Tyanra Park

[ Chapter 2 : Officially Married ]

Chanbaek Fanfiction

Putih.. Bakhyun melihat bayangannya dicermin. Semua yang bisa Baekhyun lihat hanyalah putih. Jas, celana, wajah, bibir. Darah berhenti mengalir dari wajahnya saat ia mendengar detik-detik berlalu dari jam di dinding. Dia gugup tentu saja. Siapa yang tidak gugup sebentar lagi dia akan mengikat janji suci dihadapan Tuhan. Baekhyun bersyukur hari ini tiba, tapi entah kenapa sejak tadi malam kegugupan tak juga hilang. Malah semakin parah saja. Dia butuh Chanyeol-nya demi tuhan.

"Sepertinya aku butuh pewarna bibir." ucap Baekhyun dengan suara bergetar.

Nyonya Park tertawa melihat menantu cantiknya terlihat sangat gugup, dengan ramah dan lembut digenggam tangan Baekhyun.

"Jangan cemas sayang, semua akan berjalan lancar. Kau tahu? Kau sangat luar biasa, Kau adalah pengantin paling indah yang pernah Ibu lihat."

Baekhyun tersenyum tulus, bersyukur mempunyai ibu mertua sebaik Nyonya Park. Sejak awal berpacaran, ibu Chanyeol memang sudah menganggap Baekhyun seperti anak sendiri.

"Terimakasih ibu.. Sekarang aku sudah tidak terlalu gugup."

"Syukurlah, ibu tidak ingin menantu ibu yang cantik ini pucat seperti patung karena terserang gugup berlebihan kekeke~"

Baekhyun tertawa, sudah tidak aneh lagi dikatai cantik. Bahkan dulu ibu Chanyeol sering menanggilnya barbie, tinkerbell, bahkan yang paling parah Taeyeon snsd.

"Aku sangat bersyukur bertemu Chanyeol, dengan begitu aku dapat bertemu ibu juga. Terimakasih sudah menerimaku sebagai menantu bu." pipinya basah. Entah kenapa akhir-akhir ini ia jadi mudah menangis.

"Umm sayang jangan menangis. Eyelinermu luntur kekeke~ Kami yang bersyukur bisa memilikimu Baekhyun. Kau membawa kebahagian untuk kami, terlebih untuk Chanyeol. Chanyeol sangat mencintaimu. Dia begitu senang begitu kau lulus, dengan yakin dia berbicara kepada ibu akan menikahimu. Tentu saja ibu sangat terkejut, bagaimana pun kau masih sangat muda. Kau tentu punya cita-cita yang ingin kau wujudkan. Ibu tidak percaya kau bersedia menerima lamarannya sayang. Terimakasih sudah mempercayai Chanyeol dan mewujudkan harapannya. Percayalah nak, ketika chanyeol bilang akan menikahimu, berarti sepenuhnya dia akan menjagamu."

Chanyeol beberapa kali ditenangkan oleh Kris- Sahabatnya sejak kecil. Sementara lagu-lagu rohani yang mendominasi setiap sudut gereja masih dimainkan demi menghibur para tamu. Kedua tangan dimasukan kedalam saku celana, Chanyeol menatap nanar pintu gereja yang besar. Perasaannya tumpah ruah. Gugup, bahagia, takut, haru dan bergetar. Di kursi hadirin paling depan, anggota keluarganya memberinya semangat untuk tetap bersabar menunggu kedatangan Baekhyun. Tapi entah kenapa malah membuat Chanyeol semakin gugup. Kris menepuk pundaknya, dengan singkat membaca pesan melalui handphone miliknya memberi tahu bahwa baekhyun telah tiba. Oh My..

Jantung Baekhyun berdegup sangat keras ketika pintu gereja yang menjadi satu-satunya penghalang telah dibuka lebar.

Saat pintu terbuka musik yang meriah dan pencahayaan yang menyilaukan seolah-olah dirinya adalah malaikat yang datang dari surga adalah yang pertama baekhyun saksikan. Ya tuhan.. Ia pernah membayangkan ini didalam imajinasi nya tapi kenyataan yang dia terima sekarang jauh lebih menakjubkan.

Orkestra menyetir segala atmosfir didalam gereja untuk menjadi musik latar yang intens saat Baekhyun berjalan di altar.

Sekarang Baekhyun hanya memusatkan pandangannya pada pria tinggi yang berdiri dengan senyum cerah dan sangat tampan. Chanyeol-nya. Masa depannya.

Tidak perduli dengan tatapan semua orang yang menjadikannya pusat perhatian. Baekhyun sama sekali tidak merasakan gugup. Aku siap untuk ini, batinnya.

Baekhyun merasa menang bahkan hanya melihat senyum Chanyeol dari kejauhan yang ditujukan untuknya. Dia mengantisipasi kaki nya sendiri untuk tidak langsung berlari menuju chanyeol. Haha.

Baekhyun sadar, pipinya atau telinganya atau mungkin seluruh wajahnya telah merah sekarang. Oh tuhan dia sudah sekuat tenaga menahan rona diwajahnya tapi jelas itu gagal. Chanyeol mengulurkan tangannya menyambut kedatangan pengantinnya dan meraih tangan Baekhyun dengan lembut.

Mereka memenjarakan tatapan satu sama lain tidak peduli dengan keadaan disekitar. Pandangan penuh kasih penuh haru dan penuh kepemilikan. Kegiatan tatap menatap terpaksa dihentikan ketika pendeta mulai berkhotbah memberkati pernikahan mereka. Chanyeol menangis pertama kali, disusul oleh Baekhyun ketika mereka mengucapkan janji suci dihadapan pendeta dengan tulus tanpa ada beban. Kebahagian membuncah saat cincin pernikahan telah melingkar dijari masing-masing. Suara riuh tamu undangan mengiringi bibir yang saling mendamba bertemu untuk mengenali perasaan emosional satu sama lain...

Sekarang Baekhyun milik Chanyeol, dan Chanyeol milik Baekhyun. Selamanya akan seperti itu.

Review Juseyo?