BIG THANKS FOR :

[Jongin48, KaiNieris, Jungdongah, dearkimkai, ZeeKai, yesaya. Mei, Kamong Jjong, Miszshanty05, Keepbeef Chiken Chubu, Homin'EL, Chotaein816, ZakuraFrezee, Steffi febri, Jungie noona, asmayae, bellajung21, Kaikai, cute, guest, xx chancimit, Mutiara Park, Kim Kai Jong, Guest, Kkamjongie kim and other]

FF ini awalnya mau di bikin 1s, tapi ternyata kepanjangan. Maaf kalau chapter 1 kurang memuaskan / alur terlalu cepat atau mungkin membingungkan ^_^

Ulasan masa lalu KrisKai mungkin cuma muncul di selip2an. Keke~

FF ini emng terinspirasi dari "A moment to remember" kalau lihat pemeran ceweknya berasa lihat mami Jong. Ada adegan yg sedikit jiyu ambil dari sana.

KrisKai / ChanKai ?

Niatnya ChanKai, tapi bisa berubah dengan berjalannya waktu. Mungkin death chara atau bisa juga jadi KrisKai.

...

[Chapter 2]

Happy Reading ~

Semenjak kejadian malam itu, Kai tidak bisa berjalan hingga beberapa hari. Ia hanya memenjarakan dirinya sendiri di dalam kamar tak perduli dengan kedua orang tuanya yang terus menyuruh nya untuk keluar dan makan malam bersama.

Chanyeol benar - benar membuatnya lumpuh, alih - alih menghentikan semuanya Chanyeol justru melakukannya semakin brutal dan tak perduli dengan air mata yang menyeruak keluar dari habitatnya, Chanyeol juga mengabaikan teriakan histeris dari adik tiri nya itu.

Kemarin Chanyeol dan grup band nya baru saja melakukan showcase comebacknya di Busan. Itu artinya ia tidak akan pulang kerumah sampai perusahaannya memberikan jatah libur -biasanya sih setelah mereka tidak memiliki jadwal padat.

Kai mematikan televisinya lalu berjalan keluar kamar. Kaki nya melangkah kearah dapur, tubuh lemasnya membutuhkan asupan teh hangat untuk memberikannya sedikit tenaga.

Setelah ia menuangkan air hangat kedalam cangkir, Kai kembali kedalam kamarnya. Mendudukkan tubuhnya di sofa kecil yang menghadap langsung ke luar jendela.

"Uhukkk .. uhukkk.. aish, apa ini ? Kenapa asin sekali" gerutu Kai setelah menyesap teh hangat buatannya. Kai berlari ke dapur untuk melihat apa yang baru saja ia tuangkan kedalam cangkirnya, Kai rasa ia menuangkan gula bukan ...

"What ? Salt ..."

... garam.

Kai menarik napas panjang. Ponselnya berdering ketika ia menyimpan tempat garam itu di laci biasanya.

"Halo .."

"Babe, aku sudah menunggumu seharian"

"Hah ?"

"Bukankah hari ini kita pergi ke rumah orang tua ku, apa kau melupakannya lagi?"

Kai terdiam sejenak lalu membawa langkah kakinya ke dalam kamar untuk melihat tanggal yang ia bulatkan dengan spidol warna merah. Kening nya berkerut. Bibir bawahnya ia gigit kuat - kuat.

"Kriss... " panggilnya lirih.

"Tak masalah, aku sudah bilang pada mereka kalau kau sedang sibuk. Besok aku akan menjemputmu pagi - pagi"

"Maafkan aku Kris, sungguh aku tidak bermaksud ..."

"Aku bilang tak masalah, ponselmu kenapa baru bisa di hubungi ?"

"Aku lupa mencharge nya, kau sudah makan malam ?"

"Hn ? Ini masih sore sayang .. aku masih di rumah sakit, sebentar lagi aku pulang dan akan langsung makan" Kris tersenyum lembut. Kedua matanya tetap setia menatap sebuah foto berbingkai yang ia letakkan di atas meja kerjanya. Entah atas dasar apa ia menyanggupi permintaan Kai waktu itu yang jelas mulai sekarang Kris tidak akan lagi melepaskan wanita nya barang sejengkalpun.

