Love Life
Nola
disclaimer: Fujimaki T's Kuroko No Basuke.
perhatian: mohon maaf jika ada kesalahan kata atau sebagainya. Saya tidak mengambil keuntungan apapun selain kepuasan diri.
Warning: Sho-Ai/Yaoi, Ngasal, typos?, Switchgender, OOC.
enjoy
Love Life chapter 2
chapter 2: 'Tak kenal Maka tak Sayang'
A: pendapatmu tentang Akashi Seijuuro?
"Nothing special. He's just a red psycho,weirdo and a crazy dumb fu—ack!"
"jaga tata krama mu Taiga-kun,maafkan suamiku Akashi Seijuuro-san"
"santai saja, aku sudah mendapat banyak pujian jadi sedikit celaan tak masalah"
"sudah kubilang dia itu aneh!"
"wah, ada apa ini ramai-ramai?"
Love Life
"uh..."
Suasana mendadak canggung. Aura suami Kouki-san benar-benar err...mengerikan. Tet-chan saja sampai speechless bahkan Kagami yang memang diam sedaritadi menjadi makin diam dan agak gugup, yeah walaupun di dalam hati dia bersorak. Banzai! Dia ternyata tak setinggi yang kukira!walau dia tampan sih.
"oh salam kenal Akashi Seijuuro-san, mohon bantuannya" Tetsuya lah yang mengembalikan suasana dengan membungkuk sopan dan di respon anggukan oleh Akashi Seijuuro.Good job tetsu!
Diam-diam Tetsuya menyikut Taiga. Code. Semoga Taiga paham. Amin.
"o...oh, I am Kagami Taiga, nice to meet you"
Damn, Taiga-kun
Englishnya keluar. Tetsu bakalan marah besar. Taiga melirik istrinya yang ekor sembilannya sebentar lagi keluar. Mampus. Tetsuya bilang tidak sopan berkenalan dengan bahasa Inggris jika bicara dengan orang Jepang. Itu sama saja seperti menghina.
y...yah gimana ya, Taiga kan sudah gugup dia akan mengatakan segala hal yang ada dikepalanya. Selama dia hidup baru kali ini punya tetangga yang formal nan wajah psycho. Takut salah ngomong dianya yang di racun.
"ah nice to meet you too, Kagami Taiga. I hope we can be a good friend"
Taiga tertohok saat mendengar Seijuuro-san berbicara. Daaaamnn keren banget! Udah kaya ngomong sama orang bule.
"um...yap"
"ngomong-ngomong, usia Kagami-san dan Sei-kun itu sama, jadi jangan sungkan ya"
Senyum Kouki buat Taiga doki-doki gak tau diri padahal punya istri. Wajahnya merona menjijikan. Untung tidak ketahuan Seijuuro, kalau ketahuan...BANTAI!
Hening...
Lagi...
"uhm...ini pertama kalinya Sei-kun punya tetangga, jadi...mohon kerja samanya Kagami-san, onee-san" Kouki membungkuk sopan kepada keduanya.
"eh? Serius?"
'lah...dia tinggal di hutan emang?sampe gapunya tetangga'
Taiga dan Tetsu bertukar pandang. Mereka punya pikiran yang sama.
"uhm, kami tinggal agak jauh dari kota"
"ah kami mengerti, kalau begitu jika ada suatu kesulitan, kami selalu ada untuk kalian"
Sebenarnya sih gak ngerti-ngerti amat, Cuma yah biar cepet kelar aja perkenalannya. Lagipula kasian si Akise dari tadi berdiri terus, takutnya kram susah jalan. Siapa coba yang bakal bantuin dia?badan segede dosa begitu. Kalau Kagami pasti 'hell no!', Tetsuya di eleminasi karena pasti gak sanggup, kalau Kouki...no comment dan...kalo Seijuuro...BANTAI!. Ah Kasian Akise-san, dia musti usaha sendiri.
"mohon bantuannya"
Seijuuro melirik jam di dinding ruang tamu. Sudah nyaris 10.00 malam, tidak sopan bertamu kerumah orang terlalu malam. Kemudian melirik Kouki yang masih asik mengobrol dengan Tuan rumah.
Dengan gerakan pelan tapi pasti, Seijuuro menepuk punggung tangan istrinya yang menoleh dengan sigap.
Sudah malam, pulang.
Kouki mengangguk paham ketika melihat tatapan suaminya.
"um...Kagami nii-san, Onee-san..."
Love Life
"pagi, Kagami, Kagami-san"
Seijuuro menyapa tetangga sebelahnya yang sedang bersiap jogging pagi. Udara musim begini memang segar sekali untuk olahraga apalagi jogging. Dia sendiri keluar jam segini untuk melakukan peregangan, niatnya ingin jogging juga tapi tulang keringnya masih belum terlalu pulih. Kouki bisa marah besar kalau tau dia lari pagi.
