REMAKE fanfiction from The Half Blood Vampire - karya TaniaMs
Cast : Shim Changmin, Cho Kyuhyun, and others
Warning : GS, Typo(s), Rate M
a/n: Fanfic ini merupakan karya milik TaniaMs. Saya hanya meREMAKE dan sedikit merubah tempat, nama serta mengurangi atau menambah kata seperlunya untuk keperluan cerita.
.
.
.
Donghae terus menepuk pipi Kyuhyun, agar yeoja itu bangun. Adiknya itu seperti mengalami mimpi buruk. Wajahnya penuh keringat, dan ia terus menggelengkan kepalanya, sembari terus berkata "jangan ganggu aku".
Sudah hampir 10 menit ia berusaha membangunkan Kyuhyun, tapi adiknya tetap tak terbangun. Ia tak mungkin ke kamar orangtuanya, karena ini sudah tengah malam.
"AAAAAARRGH!" jerit Kyuhyun tiba-tiba, ia langsung terduduk di tempat tidur.
"Kau kenapa?" tanya Donghae.
Bukannya menjawab, Kyuhyun malah memandang kesekeliling. Ia seperti orang yang baru pertama kali berada dikamar itu.
"Aku dimana?" tanya Kyuhyun.
"Dikamarku, Kyunnie. Kau kenapa? Apa yang ada dalam mimpimu?"
"Apa tadi aku pergi kekamarku?" Kyuhyun bertanya balik.
"Yeah, hanya sekedar mengambil pakaian. Tidak lebih. Bahkan kau mandi disini."
"Syukurlah." desah Kyuhyun.
"Kyunnie, jawab aku! Apa yang terjadi padamu? Apa kau mimpi buruk?"
Kyuhyun menggeleng. "Aniyo Hae oppa, aku baik-baik saja, dan tidak mimpi buruk." dusta Kyuhyun.
Donghae menatap Kyuhyun tajam. "Oppa tak suka kau berbohong!" bentak Donghae.
Kyuhyun tersentak mendengar bentakan Donghae. Matanya berkaca-kaca, lalu air matanya langsung mengalir.
Melihat adiknya menangis, Donghae merasa bersalah. "Kyunne, mian. Aku tak bermaksud membentakmu."
Kyuhyun memeluk Donghae. "Mianhae... Hiks..Hiks"
"Ani. Aku yang salah. Seharusnya aku tak membentakmu. Maafkan aku." Donghae mengelus rambut Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk. "aku tidak bisa bercerita pada oppa untuk saat ini. Aku.. Hiks.. Hiks..."
"Tak apa. Sekarang, Kau harus tidur. Karena besok kau harus kuliah."
Kyuhyun mengangguk. "Oppa harus memelukku saat aku tidur. Kalau tidak, aku tidak mau!"
Donghae mendesah pelan. Kyuhyun ini masih saja seperti anak kecil, padahal dia sudah 18 tahun. "Ne, oppa akan memelukmu, sampai kau tak bisa bernafas."
Kyuhyun memanyunkan bibirnya.
"Tentu saja tidak. Aku tidak mau kehilanganmu, my sweety." Donghae mengacak poni Kyuhyun.
.
.
Kyuhyun keluar dari mobil setelah Donghae membukakan pintu mobil untuknya.
Ia tersenyum pada Donghae. "Gomawo oppa."
Donghae mengangguk."sama-sama sweety."
"Aku masuk dulu." pamit Kyuhyun.
Donghae menahan tangan Kyuhyun, saat yeoja itu berbalik. Ia mencium kening adiknya lembut. "Good luck!"
Kyuhyun mengangguk senang. "Bye!" ia melambaikan tangan pada Donghae, lalu masuk ke kampusnya.
"Mesra sekali." goda Eunhyuk yang tiba-tiba berjalan disampingnya.
Kyuhyun terkikik. "Kau cemburu?" goda Kyuhyun.
Eunhyuk memang kelihatan suka pada oppanya, tapi dia tak mau mengakui.
