Author: Kim Seonna
Title: Falling In Love With My Enemy (FILWME)
Genre: School Life, Romance, dkk/?
Cast: Choi Jinhyun(OC)
Byun Baekhyun
EXO's Member
Sisanya temukan sendiri~
Ini dia chapter 2 nya~~ mian kalo masih ada yang salah-salah juga ^^ makanya, jangan sungkan2 buat Kritik or Saran yaa~ Oiya, saya mau kasih kabar gembira buat Fujoshi kyk saya~ hohoho XD
Kalian disini ada yang ChanBaek shipper ngga? Sedih tau… moment-nya dikit bangett…. Hiks #curcol
Yasudah lah.. dari pada curcol mending lanjut baca yaa~~
Cekidot~!
..
..
..
WARNING!
TYPO(s)
..
..
..
DON'T BE SILENT READER !
..
..
..
START!
—hari libur—
Jinhyun POV
"Eh babo! Ireonaa.. aku mau nonton TV~!"
Aku mendengar suara yang agak familiar. Benar-benar mengganggu! Ketika aku membuka mata, aku melihat wajah lelaki yang paling aku benci seumur hidup, Sehun. Namdongsaeng sialanku.
"Apa lihat-lihat?! minggir sana! aku mau nonton TV, Jinhyunn!"
Oh, aku semalam tidur di sofa TV? Aigo, aku baru ingat. Kalau tadi malam aku begadang untuk menonton Film di TV, karna hari ini libur, aku berani untuk begadang. Lagi pula film yang bagus itu di tengah malam. Dan, tunggu….. tadi albino bilang aku apaaa?
"Hyaa! Albino!" aku bangun dari posisi tidurku. "Kamu tadi panggil aku apa hah?! Panggil aku noona! Ini bukan saatnya YAJA TIME! " namdongsaeng sialan.
"cerewet. Bagiku, Yaja Time itu berlaku ketika tidak ada orang tua dirumah" ia menjawab dengan muka WaTaDos—WajahTanpaDosa— nya, lalu menyingkirkan kaki ku yang berada disofa.
"ugh appo" aku meringis kesakitan, karna kakiku yang disingkirkan Sehun tadi mengenai meja didepan sofa. kaki ku yang malang. "iihh baboo!" kulempar bantal sofa tepat mengenai mukanya. Aku merasa menang~
"ck, sana mandi. Sudah siang tau, jorok!" ia melemparku dengan bungkus makanan ringan yang baru saja dimakannya. Kalau saja aku mempunyai Death Note, ia adalah orang pertama yang akan aku bunuh.
"albino sialan!" langsung saja aku berdiri dari sofa dan menuju kamarku, dan segera membersihkan diri.
"albino, eomma sama appa pergi?" aku yang sudah selesai mandi menuruni tangga sambil mengeringkan rambutku dengan handuk.
"nde" jawabnya singkat dan sudah pasti membuat aku kesal setengah mati. Ku lampar saja handuk yang ku pakai tadi, dan aku langsung kabur kedapur.
"Sialan kau Jinhyunn!" dari dapur aku mendengar teriakkannya, dia memanggilku Jinhyun, sialan. Andai ada eomma dan appa disiniiii…..
..
..
..
..
Aku kembali kekamar dengan membawa segelas susu dan selembar roti panggang. Dan menyambar smartphone ku yang tergeletak di atas meja belajar. Berniat untuk mengirim pesan singkat kepada seseorang.
To : Chanyeol
Yeol, aku mau nanya dongggg…..
Send.
Kutunggu beberapa menit tapi orang itu belum membalas juga, akhirnya aku mengirim pesan yang sama lagi, siapa tahu dia tidak sadar handphone nya berbunyi.
Tapi nihil, tetap tidak ada balasan. Dan aku mengambil keputuskan untuk menelponnya.
Tutt….tutt… "yeob—"
"yeolbalessmsmkucepetan" aku berbicara dengan cepat dan segera mengakhiri pembicaraan telponnya tanpa persetujuan sang lawan bicara. Yah, aku memang menghemat pulsa. Apa salahnya?
Akhirnya ada sms masuk yang aku yakin dari orang yang aku telpon tadi.
From: Chanyeol
Eh, ngehemat pulsa banget sih -_- aku belum selesai ngomong udah diputus aja. Mau nanya apa?