"oh, pagi Akashi-kun"
"oi oi panggilan itu membingungkan tau"
Seijuuro melirik manik bara api milik Taiga kemudian melirik arah sepatunya. Benar juga, hmm...Kouki pernah bilang kalau Kagami Taiga itu lebih tua beberapa bulan darinya...tua...tua...
Ah!
"baiklah, Kagami-san untuk Kagami Tetsuya-san dan...Oyaji untuk Kagami Taiga..."
"WTF!?"
"pfft" Tetsuya menutup mulutnya dengan lengan untuk menahan tawa, begitu mendapat pendelikan dari Taiga, wajahnya kembali semula tapi masih menyimpan senyum tawa nan menggoda.
Oyaji? Kau serius dengan panggilan yang err... terdengar terlalu tua itu?pftt...HAHAHAHA.
Taiga cemberut, wajahnya makin carut marut. Moodnya benar-benar jelek pagi ini. Salahkan tetangga pria di sebelah itu.
"bercanda, nii-san"
Eh
Nii-san?
Love Life
"Sayang"
Seijuuro memanggil istrinya yang sedang duduk santai sembari membaca majalah 'Sanrio Strawberry News'. Memang, istrinya itu tidak pernah bosan dengan majalah dominasi warna pink dengan berbagai macam gambar kekanakan dari Sanrio tersebut. Kebanyakan isinya adalah hal tidak penting.
Panggilan sang suami tak Kouki hiraukan karena sibuk dengan isi majalah tersebut. Entah apa yang membuatnya menjadi sangat serius dan mengacuhkan Seijuuro. Hmm...'kacang' lagi murah ya.
Karena diacuhkan, Seijuuro mulai memeluk pinggang Kouki dan wajahnya di sembunyikan di ceruk leher istrinya itu.
"Buncha Sayang"
Melirik sekilas pada Seijuuro kemudian kembali membaca majalah.
'pasti ada maunya deh'
"hmm, ada apa Sei-kun?"
"jalan-jalan yuk"
'tuh kan'
Srek
Kouki menutup majalah kemudian melipatnya dengan rapi.
"malam-malam begini mau kemana? Sei-kun besok tidak kerja?" ujar Kouki perhatian. Tetapi Seijuuro malah berwajah masam.
"Jadi kamu nolak rejeki nih?jarang-jarang loh aku off kerja"
Oh...
Kini Kouki memandang penuh suaminya. Kedua mata mereka bersitatap.
"aku ngerti kalau ini moment yang jarang, tapi...malam begini mau kemana?jangan bilang—"
Sipitan mata curiga Kouki di balas senyum lebar oleh Seijuuro.
"Reuni SMA"
Kan...
Sudah kuduga...
"kenapa gak siang aja? Malam begini waktunya kamu istirahat"
Seijuuro terdiam beberapa saat kemudian menyandarkan tubuhnya. Mulai memahami ke khawatiran Kouki terhadapnya. Ponselnya bergetar tanda Line masuk, pasti grup. Seijuuro hanya melihat dari jendela ponselnya.
MibuReo
Sei-chan! Jadi ke Kyoto kan? Jangan lupa bawa Kou-chan kesini loh ya~╰(*´︶...
Kouki yang mengintip isi ponsel Seijuuro langsung bergidik ngeri ketika melihat dn yang tertera disana.
Mibuchi Reo. Alumni Rakuzan yang notabene mantan anggota Basket yang di ketuai suaminya. Kouki rada trauma dengan Mibuchi. Dimata Kouki, Mibuchi mirip dengan betina Karnivora. Ya, dia dulu sempat nyaris diterkam saat memperkenalkan diri di depan teman-teman Seijuuro. Pipinya juga sempat dicubit oleh Hayama. Rasanya pipinya lepas dari wajahnya. Dan tanggapan Seijuuro? Kouki cepat akrab ya.
Akrab jidatmu,
Makanya, Kouki selalu takut kalau di ajak Seijuuro reuni.
Tapi Seijuuro tidak pernah mengerti isi hatinya.
Tidakkah dia tau kalau dirinya disana, serasa ada di sarang setan?
"Buncha, Reo mencarimu loh"
Terserah!
"uhm, salam saja ya sama Mibu-nii"
"uhm oke...Reo, Kou—hm...maaf tidak bisa—" Seijuuro menggumam ketika mengetik pesan. Sepertinya kali ini dia tidak akan datang. Kouki sudah melarangnya. Memang, Seijuuro cukup patuh akan larangan yang diberikan Kouki, dia takut kena batunya seperti dulu. Dia pernah mengacuhkan perkataan Kouki 'Sei-kun! Kamu gak boleh judes sama kucing loh, nanti bisa kena sial'. Seijuuro pikir Kouki hanya mengarang, ternyata perkataan wanita itu jadi sumpah untuknya, setelah dia menginjak ekor kucing dengan sengaja di hari-hari selanjutnya sial selalu menimpanya.
