Cast: Kyuhyun, Donghae, Siwon, and member SJ

Genre: brothership, hurt, angst, family.

Summary: Setelah eommanya meninggal semuanya berubah. Rasa takut akan trauma selalu melingkupi hatinya. Tapi dia tidak pernah berharap bahwa keadaan akan kembali seperti dulu. Ya, dimana mereka tertawa bersama dalam kebahagiaan.

Disclaimer: cerita ini punya author dan tidak memplagiat story siapa pun. DILARANG COPAS

.

.

.

Park Leeteuk berjalan tergesa di lorong Rumah Sakit. Tadi dia dapat kabar dari temannya Kim Yesung bahwa Kyuhyun colaps, Yesung juga dokter yang ikut bertanggung jawab menangani Kyuhyun selain dirinya dan juga Yesung adalah anak dari Tuan Kim pemilik rumah sakit ini.

BRAK

Leeteuk membuka pintu kamar inap tersebut. "Bagaimana keadaannya?", tanya Leeteuk. Tadi dia ada jadwal operasi jadi tidak bisa memeriksa keadaan Kyuhyun.

"Tenangkan lah dulu dirimu Leeteuk. Keadaan Kyuhyun tidak terlalu baik tapi masih bisa di atasi," jawab Yesung.

"Maksud mu?" tanya Leeteuk.

"Sepertinya mentalnya terganggung hingga menyebabkan colaps, tapi untunglah tidak parah. Di rawat beberapa hari ini dan Kyuhyun akan kembali seperti biasa." Jelas Yesung.

"Sebenarnya apa yang terjadi Changmin?" kini Leeteuk bertanya kepada orang di sampingnya, Changmin.

"Aku tidak tau pasti hyung. Hari ini kami tidak melakukan apapun hanya masuk kelas dan melakukan aktivitas biasa. Bahkan aku melarang Kyuhyun untuk pergi ke game canter bersama setelah pulang tapi aku melarangnya." Changmin juga terlihat bingung.

"Lalu aku ke toilet sebentar karena baju ku ketumpahan kopi. Aku menyuruh nya menunggu di taman, lalu tidak lama aku mengirim sms untuk menunggu di depan gerbang. Saat aku sampai dia sudah jatuh pingsan." Lanjut Changmin menjelaskan secara rinci apa yang terjadi.

"Sudahlah Leeteuk, tenangkan dirimu. Kau membuat Changmin merasa bersalah. Kita bisa menanyakan pada Kyuhyun setelah bangun." Yesung berusaha menenangkan sahabatnya ini.

"Hah... mianhae Changmin, hyung panik. Pulanglah aku yang akan menjaga nya." Leeteuk meminta Changmin untuk pulang. Tidak baik merepotkan Changmin lebih lagi.

"Ah baiklah, aku akan pulang hyung. Nanti malam aku akan datang menjenguk," lalu Changmin pamit dan pergi keluar untuk pulang.

"Aku juga akan keluar. Masih ada beberapa tugas yang mesti ku selesaikan," Yesung undur diri, berjalan menuju pintu lalu menghilang saat pintu kembali tertutup.

Di ruangan kini hanya tersisa Leeteuk dan Kyuhyun. Leeteuk mengusap wajah Kyuhyun. Menyibak rambut nya dan membebelai dengan penuh kasih sayang.

"Kau anak nakal! Jangan membuat hyung terus khawatir," Leeteuk mengucup kening Kyuhyun. Setelah itu pergi meninggalkan ruangan. Dia masih ada jadwal pasien. Dan setelah selesai tugas, dia akan kembali melihat Kyuhyun.

.

.

.

"Hikss sakit...," tangis Kyuhyun. Dia kesakitan, Tuan Cho terus memukuli nya. Tubuh itu sudah penuh luka, tapi Tuan Cho tidak merasa kasihan dan terus memukulnya menggunakan kayu kecil yang memanjang.

