PIANIST LOVER
Disclaimer : NARUTO yang merupakan milik Masashi Kishimoto-sama.
Genre : Romance & Drama
Pairing : Sasuke & Sakura
Warning: AU, sedikit OOC, dsb
Summary : Sasuke adalah anak pindahan dari desa Oto dan kini dia pindah ke desa Konoha dan bersekolah di SMK Konoha dan mengambil kelas musik. Di sekolah itu diapun bertemu dengan gadis berambut pink yang jago bermain piano dan agak misterius. Sasuke begitu penasaran akan lagu indah yang dimainkan gadis itu dan penasaran akan sosok gadis itu. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Chapter 2 – Watashiwa, Haruno Sakura!
Matahari mulai menyinari pagi yang cerah ini. Hawa sejuk pagi juga sangat terasa. Sasuke pun bangun dari tidurnya dan segera ke kamar mandi. Setelah mandi, dia pun bersiap untuk pergi ke sekolah. Dia pun segera menuju meja makan untuk sarapan pagi bersama ayahnya. Setelah sampai di meja makan, diapun segera duduk di hadapan ayahnya yang sudah membuat dan menghidangkan sarapan berupa roti dan selai coklat.
"Ohayo, Otou-san!", sapa Sasuke.
"Ohayo, Sasuke, bagaimana tidurmu nyenyak?", tanya Fugaku.
"Yah, lumayanlah", jawab Sasuke.
"Ayo kita segera sarapan dan berangkat sama-sama", ujar Fugaku.
"Ya", ujar Sasuke.
Setelah selesai makan mereka pun segera keluar rumah dan berangkat menggunakan mobil. Mereka pun sampai di sekolah dan mereka segera menuju ke ruangan masing-masing. Fugaku ke ruangan guru dan Sasuke ke ruangan kelasnya.
Sesampainya di kelas, Sasuke diberi sambutan selamat pagi dari cewek-cewek teman sekelasnya. Sasuke Cuma mengangguk dan segera duduk di bangkunya. Ternyata Ino sudah ada dan segera menyapa Sasuke.
"Ohayo, Sasuke-kun!", sapa Ino.
"Hn, Ohayo", jawab Sasuke.
"Bagaimana kesanmu Sasuke-kun setelah sehari bersekolah di tempat ini?", tanya Ino.
"Hn, lumayanlah", jawab Sasuke.
"Oh, begitu ya. Semoga Sasuke-kun selalu merasa senang sekolah disini.", ujar Ino.
"Ng Ino, apa kau tahu siapa nama gadis berambut pink yang duduk dibelakang kemarin?", tanya Sasuke.
"Oh dia...", ujar Ino.
"INO!", teriak Shikamaru dan kini menghampiri Ino dan Sasuke.
"Eh, ada apa Shikamaru?", tanya Ino bingung.
"Shion, adikmu tadi terpeleset, sepertinya kepalanya terbentur, dia sekarang ada di UKS!", ujar Shikamaru.
"Apa?! Ayo kita segera kesana!", ujar Ino dan langsung pergi dengan Shikamaru menuju UKS.
Sementara Sasuke terdiam dan duduk dengan tenang di kursinya. Tiba-tiba sosok gadis yang membuat penasaran Sasuke muncul dan masuk ke dalam kelas. Gadis pink itu melewati Sasuke dan memberikan senyuman indahnya lagi pada Sasuke. Sementara Sasuke Cuma melongo melihat gadis itu. Gadis itupun segera duduk di bangkunya. Tak lama Sasuke pun langsung menghampiri gadis itu.
"Hei! Kenapa kau senyum-senyum padaku?", tanya Sasuke.
"Memangnya salah kalau aku senyum, kan tidak dilarang", jawab gadis itu.
"Hah, sudahlah. Bagaimana dengan lagu yang kau mainkan itu? Lagu apa itu?", tanya Sasuke.
"Kau begitu ingin mengetahuinya?", tanya gadis itu.
"Tentu saja, aku belum pernah mendengarnya tapi aku merasa lagu itu sangat bagus. Tolong ajari aku", ujar Sasuke.
"Aku bisa memberitahunya, tapi ada syaratnya", ujar gadis itu.
"Syarat? Apa itu?", tanya Sasuke bingung.
