Better not to Know

Vampire Knight

By : Hino Matsuri

Better not to Know

By : Kawaihana


Salah satu dari vampir itu berhasil menangkapku. Otomatis aku berteriak meminta tolong, objek permintaan tolong yang keluar dari suaraku itu memanggil kakakku.


Chapter 2

Present and Rifle

Yoichi POV

Empat hari yang lalu aku mengirimkan surat pada Yuri, seharusnya sih sudah sampai dua hari yang lalu. Surat itu berisikan kalau aku akan pulang siang hari tepat pada hari ulang tahunnya. Tapi sebenarnya aku sedikit berbohong. Walaupun kutulis akan pulang siang hari, sebenarnya aku akan pulang lebih pagi. Aku ingin membuat kejutan untuk adik kesayanganku ini.

Sudah kusiapkan hadiah yang terbungkus rapih. Isinya sebuah novel misteri yang sangat disukainya. Yuri sangat suka membaca, terutama buku-buku misteri atau horror. Aku tak mengerti kenapa dia menyukai buku seperti itu. Mungkin karena pekerjaanku masih berhubungan dengan kedua hal itu sehingga sudah terbiasa.

Aku terus menyusuri jalan setapak menuju rumah, dan kini sudah terlihat walaupun masih agak rumah yang kurindukan itu. Saat aku sedang senang karena sebentar lagi sampai, tiba-tiba kurasakan hawa keberadaan yang paling kubenci. Mahkluk kegelapan yang menjadi buruanku… Level E. Hawa keberadaan para Level E itu berasal dari hutan dekat rumah, dan aku dapat merasakan kalau mereka tak hanya dua atau tiga orang. Paling sedikit sepuluh. Kenapa ada Level E sebanyak ini disini. Tiba-tiba aku teringat Yuri, aku takut kalau adikku kenapa-kenapa. Dengan pikiran itu aku mempercepat langkah kakiku menjadi berlari.

Sesampainya di rumah, aku langsung mencari Yuri, tapi dia tak ada dimanapun. Tapi karena tak ada yang aneh di dalam ataupun di luar rumah, itu berarti tak ada hal buruk yang terjadi disini. Malah terlalu rapih. Yuri pasti merapihkannya untuk menyambutku pulang. Yuri tak mungkin pergi jauh. Satu-satunya tempat yang terpikir olehku adalah hutan kecil yang ada di belakang rumah. Walaupun disebut hutan kecil, tapi hutan ini cukup luas. Aku dan Yuri sering memasuki hutan itu sejak kecil.

Aku berniat mencari Yuri ke dalam hutan itu. Baru saja aku memasuki hutan, hawa Keberadaan makhluk-makhluk itu semakin terasa. Aku terus masuk sambil terus bersiap jika ada serangan mendadak dengan terus memegang senapan ku yang merupakan senjata utamaku memburu Level E. Tiba-tiba aku merasakan salah satu dari mereka di belakangku. Dengan cepat aku berbalik dan menembaknya dan vampir itu langsung berubah menjadi debu dengan menyisakan pakaian yang berlubang.

Tapi ternyata tak hanya satu Level E yang menyergapku. Ada dua lagi yang siap menerkam. Salah satunya kembali berhasil kujadikan abu, tapi yang satunya lagi berhasil melukai lengan kiriku dengan cakarnya, sebelum kujadikan abu seperti dua temannya. Luka yang kudapat tidak dalam, tapi luka sekecil apapun yang mengeluarkan darah merupakan hal yang buruk jika berada di tempat yang sama dengan vampir. Level manapun.

Aku kembali mencari adikku hingga aku mendengar suara teriakan. Suara yang sangat ku kenal meminta tolong dan berteriak memanggil 'kakak'. Suara itu berasal dari arah menuju keluar hutan, arah menuju rumah. Aku segera berbalik dan berlari mengikuti sumber suara, dan benar saja, aku dapat melihat yuri berusaha melepaskan diri dari cengkraman Level E yang kini sedang memegang dan menarik tangannya, berusaha mendekatkan dirinya pada Yuri untuk menggigitnya. Dengan segera aku mengarahkan senapanku pada vampir yang paling dekat dengan Yuri dan menembaknya. Seperti tiga vampir sebelumnya, Level E itu pun langsung menjadi serpihan debu. Ada enam Level E lagi yang tadi siap menerkam Yuri, dan kini mereka berbalik ke arahku, dengan cakar-cakar tajam dan gigi taring tajam mereka yang siap menyerang. Tak lupa mata merah darah yang menandakan haus darah.

Aku segera bersiap menembak lagi. Berikutnya bertambah dua tubuh yang berubah menjadi debu. Setelah melihat tiga kawannya berubah jadi debu, empat Level E yang tersisa berdiam mematung, tapi aku tak menghilangkan kewaspadaanku. Dari antarai empat vampir itu, aku dapat melihat Yuri yang kini terduduk gemetaran. Matanya mengeluarkan air mata dan tangannya dikepalkan di dada. Terlihat memar yang berada di lengan kanannya bekas cengkraman vampir yang kini sudah menjadi abu.

Tiba-tiba saja sosok tiga orang yang entah dari mana datangnya melompat ke belakang Yuri. Spontan aku mengarahkan senapanku, tapi tiba-tiba empat vampir yang tadi mematung kini kembali bergerak, menyerang dan menghalangiku. Dua diantaranya menyergap dan memegang tanganku, satu terkena temnbakanku menjadi abu, dan satu lagi memegangi tanganku yang satunyta lagi, melukainya dan membuatku menjatuhkan senapanku. Tapi senapan bukanlah satu-satunya senjataku. Di dalam jaket yang kupakai masih ada empat buah pisau anti vampir yang bisa kugunakan.

Aku berusaha mengambil salah satu pisau itu dengan mengakibatkan lukaku bertambah banyak karena berusaha keras berontak dari kekangan vampir terkutuk ini. Aku segera menebaskan pisau itu pada siapapun Level E yang memegangiku, berusaha menggihit dan menghisap darahku. Salah satunya terkena tebasanku di bagian lengan atas. Karena pisau ini adalah senjata anti vampir, pastilah jauh lebih sakit dari tebasan pisau biasa. Satu vampir itu melepaskanku sehingga tahanan pada tubuhku berkurang dan aku segera menyerang vampir yang lain, melukainya sehingga aku bisa melepaskan diri. Ku ambil satu pisau lagi sehingga kini kedua tanganku memegang pisau. Kutusukkan satu pisau tepat pada jantung satu vampir dan satu lagi kutebas lehernya hingga dua kini telah menjadi abu. Tak lupa satu vampir lagi yang tadi mengekangku pun kutebas dengan dua pisau sekaligus hingga ikut menjadi abu bersama teman-temannya. Kini aku fokus segera menuju adikku yang kini sepertinya pingsan karena shock dan…. Salah satu dari tiga vampir yang mendarat di belakang Yuri kini memegangnya sehingga terlihat Yuri seperti sedang berdiri. Saat itu pula aku menyadari satu hal. Tiga vampir yang berada di dekat Yuri itu bukan Level E.

TBC


Chapter 1 Selesai

Mohon Review nya ya ^^

Salam Kawaihana