PLAK

"AAHHHHG! Apa salah Kyunnie... hiks," Kyuhyun tidak mengerti mengapa appa nya berubah. Lalu Tuan Cho pergi. Tidak berapa lama kemudian dia kembali membawa air panas.

'Tidak.. ! Kumohon tidak air panas!'

Kyuhyun beringsut ketakutan. Apakah appa nya akan menyiram tubuhnya dengan air panas kali ini?

"Rasakan," Tuan Cho mulai menyiram tubuh Kyuhyun.

TIDAAKKKKK!

AAARRGGHHH!

.

.

"Kyuhyun! Bangunlah!" Leeteuk panik. Dia baru saja datang setelah menyelesaikan jadwal untuk bertemu pasien-pasien nya. Tapi ketika membuka pintu, dia mendengarkan teriakan Kyuhyun.

"Tenanglah hey bangun lah Kyu!" Leeteuk berusaha membangunkan Kyuhyun. Leeteuk tidak tahu apa yang dimimpikan Kyuhyun hingga seperti ini.

Kyuhyun membuka kelopak mata nya. Pandangan nya lurus ke depan. Seperti tidak ada kehidupan. Kosong dan hampa.

"Panas.. sakit.. appa.. uuggh," racau Kyuhyun. Tubuh nya gemetaran. Keringat dingin mengucur, serta napasnya tidak beraturan.

"Kyuhyun! Lihat hyung, ini Leeteuk," Leeteuk menangkup wajah Kyuhyun dan mengahadapkan pada dirinya.

"Lee..teuk h..yung?" napas Kyuhyun mulai tersendat.

"Appo ughh.. hhahh..hhh," Kyuhyun meremas dadanya. Kesadaran nya kembali, dia bermimpi sangat buruk.

"Tenangkan dirimu Kyuhyun, tarik napas dan keluarkan pelan-pelan," Leeteuk memberi instruksi.

"Uggh.. hhahh.. ti-..dak bisa hyung.. sakit," Kyuhyun sudah mencoba mengikuti perkataan Leeteuk.

"Pelan-pelan Kyu.." dengan sabar Leeteuk mengelus rambut Kyuhyun sambil menggenggam tangannya.

Perlahan napas Kyuhyun mulai stabil. Leeteuk mengambil tissue di sampingnya, mengelap keringat di wajah Kyuhyun. "Aku lelah hyung," ucap Kyuhyun dengan lemah.

"Tidurlah, kau masih membutuhkan istirahat yang banyak." Leeteuk kembali mengelus rambut Kyuhyun.

"Tapi aku takut, mimpi buruk itu akan datang lagi," lirih Kyuhyun. Dia takut ketika menutup mata bayang-bayang masa lalu nya akan mengganggu tidurnya.

"Tidak akan, hyung di sini. Apa perlu hyung menyanyikan lagu pengantar tidur hm?" Leeteuk terkekeh melihat wajah Kyuhyun yang cemberut. "Humm baiklah, untuk kali ini saja hyung bernyanyi untuk ku," ucap Kyuhyun malu-malu.

"Hyung akan bernyanyi setiap kau ingin kan," Leeteuk tersenyum lembut. Dia mulai bernyanyi. Dengan penuh kasih di setiap liriknya. Tidak dipungkiri suara Leeteuk memang bagus, buktinya Kyuhyun langsung terlelap.

.

.

Seorang pemuda terduduk di taman. Dia melihat pemandangan didepannya. Seorang kakak beradik yang tertawa bahagia, bermain bola bersama. Pemuda tersebut tersenyum sendu. Dulu dia dan adiknya juga tertawa seperti itu. Tapi kini semua telah berubah. Adiknya dibuang dengan kejam.

"Bogoshipo Kyu," lirih Donghae. Setiap hari di sore hari, dia selalu menyempatkan datang ke taman ini. Taman dimana dulu mereka pernah bermain bersama.

Donghae tidak pernah bosan, melihat pemandangan anak-anak yang selalu bermain setiap harinya disini. Dia jadi sedikit terhibur walau rasa rindu nya selalu melingkupi hatinya. Mengenang momen indah yang dulu pernah terjadi.

