Selamat datang di fic saya dengan judul…
Our Hearts Are Connected
-Chapter 2-
Pagi itu, sinar matahari menyongsong langit gelap Kerajaan Kuchiki. Kokokkan ayam menghapus kesunyian kerajaan tersebut. Di waktu yang sama pula, di rumah Soujirou…
Tok tok tok…
Soujirou yang sedang mengupas wortel untuk makan paginya, terkejut karena ada seseorang yang mengetuk pintu sepagi itu. Bayangkan saja, jam setengah 7! Soujirou membukakan pintu tersebut.
"Ya… EH?" kaget Kusaka. Jelas aja dia kaget karena, yang menjadi tamu dia sepagi ini adalah Kuchiki Rukia, sang putri kerajaan Kuchiki.
"Selamat pagi, Soujirou-san! Ada Ichigo-san?" Senyum Rukia.
Kusaka hanya melongo dengan perkataan Rukia itu. Setelah nunggu 10 detik, Rukia dipersilahkan masuk ke rumah Soujirou untuk menunggu Ichigo bangun. Setelah dipersilahkan, Rukia duduk di sofa yang sangat empuk dekat perapian. Hari itu sudah masuk musim gugur dan perapian pun dinyalakan.
"Putri Rukia… Silahkan anda tunggu di sini… Biarkan saya membangunkan Ichigo-kun dulu…" Ucap Soujirou. Rukia tersenyum dan menjawab…
"Tidak usah, Soujirou-san… Saya tidak mau merepotkan anda lebih dari ini… Biarkan dia tidur nyenyak! Dia baru sembuh dari lukanya kan?"
Kusaka mengangguk dan pergi mengambil minum untuk putrinya itu. Rukia memandangi photo-photo yang ada di ruangan tengah itu. Sesaat, dia melihat Toushirou kecil mirip seseorang yang ia kenal. Tapi, dia tidak begitu yakin. Setelah itu, dia melihat foto Soujirou yang menjadi seorang pengawal istana. Soujirou adalah mantan pengawal istana terbaik sekerajaan. Tapi, dia mengundurkan diri sekitar 6 bulan yang lalu karena, harus fokus ke sekolahnya yang sudah masuk semester akhir.
Kusaka datang membawakan secangkir teh panas dengan campuran madu. Rukia meminumnya dengan semangat dan merasakan enaknya minuman buatan Soujirou itu. Soujirou memang terkenal sebagai koki selain jadi swordman. Di balik ke gagahannya, dia adalah cowok serba bisa.
"Putri Rukia, sebentar lagi, Ichigo akan…" Ucap Soujirou dan Rukia langsung memotongnya.
"Soujirou-san! Sudah kubilang, panggil aku Rukia saja… Teralu formal jika dalam keadaan santai begini memakai kata-kata seperti itu! OK? Kusaka Soujirou!" Seru Rukia.
Soujirou mengangguk mengerti dan memanggil putrinya itu, "Baik, Rukia-san…"
Sesaat kemudian, ada yang membuka pintu kamar. Setelah dilihat, ternyata Ichigo lah yang keluar kamar. Muka Rukia langsung memerah karena melihat penampilan Ichigo yang baru bangun tidur itu. Kancing piyamanya kebuka 3 kancing, rambutnya pabalatak tidak rapih, mukanya yang masih watados itu. Rukia hampir pingsan di tempat kalau dia tidak mimisan saat itu.
"Rukia-san! Anda tidak apa?" Panik Soujirou. Jelas saja dia panik, orang sang putri mimisan hebat gara-gara melihat tubuh mulusnya Ichigo yang cukup 'berbentuk'. *Digaplok Ichigo*
"Ru… Rukia-hime? Ngapain putri seperti anda ada di sini?" Heran Ichigo. Rukia bangun dari mimisannya dan berdiri.
"Anu… Begini… Aku… Aku… Aku mau mengucapkan… Kalau saya turut senang atas kesembuhanmu, Ichigo!". Grogi Rukia.
Soujirou tahu akan perasaan Rukia, maka ia pergi meninggalkan mereka berdua di depan perapian. Setelah ditinggal, mereka hanya saling memandang, bukannya saling berbicara. Rukia mulai angkat bicara.
"Etoo… Kurosaki-san-"
"Ichigo saja cukup…" Balas Ichigo.
