Tittle: Unpredictable

Author: Dhea Andini / Rae Yoo

Genre: School life, Kingdom story

Main Cast:

Xi Luhan as Luhan

Oh Se Hoon as Sehun

Another Cast: Find it by yourself

Summary: Apa jadinya bila seorang putra mahkota bersekolah diskolah yang tidak terlalu 'elit' untuk-nya, itu lah yang terjadi di SM High School, kehadiran sosok putra mahkota itupun tidak luput dari perhatian seluruh penghuni sekolah kecuali satu siswa | "…AKU JUGA SEORANG PANGERAN KAU TAU!" / "... Hanya aku yang bisa membantumu" / "Aku tidak bermaksud seperti itu, ..." /Summary MACAM APA INI?! -_-/

Warns: Chaptered, alur kecepetan, OOC, yaoi (Boy x Boy)

Note: Loha halo loha, author cantik nan menggemaskan ini datang lagi dengan membawa chapter dua (‾▽‾") Maap kalo lama update, soalnya sudah disebutin di chap satu kemarin, author lagi sibuk buat cari bahan belajar sekolah, maap yah maap, buing buing (O̷̴̷̴̯̐ .̮ O̷̴̷̴̯̐) /buing buing gagal TELAK/ -_-

Yaudah, langsung aja cekidot, sebelumnya author hanya ingin mengingatkan, Luhan milik Sehun, Sehun milik Luhan, HunHan ditakdirkan untuk bersama dan memiliki seorang anak yaitu author sendiri, bwahahahaha (‾▽‾")

Prev. Chapter: notes/fanfiction-exo-yaoi/unpredictable-chap-1-dhe a-andini-rae-yoo/500345130033796

~ƩΧ◊PLΔИƩT~

Setelah kejadian Kris-marah-gaje-dan-Sehun-sang-penyelamat kemarin, seisi kelas awalnya beranggapan bahwa Sehun dan Luhan tidak akan pernah akur, tapi setelah melihat adegan Luhan narik tangan Sehun kemarin, teman satukelas Luhan -dan juga Sehun- semuanya setuju jika HunHan ditakdirkan untuk bersama /ini telak buatan author xD/ dan mereka berencana akan menjodohkan Sehun dan Luhan yang -menurut mereka- akan menjadi sepasang kekasih yang sangat cocok bagi nusa dan bangsa /oke, gue alay -_-/ Mulai lah perencanaan tentang perjodohan Sehun dan Luhan dibicarakan diruang kelas dan tentu saja tanpa diketahui -dan dihadiri- oleh HunHan sendiri.

SKIP TIME

Entah kenapa pagi ini Luhan terlihat lebih bahagia dari hari sebelumnya, hari ini Luhan bangun lebih pagi dan tentu saja yang biasanya tidak pernah sarapan sebelum berangkat sekolah sekarang Luhan mulai sarapan. Saat setelah mandi, sarapan, dan mengunci apartement-nya tentu saja, Luhan langsung menuju tempat parkir yang terletak dibelakang apartment-nya dan mengendarai mobil sport-nya yang terparkir disana.

Saat sedang focus mengendarai dengan mendangar alunan music yang distelnya belum lama saat Luhan keluar dari lingkungan apartmentnya tadi, tiba tiba Luhan teringat dengan sahabatnya Tao, sudah beberapa hari ini Tao tidak terlihat.. ani, bukan tidak terlihat, tapi seperti sedang menghindari Luhan, mungkin hanya perasaan Luhan tapi sikap Tao sudah mulai berubah, Tao tidak pernah lagi mengajak Luhan untuk makan di kantin saat jam istirahat, ataupun mengajak Luhan ke mall untuk melengkapi koleksi Gucci-nya, entah lah yang penting Luhan tidak ingin beranggapan buruk tentang sahabat nya itu, mungkin saja Tao sedang sangat sibuk sehingga tidak ingin diganggu, mungkin begitulah keadaannya.

Saat sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tentang Tao, entah kenapa ucapan Sehun di taman kemarin ikut masuk kedalam pikiran Luhan saat ini. Oh tidak, jangan kira Luhan menyukai Sehun. Ayolah, Luhan tidak mungkin jatuh cinta pada anak nakal seperti Sehun, 'TIDAK AKAN MUNGKIN TERJADI!', batin Luhan pada dirinya sendiri.