To: Chanyeol
Hehehe.. kamu telpon aku dulu deh, kalo di sms males ngetik.. hoho
From: Chanyeol
Ck.
Haha.. aku tahu sekarang Chanyeol merasa kesal, kekeke.. Dan tiba-tiba terdengar smartphone ku berbunyi, langsung saja kutekan tombol hijau.
"nde, yeoboseyo~ hehe"
"mau nanya apaan?"
"kamu kenal Byun Baekhyun?"
"ehhmm… kenal sih, pernah ngobrol sekali"
"seperti apa orangnya?" tanyaku antusias
"hemm.. dia namja, pendek, pakai kacamata, dan dia yang selalu mendapat ranking 1 itu kan?.."
"ahh... oke, gomawo atas informasinya Chanyeollie~" oh jadi dia itu namja, aku tidak sabar ingin bertemu Baekhyun.
"wae? Kamu mau ngelakuin rencana licik lagi"
"ish, itu ngga licik kok" jawabku sambil mempout kan bibirku, walaupun aku tahu Chanyeol tidak akan bisa melihatnya.
"aigoo..jangan lah Jinhyun.. jangan gunain rencana licik untuk kepentingan pribadi mu lagi"
"yeol, ini ngga licik kok.. beneran deh. Udah ya, aku mau makan.. bye~" ku putuskan hubungan telpon ku dengan Chanyeol. Kenapa dia berfikiran aku akan melakukan tindakan yang licik? Tidak kok, rencanaku itu: aku ingin mendekati Baekhyun, karna Chanyeol bilang dia seorang namja, jadi aku ingin membuat Baekhyun jatuh cinta kepadaku dengan pesonaku yang luar biasa ini. dan setelah ia jatuh cinta padaku, aku akan membuat ia melalaikan tugas-tugas sekolahnya, sehingga ia mendapat nilai yang buruk, dan aku akan merebut peringkatnya. Itu tidak licik kan?
Kuhempaskan tubuh ku keranjang, "semoga saja rencanaku berhasil" aku membayangkan muka Baekhyun dengan yang tadi Chanyeol diskripsikan. Aku tidak sabar. Baek, you're my ENEMY.
..
..
..
..
—Di Sekolah—
Haahhh~~ akhirnya hari masuk sekolah tiba juga.. aku tidak sabar untuk menjalankan rencana ku. Selama liburan aku mencari informasi tentang Byun Baekhyun, dari tanggal lahir sampai phobianya aku tahu, kekeke~ internet sangat berguna ternyata. Kemarin aku sudah memberi tahu rencanaku kepada teman-temanku yang lain, mereka sama seperti Chanyeol, mereka mengucapkan hal yang sama seperti apa yang Chanyeol ucapkan di telpon tempo hari, "aigoo..jangan lah Jinhyun.. jangan gunain rencana licik untuk kepentingan pribadi mu lagi." Ck,Yang penting, akhirnya mereka semua menyetujui rencanaku.
Karna jam pelajaran belum dimulai, aku akan pergi ke kelas Baekhyun, dia berada di kelas 2-C. Rencana ku akan dimulai.
Aku mulai memasuki kelas 2-C, semua pasang mata langsung mengarah kepada ku. Aku sudah bilang kan, bahwa aku populer disekolah ini. Tapi ada satu orang yang tidak mempedulikan kehadiranku, aku rasa dia tidak menyadarinya, dia sedang berada dipojok kelas, berkutat dengan buku ditangannya, dia sedang asik dengan dunianya sendiri—membaca buku— dan aku yakin, itu adalah Byun Baekhyun.
"waahh… itu Jinhyun kan? Cantik yaa.." "beruntung banget kelas kita dikunjungin dia, dia mau ketemu siapa ya" aku mendengar beberapa murid membicarakan ku, aku tidak peduli mereka membicarakanku tentang apa. Aku melewati semua murid yang menatap ku, aku menuju ke pojok kelas itu, tempat Baekhyun berada.
"Hai Baekhyun.." aku duduk tepat disebelahnya. Omoo dia benar-benar culun, memakai kacamata besar dan tebal, rambut yang disisir dengan sangat rapi, pakaian yang tidak melanggar aturan, ahh benar benar…. Persis seperti yang Chanyeol diskripsikan.