"Auch, sakit hyung hueee." Seorang anak kecil terduduk menangis ketika dia tersandung saat berlari. Sang hyung yang di panggil mendekekati anak kecil tersebut.

"Jangan menangis, kau laki-laki ingat? Laki-laki tidak akan menangis," ucap sang hyung menenangkan.

"Tapi ini sakit hiks," rengek sang adik.

"Baiklah, jika kamu tidak menangis hyung akan membelikan mu es krim bagaimana? Saat kamu memakan es krim rasa sakit itu akan menghilang." Sang hyung coba menghibur adiknya.

"Benarkah?" tanya sang adik.

"Tentu," angguk sang hyung. Mengajak adiknya ke tempat pedagang es krim berada di pinggir taman.

Donghae menyimak kakak adik tersebut. Ah, air matanya tidak dapat ditahan. Donghae kembali menangis jika melihat adegan kakak beradik yang selalu mengingatkan nya pada Kyuhyun.

Donghae melihat mereka ke pedagang es krim. Kyuhyun juga menyukai es krim. Donghae menghampiri pedagang es krim tersebut.

"Rasa coklat satu," kata Donghae pada paman penjual es krim. Paman tersebut mengambil es krim, lalu memberikan es krim kepada Donghae.

"Ini paman," Donghae memberi selembar uang kepada paman penjual es krim.

"Ini nak kembaliannya," kata paman tersebut.

"Tidak usah untuk paman saja," setelah itu Donghae tersenyum dan beranjak pergi ke rumahnya. Rumah yang benci nya.

.

.

"Kau baru pulang? Bagaimana dengan cafe mu?" Tuan Cho melihat Donghae menutup kembali pintu utama.

Donghae milirik appa nya. "Baik." Jawab Donghae dingin lalu berlalu dari ruang tamu dan menuju ke atas, ke arah kamarnya. Donghae memiliki usaha cafe yang di beri nama Caffe Moments. Donghae berharap cafenya dapat menjadi tempat moment indah yang terjadi kepada pelanggannya.

"Ini Yeobbo," Nyonya Cho membawa secangkir teh untuk suaminya.

"Sebenarnya bagaimana hubungan mu dengan Donghae? Dia tidak terlihat baik denganmu sejak dulu," tanya Nyonya Cho penasaran.

"Tidak ada apa-apa," dan selalu jawaban yang sama meluncur dari mulut Tuan Cho.

Nyonya Cho menghela napas. Dia tidak mengerti mengapa suaminya tidak ingin menceritakan apa yang terjadi pada dirinya dengan Donghae. Lalu Nyonya Cho pergi menuju dapur. Memasak makan malam untuk keluarganya.

Tidak butuh waktu lama, hanya sekitar satu jam. Masakan Nyonya Cho telah selesai semua. Setelah itu Nyonya Cho menata makanannya di ruang makan di bantu oleh bibi Kim. Sedangkan Tuan Cho telah membersihkan diri lalu duduk kembali di ruang tamu. Mengerjakan tugas kantornya. Bukan Hyundai Crop. Tapi perusahaan milik nya sendiri. Cho Corp.

Cklek

Pintu utama terbuka. Menampilkan sosok Siwon dengan setelan jasnya. Terlihat sangat lelah, dia baru saja menyelesaikan pekerjaan kantornya.

"Ah Siwon, kau baru pulang?" tanya Nyonya Cho melihat siapa yang datang.

"Ne Eomma," senyum Siwon.

"Bersihkan lah dirimu, setelah itu turun dan makan malam lah. Jangan lupa ajak ke dua adik mu turun," suruh Nyonya Cho. Lalu Siwon menaiki tangga dan membersihkan dirinya.

Tok

Tok

Tok

Siwon mengetuk pintu kamar Kibum. Kini dia telah membersihkan diri dan mengganti baju santaj.

"Ne Hyung aku akan ke bawah," Kibum masih mengerjakan tugas kuliah.

