TOPPURAMEN MATAWA BORUTEKKUSU
Desclaimer : semua yang berkaitan dengan anime atau manga bukan milik saya.
Rate M
warning! : Ooc,AU, bahasa penulisan aneh dan membuat mata sakit, imajinasi liar, typo bertebaran, suka silahkan dibaca kalau tidak tekan tombol back terima kasih.
Pair : entar Juga tahu sendiri!
Genre : supranatural, adventure
Summary: kehidupanku yang damai sekarang berubah karena kekacauan yang disebabkan oleh mahluk supranatural disekelilingku semuanya berawal dari iblis berambut merah, kemudian datang biarawati kikuk, terus bertemu stalker berambut perak benar-benar membuatku sakit kepala, mungkin benar apa yang Sasuke katakan dulu. Kalau Aku adalah magnet masalah tak peduli dimana pun aku berada.
" Naruto" bicara normal
'Naruto', pikir/pemikiran/batin
"Naruto" teknik/sihir/jutsu.
"Naruto" Monster/Naga/Bijuu berbicara
'Naruto'. Monter/Naga/Bijuu berpikir
"Oke, sebelum aku mulai melatih dan mengajari kalian, aku ingin kalian memperkenalkan diri, suka tidak suka, dan impian kalian" Naruto berkata pada tiga remaja tanggung didepannya.
"Um bagaimana kalau sensei duluan" ucap salah salah satu remaja
"Baiklah, namaku Uzumaki Naruto, banyak hal yang aku suka. Dan ada beberapa hal yang tidak aku suka, sedangkan impian aku belum memikirkannya," Naruto berkata pada tiga remaja dihadapannya.
'ya ampun, dia hanya memberi tahu namanya'. Batin ke-tiga remaja itu dengan setetes keringat anime dibelakang kepala mereka.
"Giliran untuk kalian memperkenalkan diri, dimulai dari yang kanan" Naruto berkata sambil menunjuk remaja yang sibuk memutar-mutar ibu jarinya.
"B-baik sensei, namaku ..?.. Yang aku suka bermain dan menghabiskan waktu bersama ..?.. yang tidak aku suka perang dan orang yang menggangu temanku, impianku ...?... "ucapnya berhenti diujung kalimat. sesekali melirik kearah Naruto dan kembali melihat kebawah dengan wajahnya yang memerah dan asap anime terlihat diatas kepalanya
"Oke, kau selanjutnya chibi" kata Naruto sambil menunjuk pada remaja kedua
"Hei aku tidak pendek" kata remaja ke-dua tidak terima disebut chibi, yang tentu saja di abaikan Naruto.
"Namaku ..?.. yang aku suka bermain dan membuat lelucon, tidak Kusuka perang dan orang yang memanggilku pendek, impianku ..?.." lanjut remaja ke-dua dengan ceria.
"Baik, terakhir perenung" tunjuk Naruto pada remaja terakhir
"Aku bukan perenung, namaku ..?.. dan yang Kusuka belajar dan mempelajari hal-hal baru, tidak Kusuka orang yang menggangguku belajar, impianku ...?..." Kata remaja ke-tiga sedikit menggerutu karena disebut perenung.
"Baiklah hari ini, kita cukup sampai disini, besok datanglah pukul 6 pagi, tapi harus aku sarankan kalian tidak sarapan atau kalian akan memuntahkannya." Naruto berkata dengan menyeringai jahil sebelum menghilang dalam sekejap kuning.
Bab 2
Watashi no hi wa seijo ni hashiremasen
Monogatari ga hajimarimasu
"yosh, akhirnya selesai juga" Naruto berkata. Setelah selesai memperbaiki pipa air di rumah tetangganya.
"Maaf sudah merepotkan" gadis itu tersenyum cerah,
"Tidak usah sungkan begitu John-san aku senang bisa membantu" ucap Naruto Sebelum berjalan kearah pintu dan membukanya. "Sampai jumpa nanti John-san" lanjut Naruto berlari keluar rumah itu sebelum wanita itu menemukan cara membalas Bantuannya. Naruto langsung kabur melarikan diri Tidak melihat wanita itu menghentak-hentakan kakinya kelantai, sangat kesal melihat sosok incarannya pergi begitu saja.
'Dammit, kenapa sih dia selalu buru-buru dan apa-apaan itu memanggilku john-san, padahal sudah kubilang panggil aku dengan nama depanku.'pikir wanita itu.
"Tapi aku tidak akan menyerah, Suatu saat akan aku buat dirimu tidak akan bisa menolakku Naruto-kun, tunggu saja. akan kubuat kau mencintaiku Dan menjadi milikku Naruto-kun " wanita itu berkata, diakhiri tawa keras yang membuat orang-orang yang lewat disekitar rumahnya ngeri ketakutan dan berdoa semoga jiwa malang yang dimaksud wanita itu selamat.
Padahal dia wanita yang sangat menarik memakai pakaian yang terdiri dari kemeja hitam dengan blazer pink dan rok mini berwarna senada yang dengan sempurna memperlihatkan sosoknya yang montok. Memakai stocking berwarna crem dan sepatu high heels berwarna hitam membuatnya terlihat sangat sexy ditambah wajahnya yang sangat cantik dan dan rambut pirang yang panjang dengan poni berbentuk v di dahinya, tapi kenapa Naruto sebagai penulis novel mesum dan seorang laki-laki yang lurus terburu-buru pergi meninggalkan wanita secantik ini?
Sementara itu Naruto setelah dia rasa sudah cukup jauh dari rumah itu lari mulai melambat dan berjalan dengan santai menikmati sinar hangat matahari pagi. Tiba-tiba dia tersentak ketika merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri.
'Hi..., Apa itu tadi.' Pikir Naruto gemetar.
Setelah mengabaikan perasaan aneh tadi perlahan pikiran Naruto kembali ke wanita berambut perak yang dia temui kemarin malam di las Vegas. dia dan grayfia terus mengobrol tentang beberapa hal hingga kemudian mereka berdua menghabiskan malam panas bergairah disebuah hotel di sana. Setelah mengingat kembali malam itu, Naruto berani bersumpah bahwa dia melihat kebingungan dan ketidak percayaan Dimatanya, seolah-olah dia Adalah hantu, Ketika dia menatapnya,
Tapi berhasil menyembunyikannya, dengan baik bahkan itu terlalu terampil untuk kesukaannya, terutama untuk seorang wanita saat ini, itu benar-benar tidak membantu bahwa kecantikannya benar-benar luar biasa.
Naruto mengutuk keberuntungannya dengan wanita. Jiraiya biasa mengatakan hal yang sama kepadanya tentang keberuntungannya dengan wanita sama buruknya dengan keberuntungannya dengan uang. Saat itu Naruto tidak mempercayainya sedikit pun. Bahkan belum sebulan lamanya dia sudah bertemu enam wanita muda yang sangat cantik dan sulit untuk tidak melihat mereka terutama dengan kecantikan yang mereka miliki. Tapi untuk apa dia mengeluh tentang itu. Setelah semua dia hampir menyelesaikan volume selanjutnya Dari icha-icha, dia harus mengucapkan terima kasih pada "kebaikan" Grayfia kemarin malam. Masih sulit untuk percaya bahwa ada wanita yang bisa bersaing dengan staminanya. Namun itu jelas baginya bahwa dia bukan manusia. Setelah bertemu wanita aneh yang selalu mencari-cari alasan untuk berduaan dengannya, dan Gadis muda berambut merah yang selalu mengawasi gerak-geriknya dan seorang biarawati pirang dengan kekuatan penyembuhan, dia tidak dapat menemukan dirinya terkejut dengan situasi aneh lagi.
Tapi itu sedikit aneh mengingat bahwa dia belum pernah bertemu dengan mereka dalam hidupnya sampai sekarang. Mengingat keistimewaan mereka yang unik pasti akan membuatnya memperhatikan mereka, terutama karena mereka jatuh mati cantik seperti Grayfia atau Rias, dan dia tidak meragukan bahwa dua gadis berambut hitam dan gadis berambut pirang itu tidak seperti mereka juga. Sementara pada saat yang sama, dia bisa mengatakan bahwa Asia memang hanya manusia.
