Tittle :: Opera Van SM
Main Cast :: SJ, SHINee, DBSK, EXO
Author :: The Kecest Kang Rae Mi :D
Warning :: Cerita hancur, editing gagal, typo bertebaran, bahasa ngga baku, YAOI
HAPPY READING ^_^
.
.
.
CHAPTER 2 (EXO : CINDERELLA)
.
.
EXO : CINDERELLA
Dalang : Kai
Cinderella : Xiumin
Ibu tiri : Lay
Ayah : Suho
2 kakak tiri : Tao, D.O
2 sinden : Baekhyun, Luhan
Ibu peri : Kris
Pangeran : Chen
Pengawal : Chanyeol
Kusir kereta : Sehun
Author Pov
Semua artis SM, Sooman dan fans-fans artis SM sudah berkumpul disebuah gedung pertunjukan yang disewa Sooman untuk acara malam ini. Lampu panggung masih belum dinyalakan. Tentu saja karena pertunjukan belum dimulai. Para pemain masih bersiap-siap dibelakang panggung.
"Aigoo, gaun ini susah sekali dipakai." Keluh Xiumin ketika memakai properti miliknya.
"Makanya jadi orang jangan bantet-bantet." Ejek Chanyeol.
"Diem lu tiang listrik." Xiumin menendang kaki Chanyeol.
"Semua sudah siap?" tanya produser-nim.
"Ne, kami sudah siap." Jawab Suho. Produser menyuruh Baehyun, Luhan, dan Kai naik ke panggung. Musik mulai terdengar, lampu menyorot panggung, dan disana terlihat Kai dengan seragam dalangnya lengkap dengan blangkon berdiri diantara dua sinden imut Baekhyun dan Luhan yang mengenakan kebaya (A: bayangin aja cantiknya kayak gimana *Q*). Baekhyun dan Luhan menyanyikan lagu Chuu dari F(X).
"Do it do it chuuuuu~ " Krystal dan Sulli ikut bernyanyi. Victoria, Luna dan Amber bertepuk tangan riuh.
"Buset, Luhan sama Baekhyun imut, ya." gumam Siwon pada Kangin.
"Iya, imut banget. Cantik-cantik." Balas Kangin setuju.
"Jangan coba macem-macem." Kibum dan Leeteuk kompak menjewer seme mereka.
"Ehem!" deheman Kai membuat suasana kembali tenang. "Sebelum saya mulai. Ijinkan saya memperkenalkan peran masing-masing pemain. Saya, Kim Jong In, alias Kai, akan menjadi dalang. Kemudian, dua orang makhluk cantik ini, Baehyun dan Luhan, akan menjadi singer dalam pertunjukan ini." Kai coba-coba mencolek dagu Baehyuk dan Luhan yang dihadiahi lemparan sandal oleh Sehun dan Chanyeol.
"Selow aja, Pak." Kai mengusap kepalanya yang terkena lemparan sandal. "Pertunjukan kali ini akan menceritakan cerita CINDERELLA. Mari kita saksikan." Kai mulai membaca narasi. "Dikisahkan jaman dahulu ada seorang gadis cantik yang tinggal berdua dengan sang ayah. Suatu ketika, ayahnya menikah lagi dengan seorang janda beranak dua."
Berpindah ke setting. Xiumin masuk kedalam sebuah setting ruang keluarga sebuah rumah.
"Hai semua, namaku XiuMinderella (?), salam kenal." Kata Xiumin sambil melambaikan tangan. (A: namanya semacam XiuMin-menderita =_=a) Kemudian masuklah Suho, Lay, Tao, dan D.O.
"Weeeh! Ada Morgan cemes!" teriak Minho saat melihat D.O masuk ke setting.
"Kyaaa! Morgan!" Jung sister fangirling. Ternyata mereka cemesbles.
"Itu D.O, wooy! Kyungsoo! Kyungsoo!" koreksi Kai ngga nyantai. Kembali ke cerita.
"XiuMinderella..." panggil Suho.
