Bakbukbakbuk priang! Meong!
BUN: Aduuh, ampuun!
Reader: Dasar BUN! Udah berbulan-bulan belom di publish juga!
BUN: Saya minta maap, maklum baru pindah! Aawww! –ngelus2 pipinya yang biru saambil nangis-
Naruto: Eh eh eh rebut-ribut apa ini?
Reader: Nih, si BUN udah berbulan-bulan belom di publish fictnya!
Naruto: BUN-chan?
BUN: Wadaaaaw, Kak Narutooo! Tolongin BUN kak! Mereka main hakim sendiri nih, lagian aku kan
gak melakukan tindakan kriminal!
Naruto: Lagian elu sih kelamaan publishnya!
BUN: Aku kan baru pindah , lagian abis dari Jakarta adaptor notebook-ku rusak! Makannya gak bisa
Ngepublish lanjutannya… hiks hiks
Naruto: Tuh denger kan? Jangan main hakim sendiri dong!
Reader: Iya iya, maafin kami ya!
BUN: Balesannya ketik sendiri sana!
Reader: Iya deh, kami semua tanggung jawab. Tapi mana berkas nya?
BUN: Di tasku –pusing, lama2 pingsan- -para reader pergi ke warnet untuk mengetik fictnya- *yang ngetik dialog ini naratornya-
Naruto: Eh eh tungguin gua dong! Yaelah masa gua gendong ni bocah gendut!
BUN: Apa lo bilang? –bukpakbuk- BUN menghabisi Naruto-
Oh iya BUN ingin membalas reviewnya, OCE?
Ninja-edit: Iya, makasih kritikannya. BUN coba untuk memperbaikinya di chap kedua ini.
Deidei Rinnepero, hoshi no hikari-chan, Miku Hanato: Iya
Deidara' Katsu-himeUn: aduuh kayaknya di chap 3 deh, soalnya masih mencari lanjutan biar si Dei menderita
AnnZie-chan Einsteinette: Iya,iya. Pas publish chap 1 sih kelas 7. Sekarang kelas 8.
PokoknyaNejiTenSlamaLamanya: Ok, Debb-chan.
Red Haired Snow White: Iya, Miclyra! Ak jga kgn ma kalian
Langsung liat aja di FanFiction! –nada dalang di OVJ-
Disclaimer: anime naruto by Mashashi Kishimoto, fict Poor Deidara by BUN
Rated: K+
Genre: Tragedy, Humor, Friendship, dll. *gatau masuk ke genre mana*
Warning: OOC, aneh, gaje, garing, mistypo, dll.
Diharapkan jangan viktor atau salah sangka dulu sebelum baca lebih lengkapnya!
Chapter sebelumnya…
Ia memberi kertas itu pada Oro dan Tobi. (setelah 10 menit membaca…) "HAAAA!" Si anak autis, Tobi lari muter-muter ga ketulungan. "Aduuuch, eke harus ngapain yach?" Oro muter-muter di tempat.
Toktoktok…
Ada orang yang mengetuk pintu markas mereka. Unung Tobi anak baik (lagi2…), jadi ia membukakan pintu.
"Itachi, Zetsu, tolong Deidara. Ia tersedak bom!"
"What the h***? Bedah aja kalo gitiu!" ucap Itachi.
"Pake gunting kebun gue aja!" Zetsu mengusulkan ide yang sangat buruk!
Eh, eh tunggu dulu! Kok bisa Itachi sama Zetsu pulang bersama? Jangan2? Jangan piktor euy!
FLASHBACK: ON
Di depan gang akatzuki…..
Zetsu melambai-lambai , "Itachi! Baru pulang juga?"
"Iya, abis dari rumah my brother. Istrinya baru melahirkan"
"Oh si Sakura. Iya,iya, iya (ngangguk2). Wahahaha kau kalah dengan adikmu! Masa' kau jadi jomblo selamanya? Hehehehe. Kalo aku dari Taman Nasional Akatzuki loh"
"Ga ada yang nanya!"
