FREDOM

-SEBELUMNYA :

BLAAARR…..!

Seiring dengan ledakan tersebut muncul Titan Colossal yang menyerang mereka 5 tahun yang lalu. Kini muncul tepat di belakang Naruto dan Eren akankah titan akan membuat mereka semakin terpojok lagi atau manusia yang berhasil mempertahankan tempat mereka ?.

Chapter 2 : Seperti di Neraka

Tak bisa berkata-kata inilah yang dialami mereka saat tiba-tiba Titan Colossal muncul dibelakang mereka. " Haaa..." teriak mereka

BUUUUM…..!

Belum sadar akan keterkejutan mereka titan tersebut telah membuat lubang pada gerbang Trost. Tak hanya itu asap panas yang di keluarkan titan tersebut membuat para kadet terdorong terbelakang beruntung mereka bergerak dengan sigap dan mulai menembakan kawat besi yang ada di pinggan mereka ke dinding sehingga tak membuat mereka terjatuh kebawah meskipun, ada satu kadet yang tak sempat karena tak sadarkan diri, tetapi untung saja Sasha berhasil menyelamatkannya.

" apakah kejadian itu akan terulang lagi, Jangan bercanda.!, semuanya siap bertarung, Eren dan lainnya segera buat 4 kelompok bantu aku mengalahkan mahkluk itu !" teriak Naruto dan di balas anggukan oleh mereka. Merekapun mulai bermanuver keatas dinding.

" Yoo sudah 5 tahun, kali ini kupastikan kau akan kubunuh" ucap Naruto dengan nada sedikit berat. Titan tersebut mulai menyerang mereka.

" apa dia mengincar meriamnya… jadi dia menyerang gerbang dan meriam bukan kebetulan semata, apa mungkin dia memiliki akal?" kata Naruto.

Dengan bantuan para kadet yang ada di sana Naruto pun mulai bermanuver menuju belakang kepala titan tersebut. Belum sempat menebas tengkuk titan terebut asap panas menghalanginya. Mencoba menahan asap panas tersebut Naruto memberanikan diri untuk semakin mendekati titan tersebut tapi sayang sekali titan tersebut telah hilang.

" Oii.. naruto apa kau berhasil membunuh titan tersebut?" tanya Eren

" tidak dia menghilang sebelum aku berhasil menebasanya" jawab naruto

" apa yang kalian lakukan perencanaan untuk menangani titan colossal akan segera dilaksanakan kalian cepatlah berkumpul di markas ! ". perintah prajurit Garnisun yang baru datang

Para pendunduk dilanda kepanikan. Mereka semua berbondong-bondong mengungsi menuju dinding Rose dengan di pandu oleh prajurit Garnisun. Ada juga yang berjaga di gerbang yang telah rusak bermodalkan meriam, jaring berduri yang digunakan untuk menutup lubang tersebut dan beberapa peralatan artileri lainya. Sedangkan para kadet di perintahkan untuk membuat kelompok yang terdiri dari 4 orang yang bertugas untuk berjaga di wilayah Trost sebagian diperintahkan untuk menjaga logistik dan mengirim gas kepada pasukan yang mengawasi daerah Trost.

Di salah satu atap mulik penduduk terdapat 4 orang yang mengawasi sekitar. Dia adalah Naruto yang sedang memimpin 3 kadet lainnya yang sedang menunggu tanda. Sebenarnya dia diperintahkan untuk menjaga barisan belakang tapi dia menolak dengan alasan dia ingin berjaga di dekat pintu masuk titan dan membunuhnya. Karena itu dia menunjuk Mikasa sebagi penggantinya.

" aku rasa itu tandanya Taichou" kata salah satu anggota Naruto.

" apa kalian takut ? sudah terlambat jika ingin mundur dan melarikan diri kalian bisa saja di hukum mati, karena itu kuatkan mental kalian!, jika kita bisa selamat kalian bisa kembali dengan bangga karena berhasil hidup karena usaha kalian, dan itu lebih baik dari pada kembali hidup-hidup karena melarikan diri " ucap Naruto untuk membangkitkan mental mereka.

"" Hai… Taichou"" jawab mereka. Merekapun bergegas melompati bangunan-bangunan di sekitar sambil membunuh titan yang tersebut. Tak butuh waktu lama Naruto telah membunuh 13 titan kelas 15 meter.