"Ya, Appa?" balas Xiumin.
"Kok ngga enak ya, namanya? Woy, Kai, gue panggil Xiumin aja ya." teriak Suho dari setting pada Kai. Kai asal mengacungkan jempol karena dia sibuk menggoda Luhan dan Baehyun. D.O yang melihat Kai macem-macem dengan uke orang, segera turun setting menghampiri Kai dan menjewer telinga Kai.
"Yaah! Yaaah! Kyungsoo baby, kenapa Aa' di jewer, sakit baby." Rintih Kai.
"Biarin! Makanya jadi orang jangan genit. Udah item, genit, hiiih! Bikin emosi." D.O mencak-mencak.
"Aduuh, Baby. Udah dong, malu dilihat orang." Rayu Kai.
"Kenal malu juga lo? Huuuh!" D.O kembali ke setting. Cerita dilanjut.
"Xiumin, Appa akan pergi ke luar kota selama beberapa hari. Kau baik-baiklah dirumah bersama ibu dan kakak-kakakmu." Ujar Suho.
"Baik, Appa. Aku mengerti." Jawab Xiumin.
"Ayah Xiumin akhirnya berangkat, tapi karena istri barunya jahat, ia mensabotase mobil Suho hingga akhirnya Suho meninggal dalam kecelakaan. Xiumin sangat sedih kehilangan ayahnya, sedang Lay, bahagia karena mendapat banyak warisan. Dimulailah penderitaan Xiumin." Narasi Kai.
"Sebentar-sebentar, gue keluar cuma buat ngomong begitu doang terus mati gitu?" tahan Suho saat semua cast akan memulai cerita.
"Iya, begitu doang. Kenapa?" tanya Kai.
"Yeeeeh! Enak bener, masa dikit doang. Pokoknya, gue tetep mau ikut, gue mau jadi hantu gentayangan!" Suho masuk ke setting dan duduk di pojokan.
"Lu ngapain duduk disono? Lo kan udah ngga ada peran." Tanya Xiumin yang udah masuk setting.
"Gue jadi hantu gentayangan. Udah, main aja, jangan terpengaruh sama gue. Anggep aja ngga ada." Jawab Suho. Kemudian masuklah Lay, Tao, dan D.O dengan angkuhnya.
"Ayahmu sudah mati, sekarang akulah penguasa rumah ini. Turuti perintahku atau kau mati." Ujar Lay sambil mendorong Xiumin hingga terjatuh.
"Nih! Cuci semua baju kami." Tao dan D.O menjatuhkan setumpuk baju pada Xiumin.
"Dooh, cantik jangan galak-galak dong." Suho dengan usilnya mencolek dagu Lay.
"Apa lo colek-colek gue?" sungut Lay "Lagian kenapa ada Suho? Kan udah mati."
"Gue jadi hantu gentayangan. Anggep aja ngga ada." Jelas Suho. Lay kembali ke cerita.
"Cuci yang bersih, dan jangan sampai rusak. Mengerti!" ujar Lay dengan nada tinggi pada Xiumin. Sekali lagi Suho mencoba mencolek-colek Lay. Semakin lama Lay semakin sebal.
"Ini hantu lama-lama nyebelin, ye? Nyolek-nyolek gue terus, dikata gue sabun colek apa?" protes Lay. "Wooy! Yang merasa kehilangan hantu tolong diamanin dong."
Chanyeol dan Kris masuk ke setting dan membawa Suho keluar. Cerita berlanjut.
"Baik, Umma, aku akan..."
"What?! Kau memanggilku apa? Umma? Panggil aku Madame!" perintah Lay lagi. Xiumin mengangguk. Kemudian semua cast kembali masuk ke dalam.
Kai kembali membaca narasi. "Hari demi hari berlanjut. Lay dan kedua anaknya semakin semena-mena pada Xiumin. Kamar Xiumin kini ditempati Tao dan D.O, sedang Xiumin diusir ke loteng."
"Mulai sekarang, ini kamar kami!" ujar Tao pada Xiumin.
