Cinta Bersemi di Asrama Vongola!

Chapter 2: The Crazy White Day!

By AuthorSableng with the Asisstant (?)

Warning: OC! OOC! AU! Bahasa Gaul! Typo! De el el de ka ka.

Pair: 1886, 8086, slight RB.

~~oo00oo~~

Pertama kalinya, seorang Hibari Kyouya merenung.

Merenungkan beribu-ribu dosanya selama di dunia *PLAKK*

Eh maaf. Salah naskah. Kembali ke jalan yang benar.

Hibari menyendiri di belakang sekolah. Sendirian. *iyalah! Namanya aja menyendiri! Oke, abaikan author stress ini*

"Kau mikirin apa hayooo?"

Hibari langsung menjauh sejauh 5 meter dari sang buah-buahan Tropis itu *authorditusukmukuro*

"Mau apa kau herbivore?!" kata Hibari sambil menyiapkan sepasang tonfa di tangannya.

"Aiih… Kyou-chan jahat sekali…" kata si nanas *authorditusukpart2* maksud saya—kata Mukuro, senior yang homo dan pedho se-saentro Namichuu.

"Cih!"

Hening sejenak.

"Kau memikirkan balasan apa yang tepat untuk Miura, ya?"

BLUSH

YAK SODARA-SODARA! SEORANG HIBARI KYOUYA BLUSHING! BLUSHING! AAAA! *anakstress*

"Kau dapat cokelat darinya kaan?"

"Bukan urusanmu herbivore!"

"Aiih~ malu, yaa?" kata Mukuro sambil towel-towel muka Hibari.

"MINGGIR KAU HERBIVORE! GUE MASIH NORMAL! GUE MASIH SUKA SAMA HARU-uph!"

Mukuro menyeringai lebar bikin Hibari makin salting.

Sebetulnya ada apa, sih? Flashback satu bulan yang lalu, nyook~

FlashBack…

Hibari Kyouya membuka loker-nya dan beribu-ribu cokelat dan surat dari penggemar langsung tumpah ruah. Yak, ini hari valentine. Benar-benar hari yang cocok untuk menguras tenaga…

Kenapa? Hello, kalian kagak sadar betapa gantengnya Hibari sehingga fangirl-nya pada ngejarin? Mungkin author juga bakal rela desek-desekan Cuma buat nyalamin Hibari. Huahaha *plakkstress*

"Hmm… enak ya yang dipuja-puja cewek…"

Hibari menoleh dan menatap gadis preman didepannya itu.

"Urusanmu apa? Dan kamu gak pakai dasi!"

"Memang kenapa kalau gue gak pake dasi? Masalah gitu buat loe?" HARU GAHOL!

Hibari akhirnya nyerah dan membuang semua cokelat dan surat itu ke tempat sampah tanpa perasaan bersalah sedikitpun. Iyalah! Dunia kejungkir kalo Hibari ngerasa bersalah! XP

"Hei, gak sayang tuh semua cokelat-nya dibuang?" tanya Haru menatap kotak-kotak cokelat itu.

"Kenapa? Kau mau? Boleh kok ambil satu."

"Bukan begitu! Di setiap cokelat itu kan ada perasaan seorang cewek yang mengharap dibalas oleh cowok yang dia beri cokelat itu!"

"Aku benci dengan mereka. Berisik!"

"Hanya karena berisik? Bukannya gue sendiri lebih berisik?"

Oke, author mulai pusing. Hibari pake aku-kamu, Haru pake loe-gue…

"Oh, ya. Gue iseng bikin cokelat, nih. Loe mau? Gue tau rata-rata cowok gak suka manis, jadi rasanya gak manis-manis amat. Lagian kemaren gue iseng aja nemenin Chrome, Kyoko, I-Pin, sama Bianchi-nee."

(note: Selain SMP asrama, sebetulnya Namimori itu sekolah gabungan. Jadi ada SD, SMP, sama SMA. Author lupa ngomong kemaren dan disini Lambo sama I-Pin itu adek kelas mereka :D)

Hibari menatap bungkusan cokelat yang di sodorkan Haru padanya. Ia terdiam. Mau sih dia terima… tapi gengsi juga rasanya dan tentunya risih karena semua cewek-cewek itu malah makin riuh. Tapi kalau gak diterima kan sayang. Apalagi Ia naksir sama Haru dari pertama kali Haru masuk Namimori.

