CHAPTER 2

yang pada minta nc, sabar ye, ntar author bikinin yang hotttt menggelegarrrrr membahanaaa!

BIG THANKS TO :

berrypie, Guest, Moshi2, chika love baby baekhyun, younlaycious88, Park Shita, baekpie, Re-Panda68, 48BemyLight, YOONA, neli amelia, devrina, LeeEunin, , oasana, 12, leekyukie, Jihyunnn, nama saya yana

reviewnya menggugah semangat! Makasih yeee udah repiew, silahkan repiew terus ntar author cipok :*


"Well, semalam itu, puting yang bagus, Byun Baekhyun."

"KAU?!"

Baekhyun menajamkan tatapannya pada sosok tinggi didepannya ini. Dan yang ditatap hanya tertawa geli, pria kecil ini sangat tidak cocok berperilaku (sok) galak. Karena wajahnya yang menggemaskan, ia justru terlihat seperti bayi yang sedang merajuk.

"HALO BAEKHYUNG!" dan tatapan Baekhyun beralih pada sosok dibelakangnya.

Oh tidak.

Kenapa ia harus disuguhi kopi hitam di pagi hari sementara ia sangat membenci kopi? Tapi dimana krimer-nya?

"Baekhyunggg! Aku merindukanmuuu, Sehun menghilang begitu saja dan... Oh!" Kai yang sedarinya memeluk Baekhyun manja terhenti karena menatap lelaki didepannya ini. "Baekhyung? Kau sudah mengenalnya?" tanya Jongin sumringah, "Tidak. Aku tidak mengenalnya. Siapa dia?" cetus Baekhyun sedikit kasar,

"Ini yang kemarin menginap dirumahku, hyung."

"Chanyeol, maksudmu?"

"Ah bukan! Ini Kris-hyung, dia sepupuku. Chanyeol hyung semalam pergi berkemah bersama teman-temannya" (JEDUAARRRR HAHAHAHAHAHHA)

Baekhyun mengernyit sebal, cukup malu sih, karena sifat sok tahu-nya. Kris lagi-lagi tertawa. "Apa yang kau tertawakan, hah?!" seru Baekhyun dengan wajah sinis dan penuh keji. Kai melebarkan matanya, menyikut perut Baekhyun lalu berbisik, "Ya! Sopanlah sedikit, hyung. Dia ini sunbae-mu!"

"UNTUK APA AKU BERSOPAN-SOPAN PADANYA?! DIA MENGINTIPKU SEMALAM DAN MENGATAI PUTING-KU BAGUS! Kau pilih dia atau hyung tercintamu yang tersakiti ini, bangKai?!" seru Baekhyun sambil menunjuk2 tepat pada wajah Kris. Kai menatapnya terkejut lalu tersenyum terpaksa pada Kris, "Haha. Maafkan aku, Byun. Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin menggodamu. Aku sudah memiliki namjachingu" terang Kris santai, dan Baekhyun semakin mendelik,

"YA! JIKA KAU MEMILIKI NAMJACHINGU KENAPA MASIH SAJA MENGGODAKU, SUNBAE KURANG AJAR?!" teriak Baekhyun sebal, dan kali ini murid-murid yang berlalu lalang mulai menatap mereka horror. Kai langsung menarik tangan Baekhyun dan membawanya pergi dari situ, ia juga sempat berseru "Maafkan Byun Baekhyun yang tidak mengerti norma ini, Kris hyung! Lain kali dia akan meminta maaf!" Kris mengacungkan jempolnya lalu tersenyum layaknya idiot. Baekhyun masih saja meronta-ronta karena Kai menariknya begitu kasar.


Dan tibalah kaibaek di kantin. Baekhyun mengambil tempat duduk dengan kasar, lalu menatap Kai sebal, "Ya! Kenapa kau malah membelanya, huh?" Kai hanya menampakkan senyum idiotnya, lalu memesan makanan. Baekhyun memutar bola matanya malas.

"Tapi dia tampan kan, hyung?"

"Percuma tampan tapi genit seperti itu!" decak Baekhyun, Kai hanya tertawa kecil. Dan pesanan mereka datang. Mereka melanjutkan beberapa obrolan sambil terkadang terlihat Baekhyun yang memukul kepala Kai dengan garpu atau sendok. "Dimana Sehun?" Ah iya, Sehun! Ia masih belum juga terlihat sampai sekarang. "Itu yang kupikirkan, hyung. Tadi saat kami berjalan lalu ada sesosok sunbae cantik, tiba-tiba ia menghilang begitu saja." jelas Kai sambil memakan mie ramennya. "Dasar bocah itu. Sama genitnya dengan pria tadi." cetus Baekhyun.

"Jongin?"

Yang dipanggil Kai, tapi Baekhyun juga ikut menoleh. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya,

"Chanyeol hyung?"