Tidak terasa saat diperjalanan kali ini terasa sangat singkat, mungkin karena ditambah dengan pemikiran yang –menurut Luhan- membutuhkan pikiran ekstra atau sangat menguras otak untuk dipikirkan. Sesaat setelah melihat gerbang sekolah yang dituju Luhan, disana terlihat banyak siswa/i yang berkumpul tepat didepan gerbang sekolah dan terlihat satu mobil sport merah dengan dikawal dua mobil Fortuner hitam dibelakang mobil sport merah tadi kelihatan kesulitan untuk masuk kesekolah karena akses jalan mereka –dan juga Luhan- menuju keparkiran tertutup sempurna karena kehadiran siswa/i yang sedang berkumpul itu.

'Apa yang membuat mereka berkumpul?', batin Luhan bermonolog ria sambil memberhentikan mobil sport biru-nya tepat dibelakang dua mobil Fortuner hitam tadi. Merasa penasaran, Luhan akhirnya turun dari mobilnya dan mulai ingin mencari informasi tentang apa-yang-terjadi pagi pagi seperti ini.

Sesaat Luhan baru saja keluar dari mobil nya, sebuah teriakan yang memekakkan telinga sudah menyambut telinga Luhan pagi pagi seperti ini, teriakan apa lagi kalau bukan teriakan dari siswa/i yang ditujukan pada si putra mahkota, Oh Sehun. Lihat lah cara mereka berteriak, sangat tidak elit –menurut Luhan-, ada yang berteriak sambil menangis, ada yang seperti berteriak seperti orang gila, dan masih banyak lagi yang Luhan tidak ingin sebutkan karena terlalu menjijikkan –menurutnya-, dan setelah dikira puas melihat siswa/i yang berteriak tadi, Luhan beralih melihat sekitar dan menukan si 'pembuat onar' pagi ini, yah, seorang Oh Sehun mulai keluar dari 'persarangan'-nya didalam mobil sport merah yang Luhan lihat tadi, dan sejurus setelah Sehun keluar, bukannya teriakan tadi menjadi sedikit reda, tetapi semakin menjadi jadi dan tentu saja semakin keras sehingga Luhan harus menutup telinganya agar pendengarnnya tidak rusak setelah ini.

Melihat ini, Luhan hanya menggurutu ria didalam hatinya dan ingin langsung berjalan menuju mobil nya dan masuk kekelas dan menenangkan telinganya mengingat bahwa pagi pagi seperti ini telinga Luhan sudah dipakai untuk keperluan yang –sangat- tidak penting. Saat hendak berbalik untuk menuju mobilnya, Luhan melihat Kris sedang berjalan dengan cool-nya menuju gerbang sekolah, dan anehya Kris tidak membawa kedaraan pagi ini, bukannya Kris paling anti dengan yang namanya 'jalan kaki', entahlah, mungkin dia sudah sadar, hihihi.

"Kris..", panggil Luhan sambil melambaika tangannya semangat pada Kris dan sejurus kemudian Luhan langsung berlari menghampiri Kris dan setelah itu Luhan langsung saja memeluk Kris dengan erat tanpa ada niat untuk melepaskannya. Awalnya Kris terkejut dengan aksi Luhan ini, tapi akhirnya Kris mulai membalas pelukan hangat Luhan.

"Hmm.. Wae? Tidak biasanya", Tanya Kris heran, yah memang tidak biasa Luhan menyambut Kris dengan pelukan hangat seprti ini pagi pagi, bukan kah Luhan dan Kris selalu bertengkar selama ini? Lama Luhan tidak menjawab pertanyaan Kris tadi dan masih menikmati pelukan yang sudah lama tidak Luhan rasakan dari seorang Kris.

"Ani, aku hanya sudah lama tidak memelukmu, dan aku rindu itu", jawab Luhan tanpa melepaskan pelukannya dari Kris. "Dan Kris, apa kau benar benar mencintaiku?", Tanya Luhan sambil mendongakkan kepalanya –mengingat bahwa Kris lebih tinggi dari pada Luhan- dan tetap tanpa melepaskan pelukannya dengan Kris.

"Tentu saja aku mencintaimu, sangat malah", balas Kris tersenyum sembari mengeratkan pelukannya pad Luhan. "Jadi, bagaimana kalau bolos sehari, huh? Aku ingin pergi bersama mu, bagaimana?", Tanya Kris sambil melonggarkan pelukannya pada Luhan.

"Tentu saja, sudah lama kita tidak melakukan itu", jawab Luhan antusias. Mendengar adanya lampu hijau dari sang kekasih, Kris pun menarik pergelangan tangan Luhan dengan antusias kearah mobil Luhan, Luhan yang melihat itu hanya terkikik pelan.

'Akhirnya aku tau alasan kenapa aku lebih bahagia hari ini, thanks god', gumam Luhan dalam hati.

