Chapter 2

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate: T

Warning: OOC,penuh dengan ke-gaje-an dan,miss typo.

Genre: romance/humor.

Pairing: Naruto U & Hinata H

Summary: Naruto adalah pemain drama terkenal. Tapi otaknya cuma punya memori sedikit. Masalahnya, ia lupa pada 'first love' nya, Hinata.

Naruto POV

huh, sekolah ini benar benar menyebalkan, suka sekali cari muka di depanku.
Ini semua gara gara aniki deidara yang menyarankan ayah supaya aku masuk sekolah ini.

Flashback mode: on

"Nah, Naru-chan. Kamu harus masuk KHS,ok?" Minato menatap tajam ke mata biru Naruto.

"Tap, tapi. Aku tidak mau, ayah."

"Nggak kok, yah. Naru-chan setuju kok.
Ya kan, Naru?"
Deidara menatap adiknya dengan pandangan, katakan-ya-atau-kau-akan-menderita.

"Iya, iya. Aku setuju," jawab Naruto sambil mengumpat dalam hati.

"Yay, adikku sudah dewasa ternyata," Deidara lompat-lompat kodok di tempat.
Minato mah, cuma senyum gaje dari tadi.
Sedangkan, Naruto merinding disko dari tadi.

Flashback mode: of

Naruto POV

Aku tak habis pikir deh. Buat apa aku memakai marga ibuku Uzumaki, kalau aku tetap ketahuan sebagai Namikaze.
Hugh...
Ini gara-gara Shikamaru, dia menerobos file profile ku di ruang kepala sekolah dan menyebarkannya ke seluruh murid KHS. Jadilah, mulai hari itu aku di kejar kejar oleh makhluk paling berisik se-dunia, WANITA.

Tapi aneh, ada seorang cewek yang tetap memanggilku Uzumaki, namanya siapa ya?
Ehm, kalau tidak salah marganya Hyuga. Tapi sudahlah, aku tak perduli. Di manapun wanita sama saja.
Merepotkan!

Hinata POV

Ada seseorang yang selalu memanggilku si manis Hina. Orang itu pemilik kedai ramen Ichiraku, namanya Teuchi. Dia benar benar ramah pada semua orang. Pribadi yang hangat, bukan?

Ayahku bilang sejak dia kecil, Paman Teuchi sudah membuka kedai ramen. Ramennya benar-benar enak. Setiap pulang sekolah, aku selalu mampir ke sini.
Paman Teuchi selalu memanggilku si manis Hina sejak aku masih menjadi bintang cilik.
Padahal saat itu, teman temanku menjaga jarak denganku. Mereka juga selalu memanggilku Hyuga.

Sebenarnya aku tidak begitu menghiraukan masalah nama.
Jika sedang kesal aku pergi ke Ichiraku untuk curhat pada paman. Dia selalu mendengarkan dan menanggapi keluhanku dengan penuh perhatian. Dan selama aku menumpahkan uneg-uneg ku, Paman Teuchi pasti mengacuhkan orang lain.

Yach, sekarang pun aku lagi di Ichiraku. Sepulang sekolah, aku memang sering kesini. Mau pulang ke rumah? Percuma gak ada siapa-siapa. Ayah sibuk dengan perusahaannya, ibu masih di luar negeri melanjutkan 'jalan-jalan' nya. Sedangkan, kak Neji pasti sedang sibuk dengan Ten-ten, pacarnya.

Hah...
Menyebalkan.

Aku menengadah ke arah paman, dia tampak sibuk mengurusi pelanggannya.
Aneh, paman menggerucutkan bibirnya tanda ia sedang kesal. Benar benar Out of character deh.

"Huh, Naruto. Kau benar-benar tidak berubah, deh" Paman menghela nafas panjang, mencoba sabar.

Eh, tunggu dulu...
Apa paman tadi bilang Naruto?

Hinata POV Mode: off

Normal POV

"Hei, paman. Jangan terlalu banyak menggerutu. Nanti kau cepat tua loh." canda Naruto, ia terkekeh geli, melihat paman Teuchi.

"Hei yang mampu membuatku cepat tua itu, cuma kamu Naruto," jawab paman Teuchi tak mau kalah. Ia masih sibuk menyusun elemen-elemen ramen hingga membentuk rumus(?)

"He... He... Iya deh maaf." Naruto memberikan cengiran lebar khas keluarga Namikaze.

"Yach, tak apa. Ehm... Hinata, ramen seperti biasa kan?" tanya paman Teuchi sambil menoleh ke gadis berambut lavender itu.

Yang ditanya menganggukkan kepalanya pelan.

"Uzumaki, kau juga senang ke Ichiraku ya?" Hinata bicara pada Naruto tanpa menunjukkan wajahnya.

"Kau murid KHS ya? Kelas berapa?" Naruto balik nanya tanpa menghentikan aksi ciumannya dengan ramen(?)

"Aku sekelas denganmu."

"Kalau begitu, kau pasti tahu kalau margaku ini Namikaze. Tapi kenapa kau tetap memanggilku Uzumaki?" tanya Naruto, sekarang Hinata mendapat perhatian sepenuhnya dari pemilik mata safir itu.

Hinata menghela nafas dengan berat, seakan-akan di sekelilingnya tidak ada udara yang bersih.

"Kau sendiri yang membuatku selalu memanggilmu Uzumaki, Naruto"

To Be Continued

Yeah, akhirnya chap 2 bisa apdet juga. Banzai!

Udah terjawab kan, kenapa Naruto memakai Marga Uzumaki.
Yup, untuk menghindari fans gilanya.

Silakan klik tombol imut-imut di bawah.
Sekali lagi, No Flame!