Disclaimer: Naruto by Masashi Kishimoto
Pairing: Sai x Ino
Genre: Romance
Warnings: Canon, OOC, Typo, Abal, gaje dan seterusnya.
don't forget to leave your review :D
You Are My Lilac
Keesokan harinya...
Sekitar sepuluh menit sebelum waktu perjanjian, Sai sudah berada di dekat rumpun hibiscus, tempat dimana mereka akan bertemu. Semalam suntuk ia membaca banyak buku panduan menghadapi wanita. Menurut buku itu, datang lebih awal dari waktu yang di tentukan sangat dianjurkan. Sebab, wanita sangat tidak suka menunggu.
Tak lama kemudian gadis yang di tunggu Sai datang. Sai sempat terpana melihat penampilan Ino yang menurutnya sangat cantik dengan rok ungu tua dan atasan baby doll berwarna pink. Rambut pirangnya diikat tinggi dengan poni menutupi dahi.
"Sudah menunggu lama, Sai? Gomen..."
"Daijoubo. Aku juga baru datang, kok."
"Baiklah... Ayo kita pergi. "
Sai dan Ino berjalan menuju perpustakaan Konoha. Sepanjang perjalanan, Sai asyik menyimak kecerewetan Ino. Selalu saja ada bahan pembicaraan di antara mereka. Mungkin lebih tepatnya Ino yang sepertinya tidak pernah kehabisan cerita. Sai yang irit berbicara tentu saja menjadi pendengar yang baik. Sebaliknya, Ino juga merasa ucapannya dihargai. Mereka saling melengkapi, bukan?
.
Bau debu dan lembapnya buku-buku di Perpustakaan Konoha menyambut kedatangan mereka berdua. Baru kali ini rak buku tujuan Sai bukan bagian komunikasi, interaksi, hubungan antar manusia, atau semacamnya. Biasanya Sai datang kesana untuk mempelajarinya. Mencoba memahami, mencari, dan menemukan emosinya yang hilang. Pertemuannya dengan Naruto, Sakura, dan Yamato membuatnya ingin merasakan kembali hubungan antar manusia yang sebenarnya. Juga mengenai 'ikatan' yang terjalin antara Naruto dan Sasuke. Dan pertemuannya dengan Ino Yamanaka, gadis yang menimbulkan sebuah perasaan aneh yang belum pernah dirasakan Sai sebelumnya. Sai pun semakin giat menelaah buku-buku itu. Terlebih lagi kali ini Sai tidak sendirian seperti biasa. Ada Ino yang menemaninya.
"Ah... di sebelah sini!" kata Ino sambil menarik pergelangan tangan Sai. Deg! Seakan ada aliran listrik menyetrum tubuh Sai saat tangan mungil Ino menyentuhnya. Ino menuntun Sai ke sebuah rak buku beralfabet F. Kemudian matanya sibuk menelusuri jajaran buku berhuruf depan sama itu. Aku pun membantunya dengan mengedarkan pandanganku. Floriografi. Aku menemukannya.
Pada saat yang bersamaantangan gadis di sampingku juga bergerak untuk mengambil buku itu. Kami berpandangan. Sai menarik tangannya dengan cepat, sementara pipi Ino terlihat memerah. Dengan kikuk diambilnya buku tebal bersampul merah marun itu lalu di bawanya ke tempat duduk yang kosong. Aku mengikutinya dan duduk disebelahnya.
"Ini," ucap Ino sambil menggeser buku merah marun yang disampulnya bertuliskan FLORIOGRAFI yang di cetak tebal dan miring ke hadapan Sai. "Kau bisa mengerti dengan membacanya," lanjut Ino. Sai mengangguk dan membuka buku yang lebih mirip kamus itu secara acak.
"Hn... Ternyata serumit ini, ya? Selama ini yang kau ketahui hanyalah bunga mawar sebagai simbol percintaan." kata Sai sambil membolak-balik buku setiap lembarnya terdapat foto dari bunga-bunga yang tersusun secara alfabetis beserta nama, istilah ilmiah dan makna khususnya.
"Tentu saja! Aku sudah mencoba menghapalnya dari dulu! Yah.. meskipun belum hapal semua.."
Sai mengangkat alisnya seakan tak percaya.
"Eeeh? Kau tak percaya? Kau bisa bertanya padaku!"
