Chapter 1
Mission Crazy
…
Main cast :
Chanbaek/Kaisoo/Hunhan/Sulay/Chenmin
(GS untuk Uke)
…
Author hanya meminjam nama member EXO.
Member EXO sepenuhnya milik SM dan keluarga masing-masing member
…
Typo betebaran
Alur berantakan dan EYD tidak sesuai.
Cerita sepenuhnya milik saya
Jika ada kesamaan tertentu itu tidak lepas dari ketidaksengajaan
…
B
Y
:
Eya
.
.
.
'' Boy Band EXO telah merilis sebuah teaser video music terbaru mereka setelah menyelesaikan tour dunia mereka yang pertama''
Mata besar itu membaca sebuah judul majalah yang terdapat di salah satu supermarket yang sedang ia kunjungi. Entah hal apa yang membuat gadis itu tertarik dengan judul tersebut dan serius membacanya. Majalah yang terbit 5 hari yang lalu. Siapa yang tak menganal EXO idol yang sedang naik daun dan di gandrungi banyak wanita di korea selatan bahkan diluar negri pun fans mereka begitu banyak. Grup yang terdiri dari lima laki-laki tampan terdiri dari Kim Jungmyeoon atau Suho sebagai leader dan vocal, Kim Jongdae atau Chen sebagai lead vocal, Park Chanyeol sebagai lead rapper, Kim Jongin atau Kai sebagai lead dancer dan yang terakhir Oh Sehun sebagai maknae dan main face, itu sedang hangat-hangatnya di perbincangkan di korea selatan dan di seluruh penjuru dunia yang terserang demam hallayu.
'' Kai yang menjadi lead dancer mengatakan bahwa konsep mereka kali ini akan sedikit berbeda dengan album mereka sebelumnya. dan mereka akan melakukan comeback stage yang pertama di M-coutdwon tanggal 4 Juni 2015''
Satu paragraf yang mampu membuat gadis tersebut semakin menyelami artikel berita tentang EXO. Matanya bergerak mengikuti setiap kalimat-kalimat yang tercetak dalam surat kabar tersebut. di tengah-tengah acara mari membacanya tersebut sebuah ide gila mendarat di dalam otaknya. Bibir kissabelnya membentuk seringaian yang penuh makna berbahaya dan gila. Gadis itu mengakhiri acara membacanya dan meletakkan kembali surat kabar pada tempatnya. Dan berbalik meninggalkan tempat ia berdiri tadi sembari membawa belanjaannya, dengan menampilkan wajah yang polos namun sarat akan rahasia yang siap meledak menuju apartemennya.
.
.
.
.
Sebuah van hitam melaju dengan kecepatan sedang. Para penumpang van tersebut asik dengan ponselnya masing-masing. Hening itulah suasana dalam van tersebut, berbalik dari suasana sebelumnya. Park Chanyeol yang terkenal berisik kini memilih untuk bermain dengan ponselnya, memasang earphone sambil mendengarkan. Andai saja bisa ditelisik lebih dalam apa yang di dengarkan Chanyeol, ia sedang mendengarkan salah satu program favoritnya akhir-akhir ini. Sedangkan Jongin, Sehun dan Jongdae lebih memilih bermain games yang terdapat pada ponsel mereka lebih tepatnya berduel secara online. Suho sang leader memilih melihat penampilan mereka di acara music mingguan beberapa menit yang lalu di salah satu stasiun Tv.
Sang manager yang membawa van tersebut, melirik anak-anak asuhnya lewat kaca sepion mengamati tingkah mereka yang tumben-tumbenya memilih diam dan tidak berisik.
'' tanggal 12 besok kalian akan ada acara fansign di jeju untuk acara NR'' suara sang manager memecahkan suasana hening yang menyelimuti van tersebut.
'' seperti biasa hyung kita akan taat menjalani jadwal yang sudah kau atur'' cetus Jongin tanpa menatap sang manager dan masih fokus dengan bermain gamenya.
'' tapi ini sedikit berbeda, mungkin fans kalian akan datang dalam dua kali lipat dari biasanya, yaah kalian tau sendiri EXO-L telah membeli produk NR secara besar-besaran, pihak NR akhirnya memberikan kesempatan untuk fans kalian yang sudah gila itu untuk memadati tempat fansign dari jumlah kuota yang sudah di tentukan''
Suho mendengus '' fans yang hyung katai gila itu, adalah sumber mata uang mu hyung''
'' araseo, aku tak akan melupakan itu!'' sahutnya dengan masam.