"Kibum nanti kau ajak juga Donghae ke bawah juga ya, hyung turun dulu," Siwon berharap Donghae dapat membuka hatinya untuk Kibum. Menjadikan Kibum sebagai adiknya, bukan sebagai 'pengganti' tapi sebagai adik seutuhnya walau tidak ada hubungan darah.

Kibum termenung. Dia takut untuk menemui Donghae hyung. Hyung nya itu begitu dingin. Kibum juga tidak mengerti. Apa salahnya hingga Donghae hyung bersikap dingin kepadanya? Semakin dipikir semakin membuat Kibum tidak mengerti.

Daripada memikirkan hal yang tidak jelas. Kibum mulai berjalan ke arah kamar Donghae. Dia mengetuk pintu, lalu membuka pintu tersebut.

"Kyuhyun..." igau Donghae. Ternyata Donghae sedang tidur.

'Kyuhyun?' batin Kibum bertanya. Nama itu seperti nama Kyuhyun yang ada dikampusnya. Ah mungkin Kyuhyun yang lain. Ada banyak nama seperti itu di Korea.

"Maafkan hyung saeng..." Donghae terus mengigau, wajahnya terlihat tidak nyaman. Kibum bingung siapa itu Kyuhyun dan ada banyak pertanyaan lainnya yang muncul. Tapi dia harus membangunkan Donghae dan mengajaknya makan malam bersama. Untuk pertanyaan Kyuhyun, nanti saja dia akan mencari tahu nya sendiri.

"Hyung bangunlah," Kibum menggoncangkan tubuh Donghae. Perlahan Donghae membuka matanya. Melihat seorang Kibun ada di depannya.

"Sedang apa kau." Ucap Donghae dingin.

"Tadi aku sudah mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Siwon hyung menyuruh Donghae hyung ke bawah untuk makan malam bersama," jelas Kibum. Dia merasa di intimidasi oleh Donghae.

"Keluar." perintah Donghae.

"Tapi.. makan malam.. hyu-"

"KELUAR!" teriak Donghae. Dia sedang tidak ingin di ganggu. Amarah yang terus membuncah jika dia berada di dalam rumah. Hanya kesendirian di kamar yang dapat membuatnya tenang.

Dan Kibum hanya mundur perlahan. Dia sedih mengapa Donghae berlaku seperti itu padanya? Kibum juga ingin di perhatikan oleh hyung nya yang satu itu.

Kibum menutup pintu kamar Donghae. Melangkah turun ke bawah. Di sana sudah ada eomma, appa, dan Siwon hyung.

"Mana Donghae?" tanya Nyonya Cho.

"Dia sedang tidak ingin makan eomma," jawab Kibum. Nyonya Cho menghela napas, selalu saja begini. Nyonya Cho khawtir kepada anak nya itu. Terkadang Donghae makan bersama, tapi dia lebih banyak menghabiskan makan di luar sana dari pada di rumah.

"Makan lah, tidak usah memikir kan dia." Tuan Cho mulai menggengam sumpitnya dan mengambil beberapa lauk di depannya. Jika sang kepala keluarga sudah mengatakan seperti itu tidak ada yang dapat membantah. Lalu mereka memakan makan malam dengan tenang.

Setelah selesai, Nyonya Cho membereskan meja makan dibantu oleh bibi Kim. Menaruh piring-piring ke wastafel dan mencucinya.

"Eomma," panggil Siwon. Saat ini Siwon berada di dapur. Ayahnya ke ruang kerja sedangkan Kibum ke kamarnya.

"Ne eomma tau. Cha~ ini satu porsi makan malam untuk adikmu Donghae," Nyonya Cho sengaja menyiapkan makanan 1 porsi sebelum mereka makan bersama. Dia yakin Donghae tidak akan turun untuk makan. Kebiasaan buruk memang. Tapi Nyonya Cho lega ada Siwon yang masih memperhatikan Donghae.

"Maaf merepotkan eomma. Donghae susah di atur..." Siwon mengambil piring yang di berikan Nyonya Cho.

