Ch. 2
=== SKY OF LOVE ===
HUNKAI
With
Kim Jinhwan (iKon)
Kim Hanbin (iKon)
Kim Joonmyeon
Kim Moonkyu (hotshoot)
Yunho (TVXQ)
Mark (GOT7)
Wang Jackson (GOT7)
Dan mungkin tambahan lainnya nanti
=== SKY OF LOVE ===
Untuk kesekian kalinya jongin menguap, ia tak tertarik sama sekali dengan penjelasan Hanbin tentang sejarah korea didepan sana, yang ada jongin mengantuk mendengarnya. Ia merebahkan kepalanya dimeja, menatap langit dari tempatnya sekarang dan tersenyum melihat langit tak berawan hari ini, benar-benar biru.
Ia mengambil ponselnya, dan diam-diam mengambil gambar langit dengan kamera ponselnya lalu secepatnya menyembunyikannya sebelum gurunya melihat apa yang dilakukannya. Ia merasa mengantuk, pelajaran sejarah sama saja mendongeng baginya, dia bahkan sudah membaca kisah-kisah kerajaan korea berulang kali dan sudah mengingatnya diluar kepala. Meskipun nilai-nilai jongin buruk, dia tidak benar-benar bodoh sebenarnya, Hanbin dan Mark tau betul bahwa jongin jauh lebih pintar dari mereka.
Ia menolehkan kepalanya kearah mark, sudut bibirnya terangkat melihat mark menundukkan kepalanya dan asyik bermain ponsel, mungkin jackson sudah mulai bertindak mendekatinya, baiklah jackson cukup baik kelihatannya, atau mungkin jongin berpikir seperti itu karena jackson teman sehun? Entahlah.
Jongin mengeluarkan sebuah kertas dari laci mejanya dan menatapnya lama, selama ini dia hanya diam dan tak menunjukan usahanya untuk mendekati sehun, apa keputusannya sekarang benar?
"yah.. setidaknya harus kucoba... i'm sorry dad"
=== SKY OF LOVE ===
Jongin pernah sangat menyukai dance, bahkan hingga sekarang, ia menghabiskan masa kecilnya di studio dance ibunya, menari setiap ibunya memainkan musik. Ayahnya tak pernah menyukainya menari, padahal ibunya sangat suka melihatnya menari. Jongin tidak tau apa yang membuat ayahnya begitu tak menyukai hobinya.
Jongin bisa saja mengabaikannya dan melanjutkan bakat menarinya, tapi meskipun jongin anak yang bandel ia masih memiliki rasa hormat pada ayahnya. walaupun ayahnya sudah terlalu sering mengabaikannya, dan sekarang jongin mungkin akan membuat ayahnya marah lagi.
Ia mendudukkan dirinya di sebuah kursi panjang dan menatap pantulan dirinya pada kaca didepannya, rasanya sudah agak lama jongin tak mengunjungi tempat seperti ini, ruangan yang penuh kaca, musik, dan liukkan-liukkan tubuh yang mengagumkan, jongin rindu perasaan bahagia saat ia menyatu dengan musik.
Sudah berapa lama ia tak menari? Mungkin dua tahun, ia rasa tubuhnya sudah sekaku kayu sekarang, ia harus mengulangnya dari nol lagi tapi yang menjadi fokusnya saat ini adalah ia harus bisa memikat senior-seniornya dengan tariannya agar ia bisa bergabung di klub dance.
"kau sudah menunggu lama?"
Sebuah suara menginterupsinya, ia menoleh dan melihat tiga orang seniornya baru saja masuk, ia sedikit terkejut mendapati sehun bersama mereka.
"ah, tidak...aku baru saja datang"
Sebisa mungkin jongin berusaha tidak gugup, bukan karena senior-seniornya, tapi karena sehun yang memperhatikannya sekarang, ia adalah satu-satunya objek yang dilihat oleh senior-seniornya dan sehun, jadi jongin rasa ia tidak boleh terlihat gugup atau itu bisa mempermalukannya.
"duduklah"
Jongin menurut dan duduk di hadapan keempat orang itu, mencoba bersikap biasa meskipun sungguh dadanya bedebar sangat keras sekarang, sehun tengat menatapnya dan itu adalah hal yang tidak jongin perkirakan sebelumnya.