"Cemburu? Huh! Jangan asal bicara." dengus Eunhyuk.
Kyuhyun kembali terkikik. "Jeongmal?" godanya.
"Hentikan. Aku ke fakultasku dulu. Bye!"
Kyuhyun berjalan sendiri menuju kelasnya, sambil terus mengedarkan pandangannya, mencari keberadaan Kibum. Namun, matanya malah bertemu dengan mata tajam Changmin. Namja itu tengah duduk di bangku taman.
Kyuhyun merasa wajahnya memucat. Ia segera berlalu dari tempat itu, menuju kelasnya.
"Sudah cukup dia menghantuiku lewat mimpi." gumam Kyuhyun.
.
.
Changmin mendengar suara tawa yang familier disampingnya. Namun, orang itu tak terlihat. Changmin mendesah.
"Minho, tunjukan dirimu! Jangan sampai manusia disini mendengar tawamu, tapi tak melihat wujudmu. Aku tak ingin kampus ini geger karena ulahmu."
Orang yang bernam Minho itu menunjukan dirinya, sambil terus terkekeh.
"Apa yang lucu?" tanya Changmin tak mengerti.
Minho masih saja terkekeh, tanpa mempedulikan pertanyaan Changmin.
Changmin menghela nafas panjang. Kadang ia kesal melihat tingkah adiknya ini.
"Aku sedang mentertawai gadismu itu. Siapa namanya?"
"Kyuhyun, ingat dia bukan gadisku!" Changmin menekankan kata yeojaku.
Minho mengibaskan tangannya. "Hyung lihatkan? Aku berhasil membuatnya tak berani menatapmu."
"Memang. Tapi kau berlebihan Minho. Kau lihat tadi? Dia begitu pucat melihatku."
"Berlebihan bagaimana? Hyung sendiri yang menyuruhku melakukannya. Dan itu hanya bisa ku lakukan dengan memasuki mimpinya."
"Tapi..."
"Ingat, hyung tidak suka melihatnya, karena dia terus menatapmu. Jadi hyung ingin, dia takut padamu, agar dia tak lagi menatapmu."
"Memang. Tapi karena ulahmu, kemarin dia tidak masuk. Dan karena kau menemuinya di lorong perpustakaan, dia tahu kalau kita Vampire."
"Biarkan saja. Yang penting, dia tidak akan berani buka mulut. Percayalah."
"Tapi..."
"Kenapa hyung terus menyangkal? Apa hyung mulai menyukainya?"
"Tidak mungkin! Aku tidak akan menyukai manusia."
"Didarah kita juga mengalir darah manusia, ingat?"
"Tapi, juga ada darah vampire bukan?" tanya Changmin balik.
.
.
.
Kyuhyun pov
Dengan perasaan sedikit senang, aku keluar dari kelas. Karena hari ini, aku di jemput Donghae oppa. Dia bilang, dia akan mengajakku makan siang. Aku berjalan sendiri, karena Kibum memang tak hadir karena sakit.
Setidaknya hari ini, aku bisa bernafas lega, karena aku tak sekalipun melakukan kontak mata dengan Changmin, kecuali yang tadi pagi itu. Aku berharap, dia tak mengganggu hidupku lagi.
Author pov
"Kyuhyun."
Kyuhyun langsung berhenti begitu Changmin menyebut namanya. Tanpa komando, keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya.
"Oh Tuhan. Jangan biarkan dia menggangguku." batin Kyuhyun.
Changmin mendengar apa yang dikatakan Kyuhyun, dan ia sedikit terkejut mendengarnya, namun ia berpura-pura tak tahu.
"A..ada apa?"
"Didepan ada kekasihmu. Dia menyuruhmu segera keluar." ujar Changmin dingin.
"ke..kk.. Apa?"
Changmin menghujam Kyuhyun dengan mata tajamnya, membuat Kyuhyun mundur beberapa langkah. "Digerbang ada kekasihmu. Cepatlah kesana." Changmin menekankan kata kekasihmu.
Dahi Kyuhyun semakin berkerut.