"Maaf, Ichigo-kun… Begini… Jika saya tidak sopan, saya ingin bertanya pada anda… Apakah anda, benar-benar anak dari keluarga Kurosaki?" Tanya malu Rukia.
Ichigo terkejut, tangannya mengepal, badannya gemetaran. Rukia tidak tahu apakah perkataannya itu membuat Ichigo ketakutan. Dia berusaha untuk menenangkan Ichigo dengan cara mengelus-eluskan kepalanya. Ichigo mengalihkan pandangannya ke mata Rukia. Terlihat mata yang indah dengan warna ungu.
Rukia berkata, "Ichigo-kun… Maafkan aku kalau aku bertanya seperti itu, tapi…"
"15 tahun yang lalu…" Ucap pelan Ichigo. Rukia kaget karena Ichigo mulai angkat bicara.
"… Lahirlah seorang anak laki-laki berambut oranye dari pasangan Kurosaki Isshin dan Kurosaki Misaki. Dan, anak itu diberi nama 'Kurosaki Ichigo'." Lanjut Ichigo. Kini raut mukanya begitu terlihat sedih.
Rukia hanya mengamatinya dengan muka yang tidak kalah bersimpati. Rukia menggenggam tangan Ichigo. Ichigo kembali melanjutkan ceritanya di hari yang sangat dingin itu.
"Sang ibu, Kurosaki Misaki meninggal 7 tahun yang lalu karena kecelakaan kereta kuda. Kereta kuda itu jatuh ke jurang yang dalam karena tanah longsor saat itu. Dia melindungi anak laki-lakinya yang bersamanya itu. Anaknya selamat, tetapi sang ibu tewas."
Rukia kaget karena apa yang menyebabkan Ibu Ichigo meninggal itu, karena dia melindungi Ichigo dari luka parah saat kecelakaan kereta kuda itu. Rukia hampir menangis mendengar cerita itu.
"… Ichigo-kun…"
"Setelah itu… sekitar setahun yang lalu, seorang janda dan kedua anak laki lakinya dari keluarga Thunderwitch datang dengan memohon bantuan dari kami. Ayahku memberikan salah satu mansionku pada mereka karena merasa prihatin. Ok, aku pun setujuh karena aku mempunyai 2 mansion (yang satu di luar negeri dan dihuni oleh kerabat keluarga Kurosaki), itu sangat lebih bagiku. Tetapi, saat ayahku dinas keluar kota… Kejadian itu terjadi!".
"Kejadian apa?"
"… Ibu tiriku, Cirucci Thunderwitch , menyiksaku bersama para anaknya, Ulquiora dan Grimmnjow. Mereka mulai dari memukul, menendang, melukai, dll… Dan ini…"
Ichigo membuka kemeja dia. Rukia melihat di punggung Ichigo ada bekas luka bakar. Rukia yang kaget, langsung menutup mulutnya karena takut akan luka yang seram itu.
"I… Ichigo-kun… I… Ini?"
"Maaf jika anda takut… Tapi, inilah hasil dari penganiyaan mereka padaku… Aku tidak melawan karena buat apa melawan jika kita tidak punya salah pada mereka? Akhirnya, aku disuruh-suruh oleh mereka mulai dari membersihkan mansion, mencuci baju, menyapu kamar, memakaikan baju pada mereka, hingga menjadi supir mereka. Maka, semenjak itu… Aku menyembunyikan nama Kurosaki dari kehidupanku… Begitulah, Ru…"
Sebelum selesai, Ichigo kaget melihat Rukia mengangis tersedu-sedu di sebelahnya. Ichigo panik dan heran karena seorang putri seperti dia mau menangis hanya untuk cerita dari rakyat biasa.
"Rukia-hime… Anda kenapa?" Tanya Ichigo.
Rukia menjawab, " Aku… Aku … Aku tidak menyangka, di rakyat di kerajaan kakakku yang damai, masih ada orang yang menderita sepertimu… Aku… Aku…".
Ichigo makin panik karena Rukia menangisnya menjadi-jadi. Ichigo bingung harus diapain Rukia agar tidak menangis lagi. Tiba-tiba, dia teringat sesuatu…
"Ini…" Ucap Ichigo sambil memberikan sebuah gelang.
Gelang itu berwarna pink dengan motif bunga-bunga. Rukia melihat terus ke arah gelang itu saat Ichigo memakaikannya. Rukia bertanya, "Ichigo-kun… Ini punya siapa?"