"jadi… kau sudah memasuki semester dua tapi kenapa baru mendaftar?"
Jongin sudah mengira pertanyaan seperti itu akan terlontar dari mulut ketua klub dance ini, tapi ia sendiri tidak menyiapkan jawabannya
"entahlah, tiba-tiba saja aku ingin bergabung" jawabnya seadanya
"kau tau tidak mudah bergabung dengan klub kami bukan? Meskipun kau memiliki keinginan yang kuat, jika kau tidak ada bakat kau tidak bisa bergabung dengan kami"
"aku tau… "
"baiklah, silahkan tunjukan kemampuanmu"
Jongin mengangguk, ia memutar musiknya dan ketika music sudah mulai ia sedikit terkejut . bukan lagu ini yang akan ia pakai, jongin tak menyiapkan koreografi apapun selain dengan lagu yang ia siapkan, tubuhnya masih diam, jongin tidak tau mengapa musiknya bisa berubah seperti ini.
"sehun menggantinya tadi, kami ingin lihat kemampuan terbaikmu tanpa harus persiapan"
Jongin tidak melihat kalau sehun menggantinya tadi, karena terlalu gugup ia tidak menoleh kearah sehun sedikitpun tadi. Jongin memejamkan matanya, melakukan seperti yang dulu ia lakukan sebelum tampil dengan tariannya.
'yang menari bukan tubuhmu, tapi jiwamu jongin'
Jongin tersenyum mengingat pesan itu, dan tanpa ia pikirkan sebelumnya tubuhnya mulai bergerak, mengikuti alunan lagu yang sudah berputar selama setengah menit itu, tidak ada yang ia lihat, entah itu senior-seniornya atau sehun, pikirannya benar-benar kosong, hanya tubuhnya yang meliuk indah, dan tanpa menyadari bahwa mereka berdecak kagum dengan tarian lembut yang jongin bawakan.
=== SKY OF LOVE ===
Deru nafas terdengar jelas diruangan kosong itu, meskipun membuat tenaganya terkuras, jongin tetap bahagia. Perasaan yang dirindukannya akhirnya bisa ia rasakan lagi, pikirannya benar-benar kosong saat tubuhnya mulai bergerak, ia hanya mendengar alunan music dan melupakan segalanya, bahkan ia lupa bahwa tangannya masih diperban.
Meskipun ia tidak tau apakah tariannya seindah dulu atau tidak, ia cukup puas dengan respon yang diberikan senior-seniornya, dan bisa bergabung dengan klub dance, melupakan tujuan awalnya, jongin benar-benar bernostalgia dengan kenangan lamanya. Ia benar-benar tak menyangka tubuhnya masih mengingat dengan baik bagaimana caranya menyatu dengan music dan jiwanya.
Jongin menatap pantulan dirinya di kaca, ia melihat dirinya dimasa lalu, dirinya yang sudah lama ia abaikan demi ayahnya.
"welcome back, kai"
=== SKY OF LOVE ===
Rumahnya kosong begitu sehun sampai, sepi seperti biasa. Dan sehun juga tidak terlalu ambil pusing menanyakan dimana orang tuanya, ia sudah cukup tau. Sehun merebahkan tubuhnya dikasur dan beristirahat sejenak, kemudian ia kembali mengambil tas yang ia taruh tadi dan mengambil handycamnya, menyalakannya dan memutar rekaman yang ia ambil sebagai dokumentasi klub.
Ia bersandar, memperhatikan dengan serius bagaimana tubuh itu meliuk tanpa beban dan terlihat bebas meski tangannya dililit perban, sehun tak pernah melihat seseorang menari sehebat ini, hanya dengan sekejap tanpa persiapan, pemuda bernama kim jongin itu membuatnya dan senior-seniornya kagum dengan pertunjukan singkat itu.
Meskipun sehun sudah banyak melihat orang lain menari dengan baik, tapi entah mengapa apa yang ia lihat dari jongin berbeda. Sehun merasa seperti ditarik kedalam pesonanya, tanpa ia sadari.
"kenapa kau yang membuatku tertarik? Kim jongin"
=== SKY OF LOVE ===
Joonmyun, jinhwan dan moonkyu terduduk diam didepan ayah mereka, namun mata mereka tak lepas dari sosok yang duduk disampingnya, mereka sudah seperti ini sejak beberapa menit yang lalu, tak merespon perkataan yunho bahwa luhan akan tinggal bersama mereka dan menjadi saudara angkat mereka.