"Huuft. Eh tunggu dong! Main tinggal aja! (lari menghampiri Itachi)"
FLASHBACK: OFF
Seseorang yang di sofa langsung menggelengkan kepalanya. Siapa dia? Jelas si Deidara lah!
"Oh ayolah Dei, demi keselamatanmu!", ucap mereka kompak. Itachi, Zetsu dan Oro menggendong Deidara. Yang digendong hanya pasrah.
Lho, gimana dengan Tobi?
"Tunggu!" ciit, Tobi menfreeze mereka (minus Dei).
"Napa lagi Toob?"
"Pain kemana ya? Kita kan harus minta persutujuan dia dulu!"
"Cek aja di kamarnya!"
Semua pun pergi ke kamar Pain.
Toktoktok… Itachi mengetuk pintu. (hening)
Dokdokdokdok… Sekali lagi Itachi menggedor pintu. (hening)
Tiba-tiba….
"Aaagghh mmpphh te-teruskan aaaagghh" terdengar suara dari dalam. Tapi sepertinya itu bukan suara Pain, lalu siapa?
Itachi yang sabarmeter-nya sudah over , langsung mendobrak pintu dan ternyata….
"Haaaa?" Itachi dkk kaget karena….
Melihat….
Pain sedang tidur! Sedangkan…
Tvnya sedang menyala! Parahnya…. *author lemot!*
Pain menyetel…
Film bokep barunya!
Bukan bokep lagi, tapi amat sangat bokep sekali!
"zzzz," Pain mengorok, semua (minus Pain dan Dei) langsung Sweatdropped.
Teriakin nyook! Satu, dua, ti….
"PAAAIIIN!"
"Ha? Kenapa nih?"
"Uuuh, dasar! TV nyala, Painnya tidur. Hemat listrik dong!" ucap Tobi.
"Tumben lo pinter Tob!" ucap mereka (minus Pain, Dei dan Tobi)
"Yaiyalah Tobi kan anak baik!" *Lagi2 ngomongnya sebagai nak baik*
"Eh,eh jadi apa alasan lo semua ngebangunin gua?"
"Jadi gini. Dei keselek tanah liat bomnya. Terus rencananya kita mau mem…"
Toktoktokdokdokdok
'Siapa yang memotong pembicaraan gue?' dendam Itachi.
Tobi pun langsung ngacir ke pintu. Krieeekk…
"Oooh, Kisame."
"Iya. Eh mana yang lain?"
"Pada di kamar Pain."
'Jangan-jangan pada nonton film bokep ,lagi' batin Kisame.
"Eh Kisame abis dari mana?"
"Abis beli bibit hiu. Eh, maksudnya bayi hiu."
Tobi ber-oh ria.
"Kis, Kis, kita mau bedah Deidara lho!"
"Oh ya? Mang napa? Usus buntu dia?"
"Bukan. Dia keselek bomnya."
"Wow!"
"Kita ke kamar Pain mau minta persutujuanya."
Giliran Kisame yang ber-oh ria. Bahkan byai hiunya juga. *Lho kok bisa? Dasar BUN geblek!*
Tobi langsung menarik Kisame. "Tunggu!" Kisame memberherntikan si Tobi.
"Gue mau bi bayi hiu. Lo mau ikut ga?"
"Yaudah, Tobi mau. Tapi cepetan!"
"Siip."
*Waiit! Segede apa kolamnya Kisame? Pastinya sangat besar dan sangat jauh*
Penasaran, penasaran? Makanya tungguin terus ya lanjutannya. Sorry nih karena saya lagi sibuk ngerjain PR, jadi harus bersambung lagi.
Yasudah, review ya! Saya lagi tidak menerima kritik, karena lagi pusiing. SEDIKIT saran boleh
RIPIU, RIPIU, RIPIU!