"Punyaku… Adik-adik kandungku membuatkan gelang ini saat mereka ke Negara Hana. Aku kaget karena mereka membelikannya warna pink. Sebenarnya, aku kurang suka ini… Tapi, aku terima saja dan membuat ini menjadi jimat yang selalu kubawa-bawa. Maaf ya kalau sedikit kotor!" Senyum Ichigo.
Tangisan Rukia berhenti setelah melihat gelang itu. Entah kenapa, setelah melihat gelang itu, hatinya langsung tenang. Dia langsung mengucapkan, "Terima kasih Ichigo-kun… Ini, sangat bagus! Terima kasih!".
"Sama-sama… Putri Rukia!" Jawab Ichigo sambil menundukan kepalanya dan memberi hormat ala prajurit pada Rukia.
-Mansion Ichigo-
Sang Ibu tiri, Curucci, mengumpulkan semua anak-anaknya bersama para pengawal-pengawal.
"Sekarang, Kurosaki Ichigo sudah tidak ada di rumah ini lagi! Sekarang, yang ada di rumah ini semua adalah milikku! Juga, kalian semua harus tunduk pada perintahku! Hahahahaha!" Tawa jahat sang Ibu Tiri.
Grimmjow, sang adik langsung berdiri dan memukul meja. Dia kesal karena ibunya seenaknya saja mengusir Ichigo dari rumah. Padahal, Ichigo adalah objek yang menjadi pelampiasan Grimmjow saat marah. Ichigo juga adalah rival terberat sang adik selain sang kakak, Ulquiorra. Grimmjow langsung mengajukan protesnya,
"Ibu, Kenapa kau harus mengusir Ichigo? Padahal, dia bisa kita suruh-suruh kan? Kenapa Ibu…"
Sang Ibu berdiri dari kursinya, "Apa maksudmu, Grimn? Jadi kau sekarang mihak orang itu? Kamu tahu kan, Ibu sangat sebal ama orang itu?".
"Aku tahu bu! Tapi, kenapa kau gak mikirin kita? Kamu tahu kan, Ichigo adalah orang yang membuat semua apa yang kita perlukan? Yang menjadi objek pelampiasan kita saat kesal? Sekarang, kamu malah mengusirnya? Nanti siapa yang akan menjadi rival bertarungku, HAH?"
"Ibu gak peduli! Sekarang yang ngatur itu Ibu semua! Tidak ada lagi yang berhak mengatur! Sekarang, aku ingin kepala Kurosaki Ichigo ada di tanganku. Bawalah kepala dia kesini, Grimmjow!"
Grimmjow terkejut dengan perkataan ibunya itu. Sang ibu ingin dia membunuh Ichigo oleh tangan dia sendiri. Grimmjow tersenyum jahat dan tertawa puas.
"HAHAHAHA! Baiklah jika itu keinginan ibu sekarang! Aku akan melaksanakannya jika harus membunuh Ichigo. Hahahaha…"
Ruangan itu dipenuhi oleh tawa dari mulut Grimmjow. Sang ibu tiri langsung menyuruh Ulquiorra untuk memata-matai tingkah laku sang adik. Takut-takut membahayakan orang lain. Ulquiorra mengangguk dan pergi bersiap-siap.
Ibu Tiri itu ditinggalkan sendiri di ruangan dan tersenyum licik…
"Tunggulah balasanku… Kurosaki Ichigo…"
-Tempat Ichigo-
Rukia dan Ichigo sudah menghabiskan waktu 1 jam untuk berduaan. Toushirou, Soujirou, sang Ratu Kuchiki Hisana, dan sang raja Kuchiki Byakuya mengintip dari sela-sela pintu kamar Toushirou. Satu-satunya kamar yang langsung berhadapan dengan ruang tamu dan halaman adalah kamar Toushirou. Soujirou berbisik kepada sang raja.
"Byakuya-sama… Mengapa anda ada di sini?"
Byakuya menjawabnya dengan dingin, "Saya dan Hisana-chan mau melihat perkembangan cinta mereka berdua!"
Giliran Toushirou yang berkata, "Hah? Hanya untuk itu saja, anda bela-belain ke sini bersama sang Ratu?"