~ƩΧ◊PLΔИƩT~

Luhan dan Kris pergi menuju salah satu plaza yang berada tidak jauh dari sekolah mereka jika mengingat sekolah mereka memang terletak di tengah keramaian kota Seoul dan berada tepat dipinggir jalan raya, jadi Luhan dan Kris tidak perlu jauh jauh mengendarai mobil mereka.

Setelah memarkirkan mobil mereka, Kris yang pertama kali keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil Luhan dan juga melepaskan seatbelt Luhan, entahlah tapi Luhan merasa ada yang berbeda dari Kris hari ini, Kris tidak lagi marah seperti biasanya. Tapi Luhan suka dengan Kris yang sekarang atau Kris yang perhatian seperti ini.

Kris menggandeng tangan Luhan masuk ke plaza tersebut, terlihat.. err.. romantis. Plaza kali ini terlihat agak sepi karena memang sedang jam sibuk, jadi tidak banyak yang memperhatikan Kris dan Luhan sekarang kecuali satpam yang sedang bertugas di plaza tersebut. Kris mengajak Luhan masuk ke salah satu tempat bermain disana, Luhan yang melihat Kris mengajaknya masuk ketempat yang –menurut Luhan- untuk anak kecil itu hanya cengo dan sekaligus heran dan tidak untuk satu kali lagi, Kris tidak pernah terlihat melakukan ini sebelumnya. Tapi jujur, Luhan suka itu.

"Kris, kenapa harus masuk kesini? Ini untuk anak kecil tau", ucap Luhan sebal sambil mengerucutkan bibirnya lucu, ah sangat lucu untu ukuran anak kelas 2 SMA.

"Haha, aku hanya ingin bersenang senang Luhan-ah, bukannya sebentar lagi kita akan kelas 3 dan akan menghadapi ujian akhir? Jadi aku hanya ingin kembali menjadi seorang anak kecil dan bersenang senang untuk satu hari saja", ucap Kris antusias sambil menoleh dan memandang Luhan sekilas. "Jadi? Maukah kau menemaniku my little deer?", lanjutnya sambil tersenyum manis.

"Ofc, I will, hahahaha", balas Luhan dan langsung melepaskan tawanya karena menurutnya pertanyaan Kris tadi seperti ingin mengajak Luhan menikah, haha.

Back at School~

Sehun kewalahan mengatasi siswa/i yang sedang meneriaki namanya ini dan beruntungnya Sehun hari ini sampai mobilnya tidak bisa masuk kedalam sekolah karena kebanyakan siswa yang menutupi jalannya. Sebelum keluar dari mobilnya, Sehun melihat satu mobil sport biru stop tepat dibelakang mobil pengawalnya dibelakang, setelah cukup lama mobil sport biru itu berhenti, akhirnya sang empunya pun keluar, yah siapa lagi kalau bukan seorang Xi Luhan, terlihat Luhan memperhatikan semua siswa/i yang sedan berteriak heboh itu dan lucunya Luhan memperhatikan mereka dengan mengumpat ria sehingga mulutnya pun ikut tertarik sehingga membuat nya terlihat lucu –setidaknya menurut Sehun-, saat Sehun keluar dari mobil untuk menenangkan para 'fans'-nya itu dan hendak juga membuka jalan untuk dirinya –dan juga Luhan- masuk kesekolah dan lebih tepatnya ketempat parkiran, Sehun melihat pemandangan yang sungguh membuatnya ingin sekali marah dan pergi dari sana saat itu juga. Siapa lagi kalau bukan Luhan? Yah, seorang Luhan yang dari pertama kali Sehun sukai saat namja cantik itu menolak mentah mentah agar Sehun tidak duduk di kursi kosong yang berada disebelahnya itu, Luhan sedang memeluk seorang Kris. Tidak salah lihat? Tentu saja tidak, bahkan terlihat Luhan memeluk Kris dengan hangat, sangat hangat bahkan, seolah mereka sudah lama tidak bertemu. Dan niat Sehun untuk menenangkan 'fans'-nya itu sekarang sudah hilang sempurna entah kemana, Sehun hanya memandang sepasang kekasih itu dalam diam. Sakit, yah pasti sakit, apa lagi yang bisa mendeskripsikan apa yang dia rasakan sekarang?

Saat sedang sibuk dengan pemandangan dan pikirannya sendiri saat ini, tiba tiba Sehun melihat Kris menarik Luhan masuk ke mobil Luhan –mobil sport biru- dan Luhan bahkan Kris pun terlihat sangat senang saat ini, Sehun hanya memandang Kris dan Luhan yang menghilang didalam mobil sport itu dan memandang sedih mobil sport yang sudah beranjak keluar dari daerah sekolah mereka.

