The Thieves
Cast : Cho Kyuhyun
Choi Siwon
Shim Changmin
Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)
Lee Donghae
Lee Sungmin
Choi Seunghyun, dll
Chapter 1
Di toilet pria SM Senior High School, terlihat seorang namja berkacamata tengah terduduk di lantai kamar mandi yang dingin dalam keadaan yang sangat menggenaskan, seluruh badannya basah kuyub dan kotor, bahkan air berwarna kecoklatan masih menetes dari rambut hitamnya dan seragamnya yang berwarna putih kini berganti warna menjadi kecoklatan dan mengeluarkan bau yang menyengat.
Di depan namja itu berdiri tiga orang namja berbadan tegap yang sedang tertawa puas ke arah namja berkacamata itu, salah satu dari mereka yang posisinya paling depan tampak memegang sebuah ember yang isinya nyaris kosong, karena isinya baru saja dituangkan ke atas kepala si namja berkacamata.
"lihat, namja miskin ini lebih cocok berpenampilan seperti ini, sangat pas dengan statusnya" ucap namja pelaku penyiraman sambil menendang – nendang kaki namja yang masih terduduk dilantai.
Namja berkacamata yang sering menjadi korban pembullyan ini tampak tidak melawan dan hanya menundukkan wajahnya, walaupun tangannya yang menempel di lantai toilet tampak menggenggam dengan erat, karena menahan amarah.
"heyy cho kyuhyun tatap mataku kalau aku sedang bicara" ucap namja itu lagi sambil mencengkram dagu kyuhyun agar mendongak menatapnya, menampilkan sepasang iris coklat yang menawan namun tertutupi dengan kacamata tebalnya.
"kau itu seharusnya tidak bersekolah disini, namja miskin dan jelek sepertimu hanya menjadi kuman dan perusak kesempurnaan sekolah kami" ucap namja itu lagi sambil memandang kyuhyun jijik.
Lagi – lagi namja bernama kyuhyun itu hanya diam mendengar setiap hinaan yang keluar dari namja yang merupakan penguasa di SM SHS, sudah biasa baginya menerima hinaan dan pandangan jijik dari seluruh penghuni SM SHS –kecuali guru –guru- , statusnya yang sebagai siswa beasiswa di sekolah elit yang berisi anak – anak pejabat dan pengusaha kaya ini membuatnya selalu menjadi bulan – bulanan siswa yang lain, namun yang paling sering mengerjainya memang tiga namja yang merupakan seniornya ini.
"wajah jelek dan hinamu ini sangat mengganggu pemandangan" namja itu menarik rambut hitam kyuhyun kuat, membuat kyuhyun harus menahan erangan kesakitan dengan cara menggigit bibirnya, sungguh kulit kepalanya terasa akan copot, perih sekali.
Drrtttttt drrrtttt tiba – tiba smartphone di saku celana kyuhyun bergetar, masih dengan menahan perih di kepalanya diam – diam kyuhyun mengambil smartphonenya untuk melihat pesan yang masuk.
Seringaian muncul di wajah kyuhyun saat membaca pesan yang dikirim oleh rekannya itu.
"sayang sekali, waktu bermanin kita sudah habis sunbae" ucap kyuhyun datar, kali ini dia dengan berani menatap tajam namja di depannya.
"yahh apa maksudmu sialan?" tanya namja itu dengan nada tinggi
"waktu bermainku habis, ada urusan yang lebih penting" setelah mengatakan itu kyuhyun dengan cepat menjegal kaki namja yang berdiri di depannya, membuat namja itu terjatuh dengan suara keras di lantai toilet yang basah, dua namja yang lainnya hendak menyerang kyuhyun namun dengan cepat namja itu meraih tasnya yang tergeletak di lantai, mengambil benda kecil seperti botol parfum berisi cairan berwarna hijau dan langsung menyemprotkan cairan itu ke wajah ketiga namja itu, beberapa detik kemudian tubuh kekar ketiga namja itu jatuh tergeletak di lantai.
