Warning: OOC, AWAS TYPO! CERITANYA ABSURD! terganggu dengan cerita ini? silahkan langsung pergi dari cerita ini. Bahasa BIKIN BINGUNG PLES ANEH. Modern AU.
Genre: Humor Parody
Rate: T
Disclaimer: WO punya Koeih
Bukan Tempat Cuci Biasa
Selamat Membaca
Chapter 2
Jam menunjukkan pukul 7 malam. Dua keranjang yang diberikan oleh Kaguya, dan Joan berhasil dibersihkan tepat sebelum jam enam sore oleh Takakage sama Hanbei. Dengan tangan yang hampir patah -pake cara manual, mesin cuci penuh- mereka sekarang sedang beristirahat di garasi duduk di lantai sambil kipasan, mereka ga peduli kalau kecipratan sama oli maupun air dengan sengaja oleh Gan Ning, dan Ling Tong disitu. Yang penting mereka bisa beristirahat, dan menjauh dari yang namanya pakaian kotor di dalam sana.
"Tanganku … rasanya sudah tidak bisa digerakkan lagi." keluh Hanbei, lalu Hanbei menaruh kepalanya pada pundak Takakage.
"Aku jugaa..."
"Muka kalian belepotan oli noh … pfft." kata Ling Tong sembari menahan tawanya, dan mencipratkan oli ke wajah mereka berdua.
Takakage menatap tajam Ling Tong. "Emang ini ulah siapa hah?"
"Seram, lebih baik kalian mandi gih di dalem mesin cuci biar bersih sampe ke dalem-dalem." kata Ling Tong, dan kembali ke bekerja.
Ling Tong kembali bekerja, Hanbei sama Takakage kembali melamun melihat toko laundri di sebrang yang sudah bersatu dengan salon.
Sshh...
"Hanbei, jangan mengelitiki tanganku."
"Aku tidak ngapa-ngapain tanganmu, tanganku masih sakit."
Ssshh...
"Hanbei, jangan menirukan suara ular, polusi suara tau."
"Aku diem kok daritadi, ngeliatin si Mitsu di seberang yang lagi ngeliatin Yoshitsugu sama si Takatora makan es krim."
Sssh...
"Terus kalo bukan elu siapa?"
Mereka diem, terus ngeliat ke bawah. Mereka melihat ular kecil sedang menggeliat di tangan Takakage, terus pandangan mereka kembali lagi melihat toko laundri seberang, abis itu mereka loading sama apa yang mereka liat tadi, selang beberapa detik mereka langsung loncat, dan menjauh dari spot tempat mereka duduk tadi.
Mereka menunjuk ular kecil di lantai. "ULLARRR!" teriak mereka berdua bersamaan.
BYURR!
Mereka berdua disiram sama air cucian dari dalem toko.
"Berisik."
Takakage sama Hanbei langsung menatap tajam pada sang pelaku penyiraman.
"Oi oi! Kita kan kaget karena tiba-tiba ada ular di deket kita!"
"Emang kita gaboleh teriak karena kaget!" protes Hanbei sambil nunjuk-nujuk sang pelaku.
"Permisi.." seorang perempuan berambut hitam dikuncir dua dibawah melonggokkan kepalanya melihat ke dalam garasi dengan wajah malu-malu anjing.
Melihat cewe cantik Takakage langsung berdiri. "Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan senyum.
"Itu..."
Hanbei manyun ngeliatin tingkah Takakage yang sok iye ke cewe, mentang-mentang bohay. Gan Ning sama Ling Tong juga berhenti bekerja malah ngeliatin tuh cewe. Diam-diam Hanbei merangkak ngambil selang yang terjatuh dari tangan Gan Ning, lalu menyiram muka Takakage.
"IBU TEMEN LU ITU! ELU GAET JUGA?! GUE BILANGIN KE NAOMASA MANGFUS LU!" teriak Hanbei pada Takakage sambil tetap menyirami muka Takakage dengan air, berharap otaknya kembali jernih seperti anak kecil yang polos belum tersentuh oleh sesuatu yang berbau yaoi yuri hentai.
Takakage menghiraukan teriakan Hanbei yang menyebabkan si cebol disiram lagi dari dalam toko oleh Kanbei karena berisik.
"Itu … Takakage-san liat … ular kecil berwana biru tua?" tanya perempuan itu gagap.
