FOOT BALL GANG

Chapter 1

HUNHAN

AND OFFICIAL PAIR

GENDERSWITCH

ROMANCE/DRAMA/FRIENDSHIP/FAMILY?

~HAPPY READING~

Warning!

Sebelum baca maaf ya kalau isi ceritanya gitu-gitu,,

Kriiiing kriiiinggg

"xi luhan palli irona" teriak seorang wanita paruh baya yang tengah mundar-mandir dari arah dapur menuju meja makan dengan membawa beberapa hasil masakannya. Di salah satu kursi meja makan yang terletak di bagian paling ujung Nampak sang kepala keluarge tengah membaca korannya sambil menikmati secangkir kopi hangat buatan sang istri

"aishh bocah itu xi luhaaaaan"

"nde mommy" balas suara seorang yeoja dari salah satu kamar yang terletak di lantai dua kamar tersebut

"sudahlah yeobo jangan biasakan berteriak di pagi tidak baik" ucap sang kepala keluarga xi hangeng sambil menarik lengan istrinya yang tengah berdiri di sampingnya sambil meletakan menu terakhir sarapannya.

"haaissh tapi anak itu selalu saja kesiangan, nanti dia sendiri yang akan repot" rutuk sang istri kim atau sekarang sudah berubah menjadi xi heechul.

"pasti anak itu habis bergadang lagi" ucap heechul sambil mendudukan dirinya di kursi sebalah kanan suaminya

"biarkan saja" ucap hangeng sambil tersenyum hangat kepada heechul

.

.

Sementara itu di salah satu kamar dengan nuansa yang cukup nyaman dengan cat berwarna soft peach terlihat gumpalan di atas tempat tidur yang Nampak tidak terusik sedikitpun dengan bunyi alarm jam yang tengah bordering nyaring di atas nakas di samping tempat tidurnya.

"xi luhan palli irona" teriakan dari bawah Nampak terdengar dan membuat luhan sesuatu yang Nampak asik di balik selimut di atas tempat tidurnya terusik

"eunggg" erang luhan namun tanpa berniat bangun dari tidurnya

"xi luhaaaaaan"

Grep

Luhan langsung membuka matanya saat kembali terdengar teriakan ummanya dari bawah

"nde mommy" teriak luhan tak kalah kencangnya dengan sang mommy

Luhan langsung bangun dan menyibakan selimutnya lalu sedikit meregangkan ototnya akibat posisi tidurnya yang meringkuk

"ahhh pagi yang menyenangkan" ucap luhan lalu beranjak mendekati jendela kamarnya dan menyibakan gorden berwarna abu-abu polos tersebut dan seketika matahari menyinari wajah luhan

"ahhhh mood ku baik sekali pagi ini"

Lalu luhan berjalan menuju lemari pakaiannya dan setelah membuka pintu lemari luhan langsung menghadap ke balik pintu lemari bagian dalam dimana terdapat berbagai jenis foto dengan menggunakan seragam yang sama.

"pagi ganteeeeng" ucap luhan sambil mencium salah satu foto terbesar yang tertempel di tengah-tengah foto lainnya. Setelahnya luhan Nampak berjingat senang menuju kamar mandinya untuk bersiap-siap menuju kampusnya

.

.

TAP TAP TAP

"pagi daddy pagi mommy" ucap luhan sambil mencium pipi appa dan ummanya langsung duduk di kursi sebelah kiri sang appa dan berhadapan dengan sang omma

"pagi saying" balas sang appa

"oh mommy weeeooo?" Tanya luhan saat melihat omma nya hanya memutar mata malas

"jangan panggil umma seperti itu menyebalkan lulu"

"aieeeyy hari ini lulu sedang bahagia mommy"

Mendengar penuturan sang anak heechul langsung menyipitkan matanya menatap tajam luhan yang tengah mengunyah roti isi nya

"weeeooo?"