"fyuhhhh" kyuhyun meniup ujung botolnya seperti meniup ujung pistol, "obat buatan sungmin hyung ini sangat berguna, aku pergi dulu sunbae, ughh kakimu keras juga seperti kayu" kyuhyun mengusap kakinya yang sedikit sakit karena digunakan untuk menjegal sunbaenya itu tadi, namja manis ini memang tidak terlalu mahir dalam serangan fisik. Seteleh memastikan keadaan diluar toilet aman dengan santainya kyuhyun melangkahkan kakinya keluar toilet sambil menyampirkan tasnya di pundak, kyuhyun tidak akan takut ketiga sunbaenya ini akan balas dendam padanya besok, karena obat khusus yang dibuat oleh sungmin itu akan membuat mereka tertidur selama empat jam dan saat mereka sadar tidak akan ingat dengan apa yang terjadi.
Begitu sampai di depan gerbang sekolahnya kyuhyun belok ke arah kanan, ke arah jalan sempit yang jarang dilalui kendaraan, kyuhyun tidak khawatir siswa – siswi sekolahnya akan melihat, mereka anak – anak manja itu tidak akan mau melewati jalan yang agak kumuh tersebut, lagipula 'teman – teman'nya itu tidak ada yang berjalan kaki, mereka pasti akan dijemput oleh sopir yang membawa mobil – mobil mewah mereka.
Begitu sampai di ujung jalan sebuah mobil audi hitam tipe terbaru sudah menunggu kedatangannya, tanpa disuruh kyuhyun langsung masuk ke mobil tersebut dan duduk dengan nyaman di kursi samping pengemudi.
"aigo, ada apa lagi dengan seragammu kyu?" taya namja bergummy smile yang bertugas menjemput kyuhyun
"bukankah kau sudah biasa melihatku seperti ini hyuk – hyuk" jawab kyuhyun enteng.
Eunhyuk, namja yang duduk di samping kyuhyun, menjitak kepala namja itu pelan, "yak! Panggil aku hyung bocah, dan aku hanya bosan melihatmu selalu pulang dalam keadaan menggenaskan, lagipula kau selalu mengotori jok mobilku tau" eunhyuk bergidik jijik, hampir setiap hari kyuhyun pulang dengan keadaan seragam yang berubah menjadi seperti kain pel, kalaupun seragamnya selamat wajah dan rambutnya yang berantakan. "kenapa kau tidak melawan saja sih kyu?" tanya eunhyuk heran.
"aku tidak mau mencari masalah hyung, lagipula bukankah itu bagus, tidak akan ada yang menyangka namja nerd yang sering di bully disekolah merupakan anggota shadow" ucap kyuhyun sambil melepaskan kacamata tebalnya dan sedikit mengacak rambutnya yang tadinya model belah tengah menjadi agak berantakan namun terkesan trendy, lalu dibukanya kancing teratas seragamnya, sekarang dapat terlihat jelas mata karamel cho kyuhyun, dan wajah manisnya, entah kemana perginya tampilan nerd namja yang dibully oleh seniornya tadi.
"hahh terserah kau saja, sebaiknya kita pergi sekarang food monster itu akan marah kalau kita terlalu lama" ucap eunhyuk dan langsung menjalankan audi hitamnya dengan kecepatan di atas rata – rata.
.
.
Suasana sangat ramai di salah satu ballroom hotel berbintang lima terbesar di korea selatan, ballroom luas itu terisi dengan orang – orang dengan pakaian berkelas dan mahal, menandakan mereka adalah orang – orang dari kalangan atas. Mereka sedang menghadiri pameran berlian terbesar di asia yang diadakan oleh Park Yi Jung yang merupakan pemilik hotel bertaraf internasional ini.
Namja berusia 45 tahun ini sedang memamerkan barang koleksinya yang berupa berlian – berlian terbaik dari seluruh dunia, namun yang menjadi perhatian semua orang adalah sebuah berlian merah langka dari afrika bernama 'blood diamond' dengan harga mencapai 30 juta dollar yang saat ini terpajang di dalam kotak kaca anti ledakan yang terletak di tengah ruangan.
"anda sangat hebat bisa mendapat berlian ini tuan park" puji seorang namja tinggi pada yi jung.
