Ia berlari dan terus berlari melewati orang orang yang berlari berlawanan arah dengannya. Pandangannya tak pernah lepas dari teman satu satunya. "Gawat juga ya kalau sampai terjatuh" Izuku teringat dengan perkataan temannya ini. Teman yang selama ini Izuku dambakan. Maka dari itu, ia tidak akan diam melihat temannya yang sedang tertimpa bahaya.

Ia reflek mengatupkan tangannya dan mengucapkan beberapa kalimat dengan terburu buru. Sampai pada kalimat terakhir, Izuku berlari ke arah robot itu. Melompat setinggi mungkin sambil mengucapkan beberapa kalimat lagi. Tangannya mengepal keras dan bersiap meninju kepala robot itu dengan tangannya yang telah diselimuti cahaya emas. Robot itu roboh akibat dorongan dari tinju Izuku.

Usai mengalahkan robot tersebut, Izuku segera berlari kearah Ochako. Semua peserta yang melihat kejadian itu menatap kaget kearah robot itu dan Izuku secara bergantian. Tidak percaya dengan kejadian yang beberapa saat lalu terjadi disana.

Termasuk pria berkacamata yang pernah menceramahi Izuku dan kini ia menyesal karena tidak dapat bertindak seperti gadis itu disaat ada yang dalam bahaya dan membutuhkan pertolongan. Tak hanya itu, Izuku juga mendapatkan tatapan kesal dari seorang Bakugou Katsuki. Katsuki tidak mengerti dengan tindakan yang diambil seorang Deku-panggilan Katsuki kepada Izuku- untuk menolong seseorang padahal dirinyalah yang harus ditolong saat ini.

'Harusnya dialah yang meminta tolong. Padaku.'

Kembali ke tempat Izuku dan Ochako berada, saat ini Izuku berusaha menyingkirkan puing puing yang menimpa kaki Ochako walaupun tangan dan kakinya terasa sakit karena tinjunya tadi.

Izuku memang menggunakan quirknya untuk meningkatkan daya pukul lengan dan lompatan kakinya. Tetapi tetap saja lengan dan kakinya tak kuat menahan kekuatan itu sehingga merusak tangan-kakinya dan meninggalkan luka yang cukup parah.

Ia bisa saja menyembuhkannya dengan quirknya, tetapi saat ini dia sudah diambang batas. Energinya terkuras habis, kepalanya begitu pusing, dan ia sudah sangat lelah. Tetapi ia tahan semua itu untuk menolong sahabatnya. "Kau tak apa?" Tanya Izuku lemas setelah berhasil menyingkirkan puing puing itu.

Ochako menatap khawatir kearah Izuku dan langsung menggelengkan kepala sambil menahan tangis melihat kondisi temannya itu "aku tak apa kok, Izuku chan" jawab Ochako sambil mengusap air matanya yang telah membasahi pipi tembamnya dan tersenyum kecil.

Melihatnya, Izuku tersenyum senang "yokatta" sebelum akhirnya pandangan nya menggelap dan ia tak bisa merasakan kakinya. Mata Ochako membulat. Dengan segera air matanya kembali berjatuhan dengan deras dan tubuhnya bergetar "IZUKU CHAN!!" Teriak Ochako sambil berlari dan menangkap tubuh oleng Izuku. Rasa sakit dikakinya ia abaikan. Saat ini yang paling penting adalah sahabatnya. Ya, Ochako sudah menganggap Izuku sebagai sahabat bukan teman lagi.

Baru pertama kali ini ia bertemu dengan orang yang sangat serius dan baik hati menolong seseorang yang baru pertama kali ditemuinya, bahkan sampai mengorbankan nyawanya. Bukan hanya itu, Ochako juga merasakannya sejak pertama kali bertemu Izuku. Ia merasa Izuku adalah gadis yang periang, baik hati, manis dan menanggapi segala sesuatu dengan serius.

Ochako bisa mendengar keributan para perseta yang ada disekilinginya yang sedang membicarakan Izuku.

Kerutan mulai muncul di dahi Ochako. Bukannya menolong mereka yang sedang terluka, tetapi malah sibuk menggosip kesana kemari.

Namun, keributan itu tak berlangsung lama. Ia bisa melihat seorang nenek tua kecil berpakaian dokter dan menggunakan alat suntikan yang besar sebagai tongkatnya keluar dari kerumunan para peserta yang tadinya heboh menjadi diam seketika.

Dia adalah Recovery Girl. Heroin no.1 di Jepang.

"Siapa yang terluka?" Tanya Recovery Girl entah kepada siapa. Ochako memberanikan diri memajukan diri dengan Izuku yang sedang dipapahnya. Recovery Girl memperhatikan kondisi Izuku dan Ochako dengan seksama lalu- entah salah lihat atau tidak, Ochako melihat sekilas gerakan aneh dari mulut Recovery Girl hingga Ochako tahu bahwa ia sama sekali tidak salah lihat ketika mulut itu kian memanjang dan mengecup kepala Izuku.

"BABA!?"