"Oi, keluar dari jalan!" Teriak seseorang yang menyadarkan Naruto dari pikirannya, ketika Naruto melihat. ternyata itu adalah bocah berambut cokelat berwajah cabul Salah satu dari trio mesum kuoh, kalau dia tidak salah bernama hyoudo issei. Berteriak ketakutan saat dia mengendarai sepedanya dengan kecepatan tinggi. Pikiran Naruto berputar dalam tindakan, mencoba mencari cara untuk menghindari sepeda yang kemungkinan besar akan menabraknya hanya dalam beberapa detik.
Dia memiliki dua pilihan, yang pertama adalah melompat ke udara untuk menghindari bocah itu tetapi dia harus melompat sangat tinggi untuk keluar dari jalan, yang akan menimbulkan beberapa pertanyaan yang tidak diinginkan.
Pilihan kedua adalah menghentikan sepeda yang datang dengan kekuatannya, yang kelihatannya mustahil untuk manusia normal tapi itu bukan apa-apa bagi Naruto. Pilihan kedua tampaknya cukup mudah baginya dan seluruh proses pemikiran ini melintas dalam pikirannya hanya dalam milidetik. Naruto kemudian berkedip ketika bocah itu akan menabraknya.
DanNaruto memilih pilihan ketiga yang selalu ada. Naruto mundur selangkah, membiarkan bocah mesum itu dan sepedanya melewatinya tanpa bahaya dan membiarkan bocah itu menabrak dinding pagar dengan bocah itu terlempar ke tempat sampah. Dan membuat rahang Rias hampir jatuh ketanah karena terkejut dengan apa yang baru saja dilihatnya. Dia mengharapkan Naruto untuk melakukan lompatan manusia super atau menghentikan sepeda dengan kekuatan tubuhnya atau sesuatu seperti itu, akan tetapi dia hanya melangkah mundur keluar dari jalan. Seperti itu adalah hal yang paling jelas untuk dilakukan. Melihat sipirang yang sedang memeriksa Issei, dia bertanya-tanya apakah Naruto seistimewa yang dia pikirkan.
Saat Rias berjalan kearahnya, Rias mengingat kembali percakapan yang dia lakukan dengan saudara perempuannya beberapa hari yang lalu.
flashback
Rias berjalan menuju kastil utama Lucifer tenggelam dalam pemikirannya. Dia baru saja mereingkarnasi Hyoudo Issei menjadi iblis dan menggunakan semua potongan pion-nya untuk melakukannya, yang membuatnya gembira ketika menyadari mungkin dia telah mendapatkan budak yang kuat namun bingung pada saat yang sama, kenapa dia membutuhkan semua pion-nya. Dia benar-benar membutuhkan saran dari kakaknya sekarang.
" Lilith-sama, tolong segera kembali ke pekerjaanmu." Ucap seorang wanita yang membuat Rias berhenti tepat didepan pintu utama kantor Lucifer dan membeku karena mengenali suara itu. Grayfia lucifage. Tidak peduli berapa tahun telah berlalu, dia tidak akan pernah terbiasa dengan suaranya yang dingin dan selalu membuat Rias takut, terutama jika kata-kata itu ditunjukkan padanya. Tapi untungnya korban murka Grayfia kali ini bukan dirinya.
" MOU Grayfia-chan, tidak bisakah kau longgar sedikit padaku? Aku bosan!" Kata seseorang yang membalas ucapan Grayfia.
Rias membuka pintu dan berjalan masuk ke dalam ruangan, melihat wanita yang berbaring di sofa hanya dengan pakaian dalam. Dia memiliki rambut merah panjang dengan sedikit sisi rambut yang diikat kebelakang dengan kepang sisi kanan wajahnya dan mata biru-hijau cerah seperti miliknya, hal yang paling terlihat dari wanita ini selain asetnya yang besar, Adalah wajahnya, yang terlihat mirip Rias. Semua orang selalu mengira mereka kembar, tetapi Rias selalu berpikir kalau wanita ini, Saudara perempuannya, jauh lebih cantik darinya. Dan fakta bahwa bahwa dia tidak memakai apa-apa selain bra dan celana dalam tidak hanya membuat wajah Rias merah karena malu, tetapi juga membuatnya menyadari bahwa sosok kakaknya yang luar biasa, membuat sahabatnya Akeno terlihat sederhana dalam perbandingan.
Lilith Lucifer, sebelumnya lilith Gremory mengalihkan pandangannya kearah adiknya dan kemudian dalam sekejap mata, Rias mendapati dirinya dipeluk erat dan wajahnya terjepit diantara payudara besar kakaknya.
"Rias-tan!" Lilith berteriak dalam kebahagiaan. sister complex-nya pergi topgear ketika melihat adik perempuannya yang tercinta "Aku senang kau datang mengunjungiku!" Lanjutnya berseru.
"Lepaskan aku Onee-sama" Rias berteriak marah saat dia mencoba untuk mendorong kakaknya menjauh darinya tetapi menemukan itu sangat sulit karena pelukan lilith terlalu kuat. Ketika tangannya mencoba meraih bahu kakaknya untuk mendorongnya pergi, tanpa sengaja tangannya meraih payudara besar kakaknya, membuat wanita yang lebih tua mengerang.
"Ah~, betapa beraninya kamu Rias-tan!" Kata lilith dengan wajah memerah. "Jika kau mau, kita bisa..." Ucapannya terputus ketika dia merasakan sebuah tangan dengan tenang mendarat dan mencengkram kuat kepalanya. Lilith menelan ludah ketika dia merasakan hawa dingin dan menakutkan yang berasal dari Grayfia tepat berdiri dibelakangnya dan lilith dengan perlahan menoleh dan melihat maid berambut perak, yang menatapnya dengan mata predator.
"Pengampunan?" lilith memohon.
"Tidak" dengan nada datar namun mematikan, Grayfia menyegel nasib rajanya.
Setelah beberapa pukulan
"Aku sangat menyesal atas perilaku lilith-sama Rias-sama." Grayfia menundukkan kepalanya berkata dengan nada monoton seperti biasa. Dibelakangnya lilith berbaring di sofa dengan pantatnya tinggi di udara sangat merah akibat pemukulan yang baru saja Grayfia berikan.
"Kau jahat sekali Grayfia-chan." Rengek lilith dengan mata yang berkaca-kaca, dia mencoba untuk duduk, tapi pantatnya sakit sekali. Grayfia tidak pernah menahan diri setiap kali memberi hukuman.
"Ngomong-ngomong Onee-sama, aku baru saja mereingkarnasi seorang anak laki-laki sebagai anggota pereage ku," kata Rias dan menjentikkan jarinya kemudian sebuah berkas muncul dan mendarat dipangkuan kakaknya. "Namanya hyoudo issei dan dia bunuh oleh malaikat jatuh, butuh 8 pion milikku untuk menghidupkannya kembali." Lanjut Rias menjelaskan pada kakaknya.
Lilith mengangguk dan melihat berkas di tangannya, semuanya tampak normal baginya. Kecuali fakta dia dibunuh oleh malaikat jatuh, dan ini mengganggu lilith. Kenapa para malaikat jatuh menargetkannya? Entah dia memiliki kemampuan yang kuat atau sacred gear yang sangat kuat. Setelah ini dia harus membicarakannya dengan Azazel. Karena membiarkan bawahannya berkeliaran disekitar wilayah adik perempuannya.
"Oke, aku akan membaca sisanya nanti Rias-tan" kata lilith sebelum tiba-tiba berdiri, membuat payudaranya bergoyang, dan meletakan berkas itu dimeja kerjanya sebelum menghela nafas dia mengambil jubah dari kursinya dan memakainya. Ini akan menjadi malam yang penuh tekanan untuknya bukan hanya dokumen yang harus dikerjakan. Tapi juga karena beberapa insiden yang terjadi karena aktivitas stray Devils di dunia manusia akhir-akhir ini.