"Heum... tadi aku membuat teh dan rasanya sangat asin"

"Kenapa begitu ?"

"Aku memasukkan garam kedalamnya bukan gula, keke" Kai terkekeh kecil sedangkan Kris terdiam. Air wajahnya seketika meredup.

"Kris, kau masih disana ?"

"Ya sayang, sepertinya ada pasien yang membutuhkanku, akan ku telpon lagi setelah aku kembali kerumah .. sampai jumpa"

Klik.

Kris memutuskan panggilannya secara sepihak. Ia membuka buku tebalnya dan mencari sesuatu yang bersangkutan dengan penyakit pikun akut yang di derita oleh Kai. Wanita itu semakin pelupa, kemarin Kai mengirimkan makan siang, katanya hari itu mama nya memasakkan sesuatu yang sangat lezat. Namun saat ia membuka kotak bekal itu isinya hanya nasi putih tanpa lauk. Kris menghubungi Kai dan meminta penjelasan dan Kai hanya bilang kalau ia lupa menambahkan lauknya kedalam kotak.

. . . . .

XOV baru saja menyelesaikan penampilannya di salah satu acara musik di SBS. Kini semua member beserta manager sedang berada di dalam perjalanan menuju Luxion Mall untuk mengadakan meet & greet. Mereka berjanji akan melakukan free hug untuk beberapa lucky fans. Atas dukungan para penggemarlah XOV berhasil menduduki peringkat pertama di KBS kemarin.

Luxion Mall yang memang selalu ramai jadi semakin ramai atas kedatangan grup band populer seperti XOV. Kini grup band yang terdiri dari lima orang itu pun sudah berdiri diatas mini stage yang sudah disiapkan oleh pihak promotor. Semua penggemar yang rata - rata berusia di bawah 20 tahun pun mulai berisik meneriaki idolanya masing - masing. Chanyeol selaku leader grup mulai memberi intruksi kepada membernya untuk membungkuk hormat di depan para penggemarnya setelah itu mereka mulai menyapa dan memberikan sedikit fanservice.

"CHANBAEK !" teriak beberapa remaja putri yang berdiri di sudut kanan. Chanyeol dan Baekhyun sontak melihat kearah sumber suara lalu tersenyum lebar, Chanyeol mendekati Baekhyun lalu mengajaknya untuk membuat love sign. Member yang lain pun ikut bertepuk tangan seperti para penggemarnya.

"Xingxingie oppa ! lihat kemari .. " itu teriakan dari salah satu penggemar Yixing yang ingin mengambil potret idolanya. Yixing melihat kearah penggemarnya lalu tersenyum lebar sembari bergaya sekedarnya saat kamera mahal itu mulai mengarah padanya.

Acara berlangsung hingga dua jam lima belas menit. Free hug, bernyanyi, berbagi album gratis dan juga berfoto bersama mereka lakukan dengan kegembiraan hingga waktu yang tidak di inginkan oleh mereka pun tiba, semua member XOV menyampaikan pesan dan ucapan ribuan terimakasihnya secara bergantian. Menyuruh mereka untuk terus mensupport dan melihat ke depan bagaimana XOV akan berjalan untuk menggapai kesuksesan di konser dunia mereka yang akan di mulai awal tahun nanti.

Dengan diakhiri teriakan para penggemar yang menyuruh XOV untuk terus menjaga kesehatan, acara meet & greet mereka pun berakhir. Semua member berjalan kebelakang mini stage dan membiarkan para penggemar membubarkan dirinya masing - masing. Chanyeol mengintip dari balik gorden dan tanpa di sengaja indera nya melihat sebuah banner kecil yang bertuliskan namanya dan ..

'ChanKa pliss comeback'

...Kai.

Chanyeol melihat ke arah penggemar itu yang hendak membubarkan diri dengan raut wajah kecewanya. Chanyeol tau pasti penggemar itu ingin dirinya dan Kai tampil sebagai partner lagi untuk menghiasi sampul majalah. Chanyeol menghembuskan napas lelahnya lalu berjalan keluar mengikuti yang lainnya.

. . . . .