Hisana menjawab pertanyaan Toushirou, "Hohoho… Toushirou-kun, demi adik kami tercinta, apapun akan kami lakukan hingga harus mengendap-endap begini…"
Soujirou danToushirou hanya bisa sweat drop melihat tingkah laku pasangan Kuchiki itu. Mereka teralu melebih-lebihkan untuk melihat perkembangan cinta Ichigo Rukia.
Toushirou teringat akan suatu yang ingin ia katakana dari dulu, "Oh ya, Byakuya-sama… Mengapa, anda memberi persetujuan terhadap Ichigo dan Rukia? Bukankah, Ichigo itu rakyat biasa ya?".
Byakuya menjawab dengan tatapan lembutnya, "Memang kenapa kalau dari rakyat biasa? Cinta tidak terbatas dari status doank. Hisana-chan juga awalnya berasal dari rakyat biasa yang kemudian menikah denganku dan menjadi salah satu anggota keluarga Kuchiki. Walau status kami berbeda, cinta tidak bisa memisahkan kami… Bagitu pula Ichigo-kun dan Rukia. Mereka tidak memandang status untuk menyukai seseorang. Mereka terus berusaha hingga mendapatkan cinta satu sama lain. Sekarang, yang kita bisa lakukan hanya mendukungnya. Ya kan, Hitsugaya Toushirou-kun?"
Toushirou kaget karena nama lengkapnya di sebut. Selama ini, dia tidak pernah memberi tahukan nama keluarganya ke siapapun kecuali Soujirou. Tangan Toushirou gemetaran dan keringat muncul dari kulitnya.
"Byakuya-sama… Darimana anda tahu nama sa…"
"Mudah saja, kamu adalah Hitsugaya Toushirou. Umur 15 tahun, jenis kelamin laki-laki, anak tunggal dari keluarga Hitsugaya yang merupakan salah satu kerabat dari keluarga Kuchiki, anak yang telah menghilang selama 10 tahun lebih. Keluarga Hitsugaya yang mempunyai kekuatan terkuat di elemen Es dan menjadi pertahanan utama di Kerajaan Kuchiki. Tetapi, keluarga yang membernya Cuma sedikit itu, harus lenyap karena suatu kecelakaan tragis sekitar 10 tahun yang lalu. Diketahui, ada 1 orang yang selamat dari kecelakaan tragis itu. Tapi, jejaknya menghilang entah kemana, dan ternyata… Orang itu muncul dihadapanku dengan nama Hitsugaya Toushirou." Jelas Byakuya.
Toushirou hanya bisa meneguk air ludahnya karena rahasianya sudah ketahuan. Sebenarnya, dia tidak ingin rahasia itu ketahuan oleh siapapun apalagi anggota kerajaan. Toushirou duduk di kasur yang tidak jauh dari tempat Byakuya berdiri. Dia pun mulai bercerita mengapa dia ada disini…
"Cih, ketahuan… Anda benar-benar patut mendapat julukan, 'raja serba tahu' ya! Sudahlah, aku tidak peduli… Akan kuceritakan mengapa aku ada di sini…"
"10 tahun yang lalu, saat saya masih berumur 5 tahun… Saat itu, kami harus memberikan senjata sihir buatan kami ke Kerajaan Glow yang saat itu masih berperang dengan Kerajaan Ryuu. Saat itu, kami membawa banyak senjata serta banyak para prajurit dari Kerajaan Kuchiki yang mau menolong Kerajaan Glow itu. Saya saat itu berada di kereta utama bersama keluarga saya. Mengapa saya ikut? Karena saya adalah orang yang bisa membuka sihir dari senjata tersebut. Tiba-tiba, bola api yang datang entah darimana, menerjang kereta kami. Otomatis, kereta kami terbakar dan hancur. Saya dilindungi oleh Ibu saya yang bernama Rangiku dari kobaran api yang hebat. Para prajurit Kerajaan Kuchiki berusaha menolong kami, tapi sia-sia, kereta kami sudah habis terbakar tak ada yang tersisa. Soujirou menemukan saya di puing-puing kereta yang terbakar itu. Saat itu, saya benar-benar syok atas penyerangan itu. Soujirou bilang, pada saat itu saya seperti orang yang sudah tidak punya semangat hidup. Maka, Soujirou yang saat itu masih berumur 15 tahun, membawa saya ke rumahnya dan semenjak saat itu… Saya tinggal dengan dia." Jelas Toushirou.
Byakuya mengangguk mengerti dan bersimpati, Hisana yang tidak kuat menitikan air mata. Soujirou hanya memegang pundak Toushirou.