"Dan ngomong-ngomong Onee-sama," kata Rias sebelum meninggalkan ruangan, dia kembali memikirkan pemilik kedai ramen berambut pirang yang telah menjadi temannya baru-baru ini." Apakah kamu kenal dengan seseorang dengan nama Uzumaki Naruto?" Lanjut Rias bertanya pada kakaknya, Rias tahu itu bodoh mana mungkin kakaknya. seorang pemimpin dunia bawah. Mengenal seorang manusia acak entah siapa pun itu.
Tetapi matanya melebar kaget, karena reaksi yang dilihatnya dari lilith dan cukup mengejutkan Grayfia, ekspresi lilith yang beberapa saat yang lalu, terlihat gembira dan kekanakan digantikan dengan ekspresi horor diwajahnya. Tampak dia membuka dan menutup bibirnya dengan kaget saat dia ingin mengatakan sesuatu, kemudian kakinya bergetar sebelum lilith jatuh berlutut, karena sangat kaget Rias segera berlari menghampiri kakaknya. Kemudian melihat Grayfia, Rias melihat kalau keadaan Maid berambut perak tidak lebih baik dari kakaknya.
" Onee-sama, Onee-sama"Rias memanggil kakaknya dengan rasa cemas kemudian lilith menoleh memandang adiknya dan berkata.
"Tidak mungkin... Kau bercanda kan? Katakan kau mendengar nama itu dari suatu tempat!" Lilith berkata dan berteriak pada saudara perempuannya.
"A-Aku bertemu dengannya, dia mengatakan kalau dia baru saja pindah ke kota kuoh dua Minggu yang lalu dan akan mendaftar dan bersekolah di akademi kuoh" Rias menjawab dengan gugup, tapi tetap mengatakan yang sebenarnya pada kakaknya. Tidak pernah dalam jutaan tahun dia pikir saudara perempuannya akan menjadi seperti ini.
Mata lilith melebar dan menelan ludah dengan gugup "U-Uzumaki Naruto ... Apakah dia memiliki rambut pirang dan pipi berkumis? Lilith bertanya dengan nada penuh harapan, air mata mulai terbentuk disudut matanya.
"Ya, Onee-sama" jawab Rias mengangguk dan mata lilith melebar Rias bisa melihat beberapa harapan muncul Dimata saudara perempuannya.
"Rias, apakah dia menyebutkan tentang aku?" Lilith bertanya. Dalam sekejap lilith yang sedang berlutut meraih bahu adiknya. " Tolong beritahu aku, Rias!" lanjut lilith mengguncang bahu Rias sedikit memaksa untuk cepat memberitahunya.
"T-Tidak Onee-sama dia tidak. Dia tampak sangat normal dan aku tidak bisa merasakan kekuatan khusus darinya. Dia hanya manusia" Rias berkata gugup membuat mata kakaknya melebar, melepaskan pegangannya pada bahu Rias sebelum merosot kembali kelantai.
"Aku tahu, itu tidak mungkin," lilith bergumam pada dirinya sendiri kemudian menghapus air matanya. "Dia benar-benar telah pergi" lilith berkata ketika air matanya mulai mengalir di wajahnya.
"Onee-sama" Rias mulai sedikit ragu "apakah kamu ..." Lanjut Rias khawatir padanya.
"Jangan khawatir Rias-tan aku baik-baik saja" jawab lilith menghapus air matanya sebelum dia melihat adik perempuannya. Tersenyum lembut dan mencium kening Rias dan berdiri tetapi kakinya masih sedikit gemetar. "Sekarang jika kau tidak keberatan, aku punya pekerjaan yang harus dilakukan atau Grayfia-chan akan marah padaku." Kata lilith menyuruhnya pergi secara tidak langsung dan tidak membiarkan bantahan apapun.
Melihat tidak ada ruang untuk membantah. Rias berdiri menundukkan kepalanya sebelum pergi.
Berjalan melewati Grayfia yang dia sedang merapihkan diri saat Rias melihat Grayfia menatap kakaknya dan dia terlihat agak pucat. Rias membuka pintu dan berjalan keluar sebelum menutupnya, tepat sebelum pintu dia tutup rias melihat Grayfia berjalan mendekati kakaknya. Karena melihat itu dia memutuskan berpura-pura pergi dan diam-diam kembali dan menempelkan telinganya ke pintu. Mencoba mengetahui apa yang akan dibicarakan kakaknya dan grayfia ketika tidak menginginkan kehadirannya di ruangan ini.
" Lilith-sama, tolong dengarkan aku. Mungkin itu benar-benar dia." Rias mendengar Grayfia berkata dengan nada suara penuh harapan sesuatu hal yang tidak pernah Rias dengar dari Maid berambut perak sebelumnya.
"Tidak dia sudah lama pergi, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa." Rias mendengar kakaknya berkata pada Grayfia, "Dia hanya seseorang dengan nama yang sama, itu saja." Lanjut lilith pada Grayfia.
"Tapi..." Kata Grayfia hendak mengatakan sesuatu tapi terpotong oleh lilith yang emosi.
"Aku melihat semuanya, dengan mata kepalaku sendiri. Grayfia" kata lilith membentak.
"Lilith-sama, dia ... Dia berjanji kalau dia akan ..." Ucapan Grayfia kembali terpotong oleh lilith
"Itu hanya janji bodoh." Kata lilith bersikeras.
"Tapi Naruto-sama ..." Kata Grayfia sebelum,
PLAK!
BRUK!
Mata Rias melebar ketika dia mendengar suara tamparan dan seseorang jatuh kebelakang. Dari balik pintu, Rias tidak percaya bahwa kakaknya menampar sahabatnya. Dengan kekuatan yang cukup membuat ratu terkuat jatuh ke pantatnya.
"Diam," Rias mendengar kakaknya berkata dengan nada dingin dan mematikan. "Jangan pernah kau berani mengatakan namanya lagi Grayfia. Dimana kau Ketika dia bertarung untukku dan Millicas? Dimana kau Ketika dia mencoba melindungi Underworld dengan taruhan nyawa sementara pada saat yang sama mencoba untuk mengambil Millicas kembali? Dimana kau Grayfia? Dia sudah mati kau mendengarku ?! Uzumaki Naruto sudah mati. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri Grayfia dan .. dan ..." Lalu Rias mendengar kakaknya menangis. Dia hanya berdiri dibalik pintu mendengar kakaknya menangis.
FLASHBACK END
Setelah itu, Rias mencoba segala cara untuk menggali informasi mengenai Naruto tanpa memberi tahu siapapun. bahkan dia sudah bertanya pada orangtuanya tentang Naruto yang mendapat reaksi yang sama seperti kakaknya dan grayfia. Dan itu sudah jelas baginya bahwa keluarganya tahu tentang Naruto dan dia pasti sangat dekat mereka.
Rias telah membaca setiap buku sejarah Devils, atau apapun yang bisa dia dapatkan untuk mengetahui siapa sebenarnya Naruto tapi tidak bisa menemukan apapun.
Saat itulah dia menyadari bahwa semua informasi tentang Naruto telah dihapus dan satu-satunya yang memiliki kekuasaan untuk melakukan sesuatu seperti ini adalah kakaknya. Lilith Lucifer yang lebih dikenal sebagai Crimson mao, pemimpin fraksi iblis. Rias tidak tahu mengapa kakaknya melakukan itu, tapi begitu Rias ingat tangisan penuh rasa sakit kakaknya, Rias tahu sesuatu telah terjadi dimasa lalu. Dia telah menemukan koran tua dari sebelas tahun yang lalu. Dan menemukan bahwa rumah sakit tempat. Kakaknya lilith melahirkan millicas telah diserang, hanya kakaknya dan Millicas yang selamat pada hari itu.
Rias menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk menghapus semua pikiran itu. Naruto sudah mendekatinya, Rias tahu bahwa Naruto sangat pandai, Naruto selalu tahu apakah ada sesuatu yang mengganggunya dan saat ini membuat temannya curiga padanya bukanlah sesuatu yang ingin Rias lakukan.