"Lily kuning?" Sai bertanya dengan nada menguji.
"Optimisme." jawab Ino yakin.
"Edelweiss?"
"Keberanian."
"Lavender?"
"Ikatan yang mendalam." Mendengar itu Sai teringat Naruto. Lalu dilihatnya gadis disampingnya masih bersemangat menjawab pertanyaan yang diajukan. Sebab dari tadi gadis itu mampu menjawabnya dengan benar.
"Ayo tanya lagi!" seru Ino.
"Baiklah.. Selanjutnya..." Sai dan Ino melanjutkan tanya jawabnya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang begitu serasi. Bahkan beberapa pasang mata memandang mereka dengan iri.
Waktu seakan berputar cepat sekali. Tanpa terasa senja mulai tiba. Mereka harus mengakhiri permainan mereka saat sang penjaga mengatakan sudah waktunya perpustakaan ditutup. Mereka hanya bisa tertawa saat menyadari betapa lamanya mereka disana.
Saat perjalanan pulang, Ino menolak tawaran Sai untuk mengantarnya sampai rumah. Tidak mau merepotkan, begitu alasannya. Padahal Sai bersikeras bahwa mengantarkan Ino bukanlah hal yang merepotkan. Namun Ino tetap menolak dengan halus.
"Nah, kita berpisah disini." kata Ino saat tiba di sebuah persimpangan jalan. "Aku ke kanan dan kau ke kiri. Benar, kan?"
"Hn." Sai mengangguk. "Apa benar tidak apa kau pulang sendirian?"
"Kau ini..." Ino tertawa. "Aku kan bukan anak kecil lagi. Begini-begini aku juga kunoichi. Sai...Ano... " perlahan pipi Ino memerah.
"Hn?"
"Aku... " Ino berusaha menyembunyikan kegugupannya. "Hari ini sungguh menyenangkan.. Arigatou, Sai..." ucapnya sambil tersenyum.
"Sama-sama. Aku juga senang."
"Ah.. Maaf kalau aku terlalu cerewet. Jangan kapok ya, jalan denganku.."
"Tidak akan." Sai tersenyum. "Aku janji."
Perlahan Ino mendekat dan menyapukan bibirnya ke pipi pemuda di depannya.
"Aku pulang, Sai. Jaa~!" kemudian gadis pirang itu berlari meninggalkan Sai yang membeku di tempat. Ia mengusap pipinya yang terasa memanas. Mungkinkah matahari senja bisa sepanas ini, eh? Pikirnya konyol.
Sejak hari itu, mereka jadi sering bertemu. Entah itu ke perpustakaan bersama atau Ino yang menemani Sai melukis. Sadar atau tidak, di dalam hati masing-masing telah tumbuh sebuah perasaan baru. Rasa yang hanya tertuju kepada Sai, bagi Ino. Begitu pula perasaan yang tidak dapat dilukiskan oleh Sai maupun didiksikan dengan bunga oleh Ino. Bukannya tidak dapat, namun belum.
AN:
haiyaaah~ jumpa lagi dengan author super ngasal ini. yeah akhirnya uas selesai. terima kasih atas doa dan dukungannya *nangis terharu*. bener bener tidak berperikepelajaran (?) banget deh itu para panitia ujian. lho kok curhat. -_-
ano... buat yang belum tau (gak maksud sotoy ya) hibiscus itu bunga sepatu. hehe. kalo Lavender, Lily kuning sama Edelweiss udah familiar kan? mengenai floriografi, saya ngesearch di internet. yah emang sih ada perbedaan makna dari situs yang berbeda, tapi saya ngambil yang menurut saya paling oke maknanya (apasih)
buat para penggemar Sai dan Ino mohon maaf yang sebesar besarnya kalo chara fave kalian saya bikin ooc *bungkuk dalem dalem* dan mohon maaf juga fic ini tetep cacat -_-
btw.. enaknya di update kapan ya? *digetok rame rame*
thanks to :
Hazena,NHL-chan , Fidya Raina Malfoy, ruu-kun, Hinata uzumaki, Sukie 'Suu' Foxie , Energy Pill Entertainment , Yuki Tsukushi , finestabc Sugar Princess71,
dan semua readers lainnya. Arigatou nee ^^
jangan bosen buat Read and Review ya :)