"Mau kagak loe? Gak mau? Yaudah, gue kasih Gokudera aja!"

"Iya! Iya!" akhirnya Hibari menyabet bungkusan di tangan Haru dan bilang dengan sangaaaaat pelan.

"Terimakasih."

"Eh? Apa?"

"Ah, bukan… itu buat siapa?" tanya Hibari yang melihat satu bungkusan lagi.

"Buat Yamamoto."

Hening.

"Ah, Cuma cokelat wajib, kok! Soalnya dia kan murid baru di asrama Vongola. Jadinya semua anak sepakat bakal ngasih ini ke dia sebagai tanda pertemanan." Kata Haru buru-buru. Takut salah paham. (padahal boong, tuh… #authordidepak)

"Ah. Yasudah."

Flashback off…

"Hayooo… mikirin apaaa lagiii?"

Hibari langsung sadar dari mati suri-nya (ditonfa Hibari) eeh… maaf. Salah naskah lagi! Kembali ke jalan yang benar!

"Nggak! Nggak apa-apa, kook!"

"Elu lagi mikirin si Miura, kaan?" tanya Mukuro.

Hibari diem. Menatap Mukuro dan berkata penuh arti.

"Jika kau masih meracau, kamikorosu!" katanya setengah blushing.

"HUAHAHA! Kasian deh loee… Fuuki Inchou Namichuu galau karena cewek preman! Kufufufufu. Gosip baru tuuh~" kata Hibari sambil ketawa-tiwi mesum.

"Kamikorosu!" ancem Hibari yang udah megang tonfa.

"Aaaww! Atut ih, atuut~ hahaha." Kata Mukuro dengan alay-nya. Ckckck… dasar nista! Udah mesum, homo, pedho, alay pula! Lengkap sudah pencitraan buruk sang rambut nanas busuk ini #authorditusukmukkun

Hening.

"Kasih aja dia cokelat lagi! Tapi yang 'lain'!" kata Mukuro.

"Hah? Maksud?"

"Gue tau dari Gokudera, dia suka apa aja yang berbau mint! Kasih aja dia cokelat mint! Mungkin dia bakalan suka!"

"Hmm… patut dicoba."

"Tapi satu syarat!"

"Apa?"

"Bantuin gue PDKT sama Chrome, yaa?"

Hibari speechless. Pantesan mendadak Mukuro baek ngasih saran! Ada udang dibalik bakwan ternyata…

~~oo00oo~~

Sementara itu di kamar cowok asrama Vongola, sumpah ricuh banget! Pada maen kartu remi dan kita lihat apa yang terjadi.

"BUJUBUNEENG! GUE MULU DAH YANG KENA!"

"HUAHAHA! SI KEPALA RUMPUT ITU MUKANYA UDAH PUTIIH!" Gokudera ngakak sejadinya.

"HAHAHA! MENYESUAIKAN RAMBUTNYA! JIAHAHAHA!" bahkan Tsuna yang biasanya anteng dan kalem ikutan ngakak.

"SIALAN KALIAN SEMUAA!"

Okedeh, nih kelompok nista bisa ngejual tiket konser rock beneran kalo gini caranya *author pasang tampang madesu*

"Woy, pada maen apaan nih? Berisik bener!" kata Reborn dan Dino yang kebetulan nongol sambil menggeret Lambo.

"Maen kartu. Reborn-sensei mau ikut?" tawar Yamamoto.

"Heem… menarik. Mau ikut main Dino?"

"Hmm… boleh deh."

"Aku juga mau ikuut~"

"Anak kecil gak usah ikutan, deh!"

Semua anak ngakak ngedenger komentar Gokudera.

"Yasudah, kita semua main yang asyik, ya~" kata Dino santai.

"Hei, ngomong-ngomong besok white day, ya?" kata Ryouhei.

"Hah? White day? Apaan tuh? Hari cuci baju?" tanya Lambo dengan polos. Semua anak melotot ke Lambo.

"White day itu hari untuk membalas orang yang member cokelat ke kita di hari Valentine." Kata Tsuna menjelaskan.

"Oooh~ berarti Lambo harus kasih ke hadiah ke I-Pin-chan, dong?"

Hening…

Krik-krik.

.

.

Eh, jangkrik siapa, tuh?