"Ohayo Naruto-kun" Rias memanggil sipirang yang sedang mencoba membantu Issei yang tidak sadarkan diri (pingsan). Rias Melihat issei dengan berberapa memar membuatnya merasa kasihan. Karena meminta Issei melakukan sesuatu seperti itu.
"Ohayo Rias-chan!" Naruto menyeringai cerah padanya sebelum. Melihat Issei lalu kembali ke gadis berambut merah montok, "kau tahu gaki itu?" Tanya Naruto menunjuk Issei.
"Ya dia anggota klub ku." Rias mengangguk dan melihat bocah mesum. "Kuharap dia baik-baik saja ..." Kata Rias
"yah, melihat kondisinya, dia tidak akan bangun dalam waktu dekat," kata Naruto menghela napas" kau tahu rumahnya?" Naruto bertanya pada Rias.
"Tentu saja Naruto-kun, lebih baik kita mengantarkannya pulang sebelum orangtuanya khawatir." Rias berkata dan mengambil sepeda yang jatuh. Issei akan membutuhkannya jika dia ingin melakukan pekerjaan iblis lagi. Mereka berdua berjalan kearah rumah Issei. sementara Naruto membawa bocah itu dibahunya seperti sekarung beras, mengikuti Rias yang mendorong sepeda Issei di samping Naruto.
"Jadi, Rias-chan bagaimana harimu?" Naruto bertanya pada gadis berambut merah. Karena tidak melihatnya beberapa hari terakhir.
"Oh kau tahu, sama seperti biasa. Kakakku mencoba menggangguku lagi. Dia mengirimkan boneka besar yang terlihat persis seperti dirinya. Sehingga aku bisa mengingatnya Ketika aku tidur!?" Kata Rias dengan nada kesal yang membuat Naruto tertawa. Rias bersyukur karena saudara perempuannya telah kembali ke dirinya yang normal lagi seperti tidak ada yang terjadi sama sekali.
"Wow dia pasti sangat menyayangimu. jika di sampai melakukan hal seperti itu" kata Naruto dengan nada geli.
"Di satu sisi, mungkin" Rias menjawab. Dia bukan anak kecil lagi namun saudara perempuannya masih bersikeras untuk memperlakukannya seperti itu. Dan membuat Rias sedikit jengkel.
"Bagaimana denganmu Naruto-kun. Bagaimana harimu?" Rias menoleh ke arahnya. "Apa ada hal yang menarik?" Lanjutnya bertanya dengan rasa penasaran.
Naruto menggelengkan kepalanya sebelum seringai lebar muncul diwajahnya.
"Tapi coba tebak, aku akan masuk akademi kuoh Minggu depan, keren kan? Naruto berkata dengan ceria.
"Benarkah Naruto-kun?" Tanya Rias sebelum tersenyum cerah saat Naruto mengangguk cepat. "Aku harap kamu ditempatkan di kelas yang sama denganku, kau seumuran denganku kan? Oh aku tidak sabar untuk memperkenalkanmu kepada teman-temanku" rias berkata dengan antusias. Naruto tertawa kecil melihat wajah Rias sesenang ini. Dia terlihat sangat cantik seperti ini.
Keduanya terus berbincang tentang berbagai macam hal sepanjang jalan kerumah Issei dan memberikan bocah itu pada orangtuanya. Dan membuat orangtua Issei terkejut ketika seorang gadis cantik dan seorang pemuda tampan membawa putra mesum mereka kerumahnya(rumah orang tua Issei) adalah hal yang menggejutkan.
Naruto dan Rias berpisah ketika gadis berambut merah itu perlu bertemu teman-temannya. Tetapi Rias berjanji untuk mengunjungi kedai ramennya nanti.
Karena lapar Naruto memutuskan untuk pergi ke tempat makan terdekat. Saat Naruto mencari tempat makan matanya melebar kaget saat melihat seorang gadis berambut pirang berdiri di depan pintu sebuah restoran cepat saji. Terlihat gugup dan ragu-ragu apakah dia harus masuk atau tidak.
"Oi, Asia-chan!" Naruto memanggil gadis itu dan melambaikan tangannya ke gadis berambut pirang.
"Uzumaki-san?" Kata Asia terkejut melihat Naruto berjalan ke arahnya dan berhenti tepat didepannya. Membuat senyum indah nan polos muncul diwajahnya yang cantik.
"Senang bertemu lagi denganmu Uzumaki-san." Asia menyapa dan menundukkan kepala ke arahnya.
"Aku juga Asia-chan, dan tidak usah membukuk," Naruto berkata dengan riang pada gadis itu dan mengalihkan pandangannya ke restoran cepat saji.
"Kau ingin masuk?" Naruto bertanya.
"Uh...ah, uhhh etooo, tidak Uzumaki-san." Asia berkata gugup.
"Kau tidak punya uang kan?" Naruto bertanya sambil mengelus dagunya sendiri(pose berpikir) dan melihat Asia menundukkan kepala. Sebelum dengan lembut memegang Asia di kedua sisi wajahnya untuk menatap matanya, tindakannya ini membuat Asia tersipu malu dengan wajah yang merah merona.
"Tidak usah khawatir, aku yang akan membayar" Naruto berkata dengan lembut dan tersenyum. Dan menepuk kepalanya dengan lembut sebelum menariknya masuk kedalam restoran cepat saji tersebut, tidak meninggalkan ruang baginya untuk menolak tawarannya.
Naruto dan Asia duduk di meja dekat jendela dan memesan pizza ektra besar untuknya dan Asia.
Asia mengambil sepotong pizza dengan gugup dan menatap Naruto dengan bingung, Naruto mengangguk mengerti dan tersenyum lembut padanya yang menyebabkan wajah Asia merah merona lagi. Asia membawa pizza mendekati mulutnya dan menggigitnya sedikit.
"Ummm~ini sangat enak~" ucap Asia setelah mengunyah dan menelannya (pizza). Menyebabkan Naruto tertawa kecil karena tingkah polos gadis ini. Dan dia kembali menggigit makanannya. 'Tunggu saja sampai aku memperkenalkan mu pada keajaiban ramen' pikir Naruto.
"Kau terdengar seperti tidak pernah makan pizza sebelumnya." Kata Naruto dengan mengangkat sebelah alisnya. Yang membuat Asia berhenti dan menatapnya sebelum menjawab. "Umm, digereja kami hanya makan roti dan sup." Kata Asia " aku kadang makan pasta dan sayuran" lanjutnya.
"Benarkah" kata Naruto.
"Ya, Uzumaki-san" jawab Asia mengangguk.
"Aku tidak habis pikir. Apa yang mereka pikirkan? Memberi makan gadis yang sedang tumbuh sesuatu seperti itu. Aku memang pernah beberapa kali bertemu pendeta dan biarawati sebelumnya, di Italia tapi tidak kukira mereka seperti itu" Naruto berkata sedikit kesal.
Naruto mengambil sepotong pizza. Melihat keluar jendela dan menggigit pizza ditangannya dengan kasar. Duo pirang itu tidak banyak bicara setelah itu. Dan menikmati makanan mereka dengan tenang, setelah menyelesaikan pizza nya Naruto melihat Asia sedang meminum salah satu milkshake yang dia pesan sambil melihat rollercoaster dikejauhan. Naruto tersenyum dan menjentikkan jari didepan wajah Asia yang membuatnya sadar lamunannya.
"Ya, Uzumaki-san?" Asia menoleh kearahnya. Disambut sentilan di dahinya. "Auii~, apa yang kau lakukan? Asia bertanya dengan air mata disudut matanya. Sentilan Naruto benar-benar kuat. Mungkin jika dia mau dia bisa membuat lubang di dahinya.
"Pertama, berhenti memanggilku, Uzumaki-san, karena itu membuatku terdengar seperti orang tua. Panggil aku sesuatu yang berbeda," Naruto berkata padanya.
'Oh, betapa ironisnya pernyataanmu Naruto' pikir Naruto.
"Kedua, apakah kau ingin pergi ke taman hiburan itu?" Lanjut Naruto bertanya
"UM, tidak uzu ... Ouchi~" Asia menjawab sambil meringis ketika dahinya disentil lagi. "Naruto-nii-sama, aku ,,," kata Asia terpotong ketika Naruto memegang tangannya dan membawanya.
