::Playboy Tengil::
By : inainae-chan
Disclaimer : Naruto © mbah masashi kishimoto
Pairing : SasuSaku, SasuKarin, NaruHina, SaiIno, GaaShion, GaaMatsu
Rate : T
Warning : AU, OC, super OOC, miss typo, always gaje & garing
Chapter 2 : Najong!
Udara di pagi hari yang sejuk dan segar. Terlihat lah matahari yang ingin memancarkan sinarnya. Namun, ada seseorang yang keheranan melihat cowok bermata sapphire dan berambut jabrik kuning sedang berjalan di koridor sekolah yang amat terpopuler itu. Sekolah itu yang tak lain dan tak bukan adalah Konoha High School. Siapa kah seseorang itu? Seseorang itu ialah tukang sapu terkurus dan mempunyai alis tertebal di KHS. Walaupun begitu, tenaganya kuat ngalah-ngalahin Big Show, John cena, Chris John dan atlit-atlit lainnya. Sampai-sampai, beberapa sapu tak berdosa 'tewas' dibuatnya. Dan mengapa ia keheranan hanya karena melihat cowok berambut jabrik itu? Mungkin karna ia tak terbiasa melihat Naruto yang pagi-pagi sekali sudah sampai di KHS. Dengan merapikan terlebih dahulu bajunya yang ketat bukan main itu, ia menghampiri cowok jabrik yang sudah tidak asing baginya.
"oi Naruto! Tumben amat lu jadi anak teladan, tapi ini terlalu berlebihan, bro. Gue lebih suka ngeliat elu di hukum karna terlambat masuk kelas. Hahahah." Gelak si tukang sapu
Naruto sweatdrop melihatnya.
"wth, dasar lu Lee! Gue jadi anak baik salah, gue jadi anak bandel apalagi. Jadi gue yang imut ini harus apa dong?" Kata Naruto dengan wajah innocent
"bagaimana kalau lu bantuin gue nyapu dari lantai 1 ke lantai 5? Kan supaya lu dapat pahala terus agar orang lain bilang lu baik dan banyak cewek yang naksir lu karna ngeliat lu jadi rajin mendadak." Kata Rocklee dengan cengiran khasnya dan tak lupa Naruto membawa kacamatanya agar terhindar dari sinar gigi Rocklee
"whaaat? Denger ya, gue tau gue banyak dosa. Tapi buat gue nyapu dari lantai 1 ke lantai 5 itu nyesek bangetnget. Terus, cewek-cewek udah banyak yang naksir gue sebelum kata-kata lu itu keluar." Kata Naruto dengan percaya diri mendewa
Rocklee nyaris muntah di buatnya.
"dih najis lu dikasih yang baik-baik kagak mau. Oh iya gue mau nanyak, kenapa lu datangnya pagi buta begini?"
"ada deh mau tau aja!" Ucap Naruto sambil meninggalkan Rocklee
"dasar wong edan remaja zaman sekarang, gue aja yang remaja kagak begituan amat." Kata Rocklee dengan sok alimnya
..
Setelah meninggalkan Rocklee. Naruto berjalan ke taman dan melihat sosok gadis yang berambut indigo panjang, bermata lavender indah serta kulitnya putih bersinar sedang duduk sendirian di taman. Tanpa membuang waktu lagi ia segera menghampiri gadis itu.
'tak salah lagi! Ini lah dia!' inner Naruto sambil nyengir tipis
"ehem... hay cewek, sendirian aja nih?" Goda Naruto yang tiba-tiba duduk di samping gadis indigo itu.
Gadis itu langsung blushing hebat dan menahan diri supaya ia tidak pingsan saat ini juga.
"i-iya.. ka-kamu i-ini si-siapa y-ya?" Tanyanya gugup
"perkenalkan. Aku Uzumaki Naruto." Ucap Naruto sambil berjabat tangan dengan Gadis itu
"e-eh iya. Salam kenal Naruto..."
"hehe.. by the way, nama kamu siapa nih?" Tanya Naruto
"a-aku Hyuuga Hinata.." Jawab Hinata
"Nama yang Indah sama seperti orangnya." Gombal Naruto yang membuat pipi Hinata semakin memanas
"a-arigatoo go-gozaimasu.." Ucap Hinata gagap
"dooitashimashite. Oh iya, aku denger-denger katanya kamu pindahan dari Suna ya?"