Mereka tiba di salah satu kedai, berkumpul mengitari meja untuk bersiap menyantap makan malam mereka setalah seharian melakukan berbagai macam aktivitas yang menguras habis tenaganya. Manager Kim memesankan banyak makanan dan minuman untuk anak - anaknya. Ia bangga pada mereka yang tak pernah sedikitpun mengeluh lelah kepadanya.

Setelah makanan itu tersaji di atas meja, semua member XOV berteriak heboh layaknya anak kecil yang baru saja mendapatkan jatah ice creamnya. Manager Kim tersenyum lalu menyuruh anak - anaknya untuk segera menyantap makanan lezat itu.

"Yee .. daging daging ... aku suka aku suka" teriak Baekhyun sembari menatap lapar kearah daging yang baru di hidangkan.

"Tidak ada ayam, hyung ?" tanya Chanyeol pada sang manager.

"Makan saja apa yang sudah ku pesankan, kau tidak bosan makan ayam terus dari kemarin ? Lagi pula sejak kapan kau berpindah pada ayam biasanya kau lebih terpikat dengan daging"

Chanyeol mendengus, meski begitu ia menyusul teman - temannya yang sudah menyantap makan malam mereka. Disisi lain dua orang berbeda gender itu masuk kedalam kedai dengan tawa sang wanita yang terdengar sangat renyah. Mereka berjalan masuk dengan tangan yang saling bergandengan.

"Jangan di teruskan Kris, aku tidak kuat membayangkannya haha" Kai, wanita yang tadi tertawa renyah itu memukul dada pria disampingnya pelan. Sejak keluar dari mobil, Kris terus berceloteh hal - hal konyol yang mampu membuat Kai tertawa geli. Segaris lengkungan indah tercipta saat Kai tertawa, eyesmile yang entah kenapa terlihat sangat cantik menjadi daya tarik sendiri bagi siapa saja yang melihatnya seperti para member XOV yang kini tengah ternganga melihat wanita itu tertawa tak henti - hentinya.

"Sshh .. damn, itu Kim Kai kan ? Model pakaian dalam yang pernah aku lihat di dalam majalah kemarin?" ujar Sehun spontan saat indera nya menangkap bayangan Kai yang kini duduk di dekat jendela.

Manager Kim mencubit pinggang Sehun, matanya melotot saat anaknya itu berbicara soal Kai dengan suara kerasnya.

"Jadi kau masih membeli majalah - majalah itu Sehuna ?" tanya manager Kim. Sehun hanya terkekeh pelan sembari menggaruk tengkuknya.

"Kai itu idolaku .. jadi hyung kalau aku tidak beli majalah itu aku tidak bisa melihat tubuhnya .. ah, anni anni .. maksudku .."Sehun terlihat gelagapan saat Chanyeol menatapnya tajam.

"Maksudku .. maksudku ..."

"Sudahlah, cepat selesaikan makan malam kalian"

Chanyeol melirik kearah Kai dengan sudut matanya, luka hatinya semakin mendalam saat melihat kemesraan mereka. Kai menyuapi Kris dengan lengkungan manis dibibirnya yang tak pernah luntur. Baekhyun menyikut lengan Chanyeol, lalu menepuk punggung itu sejenak seolah memberikan sedikit kekuatannya pada pria bertelinga lebar itu.

Setelah melahap habis makan malamnya, Yixing yang sedari tadi diam mulai bergerak. Ia berjalan mendekat kearah meja Kai dan Kris dengan selembar kertas yang entah ia dapat dari mana. Manager Kim dan yang lainnya hanya ternganga melihat pergerakan Yixing yang begitu cepat hingga tak sanggup mencegahnya.

"Chogi .. " Yixing membungkuk hormat lalu melihat kearah Kai yang terlihat sedikit terkejut.

'XOV' batin Kai yang langsung mengedarkan pandangannya kesegala arah dan berhenti tepat pada sosok yang sangat di kenalnya. Tangannya sedikit gemetar saat kedua pasang mata itu bertemu, Kris yang menyadari situasi pun segera menggenggam tangan Kai erat.

"Boleh aku bergabung sebentar ?" tanya Yixing yang mampu menarik perhatian Kai.

"Ada perlu apa?" kris balik bertanya dengan raut wajah tak sukanya.

