A Naruto Fanfiction

Taboo?

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pairing: Uchiha Sasuke x Haruno Sakura slight Haruno Sakura x Hyuuga Hinata and many pair

Warning: AU, OOC, a little bit Yuri, and Miss Typo

Don't like don't read

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 2

At Haruno House

BEEP… BEEP… BEEP… BEEP suara alarm yang berbunyi membangunkan Sakura dari tidurnya, merasa sudah waktunya untuk bangun Sakura segera bergegas menuju kamar mandi setelah mematikan alarm dan membereskan tempat tidurnya yang berantakan.

Seusai mandi Sakura langsung turun menuju dapur untuk memasak bento yang akan dia bawa ke sekolah. Ketika Sakura memasuki dapur dia melihat kakak sepupunya Temari tampak sedang menyiapkan sarapan sambil menelpon.

"Eh, Sakura-chan kapan kau bangun?" Tanya Temari yang ternyata sudah menyelesaikan acara menelponnya.

"Barusan Nee-chan, tadi Nee-chan menelpon siapa?" Temari tersenyum sambil memotong – motong sayuran yang akan dimasaknya "Itu tadi Ibu mu yang menelpon, kata beliau mereka kemari besok lusa." Sakura hanya ber-oh ria dan segera melanjutkan kegiatannya bersama Temari.

Sembari membantu Temari untuk memasak sarapan, Sakura mulai mempersiapkan bahan untuk membuat bentonya, kali ini Sakura akan membuatkan Sushi dan untuk penutupnya dia akan membuat Chocolate Soufflé, setelah persiapan bentonya lengkap dan mengoven kuenya, Sakura mulai menyiapkan piring dan gelas yang akan dipakai untuk sarapan nanti dan selesai mempersiapkan meja ia pun mulai memasukan sushi yang sudah digulung, salad, dan sedikit buah kedalam kotak bento yang sudah ia persiapkan.

"Sakura kau membuat apa?" Tanya Temari sambil terus mengaduk nasi gorengnya "Bento Nee-chan" Sakura menjawab singkat sembari mempersiapkan beberapa kotak bento didepannya, "Aa souka, Nee-chan tidak perlu mempersiapkan bento lagi kalau begitu." Lalu Temari pergi ke lantai dua untuk membangunkan para lelaki yang masih berada didunia mimpi mereka masing-masing. Sedangkan di dapur Sakura tengah menghitung ulang kotak bento yang tengah ia persiapkan.

"Buat Saso-nii, Kankurou-nii, Temari-nee, Gaara-kun, Hina-hime, dan terakhir buat ku." Merasa pekerjaannya di dapur telah beres Sakura segera kekamarnya untuk bersiap-siap memakai seragam, selesai bersiap-siap Sakura melihat handphonenya bergetar menandakan ada pesan masuk, sambil mengecek pesan yang masuk Sakura menyisir rambut panjangnya. Seusai menyelesaikan ritual paginya Sakura turun untuk sarapan bersama Kakak dan para sepupunya.

"Sakura ayo cepat makan, Nii-san sudah lapar." Sasori berteriak dengan tidak sabar, Temari hanya bisa geleng-geleng kepala kembali melihat kelakuan Sasori yang seperti anak kecil. Sedangkan mulai terlihat beberapa perempatan menghiasi dahi lebar Sakura.

"BAKA!" Lantas Sakura menjitak kepala Sasori dengan sepenuh hati(?) karena tingkah kakaknya yang super menyebalkan, setelah pertengkaran kecil dimeja makan, Haruno dan Sabaku bersaudara makan dengan khidmat dan memulai aktivitas mereka masing-masing.

.

.

.

.

At Uchiha Mansion

"SASU-CHAAAAAN." Teriakan Itachi menggelegar dengan indahnya terdengar di mansion mewah tersebut, Sasuke yang sedang tertidur dengan tidak elitnya terjatuh tadi tempat tidur begitu mengetahui aniki tercintanya berteriak sambil menjeblak pintu dan masuk kekamar ototounya, ah dan tidak lupa pula Itachi menarik selimut Sasuke dengan indahnya(?) sampai Sasuke terjatuh dari kasurnya dengan posisi yang tidak elit.

"Cih, aniki." Sasuke hanya mendengus kesal dan berlalu menuju kamar mandi untuk segera mandi daripada harus mendengar ocehan anikinya yang super berisik dan nyeleneh di rumah tapi super dingin di luar rumah. Selesai mandi Sasuke segera bersiap dengan segera Sasuke turun menuju ruang makan untuk sarapan dan tidak lupa menyuruh Itachi mengantarnya ke sekolah baru hari ini.