"ahhh itu hal mudah untukku, yang dibutuhkan hanyalah uang yang banyak" balas yi jung dengan bangganya, tidakkah namja berbadan tambun ni sangat sombong?
"apa anda tidak takut berlian ini dicuri, bukankah harganya sangat fantastis" kata namja itu lagi.
"kau bisa lihat changmin –ssi, tempat ini dijaga oleh para polisi, dan kotak kaca yang melindungi berlian itu anti ledakan dan anti peluru yang hanya bisa dibuka oleh sidik jariku dan juga password yang hanya aku yang tau, tidak akan ada yang bisa membobolnya hahaha" yi jung tertawa puas membanggakan keamanannya yang luar biasa, tidak memperhatikan seringaian yang muncul di wajah namja tinggi yang ada didepannya.
"silahkan minumnya tuan" tiba – tiba seorang pelayan yeoja datang menawarkan minuman pada yi jung dan changmin. konsep pameran ini memang lebih seperti pesta dibandingkan pameran biasa, karena itu wajar saja banyak pelayan yang berkeliaran untuk menawarkan minuman, bukan hanya itu bahkan banyak makanan mewah dan mahal buatan koki ternama yang sudah tersedia disana.
"terima kasih, mari minum changmin –ssi, sayang sekali aku tidak bisa minum dengan ayahmu" ucap yi jung sambil mengambil segelas wine dari nampan yang dibawa pelayan yeoja itu.
"yahh, sayang sekali ayahku sedang sangat sibuk tuan park" ucap changmin ikut mengambil segelas wine dari pelayan yeoja tersebut, saat pandangannya bertemu dengan mata karamel milik sang pelayan changmin mengedipkan sebelah matanya pada pelayan itu dan dibalas senyuman penuh arti dari wajah manis sang pelayan, dan pelayan itu pun meninggalkan changmin dan yi jung dan menghilang di balik pintu khusus para pelayan, "target sudah mengambil gelasnya" lapor yeoja itu sambil menekan tombol hitam di earphone yang terpasang ditelinganya, yang tertutupi oleh rambut coklat panjangnya, rupanya yeoja ini terhubung dengan seseorang yang berada di dalam van hitam yang terparkir agak jauh dari hotel tersebut.
Kembali kepada changmin dan yi jung, kedua pria berbeda usia itu tampak mengobrol dengan asik, membicarakan masalah bisnis yang sebenarnya membuat changmin bosan, sampai tiba – tiba changmin yang hendak mengambil makanan ringan di meja di belakang yi jung tidak sengaja –atau sengaja- menumpahkan winenya di jas mahal pria tua itu.
"ahh maafkan saya tuan park" ucap changmin dengan ekspresi pura – pura menyesal dan berusaha membersihkan jas hitam yi jung yang terkena tumpahan winenya.
"tidak papa" ucap yi jung walaupun nadanya terdengar kesal, "biar saya sendiri" ucapnya sambil meletakkan gelas winenya di meja lalu mengambil sapu tangan putihya dari saku celana dan membersihkan jasnya.
Changmin tersenyum tipis melihat gelas yi jung yang tergeletak di meja, dengan tanpa sepengetahuan yi jung changmin menukar gelas itu dengan miliknya lalu meletakkan gelas yi jung ke troli yang di bawa oleh salah satu pelayan namja yang lewat disampingnya.
Pelayan namja itu langsung membawa trolinya ke arah pintu khusus pelayan, dan disana dia sudah di tunggu oleh pelayan yeoja yang tadi memberikan minuman kepada yi jung dan changmin.
"dapat hyung?" tanya yeoja itu, tunggu sepertinya ada yang salah, kenapa yeoja itu memanggil namja itu dengan sebutan hyung bukankah seharusnya oppa?. Dilihat darimanapun sangat jelas dia adalah yeoja, lihat saja wajah manis dan cantiknya itu, rambut coklat panjangnya, tubuh ramping dan seksi dengan bagian dada yang montok, dan tentu saja pakaian pelayan yeoja yang dipakainya, berupa kemaja putih ketat dan rok panjang dengan belahan yang tinggi, menunjukkan kaki jenjangnya yang putih mulus, tidak akan ada yang percaya kalau dia bukan yeoja.