.

.

.

.

"HUANJIIRR! LOE KECIL-KECIL UDAH PACARAN!"

"HIEE! WABAH SINETRON TELAH MENJALAR BAHKAN SAMPAI KE ANAK KECIIL!"

"HUWAA! MURID KELAS GUEE!"

"AYO NGAKU SIAPA YANG NGEGONTA-GANTI CHANNEL DI KAMAR ANAK-ANAK SD?!"

"HUWEEEE! CUMA GUE DOANG YANG JONES TO THE EXTREMEE!"

"NASIB LOE, KEPALA RUMPUT!"

Dan setelah capek-capekan tereak *udah 'kekeringan' di tenggorokan ternyata…* akhirnya mereka semua diem.

"Oh ya~ ayo ngaku siapa anak kelas 1 yang dapet cokelaat?" goda Ryohei.

"A… itu… aku dapat dari Kyoko-chan…" kata Tsuna. Baguus! Dia sudah ada kemajuan dari yang SD samasekali gak dapet cokelat sekarang dapet SATU (doang).

"Aku gak keitung. Tapi yang jelas yang dikasih anak-anak kelas lain sama pemberian aneki kupisah… tapi tumbenan lho bikinannya enak." Kata Gokudera. Biasanya kan bikinan-nya Bianchi kan eerr-beracun.

"Aku juga dapat banyak." Kata Yamamoto.

"Elu mah dapet dari fans!" celetuk salah satu senior.

"Ahahaha."

Semuanya sweatdropped.

"Ngomong-ngomong, Dino-sensei dan Reborn-sensei dapat juga gak? Dari murid mungkin?" tanya Yamamoto.

"Haha. Iya, aku dapat dari murid-murid kelas 6." Kata Dino.

"Aku dapat satu." Kata Reborn singkat padat jelas luber jurdil eeehh! Kenapa malah nyambung ke PKN! Kembali ke jalan yang benar!

"EEH?! DARI SIAPA?!"

"Kepo bener loe-loe semua?"

OMO! Sejak kapan Reborn tau kepo?!

"Sejak loe nulisnya Narator sedeng!"

Iya iya mang… jangan nodongin pistol gitu napa! Gue Cuma narator! Mana gaji kecil lagi!

"Udah tau tuh author atu biji pelitnya setingkat dewa. Masih aja loe mau kerja sama dia."

Eh? Iya sih ya… ngapa gue gak mogok kerja aja dari dulu?

Lala: UDAH WOY UDAH! INI UDAH OOT! KEMBALI KE JALAN YANG BENARR!

"Hmm… yang dapet cokelat mesti balas lo pas white day nanti!" kata Ryohei dengan gaya –sok—detektif.

"UDAH TAU!"

Cucian kamu Ryohei…

"Oiya Yakyuu-baka! Loe dapet cokelat dari Haru, ya?" tanya Gokudera.

"Hah? Haru? Nggak salah? Cewek preman gitu ngasih cokelat ke orang?"

"Haha. Iya aku dapat. Miura Haru, kan?"

Krik-krik.

.

.

Nah lho, tuh kan ada jangkrik lagi!

.

.

"EEEH?! JADI BENERAANN?! DIA NGASIH COKELAT APA?!" teriak anak-anak Vongola (min Reborn sama Gokudera)

"Cuma cokelat biasa, kok. Gak terlalu manis juga…" kata Yamamoto.

"Waah… calon-calon ada yang jadian, niih~"

"CIEEEEE… AHAYDEKK!"

"Hahaha. Tapi aku bingung mau balas apa ke dia…" kata Yamamoto.

"NAH! Tenang aja! Gue bantuin! Gue tau segalanya tentang Haru!" kata Gokudera sambil menepuk (baca: menamparr) pundak Yamamoto dengan keras.

"Ah. Terimakasih Gokudera." Kata Yamamoto.

"Jadi gini, nih…" kata Gokudera lalu membisiki sesuatu ke Yamamoto.

Semua murid Vongola mulai was-was. Bisikan setan itu namanya woy!

~~oo00oo~~

White day, 14 Maret hari Kamis tahun 2013…

Eh? Gak salah, tuh? Kamis?