Tapi Ochako sadar itu bukanlah sekedar kecupan biasa melainkan kecupan untuk menyembuhkan luka luka di tubuh Izuku. Secara perlahan, tubuh Izuku pulih seperti semula seolah tak pernah ada luka serius ditubuhnya. "Kau, ikut denganku" tunjuk Recovery Girl kearah Ochako dan di balas anggukan pelan dari Ochako. Sekarang Recovery Girl menunjuk ganti Izuku"Dan.. Siapa saja tolong bawa anak itu keruanganku" pintanya.

Awalnya beberapa anak laki laki ingin menawarkan diri, tetapi melihat sudah ada yang menawarkan diri apalagi yang menawarkan diri ini adalah orang yang sudah mengalahkan puluhan robot dengan cara brutal. Dan dia adalah Bakugou katsuki. Orang yang sedari tadi hanya diam menatap Izuku yang tadinya penuh luka, kini telah sembuh berkat Recovery Girl.

Melihat tatapan yang tak biasa dari Katsuki yang ditujukan kepada Izuku, Ochako hanya bisa menyimpulkan bahwa orang ini sudah kenal dengan Izuku dan dia hanya membiarkannya ketika Katsuki membawa sahabatnya karena niat awalnya adalah membuat kapok orang yang berani macam macam dengan sahabatnya.

Tetapi ia tahu kalau orang ini tidak akan melakukan hal semacam itu. Maka dari itu, ia hanya diam melihatnya saja.

Katsuki yang sedang menggendong Izuku dengan gaya bridal style hanya menatap wajah Izuku dalam diam.

Ia hanya kesal ketika melihat kondisi Izuku yang sedang terluka itu. Ia juga tidak tahu kalau Izuku bisa sekuat itu dan.. apa apaan dengan quirk yang dimiliki oleh Izuku itu!? Memang benar selama ini ia tidak pernah melihat quirk yang dimiliki Izuku dan tidak pernah bertanya karena egonya yang setinggi langit hingga tak mau bertanya pada seorang Deku.

Maka dari itu, Katsuki mencoba mencari tahu sendiri jawabannya. Dan tanpa sengaja ia mendengar percakapan Izuku dengan ibunya ketika ia sedang 'menguntit' dirumah Izuku. Ia mendengar bahwa Izuku mempunyai penyakit yang membuat kondisi tubuhnya kian melemah.

Bahkan tidak ada yang tahu tentang penyakit yang dialami oleh Izuku. Pantas saja Izuku tidak pernah pergi kemanapun ketika diajak teman temannya dan selalu menghilang ketika bel istirahat karena berada di UKS. Maka dari situlah ia mulai berhenti membully Izuku dan terus menghindari Izuku.

Dan pada akhirnya ia tetap tidak tahu quirk seperti apa yang dimiliki oleh Izuku.

Tapi tetap saja ia tidak mengerti, kenapa Izuku nekat masuk ke yuuei hanya untuk menjadi hero? Bukankah itu sama saja dengan membahayakan kesehatannya? apa lagi sampai jadi terluka parah seperti tadi.

'Aku benar benar tidak mengerti'

Sesampainya diruang UKS, Katsuki yang sudah menidurkan Izuku di kasur langsung pergi tanpa berbicara apa apa. Di UKS, kini hanya tersisa Recovery Girl dengan Ochako dan Izuku.

Niat awal Ochako sih mau bertanya tentang hubungan Katsuki dengan Izuku, tapi ia juga tidak tega meninggalkan Izuku sendirian.

Maka dari itu Ochako memutuskan akan bertanya langsung dengan Izuku nantinya.

"Kau, kesini sebentar. Aku akan menyembuhkan luka di kakimu dan menjelaskan kondisi gadis itu. Kau sahabatnya bukan?" Perintah Recovery Girl secara tiba tiba yang membuyarkan lamunan Ochako. "Ha-haik!" Dengan segera Ochako pergi ke meja kerja Recovery Girl.

"Kondisinya saat ini baik baik saja, hanya saja gadis itu tidak akan bangun untuk beberapa jam" jelas Recovery Girl setelah menyembuhkan luka Ochako. Ochako tersenyum lega "yokatta".

Berbeda dengan Ochako yang tersenyum dengan muka berseri seri, Recovery Girl malah memasang raut wajah sedih. "Tapi.. perlu kau tahu... tentang kenyataan yang gadis itu alami.."

Senyum yang tadinya mengembang diwajah Ochako kini telah berganti dengan rasa takut karena aura yang dipancarkan Recovery Girl terasa sangat tidak mengenakan.Bisa dibilang sangat muram dan yang pastinya ini bukan berita bagus.

"Dia..."Recovery Girl mulai menjelaskan.

"Tidak mungkin!" Sanggah Ochako setelah mendengar seluruh penjelasan Recovery Girl sambil menutup mulutnya. "Bagaimana bisa? Bagaimana bisa gadis baik hati seperti Izuku-chan mengalami hal seperti itu?! Tidak mungkin! hiks.. Ini tidak hiks..adil bagi Izuku-chan... hiks..hiks.."