"i-iya, ba-bagaimana ka-kamu bisa ta-tau?"
"rahasia dong." Naruto berkata sembari mengedikan matanya dan membuat Hinata tiba-tiba salah tingkah.
~#..#~
Berbeda dengan yang satu ini. Cowok berambut raven dan bermata kelam ini baru sampai di KHS. Ia langsung ke kelasnya dan meletakkan tas yang berwarna biru dongker kesayangannya. Tetapi, di arah jam 3, ia melihat sosok gadis berambut pink panjang dan bermata emerald sedang membaca buku di bangkunya. Cowok yang dinamakan Sasuke ini menghampiri gadis itu.
"sendiri?" Tanya Sasuke datar
"..." Namun gadis itu tidak memberi respon. Biasanya kalau Sasuke lewat saja cewek-cewek udah pada ngences, apalagi sampai menghampiri dan mengajaknya ngobrol. Bisa-bisa asma di tempat. Tapi Sakura berbeda daripada yang lain.
Sasuke mendengus kesal melihat gadis itu. Namun ia tidak menyerah sampai disini.
"perlu gue ngulang kata-kata tadi?" Tanya Sasuke sinis
Gadis itu mendelik ke arah Sasuke.
"lo bodoh? Gila? Stress? Atau lebih dari itu? Gak liat apa, gue dari tadi cuma baca buku dan gak ada manusia di samping gue. Malah lu tiba-tiba nyamperin gue dengan pertanyaan ga mutu!" Cetus Gadis itu dengan nada tiga oktaf
'bodohnya gueee! Kenapa penyakit bodoh Naruto nular ke gue sih? Gue harus banyak belajar lagi ternyata. Dan tidak disangka, gadis yang bernama Haruno Sakura ini galak banget, tapi menarik.' Batin Sasuke
"gue gak budek dan tolong jaga sikap lo karna ini bukan hutan." Ucap Sasuke sinis sambil meninggalkan Sakura.
"ngeselin! Udah gangu kesibukan orang lain, malah gak minta maaf lagi. Pake nyuruh gue jaga sikap lagi. Dia pikir dia siapa?" Omel Sakura
~#..#~
"kring..kring!" Bel berbunyi dan seluruh penghuni kelas masuk ke kelasnya, termasuk juga kelas XI-A
"Hallo yang merasa dirinya manusia, apakah kalian sudah tau tentang kedatangan 3 siswi dari Suna?" Tanya kakashi yang berlaku sebagai wali kelas XI-A
"sudah cekgu.." Jawab siswa-siswi XI-A dengan wajah innocent
Kakashi sweatdrop melihat tingkah murid-muridnya yang semakin menjadi-jadi
"amboi, ternyata kalian ini maniak upin & ipin. Tak kuase aku, ingat woi udah tua." Kata tukang sapu KHS sambil bergaya ala banci yang sudah sering di peragakannya. Ia yang tak lain dan tak asing adalah Rocklee. Dan entah beberapa lama ia berdiri di depan pintu kelas XI-A.
Seluruh di kelas itu sweatdrop berjamaah. Terutama Kakashi yang overdosis sweatdrop.
"Rocklee! kalau dirimu manusia. Ayo ngacir sekarang." Pinta Kakashi
"yaudadeh, bye bye semua. Ai lov yu." Rocklee berkata dengan sok inggris dan sempat-sempatnya ia memberikan kiss bye kepada mereka. Tentu saja penghuni kelas XI-A mau muntah berjamaah saat itu juga.
"baiklah, anggap saja yang tadi itu iklan abal semata. Sekarang marilah kita sambut 3 siswi pindahan dari Suna. Berikan tepuk tangan." Ucap Kakashi
Para siswa-siswi pun bertepuk tangan dengan hebohnya, terutama Naruto yang overdosis heboh.
"perkenalkan diri kalian." Pinta kakashi sembari memberikan senyuman manisnya
"Kami bertiga adalah sahabat dari kecil. Orang tua kami sepakat untuk memindahkan kami bertiga di Konoha, sedangkan mereka masih di Suna. Jadi, kami tinggal satu rumah disini." Kata Ino mencoba memperkenalkan asal-usul mereka terlebih dahulu
"boleh minta alamatnya gak." Goda Kiba yang nyosor aja tiba-tiba
"huuuu! Ganjen!" Sorak ria dari penghuni XI-A.