Kekasih? Dia kan tidak memiliki kekasih. Jika yang dimaksud Changmin, mantan, masuk akal. Karena dia memang pernah berpacaran ketika di SHS. Tapi sekarang, mantannya itu sedang di Paris.
"Dia memakai mobil sport hitam?" tanya Kyuhyun.
Changmin mengangguk acuh, lalu melangkah meninggalkan Kyuhyun.
"Donghae oppa!" batin Kyuhyun senang.
Meskipun ia -Changmin- sudah sedikit jauh dari Kyuhyun, ia masih bisa membaca perkataan batin Kyuhyun. Donghae! Changmin menyimpan nama namja itu di pikirannya.
"Jadi itu kekasihnya?" tanya Minho yang tiba-tiba berdiri disampingnya.
Changmin terlonjak kaget. "Dasar anak kecil! Kau membuatku kaget! Memangnya kau tidak masuk kelas?" Changmin mengalihkan pembicaraan.
Minho lebih muda setahun darinya, dan saat ini, Minho adalah mahasiswa baru dikampusnya.
"Jangan mengalihkan topik!" sungut Minho.
"Apa maksudmu?"
"Namja yang menjemput Kyuhyun noona tadi kekasihnya bukan?"
"Kelihatannya begitu. Tadi pagi aku sempat melihat namja itu mencium kening Kyuhyun."
"oh, siapa namanya?"
"Donghae."
Minho tertawa mendengar ucapan Changmin. "kenapa hyung ketus sekali saat menyebut nama Donghae?"
"Tidak." bantah Changmin.
"Kau menyukainya, kan?"
Changmin mendesah. "Aku tidak mungkin menyukainya. Dia itu penakut, kau tahu?"
Minho mengangguk kecil mendengar bantahan Changmin. "Apa hyung tidak takut, kalau dia menceritakan tentang rahasia kita pada kekasihnya itu?"
Langkah Changmin terhenti. "Dia tidak akan melakukannya."
"Yeoja kan selalu terbuka pada kekasihnya."
"Itu teori dari mana?" tanya Changmin.
"Bagaimana kalau memang benar?"
"Gampang. Kau teror saja kekasihnya itu, seperti yang kau lakukan pada Kyuhyun. Atau mungkin, kau bisa membunuh kekasihnya sekaligus." ujar Changmin santai.
"Benar juga. Setelah kekasihnya ku bunuh, kau kan bisa mendekati Kyuhyun noona dengan mudah." sahut Minho.
Changmin menatap Minho. "Jaga ucapanmu!" ujar Changmin kesal, matanya mulai berubah menjadi warna kuning.
Minho menelan ludah.
"Sebaiknya aku kabur." pikir Minho.
Changmin tersenyum. "Tidak kubiarkan." ujar Changmin, mencengkram pergelangan tangan Minho.
"Ommo! Aku lupa kalau hyung bisa membaca pikiran." ujar Minho.
Changmin mengangguk. "Tepat sekali."
Minho menendang kaki Changmin, berlari menjauhi Changmin, lalu membuat dirinya tak terlihat. Namun, dengan mudahnya Changmin menangkap Minho. Ia memeluk erat sesuatu yang tak terlihat. Tak lama kemudian, Minho menampakan wujudnya.
"Sepertinya kau juga lupa, kalau aku mewarisi kecepatan appa." Changmin tersenyum penuh kemenangan.
"Changmin hyung, maafkan aku. Aku tidak akan menggodamu dengan Kyuhyun noona lagi. Juga tak membahas masalah kekasihnya itu."
Changmin tersenyum puas. "Bagus. Sekarang, masuklah ke kelasmu."
.
.
Donghae langsung mencium kening Kyuhyun, begitu adik kesayangannya itu tiba dihadapannya. Beberapa orang melihat mereka, membuat wajah Kyuhyun memerah.
"Hae oppa, kau membuatku malu, huh!" gerutu Kyuhyun.
