Terdengar derap langkah kaki yang memecah keheningan malam

Drap... Drap... Drap...

Dari kejauhan dapat dilihat ada dua sosok yang sedang berlari di dalam kegelapan

Kita harus mengejarnya. Jangan sampai lolos!

Aku mengerti!

Kedua sosok yang memakai pakaian khas penjaga kuil itu dikenal sebagai pembasmi iblis

Hinata bersiaplah dia akan menyerang kita!

Tugas berat yang harus mereka lakukan setiap waktunya demi menjaga kedamaian manusia

Sudah kubilang aku kemari bukan untuk mencari masalah!

Tak ada satu kata pun yang dapat dipercaya dari omongan seorang iblis!

Baiklah kalau kalian memaksa...

Suatu kewajiban yang membuat mereka selalu berada diantara hidup dan mati...

Kyaaaa!

Hinata!

Maafkan aku...

Warning : OOC, Some OC, Hina-centric, typos

Genres : Romance/Fantasy/Angst/A lil bit humor

Pairing : SasuHina as main pair and other hints

Rate : T

Naruto Masashi Kishimoto

By : Winter And Rain

xxx

Calendula Of Moonlight

Chapter 1

(The Evil Begin To Show Their Face)

.

.

Paginya di kediaman Hyuuga...

.

Pagi itu hampir seluruh penghuni kediaman Hyuuga berkumpul dalam satu ruangan. Ada Hanabi, Neji, bahkan sang kepala rumah tangga itu sendiri juga ada di sana dengan didampingi beberapa orang pelayan.

"Kenapa kalian semua berkumpul di sini... ?" tanya gadis manis yang memiliki rambut panjang berwarna indigo ketika siuman.

"Apa kau tidak ingat? Semalam kau terkena serangan dari iblis yang sedang kita kejar... " jelas Neji mengingatkan kejadian semalam yang mereka alami saat mengejar sosok iblis yang menyelinap ke dalam kediaman mereka.

"Kejadian semalam... Aku mengingatnya... Maaf karena aku telah gagal," ucapnya yang malah jadi merasa bersalah lantaran dia tidak berhasil meringkus iblis yang dia kejar.

"Sudahlah, Hinata. Kau tidak perlu terlalu memikirkannya. Lain kali kau pasti jauh lebih baik," kata Hiashi dengan bijak sambil mengelus rambut panjang indah milik putri berharganya yang bernama Hinata. Walaupun sebenarnya gadis itu bukanlah putri kandungnya sendiri.

"I-iya, terima kasih!" balas Hinata yang jadi sedikit gugup.

"Sekarang kau istirahatlah dulu. Kalau butuh apa-apa kau bisa memanggil Ayane untuk membantumu".

Setelah itu satu-persatu dari mereka pergi keluar meninggalkan Hinata untuk memberikan ruang bagi gadis itu beristirahat.

ooo

Sementara itu di Konoha High School...

.

Seorang gadis berambut biru gelap berjalan menaiki anak tangga dengan tergesa. Dia tidak peduli dengan semua mata yang tengah menatapnya heran. Gadis itu terus berjalan dan kemudian memasuki sebuah ruangan kelas. Dia segera menghampiri seorang pemuda berambut coklat yang sedang asik membaca buku di bangku paling depan.

"Rain~~~ " dengan nada suara yang terdengar agak manja dia menghampiri pemuda yang dipanggilnya dengan sebutan Rain sambil menarik tangan pemuda itu.

"Apa?" balas sang pemuda dengan singkat sambil mengernyitkan dahi. Heran melihat tingkah temannya.

"Aku dapat kabar dari Naruto kalau hari ini Hinata-hime tidak masuk sekolah. Katanya Hinata-hime sakit! Kita harus menjenguknya Rain~~" jelas gadis itu yang terlihat sangat mempedulikan keadaan Hinata yang baru saja dia dengar dari Naruto.

"Tidak bisa," jawabnya lagi dengan singkat sambil memalingkan kembali wajahnya dari gadis yang ada di depannya.

"Ta-ta-tapi kenapaaaaaa?" jerit gadis itu sambil membulatkan kedua matanya, seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Rain barusan.

"Tidak perlu kujelaskan kau pasti sudah tau alasannya, kan." Rain masih bersikap cuek meskipun sebenarnya dia juga mencemaskan keadaan Hinata dan ingin melihatnya secara langsung. Tapi hal itu tak bisa dia lakukan selagi Hinata berada diantara keluarga Hyuuga, hal itu terlalu berbahaya baginya.

"Baik! Kalau begitu biar aku saja yang pergi menjenguk Hinata bersama dengan Naruto!" akhirnya dengan perasaan jengkel gadis itu pergi meninggalkan Rain yang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kekerasan hati temannya itu.

ooo

Sore harinya...

.

Sepulang sekolah seperti ucapannya, gadis tadi berniat untuk mengjenguk Hinata. Biar bagaimanapun Hinata adalah sosok teman yang dia kagumi dan lebih dari itu dia merasa berkewajiban untuk selalu menjaga Hinata. Saat ini dia sedang berdiri di depan gerbang sekolah sambil menunggu Naruto yang juga ingin pergi menemui Hinata.

"Naruto! Ke sini!" mata baby blue gadis itu langsung berbinar saat melihat sosok Naruto yang sedang berjalan celingukan.

"Oi, Winter! Di situ rupanya!" dalam sekejap Naruto dapat menangkap sosok gadis berambut biru yang tengah berdiri di depan gerbang sekolah sedang memanggilnya. Tanpa berlama-lama lagi, dirinya segera berlari kecil menghampiri sang gadis yang bernama Winter.