"Maaf tuan, mobil anda sudah bisa masuk sekarang", ucap salah satu pengawal Sehun dengan hormat dan sedikit menunduk.

"Baiklah, terimakasih", balas Sehun sambil tersenyum –terpaksa- dengan pengawalnya tadi. "Kau bisa pulang sekarang", lanjut Sehun.

"Kami diperintahkan Ratu untuk tetap berada disekolah sampai anda pulang tuan", ucap salah satu pengawal tadi, tentu saja dengan sopan dan sedikit menunduk.

"Apa?! Shireo! Aku tidak mau", tolak Sehun kemudian, tapi melihat raut wajah kedua pengawalnya yang takut akan ibu-nya itu pun Sehun merasa kasian juga. "Hhhh.. arraseo, lakukan sesuka kalian", lanjut Sehun pasrah, dan akhirnya terlihat juga senyum yang mengembang lebar dari pengawal Sehun tadi tapi mereka mencoba untuk menyembunyikannya dari Sehun. Sehun yang melihat itupun hanya memutar bola mata nya bosan, dan setelah itu Sehun pun kembali masuk ke mobilnya dan mulai menuju tempat parkir sekolah.

~ƩΧ◊PLΔИƩT~

Kali ini Sehun duduk sendirian dikelas karena Luhan pergi dengan Kris yang Sehun sendiri pun tidak tau kemana, kali ini Sehun merasa teman satu kelas nya semua nya aneh, seperti… merencanakan sesuatu, yah seperti itu lah, mereka melemparkan tatapan nakal pada Sehun –terutama Kai dan D.O-. 'Mereka semua terlihat menyeramkan kali ini', gumam Sehun dalam hati dan setelah itu Sehun merasakan aura tidak baik disekitarnya, entah lah, seperti aura evil.

Saat sedang focus dengan ritual pengusiran aura tidak baik dari sekitar nya, ketua kelas Sehun –Suho- berjalan kedepan kelas, seperti ingin memberitahukan sesuatu yang sepertinya penting jika melihat dari raut wajah Suho tapi juga sepertinya tidak terlalu penting jika melihat Suho sedikit melemparkan senyum jahil-nya pada seluruh penjuru kelas –termasuk pada Sehun- dan Sehun sendiri pun tidak mengerti apa arti dari senyum itu.

"Ehm, begini teman teman, tadi saya dipanggil ke ruang OSIS dan mendapat tugas untuk mengumumkan ini", ucap Suho, lama dia mengambil jeda untuk melanjutkan kalimatnya yang membuat –sepertinya hanya- Sehun penasaran, sedangkan murid lain sepertinya sudah mengetahui apa yang akan Suho katakana pada mereka. "Dua hari lagi kelas kita dan kelas 11B akan mengikuti lomba antar kelas, yah hanya lomba biasa, bukan lomba cepat tepat atau pun lomba mengenai pelajaran lainnya, seperti lomba waktu hari kemerdekaan mungkin, aku juga belum tau, kita tunggu saja kelanjutan informasi dari ketua OSIS", lanjut Suho dengan berwibawa pada teman satu kelasnya.

/p.s: Disekolah ini anggap aja kelas-nya hanya ada 2 yah, soalnya kan sekolah elit begitu xD/

"Jadi lomba ini hanya membutuhkan 2 siswa/i dari setiap kelas yang akan berkerjasama nantinya. Jadi bagaimana? Ada yang berminat?", ucap Suho kemudian. Tidak ada satu anak-pun yang mengangkat tangannya untuk berpartisipasi dalam lomba ini, Suho hanya menghela berat napasnya. "Baiklah kalau tidak ada, aku akan menanyakan seluruh siswa dan berikan dua buah nama yang menurut kalian bisa berkerjasama nantinya, bagaimana?", lanjut Suho dan disambut dengan anggukan antusias dari seluruh siswa.

"Baiklah Jongin, kau ingin mengusulkan nama siapa?", Tanya Suho yang memang duduk dibarisan depan.

"Berhenti lah memanggilku Jongin! Kau bisa memanggilku Kai", ucap Kai sambil melipat tangannya didepan dada dengan muka yang dibuat buat menjadi kesal. "Aku mengusulkan HunHan", lanjut Kai, semua siswa memandang Kai heran, baru kali ini mereka mendengar kata kata 'HunHan'.

"Eh, siapa atau apa HunHan?", ucap Suho bingung dengan diiringi anggukan semangat dari seluruh siswa.