"jangan bilang kau bergadang semalam dan bertelepon ria dengan temanmu membicarakan club sepakbola kampusmu"ucap heechul ketus, di tatap seperti itu membuat luhan menciutkan nyalinya dan langsung menengok kearah sang appa yang tengah asik memakan sarapannya sambil melihat kejadian di depannya

"dadddyyy" rengek luhan meminta pertolongan sang appa

"jangan merengek xi luhan omma tidak akan kalah darimu"

"ap-"

"stop" ucap hangeng sambil mengangkat tangannya di depan muka luhan

"lulu habiskan makananmu dan segera berangkat ke kampusmu sebelum terlambat" ucap hangeng membuat luhan mencibilkan bibirnya dan membuat heechul menampilkan senyum lebarnya

"dan kau chullie berhenti berdebat dengan anakmu" ucap hangeng menyambung kalimatnya mmebuat heechul langsung ikut mencibilkan bibirnya sedangkan luhan langsung tersenyum merasa satu sama dengan sang omma.

.

.

.

priiit priit

peluit terus berbunyi di lapangan hijau pagi ini, Nampak segerombolan pria dengan kaos warna putih dipadukan dengan celana olahraga selutut dan sepatu bola.

Mereka Nampak tengah berlari sedang dengan irama yang sama, ya itu adalah tim sepakbola kebanggaan seoul international Universiti XOXO FC, tim sepakbola ini merupakan tim sepakbola yang memenagkan beberapa pertandingan antar kampus. XOXO FC memang merupakan club sepak bola kampus namun popularitas dan kemampuan bermain mereka menyaingi pemain sepak bola nasional korea. Banyak wanita yang mengelu-elukan para pemain ini karena selain mereka memiliki bakat yang hebat mereka juga memiliki wajah yang tampan terutama sang kapten dan pasangannya yang bagaikan kopi dan susu Kim Jongin atau dengan nama lapangan Kai dan Oh sehun.

"yak oh sehun cepat bergabung dengan temanmu" ucap pelatih tim yang melihat sehun tengah berjalan menuju tengah lapangan dengan santainya

"nde saem"

"yo bro kenapa kau terlambat pagi ini?" Tanya kai sahabat sehun di club sepak bola ini

"heii apa kalian gila, kita baru saja selesai bertanding kemarin dan pagi ini kita harus berlatih" ucap sehun panjang lebar sambil berlari di samping kai

"ya, bagaimana lagi kita sedang menghadapi pertandingan penting dan asal kau ingit besok kita juga akan kembali bertanding" ucap kai

Ya saat ini XOXO FC memang tengah menghadapi pertandingan antar kampus dan mereka berhasil masuk ke dalam babak semi final.

.

.

Luhan baru saja turun dari bus kota yang ditumpanginya menuju ke kampus, keluarga luhan merupakan keluarga tidak mampu, ayah luhan xi hangeng merupakan pengusaha di bidang property sedangkan sang omma merupakan designer ternama di korea.

Luhan memang tidak ingin menaiki mobil yang diberikan sang appa, dengan alas an dia tidak mau terlalu menonjol dan tentunya alas an lainnya adalah luhan akan sulit bepergian mengikuti pangeran pujaannya pergi.

"luheeennnn"

Teriakan nyaring dari arah samping luhan tepatnya di parkiran kampus menghentikan langkah luhan disana terlihat baekhyun sahabat luhan baru saja turun dari mobilnya dan langsung keluar dan berlari menghampiri luhan

Grep

"yak bebek lepaskan" teriak luhan saat baekhyun menerjang luhan dan membuat luhan sedikit oleng dibuatntya

"hehehe mian luheeen"

"aishh berhenti memanggilku luhen, aku luhan"

'hmmm baiklah" ucap baekhyun malas sambil memutar matanya

"hai cantik" sapa seseorang dari belakang luhan dan baekhyun membuat keduanya langsung berbalik dan memberikan cengiran khas mereka

"pagi dobi" ucap keduanya kompak

"kajja" ucap dobi atau park chanyeol lelaki tinggi dengan wajah tampan yang dihiasi dengan telinga lebarnya dan kelakuan konyolnya yang merupakan sahabat luhan dan baekhyun.

.

.

.

