"Aku Ingin Mama Baru, Papa"
"Aku Ingin Mama Baru, Papa" punya Moku-Chan
Naruto by Masashi Kishimoto
[Yamanaka Ino X Namikaze Naruto.]
Romance, Drama
AU, OOC, Typos, Rate T, etc.
CHAPTER 2
Shion dan Naruto kedua pasangan anak dan ayah tersebut hanya diam ditempat memandangi sosok gadis berambut pirang yang sama dengan mereka berdua. Mereka seakan lupa akan tujuan awalnya untuk membeli ice cream karena sibuk memandangi gadis itu.
"Aku ingin mama baru papa," suara Shion memecah keheningan diantara mereka berdua sedangkan Naruto masih memproses perkataan yang keluar dari Shion.
"E-eh?" Naruto sangat terkejut setelah berhasil mencerna perkataan putrinya
"Iya papa aku ingin mama baru," Shion memandang wajah ayahnya dengan pandangan sangat memelas dan sedikit air mata yang keluar dari ujung mata anak itu.
'G-ga-gawat jika Shion sudah memanggilku papa maka keinginannya harus dipenuhi sesegera mungkin' Batin Naruto memikirkan permintaan Shion yang menurutnya sangat sulit.
"T-ta-tapi Shion mendapat mama baru bukan hal yang mudah seperti kita membeli ice cream" Naruto mencoba membujuk Shion agar dia mau mengurungkan permintaannya.
"Pokoknya aku ingin mama baru papa" rengek Shion pada papanya dengan menghentak-hentakkan kakinya ke tanah.
Naruto hanya terdiam melihat tingkah putri kesayangannya, ia bingung harus melakukan apa? Bukannya dia tidak mau menuruti keinginan putrinya karena dia sudah berjanji pada dirinya sendiri sewaktu kematiannya Deidara kalau dia akan menuruti semua keinginannya Shion, tapi saat ini yang Shion minta adalah seorang mama baru.. yang dalam artian lain Naruto harus menikah dengan gadis itu agar bisa menjadi mama baru bagi Shion.
Naruto juga memahami perasaan Shion yang mungkin kesepian menginginkan sosok figur seorang ibu dalam kehidupannya, dan meskipun sudah 4 tahun berjalan sejak Deidara meninggal Naruto belum dapat menikah lagi karena dia masih sangat mencintai mendiang istrinya, Namikaze Deidara.
"Kalau Tou-san tidak mau menuruti keinginanku aku akan pergi ke tempat kakak itu dan memintanya agar mau menjadi mama baru untuk Shion," Naruto segera tersadar dari lamunannya dikarenakan pernyataan dari Shion yang saat ini sedang berlari menuju ketempat gadis itu berada.
"SHION TUNGGU!"
Shion tidak memperdulikan teriakan ayahnya dia tetap berlari menuju tempat 'mama barunya'. Shion pun telah sampai di tempat gadis itu dengan peluh yang membanjiri keningnya karena berlari tadi.
"Hosh..Hosh...Hosh..." Shion mencoba mengatur nafasnya sehabis berlari kencang, sedangkan gadis berambut blonde tersadar dari lamunannya kini menghadap ke depan dan dilihatnya ada seorang gadis cilik sedang menumpukan tangannya di lutut sedikit membungkukkan badannya.
"Kau tidak apa-apa gadis kecil?" Mendengar suara dari gadis yang menjadi tujuannya berlari Shion pun langsung menegakkan badan dan melihat kedepan, " Kakak, aku ingin kau menjadi mama baruku.
JLER
Gadis berambut pirang itu kaget mendengar pernyataan dari gadis kecil yang ada dihadapannya saat ini begitu pula dengan sesosok laki-laki berambut pirang yang tadi mengejar gadis kecil itu hanya dapat mematung ditempat dengan jarak hanya 5 langkah dari kedua gadis berbeda usia di depannya setelah ia berhasil mengejarnya.
"Hah?"
"Iya, aku mau kakak menjadi mama baruku, namaku Namikaze Shion lalu nama kakak siapa?"
"Namaku Yamanaka Ino" Akhirnya gadis itu memberitahukan namanya kepada gadis cilik itu.
"Oke sekarang kakak Ino menjadi Kaa-san baruku ya," Shion mengatakannya sambil tersenyum lebar dan segera memeluk Ino.