"Aku pernah melihat Kai nona menari saat di audisi dan saat itu aku meminta presiden di perusahaan untuk merekrut anda tapi sayangnya Kai nona lebih dulu di ambil oleh perusahaan lain"

"Duduklah.."

"Ah terimakasih nona .."

"Lalu ?"

"Setelah nona menjadi model aku dan Sehun .." Yixing menunjuk Sehun yang masih melihat kearahnya. "Mulai menjadi penggemar nona, jadi bolehkan saya meminta paraf nona" Yixing tersenyum canggung lalu menyerahkan selembar kertas itu beserta pena nya. Kris hanya menggelengkan kepalanya, ingin minta tanda tangan saja harus berbelat belit seperti itu. -batinnya.

"Dua ya nona .. Aku ingin membagi nya dengan Sehun"

Kai hanya tersenyum kecil mendengar penuturan pria di depannya itu. Meski hatinya benar - benar gelisah dan takut, tapi ia mencoba untuk terlihat tenang.

"Aku pernah meminta tolong pada Chanyeol hyung tapi dia tidak sama sekali menyanggupinya, pedahal sekarang kalian kan saudara, tinggal satu rumah jadi tidak akan sulitkan keke"

Kai terdiam. Kertas yang sudah di tanda tangani nya ia berikan pada Yixing dengan senyuman palsunya. Ia sedikit melirik kearah Chanyeol yang kini tengah memeluk pundak Baekhyun mesra. Sehun yang mengira Kai melirik kearahnya hanya tersenyum malu dan melambaikan tangannya.

"Titip salam untuk temanmu itu ya"

"Ne.. terimakasih nona, terimakasih juga tuan err.. eum sudah memberikanku waktu, annyeong"

Setelah Yixing pergi dari depan mereka, Kai dan Kris kembali menyantap makanan mereka. Kris mengusap pucuk kepala Kai sayang. Sepertinya ia salah memilih tempat malam ini.

. . . . .

Seminggu setelah kejadian di kedai itu, Chanyeol tidak bisa lagi menahan mulutnya yang sudah sangat gatal. Isi kepalanya terlalu penuh oleh pertanyaan - pertanyaan seputar adik tirinya.

Hari ini ia harus bertemu dengan Kai, bagaimanapun caranya.

Maka dari itu, setelah hampir satu jam ia membual di depan manager Kim, Chanyeol mendapatkan izin untuk pulang kerumahnya hingga tengah malam nanti. Tidak mau membuang waktu lebih banyak, pria bertelinga lebar itu segera melesat dengan cepat dan mengabaikan pertanyaan - pertanyaan Baekhyun yang menurutnya itu tidak penting sama sekali.

Setelah tiba di pekarangan rumah mewahnya yang terlihat sepi, Chanyeol memarkirkan mobil manager Kim sembarang. Ia masuk kedalam rumah besar itu dengan menggunakan kunci yang dulu di berikan oleh papa tirinya.

Kosong. Chanyeol tidak menemukan siapapun di ruang utama. Kamar utama juga terlihat gelap itu artinya kedua orang tuanya sedang tidak ada di rumah. Chanyeol menyeringai ia berjalan menuju kamar Kai, namun sayangnya disana juga tidak ada siapapun.

"Pergi kemana mereka ?" dengusnya kesal. Chanyeol keluar dan berjalan menyusuri lantai marmer itu dan sepertinya dewi fortuna sedang berada di pihaknya. Ia melihat Kai tengah berdiri di depan meja, membelakanginya. Dengan perlahan Chanyeol berjalan kearah Kai lalu memeluk wanita itu dari belakang. Kai yang sedikit terkejut pun nyaris menumpahkan susu yang baru saja di buatnya.

"Astaga Kris, kenapa senang sekali mengagetkanku sih ?" gerutu Kai sambil mencoba melepaskan tangan besar dan ..

"Kris..."

...kasar.