"Kau harus menemaniku jalan-jalan sepulang sekolah ini", ujar gadis itu.
"Eh? Apa tidak ada yang lain? Aku ini sibuk sepulang sekolah", ujar Sasuke.
"Ya sudah, aku takkan mengajarimu", ujar gadis itu.
"Baiklah, aku akan menemanimu jalan-jalan, tapi kau harus berjanji akan mengajariku lagu itu!", ujar Sasuke.
"Ok Uchiha-san! Aku janji deh!", ujar gadis itu riang.
"Lalu kau ini, namamu siapa?", tanya Sasuke.
"Watashiwa Haruno Sakura!", ujar Sakura sambil tersenyum manis.
"Sakura ya..", gumam Sasuke.
Teng...Teng...Teng...
Bel tanda masuk pun berbunyi, anak-anak pun segera duduk di bangku masing-masing. Tak lama kemudian seorang sensei berkacamata dengan rambut perak bernama Kabuto pun masuk ke dalam kelas.
"Ohayo anak-anak!", ujar Kabuto.
"Ohayo Kabuto-sensei!", jawab murid-murid serempak.
"Kita akan memulaikan pelajaran praktek musik kita. Pertama aku akan mencontohkan sebuah lagu, kuharap kalian semua bisa memainkannya ya", ujar Kabuto.
"Baik sensei!", ujar semua murid.
Setelah itu beberapa murid ditunjuk untuk memainkan lagu itu dengan piano didepan kelas. Mereka memainkannya dengan baik. Tapi Ino yang berada di samping Sasuke terlihat cemas karena kurang begitu menguasai lagu yang dicontohkan Kabuto-sensei. Sasuke pun melihat kecemasan itu.
"Dan yang terakhir akan kutunjuk adalah Yamanaka Ino!", ujar Kabuto.
Ino pun terkejut dan tangannya gemetaran. Tapi ketika dia akan bangkit dari tempat duduknya..
"Kabuto-sensei biar aku saja yang memainkan lagu itu didepan kelas! Aku ingin mencoba memainkannya karena ini kesempatan terakhir!", ujar Sasuke lantang.
"Ho.., baiklah, Uchiha Sasuke kau saja yang main!", ujar Kabuto.
Sasuke pun segera menuju ke depan kelas dan memainkannya dengan indah dan bagus. Semua orang kagum akan kemahiran Sasuke dalam memainkan piano. Cewek-cewek semakin terpesona dengan Sasuke. Setelah selesai Sasuke bermain, lonceng tanda istirahat pun berbunyi. Sasuke pun kembali ke bangkunya dan Kabuto segera mengakhiri pelajaran.
Kebanyakan murid-murid langsung pergi ke kantin, Cuma tersisa sedikit yang berada di kelas.
"Sasuke-kun, Arigatou ya, sudah menggantikanku tadi", ujar Ino.
"Hn, tak apa-apa, aku tahu kamu cemas karena kurang menguasai lagu itu", ujar Sasuke.
"Hahaha aku payah ya, Cuma lagu seperti itu aku tak bisa menguasainya", ujar Ino sambil tertawa kecil.
"Tidak, kamu tidak payah kok. Kalau kamu rajin latihan pasti kamu bisa menguasai lagu itu, karena kulihat kamu punya kemampuan yang bagus", ujar Sasuke.
"Hahaha, aku tidak sehebat itu kok Sasuke-kun. Arigatou ya sekali lagi", ujar Ino.
"Hn", gumam Sasuke.
"Sasuke-kun aku tambah menyukaimu", batin Ino sambil senyum pada Sasuke.
"Sasuke-kun ayo kita ke kantin", ujar Ino.
"Hn", gumam Sasuke lalu mereka pun berdiri dan keluar dari kelas dan menuju ke kantin.
Setelah selesai makan di kantin mereka berdua pun segera kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran berikut. Setelah mengikuti pelajaran selama beberapa jam, akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi. Sensei pun mengakhiri pelajarannya dan para siswa pun segera berhamburan keluar dari kelas.
Sasuke dan Ino pun kini sudah berada di depan pintu kelas untuk pulang.
"Sasuke-kun ayo kita pulang bareng lagi!", ujar Ino.