"Ayo pergi Asia-chan, aku rasa kau belum pernah ke sana sebelumnya." Naruto bertanya dan menyeringai. Tidak keberatan memiliki seorang gadis manis seperti Asia memanggilnya nii-sama.
"Tunggu Naruto-nii-sama." Seru Asia, tapi genggaman Naruto ditangannya terlalu kuat sehingga sulit melepaskan diri. Tapi itu sama sekali tidak menyakitinya. meninggalkan cukup uang dimeja dan keluar dari restoran, kini duo pirang berlari dan tertawa, menuju taman hiburan. Naruto tidak berlari terlalu cepat sehingga Asia dapat mengikutinya. Tak lama kemudian keduanya tiba ditempat tujuan mereka. Naruto membeli dua tiket untuknya dan Asia untuk memasuki taman hiburan.
Duo pirang berkeliling menikmati berbagai permainan yang tersedia satu persatu mereka naiki, mulai dari komedi putar bahkan rollercoaster yang Asia lihat di restoran tadi. Dan Naruto telah mendapatkan banyak hadiah untuk Asia yang membuat kebahagiaan jelas terlihat diwajah cantiknya, Asia sendiri merasa kebahagiaan yang dia rasakan sekarang lebih baik dari pada saat dia menggunakan kekuatan penyembuhannya.
"Ada apa Naruto nii-sama?" tanya Asia yang sedang memakan permen kapas dia melihat Naruto melihat area sekitar.
"Aku harus pergi ke toilet" kata Naruto sambil menggaruk belakang kepalanya dengan gugup ketika Asia hanya menatapnya.
Setelah memberi tahu Asia dia akan segera kembali. Naruto dengan cepat menuju toilet.
Asia duduk santai di bangku taman didekatnya. Sambil terus memakan permen kapasnya dengan sabar menunggu Naruto kembali dari toilet. Ekpresi sedih perlahan muncul di wajahnya saat dia mengingat kejadian beberapa hari yang lalu. Kejadian yang membuatnya terusir dari gereja di Italia hingga membuatnys terpaksa datang ke Jepang dibawah perintah malaikat jatuh yang dia ketahui ingin mengambil sacred gearnya. Setelah mengetahui rencana malaikat jatuh Asia memutuskan lari ke kota. Berjalan tanpa tujuan, hingga ia merasa lapar. berdiri depan restoran cepat saji seperti anak hilang sampai dia bertemu lagi dengan Naruto.
Mengingat hal itu Asia melihat permen kapas ditangannya dan merasa perasaan hangat dalam dadanya. Dia selalu dicintai semua orang karena dia adalah "gadis suci" yang memiliki kemampuan menyembuhkan luka apapun. Dan semua berubah Kini dia dianggap sesat bahkan disebut "penyihir" dan mulai diperlakukan layaknya seekor hama. Sebelum bertemu Naruto.
orang pertama yang memberikan kebaikan dan kebahagiaan tanpa meminta imbalan apapun, meskipun mereka baru saja bertemu dan hampir tidak saling kenal.
Asia bertanya-tanya, bagaimana reaksi Naruto jika dia mengetahui tentang dirinya.
Sebelum dia tenggelam lebih dalam di pikirannya, Asia menyadari bahwa dia sedang menatap mata biru laut paling cerah yang pernah dia lihat dalam hidupnya.
"Asia-chan kau ada di sana" tanya Naruto tepat di depan wajahnya, membuat pipi Asia berubah merah padam. Saat dia menyadari Naruto sudah kembali dan seberapa dekat wajah mereka.
"Nar-Naruto nii-sama!" Kata Asia tergagap, mencoba sedikit menjauh tapi tidak bisa karena punggungnya sudah menyentuh sandaran kursi yang dia duduki.
"Maaf telah membuatmu menunggu lama" kata Naruto tertawa kecil sambil menggaruk pantatnya yang gatal. "Ngomong-ngomong, ayo pergi Asia-chan, masih banyak wahana yang belum kita coba." Lanjut Naruto sambil menarik tangan Asia dengan lembut.
Asia mengangguk. Mereka masuk ke wahana terdekat, Dan Asia tersenyum lembut pada Naruto. Tapi dia merasa sesuatu yang sedikit berbeda sekembalinya Naruto dari toilet.
"Hmm, kita sudah bersenang-senang hari ini" kata Naruto dengan gembira dan duduk di bangku taman terdekat, tersenyum dan melihat Asia duduk di sampingnya, sebenarnya itu benar-benar jarang untuknya menghabiskan begitu banyak waktu bersenang-senang seperti ini. Dan tidak setiap hari dia punya teman seorang gadis muda imut seperti Asia.
"Ya ... Aku agak lelah ..." Ucap Asia menggangguk kepalanya. Yang membuat Naruto tertawa.
Mereka menghabiskan waktu sepanjang hari. Bermain, makan, dan bermain lagi. Yang tentunya Naruto tidak mempunyai masalah membayar semua biaya. Setelah tiga wahana yang mereka naiki Asia mengerti dia tidak bisa berdebat dengan Naruto setelah dia mengambil keputusan dan pergi mengikuti kemanapun Naruto membawanya ke sana kemari ke berbagai wahana yang ada di taman hiburan, Naruto senang melihat reaksi Asia ketika mereka pergi mencoba berbagai permainan dan mendatangi toko-toko membeli banyak hadiah untuk Asia. Naruto jarang berkencan dengan gadis muda seperti Asia, selama dia berpergian keliling dunia, tapi sepertinya dia belum kehilangan sentuhannya. Naruto menatap Asia dan memutuskan untuk memecah keheningan di antara mereka.
"Aku harap kamu senang Asia-chan" Naruto berkata lembut padanya.
"Ya Naruto nii-sama, ini sangat menyenangkan, semua berkatmu" Asia berkata dan tersenyum cerah padanya sebelum menghela nafas. Yang membuat Naruto menatapnya ingin tahu dengan mengingat waktu yang di habiskan bersama itu benar-benar aneh melihat tampilan sedih muncul di wajahnya. Dan yang membuat Naruto syok adalah ketika air mata mulai mengalir dari matanya membasahi pipinya. Asia buru-buru menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Asia-chan ada apa?", Tanya Naruto panik. "Apa aku melakukan sesuatu yang salah, katakan padaku Asia-chan, ada apa." Lanjut Naruto mencoba menghiburnya.
Asia menoleh menatap Naruto, dengan air mata yang masih mengalir dimatanya. Dan menggelengkan kepalanya. "Tidak ada apa-apa Naruto nii-sama" kata Asia dengan senyum yang dipaksakan.
"Asia, jika tidak ada apa-apa. kenapa kau menangis? Tolong katakan ada apa?" tanya Naruto ingin mengetahui penyebab dia tiba-tiba menangis.
"Em Naruto nii-sama sebenarnya aku ..." Jawab Asia mulai menceritakan kisah hidupnya sebagai "gadis suci" pada Naruto.
Disebuah kota di Italia. Ada seorang bayi perempuan yang telah dibuang orangtuanya. Bayi itu ditemukan seorang biarawati dan dibawa ke gereja dikota itu, dia rawat dan dibesarkan di sana bersama anak-anak yatim piatu lainnya. Dia tumbuh menjadi gadis yang baik dan sangat mempercayai keyakinan yang sangat pada gereja.
Dan ketika dia mulai mengetahui, bahwa dia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan pada usia 8 tahun, Dan itu semua bermula ketika dia menyembuhkan seekor anak anjing yang terluka. Tidak menyadari seseorang dari gereja Katolik melihatnya secara tidak sengaja. Gadis itu kemudian dibawa ke gereja utama di Vatikan dan mulai dihormati dan dipuja. Karena kekuatan penyembuhan yang dia miliki, banyak orang percaya Dan diberitahu bahwa kemampuannya. untuk menyembuhkan adalah perlindungan ilahi. Desas desus dan rumor mulai menyebar yang membuat mereka menjulukinya sebagai Holy Maiden bahkan tanpa persetujuan dan sepengetahuannya.
