7 tahun sebelumnya..
Mansion Uzumaki..
Ruang Makan..
"Kaa-sama aku mau orang ini menjadi suamiku", kata seorang anak kecil berambut kuning, bermata biru dan yang mempunyai tanda lahir berupa 3 garis memanjang layaknya kumis kucing di kedua belah pipinya. Tak lupa anak kecil itu menunjukkan sebuah majalah yang di pegangnya.
Dan yang dipanggil oleh Kaa-sama oleh anak kecil itu pun meraih majalah yang telah ditunjukkan oleh anaknya tadi dan melihat bahwa majalah itu merupakan majalah bisnis yang baru terbit bulan ini.
"Siapa orang yang kau maksud Naru-chan??"
"Ini Kaa-sama, bukankah dia sosok yang pantas untuk menjadi pendampingku??" Dibukanya majalah itu dan tampak sebuah keluarga terpampang di sana. Tangan kecilnya pun kemudian menunjuk pada sesosok anak laki-laki kira-kira berumur 15 tahun, berambut hitam jabrik seperti ayam, bermata hitam kelam, berkulit putih pucat.
Kushina nama sesosok yang dipanggil Kaa-sama itu pun melihat lebih jelas apa yang dipampangkan oleh anaknya di depan matanya. Sungguh keluarga yang dilihatnya ini seperti bermuka tembok, datar dan dingin, sangat berbeda sekali dengan latar belakang keluarga Uzumaki-Senju-Namikaze nya itu.
"Apakah kau yakin Naru-chan?? Kalau dia tidak menyukaimu bagaimana??"
"Siapa yang tidak akan suka kepadaku Kaa-sama, dia tidak menyukaiku sekarang karena dia belum mengenalku. Huft!! Pokoknya aku mau dia menjadi suamiku, titik!!!" Kata anak kecil berumur 10 tahun yang kemudian berlalu pergi dan meninggalkan ibunya sendirian di ruang makan.
Wanita berambut merah itu pun hanya bisa menghelakan nafasnya berat, kemudian mengangkatkan tangannya dan menjetikkan jarinya, dengan seketika muncul 9 orang berpakaian serba hitam di sana.
"Kalian sudah dengarkan apa yang anakku itu mau?? Laksanakan secepatnya, sebelum anakku itu melakukan tindakan ekstrim seperti menculik bocah laki-laki itu dan membunuh semua keluarganya."
"Baik Nyonya, akan segera kami laksanakan", kata 9 orang itu dengan serempak, yang setelah mereka mengucapkannya, menghilang pergi dari tempatnya berada tadi.
xXx
Satu minggu setelah itu terdengarlah kabar mengenai perjodohan antara si bungsu Uchiha dengan si bungsu putra Uzumaki-Senju-Namikaze yang mana satu bulan setelahnya langsung diadakannya acara pertunangan diantara ke dua clan tersebut.
xXx
6 tahun sebelumnya..
Terjadilah kejar-kejaran/kejar-mengejar/kejar-dikejar dan atau dikejar-mengejar antara Bungsu Uchiha dengan Bungsu Namikaze.
Pihak yang mengejar: Naruto Namikaze Senju Uzumaki
Pihak yang dikejar: Sasuke Uchiha
"Damn Teme!! Bisakah kau tidak lari dariku!! Aku sungguh mencintaimu, ayo kita segera menikah!! Pertunangan tidak lagi cukup bagiku!!"
"Dobe!! Sudah aku katakan berkali-kali, aku tidak ingin menikah dengan bocah 10 tahun sepertimu!!"
"Aku sudah 11 tahun Teme!! Apa kau lupa kemarin adalah ulang tahunku yang ke 11??"
"Aku tak peduli!! Pokoknya aku tidak mau ya tidak mau!!"
Sasuke pun lari dari satu kota ke kota lain, dari satu propinsi ke propinsi lain, bahkan dari satu negara ke negara lain, melewati lautan, samudra dan benua, semua telah diarungi dan dilewati oleh Sasuke agar terhindar dari kejaran Naruto.
xXx
Present Time..
Di sebuah mansion mewah, Yang Tersembunyi adalah nama dan letak dimana mansion itu berada..
Tepatnya di sebuah ruang rahasia..
"Bagaimana kabar dari tunanganku itu??"
"Tunangan tuan lagi-lagi dekat dengan wanita lain setelah wanita yang sebelumnya berhasil kami singkirkan Tuan Muda."
"Hmm.. singkirkan lagi wanita penganggu itu."
"Baik Tuan Muda."
Dan suruhannya pun menghilang.
Sasuke Darling, kau tak akan bisa hidup sejahtera dengan wanita lain dan laki-laki lain selain dengan diriku. Jadi nikmatilah kematian demi kematian para wanita dan lelaki tercintamu itu Bastard Teme!! Mereka akan mati dengan 'normal' ataupun dengan kecelakaan yang terlihat alami dan tidak disengaja Sasuke, pikir Naruto dengan seringai gilanya.
Dan aku tidak melanggar janjiku kan Sasuke, aku hanya melakukan apa yang aku inginkan tanpa melanggar apa yang kamu inginkan dariku..
Setelah itu terdengarlah suara tertawa mengerikan di ruang rahasia itu. Beruntung tidak ada orang yang bisa mendengar tawanya. Jika ada, maka tak ada yang bisa keluar hidup-hidup untuk menceritakannya kepada orang lain setelah mereka mendengar tawa setannya itu.
xXx
xXx
7 tahun sebelumnya..
Di Mansion Uchiha..
"Mother kenapa saya harus bertunangan dengan bocah itu??"