"Terima kasih kamu mau menceritakannya… Dan, terima kasih juga kamu sudah mau berjuang demi rakyat lain yang tidak kau kenal. Saya, sebagai Raja Kerajaan Kuchiki mengucapkan bela sungkawa sebesar-besarnya pada anggota keluarga HItsugaya yang gugur. Dan… Terima kasih…" Tunduk Byakuya.
Toushirou tersenyum dan tunduk juga, "Terima kasih, Byakuya-sama…".
Keadaan tenang kembali, tetapi tiba-tiba ada yang berteriak memanggil-manggil nama Ichigo dari luar dengan kasar.
"ICHIGO! KELUAR KAMU!"
Ichigo kaget karena suara itu tidak begitu asing baginya. Dia mengeluarkan keringat dingin, "Grimn… Jow?".
"Ichigo-kun? Siapa itu?" Takut Rukia. Ichigo memegang pundak Rukia dan menyuruh Rukia untuk tetap tenang dan diam di dalam.
"Diam ya kau di sini… Akan kubereskan dia!" Ucap Ichigo sambil membuka pintu rumah Soujirou.
Rukia masih terkejut dan gemetaran. Toushirou langsung keluar dari kamarnya dan berlari ke pintu keluar. Tetapi, larinya itu dicegat oleh Soujirou. Toushirou tetap memaksakan diri untuk lepas dari tangkapan Soujirou tapi, tetap tidak berguna. Byakuya dan Hisana langsung mendekati Rukia yang gemetaran. Byakuya langsung bertanya kepada Toushirou akan apa sebenarnya yang terjadi.
"Toushirou-kun, apa yang terjadi?" Panik Byakuya.
Toushirou memperhatikan sang raja, "Tadi yang memanggil nama Ichigo… Adalah, Grimmjow, adik tiri kedua Ichigo yang terkenal paling sadis…"
Semua kaget dengan jawaban Toushirou tadi. Ternyata, sang adik tiri ingin menyiksa Ichigo lagi. Sesaat kemudian, terdengar teriakan kesakitan dari Ichigo. Semua langsung keluar dari rumah. Mereka kaget melihat kondisi Ichigo yang saat itu berteriak kesakitan. Sang Ratu yang tidak kuat, langsung di senderin ke sofa di dalam rumah Soujirou.
Jelas saja Ichigo berteriak, perutnya tertancap sebuah pedang dari Grimmjow. Grimmjow yang tertawa puas langsung mencabut pedang itu dan memindahkan ke arah kepala Ichigo. Ichigo yang tidak mempunyai senjata apapun untuk melindungi diri, hanya bisa melihat muka Grimmjow yang penuh dengan kesenangan. Napas Ichigo ngos-ngosan, menggerakan badannya saja sudah susah apalagi, berdiri dan kabur. Dia hanya bisa pasrah dengan nasibnya yang ia terima saat ini.
"Adakah kata-kata untuk sang putri?" Ucap jahat Grimmjow.
Ichigo yang saat itu benar-benar sudah lemas, tidak bisa berbicara seperti biasa. Dia hanya bisa berbisik kecil, "A…"
Belum selesai bicara, Grimmjow mengangkat tangannya dan mengayunkan kembali pedangnya.
"Sayonara… Kurosaki Ichigo!"
Saat mau ditebas kepala Ichigo, Rukia langsung menendang tangan Grimmjow. Grimmjow kaget karena, bisa-bisanya sang putri yang biasanya bersikap anggun dan tenang, malah menendang orang yang mempunyai watak seram dan jahat *digaplok Grimmjow*.
"A… Apa?" Kaget Grimmjow.
Rukia yang saat itu loncat teralu jauh, akhirnya mendarat sekitar 5 meter dari jarak Grimmjow. Semua orang masih bengong dengan tindakan Rukia yang berani itu (bahkan Ichigo hanya melongo).
"Ho… Sang Putri menantang ya? Ok… Akan kuladenin!" Tawa Grimmjow.
"G... Grimmjow! Hentikan! Dia tidak ada salah apa-apa ama kamu! Mau apakan kau Rukia-hime?" Seru Ichigo. Grimmjow yang kesal, malah menendang Ichigo.
"Diam saja kau!" Marahnya.