Donghae tersenyum, lalu mengacak poni Kyuhyun. "Kajja, aku sudah lapar." ia pun membukakan pintu mobil untuk Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum, lalu masuk ke mobil.
"Kyunnie, tadi aku bertemu dengan teman kampusmu, sebelum kau datang."
"Changmin?" nama itu langsung terlintas dipikirannya.
"Entahlah. Yang penting dia mengenalmu, dan dia bilang, kalian sekelas."
"Tak salah lagi." batin Kyuhyun.
"Dia terlihat aneh." gumam Donghae.
Glek!
"Maksud oppa?"
"Aku merasa dia itu berbeda. Aura disekelilingku berubah saat dia ada. Dan wajahnya, terlihat dingin. Aku merasa, dia bukan manusia."
Kyuhyun yang saat itu sedang minum, langsung tersendak. "Kenapa oppa berpikir begitu?"
Donghae mengangkat bahu, lalu kembali berkonsentrasi menyetir.
.
.
.
Kyuhyun mengalihkan kepalanya dari setumpuk tugas yang sedang ia kerjakan begitu mendengar pintu kamarnya diketuk. Sebenarnya, bukan kamarnya, tapi kamar Donghae.
Selama beberapa hari ini, dia masih mengungsi dikamar Donghae. Karena ia merasa nyaman berada dikamar itu. Kamar Donghae lebih terang dari kamarnya. Dua sisi kamarnya -Donghae- dindingnya berupa kaca bening. (kebayangkan?).
Kyuhyun pun berjalan kearah pintu, lalu membukannya.
"Umma?"
"Ganti bajumu dengan dress yang umma belikan dua hari yang lalu, rias wajahmu secantik mungkin, dan jangan ikat rambutmu."
"Wae?" tanya Kyuhyun bingung.
"Kita akan pergi kerumah teman appa."
Kyuhyun mengangguk meski masih bingung.
Jam makan siang pergi kerumah teman? Biasanya, Mr. Cho selalu saat jam makan malam jika ingin berkunjung kerumah temannya.
Kyuhyun menatap bayangannya dicermin, untuk memastikan kalau semuanya sempurna.
Ia memakai dress pink soft selutut dengan lengan pendek, riasan wajahnya sederhana,dan atas permintaan umma nya, ia terpaksa melepas rambutnya.
Setelah memakai high heels, ia pun keluar dari kamar, menuju ruang keluarga.
Ia terkejut melihat Donghae. Kenapa dia bisa pulang? Bukannya, dia harusnya di kantor? Dan kenapa pakaian rapi sekali, seolah-olah masih pagi?
"Hae oppa, kenapa kau disini?"
"Aku disuruh appa pulang, katanya kita akan makan siang di rumah teman lamanya." jelas Donghae.
"Bukannya tadi pagi pakaianmu bukan seperti ini?"
"Aku disuruh menggantinya."
"Bagaimana, semuanya sudah siap?" tanya Mr. Cho yang baru keluar dari kamar.
"Tentu appa." ujar Kyuhyun dan Donghae hampir bersamaan.
Mereka pun tiba sebuah rumah mewah bergaya mediterania, didominasi warna putih dan biru. Kombinasi yang bagus, karena ia -Kyuhyun- menyukai kedua warna itu. Tapi ia merasa pernah melihat rumah dihadapannya ini. Dimajalah kah?
Kyuhyun berjalan sambil menggandeng lengan Donghae. Entah kenapa ia merasa perasaannya tidak enak.
"Hae oppa, aku merasa perasaanku tak enak." ujar Kyuhyun berbisik mengeratkan gandengannya.
Donghae menarik tangannya, lalu meletakkannya di pinggang Kyuhyun. "Itu hanya perasaanmu." balas Donghae berbisik.
"Perasaanku benar-benar kuat oppa." rengek Kyuhyun.
"Hei, itu hanya perasaanmu. Jangan pikirkan." nasehat Donghae.
Mrs. Cho berdeham. "Kalian tahu, kalian itu sudah seperti orang pacaran saja."
Kyuhyun merengut. "Biarkan saja."