"Tapi, ini kamarku. Kalian sudah memiliki kamar sendiri."
"Trus, kalo ini kamar lo, gue harus bilang Kai item gitu?" balas D.O alay. (Kai: Kenapa gue dibawa-bawa? =_=)
"Dengan paksa, Tao dibantu D.O mengusir Xiumin ke loteng. Dari jendela loteng, Xiumin melihat utusan kerajaan datang ke rumahnya. Ia segera berlari turun untuk melihat utusan itu." narasi Kai.
Xiumin pura-pura sembunyi di belakang guci besar yang ada di setting. Kemudian, masuklah Chanyeol membawa beberapa amplop.
"Apa yang membawa Tuanku datang kemari?" tanya Lay pada Chanyeol.
"Apa benar disini rumah Madame Lay?" tanya Chanyeol.
"Benaer sekali."
"Saya kemari ingin menyerahkan undangan dari kerajaan untuk Anda dan ketiga putri Anda." Chanyeol menyerahkan empat amplop surat pada Lay.
"Pasti ada kesalahan, putri saya hanya ada dua. Yang ngesensus pasti salah." Koreksi Lay. Tak lama kemudian Chanyeol masuk ke balik panggung dan Xiumin muncul dari persembunyiannya.
"Madame, apakah itu surat untukku?" tanya Xiumin.
"Ini? Bukan, ini surat nyasar." Dengan sengaja Lay melempar surat Xiumin ke perapian dan meninggalkan Xiumin sendirian menyelamatkan suratnya.
Kai kembali bernarasi. "Hari yang dinanti tiba. Malam ini Lay dan kedua anaknya akan pergi ke pesta milik pangeran. Dan Xiumin tidak diajak."
"Bolehkah aku ikut dengan kalian?" tanya Xiumin.
"Boleh." Jawab D.O. "Tapi sebelumnya, kau harus mengumpulkan semua foto selca ku dalam waktu satu jam."
"Tanpa membuang waktu, membuang waktu, Xiumin segera mencari foto selca D.O. namun sayang, foto yang ia dapat kurang satu."
"Aku sudah mengumpulkan semuanya." Xiumin memberika semua foto selca yang ia dapatkan.
"Kurang satu!" kata D.O. "Kau tidak boleh ikut."
"Ayolah, aja aku, please..." Xiumin merayu D.O.
"Tidak boleh!" D.O di ikuti Lay dan Tao kembali ke belakang panggung.
"Ditengah kesedihannya, datanglah ibu peri yang membantunya." Narasi Kai. Di setting, Xiumin berpura-pura menangis sedih. Tapi, tak kunjung ada ibu peri yang datang.
"Lah? Ibu perinya mana?" tanya Xiumin bingung.
"Ibu peri masuk set!" teriak Kai. Tapi tak ada yang masuk setting. Penonton mulai heboh lagi. Kai melongok ke belakang panggung. "Ibu perinya mana?" tanya Kai. Semua kompak menunjuk Kris yang sedang mewek di pelukan Tao.
"Buset, Gege kenapa nangis? Kan yang nangis si bantet. Kenapa Gege ikutan nangis?" tanya Kai.
"Eh, Item gue nangis bukan karena sedih lihat Xiumin. Tapi gara-gara gue kedapetan peran ngga enak." Balas Kris.
"Udah, terima nasib aja. Sono buruan keluar." Kai narik Kris ke setting kemudian meninggalkan Kris berdua dengan Xiumin di setting.
"Action!" komando Kai.
"Jangan menangis, hiks, ibu peri ada disini." Ujar Kris dengan sesengukan.
"Yaah! Kenapa malah ibu perinya yang nangis. Kai, gimana nih?" tanya Xiumin ke Kai. Kai kembali memasuki set dan menarik Kris.
"Gege, kalau Gege mainnya bagus, gue kasih hadiah deh." Rayu Kai.
"Hadiahnya apaan?"
"Sebulan di kamar bareng panda lo. Terserah mau lo apain dia." Rayu Kai. Kris mulai terpengaruh.