Rukia terkejut dengan kelakuan Grimmjow, langsung bersiap-siap kuda-kuda bertarungnya. Sebenarnya, dia masih celingak-celinguk melihat suatu barang yang bisa ia pakai untuk senjata. Saat Grimmjow mendekat, Soujirou melempar senjatanya pada sang Putri.
Dengan cepat, Rukia menangkap dan membuka sarung pedang itu. Akhirnya, dia bisa bertarung seimbang dengan Grimmjow. Angin berhembus dan Grimmjow langsung lompat mendekati Rukia. Serangan pedang Grimmjow bisa dihentikan oleh pertahanan pedang Rukia. Rukia membalikan serangan Grimmjow dengan cepat. Grimmjow terpental cukup jauh.
Dengan cepatnya, Rukia menyerang Grimmjow sehingga terkena sabetan pedang di badannya. Setelah itu, Rukia membaca mantra untuk mengeluarkan kekuatannya, "Jurus pengikat pertama, Ikat!". Otomatis, tubuh Grimmjow terikat oleh suatu kekuatan yang cukup unik dari Rukia dan badannya terjatuh ke tanah.
"Sialan! Apa yang kau lakukan?" Kesal Grimmjow.
"Saya Cuma melakukan apa yang harus saya lakukan pada orang kejam seperti anda!" Jawab tenang Rukia.
Grimmjow geram dan mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya untuk melepas ikatan Rukia. Dan itu berhasil! Saat Rukia mau diserang, Ulquiorra muncul di belakang Grimmjow.
"Grimmjow… Sudah cukup! Misi selesai! Cepat kembali ke rumahmu! Ibunda sudah menunggu!" Seru Ulquiorra.
"Cih… Kali ini kau beruntung, Ichigo! Tapi, liat saja nanti! Kau pasti akan mati! Tunggu saja hari itu tiba! Hahahahahaha!" Tawa Grimmjow dan mereka langsung menghilang.
Ichigo yang sudah lemas, jatuh pingsan ke bahu Rukia. Rukia panik karena bingung apa yang harus ia lakukan. Dia menoleh ke arah kakaknya. Tapi, ujung-ujungnya dia menarik alisnya sebelah karena memandangi mereka yang sudah bertatapan gak enak begitu.
"Kak Byakuya, Kak Hisana, Toushirou-kun, Soujirou-san… Mengapa kalian berwajah seperti itu?" Kesel Rukia. Byakuya mengalihkan pandangannya ke langit…
"Wah, langitnya cerah! Ayo, kita makan es lilin yuuk…" Ajak Byakuya.
HIsana mengangguk dan mengikuti arah perginya Byakuya, Soujirou serta Toushirou mengikuti dari belakang. Rukia sudah komat kamit sendiri, akhirnya mengangkut Ichigo menggunakan gerobak yang ada di dekatnya. Gerobak itu menerobos masuk hingga kayu pinggir pintu Soujirou hancur. Soujirou hanya bisa menangisi rumahnya yang diterobos paksa oleh sang putri.
Byakuya langsung masuk ke rumah Soujirou setelah selesai menjahili Rukia. Dia tersenyum saat melihat Rukia berusaha dengan keras untuk menyembuhkan Ichigo yang sudah hampir sekarat itu. Hisana mendekatinya,
"Byakuya-sama, mengapa anda melihat Rukia seperti itu?" Tanya sang Istri.
"Gak… Aku hanya tidak menyangka, kalau anda mempunyai adik yang sangat baik seperti anda, Istriku…" Jawab lembut Byakuya.
"Benarkah? Dia memang baik kok… Saya sebagai kakak kandungnya yakin akan itu…" Senyum Hisana.
"Nampaknya, Ichigo-kun akan jadi pasangan yang cocok untuk Rukia nanti ya?"
"Ya, kau benar suamiku…"
Toushirou dan Soujirou hanya bisa masang muka tanpa expresi melihat keromantisan dari sang raja dan ratu. Mereka pikir, bisa-bisanya ratu dan raja beromantisan saat ada orang yang sekarat? Please deh, kasian tuh yang sekaratnya *ngakak*.
Toushirou mengambil persedian perban dan obat-obatan di lemari. Soujirou mengambil air panas dan handuk dari kamar mandi. Mereka membawanya ke kamar Ichigo. Rukia yang sedang bersusah payah untuk menyembuhkan luka Ichigo, tersenyum saat melihat mereka datang untuk membantu.