"Hae, turunkan tanganmu dari pinggang Kyuhyun. Nanti orang salah paham." ujar Mr. Cho.
Donghae pun menurunkan tangannya. Dengan segera, Kyuhyun menggandeng tangan Donghae.
Mrs. Cho menekan bel. Tak lama setelah itu, pintu dibukakan oleh seorang pria paruh baya. Sepertinya, dialah teman lama Mr. Cho.
"Annyeong Yunho." sapa Mr. Cho, lalu bersalaman.
"Annyeong, sobat lama." Yunho tersenyum. "Mereka keluargamu?"
Mr. Cho mengangguk. "Ini istriku, dan ini kedua anakku. Donghae dan Kyuhyun."
Mereka pun bersalaman.
"Anakmu tampan dan cantik." puji Yunho.
"Terima kasih."
"Masuklah."
Mereka pun masuk kedalam rumah mewah itu, menuju ruang keluarga. Disana ada beberapa orang. Mereka sedang menonton.
Saat tiba disana, semua yang sedang menonton itu mengalihkan pandangannya, menatap tamu mereka.
Mata Kyuhyun membulat saat menyadari diantara beberapa orang itu ada Changmin. SHIM CHANGMIN. Oh my God!
"kenapa dia bisa disini?" pikir Kyuhyun tak percaya.
"Tentu saja, ini kan rumahku." sahut Changmin, tanpa menatap Kyuhyun.
Keluarga Cho menatap Changmin tak mengerti. Yunho langsung menatap Changmin, seolah sedang mengatakan sesuatu.
"Baiklah appa." sahut Changmin lemah. Yunho baru saja memperingatkan Changmin agar tidak menggunakan kemampuannya didepan orang lain.
"Oh, tamu kita sudah datang." Jaejoong muncul dari belakang.
Semuanya menoleh menatap Jaejoong. Mereka pun berkenalan.
"Dia Heechul, anak pertamaku, itu Changmin, disampingnya Arrum, kembaran Changmin, setelah itu Minho, dan dua bocah itu adalah Sehun, dan Sulli, mereka juga kembar." Yunho memperkenalkan anak-anaknya.
"Oke, ayo kita makan siang." seru Arrum semangat.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan.
"Semoga saja mereka tak memberiku bangkai binatang dengan minumannya darah segar." batin Kyuhyun.
Tiba-tiba saja, ia merasa tubuhnya ditarik masuk kesebuah ruangan. Sebuah kamar. Ia terkejut, bahwa Changminlah yang menariknya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun menjaga suaranya agar tetap tenang.
"Kendalikan pikiranmu!" bentak Changmin. "Jangan karena kau sudah tahu, kalau aku vampire, kau memikirkan yang tidak-tidak pada keluargaku!"
"Ja...jadi kau benar-benar Vampire?" tanya Kyuhyun.
'Shit!' Changmin mengumpat dalam hati. Jadi, Kyuhyun benar-benar belum tahu, dan menganggap semua mimpinya itu benar-benar hanya mimpi?
"Jadi mimpiku itu nyata?" pikir Kyuhyun.
"Tentu saja. Sekali lagi kau berpikiran yang tidak-tidak, kau..."
"CHANGMIN!" ia mendengar ayahnya memanggil.
"Cepat, ayahku memanggil!" Changmin menyeretnya keluar dari kamar.
Alis Kyuhyun bertaut. Ia tak mendengar suara Yunho yang memanggil Changmin.
.
.
.
Mereka pun duduk berhadapan di meja makan yang memang panjang itu. Bayangkan saja, ada 12 orang.
Kyuhyun berhadapan dengan Changmin, membuatnya semakin risih saja.
"Ayo, silahkan cicipi."
Saat semua orang mulai mengambil makanan, Kyuhyun hanya diam, tak melakukan apapun. Entah apa yang dia pikirkan. Ia merasa tangannya begitu berat, sehingga sulit untuk digerakan. Ia terus memandang kosong kearah piring di hadapannya, saat ia mengangkat kepala, matanya langsung bertemu dengan mata bambi milik Changmin.