"tentu saja" namja yang dipanggil hyung itu mengambil gelas milik yi jung dengan saputangan yang dibawanya, "kajja" ucapnya sambil mengajak 'yeoja' itu ke tempat penyimpanan alat bersih – bersih agar tidak ada yang melihat mereka.
Begitu sampai di ruangan tersebut sang yeoja menyibak rok panjangnya, mengambil benda seperti Iphone yang dillakban di paha mulus 'yeoja'tersebut.
"ini cepat kyu" ucap pelayan namja pada yeoja yang ternyata adalah kyuhyun itu sambil menyerahkan gelas yi jung.
"sabar sedikit hae hyung" jawab kyuhyun ketus pada namja yang ternyata donghae, sepertinya namja manis ini kesal dengan hyungnya itu dikarnakan dia harus menyamar menjadi yeoja lagi entah untuk keberapa kalinya, hal ini karenakan pakaian pelayan yang dicuri donghae dari tempat staff adalah milik pelayan namja dan yeoja, dan diantara mereka yang paling cocok jadi yeoja adalah kyuhyun, tidak bisa dibayangkan namja berbadan kekar seperti donghae memakai kemeja yeoja yang ketat itu, untung saja heechul selalu membawa alat penyamarannya kemanapun sehingga tidak menyulitkan kyuhyun untuk menyamar.
"kau masih marah padaku?" tanya donghae sambil menatap kyuhyun yang sedang mengutak atik Iphonenya
"tentu saja, karna hyung aku jadi yeoja lagi" ketusnya
"ohh ayolah kyu ini hanya sebentar, dan ini demi berlian 30 juta dollar" ucap donghae antusias.
"ne, ne, sekarang diamlah aku sedang berkonsentrasi" ucap kyuhyun sambil mengarahkan Iphone yang telah di modifikiasi olehnya, yang sekarang tengah mengeluarkan cahaya biru dari layarnya ke arah gelas yi jung, beberapa menit kemudian mulai muncul garis – garis tipis di atas gelas tersebut membentuk sidik jari seseorang, sidik jari Park Yi Jung.
Senyum puas muncul di wajah kyuhyun dan donghae seiring garis – garis tersebut semakin tebal, "hyung mana plastiknya" pinta kyuhyun, dia harus cepat sebelum garis – garis itu memudar dan perlahan menghilang.
Donghae merogoh saku celananya, mengeluarkan plastik khusus yang sangat tipis berukura senti berbentuk persegi panjang kepada kyuhyun.
Kyuhyun mengeluarkan sebuah bubuk pemberian sungmin dari sakunya, lalu membubuhkan serbuk putih itu sedikit pada gelas sebelum menempelkan plastik tipis itu pada sidik jari yi jung yang tercetak di gelas, beberapa detik kemudian garis – garis sidik jari itu sudah berpindah ke plastik kecil tersebut, "dapat" gumam kyuhyun dengan seringai diwajahnya.
"oke" ucap donghae dengan semangat, lalu ditekannya tombol hitam di earphone yang dipakainya, "sungmin hyung, padamkan listriknya" ucap donghae pada seorang namja manis bergigi kelinci yang sudah bersiap di depan panel kontrol di atap hotel yang mengatur seluruh arus listrik di hotel tersebut.
"baik" balas sungmin dari sebrang sana, beberapa detik kemudian seluruh listrik di seluruh gedung itu padam.
"kita punya waktu, sepuluh menit sebelum listrik darurat menyala, cepat" ucap donghae sambil memakai kacamata khusus yang digunakan untuk melihat di tempat gelap dan diikuti oleh kyuhyun, kedua namja itu bergegas bergerak menuju ball roomutama untuk melaksanakan misi puncak mereka.
Begitu sampai di ballroom suasana sangat kacau, suara ribut – ribut terdengar dari para pengunjung pameran yang merasa tidak nyaman kerena tidak bisa melihat apapun. Donghae dan kyuhyun bergerak dengan cepat menuju kotak kaca di tengah ruangan.
"tenanglah tuan dan nyonya, sepuluh menit lagi lampu darurat akan menyala" ucap sang MC dengan berteriak agar suaranya terdengar ke seluruh pengunjung.