"oh, ada apa?" dia bertanya sembari membetulkan kacamata tebalnya itu.
"eumm.. aku mau bicara sebentar" ucap ku dengan meng-imut-kan muka ku.
"ihh, Jinhyun mau bicara sama Baekhyun, beneran tuh? Orang terpopuler ngomong sama orang terculun.. cih" aku mendengar ada yang membicara kan Baekhyun, ckck sangat dikucilkan kah dia? Kasian.
"oh, boleh. Kapan?" dia terlihat tidak tertarik dengan muka yang aku imut kan tadi.
"eum, berhubung bel pelajaran akan bunyi sebentar lagi, gimana kalau ketika jam istirahat saja? Dikantin." Aku melihat jam tangan sebentar, dan menghadap kemukanya dengan tersenyum imut.
"nde." Menjawab singkat lalu langsung melanjutkan membaca buku tadi. Sebagus apa sih buku itu, sampai aku terkalahkan oleh buku yang sedang ia baca, huh.
"bye~~" aku mengerlingkan mata kearahnya. Tapi lagi-lagi ia tidak peduli denganku. Aku tidak akan menyerah, lihat saja.
—Di kelas 2-B—
"Jinhyun~ kamu dari mana? Dari tadi aku cariin tau…" Kyungsoo langsung menghampiri ku.
"aku habis dari kelas sebelah, kelas Baekhyun. hehe" aku menjawab dengan cengiran lebar khas Chanyeol.
"aigo…. Hyunnie~ kamu serius mau ngelakuin itu, hem?" Kyungsoo duduk disebelah ku.
"beneran lah.. kan aku udah bilang. Udah kamu ga usah mikirin aku" aku menunjukan muka imut andalanku.
"cih, ke-pede-an. Udah ah, gurunya udah masuk.." dia kembali ketempat duduknya dan mengikuti pelajaran.
Author POV
—Istirahat—
Krriiinggg~~!
Bel yang menandakan waktu istirahat sudah berbunyi, Jinhyun langsung menuju kelas sebelah, tempat Baekhyun berada. Baekhyun tidak pernah kekantin selama jam istirahat, dia selalu menghabiskan waktu istirahat dengan membaca buku diperpustakaan atau memakan bekalnya dikelas, sendirian.
"Baekhyunn~~~" Jinhyun berjalan riang kearahnya. Baekhyun hanya menatap Jinhyun sebentar, lalu Jinhyun pun langsung menarik lengannya menuju kekantin.
Dilorong Jinhyun bertemu dengan sahabat-sahabatnya—Kyungsoo Kris Luhan Suho Chanyeol Kiyoung—
"Jinhyun.. —"
"daahhhh…" Jinhyun memutus omongan Kris, dan langsung menarik lengan Baekhyun untuk segera menuju kantin.
"dasar anak itu.." Suho berkata sambil melewati Kris yang membeku, mungkin dia tidak rela tangan Jinhyun memegang lengan Baekhyun.
Baekhyun POV
Ini yeoja apaan sih, sok kenal banget. Aku tahu dia, dia adalah Choi Jinhyun, perempuan paling populer disekolah ini. Tapi apa-apaan dia, tiba-tiba datang dan menyeretku ke kantin. Yah, ini memang pertama kali aku ke kantin. Tapi dia mendekati ku berniat baik kan?
Aku melihat banyak death glare tertuju padaku. Hhh~ aku bisa mati lama-lama.
"Baek mau pesan apa? Aku traktir~" Jinhyun menoleh kearah ku. Aku akui, dia itu cantik, sangat cantik malah, tapi aku sering membuang mukaku ketika bertatapan dengannya. Entahlah, rasanya ada yang aneh dengan jantungku. Apa aku harus memeriksanya ke dokter?
"baek?" dia mengayunkan tangannya didepan wajahku. Ah sial, aku melamunkannya.
"ah nde, aku pesan jus strawberry saja " aku menjawab sambil membuka buku, mengalihkan mataku untuk tidak melihat wajahnya.
"oh iya, apa yang ingin kamu bicarakan?" aku bertanya sambil tetap membaca buku yang aku pegang. Aku sedikit melirik kearahnya. Aku lihat dia sedikit cemberut, mempout-kan bibirnya. Ah, benar-benar…
"Hya! Kamu ngomong sama aku apa sama buku?!" dia mengambil paksa buku yang aku baca tadi. Akhirnya aku menatap matanya.