"Seharusnya, mata seindah itu membuat orang lain nyaman saat melihatnya, bukan malah ketakutan seperti ini." batin Kyuhyun.
Changmin mengayunkan kakinya pelan kearah kaki Kyuhyun, yang duduk di hadapannya. Membuat Kyuhyun meringis.
"Kau kenapa?" tanya Donghae -yang duduk disamping Kyuhyun- cemas.
Changmin langsung mendengus mendengar kecemasan Donghae.
"Ak.. Sepertinya aku ingin sup jamur itu." Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. Membuat semua orang tertawa, kecuali Changmin.
"Kyuhyun, kau lucu sekali." ujar Arrum disela tawanya.
Donghae pun mengabilkan sup jamur itu untuk Kyuhyun. Ia pun mulai memakannya perlahan.
"Oh ya, jadi pria ini anakmu juga?" tanya Jaejoong.
Ketika bertemu tadi, hanya Yunho yang mengenalkan keluarganya, sedangkan Keluarga Cho belum sama sekali.
"Ya, mereka anak-anak ku. namja itu adalah oppanya Kyuhyun. Namanya Donghae." ujar Mr. Cho.
Changmin dan Minho yang sedang minum, langsung tersendak mendengar kata "Oppanya Kyuhyun.". Mereka berdua bertatapan tak percaya, lalu tiba-tiba saja Minho tertawa lepas. Mereka membuat orang yang ada diruangan itu kebingungan.
"Kalian kenapa?" tanya Yunho bingung.
"Jadi, kau oppanya Kyuhyun noona?" tanya Minho pada Donghae.
"Ne." Donghae mengangguk. "Wajah kami memang tidak mirip. Tak jarang orang mengira kami pacaran. Ya kan sweety?" Donghae mengacak poni Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum manis menanggapinya.
"Lihatlah, benar-benar seperti orang pacaran." gerutu Mrs. Cho. Tawa kembali terdengar.
"Kau dengar hyung, dia oppanya Kyuhyun noona. Haha" batin Minho sambil menatap Changmin sekilas.
Changmin langsung memelototi Minho. "Sebaiknya kau diam, kalau tak ingin berakhir di puncak pohon." bisik Changmin. Minho takut ketinggian.
Heechul yang mendengarnya jadi tertawa. Walaupun orang lain tak mendengar bisikan Changmin, tapi dia bisa karena itulah kelebihannya.
"Keluarga ini benar-benar aneh." pikir Kyuhyun, setelah melihat Changmin membisikan sesuatu kepada Minho, namun Heechul tertawa seolah bisa mendengar apa yang dibisikan Changmin.
Changmin berdeham. "Kyuhyun, sebaiknya kau menjaga..."
"Mian." potong Kyuhyun, karena ia tahu kalimat yang Changmin ucapkan.
"Changmin, sebaiknya kau simpan keahlianmu itu." ujar Yunho.
"Kalian ini kenapa? Changmin, Minho, Heechul, Yunho dan Kyuhyun, ada apa dengan kalian?" sergah Jaejoong.
Mereka yang merasa namanya dipanggil langsung terdiam.
"Bukan apa-apa sayang. Changmin baru saja melakukan keahliannya." ujar Yunho.
"Keahlian? Seperti apa?" sambar Donghae.
"Menggoda yeoja." ucap Yunho santai. "Kau tahu, dia sedang berusaha mengambil hati adikmu."
"Aku tidak begitu!" bantah Changmin cepat.
Mereka tertawa mendengar pembelaan Changmin. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menunduk, malu.
"Kau tak perlu menggodanya Changmin. Karena sebentar lagi dia juga akan jadi milikmu." ujar Mr. Cho.
"Apa maksud appa/ ahjussi?" tanya Kyuhyun dan Changmin bersamaan.
"Panggil aku appa." sahut Mr. Cho.
Changmin hanya menatap Mr. Cho datar.