"sudah cukup-cukup, ayo lanjutkan." Kata Kakashi mencoba merubah suasana yang ricuh.
"Ok, baiklah. Aku akan memperkenalkan diriku dan juga sahabat-sahabat ku. Nama ku Yamanaka Ino. Aku seorang cewek yang gak mau di pandang remeh sama cowok. Di samping ku ada Haruno Sakura. Ia adalah seorang cewek yang luar biasa menurut ku. Sedangkan di samping kanan ku ada Hyuuga Hinata. Dia seorang cewek yang lemah-lembut dan hatinya selembut namanya. Sekian dan terima kasih." Kata Ino panjang lebar
"minta nomor Hpnya boleh gak?" Goda Naruto sambil melirik ganjen ke arah Hinata
"boleh.. asalkan kau berani melawan anjing-anjing galak tetangga kami." Sambung sakura sinis
Para penghuni kelas XI-A ngakak berjamaah, terkecuali Sasuke yang terlihat biasa-biasa saja.
"ok sudah cukup, terima kasih. Dan kalian boleh duduk sekarang." Pinta Kakashi
Mereka pun kembali duduk dan konsentrasi terhadap topik pembelajaran yang diterangkan oleh Kakashi. Namun, sesekali Sasuke melirik ke arah Sakura untuk memastikan gerak geriknya. Sedangkan Naruto asik melihat Hinata yang membuat Hinata sedikit tergangu. Dan Sai yang mencuri kesempatan dalam kesempitan untuk melihat wajah manisnya Ino.
~#..#~
"kring..kring!" Suara bel pertanda istirahat. Penghuni kelas XI-A sedikit demi sedikit keluar dari kelas mereka dan berjalan ke tempat yang akan mengisi perut mereka yang kosong.
..
*Sai's PoV*
Aku berjalan ke kantin dan ku lihat Ino beserta sahabat-sahabatnya yang duduk di meja makan pojok kanan. Aku dan sahabat-sahabat ku duduk di meja makan pojok kiri dan kami langsung memesan makanan. Setelah aku dan sahabat-sahabat ku selesai menyantap makanan lezat ini, aku melihat (lagi) seorang gadis bermata aquamarine dan berambut kuning panjang yang di ikat, berjalan menuju toilet . Tanpa sepengetahuan sahabat-sahabat ku, aku membuntutinya. Entah mengapa gadis ini begitu menarik bagi ku. Apa mungkin aku suka padanya? Hmm, entahlah..
"gue ke toilet sebentar, perut bermaslaah nih." Kata ku sambil ngeles
"dasar si Sai, makan enak sedikit udah mules aja." Ejek Naruto
Aku tidak perduli ejekan si jabrik. Aku segera melihat gadis itu yang berjalan menuju toilet, namun sepertinya ia salah arah. Ku coba menghampirinya dan mengajaknya mengobrol.
"mau ke toilet ya?" Tanya ku sambil memberikan senyuman maut ku
"kok lo tau?" Tanyanya sambil terperangah ke arah ku
"eh jangan fikir negative dulu. Gue ini tau ciri-ciri orang yang mau ke toilet lho." Kata ku nista sambil menaikkan kedua alis ku
"ohya? Hahahah. Nama lo siapa?" Tanyanya
"Sai.. lo ino kan?"
"iya.."
"kalau mau ke toilet, habis ini belok kiri lalu ada tekongan belok kanan dan ada selokan lo jangan masuk tapi belok kiri putar kiri dan ambil bundaran kanan dan masuk ke ruangan terpencil sebelah kiri, nah disitulah toiletnya" Kata ku dengan memberi arahan yang gak jelas dan sengaja membuat ia kebingungan.
"ya ampun ribet amat. Udah deh anterin gua aja." Katanya yang membuat aku senyum-senyum devil
"ok, gue bersedia." Kata ku namun ia agak cekikikan melihat kata-kata ku yang barusan. Entah mengapa, aku tidak tahu..