Dheg!
"ck, apa?" aku hanya bisa menjawab sok jutek sambil membuang wajahku kearah lain.
"Baek, kamu kan peringkat satu terus, kamu mau bantuin aku belajar kan? Kita jadi teman belajar. Oke?" dia memasang wajah penuh harap.
"nde." Jawab ku singkat. Tapi sebenarnya aku agak sedikit curiga kepadanya, aku takut bila dia hanya mempermainkan aku yang culun ini. Yah, walaupun manurutku aku tidak terlalu culun sih. Tapi semoga saja tidak, sepertinya dia orang baik.
Author POV
Dan tanpa pikir panjang, Jinhyun langsung mencium pipi Baekhyun. Dengan raut muka yang masih kaget, Baekhyun menoleh kearah Jinhyun yang telah menciumnya.
"w-wae?" dengan takut dan gugup Baekhyun bertanya pada Jinhyun. Tentu saja gugup karna Jinhyun yang telah menciumnya, dan takut kalau ada yang melihatnya. Karna ini adalah sebuah tempat UMUM. Kantin, dimana semua anak murid berkumpul walaupun mereka tidak lapar.
"aniyo.." Jinhyun berkata itu sambil tersenyum manis, membuat Baekhyun tambah merona saja.
"ngg.. aku pergi dulu yaa, hehe" Jinhyun meninggalkan kursi yang tadi ia pakai untuk duduk. Dengan cepat Jinhyun langsung menuju ke toilet wanita.
"UWWAAAA! TADI APA YANG AKU LAKUKAANNNN….." Jinhyun berteriak sambil menjambak rambutnya sendiri.
"aaaaa….. aku baru pertama kali mencium laki-laki.." Jinhyun belum pernah mencium anak laki-laki lain, bahkan adiknya sekalipun. Seingat Jinhyun, terakhir ia mencium Sehun ketika Sehun menangis karna baru pertama masuk Sekolah Dasar. Yaa… itu sudah lama sekali.
Jinhyun menutupi mukanya yang memerah karna malu. "duh, nanti masih bisa ketemu Baekhyun tidak ya.." Jinhyun memikirkan harus bagaimana ia bertemu Baekhyun nanti, dengan ekspresi apa? Tidak mungkin dengan menunjukan muka idiotnya.
"Hhh~ sudahlah, tidak apa-apa.. HWAITING JINHYUNNIE~~!" Jinhyun menyemangati dirinya sendiri. Dia kan harus berhasil dengan rencananya, jadi dia akan melakukan apapun untuk menakhlukkan Byun Baekhyun. Lalu ia segera keluar dari kamar mandi dengan tidak ada kejanggalan. Dia memang sangat ahli.
Baekhyun POV
A…apa yang tadi dia lakukan…. Apa sih yang ada dipikiran anak itu, kenapa dia tiba-tiba saja mencium pipiku ditempat umum seperti ini.. haiiisshh
Aku langsung saja bangkit dari bangku kantin dan dengan cepat menuju kelasku, kali ini tidak untuk belajar, tapi untuk menstabilkan detak jantungku yang sudah kacau ini. Dan aku berharap semoga tidak ada yang melihat kegiatan tadi, bisa-bisa aku dibully habis-habisan. Dan, apa aku masih bisa bertemu dengannya, ck.. aku harus memasang wajah apa nanti.. aiishh..
Author POV
Akhirnya, mereka bisa berbica dengan wajar, tapi mungkin ada sedikit kegugupan. Dan itu terlihat sekali diraut wajah mereka berdua.
Berhari-hari mereka lalui dengan belajar bersama, bahkan sampai-sampai Jinhyun tidak ada waktu bermain dengan teman-temannya, setiap kali teman-teman Jinhyun mengajak bermain, alasan Jinhyun pasti ingin belajar dengan Baekhyun, dan mereka memaklumi saja, karna Jinhyun ingin menjalankan misinya, yang artinya dia tidak boleh diganggu.
Ketika hari libur, Jinhyun berencana mengajak Baekhyun pergi bersama.
"Baek, temenin aku ke Mall yuk.. aku mau beli hadiah untuk teman ku.. mau yaaa?"