"Ya ampun, kudet bener sih", ucap Kai malas. "HunHan… Sehun and Luhan, siapa lagee woii?", lanjut Kai sambil melirik Sehun nakal ditempat duduknya saat menyebutkan kata kata 'HunHan' dan 'Sehun and Luhan', Sehun yang mendengar dan melihat Kai menatapnya seperti itu hanya cengo memandang Kai sesaat dan kembali memasang ekspresi tidak tertarik.

"Baiklah, kau D.O?", Tanya Suho pada D.O yang duduk tepat disamping Kai.

"Pastinya… HunHan", ucap Diyo girang, Suho yang mendengar itupun hanya tersenyum evil.

"Bagaimana dengan… bla bla bla"

"HunHan"

"HunHan"

"HunHan"

"HunHan"

Begitulah seluruh jawaban dari seluruh siswa dari barisan awal –Kai dan Diyo- sampai barisan terakhir –Chanyeol dan Baekhyun-, kecuali Sehun yang hanya bengong mendengar jawaban dari seluruh siswa, sedangkan dia sendiri bingung harus menjawab apa.

"Ya tuan Oh Sehun, ingin menjawab apa?", Tanya Suho sambil menambahkan embel embel 'tuan' pada nama Sehu seperti yang sering didengarnya jika pengawalnya berbicara dengan Sehun, Suho yang memanggil Sehun seperti itu akhirnya melepaskan tawanya karena sebelumnya dia tidak pernah memanggil orang seperti itu.

"Lakukan apa yang ingin kalian lakukan, walaupun aku menyarankan nama yang lain itu tidak akan berpengaruh kan?", ucap Sehun sambil menyandarkan badannya pada sandaran kursi yang sedang didudukinya saat ini, semua siswa memandang Sehun paksa agar memberikan mereka jawaban. "Baiklah baiklah, aku memilih diriku dan Luhan", lanjut Sehun dengan masih dengan tampang tidak tertarik, padahal didalam hati Sehun yang paling dalam /oke, author alay -_-/ Sehun sangat senang dengan usulan ini, haha, yang pertama dan paling utama adalah image, jadi jangan rusak image seorang Oh Sehun hanya dengan Sehun senang karena dipasangkan dengan Luhan dan melakukan tindakan yang SANGAT memalukan, jangan PERNAH harapkan itu.

"Ehm, baiklah, sekarang sudah sepakat bukan jika yang mewakili kelas kita adalah Sehun dan Luhan? Jadi, Sehun, berhubung Luhan tidak ada jadi kau bisa memberitaunya nanti atau besok, jika kalian juga bertemu dengan Luhan, jangan lupa untuk memberitaunya tentang ini, jangan hanya mengandalkan Sehun, arraseo?", terang Suho tegas setelah memberitaukan jika yang mewakili kelas mereka adalah Sehun dan Luhan.

"Arraseo", ucap seluruh siswa kelas Suho dengan serempak.

Back to Kris dan Luhan~

Kris dan Luhan sekarang sedang duduk disalahsatu foodcourt yang berada didalam plaza yang mereka hampiri tadi, mereka terlihat sangat bahagia, terbukti dengan tawa yang tidak pernah lepas dari wajah mereka. Kris duduk disamping Luhan, tempat duduk didepan Luhan yang seharusnya ditempati Kris kosong, Kris lebih memilih duduk disamping Luhan dan berhadapan sehingga Kris bisa memeluk Luhan –secara tidak langsung-, setiap mata yang melihat mereka berdua hanya memandang cemburu apalagi pasangan yang memang sudah menikah, mereka seperti memandang Kris dan Luhan seperti mengingat masalalu mereka.

"Kris, apa kau benar benar mencintaiku?", Tanya Luhan ditengah kegiatan Kris yang sedang memeluk –hanya melingkarkan tangannya pada pinggang- Luhan, Luhan hanya merasa Kris sebentar lagi akan meninggalkannya, entah lah hanya sebuah feeling yang datang entah dari mana.

"Tentu saja, kenapa kau selalu menanyakan itu?", balas Kris sambil –sedikit- mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Luhan.

"Tidak, aku hanya... –merasakan jika kau akan pergi-", ucap Luhan menggantung kalimatnya, hatinya berkata untuk mengucapkan apa yang ingin diucapkannya saat ini, tapi pikirannya mengatakan tidak, bagaimana jika Kris menganggap itu sebagai sebuah Hint jika Luhan lah yang akan meninggalkannya, tidak tidak, Luhan tidak ingin itu terjadi, Luhan sudah sangat mencintai Kris.

