Author : Lean Fujoshi HunHan Shipper
Rated : T
Pairing : HunHan & All couple EXO
Genre : Fantasy, supernatural, romance, adventure
Dics : Para cast hanya milik Tuhan, saya pinjam untuk memenuhi imajinasi saya terwujud.
Sumarry : Claoutuccus adalah sebuah negeri kutukan yang didalamnya terdapat kehidupan manusia bertubuh binatang, kutukan itu akan hilang bila ada seseorang yang mencintai dan rela mengorbankan dirinya untuk pangeran negeri claoutuccus tersebut. Lalu bagaimana jika luhan yang mencintai pangeran itu? Dan ternyata orang yang di cintai nya adalah seorang serigala? Apa yang akan terjadi? CEK THIS OUT~~~~ HUNHAN BAEKYEOL XIUCHEN TAORIS KAISOO SULAY! THIS YAOI!.
WARNING : BL/BOYXBOY, GAJE, TYPO(s), Gak pake EYD, absurd,shoun-ai.
Happy Reading^^
"eomma...kami akan merindukan eomma." Ucap luhan setelah berpelukan dan mengobrol sebelum mereka pergi ke busan
Huh...iya hari ini mereka pergi ke busan meninggalkan taeyeon sendirian di seoul. Sebenarnya mereka tidak ingin meninggalkan taeyeon tapi taeyeon sendiri yang meminta dan juga melihat keadaan seoul yang seperti saat ini. Mengerikan!
"baiklah sebentar lagi kereta kalian akan tiba. Kajja semuanya harus bersiap-siap." Ucap taeyeon lalu bangkit dari tempat duduk nya dan merapikan bawaan mereka.
"eomma.." panggil baekhyun yang kini tengah terisak dalam tangisan.
"gwaenchana chagi.." ucap taeyeon sambil mengelus puncak kepala baekhyun dan membawanya kedalam pelukan taeyeon. "sudah sekarang semuanya harus bersiap ne~ eomma tidak mau anak eomma menjadi jelek gara-gara terus menangis seperti ini." Lanjutnya. Baekhyun pun mengangguk dalam pelukan taeyeon.
TUT...TUT...TUT...
"Itu kereta api kalian. Baik-baik disana arra? Jangan membuat gila lagi gara-gara kelakuan kalian seperti tahun lalu." Ucap taeyeon lalu mengambil beberapa tas dan memberikan tas-tas itu kepada lumintaobaek.
"ne~ eomma kami janji!" ucap luhan dan anggukan mintaobaek lalu memeluk posesif taeyeon.
"kami akan selalu merindukan eomma, pelukan eomma, ciuman eomma." Ucap baekhyun lalu melepaskan pelukannya dengan taeyeon.
"eomma akan lebih merindukan kalian" ucap taeyeon. "kajja... kalian cepat pergi, hati-hati ne, eomma mencintai kalian." Ucap taeyeon sambil melambaikan tangannya.
"kami juga mencintai eomma." Ucap mereka bersamaan lalu masuk kedalam kereta api itu.
Kereta kini akan melaju membawa mereka ke tempat yang berbeda, bukan hanya tempatnya namun suasana dan orang-orangnya pun pasti berbeda. Sepeertinya butuh waktu lama untuk beradaftasi dengan lingkungan disana. Merepotkan bukan?
Didalam kereta
"hyung..." panggil seorang namja bermata panda tao
Tao yang melihat hyung cantiknya luhan yang terus terdiam saat keretanya melaju kini mulai khawatir . Luhan tengah memikirkan sesuatu dari kejadian semalam. Sepertinya pertanda buruk untuk mereka. Luhan takut sangat takut memikirkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding. Hih ngeri! Tao yang melihat raut wajah hyungnya berubah menjadi ketakutan kini mendekati luhan dan memeluknya.
"gwaenchana hyung." Ucap tao yang dibalas oleh anggukan luhan.
"kalian tau kalau aku benci naik kereta." Ucap baekhyun yang kini tengah memakai eyeliner pemberian eommanya saat di stasiun.
"wae? Bukannya naik kereta asik" xiumin yang sedari tadi melihat keluar jendela kini beralih ke tempat duduk depan baekhyun. "omona~ baekki mata mu seperti huahahaha..." lanjut xiumin dengan tertawa sekarang baekhyun terlihat lucu seperti badut atau hantu. #atut.-.