"Sasuke." Itachi memanggil adiknya yang tengah asyik menyantap sandwich tomat sambil membaca buku entah apa yang tebalnya sekitar 6 centi "Hn." Balas Sasuke dengan santai tanpa melirik kearah Itachi, sedangkan Itachi hanya bisa mendengus pasrah melihat kelakuan adiknya yang dingin bagai es batu tersebut "Sasuke." Paggil Itachi kembali dengan nada yang lebih serius, Sasuke pun segera menurunkan bukunya dan memandang Itachi dengan pandangan tajam "Apa aniki." Sasuke mulai membereskan isi tasnya sambil memperhatikan Itachi yang tidak kunjung bicara "Sasuke mulai sekarang kau akan bersekolah di Konoha International High School, ah ya kepala sekolahnya juga berkata kau akan masuk kelas XII 1." Jelas Itachi, dan seperti biasa Sasuke hanya ber hn ria sambil menuju garasi dan menunggu anikinya itu.

.

.

.

.

At Hyuuga Mansion

"Nee-chaa~n bangun!" Hyuuga Hanabi tengah membangunkan kakak perempuannya yang tengah tertidur lelap, karena tak kunjung bangun juga Hanabi yang jahil pun pergi ke kamarnya dan datang kembali sambil membawa terompet yang biasa dia gunakan saat club, dengan penuh semangat Hanabi pun membangunkan Hinata dengan suara terompet yang menggelegar.

"KYAAAAA." Hinata berteriak karena terkejut sedangkan Hanabi hanya terkekeh dan pergi ke ruang makan setelah menaruh terompetnya terlebih dahulu tentu saja. Hinata yang sudah sadar dari keterkejutannya langsung menuju kamar mandi dan bersiap-siap sebelum Hanabi datang lalu menjahilinya lagi karena kakak perempuannya terlalu lama berdandan menurutnya.

Selesai dengan ritual pagi di rumah para Hyuuga bersaudara berangkat menuju sekolah masing-masing.

.

.

.

.

.

At School

Sakura memasuki kelasnya yaitu kelas XII 1 dan langsung saja menduduki bangkunya sambil mengeluarkan mp3 serta novel kesayangannya, belum lama Sakura membaca Hinata masuk ke dalam kelas dan mengecup pipi kekasihnya, Sakura pun menoleh dan menarik tangan Hinata untuk ikut duduk bersamanya.

Mereka berdua memang terbiasa datang satu jam lebih awal agar dapat bermesraan seperti ini, tentu saja mereka tidak ingin mendapat masalah karena mempunyai hubungan yang dianggap tidak wajar oleh sebagian besar orang, karena itu mereka hanya bisa bermesraan jika datang lebih awal atau pulang bersama-sama seperti kemarin.

"Sa-sa-sakura-chan, sudah datang dari tadi?" Hinata bertanya sambil memeluk Sakura "Tidak juga, kurasa baru sekitar 10 menit, kau sudah datang dari tadi ne Hime?" Sambil mengelus rambut Hinata, Sakura mulai mempersiapkan bahan untuk pelajaran pertama hari ini "A-aku ba-baru datang kok Sakura-chan."

Mereka pun melanjutkan acara lovey dovey mereka sampai terdengar derap langkah anak-anak lain penghuni kelas XII 1 yang mulai berdatangan, sesegera mungkin mereka bersikap sewajarnya dan menyapa anak-anak kelas mereka yang berdatangan satu persatu.

"FOREHEAAD." Teriakan Yamanaka Ino menggelegar hingga seluruh penjuru kelas, murid yang lain tampak sebal dan melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda sedangkan tersangka yang diberi death glare oleh anak-anak sekelas minus Hinata, Shikamaru dan Sai tampak anteng-anteng saja melanjutkan ocehannya.

"Forehead kau tahu tidak kalau hari ini ada murid baru." Sakura tidak terlalu menanggapi kehebohan Ratu Gossip KIHS ini "Sudah kok." Sakura menjawab singkat dibarengi dengan tatapan yang seolah mengatakan kok-kamu-enggak-bilang-kalo-udah-tahu-sih oleh kedua sahabatnya, "Kalau kalian bingung kenapa aku sudah tahu itu karena sepupuku yang menjadi murid baru pig, Tenten." Sambung Sakura sebelum kembali membaca novel dan tidak menghiraukan kembali kedua sahabatnya yang tampak sibuk mengoceh seperti apa murid baru yang akan masuk ke kelas mereka, jika mau bertanya pada Sakura seperti apa saudara sepupunya pasti dengan entengnya Sakura akan menjawab lihat saja nanti sendiri.

