
Wookie terdiam. Memang susah menutupi sesuatu hal yang kentara dari hyung-nya ini. Siwon cukup perhatian pada semua member dan tentu saja dia jeli melihat keadaan yang jelas-jelas sangat awkward ini.
Entah sudah berapa kali Wookie menghela napas. Namun, kali ini dia ingin menceritakan apa yang terjadi. Donghae yang tadi hanya diam, mulai antusias dengan apa yang ingin diberitahu dongsaeng-nya itu.
"Hyung, sesungguhnya Sungmin-hyung dan Kyuhyun kemarin sudah putus," ujar Wookie singkat dan jelas.
"MWO?" teriak Donghae.
"Ssstttt! Jangan teriak-teriak seperti itu, Hae-ah!"
"Mian, Siwonnie. Aku hanya tak menyangka mereka…mereka pu..tus."
"Kenapa bisa seperti itu? Wookie, ceritakan selengkapnya!" suruh Siwon.
Wookie pun menceritakan detailnya pada mereka berdua-tentu saja Wookie tidak tahu masalah fans Kyu- dia menceritakan tentang Kyu yang membatalkan janji demi mantan "istri" WGM-nya.
Walaupun itu salah satu penyebabnya, namun ucapan fans Kyu pada Sungmin lebih membuat hatinya terluka dan itu tak diketahui oleh orang lain. Hanya Sungmin yang tahu dan merasakannya.
Donghae dan Siwon tak percaya. Terlebih Donghae yang notabene memiliki hubungan khusus dengan Eunhyuk-dance machine SJ- dan Siwon yang diam-diam juga menjalin kisah kasih dengan Kibum-Snow White SJ-.
Bagaimana bisa pasangan KyuMin yang terkenal bisa berakhir seperti itu? Dan Donghae tak menyangka Kyu lebih memilih pasangan WGM-nya yang baru dikenalnya beberapa bulan daripada Sungmin yang telah dikenalnya bertahun-tahun.
Jika dia di posisi Kyu, Donghae akan memilih menepati janjinya pada Hyukjae daripada pasangan WGM yang baru dikenal dan hanya menjalin kasih secara fake.
Siwon yang biasanya tenang, tampak mengepalkan tangannya. Saat masalah seperti ini, Kyu malah pergi-walaupun Siwon tak sepenuhnya menyalahkan Kyu- Namun, setidaknya Kyu menyelesaikan masalahnya dulu dengan Sungmin baru pergi ke luar kota. Tapi apa mau dikata nasi sudah menjadi bubur. Siwon, Wookie, maupun Donghae tak bisa berbuat apa-apa.
Siwon, Wookie dan Donghae pun melirik Sungmin dari balik tembok ruang TV. Mereka tampak kasihan melihat kondisi Sungmin seperti raga tanpa jiwa. Dan-lagi-mereka bersamaan menghela napas, lelah. Terlalu lelah melihat member lain tersakiti. Apalagi Sungmin juga salah satu moodmaker setelah Heechul pergi wamil. Melihat kondisi Sungmin yang pastinya tak akan membaik, Siwon pun mengusulkan merapatkan ini dengan para hyungdeul yang lain.
Siwon pun menghubungi satu per satu hyungdeul-nya yang masih tersisa terutama Leeteuk-leader SJ- Dia adalah orang pertama yang harus tahu masalah ini karena bukan hal yang tidak mungkin jika masalah ini nantinya akan mempengaruhi kondisi SJ.
.
.
.
At KangTeuk's Room
Semua member SJ-minus Kyuhyun, Sungmin, Kibum, Heechul, dan Hankyung- berkumpul di kamar KangTeuk. Kali ini Kangin-baru menyelesaikan wamil- turut ambil bagian setelah sebelumnya absen selama 2 tahun dan tak tahu menahu tentang kondisi para hyungdeul maupun dongsaengdeul-nya di SJ.
"Baiklah, kali ini aku mengumpulkan kalian karena katanya ada masalah serius pada salah satu member kita. Wonnie, beritahu kami apa yang terjadi!" titah Leeteuk.
"Lebih baik Wookie dan Yesung-hyung saja yang menceritakannya, Hyung."
"Baiklah kalau begitu. Wookie, Yesung!"
Wookie dan Yesung pun menceritakan kronologi kejadian putusnya pasangan Kyumin. Seluruh member mendengarkan dengan serius namun ada pula yang sambil bermain Ipad-nya. Shindong tampak mengutak-atik Ipad-nya namun tentu saja dia mendengar penuturan pasangan YeWook. Tiba-tiba mata Shindong membulat kaget, seakan akan mendengar berita kiamat.
"What the hell, apa-apaan ini!" teriak Shindong.
Tentu saja semua member kaget akan teriakan Shindong dan menatapnya tajam. Kangin yang duduk paling dekat dengan Shindong, memukul bahu teddy bear SJ itu.
"Diamlah! Kita sedang serius nih!" ucap Kangin kesal.
"Ah, Mian! Tapi kalian harus lihat ini!" ujar Shindong sambil menunjukkan apa yang membuatnya berteriak seheboh itu.
Semuanya kaget. Sangat kaget. Tak menyangka hal yang paling mereka takutkan terjadi. Fans mem-bash Sungmin dan mengatakan hal yang kurang mengenakkan. Jika mereka di posisi Sungmin dipastikan mereka akan menangis sedih. Tak hanya satu mention yang menjelekkan King of Aegyo SJ itu tapi hampir 10 mention lebih. Sebanyak itukah? Alasannya simple, mereka tak suka KyuMin couple. Bagi mereka couple itu terlalu mengada-ada.
"Ini 'kan fans-nya Kyu?" tanya Eunhyuk.