"Sssst.. jangan berpikir seperti itu. Eomma yakin dia punya alasan untuk bersikap seperti itu. Semoga suatu saat nanti Donghae dapat berubah," Nyonya Cho tersenyum sambil mengusap pipi Siwon. Dalam hati Siwon, ia merasa bersalah pada eommanya. Bagaimana tidak? Dia tahu alasan Donghae bersikap seperti ini dan yang dapat merubah nya adalah Kyuhyun. Dongsaeng kecilnya yang malang.

"Baiklah eomma aku ke kamar Donghae dulu," lalu Siwon pergi menuju kamar Donghae. Tanpa mengetuk pintu Siwon membuka pintu tersebut.

CKLEK

"Makan lah Hae," Siwon menaruh piring ke atas meja nakas di samping tempat tidur.

"Jangan bersikap seperti ini Hae..." ucap Siwon kepada adiknya. Donghae duduk terdiam di depan jendela. Membiarkan jendela terbuka dan melihat langit malam yang pekat.

"Hyung tidak tahu. Setiap malam aku memimpikannya! Bahkan setiap hari aku berhalusinasi tentang dia! Aku harus bersikap bagaimana?!" Donghae berdiri. Mengeluarkan setiap uneg-uneg nya.

"Donghae, hyung juga sama seperti mu. Tapi jangan bertindak seperti ini Hae, kau menyiksa dirimu," Siwon memeluk Donghae yang terlihat bergetar. Menahan amarah dan tangisnya.

"Hyung... Aku sungguh merindukannya," Donghae membalas memeluk Siwon dengan erat. Setitik air mata di biarkannya lolos.

"Hyung juga, bersabarlah.. ini demi Kyuhyun. Kau tidak mau dia bersedih saat dia datang kembali bukan?" Siwon melepas pelukannya lalu menatap Donghae.

"Tapi kapan hyung, hingga saat ini keberadaannya masih tidak ditemukan oleh kita," lirih Donghae sedih.

"Sabarlah, mungkin sebentar lagi kita akan menemukannya," Siwon mengelus kepala Donghae. Dia berharap Kyuhyun segera kembali. "Sekarang makanlah, dan istirahatlah." Siwon menepuk pundak Donghae, lalu pergi. Meninggalkan Donghae yang masih memikirikan adiknya, Kyuhyun...

.

.

Pagi ini, Kibum melangkah di lorong-lorong kampus. Dia masih memikirkan siapa itu Kyuhyun yang di panggil Donghae dalam tidur. Dia harus mencari taunya.

"Hah Changmin-ssi!" panggil Kibum saat melihatnya di kantin.

"Hai Kibum, panggil saja Changmin."

"Panggil aku hyung, karena aku lebih tua darimu walau kita seangkatan," ucap Kibum. Changmin tertawa dan mengangguk menyetujui.

"Oh ya, bagaimana keadaan Kyuhyun?" tanya Kibum.

"Kyuhyun sedang di RS, apa kau ingin menjenguknya hyung?" Changmin menawarkan untuk menjenguk Kyuhyun.

"Tentu," jawab Kibum. Dia akan memastikan bahwa Kyuhyun adalah orang yang di ucapkan hyung nya atau bukan.

Setelah itu mereka masuk ke kelas masing-masing. Mengikuti kelas di pagi itu. Lalu siang harinya setelah kelaa selesai mereka menjenguk Kyuhyun di rumah sakit.

.

Rumah Sakit

CKLEK

Suara pintu terbuka terdengar. Kyuhyun yang berbaring malas melirik ke arah tersebut.

"Changmin!" sorak Kyuhyun gembira. Changmin masuk disusul dengan Kibum dibelangkangnya.

"Annyeong Kyuhyun," sapa Kibum. Changmin menaruh beberapa komik di meja samping tempat tidur dan Kibum memberi buah-buah untuk Kyuhyun.

"Ah terimakasih Kibum hyung,"ucap Kyuhyun.