Yak, authornya gak salah ketik dan kalian gak salah baca. Emang di penanggalan tahun ini tanggal 14 Februari sama 14 Maret itu HARI KAMIS! Artinya apa? Yak. Malem Jum'at… *author udah pake wig panjang kusut masai sama dibawah mukanya udah ada senter entah darimana*

Kita ngeliat kamar anak cewek sore itu…

"Hei, kalian sudah tau belum rumor white day di Namimori?" tanya Bianchi pada Kyoko, Haru, sama Chrome yang lagi asyik ngerumpi. Yang ngerumpi sih Cuma Kyoko sama Chrome, kalo Haru dia keasyikan baca doujin UkJap *salahfandomwoy!* sambil denger lagu Flower *makinsalahfandom!*

Oke, lupakan author yang lagi freak sama UkJap dan Hetalia dan kembali lagi ke jalan yang BENAR!

"Hee? Memang apa itu?" tanya Chrome penasaran.

"Jadi dulu lama sekali, ada seorang anak perempuan yang memberi cokelat pada seorang cowok di hari valentine, tanggal 14 Februari tahun 18xx dan dihari Kamis. Dia mengharap balasan dari cowok yang dia beri cokelat, dan dibalas. Bahkan cowok itu bilang mau jadi pacarnya padahal cowok itu sudah punya pacar sebelumnya. Maka, pacar cowok itu membunuh cewek yang satunya pada white day di tanggal 14 Maret dan di hari yang sama. Hari Kamis alias malam Jum'at." Kata Bianchi menceritakan sejarah tragis di Namimori.

"Ja… jadi apa hubungannya?"

Bianchi langsung menyeringai seram mendengar pertanyaan Haru dan membuat Haru, Chrome, dan Kyoko langsung merinding.

"Jika diantara kalian ada yang memberi cokelat di hari Valentine dan belum dibalas oleh cowok itu, maka kemungkinan besar kalian akan diikuti." Kata Bianchi.

Hening.

"Huuff… untung aku sudah dapat balasan dari Tsu-kun…" kata Kyoko sambil mengelus dada-nya lega.

"Kalau aku sih gak kasih siapa-siapa." Kata Chrome

"Kalau Bianchi-nee? Sudah dapat balasan dari Reborn-sensei?" tanya Kyoko. Ng, pantesan cokelat Bianchi tumbenan enak. Sekalian kasih Reborn ternyata…

"Eh? Itu…" kata Bianchi dengan muka memerah.

"Ng. mending gak usah ditanya deh…" kata Chrome.

"TIDAAAK!"

"Ke… kenapa Haru?" tanya Kyoko yang kaget mendengar sahabatnya itu berteriak histeris.

"Hi… Hibari belum balas cokelat pemberian gue, bahkan Yamamoto juga! Berarti…"

Hening.

Ditengah-tengah suasana tegang itu, mereka mendengar suara yang asing dan angker dan seolah waktu terasa begitu lamban hanya untuk membuat mereka mendengar suara itu.

Kriieeeeeek…

Hyuuuuuush…

CTAR! JDERR!

Auuuu!

Ngikikikikikik…

Ushishishishishi

Aih. Abaikan saja suara terakhir itu. Dia Cuma numpang exis.

(maaf. Kembali ke jalan yang benar.)

Krieeeeeeek…

Hyuuuuuush…

CTAR! JDER!

Auuu!

Ngikikikikik…

PYASH! PYASH!

Tap. Tap. Tap.

Mendengar berbagai suara horror itu, keempat gadis itu langsung berteriak dengan lantangnya.

"TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AK!"

~~oo00oo~~

Mendengar teriakan coretsoklebaycoret ketakutan itu, Reborn, Mukuro, Hibari, Yamamoto, dan Tsuna langsung melesat. Oke, Gokudera juga sebenernya pengen nyusulin, sayangnya dia ketinggalan jauh karena kakinya dijegal sama Lambo.

BRAAAK!

"KA… KALIAN NGGAK APA-APA?!" tanya Tsuna setelah mendobrak pintu. Kyoko, Haru, Chrome, sama Bianchi sweatdrop ngeliat pintu asrama cewek udah ancur lebur gitu.

"Ka… kami gak apa-apa kok Tsu-kun…" kata Kyoko sambil menggaruk pipinya.

"Benar nih gak apa-apa?" tanya Reborn datar.

"Iya, benar." Kata Bianchi.

"Hem. Baguslah."