"Tu-tu-tunggu Shion," Sebuah suara laki-laki membuat kedua gadis berbeda usia itu menolehkan kepala mereka untuk melihat ke arah asal suara.
Naruto melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti tadi menghampiri putri kecilnya yang saat ini tengah memeluk 'mama baru' nya.
"Tou-san," Seru Shion gembira melihat ke arah Tou-sannya tapi dia masih belum juga melepas pelukannya dari Ino
"Shion sayang ayo pulang nanti Tou-san belikan Ice cream yang banyak," Naruto berjongkok menyamakan tinggi badannya Shion dan itu berarti kalau ia juga berjongkok di depan Ino.
Ino yang melihat seorang lelaki yang menurutnya ehm-Tampan-ehm sedang berjongkok didepannya, ya meskipun laki-laki itu berjongkok bukan karena dia tetap saja Ino merasa kikuk dengan suasana ini.
"Tidak mau, aku ingin sama Kaa-san."
"Shion jangan nakal ayo pulang!" Bentak Naruto ke Shion dan mencoba melepaskan pelukannya Shion dari Ino.
Shion malah menangis membenamkan kepalanya keperut Ino dan memeluk Ino kencang, Ino yang juga terkejut mendengar bentakan dari sang ayah gadis cilik itu segera mengelus punggung Shion menenangkannya agar berhenti menangis.
Naruto menyesal karena telah membentak Shion ditatapnya sendu punggung anaknya yang saat ini dibelai oleh gadis muda, "Gomen Shion" Naruto menundukkan kepalanya, dia takut melihat air mata putrinya jatuh dan itu semua karena dia.
Ino yang merasakan suasana canggung mereka berdua akhirnya memberanikan diri membuka suara, " Ma-maaf Tuan jangan seperti ini ayo kita pindah tempat lain."
Ino mengendong Shion yang masih menangis serta masih membelai punggung Shion agar tangisannya mereda, Naruto ikut berdiri disamping Ino, "Maaf saya belum memperkenalkan diri nama saya Namikaze Naruto, ayo kita masuk ke dalam mobilku saja Yamanaka-san".
Ino mengangguk paham menanggapi perkenalan Naruto ia berjalan mengikuti Naruto menuju ke mobil yang terparkir di depan taman. Untung taman tempat mereka saat ini sedang sepi jika tidak maka banyak orang yang beranggapan kalau mereka bertiga adalah sebuah keluarga yang harmonis.
Naruto membukakan pintu mobil mempersilahkan Ino untuk masuk. Setelah Ino masuk Naruto menutup pintu mobilnya berlari menuju sisi pintu lain mobil dan segera membuka.
"Kelihatannya ia tertidur Namikaze-san," Ino memberitahukan ke Naruto kalau Shion yang berada di gendongannya telah tertidur karena lelah menangis.
Naruto hanya mengangguk sekilas menanggapi perkataan Ino, Ia menghidupkan mobilnya dan mengendarainya menuju ke rumahnya.
Dalam perjalanan mereka hanya diam tanpa ada percakapan lainnya, Ino hanya mengalihkan pandangan matanya ke kanan memandang pemandangan yang tersaji dikala mobil Naruto sedang melaju menuju rumahnya.
Akhirnya setelah perjalanan selama 10 menit mereka telah sampai di tempat tujuannya, sebuah rumah minimalis tidak terlalu besar yang dari depan pagar saja sudah terlihat asri dan dindingnya bercat oranye cerah serta kuning bisa menunjukkan kalau penghuni rumah tersebut 'ceria'.
Naruto memarkirkan mobilnya dihalaman depan dia turun dari mobil menyebrang kesisi sebelah mobil membuka pintu mobil untuk Ino, " Terima Kasih Namikaze-san".
Naruto hanya menjawab Ino dengan mengangguk dia lalu mempersilahkan Ino masuk kedalam rumahnya agar segera meletakkan Shion yang tertidur digendongan Ino tidur di kamarnya sendiri.
Ino yang merasa baru mengenal Naruto selama 20menit tidak menyangka kalau ia akan berkunjung secepat ini kerumahnya. Hell, bagaimana mungkin jika kamu baru mengenal seseorang selama 20 menit sudah berada di rumah orang itu dan terlebih lagi jika ada seorang anak kecil yang memintamu menjadi Kaa-sannya?
'Mimpi apa semalam aku? Kenapa hari ini menjadi aneh sekali?' Batin Ino yang tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini sungguh membuatnya pusing dan menggelengkan kepala.