"Deal." Kris menjabat tangan Kai dan kembali memasuki set.
"Janganlah kau bersedih, karena aku akan membantumu ke pesta." Ujar Kris pada Xiumin sambil memainkan tongkat sihirnya.
"Bagaimana caranya?"
"Siapkan aku sebuah labu dan empat ekor tikus." Perintah Kris. Xiumin segera mengambil properti yang Kris minta. Dengan sekali ayun, semuanya berubah menjadi kereta kencana. Kris kembali menganyunkan tongkatnya sambil berputar, pakaian Xiumin berubah menjadi bagus. "Sekarang kau sudah bisa pergi ke pesta."
"Begini ya, Pak, kereta udah ada, saya udah cakep. Tapi kusirnya ngga ada. Gimana berangkatnya?" kata Xiumin.
"Oh iya lupa. Cadel, sini, lo!" Sehun masuk sesuai panggilan Kris.
"Jangan panggil gue cadel, Tiang." Balas Sehun.
"Dia yang akan menjadi kusirmu. Ingat jangan pulang lebih dari jam dua belas tengah malam." Peringat Kris.
"Kenapa?"
"Gerbang rumah udah di tutup."
"Berangkatlah Xiumin ke pesta. Sampai di pesta, ia memukau banyak orang, termasuk Pangeran Chen." Narasi Kai.
"Siapakah dia yang ada disana itu, Chanyeol?" tanya Chen pada Chanyeol.
"Itu Baekhyun, uke gue. Kenapa? Naksir? Berantem sama gue sini!" tantang Chanyeol.
"Aduuh, bukan yang itu. Tapi yang baru dateng itu." koreksi Chen.
"Ooh, itu Kangin hyung. Habis dari toilet kayaknya." Jawab Chanyeol salah sasaran.
"Salah apa gue punya penasehat kayak begini bentuknya." Chen menarik Chanyeol menuju Xiumin. "Ini yang gue maksud, dia siapa?"
"Kenapa ngga lo tanya aja sendiri. Orangnya ada di sebelah, noh." Kata Chanyeol. Chen menoleh dan tersenyum manis pada Xiumin. Segera ia mendorong Chanyeol.
"Sial, habis manis sepah dibuang nih." Gerutu Chanyeol.
"Chen merasa jatuh hati pada Xiumin. Sayang, jam sudah menunjukkan pukul dua belas tengah malam. Xiumin harus pulang." Narasi Kai.
"MAMAAAAAAAAAA!" teriak Kai. Semua orang menutup telinga mereka.
"Woy! Lu ngapain malah teriak, Item?!" geram Suho.
"Pura-puranya itu bunyi bel jamnya." Bela Kai.
"Tapi ngga teriak-teriak juga, Item." Tao udah siap sama tongkat wushu-nya.
"Hehe, tapi baguskan?" Kai cengar-cengir.
"Bagus dari Hongkong?!" teriak semua orang di gedung. Kai menciut. Back to the story.
"Tunggu, sebelum kau pergi, beritahu aku namamu, alamatmu, nomer telponmu, nama ayahmu, nama ibumu, hobi mu, agamamu, tempat lahirmu, tanggal lahirmu..."
"STOOOP! Lo mau tanya atau mau ngesensus, sih?" protes Sooman memotong dialog Chen dari bangku penonton.
"Ulang-ulang." Komando Kai.
"Tunggu, sebelum kau pergi beritahu aku namamu." Chen menahan Xiumin.
"MAMAAAA...!" sekali lagi Kai scream sebagai bunyi bel. Untung penonton lainnya sudah memakai penutup telinga.
"Aku harus pergi." Tolak Xiumin. "Kalo mau nyari, bawa aja ini." Xiumin memberikan sebelah sepatunya pada Chen dan kembali ke rumah.
"Pangeran Chen yang penasaran, mencari keseluruh nengeri tapi tidak berhasil. Sampailah ia ke rumah Xiumin." Narasi Kai.