"Eh… yaa…"

Semua anggota Vongola hanya menatap dua sejoli yang asyik ber-sinetron ria itu dengan tatapan aneh.

"Apa kalian lihat-lihat, hah?!"

"Nggak…"

Hening.

Hibari melirik ke Haru yang kayaknya napasnya masih berantakan.

"Kau takut?"

"Eh. Siapa juga yang takut!? Gue gak takut kali! Cuma kaget aja tau-tau ada suara petir!" sanggah Haru. Padahal jelas-jelas mereka tereak jauh setelah petir menggelegar cetar badai membahana (?)

"Masa? Padahal teriakanmu paling kencang." Kata Hibari.

"Yaudah sih! Yang mau tereak juga gue!" kata Haru mencak-mencak.

Hening…

"Ah, ya. Nih buatmu." Kata Hibari sambil melemparkan bungkusan berwarna hijau terang dengan pita biru terang. Agak gak matching emang…

"Apaan, nih?" tanya Haru heran.

"Buat white day, dongdong!" kata Hibari kesel.

"Heh! Gue gak odong!"

"Udah! Diem dan buka aja!"

Haru membuka bungkusan itu. Seperti cokelat biasa, batangan. Tapi ada sedikit aroma mint.

"Tau darimana gue suka mint?" selidik Haru.

"Semua orang suka mint." Kata Hibari goblok. Alesan gak logis itu mah pak…

"Hm. Makasih." Kata Haru sambil senyum.

Hibari mukanya langsung merah. Yaah… kan jarang-jarang Haru senyum begini ke dia… mesti dinikmatin!

Tapi jauh dari mereka, Yamamoto menggenggam bungkusan warna hitam dengan pita putih di tangannya. Akhirnya Ia meninggalkan tempat itu dan menjatuhkan bungkusan ditangannya sembarangan.

Cemburu. Ya—cemburu.

Te be ce…

O.M.A.K.E TO THE MAX~!

Sebetulnya balesan macem apa yang dikasih Reborn ke Bianchi? Ayoo… yang pada kepo merapaat… #PLAKK

Pagi-pagi jam entah berapa yang pasti dikegiatan belajar-mengajar, Bianchi berjalan memasuki ruang guru. Pas dibuka, yang pertama kali dia lihat adalah Reborn yang lagi ngotak-ngatik laptopnya. Setelah diliat-liat, Cuma ada 3 orang. Reborn, Mammon—si guru ekonomi yang pelitnya ampun-ampunan itu lagi tidur sambil ngitungin duit #gimanacaranya, sama Dino yang lagi ngoreksi tugas murid-muridnya sambil berdecak dan geleng-geleng kepala. Author berani tarohan tuh guru lagi meriksa kerjaannya Lambo. Sisanya lagi bangku kosong semua.

"Bianchi. Ngapain bengong aja disitu?" tegur Reborn yang daritadi udah ngeliatin Bianchi yang Cuma diem didepan pintu kayak orang bego *authordibunuh*

Narrator: Berarti lu mati dong thor.

Lala: Nggak, lah! Kalo gue mati, nih fic gimana?

Narrator:…

Kembali ke cerita.

'Dia ingat, gak ya…' batin Bianchi. Oho~ odo opo tho iki? *authormendadakjawa*

"Apa liat-liat? Gue ganteng, ya?" tanya Reborn narsis. Sorakin, wooyy!

Adrin: Reborn emang ganteng, kok~ *berfantasi*

Lala: -_- abaiken satu anak yang lagi kena euphoria ini dan kembali ke cerita.

"Hieeks! Apaan tuh?! Gantengan juga gue!" sembur Dino sambil pasang pose narsis.

"Gak ada yang nanya elu dodol!" sembur Reborn balik.

"Gue bukan dodol! Gue manusia!"

"UDAH WOY! HENTIKAN PEMBICARAAN NGELANTUR YANG CUMA NGABISIN NAPAS DAN TENAGA INI! HEMAT KERTAAAS!" teriak author sama Mammon barengan.

"Cih!"

Bianchi duduk di tempat duduknya dan mulai mengerjakan kertas-kertas administrasi. Puyeng ye jadi sekertaris… *authodidepak*

"Hei, Reborn."

"Apa?"

"Kau ingat ini hari apa?"

"Hm? Hari ini… hari Kamis, kan?"

JDAANG!