"Toushirou-kun? Soujirou-kun? Makasih sudah mau membantu! Gak seperti kakak-kakakku yang di saat seperti ini beromantisan doank!" Senyum licik Rukia.
Toushirou dan Soujirou hanya bisa sweatdrop melihat kepribadian lain dari sang putri yang memaki-maki kakakknya itu. Muka dia sudah kacau dan kelelahan mengheal Ichigo, Tapi luka Ichigo masig dikatakan 'parah'.
"Si… Sial… Aku hanya bisa menutup lukanya saja! Kekuatanku… Ku…" ucap Rukia dan dia terjatuh di samping Ichigo yang tertidur. Tahu Rukia akan jatuh, Soujirou menangkap sang putri.
Toushirou menyuruh Soujirou untuk menyenderkan sang putri di sofa yang ada sana. Soujirou mengangguk dan membawa Rukia ke sana. Toushirou tetap fokus pada melilitkan perban di kepala Ichigo. Toushirou mulai geram karena keadaan Ichigo saat itu benar-benar sekarat. Di dalam hatinya berkata…
Kurosaki, jangan mati! Jangan pernah mati sampai aku mengucapkan ini padamu…
Sebenarnya, aku…
Aku adalah…
Keturunan dari keluarga Es… Hitsugaya Toushirou…
Keluarga yang akan selalu melindungi Keluarga Kurosaki dan Keluarga Kuchiki…
… Sampai akhir hayatnya…
-To be Continue-
Ran: waduh…Terakhirnya napa gak nyambung begini?
Hitsu: Eloe yang buat, eloe yang protes?
Ran: gimana lagi! Guwe dah keburu habis inspirasi!
*Hitsu dan Ran bertengkar*
Ichi: Waduh, guwe disiksa ampe sekarat lagi. Grimmjow… kamu kejam amet sih!
Grimmjow: Napa aku?
Ichi: Lah? Memang eloe yang nyerang guwe? Hayo? Ngaku!
Ulquiorra: …
Grimmjow: He euh, tapi itu kan sesuai scenario! Yang bikin scenario donk yang disalahin! *lirik Ran*
Ran: *dengan watados* ya, kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan anda membaca fic ini. Saya sampai ngakak membaca review dari anda. Ok, ini ada sebagian review yang masuk ke kotak review kami. Silahkan, Rukia-hime!
Grimmjow: Heh? Eloe denger guwe gak sih?
Rukia: Ok, Ehm… yang terpilih adalah review dari Aragaki Rey-sama… Dia bertanya, "Ceritanya kok hampir mirip ama cinderella yah?" silahkan, Byakuya-nii sama akan menjawab.
Byakuya: makasih Rukia, ehm… Begini, Jawaban sang author tadi … Dia memang ingin memadukan antara cerita cinderela, dan cerita klasik lainnya. Jadi, pertama ini adalah Cinderela (dengan cinderelanya si Ichigo *dibankai Ichigo*). Tapi, Ran coba ingin plesetin ini cerita dan jadinya begini… Juga, rencana dia bakal masukin salah satu scene dari cerita snow white. Tapi, entah jadi apa gak… Kami sebagai artisnya tidak tahu.
Rukia: Kakak, anda tidak pegal dari tadi menjelaskan?
Byakuya: Biasa saja kok Rukia…
Rukia: Ok… habis itu, banyak yang dukung aku jadi ratu.. Aku sangat senang… *malu-malu* terima kasih ya semua pembaca!
Semua: *sweat drop*
Ichigo: haduh… guwe gak nyangka! Yang jadi ibu tiri guwe… Curucci, privaron espada lawan Ishida dulu.
Curucci: *tiba-tiba muncul* memang kenapa?
Ichigo: *kaget* eh? Gak… gak kok…
Curucci: Sebenarnya aku juga gak mau, tapi apa boleh buat! Aku bisa menyiksa shinigami bermuka nyebelin ini!
Ichigo: *ngacir*
Curucci: *Ngejar*
Hitsu: huwa! Aku gk punya hubungan apa-apa dengan Kurosaki di cerita ini! Kami hanya sobatan saja kok! *baca review*
Semua:HHHMMMMMM…
Hitsu: AH! Kalian mah kejam! *pundung*
Soujirou: Ok, tunggu saja kelanjutannya! Selamat bertemu di Chap 3! Ja'mata~