"Hanya apa little deer?", Tanya Kris karena penasaran atas pernyataan Luhan yang terlalu menggantung.

"Aku hanya… Sangat mencintaimu Kris, yah sangat mencintaimu", ucap Luhan sambil memberikan senyum terhangatnya pada seorang Kris. "Jadi aku bertanya apakah kau juga seperti aku Kris", lanjut Luhan sembari menundukkan kepalanya karena dia merasakan wajahnya sudah panas dan berarti wajahnya sudah berubah menjadi merah.

"Aigoo, kau lucu sekali jika sedang malu", ucap Kris sambil menaikkan kepala Luhan dengan menggunakan jari telunjuknya yang ditaruh didagu Luhan. "Aku juga begitu dear", lanjut Kris mantap.

"A-Aku mencintaimu Kris, saranghaeyo", ucap Luhan malu.

"Ne, aku juga mencintaimu, nado saranghaeyo", balas Kris sambil kembali memeluk tubuh Luhan erat. "Jeongmal saranghaeyo", lanjut Kris.

Drrttt… Drrrttt…

Drrrtt… Drrrttt…

Dua handphone pastinya sedang bergetar ria saat ini, menginterupsi kegiatan sepasang kekasih yang sedang menikmati pelukan hangat mereka. Akhirnya dengan terpaksa, Kris dan Luhan melepaskan pelukan mereka dan mulai mengangkat panggilan telepon masing masing.

"Yeoboseo?"

"Yeoboseo?"

"…"

"…"

"Ndee?! Sekarang?! Yang benar saja, aku sekarang banyak urusan", ucap Kris dengan nada bicara sedikit tinggi dan juga dengan nada terkejut.

"Eh?! Sekarang?! S-H-I-R-E-O! Aku sedang ada urusan", ucap Luhan tepat setelah Kris melemparkan rutukannya pada orang disebrang sana yang –juga- sama seperti Luhan.

"…"

"…"

"Baiklah baiklah, aku akan segera kesana", ucap Kris kemudian dengan nada suara yang sudah sedikit rendah dan segera mengakhiri hubungan telepon nya.

"Terserah lah, aku akan kesekolah sekarang", ucap Luhan malas dan –juga- mengakhiri hubungan teleponnya dengan orang disebrang sana.

"Luhan-ah, mianhae, sekarang aku disuruh untuk kesekolah, bagaimana? Mau kuantar pulang dulu?", tawar Kris pada Luhan setelah mendapat kabar jika ia harus berangkat kesekolah sekarang juga karena urusan yang dia sendiripun tidak tau urusan apa itu.

"Tidak usah Kris karena kau juga disuruh kesekolah sekarang", balas Luhan sambil tersenyum hangat pada Kris.

"Jadi, ingin kugendong tuan putri?", ucap Kris genit dan ditambah dengan smirk –yang menurut Luhan- menyebalkan itu.

"Yak! Berhenti menyebutku tuan putri, aku ini namja kau tau, bahkan aku terlalu tampan daripada kau Kris.. Yak! Yakkk! Turunkan aku Kris! Apa yang kau lakukan?! Hey, turunkan akuuu!", ucap Luhan memberontak karena Kris sudah terlebih dahulu menggendongnya ala bridal keparkiran mobil mereka, karena tidak ingin jatuh, Luhan reflex melingkarkan tangannya pada leher Kris.

"Aku tidak ingin mendengar adanya penolakan kau tau, hahaha", ucap Kris senang karena merasa telah menang atas namjachingunya yang sedang digendongnya ini.

"Baiklah baiklah, lakukan sesukamu", ucap Luhan dengan ekspresi seolah olah marah, Kris yang melihat itu hanya terkikik pelan.

"Ofc my princess", balas Kris sambil sedikit menaikkan Luhan pada gendongannya.

"Yakk! Berhenti memanggilku 'princess'!", protes Luhan pada Kris.

"Hahaha, arraseo arraseo", ucap Kris mengalah.

~ƩΧ◊PLΔИƩT~

Sampainya disekolah dan juga Kris memarkirkan mobil Luhan ditempat parkir sekolah tentu saja, Kris dan Luhan keluar dari mobil dengan bergandengan tangan menuju kekelas mereka masing masing. Semua siswa yang melihat adega PALING jarang disejarah Luhan pacaran dengan Kris itu hanya memandang mereka –lebih tepatnya- memandang kedua tangan yang sedang berpautan itu dengan bengong bahkan takjub mengingat bahwa baru kemarin Luhan dan Kris bertengkar hebat karena kehadiran dari seorang Oh Sehun. Luhan yag merasa rishi karena terus diperhatikan oleh semua siswa pun mengadu pada Kris.