Terlebih, sebagai anak tertua biasanya joonmyun yang akan mewakili adik-adiknya bicara, kali inipun ia diam, tak tau harus berkata apa. Joonmyeon tak pernah mendengar bawa ayahnya akan mengangkat seorang anak, padahal ayahnya sudah memiliki empat anak laki-laki dan joonmyun rasa tidak ada yang kurang dari diri mereka sebagai keturunan kim.
"joonmyun, kau mendengar ayah?"
Joonmyeon mengangguk, tapi tak kunjung bersuara, moonkyu dan jinhwan juga diam, mereka hanya saling pandang tanpa mengeluarkan suara protes, luhan juga masih diam, tak berani bersuara melihat suasana yang kaku seperti ini, apakah memang seperti ini interaksi ayahnya dengan anak-anaknya ini? Atau mereka seperti ini karena kehadirannya?.
"moonkyu, dia seumuran denganmu dan dia juga akan bersekolah ditempatmu, kau bisa harus membantunya beradaptasi"
Moonkyu tak menjawab, lagi-lagi seperti yang joonmyun rasakan, ia sangat terkejut sekarang.
"luhan, ada satu lagi putra ayah yang belum kau lihat, ayah harap kalian bisa menjadi saudara yang baik"
Bahkan mengenalnya saja tidak dan tiba – tiba menjadi saudara, jinhwan mengalihkan pandangannya keluar jendela, moodnya benar-benar memburuk, apalagi memikirkan reaksi apa yang akan jongin perlihatkan nantinya, saat ini entah mengapa yang ia pikirkan adalah jongin, bukan bagaimana caranya mengakrabkan diri dengan luhan sebagai saudara barunya. Dan ia rasa joonmyun dan moonkyu berpikiran sama dengannya.
=== SKY OF LOVE ===
Hanbin bergidig ngeri melihat mark tersenyum – senyum sendiri melihat ponselnya, entah apa yang membuat temannya yang pendiam ini menjadi begitu ekspresif sejak kemarin, hanbin takut mark sudah gila, ia tidak ingin berteman dengan orang gila.
"ya! Jangan terus-terusan tersenyum sendiri seperti itu, sungguh kau membuatku takut"
Mark mengangkat kepalanya dan menatap hanbin tak mengerti
"apa yang salah?" tanyanya
"kau! Apa yang membuatmu tiba-tiba ekspesif seperti ini eoh?"
Mark tergagap, sadar kalau hanbin memperhatikan sikap anehnya, ia sendiri tak menyadari apa yang ia lakukan sejak tadi, ia hanya asyik berkirim pesan dengan Jackson dan terhibur dengan candaan-candaan konyolnya.
"tidak, tidak ada"
hanbin mengernyitkan keningnya, tak percaya begitu saja apalagi melihat sikap gugup mark yang tak biasa, hanbin merasa ada sesuatu yang disembunyikan darinya.
"terserahlah, ah.. kenapa jongin belum datang?"
Keluhnya, mereka janjian bertemu di pinggir sungai han, dan sudah lima belas menit sejak waktu yang dijanjikan tapi jongin belum muncul juga. Mark tiba-tiba meringis menyadari sesuatu.
"ah.. maaf, aku baru ingat, jongin bilang ia tidak bisa datang karena ayahnya"
"kenapa baru mengatakannya?!"
=== SKY OF LOVE ===
Anak angkat, bahkan jongin merasa perhatian ayahnya untuknya masih sangat kurang dan sekarang ayahnya membawa laki-laki asing yang menjadi saudara angkatnya, entah reaksi apa yang harus jongin berikan sekarang, ia hanya terdiam dengan mata memandang luhan, joonmyun, jinhwan, ataupun moonkyu juga tak menjelaskan apapun, mereka hanya diam .
"ayah tau ini pasti sangat mengejutkanmu, tapi perlakukanlah luhan dengan baik"
"ayah…"
Panggil jongin tiba-tiba, pandangannya beralih pada yunho dan menatapnya, Sementara ketiga hyungnya menunggu apa yang akan jongin bicarakan pada ayah mereka.