'' kita tak masalah dengan jumlah fans, selama keamanan terjaga dan fans tetap tenang tanpa keributan'' Chanyeol yang sedari tadi diam menyahuti obrolan yang dibuka oleh managernya.
'' kau mendengarnya?'' tanya sang manager dengan dahi berkerut menatap earphone yang terpasang di telinga Chanyeol.
Chanyeol melepas earphonenya '' acara radio favoritku sudah selesai dari tadi, jadi aku mematikannya dan sengaja tak melepas earphone ku, bukan berarti jika aku memakainya terus aku tak mendengar apa yang kau bicarakan sekarang hyung'' jawab Chanyeol ketus.
Manager hanya bisa mendengus mendengar ucapan Cahnyeol. Sehun hanya terkekeh mendengar ucapan hyungnya dan masih berkonsentrasi pada gamenya.
Jongdae yang sedari tadi diam kini memilih membuka suaranya. '' sudahlah hyung tak usah terlalu khawatir, kita percayakan semuanya padamu, aku yakin kau sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna dan kita akan memberikan sesuatu yang istimewa yang pantas fans terima''. Ujarnya lembut dengan mata yang masih fokus pada gamenya juga.
'' YAAKK JONGIN KAU BERMAIN CURANG!'' teriak Sehun kencang yang sukses mendapat pukulan dari hyung-hyungnya.
''SEHUN!'' ujar Chanyeol, Suho dan sang manager serentak menatap Sehun dengan tatapan membunuh, sedangkan Jongin dan Chen tertawa saat Sehun mendapat pukulan dari kawan grupnya.
.
.
.
.
.
Kyungsoo berjalan menaiki tangga apartemennya. otaknya memikirkan ide yang baru saja ia dapatkan. Jika boleh jujur ini merupakan ide tergila yang bersarang di otak kyungsoo. Selama ini yang mampu menghasilkan ide-ide gila dan ekstrim hanya Baekhyun, Kyungsoo ,Luhan, Yixing dan Xiumin hanya mengikuti ide gilanya.
Kyungsoo, Baekhyun, Luhan, Yixing dan Xiumin merupakan sahabat dari senior high school dan berakhir di fakultas yang sama dengan jurusan yang berbeda. Kyungsoo dan Baekhyun memilih dengan menempuh jurusan music dan akting yang sama, sedangkan Yixing, Xiumin dan Luhan menempuh jurusan pendidikan hukum . Baekhyun, Kyungsoo dan Luhan memilih satu apartemen. Sedangkan Yixing dan Xiumin memilih apartemen yang terpisah dari ketiga temannya. Dan setiap akhir bulan mereka akan bermain sebuah permainan gila yang biasa di mereka bilang permainan mission crazy.
Mereka melakukan ini hanya semata-mata untuk hiburan mereka di sela-sela sibuknya aktivitas kuliah mereka. Disetiap akhir minggu mereka akan berkumpul untuk sekedar mengobrol tentang kehiduapn sehari-hari merka. Berbagi cerita pribadi dan sekedar bergosip tentang laki-laki tertampan yang berada di fakultas mereka.
Kyungsoo ingat, Terakhir kali mereka bermain dengan sebagai agent detektif cinta. Membantu salah satu mahasiswa di fakultas mereka yang tak lain adalah Byun Baekhyun. Singkat cerita Baekhyun kala itu sedang berkencan dengan salah satu mahasisiwa campuran Korea- Amerika bernama Rio Kim. Banyak wanita yang menyebut Baekhyun wanita beruntung yang bisa berpacaran dengan salah satu laki-laki terpopuler di fakultasnya. Hubungan mereka berjalan dengan baik selama 1 tahun. Bahkan Baekhyun rela meninggalkan pendidikannya selama satu bulan untuk mengikuti Rio pulang ke Negara kelahiran sang ayah, Amerika.
Rencana studi Baekhyun menjadi berantakan saat itu. Beruntunglah Baekhyun memiliki teman yang mampu menutupi tingkah konyol Baekhyun saat itu, hingga tak disadari oleh para dosen yang akan mengakibatkan Baekhyun memilih mengulang materi kuliah yang saat itu ia ambil.
