Happy Reading ^^

.

.

.

Semenjak kejadian seminggu yang lalu dirumah Chanyeol, Baekhyun menjadi senang membuntuti Chanyeol. Kemanapun lelaki itu pergi, di sekolah sampai di rumah pasti Baekhyun selalu berada bersama Chanyeol.

Awalnya memang Chanyeol mengira ini hal wajar karna Baekhyun adalah kekasihnya, maka ia tidak melarang Baekhyun untuk bersama dengannya. Tapi semakin lama Chanyeol merasa bahwa kekasih mungilnya itu sedikit berlebihan.

Disaat Chanyeol berinteraksi dengan temannya yang kebetulan seorang gadis maka Baekhyun akan dengan sengaja memarahi gadis itu, padahal chanyeol membicarakan tugas pelajaran.

"Chanyeol, apa kau bisa membantuku mengerjakan soal yang ini? Aku masih tidak mengerti." Ucap Luhan, salah satu teman Chanyeol yang kebetulan duduk berseberangan dengannya.

"Eo, jadi ini begini..." Chanyeol menjelaskan tentang soal yang ditanyakan Luhan dengan bersemangat.

Karna memang Chanyeol pandai dalam pelajaran ini dan dia bisa membantu temannya jelas dia merasa senang.

Tetapi tanpa disadari oleh mereka Baekhyun meremas buku pelajarannya sampai buku itu terlihat sangat kusut, lalu Baekhyun menghampiri Chanyeol dan Luhan. Baekhyun langsung mengambil posisi ditengah.

"Kalian sedang apa?" Tanya Baekhyun dengan nada kesal.

"oh, Baek. Aku membatu Luhan mengerjakan ini." Chanyeol menjawab sambil menunjukkan buku Luhan kepada Baekhyun dan Luhan tersenyum.

"Soal seperti ini saja tidak bisa. Sini biar aku saja yang membantunya." Baekhyun dengan segera mengambil alih buku Luhan, kemudian menatap gadis didepannya itu dengan pandangan 'jangan modus kepada kekasihku' yang membuat Luhan bergidik ngeri.

"Bagaimana bisa lulus kalau soal seperti ini saja kau tidak bisa, Lu." Baekhyun sengaja memberi penekanan disetiap kalimat dan tentu saja dengan mata yang menatap tajam ke arah Luhan. Luhan mendengus.

"Baekhyun, Luhan hanya meminta bantuan. Seharusnya kau tidak bicara seperti itu." Baekhyun yang mendengar itu langsung mencebikkan mulutnya.

'Kau membelanya, Park Chanyeol?!'

"Baek, aku tidak menyuruhmu untuk membantuku. Aku menyuruh-"

"Chanyeol?" Baekhyun memotong ucapan Luhan lalu menyeringai.

"lalu apa bedanya jika aku yang membantumu? Kau jadi tidak bisa menggoda Chanyeol, begitu?" Luhan menggeleng gelengkan kepalanya. Sikap Baekhyun benar benar kelewatan, dia bukan gadis penggoda.

"Ya! jika kau tidak ingin membantuku aku tidak masalah. Tapi jangan mengataiku seperti itu .hyun!"

Luhan berdiri lalu mengambil bukunya yang dipegang Baekhyun dengan kasar kemudian kembali ke tempat duduknya.

Sementara itu Chanyeol memandang Baekhyun dengan tatapan kecewa. Baekhyun balik menatapnya dan dibarengi dengan senyuman imutnya. Biasanya Chanyeol akan terpesona tapi tidak untuk kali ini.

"Kita perlu bicara .hyun!" Chanyeol berucap penuh penekanan dan sedikit membentak, Baekhyun saja sampai kaget.

.

.

.

Dan disinilah mereka, di atap sekolah. Tempat yang biasa digunakan Chanyeol dan Baekhyun berduaan. Biasanya mereka akan bermesra mesaraan disini. Tapi sepertinya tidak untuk saat ini, mungkin tempat ini akan menjadi pelampiasan kemarahan Chanyeol terhadap Baekhyun.

"Aku kecewa padamu, Baekhyun." Chanyeol memandang kekasihnya dengan wajah kesal. "Apa kau sadar kau telah berbuat tidak baik pada Luhan? kau tau dia hanya meminta bantuanku untuk mengerjakan soal bukan lebih." Chanyeol memijit pelipisnya, Baekhyun ingin membelai pipi Chanyeol namun lelaki itu menepisnya. Baekhyun merengut.