Sehun dan kai Nampak tengah beristirahat di kantin kampus setelah menyelesaikan sesi latihannya pagi tadi keduanya Nampak menikmati minuman mereka, bisik-bisik keributan Nampak terdengar di sekitar mereka, tatapan-tatapan memuja Nampak diperilahatkan oleh hamper sebagian kaum wanita yang berada di kantin, keadaan kantin yang sangat padat mengingat saat ini jam makan siang tidak membuat kedu cassanova ini kesulitan mendapatkan tempat duduk

"aishh mereka semakin menggilai kita" ucap kai dengan percaya diri

"berhenti bersikap narsis kamjong" ucap sehun sambil menyeruput bubble tea nya

"aku bukan narsis tapi memang pada kenyataannya kita semakin di gilai"

.

.

Luhan baekhyun dan chanyeol tengah berjalan menuju kantin dan mereka baru saja menyelesaikan mata kuliah mereka. Mereka bertiga memang mengambil jurusan yang sama yaitu seni dimana luhan mengambil seni gambar atau lebih kea rah designer sehun suara dan chanyeol seni music, namun kadang luhan selalu menemani baekhyun latihan menyanyi karena suara luhan juga tidak kalah bagusnya, namun gen sang omma sepertinya menguasai luhan lebih banyak karena luhan sangat hebat dalam mendesaign sesuatu.

"wowww penuh sekali" kata baekhyun

"hmmmm sepertinya kita sedikti terlambat makanya sudah keburu penuh" ucap luhan mereka baru saja sampai di depan pintu kantin namun keadaan kantin yang penuh membuat mereka terhenti disana.

"tapi kita biasanya memang suka dating jam segini" ucap chanyeol yang berada di antara luhan dan baekhyun sambil melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan kakannya.

Ketiganya masih asik memperhatikan ke dalam kantin sampai akhirnya baekhyun sedikit memekik dan langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya

"kau kenapa baek" Tanya chanyeol yang diikuti luhan melihat baekhyun

"chan lu lihat kedepan" ucap baekhyun yang membuat luhan dan chanyeol mengikuti arah pandang mata baekhyun dan seketika luhan langsung membulatkan matanya

"astaga baek" ucap luhan ikut-ikutan memekik sedangkan chanyeol hanya memutar matanya malas jika sudah seperti ini

"sudahlah kita makan di luar saja kantin sangat penuh"ucap chanyeol

"anio" teriak luhan dan baekhyun bersamaan dan mereka berdua langsung memasuki kantin tanpa memperdulikan chanyeol di belakangnya

"haaah selalu begini" ucap chanyeol setelah menghembuskan nafasnya dan berjalan mengikuti kedua temannya

Luhan dan baekhyun tengah berjalan menuju meja yang berjarak dua meja dari sehun dan kai duduk, baekhyun dengan cepat mengusir gadis yang tampak asik memandang sehun dan kai.

Mereka berdua Nampak sibuk saling sikut dengan mata melirik kea rah sehun dan kai

"ya ampun lu mereka semakin tampan saja"

"iya baek"

Kegiatan mereka terus berlanjut sampai akhirnya suara keras menghantam meja mereka dimana chanyeol lah pelakunya yang dengan sengaja menaruh nampan berisi makanan mereka karena chanyeol tahu apa saja yang akan dimakan oleh kedua sahabatnya tersebut

"yak kamjakia" omel luhan namun langsung mengalihkan pandangannya kea rah sehun

"kalian berhentilah memperhatikan mereka dan sekarang cepat makan makanan kalian sebelum aku menyeret kalian keluar" ucap chanyeol yang duduk diantara luhan dan baekhyun dan menghadap langsung kea rah hunkai.

"aishh kau ini" ucap baekhyun langsung mengambil makanannya dan diikuti oleh luhan

.

.