Meski xiumin tertawa, niatan untuk tertawa bersama mereka sepertinya hilang di pikiran luhan. Luhan lebih memilih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"aishh...hyung tidak usah tertawa seperti itu! Ini kan gara-gara kereta api ini yang tidak mau diajak kompromi." Gerutu baekhyun yang mulai kesal melihat tingkah xiumin yang terus tertawa.
"kau terlihat lucu baekki hahaha..." ucap xiumin di sela-sela tertawaannya.
Baekhyun semakin kesal rasanya dia ingin sekali menyumpal mulut xiumin dengan bakpao agar xiumin berhenti tertawa. 'asihhh xiumin hyung menyebalkan!' gerutu baekhyun dalam hati. Mereka pun terus beradu mulut yang satu terus tertawa yang satunya terus mengomel. Hadeuh pacar siapa sih mereka.
"aishhh! Bisakah kalian diam!" ucap tao yang mulai terganggu dengan tertawaan nya xiumin dan omelan baekhyun.
Xiumin dan baekhyun pun langsung diam menghentikan aksi 'mari-tertawa-dan-mengomel-bersama' dan melanjutkan kerjaan mereka masing-masing karena melihat aura tidak beres di sekitar tao.
"hyung..." panggil tao kepada luhan (lagi).
Luhan masih terdiam dalam lamunannya, tetap tak bergeming apapun. Tao yang melihat respon itu semakin khawatir 'apa dia sedang menahan lapar? Biasanya kalau seperti ini luhan hyung sedang lapar' monolog ria tao dalam hatinya. Tao pun bangkit dari duduknya dan berniat untuk mencari makanan keluar (RE:ini kereta api yang memiliki ruangan masing-masing, aku tak tau namanya-_-).
"hyung mau kemana?" ucap baekhyun yang tengah membersihkan matanya dan melihat tao membuka pintu ruangan mereka.
"mencari makanan baekki, kau temani luhan hyung arra? Aku sedikit khawatir sepertinya luhan hyung lapar dan juga kau jangan berisik oke!" ucap tao yang dibalas anggukan oleh baekhyun dan pergi meninggalkan ruangan nya bersama lubaekmin.
"hyung gwaenchana?" ucap baekhyun yang memeluk luhan dari samping.
"eh? A-aku baik-baik saja baekki kau tenang saja. Oh dimana tao?" ucap luhan.
"tao hyung lagi mencari makanan hyung" jawab baekhyun lalu menatap luhan intens.
Luhan yang mendengar itu hanya ber-oh- ria terus tersenyum simpul lalu dia mengalihkan pandangan nya kembali ke luar jendela, sepertinya diluar jendela lebih menarik daripada melihat tatapan baekhyun yang seolah-olah memberikan tatapan 'aku-tau-kau-sedang-berbohong-hyung'.
Baekhyun mulai merasa aneh dengan sikap luhan saat ini, dan senyuman tadi seperti bukan senyuman yang biasanya luhan pancarkan, senyuman yang menenangkan. Senyuman tadi terlihat senyuman yang dipaksakan dan juga ketakutan.
"apa kau masih mengingat-ingat kejadian semalam hyung?" tanya baekhyun pelan sepelan mungkin agar luhan tak mendengar suara nya itu.
"eh?" luhan menatap baekhyun. Sepertinya pertanyaan baaekhyun berhasil membangunkan luhan dari dunianya.
"aku benar bukan?" tanyanya lagi lalu memeluk luhan. "gwaenchana hyung mungkin 'mereka' tidak sengaja datang kekamar mu" lanjutnya.
"aku benci 'mereka' baekki" ucap luhan lalu mengalihkan pandangan nya ke luar jendela(lagi).
"sudahlah hyung lupakan 'mereka'!" ucap xiumin lalu duduk di depan baeklu dengan airphone di telingannya. Luhan masih terdiam.
Tao terus berjalan dari lorong-lorong kereta api. Dia melihat-melihat semua ruangan meski dibilang tidak sopan membuka pintu tanpa permisi namun tao sangat penasaran. Aneh, saat dibuka satu per satu ruangan itu nampak orang-orang tertidur.
'bukannya ini masih siang? Ahh mungkin mereka kelelahan' gumam tao dalam hati. lalu melanjutkan perjalanan nya tanpa dia sadari ada seseorang yang mengikutinya semenjak dia keluar dari ruangan nya bersama lubaekmin.