Kyuhyun berusaha fokus berusaha membuka kotak yang sekarang berada di depannya, tidak dipedulikan keributan yang terjadi di dalam ballroom, perlahan ditempelkan plastik tipis yang telah terdapat sidik jari yi jung ke jempolnya, dengan hati – hati kyuhyun menyalakan sensor yang mendeteksi sidik jari,dia harus bergerak sepelan dan sehalus mungkin agar tidak tidak menarik perhatian para petugas keamanan yang sekarang telah berada di sekitar yi jung, menjaga namja tua itu, sepertinya mereka sangat yakin kotak kaca itu tidak akan bisa dibobol sehingga lebih memilih melindungi yi jung yang merupakan satu – satunya orang yang memegang 'kunci' kotak tersebut.
Kyuhyun menempelkan jempolnya ke pendeteksi sidik jari tersebut, menunggu beberapa saat dengan perasaan harap – harap cemas, kalau saja sidik jari itu ditolak alarmnya akan berbunyi, dan tentu saja itu akan sangat membahayakan mereka. Beberapa saat kemudian kyuhyun tersenyum lega saat melihat lampu hijau di alat pendeteksi sidik jari itu menyala, tanda sidik jarinya diterima, untungnya nyala lampu itu tidak terlalu terang jadi tidak akan menarik perhatian.
"cepat kyu" bisik donghae saat sungmin mengabarinya waktu tersisa tidak lebih dari empat menit lagi.
"tenang hyung, yang satu ini butuh konsentrasi tinggi" ucap kyuhyun sambil memakai sebuah sarung tangan hitam, agar sidik jarinya tidak tertinggal di kotak itu, kyuhyun memposisikan tubuhnya tertidur di bagian kolong kotak, lalu membuka penutup panel kontrol yang terletak di bagian bawah kotak dengan obeng kecil yang disembunyikannya di dalam rok panjangnya, begitu penutupnya terbuka langsung terlihat kabel – kabel yang terhubung dengan pengaman kotak tersebut, kyuhyun langsung mengeluarkan Iphonenya yang telah diberikan lapisan kaca hitam buram di bagian layarnya agar cahaya yang dihasilkannya tidak terlalu terang, lalu menyambungkan Iphonenya dengan kabel tersebut, setelah itu membuka program entah apa yang tidak dimengerti oleh donghae, namja yang sering dijuluki ikan ini lebih memilih mengamati keadaan di sekelilingnya memastikan mereka aman, untung saja para pengunjung diperintahkan untuk menjauhi kotak dan merapat kedidnding sehingga mereka dapat bergerak dengan leleuasa, satu lagi keuntungan kyuhyun dan donghae, para pengunjung dilarang untuk membawa alat elektronik seperti handphone dan sebagainya karena dapat mengganggu sistem keamanan, sehingga mereka tidak memiliki alat penerangan sama sekali.
Kyuhyun mengusap keringat yang mulai mengalir di dahinya seiring waktu mereka semakin sempit, kyuhyun bernafas lega saat di Iphonenya terdapat tulisan acces complete dan beberapa detik kemudian beberapa angka keluar di layar Iphone kyuhyun, kyuhyun langsung memasukkan angka tersebut untuk membuka kotak tersebut, babarapa detik kemudian terdengar bunyi klik menandakan kunci sudah terbuka, kali ini kyuhyun tidak khawatir lampu itu akan menyala lagi karena kyuhyun sudah berhasil menyusup ke dalam sistem keamanan kotak tersebut agar tidak menimbulkan bunyi dan cahaya saat kuncinya terbuka.
Dengan sangat hati - hati kyuhyun membuka kotak itu, dan mengambil berliannya, entah kenapa waktu yang sangat singkat ini terasa begitu lama bagi kyuhyun dan donghae, walaupun mereka sudah biasa melakukan hal seperti ini.
"hyung" kyuhyun memberikan berlian berwarna merah darah itu pada donghae, namja tampan itu langsung memasukkannya ke dalam kantong kecil berwarna coklat yang dibawanya, setelah itu kedua namja itu bergegas meninggalkan ruangan menuju pintu staff tadi, dan tepat setelah kyuhyun dan donghae menghilang di balik pintu itu lampu darurat menyala.