"Naruto, kita jadi pergi ke rumah Hinata?" tanya Winter dengan antusias.

"Iya, dong!" Naruto mengangguk tak kalah bersemangat dari Winter.

"Kalau begitu, ayo kita pergi!" dengan cepat Winter segera membalikkan tubuhnya dan bersiap-siap untuk mengambil langkah lebar.

"Tapi tunggu dulu deh! Si Rain gak ikut? Bukannya dia selalu mengikutimu, ya?" tanya Naruto yang sukses membuat langkah Winter terhenti.

"Dia jahat Narutooooo! Aku sedang kesal sama dia. Sudah jangan bicarakan dia dulu, merusak mood saja!" dengus Winter yang masih merasa jengkel dengan sikap cueknya Rain. Bisa-bisanya dia tidak perduli pada Hinata, padahal sebelumnya pemuda itu berjanji untuk menjaga Hinata bersama dirinya.

"Siapa yang merusak mood?" tanya seseorang yang tiba-tiba saja muncul tepat di belakang Winter, membuat gadis itu setengah melompat karena kaget.

"Rain, kenapa kau ada di sini? Aku sedang marah padamu, awas, awas!" Winter agak terkejut dengan kehadiran Rain, meskipun begitu dia merasa sedikit senang dan berharap pemuda itu mau ikut dengannya. Tapi tentu saja dia menutupi keinginannya itu dengan memasang wajah cemberut. Dengan sikap marah yang dibuat-buat dia sengaja mendorong Rain agar menyingkir darinya.

"Aku ikut dengan kalian ke rumah Hinata," kata pemuda itu dengan datar.

Tep...

Winter yang berada di depannya segera berhenti dan dari balik punggungnya gadis itu tersenyum kecil. Sebenarnya dia ingin sekali menghambur sambil mencubiti pipi Rain kalau tidak mengingat akan kehadiran Naruto di sana, kebiasaan yang memang sering dia lakukan kalau memang sedang senang dan sulit untuk mengungkapkan rasa senangnya.

"Tunggu apa lagi? Ayo berangkat!" ucap gadis itu sambil berbalik dan tersenyum.

ooo

Akhirnya ketiga remaja itu berjalan bersama-sama menuju ke kediaman Hyuuga, tempat Hinata berada.

Kwak-kwak...

Dari kejauhan terdengar seperti suara burung gagak dan dari balik pohon-pohon terlihat sekelebatan bayangan hitam. Winter yang merasakan akan adanya sesuatu segera berhenti dan berbalik ke arah rerimbunan pohon. Secara otomatis, Naruto dan juga Rain yang berjalan di depannya ikut berhenti sambil menatap Winter.

"Ada apa, Winter?" tanya Rain saat dilihatnya gelagat Winter menjadi agak aneh.

"Entahlah... Aku hanya merasa seperti ada yang mengikuti kita... " balas Winter yang masih belum mau beranjak dari tempatnya dan menatap kesekeliling dengan wajah gelisah.

"Memangnya ada apa? Tidak ada apa-apa kok!" sambar Naruto dengan cepat, "sudahlah, mungkin hanya perasaanmu saja, ayo kita jalan lagi. Rumah Hinata sudah hampir dekat!" sambungnya sambil meyakinkan pada Winter kalau semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang aneh.

"Baiklah... Maaf jadi lama," kata Winter mengangguk kecil berusaha untuk tenang walaupun raut wajahnya tetap saja menggambarkan gurat kecemasan.

Setelah berjalan melewati taman kota selama sepulu menit ketiganya tiba juga di kawasan perumahan elit yang tiap-tiap rumahnya memiliki rumah yang sangat besar dan mewah. Salah satu rumah besar di sana adalah milik keluarga Hyuuga yang rumahnya di desain begitu tradisional dengan perkarangan rumah khas jepang.

"Nah, ini dia rumah Hinata!" seru Naruto dengan girang karena akhirnya mereka bisa juga tiba di rumah Hinata.

Sementara itu tak jauh dari tempat ketiganya berdiri ada satu sosok yang tengah mengawasi mereka dari balik pohon salah satu milik rumah warga di sana. Sosok itu duduk di atas batang pohon sambil terus mengamati ketiga remaja itu.

"Rupanya kau tinggal di sana, eh... Hime... " kata sosok itu sambil menyunggingkan sebuah seringai.

Siapakah sosok yang sedang mengawasi Naruto dan kawan-kawan? Apa hubungannya dengan Hinata?

TBC


A/N:

Rain : Chapter satu selesai, alurnya agak kecepetan (I know that -pundung-) dan masih pendek hahaha -ketawa garing-. Tapi semoga chapter dua dapat jauh lebih baik dari ini.

Pada chapter ini ada dua tokoh OC (OC kami sendiri, Winter dan Rain) dan kehadiranmereka berdua hanya sebagai pemanis (you know I love OC so much... I can't help it!). Bagi yang penasaran sama wujud kedua OC ini, kalian bisa melihatnya dari avatar kami.

Winter: Ohayouu semuanya~ RAIN ALURNYA KECEPETAN -kicked- Winter disini, nah, diatas ada OC kami loh~ eh udah tau ya -_- Aku bingung mau ngomong apaan. Semoga kalian semua senang dengan kehadiran mereka berdua~

Nah, soal orang misterius di atas, ada yang bisa menebak siapa itu? :v

Wokeh, sepertinya sekian dulu dari kami, terakhir...

Happy Reading!