"kapan? "
"besok jam 9 pagi .. aku tunggu di halte dekat sekolah"
"oke"
Jinhyun tersenyum licik mendengar Baekhyun menyutujui ajakannya. "Baek, kamu pasti akan aku takhlukkan"
Keesokan harinya mereka berdua pergi ke Mall dengan wajah ceria. Tetepi, ketika Jinhyun sudah pulang kerumah, ia memasang ekspresi yang sulit diartikan, ekspresi seperti 'tidak percaya dan kaget' itu karna ada pengalaman yang tidak bisa Jinhyun lupakan.
FLASHBACK ON
"Baek, sepertinya barang seperti itu ada dilantai atas. Ayo kita naik escalator " Jinhyun menarik Baekhyun agar cepat menaiki escalator, karna hari ini Mall itu sangat-sangat ramai. Jinhyun memegang pegangan tangan di escalator, karna dia takut ketinggian jadi ia harus memegang pegangan itu. Tapi Baekhyun yang melihat itu langsung melepaskan tangan Jinhyun dari pegangan escalator dan memegang kedua tangan Jinhyun dari belakang. Jinhyun bingung dengan kelakuan Baekhyun.
Ketika sudah di lantai yang dimaksud, Baekhyun memakaikan Gel Anti Bacterial ketangan Jinhyun, Jinhyun yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa memandang Baekhyun tanpa kedip.
"Kamu jangan megang pegangan di escalator itu lagi, itu kan kotor." Baekhyun berkata sambil menatap Jinhyun. Yang ditatap mengalihkan pandangannya kearah lain.
"ah, itu karna aku takut ketinggian" Jinhyun menjawab sambil menunduk, dia merasa jantungnya berdetak dengan cepat. Ini tidak seperti biasanya.
"kamu pegang tanganku saja kalau kamu takut, sudah ayo kita jalan lagi" Baekhyun langsung menarik tangan Jinhyun untuk menuju ketempat yang dimaksud. Jinhyun menundukkan kepalanya selama perjalanan. Di ajak bicara oleh Baekhyun pun kadang ia tidak focus.
'sepertinya aku suka dia' pikir Jinhyun
FLASHBACK OFF
..
..
..
..
TBC / END ?
Ihhh…. Ngga seru ih…. Nge bosenin sumpah ni cerita/?
Oiya, saya udah janji mau ngasih tau KABAR BAIK kan yaa?
Oke, KABAR BAIKnya adalaahhh….. *drum roll*
..
..
..
..
..
..
..
..
..
..
Saya bakal bikin FF ini versi YAOI nya ^^ heheheh
Ini sebenernya balasan untuk Hyobin eonnie yang udah banyak bantu aku, dan itu sebagai balas budi gitu deh yaa~ hoho
Kalo masalah cast? Wuuiihh.. mungkin kalian udah bisa nebak di cuap-cuap ku di atas yaa~ kekeke
Sekarang saya minta REVIEWnya yaa~ dan tolong untuk tidak menjadi SILENT READER. Emang apa sih susahnya kasih komentar? Tinggal pencet/? Tombol REVIEW dibawah tuuhhh…. Terus komen deh, gampang kan? Ayolah~ hargai para Author yang udah bikin FF, ini berlaku untuk SEMUA FF yang kalian baca yaa~ ^^
Sebenernya saya juga sedih.. banget malah/? Karna yang udah VIEW FILWME chap 1 itu udah sampe 90-an… tapi yang REVIEW Cuma 5.. dan itu orangnya yang saya kenal semua. Mungkin ini emang karna saya masih pemula ya?
Saya juga mau bilang, MUNGKIN saya bakal hiatus, karna saya lagi kelas 9, jadi lagi sibuk-sibuknya, berangkat pagi pulang sore.. huhh, udah kyk orang kerja aja :( dan UN itu bulan Mei jadi yaa habis UN mungkin baru bisa update lagi ^^ makasi yang udah nunggu FF abal-abal ini~
Dan, SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA KIM JONGIN~ SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA DO KYUNGSOO~ *tiup terompet* ^^ semoga hubungan kalian langgeng yaa~~ kekeke xD
BIG THANKS TO: Kim Saena, ichaams, ParkOna, llvea, hanamizukiy
Sekali lagi GOMAWO yang udah REVIEW~! ^^ *kisseu