' sugee.. Taichou hebat sekali dapat membunuh titan sebanyak itu sendirian, seakan bukan bukan dia yang akan diburu oleh titan tetapi dia sendirilah yang memburu mereka seperti serigala yang memburu mangsanya, tak salah julukan 'Serigala Penyindiri' bukanlah isapan jempol semata' batin mereka. Keberanian mulai muncul dalam diri mereka saat melihat Taichou mereka sehebat itu.

" Yosh kalian ayo kita juga memburu titan itu jangan hanya melihat saja seperti patung " ucap seorang laki-laki berambut dark blue benama Ren Maxwell (oc) yang nampaknya tengah bersemangat

" semangat yang bagus kalu begitu aku harap kalian dapat berkeja sama dengan baik, aku akan buat peraturan untuk kalian. pertama, jangan pernah tinggalkan rekan kalian. Kedua, saling berkeja samalah. Dan yang terakhir, jangan sampai terbunuh"ucap Naruto kepada bawahannya

saking semangatnya memburu para titan sampai gas yang mereka miliki hampir habis.

" sepertinya gas kita hampir habis dan lagi tanda untuk mundur telah terlihat, kalau begitu sebaiknya kita kembali ke HQ terlebih dahulu! " perintah Naruto. Di perjalannya di melihat beberapa kadet yang berkumpul merekapun memutuskan untuk mendekat.

Di tempat lain terlihat Armin dan yang lain. Armin nampak sedikit Shock karena banyak temannya yang tewas termasuk Eren Jaeger.

" maafkan aku semuanya…., eren dan yang lain telah tewas di depan mataku dan aku tak bisa berbuat apa-apa" ucap Armin sambil menangis.

" Armin tenangkanlah dirimu ini bukan saatnya untuk bersedih, Berdirilah…. Marco jika kita bisa membunuh titan yang ada di HQ, kita bisa mengisi gas dan menaiki dindingnya. Betul kan?" tanya Mikasa kepada Marco.

" memang benar tapi mereka terlalu banyak " kata Marco

" jika kalian tak ingin ikut aku sendiri yang akan melakukannya karena, aku kuat lebih kuat dari pa_" pembicaran Mikasa terpotong karena kedatangan Naruto dan timnya. " apa kalian tidak melihat tanda untuk mundur, dan apa-apaan dengan muka menyeramkan itu apa kalian mimpi buruk" ucap Naruto

" Bukan mimpi buruk lagi tetapi tempat ini telah menjadi seperti neraka, gas kami juga tinggal sedikit, HQ telah di kepung puluhan titan" kata Jean.

" Puluhan? Kalau begitu kita tinggal berkerja sama untuk membunuh mereka" uacap Naruto Dengan seringai yang menakutkan.

" jika ada naruto dan mikasa kita pasti bisa melakukannya " ucap beberapa kadet yang ada di sana. Nampaknya kepercayaan mereka mulai bangkit sebab dua orang jenius akan membantu mereka untuk mencapai HQ dan membunuh para titan itu.

" aku ingin mengatakan kepada kalian, Pertama, berusahalah agar tidak banyak orang yang tewas. Kedua, jangan sekalipun berpikir untuk menyusul kawan kalian yang telah tewas teruslah hidup agar kalian dapat terus mengingat mereka, teruslah bertarung untuk hidup aku akan membukakan jalan untuk kalian. SEMUANYA… MAJUUUU….!" ucap Naruto mencoba menumbuhkan semangat mereka untuk terus hidup dan tampaknya berhasil banyak dari mereka yang semangat untuk bertahan hidupnya telah kembali termasuk Mikasa yang telah kehilangan Eren.

" tak kusangka orang seperti dirinya bisa bicara seperti itu tak ada piliha lain ayo kita lakukan " ucap Rainer.

' ada yang aneh disini telalu tenang hanya beberapa titan yang terlihat padahal dengan jumlah orang yang banyak di sini, paling tidak akan memancing sedikit banyak titan untuk muncul '

" Mikasa ambil alih aku dan timku akan pergi untuk memastikan sesuatu !" peritah Naruto

" Memastikan apa?…. Jika itu memang sesuatu yang penting aku harap kau dapat kembali dengan selamat" ucap Mikasa.