"apa ayah sudah memiliki banyak waktu sekarang?"
Yunho terdiam, ia tau jongin belum selesai bertanya
"seberapa banyak waktu luang yang ayah punya sekarang? Bahkan ayah jarang memiliki waktu untuk kami dan sekarang… sekarang ayah menambah beban baru lagi?"
Luhan tersentak mendengar ucapan kasar jongin, begitupun ketiga hyungnya dan yunho
"jongin! Jaga bicaramu"
"jika ayah memiliki waktu sebanyak itu, akan lebih baik ayah gunakan untuk memperhatikan kami, bukan malah membawa orang asing kedalam keluarga kita!"
Yunho mengangkat tangannya tanpa sadar, hampir menampar jongin. Yunho terlalu kaget mendengar ucapan kasar darinya, ia tidak menyangka bahwa jongin akan memberi reaksi keras seperti ini, ia pikir setelah melihat ketiga anaknya yang lain jongin juga akan menerimanya, meskipun yunho tau bahwa hal seperti ini mungkin saja terjadi.
"luhan bukan orang asing, jongin"
Ucap yunho setelah ia menurunkan tangannya, dan menatap jongin seolah meminta pengertian, tapi yang ia lihat mata jongin memerah mencoba menahan amarah yang juga berkumpul dihatinya.
"terserah"
Ucap jongin, sebelum akhirnya ia beranjak tanpa memberi salam padanya
"jongin!"
Moonkyu segera beranjak menyusul jongin, ia tidak ingin jongin melakukan hal buruk atau berkelahi lagi untuk menuntaskan amarahnya. Yang tertinggal disana hanya kebisuan, tak ada yang bersuara lagi, jinhwan yang hendak menyusul jongin pun urung karena sudah ada moonkyu, ia hanya diam sekarang.
=== SKY OF LOVE ===
Jongin memejamkan matanya, merasakan angin yang membelai wajahnya, ia sedang berusaha menenangkan hatinya yang bergejolak sekarang, ia bisa saja melampiaskannya dengan berkelahi lagi, tapi janjinya pada ketiga hyungnya tak bisa ia ingkari begitu saja. Ia menolak ditemani moonkyu, ia tau moonkyu dan kedua hyungnya yang lain mengkhawatirkannya sekarang, tapi ia tak ingin siapapun berbicara mengenai luhan atau siapapun itu namanya.
Sudah berapa jam ia di tempat itu, ia tak peduli, toh ayahnya tak akan mengkhawatirkannya, bahkan sekalipun ia menghilang, ia yakin itu.
"ah, kim jongin?"
Ia membuka matanya mendengar suaranya dipanggil dan menoleh, sedikit terkejut mendapati sehun berada tak jauh darinya dengan tangan memegang plastic. Sehun beranjak mendekat dan tanpa permisi duduk disebelahnya.
"kim jongin, benarkan?"
Tanyanya memastikan, jongin hanya mengangguk, ia tengah sibuk menenangkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak dengan kencang itu, ia tidak mengira bertemu tanpa sengaja dengan sehun sekarang bahkan sehun duduk disampingnya.
"apa yang kau lakukan disini?"
Tanya sehun lagi
"hanya… hanya sedang ingin saja…dan kau?"
Sehun mengangkat plastiknya dan tersenyum
"membeli beberapa cemilan"
Jongin mengangguk, ia benar-benar merutuk sifatnya yang sulit membuat obrolan, ia tak tau harus mengatakan apalagi sekarang, ia belum terlalu mengenal sehun dengan baik dan baginya memelakukan kalau ia bertanya hal-hal yang menurutnya pribadi.
"ah, aku melihat rekamannya lagi"
Jongin menoleh, menampakkan wajah bertanyanya
"saat kau audisi kemarin, aku melihatnya lagi dan kau memang benar-benar hebat, aku tidak pernah melihat seseorang menari dengan jiwa seperti itu"
Perlahan bibirnya membentuk senyum mendengar pujian itu, sebagus itukah tariannya? Ia mengalihkan pandangannya kearah langit dan berterima kasih dalam hati kepada ibunya diatas sana, namun tiba-tiba ia malah teringat dengan ayahnya dan ayahnya mengingatkannya pada luhan, perasaan marahnya muncul lagi.