"Kris, aku merasa kita sedang diperhatikan", ucap Luhan pada Kris dengan volume suara yang sedikit dikecilkan.

"Biarkan saja, mereka hanya iri", balas Kris pada Luhan yang terlihat tidak nyaman. "Baiklah baiklah, ayo cepat kekelas, jangan sampai kita dimarahi karena terlambat", lanjut Kris.

"Oke sir, hahaha", ucap Luhan sambil tertawa diakhir kalimatnya.

SKIP TIME

Kris sudah masuk kekelasnya –11b- dan Luhan pun sudah berada dikelasnya sekarang –11a-, saat sudah hampir masuk kedalam kelasnya, Luhan melihat Suho tegak didepan kelas dengan berbagai macam tulisan yang terletak dipermukaan papan tulis yang berada didepan kelasnya dan juga berada didepan Suho sekarang dan ditambah dengan seluruh siswa yang sedang sedang sibuk dan focus mmperhatikan Suho didepan mereka sampai sampai tidak ada satupun dari mereka yang menyadari kehadiran Luhan sekarang.

"Annyeonghaseyo", ucap Luhan sambil mengetuk pintu kelasnya yang sedikit terbuka tadi.

"Eh, Luhan kau sudah datang eoh? Duduk dulu sana, nanti aku jelaskan ulang apa yang aku tuliskan dipapan tulis ini", jelas Suho pada Luhan yang tengah berdiri dipintu kelasnya saat ini.

"Ne, mian mengganggu", ucap Luhan sambil berjalan menuju bangkunya –dan juga Sehun-, saat baru saja hendak memasuki celah diantara bangku bangku kelas yang tersusun rapi itu, Kai sudah duluan memeluk Luhan erat.

"Aigoo Luhan-ah, kemana saja kau? Aku sangat merindukanmu", ucap Kai yang sudah diketahui maksudnya adalah untuk membuat Sehun cemburu atau sekedar hanya merubah ekspresinya itu yang sedari tadi tidak pernah berubah.

"Khaaiiihhh… Shhee.. shhaakkk", ucap Luhan susah payah sambil berupaya melepaskan tangan Kai yang melinkar sangat erat di bahunya.

"Omo, hehehe mian—awww, appo hyung", ucap Kai sambil memegang puncak kepalanya karena sebelumnya sudah mendarat jitakan keras dari siapa lagi kalau bukan Diyo, sang namjachingu dari Kai, Luhan yang melihat itu hanya terkikik pelan dan langsung saja meninggalkan dua sejoli itu agar Luhan tidak terkena imbas dari semburan kemarahan dari seorang Do Kyung Soo.

"Siapa suruh kau jadi suka memeluk orang lain eoh? Kai, kau tidak akan dapat jatah selama kita tamat, tidak ada kata penolakan", ucap Kyungsoo kesal pada Kai dengan wajah yang diarahkan kearah lain dan tangan yang dilipat didepan dada.

"Omo, tidak begitu Kyungsoo-ah, aku hanya ingin membuat si Sehun cemburu, hyung, aku tidak suka memeluk orang lain", jelas Kai memelas sambil menggoyang goyangkan tangan Kyungsoo persis seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan dengan ummanya.

"Tidak ada penolakan dan alasan Kim Jong In", balas Kyungsoo sambil berlalu meninggalkan Kai yang sendang duduk dilantai itu.

"Kyungsoo hyung, jangan tinggalkan aku, aku tanpamu butiran debu" /oke, author korban sinetron -_-/, ucap Kai ala sinetron yang sering ditonton oleh adik nya dirumah setiap malam sambil mengejar Kyungsoo ala film india yang sering ditonton nenek Kai setiap siang xD

Semua siswa yang berada dikelas hanya bengong melihat adegan dadakan Kai dan Kyungsoo tadi, yah bukan hal yang jarang melihat mereka bermain sinetron seperti itu, tapi kali ini sangat jarang karena memasukkan kata kata 'jatah' dipercakapan mereka tadi.

"Hai, ada apa sampai sampai aku disuruh kemari?", ucap Luhan pada Sehun saat Luhan duduk disamping Sehun.

"Besok ada lomba antar kelas, antara kelas kita dan kelas 11b, dan setiap kelas harus diwakili oleh 2 orang dalam satu tim, dan diharapkan 2 orang tersebut bisa berkerjasama agar kelas mereka menang", ujar Sehun menjelaskan apa yang didengarnya selama Suho menjelaskan sedari tadi.

"Dan apa hubungannya dengan ku eoh?", ucap Luhan bingung sambil memiringkan kepalanya imut yang menandakan bahwa memang dia sedang bingung.