Kai dan sehun masih asik dengan obrolannya sampai akhirnya mereka mendengar suara nampan yang diletakan dengan cukup kencang

"apa-apaan orang itu" ucap sehun

"ahh mereka ternyata"

"kau mengenalnya?" Tanya sehun kepada kai

"kau tidak tahu?" sehun hanya mengangkat bahunya tanda memang dirinya tidak tahu

"kau lihat-" kai menengokan kepala sehun kea rah luhan cs yang tengah makan dengan wajah yang nampak kesal berbeda dengan satu laki-laki yang ada diantara mereka

" yang tengah memakan ramyeon itu namanya baekhyun dan yang di depannya yang memiliki mata rusa bernama luhan" sehun langsung mengalihkan pandangannya menatap luhan yang tengah mengunyah bibimbapnya seketika sehun Nampak terpesona dengan wajah luhan sampai akhirnya sehun mengalihkan perhatiannya kepada kai saat melihat chanyeol mengelus kepala luhan

"lalu lelaki itu?" Tanya sehun

"oh dia park chanyeol" ucap kai membuat sehun mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dan menyadari raut bingung temannya kai langsung menjelaskan siapa mereka

"park chanyeol merupakan satu-satunya sahabat lelaki luhan dan baekhyun mereka selalu bersama dan mengambil jurusan yang sama walaupun focus jurusan mereka berbeda mereka sama dengan kita di jurusan seni namun luhan bagian desaign chanyeol music dan baekhyun vocal" terang kai

"kau mengetahui mereka?" tanya sehun heran

"bagaimana tidak my bab kyung satu jurusan dengan baekhyun dan yang harus kau ketahui bahwa baekhyun dan luhan merupakan pecinta sepakbola" ucap kai sambil menaik turunkan keningnya

Sedangkan sehun langsung berdiri meninggalkan kai yang tengah memperotes karena merasa di acuhkan setelah memberikan informasi yang panjang lebar. Sebelum keluar kantin sehun sempat menoleh kea rah baekhyun dan luhan yang masih asik makan dengan kepala yang di tahan oleh chanyeol karena mereka akan mengikuti kemana sehun pergi sebuah seringaian nampak muncul dari bibir tipis sehun lalu meninggalkan kantin diikuti kai dari belakangnya.

.

.

.

Saat ini luhan tengah tengkurap di atas kasurnya dengan laptop di depannya, setelah pulang dari kampusnya luhan langsung menuju kamarnya dan tertidur dan baru bangun sekitar pukul enam sore, Luhan langsung mandi dan berganti pakaian dengan piyama tidurnya karena Luhan merasa tidak akan kemana-mana mala mini sedangkan sang omma tengah menyiapkan makan malam di dapurnya

Ting

Bunyi notification di laptopnya berbunyi dan Luhan langsung membukanya

From baekhyunee

"bagaimana kau sudah bilang?"

From real_pcy

"tidak usah datang itu masih pagi"

from baekhyunee

"aisssh kau selalu merusak suasana yeol"

From Luhan7

"pokonya kita harus datang karena itu pertandingan penentuan menuju final"

Luhan tengah asik chating bersama baekhyun dan chanyeol mereka bertiga tepatnya hanya berdua luhan dan baekhyun tengah merencanakan bagaimana cara mereka untuk bisa datang ke pertandingan bola antara XOXO dan WOLF besok karena pertandingan akan di lakukan di kampus lawan maka baekhyun dan luhan harus berpikir agar luhan bisa pergi pagi-pagi tanpa dicurigai oleh sang omma, karena bagaimanapun kegiatan luhan yang mencintai sepak bola sangat di tentang oleh sang omma maka luhan selalu menyembunyikan semua koleksi foto-foto tim kesayangannya itu.