Dia tidak kecewa, bagaimana cara mereka memperlakukannya, orang-orang dari gereja sangat baik padanya. Dan dia senang dan sangat bersyukur bahwa kekuatan penyembuhannya. Sangat berguna dan bermanfaat bagi orang banyak. Semua orang memperlakukannya dengan baik, tapi tidak ada yang mau menjadi temannya.
Dia tahu kalau mereka melihat kekuatannya sebagai sesuatu yang luar biasa. Mereka tidak melihatnya sebagai manusia tapi sebagai mahluk yang bisa menyembuhkan manusia.
Tapi suatu hari, semuanya berubah ketika seorang iblis muncul didekatnya dan dia menyembuhkannya.
"Iblis" ucap Naruto terkejut dengan mata melebar, dia tidak mengerti. Asia baru saja mengatakan bahwa dia menyembuhkan seorang iblis. Jika dia menyembuhkan satu iblis ... Berarti ada lebih banyak lagi diluar sana.
Mungkin ada dunia yang dipenuhi mahluk gaib. Yang tidak dia ketahui.
Dan itulah yang membuatnya selalu waspada, kemudian Naruto membersihkan pikiran-pikiran itu dari dalam kepalanya dan terus mendengarkan ceritanya.
Iblis itu terluka dan gadis itu tidak bisa mengabaikannya. Dia kemudian berpikir walaupun jika itu adalah iblis, dia harus menyembuhkannya. Tapi kejadian itu disaksikan oleh seorang pendeta yang memberi tahukan kepada orang-orang digereja. Yang membuat para pelayan Tuhan itu kaget mengetahui hal tersebut. Kemudian banyak yang mencibir dan menghinanya setelah itu.
"Kekuatan yang bisa menyembuhkan iblis?"
"Sesuatu yang tidak masuk diakal seperti itu tidak mungkin terjadi!"
"Kekuatan penyembuhan hanya bisa menyembuhkan para pengikut Tuhan!"
Hampir setiap saat dia mendengar hal seperti itu yang membuatnya menderita. Ya memang ada beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan. tetapi kekuatan untuk menyembuhkan iblis itu tidak mungkin Dan tidak dapat dipercaya. Orang-orang gereja mengira dan berpikir bahwa kekuatan untuk menyembuhkan tidak akan bekerja pada malaikat jatuh dan iblis. Itulah yang mereka yakini.
Rupanya insiden yang sama pernah terjadi sebelumnya dimasa lalu. Kemampuan untuk menyembuhkan malaikat jatuh dan iblis yang tidak mendapat Rahmat Tuhan. Tetapi kekuatan itu ditakuti karena berasal dari kemampuan seorang "penyihir" jadi orang-orang melihatnya sebagai orang sesat.
"Lihat itu penyihir yang menyembuhkan iblis!"
Gadis yang dihormati sebagai "holy Maiden" kemudian ditakuti sebagai "penyihir" dan gereja menelantarkannya. Dia tidak punya tempat untuk tinggal, kemudian organisasi "Stray exorcists" menjemputnya. Dengan kata lain diharus mendapatkan perlindungan dari malaikat jatuh, tetapi gadis itu tidak pernah lupa untuk tetap berdoa pada Tuhan. Dia juga tidak pernah lupa berterima kasih kepada Tuhan. Meskipun demikian gadis itu ditinggalkan. Tuhan tidak pernah menyelamatkannya, yang paling mengejutkan ialah tidak ada satu pun orang gereja yang membelanya.
Tidak ada satu orangpun yang peduli padanya sekarang.
" ... itu karena aku tidak cukup berdoa, itu karena aku kikuk. Aku sangat bodoh sehingga aku bahkan tidak bisa pergi ketempat tujuan tanpa tersesat" Asia berkata sambil mengusap air matanya.
Naruto berusaha keras untuk tidak menangis setelah mendengar cerita Asia, tapi dia hampir tidak bisa mengendalikan amarahnya sekarang. Dia tidak menginginkan apapun sekarang selain menghajar orang-orang itu dan membuat mereka menyesal pada hari mereka meninggalkan Asia, yang tidak melakukan apapun selain melakukan yang menurutnya benar untuk dilakukan. Naruto tidak tahu apa yang harus dia katakan, karena dia adalah pria yang lebih sering bertindak dari pada seorang pria yang berbicara.
"Ini juga merupakan cobaan yang Tuhan berikan untukku. Karena aku seorang biarawati yang kikuk, Tuhan memberikan cobaan ini, jadi aku harus bertahan" ucap Asia seolah berbicara sendiri.
"Cukup Asia, kau tidak perlu mengatakannya lagi ..." Naruto berkata dengan perlahan menariknya kedalam pelukannya dan ngusap punggungnya dengan lembut. Menenangkan.
""Aku yakin, suatu saat aku bisa mendapat banyak teman. Aku ingin punya teman dan membeli bunga, membeli buku-buku dan bercanda gurau bersama seorang teman" ucap Asia berlinang air mata.
Naruto tidak bisa melihatnya lagi. Dia pasti memendam semua ini sepanjang waktu. Dia telah menunggu Tuhan untuk menyelamatkannya dan menyembunyikannya perasaannya selama ini.
"Asia dengarkan aku." Kata Naruto dan menatap Asia lalu dengan lembut Naruto menghapus air mata Asia dengan kedua ibu jarinya, sebelum tersenyum lembut padanya. "Aku akan menjadi temanmu . Tidak. kita bahkan telah berteman. Kau tidak harus sendirian di dunia ini. Aku mengerti kalau kau berada dibawah perlindungan "Stray exorcists" tapi percayalah padaku, kau tidak perlu terlibat dalam urusan mereka." Ucap Naruto mengatakan dari pengalamannya. Mereka dengan senang hati membunuh rekan mereka sendiri. "Kau bisa ikut denganku, kau bisa tinggal bersamaku mulai sekarang dirumahku dan mulai sekarang aku akan melindungimu. Kau tidak harus menderita dan merasakan rasa sakit ini. Tidak peduli seberapa kuat kau percaya pada Tuhanmu. Jika dia tidak melakukan apapun maka aku yang akan melakukannya." Naruto berkata dengan nada tegas.
"Kenapa?" Tanya Asia "kenapa kau berbuat sejauh itu untukku? Kita bahkan baru bertemu beberapa kali, dan hampir tidak saling kenal!" Lanjut Asia tidak menyangka. ada yang mau menolongnya sejauh itu untuknya.
"Itu tidak masalah! Asia kita menghabiskan waktu sepanjang hari bersama-sama kan? Kita bercanda gurau dan tertawa bersama-sama kan? Kau dan aku adalah teman dan kupikir kau bisa menjadi adik Perempuanku sekarang, kita bisa menjadi keluarga juga. Kita akan berbicara kapanpun kita inginkan, kita akan bermain kapanpun kita mau, aku juga akan membelikanmu banyak buku, ataupun bunga jika itu yang kau inginkan" jawab Naruto sambil menyeringai.
Mendengar ucapan Naruto membuat, Asia menutup mulutnya dan air matanya kembali mengalir membasahi pipinya. Tapi ini adalah air mata kebahagiaan.
"Tapi, nii-sama aku buta arah." Kata Asia
"Kita bisa berkeliling kota! Jika kau berkeliling dan melihat berbagai hal, kau akan mengingatnya dan tidak akan tersesat lagi" Naruto menjawab.
"Aku tidak bisa berbahasa Jepang dengan baik. Aku juga tidak tahu budaya atau tradisi dijepang" Asia bertanya.
"Aku akan mengajarimu! Bahkan sampai kau bisa bicara menggunakan pepatah! Kita bahkan akan pergi ke museum untuk melihat harta nasional Jepang! Seperti samurai ,bahkan kuil kinkaku dan ginkaku, bahkan aku akan mengajarimu cara minum teh di Jepang!" Jawab Naruto Menjelaskan.
" Maukah kau menjadi temanku nii-sama? Asia bertanya.