Recovery Girl hanya tersenyum sedih melihat Ochako lalu menundukan kepalanya menatap lantai. "Maafkan aku.. aku tidak bisa menolongnya.. aku tidak berguna sebagai seorang dokter.." ucap Recovery Girl terus menyalahkan dirinya, sedangkan Ochako hanya menangis sambil bergumam 'tidak mungkin' 'tidak adil'.

Setelah merasa sedikit tenang, lalu ia berjalan ke arah Izuku. Ochako duduk di kursi yang ada disamping kanan kasur Izuku dan menatap sendu wajah tenang Izuku yang sedang tertidur.

Ia berusaha sekeras mungkin untuk tidak menangis lagi.

'Oh Tuhan, bagaimana bisa Engkau biarkan gadis rapuh ini menanggung cobaan berat seperti ini? Apa dosanya? Ia hanya gadis biasa yang sangat baik hati. Kumohon agar seterusnya Izuku-chan mendapatkan hal baik dari cobaan yang Engkau berikan' doa Ochako yang masih menatap wajah Izuku dalam diam lalu menenggelamkan kepalanya kedalam lipatan tangan yang ada di kasur Izuku dan tertidur.

Recovery Girl yang melihatnya hanya ternyum sendu sambil menggelengkan kepalanya lalu melangkah pergi dari ruangan.

Mata itu menyipit saat cahaya luar masuk kedalam matanya lalu mengerjapkan matanya. Jeda beberapa detik, ia langsung mengetahui bahwa ia sedang berada di UKS karena bau obat obatan yang menyengat. Ia mendengar dengkuran halus di sampingnya dan menoleh ke samping kanan lalu ia tersenyum lembut. Tangannya terulur menyentuh rambut coklat halus milik Ochako.

'Syukurlah.. Ochako-chan baik baik saja. Aku berhasil menyelamatkannya kan?' Batin Izuku sambil mengusap lembut kepala Ochako yang membuat sang empunya menggeliat bangun.

"Mmh..." terdengar lenguhan dari mulut Ochako. "Ohayou.." ucap Ochako lemas-efek bangun tidur- sambil mengucek kedua matanya dengan kedua tangannya. "Ohayou mo, Ochako-chan" balas Izuku sambil tersenyum lebar.

Mata Ochako mengerjap beberapa kali sambil menatap Izuku. Belum selesai loading, ia menyipitkan matanya-berharap ia tidak masih berada di alam mimpi.

Hingga saat kesadarannya pulih, dengan segera Izuku menutup kedua telinganya dan- "IZUKU-CHAN! KAU TIDAK APA APA KAN!?"-berharap gendang telinganya tidak pecah saat itu juga.

"A-aku baik baik saja kok! Cuman kehabisan tenaga saja" ucap Izuku sambil terkekeh pelan.

"Benarkah?"

"Benar kok"

" syukurlah kalau begitu"

Baru saja Izuku menhela nafas lega, ia mendengar suara pintu bergeser, memperlihatkan Recovery Girl dengan tongkat suntiknya.

"Oh? Kau sudah sadar.. etto.." "Izuku desu. Midoriya Izuku" jawab Izuku sambil tersenyum. Recovery Girl tersenyum lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ochako. "Lalu kau?Siapa namamu?" Tanya Recovery Girl. "O-ochako desu. Uraraka Ochako" jawab Ochako sedikit gugup karena ditanya tiba tiba.

"Hem hem hem.. Izuku dan Ochako ya? Baiklah. Kalian boleh panggil aku baa-san. Kalian juga sudah boleh pulang karena sekarang sudah hampir malam. Kau bisa berjalankan Izuku?"

"Iya. Aku baik baik saja" jawab Izuku.

Izuku dan Ochako merapikan barang bawaan mereka lalu pamit kepada Recovery Girl.

"Ne, Izuku-chan, aku mau bertanya" kata Ochako di perjalanan.

Izuku menoleh ke arah Ochako "apa?"

"Apa kau.. sedang merasa terbebani?" Tanya Ochako.

"Oleh? Ochako-chan kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Eh- ti-tidak, tidak apa apa kok. Lupakan saja hehe.."

Sebenarnya Ochako sudah sangat penasaran, tetapi ia juga merasa tidak enak menanyakan hal itu langsung kepada Izuku, apalagi banyak sekali yang ingin dibicarakannya tentang ujian tadi. Namun apalah daya, otaknya sudah ngeblank duluan.

Lamunan Ochako terus berlanjut hingga tanpa sadar, mereka sudah sampai di stasiun. Ochako yang rumahnya sudah cukup dekat memilih berjalan kaki. Sedangkan Izuku memilih naik bus karena rumahnya cukup jauh.

Mereka mengucapkan kata perpisahan lalu menuju ke tujuan mereka masing masing.

Di perjalanan, Izuku bertanya tanya tentang pertanyaan yang diajukan oleh sahabatnya tadi "apa.. mereka sudah tahu tentang penyakit ini ya?"

TBC