Reborn… kau terlalu polos untuk orang seusiamu… aiihh… nehi-nehi…

"Memang ada masalah apa?"

"Ah, nggak. Lupain aja."

Bianchi akhirnya balik ngurusin kertas administrasi. Sementara Reborn? Dia udah nyeringai dari tadi.

~~oo00oo~~

Saat istirahat, Bianchi jalan ke halaman belakang dengan pikiran kosong. Pikirannya lagi kemana karep, tho…

Narrator: Eh, author sedeng! Loe kok jadi ngomong Jawa gini?!

Lala: Gue emang orang Jawa, kok! Masalah gitu buat loe?! Mau gaji loe gue potong lagi?!

Narrator: Iya iya! Gaji gue udah 5000 sebulan, masa mau dipotong lagi jadi 2500?!

Lala: Kalo gue banyak duit juga gue gaji loe lebih banyak! Gue kan gak ngambil keuntungan apa-apa di fic ini kecuali upah beliin obat sakit perut!

Eeehh… maaf ngelantur. Balik ke cerita.

"Yo."

Bianchi melirik sedikit kearah Reborn dan melengos pergi.

"Hari ini white day, kaan?"

Bianchi berhenti melangkah.

Riehan: Menarilah dan terus melangkah~

Lala: Liriknya salah, oneng!

(kembali ke naskah)

"J… jadi kau ingat?!"

"Loe pikir gue pikun?! Ya inget lah!" kata Reborn sambil nyender ke tembok.

"Ki… kirain…" kata Bianchi sambil ngebuang muka.

Reborn menyeringai. Ia meraih dagu Bianchi dan mengecup bibirnya lembut dan penuh err—nafsu.

"Ngh… Re… Reborn… nghh… lepass…"

Alih-alih melepas, Reborn malah memperdalam ciumannya malah lebih dalam dari ngarai Grand Canyon *woy*

"Ahh… nghh… Re… born… nghh…"

"Ya. Mendesahlah. Desahkanlah namaku~."

CUKUP! CUKUP! KALO DITERUSIN NIH FIC BAKALAN PINDAH RATE! LAGIAN AUTHOR MAU JANTUNGAN NGETIKNYA INI!

Beneran te be ce.

Behind the screen (panjang banget sumpah)

AKHIRNYA 2.482 WORDS (story only) BERHASEEELL!

Kenapa saya bikin cerita ini?

Karena iseng liat penanggalan dan emang tahun ini hari Valentine sama white day hari Kamis. Beneran! Cek ndiri dah di kalender!

NAH LHO, KOK JADI ADA REBORNBIANCHI?!

Biarinlah… author terinfeksi RebornBianchi…

Maaf ya 1886-nya dikit banget… gak ada inspirasi ini… karena udah janji, paksain ngetik dehh… *pundung*

Ngomong soal cokelat mint itu beneran ada, lho~ author pernah ngeliat kakak author beli buat hadiah ultah pacarnya. Tapi author ndak tau rasanya… pasti enak bangeeet~ *gigit saputangan* Kakak sialan! Udah pulsa modem dengan baeknya gue isi pake tabungan gue dan dia bisa make semaleman, terus dia ngasih apa ke gue!? KAGAK! *jedukin pala ke tembok**curcol*

Oh, iya~ inilah sosok di balik layar~ my lovely hunny bunny sweety OC. Harugawa Keiya-kun~ yang merangkap sebagai narrator di penpik gila ini yang tugasnya bikin chara disini marah dengan banyolannya!

Keiya: Dan gak dibayar sama anak sedeng nan sableng ini.

Lala: Yaah… abisnya loe tau, kan duit jajan gue sehari berapa…?

Keiya: Hem? 5.000?

Lala: Situ tau! =_=

Keiya: Hiaahh… *menghela napas*

Lala: Oh, iya. Buat yang tau, nih… tanggal berapa, ya ultah Haru? Kalau Yamamoto sih, aku tau… tapi kali ini mau pakai Haru~ ^_^

Keiya: *kaget* WOY! JANGAN BILANG KALAU—

Lala: NGGAK! GUE GAK BAKAL PAKE IDE 'ITU'! ITU TUH BUAT FIC YANG LAEN!

Keiya: BOONG AJA LO AUTHOR OMES!

Lala: YANG OMES TUH SIAPA?! GUE ATO SITU?!