Luhan yang terus terdiam membuat kesal baekmin yang melihatnya.
"hyung ayolah jangan mendiamkan kami seperti itu kau membuat kami khawatir hyung." Ucap baaekhyun yang mempoutkan bibirnya.
"mianhae baekmin aku tidak bermaksud untuk membuat kalian khawatir." Ucap luhan. "aku sangat benci 'mereka' baekki aku tidak bisa membayangkan selama ini mereka ada dikamarku" lanjutnya.
"tapi bisakah kau melupakan 'mereka'?" tanya xiumin yang dibalas dengan keterdiaman luhan kembali.
Luhan terdiam lagi dia sangat takut dengan kejadian semalam saat semua serangga datang kekamar luhan tanpa kata 'permisi'. Luhan sangat benci dengan serangga apalagi dengan kecoa. Huh sangat menjijikan! Tapi bukan nya aneh saat semua serangga datang kekamar luhan seolah-olah 'mereka' ingin memberikan sebuah kabar atau mungkin sebuah peringatan? Entahlah.
Tao kembali keruangan nya dengan membawa 2 jinjingan di tangan nya.
"hyung" panggil tao, yang di panggil menatap tao lalu tersenyum.
"makanlah ini" ucap tao lalu memberikan roti kepada luhan.
"terus baekki mana?" tanya baekhyun sambil menggelembungkan pipinya.
"tenanglah baekki hyung membelikan nya cukup untuk kita mkan bersama. Kajja kita makan bersama." Ucap tao. Lubaekmin tersenyum lali mengangguk dan mereka pun makan bersama.
SKIP TIME
"huahhh akhirnya kita sampai" baaekhyun segera turun dari kereta api bersama dengan hyungdeulnya .
"kajja, kita tidak mau kan di omelin sama setan tiffany itu gara-gara kita terlambat?" ucap luhan membawa tas nya, yang lainnya mengangguk dan mulai pergi meninggalkan stasiun.
"tuan luhan, tuan xiumin, tuan tao, tuan baekhyun?" ucap seorang maid super gagah siwon
"ne" ucap luhan singkat dan yang lainya mengangguk (lagi)-_-
" menunggu kalian, silahkan ikuti saya" ucap maid siwon lalu membawa mereka ke sebuah mobil mewah. Lubaektaomin mengangguk dan mengikuti siwon.
Perjalanan hari ini sangat panjang dan melelahkan namun perasaan itu terasa terobati saat melihat pemandangan yang indah disini. Sangat berbeda dengan di seoul, disini masih terlihat asri, bersih tanpa polusi. Sangat nyaman.
"kita sampai" ucap maid siwon yang membangunkan luhan dari lamunan nya. Dimana mintaobaek? Lihatlah mereka tertidur? Ck sepertinya mereka kecapean. #poor mintaobaek#
Luhan pun membangunkan mereka dan mengikuti siwon.
"hyung rumahnya semakin menyeramkan." Ucap tao keapada xiumin. Xiumin yang mengerti keadaan saeng nya ini memeluk tao. "tenanglah tao semua akan baik-baik saja" jelas xiumin yang dibalas anggukan oleh tao.
"aku takut" kini baekhyun yang mengeluh ketakutan, luhan yang mendengar itu segera mengambil tangan baekhyun dan memegangnya erat. Meski luhan sendiri sangat takut melihat keadaan rumah tantenya itu.
Rumah tua atau yang mungkin lebih tepat nya di bilang sebuah kastil itu sangat menyeramkan bergaya rumah klasik eropa di abad 20-an dengan halaman depan tak terurus rumput liar dimana-mana, rerumputan rambat yang terjun bebas dari atas rumah itu dan juga pohon yang aneh terpangpang jelas depan mata.
Kriek..
Suara pintu terbuka menampakan seorang yeoja yang anggun dengan pakaian longdress merah marun miliknya rambut yang di gerai panjang dan juga bibir sexy yang tersenyum atau lebih tepat nya menyeringai.
"selamat datang kembali" ucap yeoja itu.
Lubaekmintao menelan saliva nya susah payah.
"hyung mati kita"
TBC
kyaa ini sebenarnya masih prolog-_- adauh maapin lean gara-gara kemaren epep nya kependekan-_-
bocoran' chap depan pertualangan di mulai xD
gomawo yang udah baca dan review :* kiss & hug dari lean :*
buat silent riders gomawo ne~
review lagi ne? *bow*