Sampai pada suatu keadaan yang membuat hubungan mereka mulai berantakan semenjak sosok mahasiswa baru datang di fakultas mereka satu jurusan dengan Luhan, Xiumin dan Yixing. Baekhyun yang mulai curiga dengan tingkah kekasihnya memutuskan untuk menyelidiki alasan di balik perubahan sikap Rio yang ditunjukkannya di depan Baekhyun. Langkah Kyungsoo memasuki apartementnya yang nyaman. Melangkah menuju dapur dan meletakkan belanjaannya di meja pantry dan menatanya di dalam kulkas. Mata besar Kyungsoo mengamati suasana apartemennya yang tiba-tiba terasa sunyi senyap. Karena seingatnya Luhan dan Baekhyun sedang tidak ada jadwal perkuliahan. Tiba-tiba Terdengar suara gaduh di dalam kamar di sudut bawah tangga. Kyungsoo melangkahkan kakinya untuk melihat siapa yang membuat gaduh dan akan memarahi mereka jika sampai memecahkan atau membuat berantakan kamar tersebut. apartemen Baekhyun , Luhan dan Kyungsoo hanya memiliki 2 kamar dan itu sangat besar. Tapi Mereka bertiga memutuskan untuk tidur dalam satu kamar dengan bad yang berbeda karena itu merupakan sarat Luhan.
Pada dasarnya Luhan tidak mau tidur dalam satu bad dengan Baekhyun. Pasalnya menurut Luhan yang di setujui oleh Kyungsoo, Baekhyun jika tidur akan seperti kuda yang sedang mengamuk, Luhan tidak akan mengambil resiko tulang belakangnya patah karena terjatuh dari tempat tidur setiap harinya. Dengan kamar mandi di sudut apartemen, dan dapur yang di sekat oleh meja pantry yang berhadapan langsung dengan ruang tamu. Dan tugas Kyungsoo di apartement ini adalah mengurus kebersihan apartemen ini, jadi wajar jika Kyungsoo sedikit terobsesi dengan kebersihan apartement, sedangkan Luhan dan Baekhyun bertugas belanja dan memasak. Meskipun kebanyakan Kyungsoo yang memasak untuk mereka bertiga.
''astaga Baekhyun, Luhan! Apa yang sedang kalian lakukan!'' jerit Kyungsoo naas saat melihat kamarnya yang mirip dengan kapal pecah.
Baekhyun yang mendengar suara Kyungsoo tiba-tiba menghentikan tingkahnya yang mencoba mengambil ponselnya di tangan Luhan dimana posisi mereka mirip seperti bergulat di atas kasur Luhan. Dengan gerakan cepat Baekhyun dan Luhan bangkit secara bersamaan. dan menatap Kyungsoo dengan tatapan polos.
''Xi Luhan! Apa kau bosan hidup di korea! bilang biar ku laporkan petugas imigrasi dan kau akan di deportasi dari korea!'' Ujar Kyungsoo tenang tapi sarat akan keseriusan.
Baekhyun hanya terkikik mendengar ancaman Kyungsoo untuk Luhan. Karena biasanya Kyungsoo tak main-main dengan ancamannya.
' kau Baekhyun, aku akan mengatakan pada Byun ajushi jika semester kemarin kau sempat meninggalkan kuliahmu 1 bulan hanya demi laki-laki bule campuran yang katanya sangat mencintaimu tapi pada akhirnya mencampakkanmu dengan mirisnya'' ancam Kyungsoo saat telinganya mendengar tawa pelan Baekhyun barusan.
Baekhyun mendengus '' baik, kau berhasil membuat kita selalu menuruti apa katamu'' ujar Baekhyun sewot saat mendengar ancaman Kyungsoo. Dimana akan sanggup membuat dirinya terasingkan di Negara lain jika ayahnya mendengar kata-kata ancaman Kyungsoo barusan.
Luhan mengangguk menyutujui kata Baekhyun.
'' sudahlah jangan di bahas, sekarang bereskan kamar ini dalam waktu 5 menit dan aku ingin berbicara dengan kalian tentang acara minggu ini di meja makan'' ujar kyungsoo final dan beranjak pergi karena tidak mau ada kata bantahan yang akan sahabatnya keluarkan.