Seruan lega terdengar di ballroom tersebut karena ruangan kembali terang, namun pekikan keras terdengar dari arah tengah ballroom saat seorang wanita berteriak keras.
"berliannya, berliannya tidak ada!" teriaknya saat melihat kotak kaca itu terbuka dan dalam keadaan kosong.
"berliannya dicuri!" teriak orang yang lainnya, suasana ballroom itu pun menjadi sangat ribut.
"MWO! Apa yang kalian bilang?, tidak mungkin aku sudah memasang keamanan tercanggih disana!" yi jung memandang tidak percaya kearah kotak kaca yang kosong itu, "Berlianku, berlianku!" teriaknya sambil mencari kesekeliling kotak, namun nihil berlian itu tidak ada.
"kalian cepat cari!, jangan biarkan siapapun keluar dari ruangan ini, pasti pencurinya masih ada disini!"perintahnya murka pada petugas keamanan, namja – namja berbadan kekar itu langsung menutup seluruh akses keluar dari hotel tersebut.
Tidak ada yang menyadari diantara kepanikan orang – orang tersebut changmin dengan santai nya menikmati makanan – makanan ringan yang tersedia disana, tidak peduli dengan keributan disekelilingnya. "ini balasan untuk kesombonganmu tuan park" gumamnya pelan dan tidak ada yang mendengar selain dirinya sendiri.
.
.
"kyu cepatlah" ucap donghae sambil mendorong – dorong kyuhyun yang berjalan merangkak di depannya.
"jangan cerewet hyung, seharusnya hyuk hyung yang melakukan ini, aku benci tempat sempit dan gelap" gerutu kyuhyun, saat ini kyuhyun dan donghae memang sedang merangkak di ventilasi udara hotel yang terletak di atas ballroom tersebut, kedua namja yang telah berganti pakaian dengan setelan serba hitam ini tadi nyaris ketahuan oleh petugas keamanan yang berkeliling sehingga mereka memutuskan keluar lewat ventilasi udara yang lumayan besar dan dapat dilewati manusia itu.
Begitu sampai di ujung ventilasi udara itu kyuhyun mengintip keadaan diluar melalui celah – celah penutup ventilasi, begitu memastikan tidak ada orang diluar sana kyuhyun langsung menendang penutup di depannya.
BRAKK suara benturan keras antara sepatu kyuhyun dan penutup ventilasi disusul dengan jatuhnya penutup tersebut dilantai.
Kyuhyun keluar dari ventilasi udara itu diikuti oleh donghae, sepertinya mereka keluar di ruang ganti pegawai terlihat dari beberapa loker yang berjejer di dinding, untungnya sekarang seluruh pegawai sedang ada di ballroom sehingga ruangan ini kosong.
"kajja kyu" ucap donghae sambil memakai topi hitam ke kepalanya, kedua namja itu keluar dari ruangan tersebut dengan hati – hati, lalu menyusuri koridor panjang yang ada di depan mereka untuk menuju sebuah jendela besar yang berada di ujung koridor yang mereka lewati, mereka tidak khawatir dengan kamera pengawas yang menempel di dinding atas koridor karena sebelumnya kyuhyun sempat melumpuhkan seluruh kamera pengawas yang ada di gedung itu dengan cara menyabotese system keamanan mereka lewat virus yang dikirimnya ke dalam system keamanan hotel.
Begitu sampai di depan jendela besar itu, mereka langsung menbuka jendela itu , dan tiba – tiba saja eunhyuk muncul dari samping jendela, namja bergummy smile itu tampak menggantung dengan tali baja yang menahan tubuhnya, rupanya mereka memang sudah janjian bertemu di tempat ini.
"ini" donghae menyerahkan berlian itu pada eunhyuk yang langsung dimasukkan ke dalam saku baju hitam yang di pakai namja dengan julukan monkey itu.
"serahkan padaku" ucap eunhyuk lalu memberi kode pada sungmin di atap gedung untuk mengendurkan talinya sedetik kemudian eunhyuk sudah meluncur turun kebawah dengan sangat cepat.