Tiba saatnya masuk kelas dan pelajaran pertama dimulai, pelajaran hari ini adalah Fisika, biasanya wali kelas mereka akan terlambat sampai satu jam pelajaran, tapi hari ini entah kenapa wali kelas mereka yang terkenal dengan buku orange pornonya tidak terlambat dan bisa dikatakan tepat waktu, sehingga murid-murid penghuni kelas XII 1 terdiam, bahkan Shikamaru selaku ketua kelas cengo melihat wali kelasnya datang tepat waktu.

"Aa, anak-anak apa kalian tidak ingin mengucapkan selamat pagi?" Kakashi tampak mendramatisir keadaan sambil tetap memegang buku orangenya.

Tersadar dari kekagetannya Shikamaru mulai meminpin anak buahnya untuk memberi salam "Berdiri, beri hormat." Setelah memberi hormat Kakashi menyuruh anak didiknya untuk tenang "Hari ini akan ada dua murid baru yang masuk ke kelas ini." Penjelasan Kakashi membuat para murid semakin penasaran, dan mulai mengobrol membayangkan seperti apa murid baru yang akan masuk ke kelas mereka, Sakura yang mengetahui kalau salah satu murid yang akan masuk ke kelasnya adalah sang sepupu hanya tersenyum simpul dan melanjutkan kegiatannya yang tadi ia hentikan, sedangkan Hinata memandang kekasihnya yang duduk diseberang bangku dengan heran, tak lama Kakashi masuk diikuti dua murid baru yang ternyata Sasuke dan Gaara.

"Kalian bisa memperkenalkan diri kalian." Kakashi duduk di mejanya dan perkenalan dimulai dari Gaara.

"Gaara, Sabaku Gaara desu." Gaara memperkenalkan dirinya dengan singkat, sebagian besar siswi penghuni kelas itu tampak terpesona dengan ketampanan Sabaku bungsu itu, setelah giliran Gaara sekarang giliran murid baru kedua untuk memperkenalkan diri.

"Uchiha Sasuke desu." Giliran Sasuke memperkenalkan diri para siswi semakin histeris saja, mereka merasa bagaikan diberi rejeki nomplok karena ada dua murid baru yang masuk ke kelas mereka benar-benar membuat iman para kaum hawa meleleh(?) Kakashi sweat drop melihat kelakuan dua murid barunya, karena tampaknya mereka sama-sama jelmaan makhluk yang berkembang di kutub utara.

Para gadis tampak bersemangat karena murid baru nya adalah dua pemuda tampan, sedangkat para laki-laki mengeluh karena murid yang masuk akan menyaingi mereka dalam urusan berburu gadis.

"Aa, Sasuke, Gaara silahkan cari tepat duduk kalian, dan yang lainnya buka buku halaman 78 hari ini kita akan belajar rangkaian listrik." Segera saja Sasuke dan Gaara bergegas mencari kursi kosong. Kebetulan kursi yang kosong ada di belakang kursi Sakura dan di samping Naruto.

Sasuke yang menyadari kalau gadis yang dia incar ternyata sekelas dengannya di sekolah merasa sangat kebetulan, saat dia hendak menuju kursi di belakang gadis itu tiba-tiba Gaara sudah menduduki posisi yang sebenarnya sudah dia incar dari tadi.

"Woi Teme ayo sini, duduk di samping ku." Naruto melambaikan tangannya dan bersuara cukup kencang saat memanggil Sasuke sehingga Kakashi yang merasa terganggu segera saja melemparkan spidol yang hendak dia gunakan untuk menulis.

"Naruto apa kau tidak bisa diam?" Kakashi bertanya dengan senyum menakutkan. Sedangkan Naruto hanya tersenyum lima jari andalannya. Sasuke pun segera duduk dan mulai memusatkan perhatiannya pada pelajaran, walau tidak sepenuhnya memperhatikan sih.

SKIP pelajaran

"HOOOOIII TEMEEE~ cepat kemari." Naruto berteriak dengan semangat sambil melambaikan tangannya pada Sasuke.

"Teme, kapan kau kembali dari Amerika? Kenapa kau tidak menghubungi ku sih? Kau tegaaaa." Sasuke memutar bola matanya bosan "Sudah dua hari Dobe." Naruto kembali cemberut, sedangkan Sasuke memandang sahabat yang sudah dia anggap sebagai saudaranya itu dengan pandangan bosan.

TBC

A/N : Hai hai Saya kembali muncul di fandom setelah sekian lama gak nulis, adakah yang merindukan author? Well sebelumnya saya minta maaf enggak bisa update cepet karena kemarin saya ada ujian masuk univ, belom sebulan udah dapet kegiatan seabrek ( kok saya jadi curhat ya?) sekali lagi saya minta maaf karena chap ini pendek banget, chap selanjutnya saya usahakan cepet, tapi enggak janji yaa, at last thank you for reading

Mind to RnR?