Melihat Ino yang sedari tadi masuk rumah dengan menggeleng-gelengkan kepala membuat Naruto penasaran, " em, apa anda baik-baik saja Yamanaka-san?"
Ino yang sedari tadi tenggelam dalam pikirannya sendiri terlunjak kaget dengan pertanyaannya Naruto
"A-ah, ti-tidak apa-apa Namikaze-san," Jawab Ino dengan gugup sambil mengibas-kibaskan tangan di depan wajahnya.
"Ah, baiklah mari saya antar kekamarnya Shion"
Naruto dan Ino melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda karena Ino yang melamun tadi, mereka berjalan melewati ruang tamu didinding terdapat sebuah foto keluarga yang besar dimana ada seorang laki-laki yang ada didepan Ino merangkul seorang gadis kecil yang saat ini juga berada di gendongan Ino dan seorang wanita berambut pirang berponi di kiri tersenyum hangat di samping kanan gadis cilik itu.
'Mengapa wanita itu sangat mirip denganku?' tanya Ino dalam pikirannya, meskipun dia ingin menanyakannya tentang wanita itu pada Naruto ia tidak berani dikarenakan ia dan Naruto adalah sama-sama orang asing yang baru saja kenal selama 20 menit.
"Nah ini adalah kamar Shion silahkan masuk Yamanaka-San" suara Naruto lagi-lagi telah menyadarkan Ino dari lamunannya. Ino masuk keruangan yang berdinding warna kuning cerah seperti dinding depan rumah, berbagai macam pernak-pernik khas anak perempuan juga tersedia di ruangan ini mengingatkan Ino akan masa kecilnya 15 tahun yang lalu.
Shion telah tertidur nyenyak sehingga dia tidak terbangun saat ia ditidurkan di tempat tidur berukuran queen sizenya (disini Naruto ingin anaknya mendapatkan ranjang yang terbaik jadi disini Shion mendapat ukuran segitu).
Naruto mengajak Ino keluar, Naruto menutup pintu kamar putrinya, "Ayo saya antarkan anda pulang Yamanaka-San".
"Ah, Ti-tidak usah Namikaze-San nanti merepotkan anda lagipula jika anda mengantar saya pulang siapa yang akan menjaga Shion?"
"Haha, anda tidak merepotkan anda justru saya merepotkan anda karena anda telah menggendong Shion sampai sini lagipula nanti akan ada pengasuhnya Shion yang datang".
"I-itu sama sekali tidak merepotkan Namikaze-San, baiklah saya terima tawaran anda," jawab Ino dengan kikuk, sebenarnya ia juga malas jika pulang naik kereta di jam-jam segini biasanya kereta penuh.
"Ya mari Yamanaka-San".
Mereka keluar dari rumah itu dan segera masuk ke mobi lagi-lagi terjadi keheningan yang terjadi didalam mobil tersebut. Naruto yang biasanya cerewet menjadi seseorang yang pendiam, hem tidak biasa.
Sebenarnya di dalam pikiran Naruto saat ini telah ada berbagai pertanyaan kenapa putrinya ingin sekali punya 'mama baru' begitu melihat Ino? Apa karena Ino sangat mirip dengan Dei? Yah memang tidak bisa dipungkiri kalau Ino dan Dei itu wajahnya mirip sekali malahan bagai pinang di belah dua..
Dan siapa sebenarnya gadis yang bernama Ino yang saat ini bersama dengan Naruto? Yang Naruto tau hanyalah namanya yaitu Yamanaka Ino, selain itu Nol! Berapa umur gadis itu? Bagaimana latar belakangnya? Apa pekerjaannya? Dan yang lupa Naruto tanyakan pada gadis itu adalah Dimana alamat rumahmu?
Damn, Naruto merutuki kebodohannya karena bagaimana dia bisa mengantar gadis itu pulang jika dia tidak mengetahui dimana alamat rumahnya?
'Bodohnya aku!' Rutuk Naruto dalam hati mengetahui kebodohannya.
"Dimana alamat rumahmu Yamanaka-San?" Akhirnya Naruto pun bertanya tentang alamat rumah Ino.
"Di jalan Flower No 23 Namikaze-san" Jawab Ino disertai dengan senyuman yang diberikan kepada Naruto.
"Hm, tunjukkan arahnya".
Percakapan yang singkat bagi kedua gender berbeda itu dan diteruskan oleh keheningan yang sunyi.