Baekhyun dan Luhan memalingkan kepalanya menatap wajah sahabatnya masing-masing dengan kerutan di dahi merapat dan kembali menatap punggung Kyungsoo dengan penuh kecurigaan.
'' apa yang sebenarnya permainan yang akan Kyungsoo sampaikan'' ujar Baekhyun dan Luhan bersamaan yang bertujuan untuk dirinya sendiri.
.
.
.
.
.
.
'' KAU GILA KYUNG!'' jerit Baekhyun sontak Kyungsoo dan Luhan menutup telinga mereka dengan kedua tangan yang rasanya seperti berdenging.
'' issshh… Baekhyun! Jangan berteriak!'' sahut Luhan dan Kyungsoo bersamaan dengan raut sebal.
Baekhyun mendengus sebal '' kau bisa membuat kita dikejar-kejar polisi dan EXO-L seluruh Korea Selatan, jika kau tak lupa dengan siapa mereka '' lanjut baekhyun dengan sekali tarikan nafas. Dirinya tak habis fikir dengan ide gila yang baru saja Kyungsoo lontarkan. Heol! Segila-gilanya idenya dalam permainan ia tak segila ide Kyungsoo dan bodohnya Luhan setuju-setuju saja dengan hal itu. Menculik member EXO di saat mereka melakukan fansigh di jeju. Ingatkan Baekhyun jika dirinya masih ingin hidup tenang. Bahkan membayangkan reaksi fans mereka yang sangat gila dirinya belum sanggup, ia belum ingin mati di tangan EXO-L.
'' eoh, ayolah Baek, kita hanya membawanya ke pinggiran pulau jeju. Aku sudah mencari tempat yang bagus untuk rencana kita. Disana penduduknya juga tidak terlalu banyak aku yakin kita akan aman disana, hanya 1minggu ke depan. Aku sudah menyiapkan segala sesuatunya dan tersusun dengan rapi. Kau hanya tinggal menjalankan rencana ku'' jelas Kyungsoo ringan seolah-olah tanpa beban. Demi tuhan Baekhyun berjanji akan menjalani hidup normal mulai besok.
'' kita hanya mengajak mereka menemani kita berlibur Baek, kau jangan berlebihan seolah-olah kita akan mencelakai mereka. Memang kau tak ingin liburan dengan suasana baru apa lagi ini dengan artis sekeren EXO, aku tak akan melewatkan ide brilliant Kyungsoo.'' sahut luhan tanpa dosa tanpa menatap sang lawan bicara, dimana sedari tadi hanya diam bermain dengan ponselnya.
'' suasana baru? Ide briliant pantatmu! Kalian tau siapa mereka, bagaimana fans mereka, apa kalian ingin kita mati di tangan fans mereka. Apa lagi sekarang mereka dalam masa promosi album baru. Bagaimana reaksi media di luar sana jika EXO hilang tanpa ada jejak dan kabar, eoh!. Ingatkan aku jika kalian ini belum gila, aku rasa kalian harus pergi memeriksakan otak kalian '' ujar Baekhyun frustasi sambil memijat pelipisnya pelan.
Kyungsoo dan Luhan yang melihat Baekhyun hanya mengedikkan bahu mereka pertanda tidak peduli. Baekhyun mengerang frustasi. Dirinya tau mau tidak mau dirinya harus ikut dalam permainan teman-temannya. Permainan yang mereka lakukan ini ibaratkan sebuah hukum Negara jika salah satu dari mereka mengundurkan diri atau menyerah di tengah permainan atau sebelum permainan dimulai. Dalam satu bulan pihak yang mengundurkan diri dari permainan akan menanggung biaya kehidupan pemain yang bertahan. Meskipun itu bukan masalah besar bagi Baekhyun tapi, oh tidak dirinya akan dibunuh oleh appanya jika tagihan kartu kreditnya di luar batas ketentuan. Salahkan otaknya yang dulu sering tak berfungsi sampai membuat permainan konyol seperti ini. Baekhyun mulai menyesalinya.
Baekhyun menarik nafas dalam-dalam, menatap kedua sahabatnya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.
