Baiklaaah................
walopun dengan agak berat hati kuterusin juga. AH!!! Saya akan meluruskan suatu kesalah pahaman yang sudah beredar di sini!!!
ini BUKAN fic yaoi!!! Apa yang membuat anda sekalian berpikir ini fic yaoi??!!
Haaaaah..... Silakan lanjutin aja dah bacanya
Naruto en epriting inzaid masih punyanya Masashi Kishimoto-jii san^^
St. Anna
2nd Encounter
"APAAA???!!!" suara berat menggelegar di tengah Uchiha mansion.
"HA..HA..HA…HA…" suara lain mengiringinya terdengar sangat menikmati yang sedang terjadi.
"DIAM ITACHI! Ini tidak lucu!"
"Maaf ayah," Itachi berhenti tertawa, dia memegangi perutnya dan wajahnya memerah karena susah payah menahan tawa. Sasuke yang duduk di sofa kulit berwarna coklat kayu di hadapannya hanya meliriknya dengan tatapan 'aku akan membunuhmu setelah ini'-nya. Dan seorang wanita di antara mereka hanya bisa menghela nafas menenangkan dirinya.
Malam itu di kediaman keluarga Uchiha, keempat Uchiha sedang duduk di dalam ruang keluarga oval berwarna krem kecoklatan. Pria setengah baya dengan wajah keras berdiri membelakangi dinding kaca yang mengarah ke halaman yang diterangi lampu-lampu kecil berwarna keemasan.
"Ayah, aku tidak melakukannya karena aku suka. Aku tidak seberuntung ayah atau kakak yang bisa memilih wanita yang kalian sukai," bela Sasuke masih setengah shock dengan reaksi ayahnya. Sebenarnya dia memang sudah mempersiapkan mentalnya saat menyetujui usul Neji, tetapi adegan live ayahnya tetap tidak bisa diperkirakan dampaknya. Sasuke bahkan bertaruh pasti umurnya memendek lima tahun saat ayahnya tadi berteriak dengan wajah shock. Seorang wanita berambut hitam panjang yang duduk di sofa yang sama dengan Itachi menatap Sasuke yang tampak putus asa.
"Sasuke, kau hanya belum mengenal Karin. Dia baik, pintar, dia juga cantik. Kau pasti akan menyukainya kalau kau mengenalnya," suaranya terdengar lembut membujuk Sasuke.
"Ibu, aku sudah mengenalnya. Ya, dia memang cantik, pintar dan sebagainya tetapi…" suara Sasuke terdengar lemah. Dia memang selalu luluh kalau mendengar ibunya berbicara walaupun mentalnya saat itu sedang down-down-nya.
"Siapa yang memberimu ide semacam ini? Kau Itachi?" Fugaku sekarang menatap putra tertuanya dengan tatapan menyelidiknya. Tentu saja dia sedang sebisa mungkin menahan amarahnya karena meminta Itachi cepat-cepat kembali ke Jepang adalah untuk membujuk Sasuke menyetujui perjodohannya, bukan untuk membujuknya menjadi siswi di sekolah putri.
"Bukan! Bukan aku," tolak Itachi ringan sambil mengangkat sebelah tangannya.
"Kakaknya yang seorang lagi," tambahnya. Tentu saja jawabannya mendapatkan reaksi bengong sepasang suami-istri Uchiha. Jelas mereka tahu Itachi adalah satu-satunya kakak Sasuke. Tidak mungkin maksud Itachi adalah Obito kakak sepupu mereka yang sudah lama meninggal.
"Neji kan?!" lanjut Itachi melirik Sasuke.
"Hnn.." jawab Sasuke pasrah saat kedua orang tuanya juga menatapnya. Itachi tersenyum, Mikoto dan Fugaku menghela nafas. Sejak kecil Sasuke memang selalu menganggap Neji sebagai kakaknya walaupun Neji hanya beberapa minggu lebih tua darinya. Entahlah salah siapa kalau Sasuke justru lebih menuruti kata-kata Neji daripada Itachi karena yang dilakukan mereka berdua sejak kecil hanya saling mengganggu dan bertengkar. Lain dengan Neji yang selalu membelanya, yah.. bisa dikatakan itu karena Neji hanya mempunyai adik perempuan. Fugaku berbalik menghadap ke dinding kaca sebentar, kemudian dia berbalik dan duduk di sofa.
"Apa yang akan kau lakukan di sana? Kau bahkan tidak tahu apa yang kau cari kan?!" tanyanya kemudian. Sasuke langsung menegakkan badannya menatap ayahnya tidak percaya, begitu juga dengan Itachi dan Mikoto.
=ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo=
Beberapa saat kemudian di kamarnya, Sasuke melompat ke atas kasurnya dengan semangat. Tangannya menggapai ponsel berwarna hitam di meja kecil di sisi tempat tidurnya dan mengetikkan pesan singkat 'OK'. Kurang dari semenit sebuah pesan singkat masuk ke ponselnya,
From: Neji
Bsk siang dtg ksini!
"Osh!" sambut Sasuke kemudian meletakkan ponselnya kembali ke tempat asalnya tadi. Saat dia sedang mengira-ngira seperti apa sekolah putri itu dan apa yang akan terjadi di tempat itu nanti, pintu kamarnya terbuka dan wajah kakaknya muncul di balik pintu dengan wajah tersenyum bahagia.
"Sasuke!" panggilnya dengan wibawa seorang kakak.
"Ada apa?" Sasuke bangun dari posisi berbaringnya dan duduk bersila di atas tempat tidurnya. Itachi hanya berdiri di pintu dan seperti ragu-ragu ingin mengatakan sesuatu. Setelah sepintas menatap seisi kamar Sasuke, matanya menancap pada Sasuke yang menunggu di atas tempat tidurnya dan senyuman yang barusan hilang muncul kembali di bibirnya.
"Tidak. Aku memang rasanya terlalu sering meninggalkanmu sendirian. Kakak macam apa aku yang tidak bisa melakukan apa-apa untuk membantumu?" kata-kata Itachi hanya membuat Sasuke bengong. Tumben kakaknya mengatakan sesuatu yang kedengaran keren dan berbobot padanya. Biasanya juga cuma bisa menggodanya atau membuatnya marah saja. mungkin selama ini kakaknya memang sudah berubah.
"Ja! Oyasumi…imoto-chan!" Itachi langsung menutup pintu tepat sebelum bantal menghantam pintu.
"Dasar! Memang niatnya cuma datang untuk mengganggu!" geram Sasuke, padahal tadi sempat terpesona juga dengan kata-kata Itachi yang sepertinya menunjukkan penyesalannya.
= OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO =
Di koridor terbuka berlantai kayu, Sasuke mengikuti pemuda berambut coklat panjang di hadapannya dengan enggan menuju kamarnya. Dia berusaha sebisa mungkin menahan emosinya agar tidak mengamuk saat pemuda lain berambut hitam panjang terikat yang bersamanya berbicara dengan senyuman lebar, tambah lagi jelas-jelas mereka amat sangat menikmati topik yang mereka bicarakan seolah-olah subjek yang mereka bicarakan tidak sedang berjalan di belakang mereka.
"Hey kalian! Jangan macam-macam ya!" geram Sasuke yang sudah tidak tahan lagi. Kedua laki-laki di hadapannya berbalik dan tersenyum kemudian salah satunya menghampirinya dan merangkulnya dengan erat.
"Aaah…imotooo…! Jangan marah-marah begitu!"
"Jangan panggil aku imoto!" bentak Sasuke pada Itachi yang tertawa puas dengan godaannya.
"Oh, baiklah Sasu-chan" Neji menambahkan membuat wajah Sasuke berubah menjadi merah padam.
"AAAARGH!!!"
=ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo=
"Hmm, baiklah. Sebelumnya kau harus belajar gerak-gerik seorang perempuan. Itu tidak akan sulit. Hal-hal kecil yang harus kau ingat. Jangan berbicara terlalu keras dan anak perempuan tidak duduk ngangkang!" komentar Neji sambil memukul lutut Sasuke yang sedang duduk ngangkang "itu juga berlaku kalau kau sedang berjalan," tambahnya. Sasuke bersabar mengikuti petunjuk-petunjuk Neji sementara Itachi yang duduk di tempat tidur Neji hanya menatap kedua orang yang sibuk di meja belajar Neji di hadapannya sambil menahan tawa.
"Ah! Di sekolah juga mereka nggak seanggun yang kau bilang!" protes Sasuke saat Neji melarangnya melakukan ini itu.
"Jangan protes! Ini sekolah elit putri! Bersikap tidak anggun akan membuatmu jadi incaran guru tata krama. Dan kau tidak mau harus menghabiskan waktu dengan guru kan?!" jawab Neji berapi-api. Jelas sekali sangat tidak menyukai Sasuke yang ingin bersikap alakadarnya.
"B..baik," jawab Sasuke agak shock dengan kegalakan Neji.
=ooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo=
Berikutnya Neji sudah mempraktekkan jurus meriasnya. Sasuke sudah berpesan agar Neji tidak perlu mendandaninya sampai seperti pemeran kabuki atau geisha dan Neji hanya tersenyum aneh menjawabnya
"Tenang saja!" dan….
Beberapa saat kemudian setelah Sasuke bersabar dengan tangan Neji yang menarik-narik rambutnya, menepuk-nepuk wajahnya dengan benda empuk berbulu, memulas wajahnya dengan kuas dan sapu mini juga pensil dan benda manis yang diusapkan di bibirnya, Neji akhirnya menatapnya dengan wajah puas.
"Selesai!" katanya dengan senyuman lebar. Itachi yang tadinya hanya duduk dan mengutak-atik ponselnya langsung menatap Sasuke bengong.
"Kawaiiii…!!!" teriaknya kemudian. Itachi menatap Sasuke berbinar-binar membuat Sasuke sebal dan dengan penasaran berusaha menatap cermin di balik tubuhnya. Saat dia berbalik, dia mengenali t-shirt putih dan celana baggy krem-nya di cermin. Tetapi wajahnya, rambut hitamnya yang mencuat sudah dirapikan dan menggantung lemas menyentuh lehernya. Poni panjangnya yang melewati dagunya dan biasanya dibelah tengah sudah dijepit menyamping membuat wajahnya benar-benar terekspos. Tetapi wajahnya sendiri, rasanya tidak ada yang berubah. Hanya saja entah kenapa Sasuke tidak bisa mengatakannya, dia terlihat lebih… feminin. Mata hitamnya rasanya terlihat lebih lentik dan pipinya yang pucat terlihat agak merona ditambah bibirnya yang terlihat pink manis.
"N..Neji… Kau melakukan ini?" komentar Sasuke gugup dan agak merinding memandangi wajahnya sendiri terpantul di cermin.
"Bagaimana?" tanya Neji, dari suaranya terasa ada senyuman yang membuatnya terdengar puas.
"TOP!" Itachi mengacungkan ibu jarinya dengan bersemangat pada Neji, jelas sekali puas dengan hasil karyanya. Tetapi Sasuke…
"M…Mengerikann.." gumamnya
"Mengerikan? Kau sudah kelihatan seperti cewek tulen! Kau sangat cantik kalau itu bisa menghiburmu!" bela Neji tidak terima Sasuke menghina hasil karyanya.
"Maksudku… kau punya hobi semacam ini.. Aku baru tahu, ternyata kau.." Sasuke menatap Neji semakin gugup. Wajah Neji merah padam menerima komentar Sasuke, rasanya dia ingin memukulnya tetapi dengan alasan dia akan menghancurkan hasil karyanya sendiri, Neji memilih bersabar dan berbalik.
"Crewet! Yang penting itu adalah dandanan normalmu mulai sekarang! Pakai ini!" Neji mengulurkan kaca mata berbingkai oval hitam pada Sasuke. Saat Sasuke memakainya, wajah Uchiha Sasuke yang biasanya dilihat Sasuke saat dia menatap wajahnya di cermin menghilang, digantikan wajah seorang gadis manis yang tampak polos dengan ekspresi gugupnya. Dan dua orang yang tertawa pelan di sampingnya benar-benar membuatnya seperti perawan yang siap dikorbankan untuk iblis ke dalam gunung berapi saja.
"Ja, imoto. Sepertinya kita sudah siap untuk pergi belanja sekarang," Itachi dengan bersemangat merangkul Sasuke yang sedang menahan emosinya karena Itachi mulai kedengaran sangat suka dengan kata 'imoto' yang sepertinya amat sangat ingin sekali dia pakai sejak jaman dahulu kala.
"Maumu! Aku tidak akan pergi kemana-mana dengan dandanan begini!" protes Sasuke melepaskan tangan Itachi dengan kasar.
"Aah, kau butuh baju baru. Kan nggak mungkin laki-laki beramai-ramai membeli gaun, juga nggak mungkin kan kau pakai baju-bajumu yang sekarang di asrama nanti," komentar Neji tenang. Sasuke terdiam menatapnya dengan shock.
"A….a..sra..ma?" suara Sasuke tercekat di kerongkongannya. Neji dan Itachi hanya tersenyum dan mengangguk.
Hening.
Beberapa detik kemudian, dan semenit kemudian.
"APAAA???!!!" teriak Sasuke menggelegar dan jelas sangat tidak cocok dengan wajah polos dan manis yang dipakainya. Neji hanya mengerutkan alisnya.