"Kau harus melakukannya Sasuke, ini demi kebaikan keluarga kita."
"Tapi ibu.."
"Tidak ada tapi-tapian Sasuke, Naru-chan sangat menyukaimu dan aku sebagai ibumu hanya bisa berharap kau juga akan bisa membalas perasaannya suatu saat nanti. Sebelum semuanya terlambat.."
"Sebelum semuanya terlambat?? Apa maksud ibu??"
"Ahh.. bukan apa-apa Sasuke, tak usah kau hiraukan kalimat terakhir ibu itu."
xXx
4 tahun sebelumnya..
"Hupp.. Yayy!! Akhirnya aku bisa menangkapmu Sasuke!!"
"Kau tidak menangkapku Dobe. Kau berhasil karena aku sudah capek atas permainan kejar-kejaranmu selama 3 tahunan ini."
"Well, kau akhirnya sadar juga Sasuke kalau kau tak akan bisa lari dariku di bumi yang sempit ini. Aku akan selalu bisa menemukanmu dimanapun dan kemanapun kau berada. Camkan itu Sasuke!!"
"Tapi bukan berarti aku mau menikahimu setelah kau berhasil menangkapku.."
"Why?? Bisa kau tunjukkan mengapa kau tak mau menikahiku Sasuke??"
"Kalau aku tunjukkan, kau mau apa??"
"Aku akan merubah tingkah lakuku atau apa pun itu Sasuke, supaya kau mau menikahiku.."
"Aku tak yakin apa yang kau lakukan akan bisa merubah keputusanku terhadapmu Naruto.."
"Kau tak akan tahu sebelum kau mengatakan apa itu Sasuke, apa pun yang kau minta akan aku kabulkan. Tenang saja, percayalah kepadaku!!"
Sasuke hanya memasang wajah poker facenya, tidak mau menunjukkan sedikitpun apa yang ada dipikirannya dan apa yang dirasakannya melalui wajah datarnya itu. Dan setelah hampir setengah jam ia diam di tempat memasang wajahnya itu di depan Naruto, akhirnya dia pun mengatakan..
"Hn."
"Huhh?? Apa Sasuke??"
"Apa pun yang kau lakukan selama ini, aku ingin kau melakukan sebaliknya Naruto.."
"Maksudmu Sasuke?? Kau ingin aku.."
Naruto tak berani mengucapkannya, lidahnya kelu ketika ia ingin mengatakannya di depan Sasuke..
"Sampai.. sampai ka- kapan Sasuke??"
"Sampai aku mengatakan cukup."
"Dan setelah itu, kita akan menikah??"
"Setelah aku rasa itu cukup."
"Okey.."
"Hn."
"Bye Sasuke.."
"Hn."
xXx
Present time..
Mansion Uchiha..
Ruang Kerja Pribadi Milik Bungsu Uchiha..
"Tuan, wanita berambut merah yang 7 hari lalu makan malam bersama dengan anda untuk membicarakan bisnis terbaru, sekarang telah tewas mengenaskan akibat kecelakaan beruntun yang terjadi di kota Tokyo satu jam yang lalu Sasuke-sama."
"Hn."
"Sedangkan wanita berambut kuning yang secara tak sengaja masuk ke kamar hotel anda 5 hari yang lalu di temukan telah terkena gigitan ular berbisa ketika wanita itu sedang melakukan penelitian di sebuah hutan lindung di Kalimantan, Indonesia Tuan Muda. 7 jam karena kurangnya perawatan dan jauhnya letak rumah sakit, wanita itu telah tewas dihari yang sama, Sasuke-sama."
"Hn."
"Wanita berambut pink yang secara sengaja memberikan kartu namanya untuk melakukan konsultasi mengenai project terbaru dibidang teknologi kesehatan 3 hari yang lalu, kemarin tewas terpotong-potong setelah secara tak sengaja jatuh dari kapal pesiarnya Tuan. Ia terkena putaran baling-baling kapal itu Sasuke-sama."
"Hn."
"Wanita ya-"
"Stop Juugo. Ada berapa lagi yang ingin kau sampaikan kepadaku??"
"Masih ada 2 wanita lagi tuan muda, dan juga 2 orang laki-laki, setidaknya untuk minggu ini."
"Huh?? Laki-laki??"
"Iya tuan, laki-laki yang punya obsesi berlebihan dengan ular dan asisten pribadinya."
"Ohh.."
"Sasuke-sama tak mau menyelidikinya?? Ini memang terlihat seperti kematian dan kecelakaan yang umum dan bisa saja terjadi pada siapa saja. Tapi entah mengapa aku merasa ada yang ganjil di setiap kematian-kematian mereka. Dan ini sudah terjadi hampir 4 tahun yang lalu. Awalnya memang tidak begitu terlihat tapi lama-kelamaan semua semakin jelas dan jelas Tuan."
"Hmm.. sejak kapan kau menjadi Detektif huh Juugo??"
"Maaf tuan, saya hanya khawatir mengenai keselamatan Tuan itu saja. Mengingat semua korban yang telah tewas setidaknya pernah secara sengaja tak sengaja bertemu dan berinteraksi dengan tuan."
"Tak usah kau pikirkan Juugo, apa pun itu, mereka tidak akan melakukan apapun untuk bisa mencelakakanku. Seseorang hanya merasa cemburu, itu saja."
"Maksud tuan??"
"Sudah kerjakan apa yang sudah sepantasnya menjadi pekerjaanmu Juugo, atau kau ingin dirimu aku pecat??"
"Tidak tuan, maaf atas kelancangan saya tuan. Saya permisi tuan.."
"Hn."
#tbc