'' baiklah aku ikut, aku sudah tidak bisa menolak, tapi…..'' kata-kata Baekhyun terputus saat Kyungsoo bertepuk tangan riang. Baekhyun yang melihatnya hanya mendengus karna ia mau tak mau harus mengikuti permainan.
'' aku sudah mendapatkan jadwal EXO untuk 1minggu kedepan. Mereka akan menghadiri beberapa acara music dan fansigh di jeju di tanggal 12 besok'' ujar Luhan tanpa mengalihkan tatapan matanya dari ponselnya yang menampilkan jadwal EXO bahkan kegiatan individualnya. Bersyukurlah Luhan sangat pintar untuk mencari informasi sekecil apapun.
Kyungsoo mengangkat kedua jempolnya ke atas '' kau selalu bisa di andalkan Luhan, dari mana kau dapat jadwal mereka?''
Luhan tersenyum meremehkan '' berpura- pura menjadi EXO-L yang fanatic dan itu menurutku tidak buruk juga'' jawab luhan lengkap dengan kekehannya.
'' tunggu!'' seru Baekhyun tiba-tiba. Kyungsoo dan Luhan menatap Baekhyun dengan tatapan bertanya. '' aku belum sepenuhnya faham dengan apa rencana kalian'' jawab Baekhyun pelan sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Luhan mendengus '' entah kenapa kali ini kau sangat idiot Baek!''
Baekhyun cemberut menatap luhan. Kyungsoo terkekeh melihatnya.
'' Baek, dengarkan aku baik-baik. Kita akan menculik, ahh tidak maksudku meminjam para member EXO. Aku dan Luhan akan menyiapkan semuanya bahkan keperluan kita untuk melancarkan misi dan kebutuhan kita selama di jeju. Kau hanya bertugas berpura-pura menjadi cordi noona mereka dan menggiring mereka ke mobil yang sudah kita siapkan di belakang gedung SM. Aku akan membuat sang manager sibuk untuk beberapa saat dan Luhan akan bertugas memberikan obat bius pada member EXO saat mereka sudah duduk didalam mobil yang sudah kita siapkan. Aku sudah mendiskusikan dengan Yixing dan Xiumin eonni dan mereka menyutujuinya dengan semangat. Mereka bertugas untuk membawa mobilnya menuju tempat pelabuhan dan membobol system keamanan di gedung SM. Kita akan bertemu di sana dan tepat pada pukul 18.00 besok sebuah kapal feri akan membawa kita menuju tempat liburan kita yang sesungguhnya'' jelas Kyungsoo panjang lebar.
'' yak.. kalian akan membuatku mati muda'' protes Baekhyun.
Luhan dan Kyungsoo sepakat memberikan tatapan tajam pada Baekhyun. '' lakukan saja dan jangan banyak protes, aro!'' ujar mereka secara bersamaan. Baekhyun hanya mengangguk pelan, membayangkannya saja dirinya tak sanggup apa lagi ini. 'Tuhan lindungi diriku ini' ujar Baekhyun dalam hati semabari menelan ludahnya dengan sulit.
.
.
.
.
.
Baekhyun berjalan menuju gedung SM. Hari kematian telah tiba, paling tidak itulah judul agenda di ponsel Baekhyun pagi tadi saat bangun dari tidurnya. Dengan menggunakan ID palsu yang berhasil ia buat. Yeah dengan cara mencuri, aahh bukan maksudnya meminjam dari salah satu karyawan asli SM tanpa sepengetahuan sang pemilik (apa ini bisa dikatakan meminjam). Berterima kasihlah pada Luhan dan Kyungsoo yang telah berhasil menyiapkan semua keperluan yang Baekhyun butuhkan. Dengan menggunakan jeans, kaos, jaket juga sepatu kets membuat penampilan Baekhyun cenderung santai, ingatkan Baekhyun fungsi sepatu kets yang ia gunakan agar dirinya nyaman saat melakukan misinya bersama teman-temannya nanti.
Flashback beberapa jam yang lalu…..
Baekhyun keluar dari kamarnya dengan menekuk wajahnya dan menenteng sebuah sepetu haig hils 5Cm berwarna coklat susu. Sangat cocok dengan dres yang ia gunakan saat ini, berwarna putih tulang dengan dipadukan blazer coklat susu. Dengan santai ia melenggang melewati ruang tamu, dimana terdapat sosok 2 manusia yang sedang bersiap-siap juga. Dengan penampilan yang jauh berbeda dengan penampilan Baekhyun.