Mereka semua tampak berpikir. Apa jadinya jika seluruh fans membenci pairing mereka? Apa artinya mereka harus mengorbankan rasa cinta mereka pada pasangan sesama jenisnya? Ini akan semakin sulit.
Leeteuk sebagai leader mencoba untuk berpikir bijak. Setidaknya dia sadar alasan lain kenapa Kyu dan Sungmin bertengkar. Ucapan fans memang seperti belati. Tak akan berhenti sebelum menembus jantung.
Namun, Leeteuk tidak mau gegabah karena pastinya semua member memiliki hak yang sama untuk mencintai pasangan mereka walaupun tak wajar. Jika diakhiri pastinya semua akan tersakiti. Akhirnya seluruh member di kamar KangTeuk mulai memutar otak untuk meredam ucapan fans yang terbilang sangat keterlaluan.
.
.
.
At YeWook's Room
Sungmin yang sejak tadi hanya menatap langit-langit tak sadar Wookie tak ada bersamanya. Mungkin karena terlalu jauh pikirannya melayang, mem-flashback setiap adegan demi adegan yang terjadi antara dirinya dan Kyuhyun. Tak dapat dipungkiri terbersit rasa sesal di hatinya karena terburu-buru menyampaikan kata "putus" pada Kyuhyun. Dia terlalu mencintai namja itu.
.
.
Sungmin POV
"Kenapa semakin lama aku semakin memikirkannya? Ahh tidak boleh. Ayolah, Minnie lupakan dia, lupakan dia."
Aku semakin terpuruk karena ucapanku tempo hari, sungguh berat berpisah dengannya. Namun apa mau dikata, ini adalah jalan terbaik untukku dan dia. Kulihat lagi picture di handphone-ku, sungguh bahagia.
Aku dan dia tersenyum bahagia dan merasa memiliki satu sama lain. Tak ada orang ketiga, tak ada hujatan dari fans, semua berjalan sempurna dan baik-baik saja. Sedih, itu yang kurasakan saat ini. Berulangkali mencoba melupakannya malah menambah beban hatiku. Kupejamkan mataku sejenak dan aku berucap.
"Lee Sungmin, lahir menjadi orang yang baru dengan hidup baru dan lembaran baru."
Aku pun menyunggingkan senyum lebarku. Seakan-akan bebanku telah hilang. Kuharap ini efektif. Tiba-tiba…
Kriiiiuuuukkkkk
"Eh?"
Ah, rupanya aku lapar. Benar juga sudah 2 hari ini aku tak makan apapun. Begini-begini juga, aku tak mau nantinya mati konyol. Kalau begitu aku lebih baik melihat apa yang dapat kumakan di dapur.
Sungmin POV end
.
.
Sungmin melangkah keluar menuju dapur, dia pun tersadar bahwa dorm sangat sepi hari ini.
"Kemana para hyungdeul dan dongsaeng-ku? Kenapa sepi sekali? Ah, sudahlah mending aku makan dulu!"
Para member pun keluar, setidaknya mereka ingin menghibur Sungmin. Secara tak langsung mereka merasakan rasa sakit dihujat oleh fans Kyu. Apalagi kata-kata kasar seperti "banci", "tak laku", "sok imut", dan kata-kata kasar lainnya.
Ah, sungguh menyedihkan, sayangnya mereka tak bisa berbuat banyak. Leeteuk yang kebetulan ingin mengambil air minum pergi ke dapur dan tak sengaja berpapasan dengan Sungmin yang sedang makan dengan lahap. Leeteuk terkejut.
"Hyung, kau darimana saja?" tanya Sungmin polos.
"A..anu..aku tadi dari kamarku," ucap Leeteuk ragu.
"Owhhh!"
Leeteuk tampak berpikir, kondisi Sungmin tak tampak seperti orang putus cinta. Malah sebaliknya, seperti tak terjadi apa-apa. Sesaat kemudian, Wookie dan Yesung pun ke dapur. Dua orang saksi mata pertengkaran KyuMin malah lebih terkejut lagi-terutama Wookie yang mati-matian membujuk Sungmin untuk makan- melihat Sungmin tersenyum manis ke arah mereka.
Ketiga orang di ruangan itu tampaknya berpikir satu hal yang sama.
"Apakah Sungmin sudah "gila"?"
TBC/END
Readers boleh menghajar saya #plak
Padahal janjinya cuma dua chap eh malah jadi multi chap. Mian ya readers, sulit sekali membuat masalah se-complex ini menjadi hanya dua chap. Ya, biar ga gampang Kyu dapat maaf dari Ming, sapa yang setuju dengan saya? Angkat kaki! #abaikan.
Mungkin masalah lebih complex-nya di chap depan. Saya belum bisa memprediksi berapa chapter ff ini. Hal ini karena imajinasi saya semakin lama semakin merajalela dan menuntut pelampiasan #ah bahasanya!
Tapi, saya harap readers menyukainya.
Untuk curcol saya kemarin ternyata banyak merespon, baguslah kalo begitu. Artinya, readers disini benar-benar seorang ELF, saya sangat setuju sekali. Mem-bash salah satu personel SJ yang aktif, vakum ataupun sudah keluar adalah hal yang ga dibenarkan. Bukankah lagu "Superman" SJ menyebutkan mereka adalah 13 bintang walaupun akhirnya tidak segitu yang tersisa. Mereka saja masih menganggap yang ga ada, masih ada bersama mereka. Masa kita ga bisa bersikap seperti mereka? Hehehehehe, setuju ga?
Banyak yang nanya siapa bias saya? Saya adalah siwonest dan snower. Namun, saya sangat menghormati bias yang lain. Oke segini dulu curcol-nya. Jika ingin dilanjut silahkan review, jika tidak saya akan hapus ff ini. Arigatou!