Setelah memastikan eunhyuk turun dengan aman donghae dan kyuhyun mulai memikirkan cara untuk keluar dari gedung berlantai 40 itu, "lewat pintu darurat saja" ucap donghae, mereka langsung menuju ke pintu darurat, "terkunci" ucap donghae saat pintu itu tidak bisa terbuka.
"serahkan padaku" kyuhyun mengeluarkan benda seperti kawat kecil dari sakunya, memasukkannya ke lubang kunci, lalu mengutak – atik lubang kunci sebentar dan KLIK, kunci pintu itu terbuka
"kau memang bisa diandalkan" ucap donghae sambil tersenyum senang.
"tentu saja" balas kyuhyun bangga, lalu dua namja itu berjalan dengan santai menuruni tangga darurat, sampai akhirnya mereka sampai di lantai satu keduanya keluar dari pintu darurat dan berbegas keluar hotel itu lewat pintu belakang yang ada di dapur hotel, untungnya pakaian mereka sama dengan petugas dapur itu jadi bukan merupakan hal yang sulit untuk menyelinap.
"heyy berhenti" tiba – tiba saja seorang petugas memergoki mereka saat keluar pintu belakang."kalian tidak boleh pergi dulu, sedang ada pemeriksaan" ucap petugas itu lagi sambil berjalan menghampiri haekyu.
"sial" umpat donghae sambil menarik kyuhyun untuk berlari
Melihat mereka berlari petugas tersebut hendak mengeluarkan pistolnya untuk menembak kyuhyun dan donghae sebelum tiba – tiba sebuah jarum melesat dan menusuk tepat di lehernya, membuatnya langsung jatuh pingsan.
Donghae dan kyuhyun memandang petugas itu heran, seolah – olah bertanya 'ada apa denganya?' sampai sebuah suara yang sangat familiar terdengar di belakang haekyu.
"kalian memang tidak bisa apa – apa tanpaku" ucap heechul dengan nada sarkastik sambil memikul benda seperti senampan panjang di pundaknya, sepertinya namja cantik ini yang menembak petugas tadi dengan jarum bius.
"ayo cepat eunhyuk sudah di mobil bersama sungmin" ucap heechul lagi sambil berjalan meninggalkan haekyu, kedua namja itu pun mulai berjalan cepat mengikuti heechul menuju mobil van hitam mereka.
.
.
SRAKK setumpukkan kertas terlempar dengan keras di atas meja di sebuah ruangan di kantor kepolisian seoul. Sang pelaku pelemparan, Choi Seunghyun, yang merupakan kepala kepolisian seoul, terlihat sedang memarahi dua orang bawahannya yang sedang berdiri sambil menundukkan kepala didepannya.
"bagaimana bisa kalian kecolongan lagi?!" marah seunghyun sambil menunjuk dua bawahannya yang menurutnya tidak becus.
"maaf pak" jawab kedua namja itu serempak
"haiissshh ini bahkan sudah keempat kalinya dalam sebulan terakhir dan kalian belum mendapatkan hasil apapun" kesal seunghyun, namja berusia 45 tahun ini tidak habis fikir, bagaimana mereka, para polisi, bisa dipermainkan dengan sekelompok pencuri yang di kenal dengan nama shadow, sudah cukup lama mereka memburu kelompok pencuri itu, namun tidak pernah mendapatkan hasil yang berarti.
Seunghyun mengambil lagi kertas berisi laporan yang baru saja diberikan bawahannya, kertas berisi laporan tentang menghilangnya berlian mahal milik salah satu pemilik hotel terbaik di seoul, seunghyun sendiri heran bagaimana 'mereka' bisa begitu rapi menutupi jejaknya.
"hahhhh" seunghyun menghela nafas keras, "kembali ke tempat kalian, mulai sekarang kalian dibebaskan dari tugas ini, dan suruh polisi choi menghadapku" ucap seunghyun tegas yang langsung dipatuhi oleh dua polisi itu.