Setelah aku dan ino sampai di toilet, aku melihat wajahnya yang sedikit keheranan
"baiklah ini toilet untuk perempuan, disampingnya untuk laki-laki." Kata ku
"perasaan tadi jalannya ga seribet yang lo bilang deh. Tapi EGP dah. Gue masuk dulu dan ingat JANGAN NGINTIP!" Katanya sinis dan membuat perut ku geli melihat tingkahnya
Aku menunggunya selama 2 menit. Menurut ku tidak lama..
"te..terima.. kaa... aaaaa!" Katanya terpotong sewaktu Ia terpeleset ketika ingin keluar dari toilet dan aku secepat kilat menolongnya, sehingga dia ada di pelukan ku sekarang. Tentu saja ini kemenangan untuk ku.
Aku bisa melihat rona merah yang menjalar di wajahnya. Ia pun tersadar dan agak salah tingkah.
"a-arigatoo go-gozaimasu at-atas semua ba-bantuan lo." Ucapnya gagap dan aku tahu dia nervous.
"dengan senang hati." Kata ku sambil mengedipkan mata ku yang sebelah kiri
Ia tersenyum manis melihat ku dan kami berdua kembali berjalan ke kantin serta ke arah meja makan kami masing-masing. Sebelum aku duduk, masih sempat aku memerhatikan dirinya dan ia juga memerhatikan ku ternyata.
*End Sai's PoV*
..
"kenapa senyum-senyum gaje gitu?" Tanya Sakura di meja makan pojok kanan
"kenapa muka lo cerah gitu?" Tanya Sasuke di meja makan pojok kiri
"apa yang terjadi?" Tanya Hinata yang di samping Sakura
"lo gak lagi jatuh cinta kan?" Tanya Naruto yang di samping Sasuke
"apa ada sesuatu kejadian di toilet tadi?" Tanya Sakura
"jangan coba berbohong! Habis ngapain lo?" Tanya Sasuke sinis
"ayo cerita!" Pekik Gaara
Sai dan Ino merasa seperti habis melakukan pencurian jemuran tetangga mereka. Mereka di introgasi oleh sahabat-sahabat mereka sendiri. Entah aliran apa yang terjadi, keduanya menjawab perkataan yang sama dan SPJ (Singkat,Padat,Jelas). Walaupun jarak meja makan mereka cukup jauh.
"ITU RAHASIA." Ucap Sai dan Ino serentak sambil menjulurkan lidah mereka
SakuHina dan SasuNaruGaa tentu saja sweatdrop.
"Ino, lo jangan sampai jatuh cinta sama cowok di KHS ini. Karena cowok disini bejat-bejat. Apalagi sama empat orang Playboy Tengil itu. Ih NAJONG!" Cetus Sakura
"empat Playboy Tengil? Siapa mereka?" Tanya Hinata dan Ino serentak
"itu lho. Biar gue sebutin namanya. Uchiha Sasuke, Shabaku Gaara, Sai dan Uzumaki Naruto. Gayanya gak banget lagi. Aku udah liat ke empat-empatnya, cih!" Kata Sakura
Hinata dan Ino cengo mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Sakura.
'aku ga percaya cowok manis kayak sai sebejat itu...' inner Ino
'apa mungkin Naruto-kun seperti itu?' Inner Hinata
"bener nih?" Tanya ino memastikan
"iya lho ino, masa gue bohong sih?" Kata Sakura yang merasa diragukan
"kalau gitu kita harus WASPADA!" Ucap Ino tegas
"SETUJU!"
Sementara itu di meja makan pojok kanan, terlihatlah empat orang cowok yang di julukkin sebagai Playboy Tengil sedang membicarakan sesuatu hal yang (mungkin) penting.
"Sai, lo ingat kan sama perjanjian kita kemarin?" Tanya Sasuke
"perjanjian? Yang mana?" Tanya Sai balik
"ya ampun masa gitu aja udah lupa sih!" Celetuk Naruto
"emang lo tau?" Sambung Gaara
"kagak! Wkwkwk." Tawa Naruto
SasuSaiGaa sweatdrop di buatnya
"biar gue jelaskan. Itu lho tentang 3 cewek pindahan dari Suna. Kan kita udah taruhan kemarin, siapa yang pertama kali bisa mengambil hati dari ketiga cewek tersebut akan mendapatkan mobil Mercedes Benz terbaru!" Seru Sasuke menjelaskan
"gue taubat gak ikut-ikutan." Ucap Gaara
"lagian siapa lagi yang mau ngajak lo." Cetus Naruto yang membuat Gaara memberikan Death Glare padanya.