"Bolehkah aku duduk bersamamu?" tanyanya sopan, Kai tentu saja mengangguk semangat. Baekhyun masih belum bisa mengalihkan perhatiannya dari sosok lelaki tampan didepannya ini. Badannya tinggi, rambutnya merah dan diberdirikan, bibirnya terlihat sangat menggoda, matanya bulat, dan oh lihat lah alisnya yang sempurna itu! Baekhyun berbisik pada Kai, "Kim Jongin. Jika kau bilang Kris tadi tampan, kau salah. Yang ini jauh lebih baik." dan Kai tertawa.

"Chanhyung, perkenalkan, ini tetanggaku yang sempat kubicarakan itu."

Chanyeol mendongak dan menatap Baekhyun, lalu tersenyum. Baekhyun seolah mencair karena senyuman hangat itu, lihatlah lesung pipi yang sangat indah itu! Oh Tuhan, betapa indah ciptaanmu ini. "Park Chanyeol. Chanyeol. 12-1" ucap Chanyeol sambil mengulurkan tangannya, "B-baekhyun. Byun Baekhyun. 10-2. S-salam kenal.. s-sunbae" ya, tentu saja Baekhyun tergugup. Dan cobaan apalagi ini, Chanyeol terlihat seperti sedang tertawa geli karena sikapnya. "Panggil aku Chanyeol saja, tidak perlu formal seperti itu. Jika kau teman Jongin, kau temanku juga." Baekhyun mengangguk kecil dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Dan acara makan bersama pria tampan edisi Chanyeol itu berjalan dengan baik. Chanyeol bukan hanya seorang male god, ia juga sangat baik hati dan terbuka. Sifatnya dewasa dan menunjukkan bahwa ia adalah sosok yang mudah bergaul. Dan juga sangat pintar, jalan berfikirnya sungguh membuat Baekhyun terpukau.

Dan karena hal itu juga, Baekhyun tidak bisa menghilangkan nama Park Chanyeol dari pikirannya. Dan batinnya seolah mengatakan, ia menginginkan pemuda tampan itu. Ah! Bagaimana jika Chanyeol seorang straight?

Setelah 2 hari berlalu perkenalan Baekhyun-Chanyeol. Baekhyun benar-benar merasa ia telah jatuh cinta pada Park Chanyeol. Bahkan memimpikan hal-hal erotis tentang Chanyeol.

Dan karena hal itu, Ia jadi semakin sering mengunjungi rumah Kai, walaupun sebenarnya ia tidak sudi. Belum lagi bocah setan berwarna putih pucat yang sering mengganggu moment Baekhyun bersama Chanyeol itu. Sungguh menyebalkan. Dan pada hari ini, Baekhyun memutuskan untuk mengunjungi rumah Kai (lagi). Byun Baekhyun edisi tukang modus memang belum berakhir.

TING.. TONG..

Baekhyun menekan bel rumah Kai beberapa kali, dan kali ini pintunya terbuka. Menunjukkan sesosok pria tinggi yang didambanya. "Oh halo, Baekhyun" sapa Chanyeol sambil tersenyum lembut, Baekhyun menahan nafasnya kemudian berbicara lirih, "I-iya, C-chanyeol.." Chanyeol tersenyum lagi lalu membuka pintu rumah itu lebih lebar, bermaksud mempersilahkan Baekhyun untuk masuk. Baekhyun tersenyum kecil lalu melangkahkan kaki kedalam.

"Dimana Kai?" tanya Baekhyun sambil melirik sana-sini karena tidak menemukan manusia berkepala setan itu, "Ah dia sedang pergi bersama teman-temannya. Mungkin sampai malam hari." jawab Chanyeol santai sambil berjalan ke arah dapur. "Begitu ya, baiklah.. aku akan pulang" ucap Baekhyun sopan lalu beranjak keluar rumah, tapi sebuah tangan besar menariknya, Chanyeol.

"Aku sedang memasak makan siang, tidakkah kau ingin mencicipinya?" tanya Chanyeol sambil menatap pria kecil didepannya ini, Baekhyun salah tingkah, Chanyeol memegang tangannya, oh bahkan genggamannya terasa begitu lembut. Baekhyun tersenyum gugup "B-baiklah.. Aku akan mencicipi makananmu. Kebetulan aku memang belum makan siang, hehe.." bohong. Akuilah, Byun. Kau kemanakan setumpuk kimchi yang dibuat oleh eomma-mu tadi. Ah tidak apalah, berbohong demi kesejahteraan ucapnya dalam hati.

Chanyeol tersenyum, "tunggulah di meja makan. Aku akan membuat makanannya."

"Eh? Apa aku tidak perlu membantu?"

"Kau ini tamu spesial, Byun Baekhyun. Tunggu saja, oke?" ucap Chanyeol lembut sambil mengacak surai hitam Baekhyun. Baekhyun merasakan pipinya memanas lalu mengangguk kecil. Dimanakah dirimu yang dulu, Byun Baekhyun? Yang dulu seolah menjadi preman kampung, sekarang kau terlihat seperti nona-nona sedang jatuh cinta! Argh! Persetan dengan itu semua! Batin Baekhyun tidak berhenti berkata.