Kai terdiam saat merasakan tangan yang memeluknya mengendur dengan sendirinya. Tubuhnya bergetar saat merasakan tangan yang memeluknya itu seperti tangan yang pernah menamparnya berulang kali waktu itu. Chanyeol menarik pundak Kai agar wanita itu bisa menghadap kearah nya. Dan saat itu lah kedua pasang mata mereka saling bertabrakan. Kai semakin takut, tubuhnya bergetar hebat saat Chanyeol menangkup kedua pipinya. Seringaian di bibir dan sorotan matanya yang terlihat gelap membuat Kai ingin mati saat itu juga. Bayangan - bayangan saat Chanyeol menyetubuhinya mulai berputar layaknya sebuah film. Kepalanya berdenyut sakit saat ia mencoba menggelengkan kepalanya, mengusir semua bayangan menyeramkan dari benaknya.

"Sebenarnya aku datang kemari untuk meminta maaf dan bertanya padamu, tapi sebelum pertanyaan itu meluncur dari mulutku kau lebih dulu meluncurkan pedang tak kasat mata pada hatikuu, adikku"

Bukan namanya yang keluar dari kedua belah bibir itu, melainkan nama Kris seseorang yang telah merebut Kai dari pelukannya. Hatinya sakit, sangat sakit . Apalagi saat melihat raut wajah Kai yang nampak ketakutan.

"Pergi .. pergi .. ku mohon, pergi ..."

"Kenapa kau selalu membuatku sakit ?" Chanyeol menekan kuat kedua pipi chuby itu. Menancapkan salah satu kuku nya dan menariknya kebawah hingga membuat garisan merah.

"Ughh .. hiks ..hiks" setetes air mata itu keluar dengan begitu cepat. Sebenarnya Kai tidak menyukai sikap lemahnya saat berada di dekat Chanyeol karena itu akan selalu membuatnya diam dan tidak bisa berkutik.

PLAKKK

Kai terjungkal kesamping saat Chanyeol menamparnya keras. Susu hangat yang tadi ada diatas meja pun ikut bergeser dan mengenai tubuh lemahnya, gelasnya terjatuh dan pecah tepat di sebelah tubunhya. Bergeser sedikit saja maka Kai harus merelakan kaki atau tangannya terluka.

"S-sakithh"

"Aku lebih sakit darimu adikku. Kenapa kau berbohong pada kami ? Kenapa kau berpura - pura hamil waktu itu, sehingga .. Sehingga membuatku habis termakan amarah"

Chanyeol terjatuh di depan Kai. Kedua kakinya melemas dan tak sanggup lagi menopang keseimbangan tubuhnya. Air matanya runtuh seketika saat melihat raut wajah kesakitan Kai. Sejahat - jahatnya Chanyeol, ia masih tidak bisa melihat wanita tercinta nya itu menderita. Apalagi setelah kejadian malam itu, Chanyeol yakin kalau Kai semakin menderita dengan beban yang harus di pikulnya. Bagaimana caranya ia berbicara dengan Kris tentang dirinya yang sudah tidak perawan ? Parahnya lagi bagaimana jika sekarang di perut Kai ada sebuah nyawa hasil perbuatannya waktu itu. Apa Kris akan menerima Kai dengan keadaan seperti ini ? Atau Kris akan membatalkan pernikahan yang undangannya sudah tersebar ke seluruh penjuru.

Hah~

Chanyeol semakin pusing memikirkannya. Ia bergerak untuk memeluk adiknnya namun Kai menghempaskan tangannya dengan sangat keras. Chanyeol meringis saat sebelah tangannya terkena serpihan gelas yang tadi.

"J-jangan .. jangan .. kumohon pergi, pergi... " Kai memeluk lututnya sembari terus bergumam mengusir Chanyeol. Ia hanya tidak ingin melihat Chanyeol untuk beberapa waktu. Tapi, pria itu semakin bergerak meski telapak tangannya terluka, ia terus mencoba untuk merengkuh tubuh adiknya lalu membawanya kedalam pelukan hangatnya. Disana Chanyeol menangis, terisak saat hatinya berdenyut sakit. Cukup, sudah cukup Chanyeol terluka oleh penghianatan Kai jangan di tambah lagi dengan kebencian Kai yang begitu besar padanya. Ia tidak akan sanggup untuk melewati garisan takdirnya kini.

"O-oppa mohon jangan begini Kai-ah, jangan membuatku semakin sakit .. aku mencintaimu, sangat"

"Hiks .. p-pergih.. pergiihh.."

Semakin kuat Kai memberontak, semakin kuat pula Chanyeol memeluknya. Ia hanya ingin Kai tau kalau hanya ada dia didalam hatinya.