"Aku kecewa padamu. Kau kekanakan." Chanyeol menunjuk nunjuk ke arah kepala Baekhyun sambil sesekali menyentilnya.

"A-aku kan..."

"Kau kekanakan, Baek." Chanyeol menyandarkan punggungnya pada tembok sambil menatap Baekhyun yang menunduk sambil memainkan kemejanya. Chanyeol sedikit menyesal telah memarahi baekhyun habis habisan, tapi mau bagaimana lagi hari ini Baekhyun memang keterlaluan.

"A-aku minta maaf hikss.. Aku minta maaf Chanyeol.." Mata Baekhyun memerah karna sedari tadi dia menahan tangis.

Jujur Baekhyun juga sangat tidak suka dengan sikap Chanyeol, dia begini kan karna tidak ingin kehilangan Chanyeol. 'Pokoknya Chanyeol itu miliku' batinnya.

Chanyeol menghela napas.

"Minta maaf saja kepada Luhan, kurasa dia adalah pihak yang dirugikan dalam hal ini." Ucap Chanyeol santai lalu menghampiri Baekhyun yang tengah menangis. Diusapnya mata berair Baekhyun.

"Aku tidak suka saat kau menangis. Kau kelihatan jelek dan... tidak sexy"

"Ta-tapi aku masih kekasihmu kan?" Baekhyun menatap Chanyeol dengan tatapan polosnya, Chanyeol sebenarnya ingin sekali menyerang Baehyun sekarang tapi karna dia masih memiliki etika dia harus bisa menahannya.

'Apa enaknya melakukan itu di atap sekolah kalau aku masih punya tempat yang lebih nyaman' batin Chanyeol sambil menyeringai.

"Tentu saja. Mana mungkin aku memutuskan orang yang telah memberikan kegadisannya padaku begitu saja. Aku ini gentleman, Baek."

Baekhyun berkaca kaca mendengar itu. Ternyata Chanyeol tidak mempermainkannya.

"Chanyeol, aku ingin dicium"

Ha?

"A-apa?!"

"Cium aku Chan" Baekhyun merengek sambil menarik narik lengan Chanyeol. Chanyeol sih mau mau saja toh dia tidak akan rugi sama sekali, bibir Baekhyun kan manis.

"Tidak." Chanyeol menolak dengan gaya sok angkuh. Baekhyun mencebikkan mulutnya dan menatap Chanyeol tidak percaya. 'Biasanya tanpa ku suruh pun kau akan melumat bibirku dengan rakus. isshh menyebalkan'

Chanyeol yang melihat tingkah lucu Baekhyun hanya mampu menahan tawa.

"Apa kau ingin aku melumat bibirmu, bahkan aku juga akan memasukkan penisku kelubangmu."

Baekhyun yang mendengar perkataan Chanyeol langsung mengangguk penuh semangat dan jangan lupakan matanya yang berbinar.

"Baiklah, tapi ada syaratnya."

"Apa?" Baekhyun menjawab dengan antusias.

"Kau harus meminta maaf kepada Luhan" dan seketika Baekhyun menjadi kesal. Lagi lagi Luhan.

"Bagaimana, Baek?"

Baekhyun menimbang nimbang perkataan Chanyeol. Jika dia tidak meminta maaf kepada Luhan maka dia tidak mendapatkan ciuman dan sentuhan Chanyeol.

Tapi jika dia meminta maaf, Baekhyun sama saja merendahkan dirinya dihadapan Luhan. Membayangkan wajah Luhan saat dia merengek meminta maaf kepada gadis itu saja sudah membuat Baekhyun frustasi.

'aku bisa kehilangan harga diriku kalau begini'.

.

.

.

Hari sudah mulai gelap dan sekolah pun telah usai beberapa menit yang lalu. Siswa siswi berhamburan keluar dari area sekolah, mereka tampak senang karena pelajaran sudah usai dan sekarang waktunya untuk beristirahat dirumah.

Tapi hal itu tidak berlaku untuk Byun Baekhyun. Baekhyun akhirnya menyetujui saran kekasihnya untuk meminta maaf kepada Luhan. Dan Chanyeol sudah pulang duluan dia beralasan tidak mau memaafkan Baekhyun jika belum mendapat maaf dari Luhan.