" terima kasih… kalian ikuti aku !" ucap Naruto sambil pergi dengan timnya

Akhirnya dia mengetahui penyebab sedikitnya titan yang muncul. Hal itu karena para titan tersebut sedang bertarung dengan salah satu titan kelas 15 meter, yang lebih mengejutkan lagi titan berukuran 15 meter tersebut menguasai beladiri tangan kosong

" meskipun aku ingin membunuh semua titan itu, tapi sepertinya aku akan menyisahkan titan kekar itu karena sepertinya dia hanya tertarik untuk berhadapan dengan titan yang lain dari pada manusia, bagaimana menurut kalian? " tanya Naruto kepada timnya.

" apa kau yakin Taichou ?" tanya seorang lelaki berambut perak dengan warna kulit sedikit gelap pria tersebut bernama Soma Schikal (oc).

" tapi jika kita bisa menjadikanya senjata umat manusia itu cukup menguntungkan bagi kita dia bahkan bisa menjadi senjata yang lebih mematikan dari pada meriam" ucap perempuan berambut perak berkulit putih bernama Alisa Amiela (oc).

" aku cukup setuju dengan alisa" ucap Ren

" karena banyak yang setuju, kita habisi titan yang di sekitarnya dan mengarahkanya ke HQ… Ayo mulai rencana kita!" perintah Naruto. ""Hai"" jawab mereka.

Di tempat lain Mikasa dan kawan-kawan telah sampai di HQ dengan selamat. " gasku sudah habis, kita berhasil, hampir saja gagal " ucap Conny

" mereka… bukankah bagian dari penyuplai gas? " ucap Marco saat melihat banyak kadet yang bersembunyi di tempat itu

" Oii kalian apa kalian tau berapa banyak orang yang tewas karena kehabisan gas" ucap Jean dengan emosi.

" Berlindung" ucap salah satu kadet disana saat tiba-tiba gedung itu berhasil di jebol oleh titan sehingga menampakan wajah titan yang telah menjebol dinding tersebut. Semua yang ada di dalam sepontan dilanda kepanikan dan keputuasaan. Mereka kembali dikejutkan karena, tiba-tiba muncul tangan titan lain yang meninju kepala titan yang telah menjebol tembok tadi membuat titan itu tadi terpental cukup jauh

" akhirnya sampai, untung saja masih sempat, rencana kita berhasil" ucap Naruto yang berhasil sampai HQ bersama timnya. " Naruto-kun kau sudah kembali?" tanya Mikasa. " seperti yang kau lihat dan kalian tenanglah titan yang kekar itu hanya tertarik untuk berhadapan dengan sesama titan saja. Aku ingin ke kamar kecil dulu" Jawab Naruto.

" di ruang bawah tanah tempat pengisian gas terdapat sekitar 7 titan kelas 4 meter, Armin karena kau orangnya paling pintar dalam membuat rencana, apa kau punya rencana untuk menghadapi mereka?" tanya Jean kepada Armin.

Dengan mengandalakan rencana yang di buat oleh Armin merekapun mulai mempersiapkan rencana dan bersiap menuju ke ruang bawah tanah. Mereka di bagi menjadi 2 grup, satu grup menuju ruang bawah tanah dengan lift dan dipersenjatai dengan senapan untuk membutakan mereka. Dan grup yang lain turun kebawah tanah dengan di persenjatai dengan pedang baja untuk membunuh para titan saat mereka telah di buat buta, tetapi saat mereka sampai di bawah para titan telah di habisi Naruto.

" naruto bukankah kau tadi bilang kau ingin ke kamar kecil kenapa kau malah ke sini dan membunuh mereka ?". tanya Jean.

" aku tersesat saat mencari kamar kecil dan malah bertemu mahkluk brengsek ini jadi aku bunuh saja mereka" jawab Naruto dengan entengnya sambil mengisi gasnya. Sedangkan yang lainnya hanya bisa sweetdrop. 'jadi karena tersesat, rasa takut yang kami rasakan tadi tampaknya sia-sia' batin mereka.

" jangan buang-buang waktu kalian, cepat isi gas kalian!" kata Naruto

"Yosh karena kita telah selesai ayo kita ke atas dan segera memanjat dinding sebelum para titan datang semakin banyak !" ucap Naruto. Mengiyakan perintah Naruto merekapun bergegas mundur.