Mulai dari kejatuhan kotoran burung sampai jas robek di tengah meeting. Setelah itu Seijuuro pergi ke kuil untuk berdo'a meminta permohonan maaf pada dewa karena telah menjahati makhluk-Nya.
Setelah chattingan berakhir dengan amukan Hayama dan kekecewaan Mibuchi, Seijuuro meng lock ponselnya.
Brak brak
'TETSU! NIGOU GANGGU AKU NIH'
Arf! Arf!
'TETSU! NIGOU JILAT KAKI AKU EWW! Nih jilatin aja bb crea—"
'mau di pisau atau di silet?!'
Seijuuro mendongakkan kepalanya. Mendengarkan seksama tetangganya yang ricuh itu. Sudah 3 hari mereka tinggal berdampingan dan tetangganya itu selalu saja berisik. Tidakkah mereka tau ini sudah malam?
Kini Seijuuro melirik Kouki yang sedang menonton acara Thomas and friends yang dia rekam tadi pagi. Sudah besar tontonannya tetap tidak berubah ya. Seleranya tetap yang tut tut.
"Buncha, kamu senang tidak tinggal disini?"
Pertanyaan Seijuuro membuat atensi Kouki teralihkan.
"senang kok, ada apa?Sei-kun masih gak punya teman?"
Ekspresi khawatir Kouki cukup membuat bibir suaminya menyungging tipis. Masih mengkhawatirkan itu eh?.
Seijuuro mengusap puncak kepala Kouki pelan
"punya kok, tetangga sebelah kan teman aku"
Kouki cemberut. Tapi kan tidak akrab! "tapi kan—"
"Buncha bilang kalau sudah berkenalan satu sama lain artinya jadi teman kan? Nah aku sudah berkenalan dengan mereka, lagi pula aku punya anak-anak grup yang bisa di ajak chatting"
Ya, anak-anak grupnya itu kadang memang tidak punya kerjaan. Beberapa hari yang lalu Mibuchi mem-boom chat room dengan foto majalah bersampul Kise Ryota dan memaki sewot. Ya, Mibuchi memang agak sirik dengan teman SMPnya itu. Ih! Dia kok mulus banget sih?!, kira-kira begitu. Dan akhir-akhir ini mereka mem-personal chatnya, membicarakan tentang street basketball yang akhir-akhir ini lagi booming di daerah Shinjuku.
"hmph, pokoknya kamu harus sapa-sapa tetangga lain ya, awas kalau kamu judes"
Nah, kalau yang satu ini selalu saja sewot tentang masalah hubungan sosialisasinya dengan orang lain. Kouki Cuma takut Seijuuro gak punya temen,kok. Itu dikarenakan saat di Kyoto sana, Seijuuro memang tidak pernah kenal dengan tetangganya karena wilayah rumah yang agak menjorok ke horror ya wilayahnya.
"iya iya, aku mengerti"
Kouki tersenyum lebar ketika Seijuuro paham maksud perkataannya. Ah, begini kan enak.
"oh iya, tetangga sebelah itu berisik ya. Tidak pagi, tidak malam sama saja"
Mendengar celoteh suaminya buat Kouki terkekeh. Kalau Seijuuro mulai bicara begini, pasti bakalan berakhir dengan 'banding-membandingkan' dirinya dengan orang lain. Sebenarnya itu perilaku jelek sih, tapi terkadang tanggapan Seijuuro sangatlah lucu , hiburan buat dirinya saja sih.
"oh ya?asik dong, rumah gak keliatan terlalu sepi. Lagipula Onee-san dan Onii-san sebelah itu lucu banget ya" Kouki terkekeh geli mengingat perkelahian-perkelahian konyol tetangga sebelahnya itu. Biasanya tiap pagi kalau gak teriak-teriak cari dasi ya rebutan makanan sama peliharaan.
Seijuuro bersandar pada punggung sofa dan mendesah berat.
"mereka itu kaya anak-anak,kita jangan sampai begitu deh"
"hehe iya, kita harus jadi pasangan yang lebih dewasa!"