"mulai sekarang…bisakah kita menjadi teman?"
=== SKY OF LOVE ===
Jongin tidak tau apalagi yang akan ayahnya lakukan untuk membuatnya semakin marah, setelah mengambil keputusan sepihaknya kemarin sekarang ayahnya melakukannya lagi dengan membuat luhan sekamar dengannya, matanya tak lepas dari luhan yang berdiri didepannya, ia bahkan sudah membereskan barang-barangnya dan ada lemari baru juga di kamarnya yang jongin yakin itu milik luhan, jinhwan yang juga ada disana tak berani bicara, jongin saat marah adalah hal yang menyeamkan.
"apa kamar lain sudah menjadi gudang?"
Entah pertanyaan itu ditujukan untuk siapa, tapi ia tak melapaskan pandangannya dari luhan
"ayah hanya ingin kita sekamar"
Jongin mengehela nafasnya, lagi-lagi ayahnya
"aku tidak mau, dan keluar dari kamarku sekarang"
"jongin-"
Jinhwan hendak menyela tapi jongin keburu menyuruhnya untuk diam, jadi jinhwan tak berani bicara lagi, ayahnya pasti akan marah kalau sampai jongin menolak seperti ini.
"ini kamarku, dan aku berhak mengusirmu"
"aku tidak bisa"
Jongin menghela nafas, mencoba menenangkan hatinya dan otaknya sekarang, amaahnya sudah mengumpul dan ia bisa saja melampiaskannya seperti biasanya, tapi jinhwan ada disana. Ia tak berucap apapun saat tiba-tiba mengambil kopernya dan membuka lemarinya kemudian memasukkan baju-bajunya kedalam koper.
"jongin ah…" panggil jinhwan
"jika dia tidak keluar maka aku yang keluar"
"ayah akan marah padamu, jangan membuat dirimu dalam kesulitan!"
"aku tidak peduli hyung! Aku bahkan pernah merasakan tamparannya! Untuk apa aku takut?! Ayah bertindak semaunya maka akupun bisa!"
Jinhwan tersentak, baru kali ini jongin berteriak padanya, sekesal apapun jongin padanya ia tak pernah menaikkan nada suaranya, jongin memejamkan matanya, sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan.
"aku tidak peduli lagi hyung… ayah tak pernah peduli lagi padaku"
Ujarnya dengan pelan, ia melanjutkan mengemas bajunya dan buku-buku pelajarannya, luhan terdiam ditempatnya, ia tak berani menyela, bahkan jinhwan yang notabennya hyung jongin pun tak lepas dari amarahnya, ia tidak ingin membuat masalah lagi.
Setelah selesai, jongin segera keluar dari kamarnya, menyeret kopernya dengan kasar dan melewati jinhwan dan luhan begitu saja tanpa berkata apa-apa. Jinhwan menyusul dibelakangnya untuk mencegah jongin keluar dari rumahnya sendiri, ia berdiri didepan jongin, menghalangai langkahnya.
"menyingkirlah hyung"
"kita bisa bicarakan baik-baik dengan ayah"
"tidak akan ada yang berubah"
"kalau begitu pakailah kamarku saja, kau tidak perlu keluar dari rumah ini hanya karena masalah seperti ini, bagaimana dengan moonkyu hyung dan joon myun hyung? Tinggallah, hyung akan bicara lagi dengan ayah"
Jongin menatap jinhwan, ia tak tau harus bagaimana menghadapinya kalau jinhwan sudah berbicara seperti itu, ayahnya tak akan merubah keputusannya sekalipun jongin berlutut didepannya, jongin sudah tau jelas sifat ayahnya.
"tidak usah, aku akan tinggal… hyung tidak perlu menemui ayah"
Jinhwan menghela nafas lega, ia mengusap kepala jongin dan mengambil alih koper yang jongin bawa tadi kemudian membawanya kekamarnya sendiri.
=== SKY OF LOVE ===
TO BE CONTINUE
Hay, semua yang mungkin udah nunggu ff ini lanjut
Sorry banget gue telat updatenya
Gue gk bisa bilang apa-apa
Yang jelas gue makasih banget sama kalian yang udah review dan nge fav
Sorry gue gak bisa nyebutin satu-satu disini
#BOW