Kyungsoo melirik Baekhyun yang baru saja keluar dari kamar. Sontak dengusan keras keluar dari mulut Kyungsoo. Bagaimana tidak mendengus keras, jika melihat penampilan Baekhyun seperti mau makan malam saja dengan sang kekasih (padahal calaon saja dia tak punya) batin Kyungsoo.
''kau mau kemana Baek'' tanya Kyungsoo spontan saat langkah Baekhyun akan mendekati rak sepetu yang berada di dekat pintu.
Baekhyun yang posisinya sudah membungkuk untuk siap memakai sepatunya mengurungkan niatnya, berbalik menghadap Kyungsoo.
'' pergi menjalankan tugas memang mau kemana lagi'' jawabnya dengan kecut.
''dengan pakaian seperti itu''
Alis Baekhyun berkerut, mata sipitnya menelisik penampilannya pagi ini. Tidak ada yang salah. Batinnya.
'' memangnya kenapa dengan penampilanku, apa ada yang aneh''tanya Baekhyun polos.
Luhan yang tadinya tak ikut andil atas percakapan teman-temannya kini sontak tertawa keras. Baekhyun yang mendengar tawa Luhan semakin cemberut dibuatnya. Kyungsoo hanya tertawa samar menanggapinya.
''kau,,! Apa yang kau tertawakan nona Luhan'' tanya Baekhyun.
Luhan yang mendengar pertanyaan Baekhyun mencoba meredakan tawanya dan mengatur nafasnya.
''ooh.. ayolah Baek, kau mau menjalankan tugas menjadi coordi noona atau mau makan siang dengan calon kekasihmu, eehh,, apa kau sudah punya calon kekasih'' ledek Luhan.
Saat mendengar ledekan Luhan, Baekhyun mulai memahami maksud dari pertanyaan aneh teman-temannya ini.
Sialan…! Umpat Baekhyun dalam hati.
Dengan wajah cemberut Baekhyun masuk kamar tanpa menjawab pertanyaan Luhan.
BLAAAMM….
Suara pintu kamar terdengar ditutup dengan keras dengan di iringi ledakan tawa dari Kyungsoo dan Luhan.
Flashback end…
Dan disinalah Baekhyun sekarang, Kini Baekhyun berdiri di depan gedung megah SM. Dengan peran batin yang dari kemarin-kemarin tidak kunjung usai. Ok, katakan saja dengan terus terang jika teman-temannya memang mulai gila, Baekhyun akan dengan senang hati emmbawa teman-temannya pergi ke psikiatri dari pada harus melakukan permainan gila yang sudah di rancang oleh Kyungso
Baekhyun lagi-lagi ragu untuk melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung. Jam tangan yang ia pakai kini menunjukkan pukul 14.00 KST. Dengan pikiran yang masih berkecamuk Baekhyun mulai meremas ujung jaket yang ia kenakan. Bukannya memikirkan cara bagaimana dirinya akan berperan dengan baik malah yang ada Didalam otaknya hanya memikirkan bagaimana cara kabur dari rencana gila ini. Tapi sampai detik ini dirinya belum menemukan caranya. Dirinya menyerah dan tak bisa melarikan diri dari rencana gila para teman-temannya, itulah yang semakin membuat Baekhyun merasa frustasi.
Tiba-tiba ponselnya bergetar, dan menampilkan nama Kyungsoo. Dengan wajah cemberut Baekhyun mengangkat teleponnya.
'' sampai kapan kau akan tetap berdiri disana Baek'' suara ketus Kyungsoo menyapa gendang telinga Baekhyun.
'' Kyung, boleh kita tukar tugas saja'' tawar Baekhyun sarat akan kecemasan. Baekhyun yakin Kyungsoo sekarang sedang mengawasinya di salah satu tempat tersembunyi.