"Chwang, mana PSP ku?" Kyuhyun hanya melihat beberapa komik. Dia sangat bosan dan butuh PSP nya.

"No, nanti aku dimarahi Leeteuk hyung," kata Changmin sambil menggerakan jari telunjuknya ke samping kiri dan kanan. Kyuhyun mempout mulutnya. Sahabatnya sangat menyebalkan.

Kibum kembali tertawa melihat tingkah Changmin dan Kyuhyun. Menurutnya mereka sangat lucu, bisa jadi hiburan.

"Tertawa lah sepuasmu Kibum hyung," sungut Kyuhyun. Tawaan Kibum di anggap seperti meledek. Sungguh hari menyebalkan di rumah sakit.

"Maaf pfft maaf...," Kibum berusaha meredakan tawanya. "Bagaimana keadaan mu Kyu?" lanjut Kibum bertanya.

"Sehat bugar seperti yang kau lihat," jawab Kyuhyun mengangkat ke dua tangannya membentuk huruf U seperti ingin menunjukan otot lengan. Tapi yang terlihat hanya tulang di balut kulit.

"Bwhahahahhahaha," kali ini Changmin tertawa terbahak-bahak. "Tidak usah menujukan tulang mu itu, kau bahkan tidak mempunyai otot sedikit pun bwhahahha," ucap Changmin di sela tawanya. Kibum yang melihat itu hanya tertawa kecil. Mecoba menahan tawa lebih tepatnya.

CTAK

"Auuch-" Kyuhyun melempar komik di sampingnya. Melempar ke wajah Changmin.

"Yak! Nanti wajah ku yang tampan bisa jadi jelek tau!" Changmin mengusap wajahnya. Kyuhyun hanya mendengus mendengarnya.

"Baik lah, aku ingin turun ke bawah. Perutku tercinta sudah minta di isi. Kau ingin menitip sesuatu hyung?" tanya Changmin kepada Kibum.

"Ani Changmin," Kibum menggeleng.

"Semoga kau tersedak," ketus Kyuhyun yang masih merasa kesal.

"Jahat nya kau Kyu!" Changmin memeletkan lidahnya, masih meledek Kyuhyun rupanya.

"YAK!" Kyuhyun berteriak, tapi sayang Changmin keburu pergi. Setelah itu Kyuhyun mendengus kembali.

Suasana menjadi hening setelah kepergian Changmin. Lebih damai. Kyuhyun yang lelah kemudian berbaring.

"Kau terlihat pucat Kyu, butuh sesuatu?" Kibum melihat wajah Kyuhyun yang kelelahan.

"Tidak Kibum hyung. Aku hanya ingin berbaring," Kyuhyun menutup matanya sebentar. Dia ingin mengistirahatkan dirinya, sebelum Changmin datang dan membuatnya kesal.

Kibum yang melihat Kyuhyun kelelahan hanya berdiam diri di tempat duduk. Membiarkan Kyuhyun memejamkan matanya. Suasana hening beberapa saat. Kibum bergulat dengan pikirannya. Apakah dia harus menanyakannya atau tidak? Kalau iya Kyuhyun memiliki hubungan dengan hyungnya, hubungan apakah itu? Teman?

Kibum terus memikirkan nya. Mungkin dia harus menyakannya pada Kyuhyun. "Kyuhyun..." panggil Kibum pelan.

Kyuhyun membuka matanya. "Ye?"

"Aku ingin menanyakan sesuatu," Kibum melirik Kyuhyun. 'Sepertinya serius' pikir Kyuhyun dalam hati.

"Silahkan hyung,"

"Kau kenal dengan orang yang bernama Donghae?"

DEG.

Kyuhyun terkejut.

.

.

.

.

TBC

Huaaa, akhirnya selesai juga. Masih pada penasaran? Kyk nya cerita nya makin ngawur dah :") moga kalian suka. Mulai ke depan mulai sulit mikirin alur nya nih /plak/ oh ya jangan lupa reviewnya ya~

Gomawo:D

Sunday, 30 July 2017.