Muka cakep Takakage berubah menjadi muka tak bisa dijelaskan terus nunjuk ular yang sedang mengexplor garasi. "Yang itu?" tanya Takakage.
Perempuan itu melihat ke arah yang ditunjukkan oleh Takakage, dan langsung mengangguk. "Iya, maaf ya kalau Orochi ini mengagetkan kalian." perempuan itu langsung berlari, menaruh ular itu di atas pundaknya.
"Tante Naotora kata Naomasa, Tante itu menejer sebuah grup idol yang namanya PuriPuri Max Heart yang beranggotakan lima orang ya?" Hanbei bertanya pada perempuan itu yang bernama Naotora Li agak penasaran.
"I-iya."
Hanbei melepaskan selang yang ada ditangannya, dan langsung berlari mendekatkan dirinya dengan Naotora. "Benarkah?!" tanya Hanbei sekali lagi kali ini Hanbei bertanya dengan semangat.
"Iya, emang kenapa?"
Hanbei mengenggam kedua tangan Naotora. "Tante, Hanbei boleh minta tanda tangan Kakek Zhuge Liang sama Om Zhou Yu ga?" pintanya dengan mata berbinar. Bentar Bei, emang Zhuge Liang Kakek lu? Dan sejak kapan Zhou Yu nikah sama tante lu?
Naotora menekan pipi kanannya dengan telunjuk, dan melihat ke atap garasi. "Mungkin bisa!" Naotora menjeda perkataannya. "Tapi kalau kalian memberikan diskon 40%, karena hari ini pakaian yang harus dicuci banyak sekali, dan aku hanya membawa uang seadanya."
"DEA- hmmph!" mulut Hanbei dibekep sebelum menyetujui perkataan Naotora.
"Lu mau disiram lagi sama si Kanbei gegara main setuju aja sama Tante Naotora?" tanya Takakage sambil ngeliatin jendela toko takut-takut tuh manusia hobi maen bekel ngedenger pembicaraan Hanbei.
Hanbei geleng-geleng, Hanbei mencoba melepaskan bekapan tangan bau sabun cuci milik Takakage dari mulutnya. "Phueh," Hanbei menghadap ke Takakage, "tapi … aku ingin tanda tangannya!"
"Mending elu bayar 40% nya biar lu ga berakhir di dalem mesin cuci."
"Gaji gue ditunda sama si pemain bekel internasional cuman gegara ngebiarin seekor kucing masuk toko." Hanbei mengaktifkan puppy eyes pada Takakage. "Mau ga bayarin dulu?"
"Kagak, lama lu bayar utang." Takakage menepuk kedua pundak Hanbei pelan, mendekatkan mulutnya pada telinga Hanbei, kemudian dia berbisik. "mending diskusi gih sama Om Kanbei biar dibolehin." Takakage menyeringai.
"KALO ALESAN GUA GINI GUE BENERAN BERAKHIR DI DALEM MESIN CUCI!"
.
Lain Hanbei, lain lagi sama Mitsunari. Sebenernya doi lagi enggak menderita seperti Hanbei, tapi tampang bete doi mencerminkan kalo doi lagi menderita, sebenernya Mitsun lagi ngapain sih? doi lagi ngeramasin salah satu member idol grup yang dipuja-puja sama si cebol dari toko laundri sebelah, Zhou Yu. Harusnya hari ini Mitsunari bersih-bersih toko bareng Yoshitsugu tetapi Oichi meminta tolong padanya dengan tatapan anak kucing minta diadopsi, dan Mitsunari tidak bisa menolak permintaan Oichi karena takut kena tusuk suaminya. Jadilah disini di dalam salon, Mitsunari dengan tampang bete ngeramasin Zhou Yu dengan ogah-ogahan.
"Mas, masih lama keramasnya? Ini udah satu jam."
"Hah?" Mitsunari tersadar dari lamunannya, cepat-cepat Mitsunari membilas rambut pelanggannya, dan membalut rambut bak iklan shampo punya Zhou Yu dengan handuk. "Si-silahkan mencari tempat duduk, saya mau mencari Nagamasa." Mitsunari pergi dari sana ke ruang khusus staff, dan memanggil Nagasama.
"Udah ngeramasinnya Mit?"
Mitsunari mengangguk. "Tadi gue merasakan tuh idol kutuan, hati-hati Mas." Mitsunari bergidik ngeri mengingat kembali telur kutu aka lisa yang banyak di rambut Zhou Yu sebelum ngeramasin doi. "Mas gue balik ke toko ye, hari ini gue dapet piket bersih-bersih."