Begitu kedua polisi itu keluar seunghyun kembali duduk di kursinya, memeriksa kembali kasus pencurian yang dilakukan oleh shadow. Tiba – tiba terdengar suara ketukam pintu, membuat seunghyun mengalihkan pandangannya dari kertas – kertas itu sejenak, "masuk" ucapnya mempersilahkan orang tersebut masuk.
CEKLEK pintu terbuka dan muncullah seorang namja berbadan tegap dengan menggunakan seragam kepolisian.
"anda memanggil saya pak" ucap namja itu sambil setelah memberi hormat pada seunghyun
"ya, appa memintamu kemari siwon-ah" jawab seunghyun sambil mempersilahkan namja yang ternyata puteranya itu duduk.
Namja berusia 24 tahun yang bernama siwon itu duduk di depan seunghyun, sekarang sikapnya tidak seformal tadi, siwon sangat tau kalau komandannya itu sudah memanggilnya dengan 'siwon-ah' dan bukan 'polisi choi' berarti appanya itu ingin bicara sebagai seorang ayah dan anak.
"ada apa appa?" tanya siwon sopan
"kau lihat ini" seunghyun menyerahkan kertas laporan tadi pada siwon
"shadow?!" tanya siwon sambil melihat – lihat kertas ditangannya, namja tampan itu memang sudah sangat familiar dengan nama shadow, karena appanya memang sudah menyelidiki kasus tentang sekelompok pencuri itu sejak lama.
"ne, mereka berulah lagi" ucap seunghyun
"apa belum ada titik terang?" tanya siwon
"tidak ada sama sekali mereka sangat handal dan selalu bermain bersih" ucap seunghyun sambil memijat kepalanya pelan.
"lalu apa appa memanggilku kesini karena kasus ini?" tanya siwon
"ne, appa tidak tau lagi siapa yang bisa diandalkan untuk menangani kasus ini, hanya kau siwon – ah harapan apa satu – satunya" ucap seunghyun sambil menatap anaknya.
"tapi appa ini bukan bidangku" jawab siwon, namja tampan ini memang ditempatkan di bagian terorisme dan kejahatan internasional.
"appa mengerti, tapi apa yakin kau bisa melakukan ini siwon – ah" seunghyun meyakinkan.
"appa ..."
Belum sempat siwon menyelesaikan ucapannya seunghyun sudah memotong, "dengar, appa melakukan ini karena appa yakin pada kemampuanmu, ingat kau bahkan menjadi lulusan terbaik dan termuda di akademi kepolisian, appa yakin kau akan memecahkan kasus ini" seunghyun menggenggam tangan siwon erat.
Siwon bisa melihat ada kesungguhan di mata appanya dan dia tidak ingin mengecewakan namja yang sudah 24 tahun membesarkan dan mendidiknya itu, "baiklah, lalu apa yang bisa kulakukan appa?" tanyanya pasrah
Seunghyun tersenyum simpul, "kau memang bisa appa andalkan siwon – ah" seunghyun menepuk bahu siwon pelan lalu pandangan matanya kembali serius, "appa ingin kau mencari informasi tentang mereka siwon – ah" ucap seunghyun
"bagaimana caranya appa? Bukankan anak buah appa bahkan selalu gagal mencari informasi tentang mereka?" tanya siwon
"kalau masalah itu kau serahkan saja pada appa siwon – ah,kau hanya cukup mengikuti apa yang appa perintahkan" ucap seunghyun sambil tersenyum penuh arti.
TBC
Chap 1 datang ...
Kelamaan gak? Maaf ya kalo lama, abis aku baru pertama kali nulis ff yang begini, jadi kalo ada yang aneh dan gak berkenan kasih tau ya chingu hhe, cukup sulit ngebayangin gimana caranya mereka mencuri jadi maaf kalo belum maksimal, hmmm mesti banyak nonton film action nihh biar dapet ide hhe ...
Siwon udah muncul lho disini, udah tau kan siwon jadi apa ...
Hope u like it chingudeul :)
Ohhh ya kuucapkan selamat datang untuk readers baru, semoga kalian menikmati ffku, terima kasih untuk semuanya yang sudah menyempatkan membaca dan mereview ff yang gak seberapa ini, saya terharu lho beneran ...
Sampai jumpa di chap selanjutnya ... pai - pai