"Ya,, kemana Luhan. Sudah hampir lima belas menit aku berdiri seperti orang bodoh disini." Gerutu Baekhyun saat menunggu Luhan tapi sudah menunggu lama Luhan tidak muncul muncul juga.

"Apa aku batalkan saja."

"Tidak! nanti Chanyeol tidak mau menciumku"

Dan akhirnya Baekhyun menunggu Luhan. Untung saja Luhan mulai terlihat batang hidungnya, segera saja Baekhyun menghampiri Luhan.

"Luhan." Baekhyun berteriak sambil berlari menghampiri Luhan. Luhan berhenti dan memandang tajam ke arah Baekhyun.

"Ada apa lagi?" tanya Luhan dengan nada kesal.

"Aku,, aku mau meminta maaf padamu, Lu."

"Kau,, meminta maaf?" Luhan memandang Baekhyun tidak percaya.

"aku meminta maaf karna telah mengataimu gadis penggoda. Aku tau aku keterlaluan, aku begitu karna aku takut kau akan mengambil kekasihku."

"ha? Chanyeol. Kekasihmu?" Luhan membulatkan matanya saat mendengar perkataan Baekhyun barusan. Pantas saja sikap Baekhyun begitu.

"Iya, kami menjalin hubungan seminggu yang lalu."

"a-ahh Baek, aku tidak tau kalau kau dan Chanyeol..."

"Tidak apa apa, Lu. Maafkan aku ya karna bersikap buruk padamu. Aku menyesal."

"tidak Baek. Aku yang salah. Jika saja aku tau kau dan Chanyeol berpacaran maka aku tidak akan meminta bantuan padanya. Maafkan aku, Baek."

"Tidak, Lu. Aku yang keterlaluan. Aku sungguh menyesal."

"Baek, sebenarnya itu wajar. Kau bersikap begitu karna kau mencintai Chanyeol kan?" Baekhyun mengangguk. Ternyata Luhan mengerti perasaannya, dia jadi semakin bersalah telah mengatai Luhan gadis penggoda.

"Jadi, kau memaafkanku?"

"Tentu saja, Baek"

"Terimakasih, Lu." Baekhyun memeluk Luhan erat. Awalnya Luhan kaget tapi setelah itu dia membalas pelukan Baekhyun.

Baekhyun melepas pelukannya. "Mulai sekarang kita berteman" lalu menyodorkan kelingkingnya ke arah Luhan. Luhan bingung.

"Apa?"

"Ayo kemarikan kelingkingmu."

Luhan mengangkat kelingkingnya ke arah Baekhyun. Kemudian Baekhyun menautkan kelingkingnya dengan Luhan lalu mereka tersenyum.

.

.

.

.

.

"Angghh,, Yeolhh.."

Chanyeol benar benar menepati janjinya. Setelah Baekhyun mendapat maaf dari Luhan maka dia akan mencumbu Baekhyun.

"Baek, Lubangmu nikmat sekali ahh"

"Bergerak lebih cepat yeolhh... mmmh"

"Ahh.. ahhh.. ahh.. yeolhh.."

Chanyeol semakin bersemangat memaju mundurkan penisnya saat mendengar desahan Baekhyun. Chanyeol benar benar menyerang Baekhyun seperti binatang buas.

"Sepertinya lima ronde tidak akan cukup untuk hari ini, sayang" Chanyeol berucap sambil meremas dada Baekhyun dengan tempo cepat.

"Uh,, ye-yeolhh... aku lelahhh.."

Chanyeol tidak menghiraukan ucapan Baekhyun dan sekarang malah membalikkan tubuh Baekhyun sehingga kekasih mungilnya itu tengkurap. Dirabanya punggung lalu turun ke pantat sintal Bekhyun kemudian diremasnya dengan kasar.

"Ahhh... mmmmhh"

"Menungging, Baek."

"Uh? Kau belum selesai?" Baekhyun menungging lalu menoleh kebelakang, melihat Chanyeol yang sedang mencoba memasukkan penisnya yang kembali tegang ke dalam lubangnya.

"Satu atau tiga ronde lagi mungkin" Ucap Chanyeol santai sambil menyeringai. Baekhyun membulatkan matanya saat penis Chanyeol memasuki lubangnya -lagi-.

"Y-ya! Park Chanyeolhhh!"

.

.

.

.

.

FIN

.

Ada yang menginginkan sequel? Maaf kalau nggak hot ya, otakku hanya mampu segini /? wkwk

.

RnR? ^^