"Iya."
Sekeluarnya Mitsunari dari salon, doi ngeliat Yoshitsugu lagi asik makan es krim sama si Takatora di bench yang ada di bawah pohon rambutan di samping kiri toko.
Enak banget mereka, gue ngeramasin idol kutuan sementara mereka enak makan es krim di bawah pohon dengan nikmat!
Karena rasa kesal yang meluap, Mitsunari berjalan mendekati mereka, dan duduk di sisi kiri Yoshitsugu seenak jidat.
"Yoshitsugu, toko udah bersih?"
Yoshitsugu berhenti menjilati es krimnya, lalu mengangguk. "Sudah, tadi aku dibantu oleh Takatora." jawabnya dengan tenang, dan melanjutkan makan es krimnya. Sementara Takatora senyum ke Mitsunari -Mitsunari melihat senyuman itu sebagai senyum mengejek-.
Mitsunari menggeram kesal. "Bukannya kita masih ada pakean yang harus di cuci ya?"
"Udah di dalem mesin cuci." jawab Takatora.
Setelah Yoshitsugu menghabiskan es krimnya, tiba-tiba Yoshitsugu berdiri, membuat kedua teman seperjuangannya sedikit kaget dengannya. Mitsunari, dan Takatora bingung mendadak, mereka memutuskan untuk mengikuti Yoshitsugu ke dalam toko. Ternyata eh ternyata teman mereka yang irit bicara itu cuci tangan terus mengeluarkan baju dari mesin cuci.
Tep
"GYAAAAA!" Mereka berdua mendadak teriak karena pundak mereka berdua di tepuk oleh orang misterius di belakang mereka. Yoshitsugu mengalihkan pandangannya ke orang misterius itu.
"Maaf, baju anda masih dalam tahap di jemur." Yoshitsugu membungkuk, lalu kembali ke kegiatannya.
Mitsunari sama Takatora membalikkan badannya, dan ternyata itu pelanggan mereka yang kemarin. Muka mereka agak takut saat melihat pelanggan mereka menatap tajam pada mereka. Mereka sujud memohon ampun kepada orang itu.
"Kalian kenapa teriak pas gue tepuk?"
"Kami paranoid Pi, mangap ye." Mitsunari nyengir tanpa dosa pada orang di depannya itu.
Takatora menyikut pinggang Mitsunari. Mukanya seperti memberikan perintah untuk mengambil pakaian pelanggan yang ada di depan, tetapi Mitsunari salah mengartikan malah membuat teh manis hangat untuk temen waktu SMAnya itu. Takatora nepuk jidat, untungnya pelanggan mereka yang satu itu menerima teh yang dibuat sama Mitsunari enggak menepis teh buatan Mitsunari layaknya sinderela yang disiksa oleh ibu tirinya. Dan akhirnya Mitsunari pun jadi babu Cao Pi sementara. Takatora sendiri langsung melesat ngambilin pakaian Cao Pi, dan ngebungkusin satu-satu pakaian itu dalam plastik agar terlihat rapi, setelah melakukan itu semua sendirian -Yoshitsugu masih sibuk ngeluarin pakaian dari mesin cuci- doi langsung membawa pakaian itu ke pelanggannya yang masih menikmati teh hangat di bawah pohon ribun feat angin sepo-sepoi dari kipas kebanggaan Mitsunari.
"Bawakan itu ke rumah." titah Cao Pi pada Takatora.
"Ta-"
"BAWAKAN."
Mitsunari memegang dadanya terus ngebatin dengan inggris yang ancur-ancuran, ai now det fil bro.
Takatora meneguk ludahnya, Titah seorang mantan ketos itu absolut bro.
Akhirnya dengan terpaksa Takatora membawakan pakaian Cao Pi sampai ke rumahnya, pulang-pulang Takatora babak belur entah kenapa. Usut punya usut Cao Pi, Takatora, Mitsunari sama Yoshitsugu itu satu kelas waktu SMA. Jadi mereka bertiga udah tau kelakuan bak raja Cao Pi. Nolak perintahnya? Orang itu minta di gantung terbalik.
TBC
Akhirnya selesai juga chap dua hehe, kali ini fokus sama anak-anak SW beda sama CN drebel yang fokus sama anak-anak DW :v
Tenks lho udah baca cerita abstrak ini
See you next chapter~