"Bukankah sudah kukatakan. kita adalah teman bahkan sekarang kau telah menjadi anggota keluargaku" jawab Naruto tersenyum lembut. Tapi tiba-tiba Asia memeluk Naruto dan membenamkan wajahnya di dada Naruto. Terus mengatakan "terima kasih" ucap Asia berulang kali. Naruto balas memeluknya dengan erat. Dan membisikkan kata-kata menenangkan ditelinga nya.
"Benar-benar adegan yang mengharukan!" Kata sebuah suara wanita.
Yang mengagetkan mereka berdua dan membuat Naruto menengok melihat kearah sumber suara tersebut. Naruto harus mengakui dia agak terkejut melihat bahwa sumber suara itu berasal dari seorang gadis, seorang gadis yang sangat menarik. Mengenakan seragam sekolah yang terdiri dari kemeja putih panjang dan blazer berwarna ungu gelap dengan rok hijau bergaris putih. Membuatnya terlihat manis.
"Raynare-sama!" Kata Asia terkejut, ketika melihat gadis berambut hitam.
"Yah, tampaknya kau menemukan pria yang baik, Asia-chan" kata raynare sambil menjilat bibir dengan sangat menggoda.
"Senang bertemu denganmu juga, Raynare-san" kata Naruto dengan suara tenang dan menganggukkan kepalanya sedikit.
"Apa dia kenalanmu, Asia-chan." Naruto bertanya tanpa menunjuk gadis itu.
Yang dijawab anggukan kepala oleh Asia, sebelum dia mengencangkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dada Naruto, merasa takut pada gadis berambut hitam.
"Kukira dia tidak menyukai, kehadiranmu Raynare-san" kata Naruto melotot pada gadis berambut hitam.
"Gadis itu, milik kami, bisakah kau kembalikan dia padaku? Tanya Raynare pada Naruto. "Asia, melarikan diri dari kami itu merupakan tindakan yang sia-sia. Seharusnya kau tahu itu." Lanjut Raynare. bertanya manis pada Asia.
"Tidak! Aku tidak ingini kembali! Kalian adalah sekelompok pembunuh! Dan ... Kalian juga akan melakukan sesuatu padaku..." Ucap Asia dan berkata pelan dibagian terakhir.
"Jangan berkata seperti itu Asia-chan, sacred gearmu sangat penting untuk rencana kami, jadi kembalilah denganku. Aku bahkan meluangkan waktuku untuk mencarimu. Jangan membuatku lebih repot, dari yang sudah kau lakukan." Kata Raynare dan mulai berjalan mendekati duo pirang tapi berhenti. Ketika Naruto berdiri didepan Asia menghalangi Raynare.
"Maaf Raynare-san, kelihatannya Asia tidak ingin pergi denganmu," kata Naruto. "Jadi bisakah, aku memintamu pergi dengan damai? Lanjut Naruto menyeringai
"Diamlah, kau tidak tahu apa-apa, dan seharusnya manusia sepertimu bersujud dan menjilati kakiku, setiap kali kau melihatku," Raynare berkata dengan senyum angkuh. Naruto sekarang melihat bahwa dia tidaklah imut seperti yang dia kira. " Kau harus merasa terhormat, karena aku akan memperlihatkan wujud asliku," lanjut Raynare.
Dalam sekejap gadis SMA yang tampak manis, digantikan oleh wanita dewasa yang sexy. Tampak lebih tinggi dan lebih montok, seragam sekolah yang tadi dia pakai berganti dengan tali kulit hitam yang menutupi bagian tengah dan bagian bawah dadanya. Dilehernya tampak tali kulit berbentuk kalung anjing dengan rantai kecil ditengahnya, sedangkan selangkangannya hanya ditutupi celana dalam dengan tiga tali tipis disebelah kiri. Sarung tangan panjang dengan rantai diujungya, dan dipundaknya terpasang pelindung bahu dengan tiga paku besar dimasing-masing pelindung bahu tersebut dan memakai sepatu bot tinggi yang mencapai pahanya. Dan yang membuat Naruto terkejut adalah sepasang sayap hitam tumbuh di punggungnya.
"Lihatlah manusia, inilah wujud asliku," Raynare berkata dramatis, "aku menduga kalau ekspresi terkejut diwajahmu, karena telah melihat mahluk yang lebih unggul darimu" Raynare berkata angkuh.
"Uh, tidak ..." Jawab Naruto dengan wajah kosong, sebelum menatap penampilan Raynare dari atas ke bawah. "Apakah kau seorang budak atau sesuatu?" Lanjut Naruto bertanya, membuat Raynare kesal. Orang ini jelas tidak tahu apa-apa tentang dunia supranatural, tapi hal pertama yang dia tanyakan, apakah dia (Raynare) seorang budak.
"Diam! Aku menyukai pakaian ini. Dan ini sangat nyaman!" Jawab Raynare berteriak, tidak terima disebut perbudakan. Kemudian tombak yang terbuat dari cahaya berwarna merah muda tercipta ditangan kanannya, "Aku benci mengatakannya, tapi tolong mati" ucap Raynare dan melempar tombak cahaya ditangannya dengan cepat. Menargetkan langsung ke jantung Naruto.
Mata Naruto melebar, terkejut dengan tindakan tiba-tiba Raynare, hanya bisa mendorong Asia keluar dari jalur tombak. Yang membuat Asia berteriak padanya untuk menghindar, tapi sebelum Naruto melakukan apapun tombak itu telah menembus dadanya, dan menyematkannya ke pohon dibelakangnya.
Asia melihat Naruto terkejut saat tombak cahaya itu menembus tubuh Naruto, air mata kembali mengalir dari mata Asia. menangis hanya itu yang bisa Asia lakukan ketika dia menyadari apa yang baru saja terjadi.
Naruto terkejut darahnya mulai mendidih karena panas yg disebabkan tombak cahaya yang menembus dadanya, tepat di jantungnya dan itu terasa sangat sakit sekali, perlahan pandangannya mulai kabur sebelum digantikan kegelapan.
"Sekarang kemarilah, Asia-chan. Ayo kita kembali." Kata Raynare pada Asia.
Asia mengusap air matanya dan berjalan mendekat pada Raynare sang malaikat jatuh, dengan kaki gemetar. Teman satu-satunya yang dia punya telah terbunuh. Semua karena dia berteman dengannya, hanya karena dia, temannya harus mati.
Dengan berlinang air mata, Asia memohon pada Tuhan untuk menyelamatkan temannya dengan cara apapun. Walaupun dia tahu itu sudah terlambat.
Kemudian matanya melebar kaget, ketika merasakan sebuah tangan mengusap kepalanya dengan lembut.
"Akan aku katakan sekali lagi," sebuah suara akrab terdengar lembut, dan Asia mendongak keatas membuatnya tersentak kaget. "Jangan pernah menangis, karena air mata tidak cocok untukmu Asia-chan" lanjut Naruto tersenyum lembut padanya.
Raynare terkejut hampir membuat rahangnya jatuh ketanah. Matanya dengan cepat melihat ke pohon tempat dia menusuk Naruto dan pindah melihat Naruto yang tiba-tiba muncul dalam sekejap kuning dengan tangan dikepala Asia. Menyeringai puas, dia tidak merasakan apa-apa selain energi aneh yang datang dari cahaya kilat kuning itu. Tetapi yang jelas pria dihadapannya sama dengan yang baru saja dia bunuh dan sematkan dipohon.
"A-apa yang baru saja terjadi?" Tanya Raynare tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya, dengan gemetar dia menunjuk pria mati di pohon dan pria yang berada dihadapannya. "Apa kau punya kembaran atau apa? Bagaimana bisa kau tiba-tiba muncul? " Tanya Raynare benar-benar tidak percaya apa yang baru saja dia lihat.
"Itu adalah klon bayangan, Raynare-chan" jawab Naruto sambil menunjuk klonnya dipohon yang tiba-tiba menghilang dalam kepulan asap. "Apakah kau berpikir. Kalau aku adalah manusia biasa?" Lanjut Naruto dengan nada tenang dan mematikan berbisik di telinganya. Raynare sangat terkejut hingga tidak mampu bereaksi saat Naruto memegang kedua sayapnya. Dan menginjak punggungnya sambil menarik sayapnya, membuatnya jatuh dengan cepat kebawah tepat di atas beton.