Keiya: ENAK AJA! KATA SIAPA GUE OMES!

Lala: KATA GUE! GUE KAN YANG BIKIN KARAKTER ELO! BHUAHAHAHAHA! *tawa nista*

All crew: *diem aja ngeliat Lala + Keiya yang lagi angkat senjata (?)*

Adrin: UDAH, UDAH! DIEM LOE BERDUA! Heh Nur! Elo sering bilang gue kayak anak kecil elu lebih-lebih!

Lala: JANGAN SALAHIN GUE!

Adrin: *tutup kuping. Membatin* Buset. Suaranya lebih kenceng dari ToA masjid sebelah sekolah…

Rihan: Ngomong-ngomong, ide apaan, Nur?

Cinta (temen Lala): Pasti hent*i

Lala: HEH! *getok Cinta* NGOMONG DI CERNA DULU!

Adrin: Emang usus? =A=

Lala: Itu tuh ide—BUAT BIKIN CERITA MASA DEPAN GEGARA ISENG NYARI BAHASA ITALIA DI GOOGLE TRANSLATE!

All: *ngegubrak dengan kecewa (?)*

Keiya: Mau ngesot dari rumahnya sampe Vongola HQ di Italia juga nih anak gak bakal bisa bikin gituan!

Lala: Gue kan masih di bawah umur~ *ngikutin gaya Swittins*

All: *muntah berjamaah diimami Keiya*

Lala: Udahlah! Bantuin gue balesin repiyu sini!

Adrin: Haah… iya dah. Seterah!

All: Makasih berat buat yang udah review! (maaf balesnya disini. Modem lemot)

DancingMegalon: Hohoho. Iya kali, yak? #PLAKK! Iyalah sableng! Wong saya yang bikin ! *dihajared*

Ini udah apdet, loh!

Salam sableng juga~

Alphey42: Eh? Masa? Padahal kukira fic ini garink se garink kerupuk kesukaan author di sekolah…

Rihan: Jangan promosi! *injek Lala*

Lala: AMPUUN! Ekhem. Eeeh? Kamu juga suka 5986? Kita sehatii~ *dor* ini udah ada~ maaf ya dikit. Lagi ngaret, nih :9

ShadouRyu-kun: Eh? Menarik? Makasiih~ *peluk-peluk Ryu-kun* Aih, gak usah takut… lagi gak ada Kyoko, kok… :9 Oho… thank you, thank you… yes yes yes… (hasil belajar Bahasa Inggris dari kelas 1-6: Thank you, yas-yes-yas)

Kisasa Kaguya: Emang situ gaje. #PLAKK semoga selamat dari amukan Mei, ya… *naburin bunga diatas makam yang tulisannya Kisasa and Ryu REST IN PEACE* #PLAKK

DarkinocensDLT: Makasih reviewnya

Okedeh, segitu aja bales-bales reviewnya.

Lala: Dan oh, ya. Saya Cuma mau memperingatkan kalau yang salah 4 keatas, piket!

Basil: Eh! Bukan itu Lala-dono! Itu sih ancaman walkas kamu kalau koreksian TO-nya salah banyak!

Lala: Eh? Begitukah? Ah, iya juga. Ahaha. Oke, yang bener adalah kalau reviewnya gak lebih dari 5, saya ndak mau lanjut! # !

Adrin: Iya para readers! Kita udah susah-susah diseret kesini sama si genthong ini! Jadi, kasihanilah kitaa!

Lala: Oh yeah!? Dan bikin acara 'nembak si malu-maluin' elo jadi terganggu?! KALIAN TEGA! GUE KAN JADI JONES SENDIRI!

Keiya: Nasib loe dah thor. Lagian sapa juga yang mau sama cewek dengan gaya premanisme kayak situ.

Lala: Che! *buang ludah. Tapi emang pas itu baju batik seragam Lala dibiarin kebuka sama pake dobelan baju olahraga, kok*

Riehan: Yang pasti kalo gak review, kalian bakal nyesel! Soalnya chap depan bakalan ada main pairing:

Lala + Keiya + Riehan + Adrin: COLOLAL DAN 808618~

All: *tepok tangan heboh*

Lala: Soo…

All: REVIEWNYA MINNA-SAN!

Write: 29 February 2013
Last Editing: 14 March 2013 1.56 PM