"Luhanie makan malam sayang" teriak sang omma dari arah bawah

"nde omma"

Setelah membalas sang omma luhan langsung mengetik pada acc chatingnya untuk menunda diskusi mereka

Tap tap tap

"appa" teriak luhan saat melihat sang ayah tengah duduk di meja makan sambil tersenyum ke arahnya tanpa menunggu lama luhan langsung memeluk leher sang ayah dari belakang dan menghadiahkan kecupan manis di pipi sang appa

"malam princess" ucap sang appa sambil mengelus kepala Luhan

"kau pasti menginginkan sesuatu lulu" ucap sang omma yang datang aria rah dapur lalu duduk di samping kanan sang suami

"aishh mommy selalu saja mencurigai aku" kata luhan sambil duduk di kursi samping appanya satu lagi

"bukan mencurigai tapi memang kau selalu begitu"

"aishh terserah omma saja"

Sang kepala keluarga hanya menggelengkan kepala melihat kedua bidadari cantik di depannya

"kalian ini selalu saja rebut kajja makan" ucap hangeng yang dib alas anggukan oleh Luhan dan heechul

"app-"

"Selesaikan makanmu dulu sayang baru berbicara" ucap hangeng memotong ucapan luhan karena memang kebiasaan keluarga ini untuk makan dengan tenang.

Setelah selesai Luhan dan sang omma langsung membereskan peralatan makan yang mereka gunakan dan luhan selalu mendapat jatah untuk mencuci piring karena pagi sampai siang selalu ada bibi han pembantu di keluarga luhan yang sudah bekerja hampir dua puluh tahun seumur dengan luhan, namun setelah pkl lima bibi Han akan pulang dan kembali lagi besok pagi.

Setelah selesai menyelesaikan tugasnya luhan lantas berlari menuju sang appa yang tengah duduk di kursi ruang keluarga sambil menonton televise

"appa" bruk

"yak lulu pelan-pelan dasar anak ini" omel heechul saat luhan dengan kekuatannya berlari dan langsung menerjang sang appa dan mendapatkan omelan cantik dari sang omma yang mengikutinya dari belakang

"weoo hmmm?" tanya hangkyung karena dia sudah tahu pasti aka nada sesuatu ika anaknya sudah sangat manja seperti ini

"appa aku ingin menonton bola besok karena besok pertandingan menuju final" bisik luhan di telinga sang appa membuat sang appa terkekeh sedangkan heechul yang duduk di samping hangeng mulai menatap curiga keduanya

"jangan berbisik xi luhan" ucap sang omma membuat luhan langsung bersembunyi di samping sang appa

"baiklah princess appa akan membuat ommamu tidak bangun pagi-pagi sekali"ucap hangeng sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah luhan

Plak

Dengan tanpa perduli heechul menggeplak tangan sang suami saat mendengar apa yang tengah di bicarakan dengan luhan

"apa maksudmu tidak membuatku bangun pagi-pagi yeobo" ucap heechul sambil melirik kea rah luhan yang tengah terkikik melihat ommanya yang tengah merajuk sedangkan sang appa malah asik tertawa sambil merangkul sang omma

"baiklah appa lulu pegang janji appa, lulu tidur duluan dah appa dah mommy" ucap luhan sambil mencium pipi appa an ommanya lalu pergi menuju kamarnya dengan riang karena misinya nampak akan berhasil.

Sementara sang appa dan omma hanya memperhatikan luhan sampai menghilang di atas tangga

"ahh anak itu pasti dia meminta sesuatu padamu kan?"ucap heechul sambil menayandarkan kepalanya pada bahu hangeng

"hmmmm" balas hangeng sambil mengusap kepala heechul

"apa yeobo?" tanya heechul sambil mengadahkan kepalanya melihat sang suami

"bukan apa-apa sudahlah kajja kita tidur" ucap hangeng sambil membimbing heechul menuju kamar mereka

"semoga berhasil princess" ucap hangeng tanpa bersuara saat menuju kamarnya dan melihat kea rah lantai dua dimana luhan tengah mengintip di ujung tangga

"gomawo appa" ucup luhan dengan gerakan mulutnya lalu memasuki kamarnya

TBC

Anyeong saya datang dengan chap awal

Maaf ya seandainya ceritanya terlalu bertele-tele lama membosankan atau kurang greget ya segini kemampuan saya hehhhe

Terima kasih buat yang review fol fav dan baca ff ini, dan untuk silent reader tunjukanla wujud kalian bahwa kalian memang berpartisipasi dalam dunia FF

Terima kasih di tunggu REVIEWnya

See you next chap

Gomawoooooooo

HunHan Story