"Guah," suara Raynare dengan darah menyembur dari mulutnya, saat tubuhnya menghantam permukaan beton dengan keras.
"Terkejut?" Naruto bertanya. Raynare menoleh kebelakang terkejut melihat salinan pria yang dia pikir telah dibunuhnya
"B-B-bagaima mungkin" Raynare bertanya dengan gagap. Naruto yang asli berada didepan Asia yang mengikutinya dari belakang, berjalan kearahnya. Asia Tampak bingung sama seperti dirinya.
" Kau pikir aku tidak tahu, bahwa seseorang telah mengikuti Asia-chan sejak awal? Ucap Naruto bertanya. " Yang harus kulakukan hanya memberi alasan gila pada Asia untuk mengecohmu dengan berpikir kalau aku tidak memperhatikanmu . Seperti " aku harus ke toilet" jawab Naruto. Yang membuat mata Raynare dan Asia melebar kaget ketika mereka ingat apa yang Naruto katakan saat ditaman hiburan "Sementara kau terus mengawasi Asia, aku berterima kasih karena membiarkannya bermain denganku sepanjang hari. Aku hanya perlu mencari tempat untuk membuat beberapa klon bayangan, satu untuk mengikutimu, yang kedua untuk diikuti, sedangkan klon ketiga bermain bersama Asia, sementara aku memberikan mereka perintah dari bayang-bayang." Lanjut Naruto menjelaskan. Sebelum menoleh pada Asia "jangan khawatir Asia-chan, mereka salinan langsung dariku. jadi pada dasarnya kami satu. Yang berarti kita bersama-sama sepanjang hari dengan satu cara atau yang lainnya" kata Naruto pada Asia.
Asia hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Senang karena Naruto baik-baik saja.
"Sekarang, apa yang harus aku lakukan padamu" tanya Naruto melihat malaikat jatuh yang menelan ludah dengan gugup saat dia melihat seringai jahat diwajah Naruto.
Naruto menghela nafas setelah menutup pintu gudang bawah tanah di belakangnya. Meninggalkan Raynare yang sudah dirantai dalam gudang.
Jika dia dalam perbudakan kenapa tidak ikut bermain juga.
Baru saja mengetahui berbagai macam hal tentang dunia supranatural, terutama tentang tiga fraksi menggangu hidup lebih dari ribuan tahun, dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang keberadaan mereka. Ketiga kubu yang memiliki penghuni dalam jumlah besar didalamnya,
Namun dia tidak tahu apa-apa tentang mereka, Raynare telah memberitahukan segalanya. Setelah mendengar beberapa kata ancaman darinya, yang dia pelajari langsung dari pengguna ular sexy Konoha. Masalah sebenarnya dia harus menangani malaikat jatuh dan Stray exorcists yang tinggal dan bersembunyi digereja tua yang ditinggalkan dikota ini. Selama mereka masih ada disini, Asia dan para penduduk kota masih berada dalam bahaya. Untuk berjaga-jaga Dia juga telah menyandra Raynare jika mereka cukup peduli padanya. Naruto yakin mereka akan datang untuk menyelamatkan Raynare dan membawa Asia kembali dengan segera.
Naruto berhenti didepan pintu kamar Asia, dia membuka pintunya sedikit untuk melihat Asia tertidur dengan nyenyak diatas kasur. Naruto menutup pintu sepelan mungkin. Asia telah menjalani hari yang melelahkan dan Naruto tidak ingin membangunkannya.
Karena mulai hari, Asia akan tinggal bersamanya. Seratus tahun mungkin adalah waktu yang panjang bagi manusia, tapi tidak untuk Naruto, karena baginya itu hanya sekejap, selama sisa hidupnya yang abadi.
Tapi dia telah berjanji pada Asia kalau dia akan melindunginya dan membawanya dalam pelukannya dan Naruto tidak pernah melanggar janjinya. dengan pemikiran itu, Naruto masuk kamarnya membuka lemari pakaiannya. Mencari sesuatu. setelah menemukan benda yang dia cari Naruto mengeluarkan sebuah gulungan orange kecil. Sesuatu yang sudah lama tidak dia gunakan. Dia harus melakukan sesuatu malam ini, dan dia akan memastikan kalau dia melakukannya dengan benar.
"Semua orang siap?" Kata Rias pada anggota pereage nya, yang mengangguk padanya percaya diri, telah mempersiapkan diri untuk misi mereka malam ini.
Issei kembali ke ruang klub dengan wajah pucat, dia mengatakan telah menghadapi Stray exorcists yang sudah membunuh kliennya, hanya karena dia berhubungan dengan Iblis. Rias tidak bisa mengabaikan pelanggaran ini lebih lanjut.
Dia sudah tahu tentang kelompok Stray exorcists dan malaikat jatuh yang membuat basis operasi digereja tua memutuskan untuk tidak menyerang mereka sembarangan. Atau melakukan sesuatu yang sembrono yang akan membuat perang kembali pecah antara ketiga fraksi, tapi setelah mendengar bahwa Stray exorcists mengancam dan melukai salah satu Pereage nya, dia telah melaporkan hal ini pada kakaknya dan setelah proses perbincangan panjang antara, kakaknya pemimpin iblis dengan pemimpin grigori Azazel dan pemimpin surga Michael. Dia akhirnya mendapat izin untuk menangani mereka dengan cara apapun yang dia inginkan.
Dia dan semua anggota pereage nya telah berteleport didepan pintu gereja tua tak terpakai dan segera mereka merasakan sesuatu yang salah.
Bau darah tercium di udara,
Rias melihat ratunya Akeno dengan tatapan bingung, Rias segera menyiapkan power of Destruction Miliknya dan anggota pereage nya mempersiapkan diri untuk siap bertempur. Rias dan Pereage nya memasuki gereja dengan perlahan. Ketika mereka membuka pintunya mereka semua terkejut dengan pemandangan yang tersaji di dihadapan mereka, bahkan membuat Issei langsung muntah.
Bagian-bagian tubuh tersebar dimana-mana, seperti tubuh tanpa kepala tepat dihadapan mereka. Darah telah menyebar dimana-mana, dilantai, dijendela dan didinding bahkan di langit-langit. Tidak ada yang selamat dari adegan berdarah itu, sementara kiba membantu Issei pulih, Rias dengan Akeno dan koneko menyebar mencari sesuatu atau apapun. Dan mereka tidak menemukan apa-apa.
"Bunchou, semuanya." Kata Akeno memanggil.
Rias berjalan cepat menuju ke arah Akeno, sedangkan Koneko mengikuti di sampingnya disusul Kiba memapah Issei dibelakang. Tampak sangat pucat. Dia tidak bisa menyalahkannya karena baru pertama kalinya melihat pemandangan dari pembantaian disini. Dan semua ini Akan menghantuinya selamanya.
"Akeno, ada apa?" Rias bertanya pada Akeno, yang tiba-tiba mematung ditempat.
"Lihatlah" jawab Akeno menunjuk kearah dinding.
Mengikuti arah yang ditunjuk Akeno, membuat mata Rias melebar terkejut. Ketika melihat apa yang ditunjuknya.
"Siapa pun yang melakukan ini, dia telah memastikan untuk mengirim pesan khusus kepada mereka yang disurga" Rias mengatakan pada para Pereage nya.
Tergantung didinding dengan gaya salib, adalah malaikat jatuh yang beberapa hari yang lalu menyerang Issei. Sayapnya di robek dari punggungnya tergeletak dilantai tepat dibawah kakinya. Wajahnya tidak bernyawa, tapi Rias bisa dengan jelas melihat ketakutan yang tertinggal diwajah malaikat jatuh itu.
Rias memicingkan matanya melihat benda yang membuat pria itu tergantung didinding.
Itu adalah kunai.
Tsudzukeru
Catatan: aku memilih menggunakan lilith(Asami lilith, dari anime Triniti seven) sebagai kakak perempuan Rias bukan femSirzecht.