"Hhhh… dan yang jadi perwakilan kelas kita adalah kita berdua Luhan-ah", balas Sehun sambil menghela nafasnya. "Dan jenis lomba yang dilombakan adalah pertama menyanyi, kedua teaser hunt atau berburu harta karun dan yang terakhir masih dirahasiakan, tapi tema dari kegiatan terakhir itu adalah tentang kerjasama kita, itu lah", lanjut Sehun, Luhan yang mendengar itu hanya mengangguk ngangguk imut.

"Baiklah Luhan-ah, spertinya Sehun sudah menjelaskan semuanya padamu", ucap Suho didepan kelas mereka, tanpa Luhan dan Sehun sadari, semua siswa melihat adegan bicang-berbincang antara Luhan dan Sehun tadi, Luhan yang baru menyadari itu hanya menundukkan kepalanya malu, sedangkan Sehun tetap dengan ekspresi wajah tidak tertarik.

"Ah baiklah, aku dan Sehun akan berlatih untuk lomba menyanyi, annyeong", ucap Luhan dan langsung berdiri, sebelum dia berjalan keluar kelas, Luhan terlebih dulu membungkukkan badannya dan langsung menarik pergelangan Sehun. "Kajja", lanjut Luhan.

"E-Eh? N-ne, annyeonghaseyo", ucap Sehun juga pada seluruh siswa dikelas mereka sambil membungkukkan badanya dengan sedikit susah karena Luhan sambil menarik narik dirinya.

Setelah keluar dari kelas mereka, Luhan berjalan menuju ruang music dengan masih memegang pergelangan tangan Sehun. Sehun yang menyadari itu langsung sedikit melepaskan genggaman tangan Luhan pada pergelangan tangannya dan langsung menggantikannya dengan jari jari tangan Sehun berpautan dengan jari jari tangan Luhan, awalnya Luhan terkejut dengan melihat jari tangan Sehun sudah berada diantara jari tangannya, Luhan hanya tersenyum melihat itu.

"Astaga! Aku lupa!", ucap Luhan tiba tiba saat ditengah perjalanan mereka ke ruang music.

"Ada apa?", Tanya Sehun bingung karena melihat Luhan langsung melepaskan tautan tangan mereka dan langsung bergumam seperti tadi.

"Aku ada tugas dan harus dikumpulkan hari ini! Astaga Sehun-ah, aku harus mengumpulkannya dulu, kau duluan saja yah, annyeongggg!", ucap Luhan sambil berlari kembali menuju kelas mereka, sedangkan Sehun hanya bengong dan langsung menerima saran Luhan untuk pergi duluan keruang music.

Setelah sampai diruang music, Sehun memutuskan untuk masuk terlebih dahulu untuk mengambil gitar dan memainkannya karena merasa mati kebosanan, tapi yang Sehun lihat didalam sana adalah seorang Kris sedang bercumbu ria dengan seorang namja bermata panda yang Sehun sendiri tidak kenal dengan namja bermata panda itu.

Sehun hanya bisa mematung sebentar karena mengingat Kris adalah seorang namjachingu dari Luhan, namja yang dicintainya. Setidaknya Sehun senang jika Luhan dan Kris putus, tapi tidak jika melihat Luhan menangis, Sehun tidak mau itu, Sehun akhirnya memutuskan untuk keluar dari ruang music itu, dan sialnya, saat Sehun berada didepan pintu, Luhan juga sudah berada didepan pintu ruangan music itu.

"Hai, kenapa kau keluar lagi?", Tanya Luhan heran melihat Sehun keluar dengan wajah yang sedikit 'mengenaskan'

"Ah anu, eh.. sebaiknya jangan latihan dulu untuk hari ini Luhan-ah", ucap Sehun gugup karena takut Luhan menangis karena melihat apa yang ada didalam sana.

"Tidak Sehun-ah, besok kita akan lomba", ucap Luhan.

"Ta.. Tapi, tidak sekarang Luhan, dengarkanlah aku"

"Ada apa denganmu Sehun?", ucap Luhan aneh. "Aku ingin masuk", lanjut Luhan dan langsung masuk kedalam dan apa yang Sehun takutkan, Luhan terdiam ditempatnya berdiri sekarang, air mata sudah mengalir deras dipipinya, Sehun hanya memeluk Luhan dan membawanya keluar dari ruangan tersebut.

"Kris.. kau.. hiks"

TBC

Bagaimana? Sudah lebih panjangkan? Hohoho :D

Sudah yah, Review jan lupa, mowaahh :D