"Hoi! Jangan berteriak begitu. Kau mengacaukan riasanmu. Kau juga harus mulai terbiasa bersikap anggun dan anak cewek nggak mungkin teriak seperti itu. Biasanya 'kyaaa..' begitu. Yah, kalau melihat Hinata kau akan mengerti seperti apa anggun itu," Neji malah berbicara panjang lebar tidak ada hubungannya membuat Sasuke ingin mematahkan tulang-tulangnya saat itu juga.
"KUBUNUH KAU! Bagaimana kau bisa menyarankanku melakukan hal seperti ini tapi malah tidak memberi tahuku bagian terpentingnya???!! Kalau ini sekolah asrama artinya aku harus menyamar selama 24 jam kan?! Tega sekali kaaau!!!" Sasuke mencengkeram erat kerah baju Neji dengan emosi siap-siap melemparkannya.
"OI SASUKE! Tenanglah!" Itachi segera menahan Sasuke dari belakang, mencoba melepaskannya dari Neji.
"Nii-san! Kau juga tahu kan?!" geram Sasuke pada Itachi dan Itachi hanya tersenyum bersalah sambil menahan kedua lengan Sasuke. Sasuke semakin emosi dan bersiap mengamuk.
Satu hal selalu diingat Neji dan Itachi. Jangan memancing kemarahan Sasuke sampai pada batasnya. Itulah sebabnya Neji juga meminta Itachi datang untuk membantunya kalau Sasuke sampai keluar kendali saat mengetahui sisi negative rencana mereka. Dan yang harus mereka lakukan sekarang adalah menenangkan Sasuke dulu baru berbicara baik-baik padanya.
Sasuke memberontak dan membuat Itachi yang menahan tubuhnya dari belakang terpojok menghantam tembok dengan keras.
"NEJI!" teriak Itachi dan Neji segera menahan lengan Sasuke dan menahannya terhimpit diantara mereka.
"LEPASKAN!!! KUBUNUH KALIAN! LEPPBBHH……" mulut sasuke terbungkam sebelah tangan Neji yang menahannya dari depan.
"Sasuke!"
"Dengar dulu!" sengal Neji dan Itachi sambil menahan Sasuke yang masih juga tidak mau menyerah.
"Maaf, Neji….sa….ma……" seorang wanita setengah baya dengan rambut hitam digelung mengenakan yukata hijau lumut dengan wajah terkejut muncul di pintu. Mulutnya terbuka dan menatap ketiga orang di pojok ruangan dengan tidak percaya. Jelas yang dilihatnya adalah putra sulung bosnya dan juga putra sulung keluarga Uchiha. Tetapi jelas juga yang dilihatnya adalah seorang gadis yang tampak tidak berdaya terjepit diantara mereka. Dia pasti merasa cemas saat tadi mendengar suara-suara ribut dari kamar Neji.
"Neji, hapus ingatannya!" gumam Itachi pada Neji yang juga sedang terkejut dengan kemunculan seorang pelayan di depan pintunya. Entah apa yang sedang dikiranya terjadi di hadapannya sekarang.
ToBeContinued and still depends on....^^
Aika Uchiha: Kenapa nggak boleh sama karin? dia juga cantik kok^^. Hmmm.... Bener! Soalnya kalo si sasu nggak anggun, dia bisa dihabisin ma neji-sensei!
shirayuki haruna: aaah... arigatou nee...!!! kalo neji ikutan kan bisa gawat tuuh. kan di skolah itu ada hinata, lagian dia identik ma hinata, bisa-bisa langsung ketahuan. maaph, sasu nggak pake wig, soalnya pake wig itu resikonya tinggi.
hanaruki: iya nih sasu jadi cewek^^
Yukihara Kanata: iya...iya... ini diterusin. iya juga nih, sasu akhirnya jadi cewek. udah nebak kan??!!
sabaku no panda-kun: ah! jangan men-judge dari para tokoh utamanya! ini BUKAN yaoi! sasuneji cuman sobatan aja. soalnya neji uda menyerahkan jiwa dan raganya pada hinata^^
kakkoii-chan: yah! kan nggak mungkin mreka musuhan slamanya^^. INI BUKAN YAOIIIII!!! (sambil treak pake toa).
MaNiMe PanRaPoRo: iya..iya... sarannya diterima tuh. en neji gag bakalan ikut karena dia bisa langsung ketahuan ma hinata. heeeeh..... ini bukan yaoi. baitewei.... doumooooo uda nge-fav^^
Chika Nagato Hoshiyama: Uaaahh....:D Arigatou!!! apakah itu anime-yang-saya-lupa-judulnya? jadi penasaran...