" mikasa kita harus segera mundur!" ucap Armin kepada Mikasa sesampainya di atas HQ

" titan itu…. Mereka memakannya" ucap Mikasa saat melihat titan yang di giring Naruto kesini tadi. "tubuhnya tak beregenerasi lagi?" ucap Armin. " padahal kukira, kalau kita bisa mengungkap misteri dari titan itu bisa saja hal itu menjadi kunci untuk membebaskan kita dari keputusasaan ini" balas Mikasa

" aku setuju, bagaimanapun kita harus menolongnya" kata Rainer

" lihat!... itu titan yang telah memakan Thomas" ucap Armin sambil menunjuk titan yang telah memakan temannya. Tapi entah kenapa titan yang sedang dimakan tersebut mulai bereaksi dan mulai menyereng titan yang telah memakan Thomas saat titan tersebut melihatnya. Mulai dari menggigit tengkuk titan itu dan melemparkannya menuju titan yang tadi memakannya.

" jadi siapa yang ingin kalian selamatkan tadi? " ucap Jean.

Tapi, kelihatannya titan tadi telah kehabisan tenaganya dan tumbang. " sudah kuduga dia kehabisan tenaga, sudahlah cepat kita pergi lagu pula mana mungkin monster itu menjadi rekan kita" ucap Jean. " tunggu lihat itu" ucap Naruto.

Tiba-tiba tengkuk dari titan tersebut terbuka dan memperlihatkan sesosok yang mereka kenal yang mereka kira telah tewas dengan beberapa bagian dari tubuhnya masih menempel dengan daging tersebut sosok itu adalah Eren teman yang mereka yakini telah di makan titan . Skip sampai bagian di mana Eren akan di eksekusi memakai meriam.

" Eren apakah kau sudah sadar ?, apa tubuhmu sudah bergerak" tanya Armin."Armin?" kata Eren. " dimana kita? Kenapa mereka mengelilingi kita?, ada apa ini? Kenapa mereka menodongkan pedang mereka bukankah itu senjata untuk melawan titan ?, kenapa mereka menatapku seperti itu?" tanya Eren saat melihat pasukan garnisun mengelilingi mereka di sudut dindig Rose.

Di tempat lain para kadet yang lain sedang mempersiapkan perlengkapan dan di printahkan untuk bersiaga.

"lalu, begitulah cara kami bisa mengisi gas dan lari dari Trost" ujar Conny yang sedang menceritakan ke adaan mereka kepada beberapa prajurit di sana.

" Maaf padahal kami sudah meminta bala bantuan untuk kalian" ucap Krista.

" padahal kita juga sempat mengambil beberapa gas" sambung seorang perempuan bertubuh tinggi berkulit coklat bernama Ymir.

"jadi orang-orang yang tak ada disini telah tewas? " tanya Krista."benar" jawab Conny.

"Naruto dan Mikasa juga?" tanya Ymir. " tidak mereka kembali sedikit lebih lama baersama Jean dan lainnya

" jean! Jangan-jangan mereka pada saat itu terluka? " tanya Ymir kepada Jean.

" hei ada apa?" tanya Conny penasaran karena melihat Jean dan lainnya bersikap tidak seperti biasanya.

" kami sudah berjanji untuk menjaga rahasia" jawab Jean. Rahasia yang dimaksud oleh Jean adalah tentang Eren yang keluar dari tengkuk titan kekar itu

" rahasia?" tanya Conny. "apa-apaan itu?" ucap Ymir.

"lagi pula, ini bukanlah hal yang bisa terus di rahasiakan, sebentar lagi, seluruh umat manusia akan mengetahuinya itupun kalau umat manusia dapat bertahan sejauh itu" lanjut Jean.

Kembali ke tempat Eren di kepung." kadet Jaeger, Ackerman,dan Arlet!. Apa kalian sadar apa yang kalan lakukan ini adalah pelanggaran besar… apa yang ingin kalian katakan sebagai pembelaan. Jika kalian menipu atau mencoba kabur meriam artileri akan menembak kalian, kami tak akan ragu! Akan kutanyakan, kau ini mahkluk apa?. Manusia atau raksaksa ?" teriak seorang yang merupakan salah satu Kapten dari prajurit Garnisun.