Baekhyun terpukau dengan kemampuan memasak Chanyeol, ia terlihat serius saat sedang memasak, dan ketampanannya bertambah 10000%. Dan kini terlihat sepiring pasta carbonara berada didepan matanya. Tampak sangat lezat. Penataannya pun sangat indah. Terpujillah kau, Park Chanyeol.

Chanyeol tertawa gemas melihat mata Baekhyun berbinar-binar melihat hasil karyanya. "Makanlah, Baekhyun." ucap Chanyeol lembut. Baekhyun tersadar dari keterseponaannya, dan mengangguk kecil. "I-iya.. a-aku akan memakannya"

Baru saja ia akan mengambil pasta itu, dagunya ditarik keatas oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Chanyeol? Baekhyun terkejut melihat Chanyeol yang sedang menatapnya begitu dalam, "Jangan gugup dihadapanku, Byun. Aku tidak suka melihatmu seperti itu" bisik Chanyeol dengan suara beratnya. Baekhyun tidak menjawab, ia malah asik menatap bibir merah Chanyeol yang begitu menggoda. Ia ingin bibir itu. Ya Tuhan! Ia sangat menginginkannya! Ia tidak kuat lagi! Dan tanpa babibu, Baekhyun menggapai tengkuk Chanyeol dan menempelkan bibirnya pada lelaki tinggu itu. Dan semakin lama, semakin melumatnya.

Chanyeol tidak menolak, justru tersenyum disela sela ciuman mereka. Dan semakin lama ciuman itu semakin panas, Baekhyun benar-benar agresif dalam hal ini. Chanyeol tidak ingin kalah, ia menggigit bibir bawah Baekhyun, meminta izin untuk mengakses lidahnya. Baekhyun yang mengertipun membuka bibirnya perlahan, dan alhasil lidah Chanyeol mengobrak-abrik isi mulut Baekhyun. Baekhyun benar-benar dibuat gila olehnya!

Dan tangan Chanyeol tidak tinggal diam, ia menyisipkan tangannya pada kaos tipis yang dipakai Baekhyun lalu mengelus perutnya dengan seduktif.

"Enghh.." mendengar desahan Baekhyun yang begitu seksi, libido Chanyeol semakin naik dan ia memberanikan diri untuk menyentuh benda kecil kemerahan yang sudah mengeras itu, ia memilinnya dan menarik2nya. "Ahhmph...hh" desah Baekhyun masih tertahan oleh ciuman panas itu. Dan ia semakin mendesah saat menyadari tangan kekar Chanyeol sedang memeras kejantanannya dari luar, mereka melepaskan ciuman itu lalu Chanyeol beranjak menghisap leher putih Baekhyun.

"Ahhh...c-chanyeolhhh.." desah Baekhyun kini terdengar dengan jelas, Chanyeol mempermainkan seluruh tubuhnya tanpa ampun, "Aku tau kau menginginkanku dari awal, Baekhyun. Apa aku menggoda, hm? Apa kau ingin aku menghabisi tenagamu? Katakan padaku, Byun." bisik Chanyeol seduktif tepat di telinga Baekhyun. Ia memeras kejantanan Baekhyun semakin keras, membuat Baekhyun mendesah, "Ahhhhh... Chanyeolhh.."

"Jawab, Byun. Bukan mendesah.."

"Mmh.. Ya-hh.. Aku menginginkanmu-hhh.. Ahh... Chanyeollie.." desahan Baekhyun semakin erotis dan itu benar benar membuat Chanyeol bergairah, "Kau menginginkan tubuhku?" Chanyeol masih tetap menggoda Baekhyun, dan itu membuat Baekhyun sebal,

"Aku menginginkan semuanya, Park Chanyeol. Setubuhi aku. Aku ingin kau berada di dalamku, buat aku mendesah sekeras mungkin." ucap Baekhyun sambil menatap Chanyeol seduktif, Chanyeol menyeringai lalu mengangkat tubuh Baekhyun, membawanya ke sofa lalu menindihnya,

"Jika itu yang kau mau, aku akan melakukannya. Jangan salahkan aku jika tidak bisa bermain lembut, baby. Kau benar-benar menggodaku, dasar liar" bisik Chanyeol, Baekhyun tersenyum meremehkan, "Aku memang liar jika itu menyangkut kau, Park Chanyeol.. Ahhh"

TBC

AHAHAHAHAHAHHAHAA GIMANA? Ada yang terkejut karena kehadiran si galaxy? :v

NC-nya chapter depan ya, semakin banyak yang repiew semakin hot nc-nya nanti! *smirk*

PLEEEAAASEE REVIEW FOR MORE!