Begitu pandangan mata mereka bertemu, keduanya terkekeh geli. Seijuuro yang gemas dengan istrinya itu lantas memeluk erat. Aduh, Kouki manis banget sih!. Beruntung Ayahnya mempertemukan dirinya dengan kouki. Ya memang hubungan mereka ini gak di mulai dari nol seperti saling bertemu di suatu tempat atau berpacaran, mereka hanya melakukan masa pendekatan selama 1 bulan. Dirinya dan Kouki dijodohkan demi kepentingan perusahaan,hmm awalnya sih mereka memang musuhan,tidak akrab dan sering berkelahi tetapi seiring berjalannya waktu ke arah pernikahan keduanya mulai saling mengerti dan saling serasa di film-film aja nih.
Kouki bersandar di dada bidang Seijuuro seraya memainkan lengan piyama suaminya.
"Sei-kun, menurut Sei-kun, Kagami nii-san itu bagaimana?"
"bagaimana, gimana?"
"ya pendapat Sei-kun aja"
Seijuuro menjengitkan alisnya. Menghembuskan nafas kemudian menyandarkan dagunya di pucuk kepala Kouki, protes dari sang empunya pun diacuhkan.
"hmm...biasa aja sih, dia Cuma om-om berisik yang takut anjing"
Mendengar pendapat suaminya membuat Kouki cemberut. Ih! Kok gitu sih?! Jelek banget pendapatnya.
Ya elah Kou-chan, pendapat kan bebas.
"Kagami-nii san itu baik tau! Tingkahnya lucu, terus pintar masak lagi!"
"oh ya?masih baik aku kok"
Cih! Lucu atau bodoh?
Seijuuro mulai sewot. Bisa-bisanya Kouki muji-muji suami orang di depannya.
Terakhir kali saat Kouki muji-muji Kise Ryota di depan dirinya. Keesokan harinya sepatu baru merk assic milik Ryota sudah tak ber sol lagi.
"iya!" Kouki mengangguk semangat "apalagi waktu kemarin aku kasih dia choco ball, dia kelihatan seneng banget! Ah aku juga ikut senang!"
Itusih Taiganya saja yang rakus...
Hmm...
Ini kok udaranya kerasa panas sekali ya. Apa tanda mau hujan? Atau tanda gejolak amukan dalam diri Akashi Seijuuro?
Kouki yang tidak menyadari aura satan sudah keluar dari tubuh Seijuuro itu pun masih gencar berceloteh.
"oh iya, kalau Kagami nee-san? Dia agak nyeremin ya? Bisa hilang-hilang begitu! Tapi aku senang deh bisa punya teman cerita, aku juga sering konsultasi sama dia"
Untung sudah ganti topik, kalau masih bicara tentang Taiga. Seijuuro gak tau lagi dimana harus sembunyikan seonggok mayat yang segede dosa begitu.
"kalau begitu aku juga turut senang kamu punya teman cerita"
Seijuuro mengelus puncak kepala Kouki sayang.
"Tetsuya-san itu kepala dingin, aku suka kamu berteman sama dia."
"hehe iya, hobinya dia tuh sama kayak aku, jadi ya nyambung aja gitu,oh iya kemarin pagi, Onee-san pinjam buku filsofi punya Sei-kun"
"iya, asal jangan lupa kembalikan aja"
Umm...kalau kembali mengembalikan. No comment ya...
Love life
Kagami Taiga sedang kesana kemari mencari berkas laporan dalam stofmap yang dia letakan di atas meja. Tapi kini raib entah kemana.
Awas saja kalau sempat ini perbuatan Nigou.
Ketika laporan tak ada di manapun, Taiga memutuskan untuk ke kamar. Siapa tau ada di laci nakas.
Brak
Langkahnya terhenti ketika kakinya menendang sesuatu sampai menghantam nakas.
Sebuah buku
'philosophy of Naive realism'
Oh
Pasti milik Tetsu.
Taiga pun memungutnya dan meletakkannya diatas nakas. Tak lupa menempelkan secarik sticky note.
'kalau pinjam itu dijaga, nanti kalau hilang pasti aku yang kamu marahin'.
Sepertinya mereka memang harus saling mengenal, tetapi tak hanya itu, saling mengerti dan memahami juga bagian aspek dari kehidupan bertetangga.
TBC
See you next time~
Puaaah! Akhirnya chapter 2 selesai juga. Saya gak pernah sempat selesaikan ini cerita karena banyaknya tugas dan kegiatan sekolah saya atas keterlambatan ini. Ini saya selesaikan kebut semalam. Dan ini dia akhirnya, jadi mohon maaf kalau tidak memuaskan dan berantakan.
Oh iya
Buncha itu panggilan Seijuuro buat Kouki. Yang diambil dari kata Bunny-chan. Ya itu panggilan kalau hubungan lagi mulus aja hoho.
Disini scene trouble maker aka KagaKuro sedikit ya. Iya karena chapter ini memusatkan pada pendapat carut marut dari tetangga baru mengenai mereka.
Makasih juga buat pembaca yang sudah review dan lainnya!
Bubyeee~