"Hormati appaku!" bentak Kyuhyun dengan suara batinnya.
Changmin menatap Kyuhyun sejenak lalu kembali menatap Mr. Cho. Ia tersenyum tipis.
"Jadi, apa maksudmu, appa?"
Yunho menatap anaknya dengan senyuman puas. Jarang-jarang anaknya yang satu itu bisa patuh.
"Begini, jauh sebelum kalian lahir, saat aku dan ayahmu masih muda. Aku mengalami suatu peristiwa yang dapat merenggut nyawaku, namun ayahmu datang menolongku. Sejak saat itu, kami bersahabat, dan aku sudah berjanji, akan menjodohkan anak pertamaku dengan anak ayahmu." jelas Mr. Cho.
Seisi ruangan itu langsung menatap Donghae dan Heechul bergantian.
"MWO?" ucap Donghae dan Heechul tak percaya.
"Kami belum selesai." sergah Yunho.
"Karena anak pertama Yunho namja, setahun kemudian anakku lahir, dan ternyata juga namja. Jadi, tidak mungkin aku menikahkan kalian. Janji tetaplah janji. Lalu perjodohan itu aku pindahkan pada anak kedua. Beruntung karena anak kedua Yunho namja, sedangkan anakku yeo..."
"Jadi, aku dan Changmin / Kyuhyun dijodohkan?" tanya Kyuhyun dan Changmin bersamaan lagi.
Yunho dan Mr. Cho mengangguk.
Tepuk tangan memenuhi ruang makan itu.
"Akhirnya si tukang tidur akan menikah." seru Arrum.
Setelah pulang kampus, Changmin memang selalu tidur hingga malam datang. Dan siang ini syukurnya ia tidak tidur.
"tidak bisa!" bantah Changmin dan Kyuhyun bersamaan.
Kyuhyun bangkit dari bangkunya. "Appa tidak boleh melakukannya! Apa appa tahu, Changmin ini vampire! Kenapa aku dijodohkan dengannya?!" bentak Kyuhyun.
Semua menatap Kyuhyun tak percaya.
TBC
Note:
Pada awalnya, yang ditemui Kyuhyun di lorong perpustakaan itu memang Changmin. Tapi waktu Kyuhyun mau masuk ke perpustakaan, dia ditahan Changmin kan? Nah, itu adalah Minho. Tapi, yang bawa Kyuhyun keruang kesehatan memang Changmin. Minho juga yang selalu hadir kemimpi Kyuhyun.
Minho melakukan itu karena Changmin yang minta. Changmin minta bantuan Minho, agar Minho melakukan sesuatu pada Kyuhyun. Supaya Kyuhyun tak memperhatikannya lagi. Satu-satunya cara yang hanya bisa dilakukan Minho adalah meneror Kyuhyun melalui mimpi. See? Berhasil!
-Keluarga Shim
#Yunho (kepala keluarga) :
memiliki semua kemampuan. Mulai dari membaca pikiran, sampai mengubah dirinya menjadi kabut. Karena dia adalah Vampire asli.
#Jaejoong (istri Yunho) :
tidak memiliki kemampuan apapun karena dia hanya manusia. Yunho tidak pernah berniat mengubah istrinya menjadi vampire.
Lalu anak-anak mereka menjadi Vampire berdarah campuran. Pada siang hari, mereka menjadi manusia, sedangkan pada saat malam, mereka berubah menjadi Vampire.
Mereka adalah...
#Heechul (anak tertua) :
bisa mendengar suara, meski suara itu dalam jarak 50 meter darinya
#Changmin (anak kedua) :
membaca pikiran
kecepatan bergerak
membuat dirinya tak terlihat
#Arrum (kembaran Changmin) :
mengubah dirinya menjadi kabut
#Minho (anak keempat) :
mengubah dirinya menjadi oranglain
masuk kemimpi oranglain
membuat dirinya tak terlihat
#Sehun (anak kelima) :
membuat dirinya tak terlihat
#Sulli (kembaran Sehun) :
mengubah diri menjadi kabut