"Selamat datang, Pangeran." sambut Lay.
"Aku ingin mencari orang yang kemarin memakai sepatu ini. Jika aku berhasil menemukannya akan ku jadikan istri." Kata Pangeran Chen. Tapi sayang, tidak ada yang berebut mencoba memakai sepatu itu.
"Lah? Kenapa ngga ada yang rebutan nyoba?" tanya Chanyeol yang kebetulan ikut.
"Anu, itu, Tao udah terlanjur suka sama ibu perinya, jadi ngga mau ikutan nyoba." Jawab Tao polos sambil nunjuk-nunjuk Kris. Kris buru-buru masuk ke setting dan memeluk Tao protektif.
"Kalo D.O. udah suka sama dalangnya, biar dia item juga D.O. terima apa adanya, deh." Kata D.O.
"My baby Kyungsoo, Aa' Kai disini sayang..." Kai melompat masuk set dan memeluk D.O.
"Kalo Madame? Suaminya udah ngga ada, kan? Mau nyobain ngga?" tawar Chanyeol.
"Enak aja ngatain laki gue udah mati. Masih hidup, noh!" Lay menunjuk Suho dan menarik Suho masuk set.
"Nah terus yang nyoba sepatu ini siapa?" tanya Chen nelangsa.
"Yang jelas jangan Baekhyun." Kata Chanyeol.
"Atau Luhan." Sambung Sehun yang ikut-ikutan masuk set.
"Xiumin gege aja." Usul Tao.
"Itu sepatu emang punya dia, Tao sayang." Kata Kris.
"Udah, daripada kelamaan, siniin sepatu gue!" Xiumin masuk ke setting dan mengambil sepatu dari tangan Chen. "Gue sah bakalan jadi istri dia, kan?"
"SAH!" jawab semua orang.
"Oke, kapan kita nikahnya?" tanya Xiumin pada Chen.
"Sekarang juga boleh." Chen menarik Xiumin keluar gedung.
"Lah! Itu mau pada ngapain?" tanya Suho bingung.
"Jangan-jangan mau kawin beneran, Hyung." Jawab Sehun.
"WHAT?! WOOOY! TUNGGU DULU!" teriak Kris sambil mengejar ChenMin bersama beberapa member lainnya.
"Lah? Terus ini cerita endingnya gimana?" tanya Sooman pada Kai selaku dalang.
"Yah, udah begitu aja. Di kira-kira sendiri. Bentar ye, gue mau ikut ngejar dulu. Woooy! Tungguin gue!" Kai berlari menyusul member yang lain.
Akhirnya, pertunjukan OVJ ala EXO ditutup dengan semua member yang mengejar ChenMin yang berlari ke KUA setempat.
TBC
RAEMI CURCOL AREA
Annyeong :D
aigoo... ngga sangka banyak yang suka. gomawo chingu ^-^ *bow*
semoga di chap ini juga banyak yang suka ya :)
TanSintha-AnakHanchul :: nanti ada di bagiannya sendiri bareng member SJ yang lain :D
Jung jaebum :: ne chingu, ini udah dilanjut ^-^
AreynaKyuminElf :: hahaha :D gomawo chingu :D
leenahanwoo :: waduuh, chingu jangan kejang2 -_-a kalo chingu kejang2 korban sooman makin banyak #plak ne chingu, ini udah di lanjut :D
Sakura No Shiori :: yah bisa dibilang mirip :) tapi yang ini aku terinspirasi dari author lain :D
Riestha-tita :: hehe, gomawo chingu ini udah di update kok :)
Numpangbaca :: chingu mau punya adek? kurung Onkey di kamar sebulan, di jamin dapet adek XD
Lee Nichie :: bertambah satu lagi readers yang kejang2 XD
cloudyeye :: ini udah update :)
Seongkyiemoet :: ini lanjutannya :)
shinyfxshipper :: jangan di bayangin gimana sooman aegyo, bisa sakit nanti '-')b
gomawo yang udah review :)
wanna review now? :)