"Kau tau betapa hancurnya hatiku saat Kris bilang kau sedang hamil ? Betapa gelapnya mataku saat mendengar rencana pernikahan kalian hingga akhirnya ... " Chanyeol menjeda ucapannya hanya untuk mengecup pucuk kepala Kai. Ia menarik napas panjang lalu membuangnya secara tergesa. "... Aku mengambil sesuatu yang sangat berharga darimu sayang, pedahal kau dan Kris hanya berlibur seminggu waktu itu, kalaupun kalian melakukannya tidak mungkin Kris bisa dengan cepat menyimpulkan kalau kau sedang hamil. Aku bodoh, papa dan mama juga tidak menyadari akan itu.. maafkan aku .. maafkan aku sayang , aku tidak tau harus berbuat apa sekarang, pikiranku buntu .. tolong bantu aku untuk menebus semuanya Kai-ah. Tolong .."

"Jangan membenciku .. bantulah aku, jebal ..."

Mendengarkan penuturan tulus dari Chanyeol membuat hati Kai mencelos. Ia membalas pelukan itu lebih erat dari Chanyeol. Menggelamkan kepalanya di dada bidang kakak tirinya itu untuk meredam suara isakannya yang semakin meraung. Jujur, Kai sama sekali tidak menyalahkan Chanyeol atas kejadian malam itu, semuanya memang salahnya. Dari awal memang salahnya, ia salah memilih jalan. Kenapa ia harus menyetujui pernikahan kedua orang tuanya dan mengorbankan kebahagiaan dirinya dan Chanyeol? Kenapa ia harus berpura - pura hamil hanya untuk mendapat restu dari papa nya agar bisa menikah dengan Kris, sosok pria yang sebenarnya sangat di benci oleh papanya.

"Kenapa kau melakukan itu sayang ?" Channyeol mengusap punggung bergetar Kai dengan lembut. Kai masih terisak, jangan tanyakan soal itu .. kai bingung harus menjawab apa. Jujur ia tidak mau Chanheol tau hati nya kacau saat ia membaca kabar kalau Chanyeol berpacaran dengan rekan band nya disaat status mereka masih berpacaran.

"P-pa .. papa.. papa tidak akan merestui pernikahan kami. Meski papa sangat mengenal Kris dengan baik dan terlihat dekat, sebenarnya papa sangat membenci Kris. Sebelum denganmu, aku dan Kris berpacaran secara diam - diam.. hiks"

"Lalu kenapa kau ingin menikah dengannya secara tiba - tiba sayang ? Kau tau .. aku sangat terpukul, aku kalap dan nyaris bunuh diri kalau saja Baekhyun tidak menenangkan pikiranku"

Air mata itu turun semakin deras saat inderanya mendengar nama 'Baekhyun' ingatannya kembali berjalan mundur kebelakang. Sedangkan Chanyeol melepaskan pelukannya lalu menangkup kedua pipi basah itu.

'Kenapa harus Baekhyun ? Apa hubunganmu dengannya ? Kalau kau benar - benar seorang gay kenapa kau menyetubuhiku waktu itu ? Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa kepalaku pusing sekali ?'

Hatinya benar - benar di penuhi oleh ribuan pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Chanyeol. Tapi tenggorokannya terasa tersendat.

"Apa yang harus kita lakukan ? Aku menicintaimu, tapi kau adikku sekarang .. Tidak mungkin kita menjalani kehidupan seperti dulu lagi"

Kai menundukkan kepala nya yang terasa berat. Chanyeol benar. Mereka tidak mungkin bisa berpacaran seperti dulu lagi. Kai tidak tau harus bersikap seperti apa, ia hanya mendongakkan kepalanya saat Chanyeol menarik dagu lancipnya. Ia menutup kedua matanya saat Chanyeol mulai mendekat dan meraup bibir bervolume nya.

Mereka berciuman untuk beberapa saat. Menyalurkan semua perasaan yang berkecamuk di dalam dada dan mencoba untuk menghilangkan semua beban dikepalanya saat Kai membuka mulut dan menyambut hangatnya belaian lidah dari sang kakak.

"Ummhh ..."

"KAII !"

TBC