''Baekhyun dengarkan aku, jangan gugup. tugas ini sangat cocok untukmu. Kau hanya akan menata penampilan mereka, kau kan ahlinya dalam fashion. Lagi pula biasanya hal-hal seperti ini kau jagonya''
'' tapi bagaimana aku ketahuan Kyung, aku bisa mati''
'' oh.. Byun Baekhyun jauhkan pikiran penakutmu itu. Semuanya sudah aku atur. ID yang kau pakai akan memudahkanmu menjalankan aksimu. Jika kau ditanya macam-macam cukup jawab kau pegawai baru. Yeah meski kau harus tetap berdoa agar tidak berpapasan dengan salah satu cordi yang lainnya'' jelas Kyungsoo diwarnai kekehan kecil Kyungsoo yang semakin membuat Baekhyun cemberut.
'' yaakk! Apa-apa'n kau ini. Lebih baik kita ubah rencana saja, jangan menjadikanku umpan. kalau sa…..'' suara Baekhyun menggantung di udara saat suara Kyungsoo memutus ucapannya.
'' cukup Baek. Sekarang masuk dan lakukan tugasmu. Aku tak mau mendengar alasan apapun. Jika kau mau mengundurkan diri siapkan dompet tebalmu untuk kita kuras'' putus Kyungsoo final.
Sambungan telepon terputus secara sepihak. Baekhyun hanya mampu mendengus keras dan cemberut semakin terlihat di wajahnya. Dengan sekali tarikan nafas dalam Baekhyun melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung SM. 'tuhan lindungi nyawaku dan sdarkan teman-temanku atas rencana gila mereka' doa baekhyun dalam hatinya.
Langkah pertama Baekhyun kini telah sampai di loby gedung SM. Gedung dengan disaign megah namun tak berlebihan menghiasi langit-langit gedung dan dinding-dinding gedung. Berbagai ornament-ornamen unik menghiasi setiap sudut gedung tersebut. tulisan besar SM entertainment menempel indah di dinding tepat di depan pintu masuk. Foto besar terpajang di sisi kanan gedung dalam sebuah ujung lorong gedung tersebut. menampilkan artis-artis dibawah naungan SM entertaemen.
Dengan santai Baekhyun masuk menuju lorong sisi kanan gedung. Benaknya mengingat-ingat lokasi ruangan member EXO berkumpul disebelah mana. Sebelumnya lebih tepatnya kemarin malam mereka ber-lima Kyungsoo, Luhan, Yixing, Xiumin dan dirinya mengadakan rapat meja kotak di apartemen Yixing. Guna membicarakan rencana yang sudah tersusun secara rapi dan langkah-langkah apa saja yang akan mereka lakukan.
Ponselnya mendadak bergetar, dan lagi-lagi menampilkan nama Kyungsoo. Dan mengangkatnya.
'' ada apa Kyung'' sapa Baekhyun.
'' ku harap kau masih mengingat denah gedung yang sudah aku jelaskan, kemarin''
''iya, aku masih mengingatnya''
'' syukurlah kalau begitu, lakukan tugasmu dengan baik dan rapi''
'' kau tau Kyung, aku sempat berfikir bagaimana kalau kita melamar pekerjaan sebagai agen FBI. Sepertinya kita pasti langsung diterima tanpa perlu bersaing dengan yang lainnya''
Gelak tawa Kyungsoo terdengar di gendang telinga Baekhyun dan semakin membuat Baekhyun kesal saja.
'' sudah jangan banyak mengeluh, aku yakin kau akan berterima kasih dengan rencanaku ini, suatu saat nanti'' ujar Kyungsoo lembut.
Dan suara sambungan terputus menyapa Baekhyun. Lagi-lagi Baekhyun dibuat semakin cemberut dan kesal. menatap ponselnya dengan pandangan ingin menelan sosok yang baru saja menelponya hidup-hidup.
Baekhyun sendiri tidak tau dan penasaran darimana Kyungsoo dan Luhan mendapat perlengkapan mereka dalam rencananya. meskipun selama ini dalam permainan Kyungsoo dan Luhan memenag bertugas untuk menyiapkan perlengkapan mereka. Dan hebatnya Kyungsoo telah mendapat denah gedung SM secara detail. Baekhyun sendiri bertanya-tanya dalam hatinya bagaimana Kyungsoo bisa mendapat peta gedung super ketat SM dan secara sepontan menanyakannya pada Kyungsoo. Jawaban yang diterima Baekhyun hanyalah senyuman polos Kyungsoo yang semakin membuat Baekhyun ragu dalam menjalankan tugasnya. Pasalanya di antara mereka ber-lima hanya dirinyalah yang mengajukan keberatan akan rencana gila ini.