Sebuah mobil berwarna Oranye telah tiba disebuah rumah ah bukan lebih tepatnya rumah sekaligus toko bunga yang sangat indah. Tatanan bunga yang berjejer menghiasi rumah toko itu. Siapapun yang masuk akan merasa senang melihat banyak sekali bunga yang berjejer seakan berada di taman yang penuh dengan bunga berwarna warni.
Ino melepas sabuk pengamannya dan menghadap ke arah Naruto," terima kasih atas tumpangannya Namikaze-San".
"Ah tidak ini bukan apa-apa Yamanaka-San jangan merasa sungkan". Ucap Naruto dengan cengiran rubahnya. Ino membalas senyumannya Naruto dengan senyuman yang manis hingga membuat Naruto sedikit terpana.
DEG
'Ke-kenapa senyumannya mirip dengan Dei-chan?' pikir Naruto menganggap kalau senyuman Ino sama seperti mendiang istrinya Dei.
"Anda tidak apa-apa Namikaze-San?" tanya Ino yang merasa aneh dengan tingkah Naruto kenapa melihatnya seperti melihat hantu?
"Ah saya baik-baik saja Yamanaka-San," Ino mengangguk menangapi Perkataan Naruto dia berpikir kalau mungkin Naruto sedang ada masalah atau apalah toh itu juga bukan urusannya.
Ino segera membuka pintu mobil dan menutup pintunya lagi begitu ia sudah keluar. Dia berdiri disana menunggu Naruto meninggalkan rumahnya, Ino membungkukkan badannya sedikit setelah Naruto meninggalkan rumahnya.
"Hah, hari yang aneh," desah Ino capek dengan hari yang menurutnya sangat aneh dan 'luar biasa'
"Siapa laki-laki itu Ino?"
DEG
Sebuah suara baritone membuat jantung Ino serasa berhenti sejenak ditolehkannya kepalanya kekanan dan disana, didepan pintu rumahnya telah berdiri seorang laki-laki berambut merah sedang menatapnya tajam sambil bersendekap dada.
GLEK
Ino hanya mampu menelan ludahnya sendiri melihat keberadaan laki-laki itu dirumahnya.
'KENAPA DIA ADA DISINI?!'. Inner Ino berteriak kencang akan keberadaan laki-laki berambut merah tersebut.
Sebenarnya siapa laki-laki berambut merah itu? Dan apa hubungannya dengan Ino? Kita akan tau di chap depan.
To be Continue
Author Note : Maaf kalau fic ini agak panjang karena ada salah satu reader yang ingin chap 2 ini agak panjang. Hehehe maaf juga kalau akhirannya ada tebak-tebakkannya sedikit. Sebenarnya bukan tebak-tebakkan juga sih. Tapi author bingung buat siapa peran laki-laki berambut merah itu? Pilihannya ada 2 :
Gaara
Sasori
Tolong bantu author geje ini untuk menentukan perannya ya.. tolong dibantu ya...
Balasan Review :
Iztii Marshall : Iya kakanya Iztii untuk saat ini jadi cewek, karena saya sudah suap dia dengan bahan peledak kualitas terbaik agar dia mau jadi cewek di fic saya *plaknih udah updated.
namikaze uchiha : Haha iya semuanya setuju kan kalau dei jadi cewek habis dia cantik sih #dibom dei.
BlueSapphire-Marine : Iya memang saya tidak bisa membuat orang penasaran. Iya soalnya aku bingung yang diNaruto kan berambut pirang hanya dikit pairingnya kan NaruIno jadi Dei sementara harus jadi cewek.
Secret : Nih sudah update tapi maaf kalau chap ini agak panjang dan terima kasih sudah suka sama cerita saya #peluk-peluk secret.
Mistic Shadow : Iya NaruIno soalnya aku juga suka sama pairing itu, nih udah update ayo dibaca and direview lagi ya..
Guest : aku udah baca review dari kamu arigatou ya udah review 2x, iya dei udah aku suap kok agar dia mau operasi plastik jadi cwe di fic ini, nanti kalau cerita ini selesai dia bakal operasi lagi jadi cwo #di bom dei. *author gosong.
Shinji Tanaka : Salam Kenal, aku juga NaruIno lover loh, nih aku udah upadate chap 2 dan lebih panjang sesuai keinginan anda hahaha... sehabis membaca jangan lupa review lagi ya.
...Mohon Di Review...