' kenapa pandangan mereka terhadapku seperti melihat monster' batin Eren." saya tak mengerti dengan pertanyaan anda " ucap Eren.

Perdebatan terus berlanjut hingga sang sang kapten memberi perintah untuk menembak mereka. Eren yang tiba-tiba mendapat sebersit ingatannya yang hilang pun mulai menggigit tangannya hingga berdarah. Seketika kerangka manusia dari tulang belakang hingga tengkorak berukuran raksasapun muncul dengan beberapa bagian yang tertutupi daging menahan meriam yang di tembakan.

Hal tersebut tentu saja membuat mereka ketakutan . Dalam keadaan tersebut Armin mencoba meyakinkan mereka, beberapa dari mereka mulai percaya dengan ucapan Amrin meskipun, sang pimpinan pasukan garnisun tersebut masih belum yakin dan akhirnya mengisyaratkan untuk menembakan meriam. Bukanya mengenai Eren dan lainnya bola meriam tersebut malah terbelah menjadi dua.

" oi oi oi apa kalian tidak waras sampai menembakan meriam kepada kadet yang sama sekali tak berkeinginan untuk melawan" ucap seseorang telah menebas bola meriam tadi yang ternyata adalah Naruto.

" mustahil… bagimana dia bisa menebas bola meriam itu ?" ucap seorang prajurit yang sedikit ketakutan sekaligus shock.

" aku kesini karena mendengar suara meriam, tapi ternyata karena seorang kapten garnisun yang menyuruh bawahannya menebak seorang kadet yang tak memiliki niat untuk melawan" ucap Naruto

" berisik hukuman harus di berikan kepada siapapun yang melanggar!" teriak sang Kapten.

" melanggar? Jangan samakan para kadet ini yang dengan berani mempertaruhkan nyawa mereka untuk berhadapan dengan titan, denganmu seorang kapten pengecut yang meninggalkan tugasnya untuk menjaga HQ bersama para kadet yang baru hanya untuk pergi melarikan diri ke daerah yang yang lebih aman dengan dalih untuk mengawasi penyusunan bala bantuan" ucap Naruto kepada pimpinan tersebut dengan nada menghina.

" Diam.. jika kau masih berani melawan, kami juga akan menghukummu" ancam sang Kapten Garnisun yang merasa tersinggung dengan ucapan Naruto.

" apa kau mengancam ku jika berani kemarilah " ucap Naruto dengan sedikit intimidasi sambil mengeluarkan pedangnya.

Tentu saja tak ada satupun prajurit garnisun yang berani melawannya. Hanya orang gila yang berani melawan seorang yang baru saja lulus dari akademi militer tapi mampu membunuh puluhan titan dalam waktu kurang dari satu hari, tak hanya itu di tambah mampu menebas bola meriam yang ditembakkan dengan mudahnya. Level Naruto jauh lebih tinggi dibanding semua Tim Elite dari pasukan garnisun, karena itulah tak ada satupun dari mereka yang berani melawan Naruto.

"sudah cukup hentikan pertikaian ini !"ucap seorang dengan kepala botak dan sedikit berumur.

" komandan pixis!" ucap salah satu mereka dengan sedikit terkejut. Bagaiman tidak sebab yang ada di depan mereka saat ini merupakan Komandan yang memimpin pertahanan di bagian selatan, termasuk Trost.

"lawan kita adalah para titan bukan sesama manusia, meskipun aku baru saja sampai tapi aku sudah mendapat informasi yang cukup mengenai situasinya " ucap Pixis.

Ketegangan sedikit mereda. Pixis pun mulai berbincang-bincang dengan Eren, Armin, Mikasa, dan Naruto. Saat ini mereka sedang berjalan di atas dinding sambil membicarakan rencana untuk menutup gerbang Trost dengan mengandalkan kekuatan titan milik Eren untuk mengangkat batu besar yang ada di tengah kota dan menutup gerbangnya dengan batu tersebut.

Jika di bandingkan dengan apa yang di ambil para titan itu dari manusia, itu mungkin hal yang kecil. Tetapi, jika rencana itu berhasil hal tersebut akan menjadi lompatan yang luar biasa bagi umat manusia .Apakah manusia dapat merebut kembali wilayah mereka, atau malah semakin terpojok ?

To Be Continue...