Boboiboy © Animonsta Rated: T Warning: Typo(s)! , gaje, OOC, DLL Happy reading~

.

"Kamu...

Gempa terkejut karena ternyata orang yang dia tabrak wajahnya mirip dengannya. Dia memakai baju seragam SMA dan jaket merah hitam.

"Apa lihat-lihat."kata orang itu.

"Kamu.."

"Halilintar kemana saja kamu ayo cepat kita terlambat."kata seorang yang-lebih tua darinya dan Halilintar-sambil menarik tangan Halilintar pergi dari taman itu meninggalkan Gempa yang terbengong.

'Hali...halilintar.'

Setelah tersadar dari lamunannya Gempa melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Oh tidak aku sudah terlambat."kata Gempa sambil lari menuju sekolahnya.

My Brother~

Gempa berlari menuju sekolahnya. Setelah sampai di depan gerbang, ternyata bel baru saja berbunyi.

'Huh untung gak terlambat.'kata Gempa dalam hati dan langsung berlari menuju kelasnya yaitu XI MIPA2. Setelah sampai di kelasnya Gempa langsung duduk di bangkunya.

Pelajaran pun di mulai dan Cikgu Papa Zola masuk ke kelas diikuti oleh seorang anak baru.

DEG

Gempa kaget dengan murid baru itu.

'Itu...itu kan'kata Gempa dalam hati.

"Anak murid kebenaran kalian kedatangan teman baru. Silahkan memperkrnalkan diri."kata Papa Zola.

"Nama saya Halilintar salam kenal."kata Halilintar.

"Silahkan kamu duduk di sebelah sana."sambil menunjuk sebelah seorang perempuan. Gempa terkejut dan hanya memeperhatikan Halilintar yang duduk di tempat yang di tunjuk Papa Zola. Pelajaran pun di mulai. Selama pelajaran Gempa tidak bisa fokus dan hanya memperhatikan Halilintar.

TENG...TENG...

Bel berbunyi menandakan pelajaran telah selesai. Gempa dari tadi ingin bertemu Halilintar, tapi Halilintar bel berbunyi dia sudah pergi. Gempa yang melihat Halilintar pergi ingin cepat menyusul. Gempa merapikan barang-barangnya dan menyelempangkan tasnya di pundaknya. Akan tetapi belum sempat Gempa keluar kelas,Yaya teman sekelas sekaligus wakil ketua OSIS datang.

"Gempa ayo rapat kita sudah telat."kata Yaya sambil menarik Gempa ke ruang OSIS. Sedangkan Gempa-yang di seret-hanya pasrah dan membatalkan niatnya untuk mengikuti Halilintar.

Sedangkan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka sambil berguman 'i...itu Gempa.'

My brother~

Setelah selesai rapat OSIS. Gempa sebagai ketua OSIS belum pulang karena masih ada yang harus dia kerjakan.

Setelah selesai mengerjakan tugas OSIS Gempa pulang. Namun Gempa hanya bisa menunggu di depan sekolah menunggu hujan redah. Gempa hanya bisa menghela nafas melihat hujan yang semakin deras. Ia jadi ingat kenangan bersama keempat saudaranya pada waktu mereka kelas 2 SD.

My Brother~

Di depan sekolah lima orang anak kembar sedang diam sambil melihat hujan. Keadaan sangat hening hanya ada suara hujan yang deras.

"Hah...hujannya samakin deras."kata Taufan-kembar kedua.

"Ya, gimana kalau kita lari saja."kata Api-kembar keempat.

"Mau sakit."kata Halilintar-kembar pertama.

"Hah benar kata Api mungkin kita harus pulang sambil hujan-hujanan. Hujannya tambah deras. Gimana mau hujan-hujanan."kata Gempa-kembar ketiga.

"Boleh sudah lama gak hujan-hujanan. Boleh ya Kak Hali."kata Air-kembar terakhir.

Yang di panggil Kak Hali hanya menghela nafas berat sambil mengangguk. Pada akhirnya mereka pulang hujan-hujanan sambil bermain kejar-kejaran.

My Brother~

Gempa ingin menangis mengingat kejadian itu. Itu sudah sangat lama.

Gempa kembali melihat hujan. Pada akhirnya Gempa memutuskan untuk pulang hujan-hujanan.

Ketika sudah mencapai pagar sekolah Gempa tidak mersakan hujan lagi. Karena penasaran Gempa menengok dan Gempa kaget melihat ada payung berwarna merah yang melindunginya dari hujan. Bukan hanya itu Gempa terkejut karena orang yang memegang payung itu adalah...

TBC

Thank yang udah baca