''oh,, Baek, tolong jangan meragukan kemampuan Kyungsoo dan Luhan dalam menyiapkan segala sesuatunya'' jawaban Yixing lah yang membuat Baekhyun diam.
Selama mereka melakukan permainan gila ini, Kyungsoo memang selalu bisa di andalakan. Bukan berarti yang lainnya tidak. tapi jika masalah untuk mencari data-data secara illegal Kyungsoo dan Luhan lah ahlinya. Meskipun mereka menempuh pendidikan music dan acting tetapi Otak mereka bahkan mampu memecahkan kasus pemerintah yang sekarang sulit untuk menangani masalah ekonomi yang sedang melanda Negara-negara berkembang (abaikan ini). Kadang kala Baekhyun sempat berfikir mereka salah mengambil jurusan . Sedangkan dirinya sendiri ahli dalam menyusun strategi dan bermain peran tetapi dalam permainan ini Kyungsoo lah yang menyusun strategi. Yixing dan Xiumin mereka ahli dalam acara menyelamatkan diri dari masalah dalam artian meretas semua system keamanan gedung SM.
Kini langkah Baekhyun telah sampai di salah satu lorong gedung yang terdapat beberapa pintu. Beberapa kali Baekhyun membungkukkan badan saat berpapasan dengan karyawan-karyawan yang lalu lalang didalam gedung ini.
Baekhyun masih mengingat denah gedung yang dijelaskan oleh Kyungsoo. Juga beberapa CCTV yang terpasang di sepanjang lorong ini yang harus ia hindari sebaik mungkin. Meskipun sudah di sabotase juga. Baekhyun berbelok ke sisi kiri lorong tersebut dan menemukan loronng lagi yang terdapat beberapa pintu Dan artinya dirinya telah sampai pada tempat tujuan dan hanya tinggal mencari pintu yang berlebelkan EXO di daun pintu.
Baekhyun menyusuri lorong tersebut dan berhenti di pintu ke lima sisi kiri lorong tersebut. –EXO room- sebuah lebel tertempel di daun pintu berwarna coklat tua didepannya kini.
Dengan sekali tarikan nafas dalam Baekhyun mencoba mengumpulkan keberaniannya, ok, ingatkan Baekhyun sekali lagi sudah berapa kali ia tarik nafas dan membuang nafas dengan keras. tangan mungilnya menggenggam erat tas selempang yang ia gunakan. Berdoa semoga tugas gilanya ini berjalan dengan lancar.
-Ckleeek-
Suara pintu terbuka.
Dan suara tenang yang ditimbulkan dari dalam ruangan tersebut membuat Baekhyun ragu untuk mendorong pintu itu semakin lebar.
''oh, apa ruangan ini sedang kosong'' gumamnya pelan.
Baekhyun mulai mendorong dengan pelan pintu bercat coklat tersebut, saat hatinya mantap akan membuka pintu itu dengan lebar tiba-tiba sebuah suara mendarat di telinga Baekhyun.
'' siapa kau'' sapanya dengan suara sedikit meninggi dari arah belakang Baekhyun.
Sebuah suara besar menyapa indra pendengaran Baekhyun yang entah sejak kapan mulai menajam
Jderrrr… Baekhyun sontak menghentikan gerakannya mendorong pintu tersebut. dan posisinya yang tidak mendukungnya semakin memperburuk suasana.
'' oh, tuhan matilah aku'' guamamnya lagi .
.
.
….TBC…
.
.
Annyeong,,,, berjumpa lagi di chapter 1. ^^
Sebenarnya kemarin itu bisa dikatakan prolog tidak sih.. hohohoho saya kok ragu.
Ok,, saya hadir dengan membawa chapther 1, meskipun agak gimana gitu, liat review sama jumlah favorit n follow itu banding jauh. Hehehe.
Tapi ya sudahlah, saya rasa hanya pada penasaran dengan chapter 1 nya saja. Dan terima kasih banyak untuk yang meninggalkan review di ff ini.
OK. Sekian dulu dari saya. Please review untuk FF ini… sampai jumpa…. ^^