"hmm... tentang rencana itu ya, aku sedikit ragu." Kata Sai
"lho? Kenapa? Bukannya kemarin lo setuju banget?" Tanya Sasuke heran
"sepertinya yang dibilang Sai itu ada benarnya." Gumam Naruto perlahan namun di dengar oleh Sasuke
"apa? Ini tidak bisa dibiarkan! Apa yang terjadi dengan kalian sih? Kok tiba-tiba berubah pikiran? Atau jangan-jangan kalian beneran jatuh cinta sama mereka." Tanya Sasuke dengan beribu pertanyaan curiga
Naruto dan Sai tersontak kaget di buatnya.
"nyeheheh. Gak kok Sasuke, kami hanya bercanda. Yakan Sai?" Kata Naruto sambil mengaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"iya, Naruto bener." Sambung Sai
Sasuke bernafas lega mendengarnya. Hampir saja ia terkena serangan jantung di saat itu juga.
"ok. Rencana kita di jalankan dari sekarang! SETUJU?" Tanya Sasuke
"Setuju!"
~#..#~
Handphone milik Gaara pun bergetar hebat sewaktu ia ingin memasuki rumahnya.
"kok ada 2 sms yang serentak masuk ke Handphone gue ya?" Gumamnya
Ia pun membuka kedua sms tersebut.
..
From : Matsuri
Gaara-kun, besok ke Konoha Disneyland Yuk!
..
From : Shion
Aku bete, sayang besok jalan-jalan ke Konoha Disneyland ya!
..
Mata Gaara terbelalak melihat sms yang baru saja di bacanya. Ia tidak tahu ada angin apa yang merasuki kedua pacarnya itu. Sehingga, keduanya mengajak Gaara ke tempat yang sama dan hari yang sama pula. Sungguh, pemuda bertato Ai itu tidak bisa menolak keduanya karna alasan yang kuat.
..
To : Shion & Matsuri
Baiklah..
..
Gaara pasrah, balasan sms yang SPJ terpaksa di kirimnya kepada kedua pacarnya. Dan ia memasuki rumahnya dengan tampang lesu. Ia mencoba memikirkan bagaimana 'kencan'nya bersama kedua pacarnya agar tidak kacau dan berjalan mulus.
"yah, inilah akibat mempermainkan perasaan wanita." Gumamnya
~ TBC ~
Next Chap :
Bagaimana kah rencana yang akan di lakukan oleh SasuNaruSai untuk mendapatkan hati SakuHinaIno?
Apakah SakuHinaIno akan menjadi korban permainan mereka selanjutnya?
Dan bagaimana pula kencan gaara kepada kedua pacarnya?
Hallo para readers, chap 2nya udah jadi nih. Menurut ku ceritanya kepanjangan dan gaje banget. Maafin author nista ini ya :'(
Terima kasih banyak yang sudah membaca dan sudah me-review fict nista ku ini, sebagai ucapan terima kasih aku mau bales review dulu yak :D
..
Lovely Orihime : terima kasih sebelumnya karna sudah bersedia membaca dan mereview fict abal ku ini. Iya, aku akan berusaha lagi untuk lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih banyak untuk sarannya lho ;)
Nyx Quartz : Terima kasih banyak atas sarannya. Saran kamu sangat membantu ^^
Hana : Nyahaha! iya kemarin salah pencet, aku mau klik in-progress eh malah jadinya complete. Maklum laptop author sarap-_-. Tapi terima kasih banyak lho :3
Yamanaka Chika : maaf ya kalau author abal ini updatenya gak kilat-kilat amat :'). Tapi terima kasih reviewnya :)
Hwang Energy : Hallo energy aku seneng banget lho kamu review fict aku. Terima kasih banyak ya :)
Haruno Megumi : XD! Terima kasih banyak! :D
Heartbeat Satellite : Iya senpai. Terima kasih banyak :)
..