"Gomen Ino, aku belum bisa pulang. Aku ingin pergi bersama seseorang", ujar Sasuke.
"Uchiha-san!", teriak Sakura dari belakang mereka berdua.
"Eh, Sakura?", ujar Ino.
"Ayo kita pergi!", ujar Sakura sambil menarik tangan Sasuke dan mereka berdua pun pergi meninggalkan Ino.
"Ternyata aku punya saingan ya..", gumam Ino sambil menatap dengan pandangan tak suka pada Sakura.
Sasuke dan Sakura pun sudah berada di luar sekolah dan sedang berjalan.
"Hei Haruno, sebenarnya kita mau kemana sih?", tanya Sasuke.
"Ke suatu tempat untuk bersenang-senang!", jawab Sakura.
"Dimana?", tanya Sasuke.
"Sudah ikut aku saja!", ujar Sakura.
Mereka pun akhirnya sampai di sebuah taman bermain. Bermacam-macam wahana berada di taman bermain itu. Suasananya cukup ramai dan gaduh karena banyak orang lalu lalang dan suara dari wahana-wahana itu.
"Ayo Uchiha-san, kita bersenang-senang!", ujar Sakura sambil menarik tangan Sasuke.
"He-hei!", ujar Sasuke.
Mereka pun bermain beberapa wahana di taman bermain itu. Sakura tampak sangat senang. Sementara Sasuke sedikit kesal karena dia sebenarnya kurang suka menghabiskan waktunya untuk hal-hal seperti ini. Setelah mereka kelelahan, mereka pun memutuskan untuk istirahat di sebuah bangku taman.
"Uchiha-san, tunggu disini ya, aku akan membeli minuman!", ujar Sakura lalu berlari menuju kios minuman.
Setelah itu tak lama kemudian Sakura kembali dengan membawa dua minuman soda dingin.
"Ini untukmu Uchiha-san", ujar Sakura lalu memberikan minuman itu pada Sasuke.
"Hn, arigatou", ujar Sasuke lalu segera membuka kaleng minuman itu.
CRASSH...
"Hahahahaha!", tawa Sakura.
"Haruno, apa yang kau lakukan?!", tanya Sasuke geram karena sesudah dia membuka kaleng itu, sodanya langsung menyembur ke muka Sasuke.
"Hahaha, mukamu jadi aneh!", ujar Sakura masih tertawa.
"Beraninya kau!", ujar Sasuke geram.
"Gomen ne Uchiha-san! Aku Cuma bercanda kok, karena kulihat kau begitu lesu daritadi makanya aku ingin kau semangat lagi", ujar Sakura.
"Cih!", umpat Sasuke.
"Sudah jangan marah. Gomen ne Uchiha-san", ujar Sakura lalu mengambil handuk kecil dari tasnya dan membersihkan sisa-sisa soda dari muka Sasuke. Muka Sasuke sedikit memerah karena perlakuan Sakura.
"Sial, kenapa jantungku malah berdebar kencang seperti ini!", batin Sasuke
"Sudah selesai, ayo kita pulang Uchiha-san! Hari sudah semakin sore", ujar Sakura.
"Hn, Haruno", ucap Sasuke.
"Hei, jangan panggil aku Haruno dong, panggil saja Sakura", ujar Sakura.
"Baiklah, Sakura", ujar Sasuke.
"Aku juga akan mulai memanggilmu Sasuke-kun!", ujar Sakura sambil tersenyum manis.
"Hn, terserah kau", ujar Sasuke.
"Ayo pulang Sasuke-kun!", ujar Sakura lalu mereka berdua pun keluar dari taman bermain itu dan segera pulang menuju rumah masing-masing.
"Hei kau mau kuantar pulang ke rumahmu?", tanya Sasuke.
"Tak usah Sasuke-kun, aku tinggal naik bus di halte situ untuk pulang", jawab Sakura.
"Hn, baiklah, aku pulang dulu", ujar Sasuke setelah mereka sampai di halte bus.
"Hati-hati di jalan! Arigatou ya Sasuke-kun!", ujar Sakura.
"Hn", gumam Sasuke.
Sakura pun naik ke dalam bus dan Sasuke kembali berjalan dan menuju ke rumahnya.
"Tadaima!", ujar Sasuke yang kini tiba di rumahnya.
"Okaeri!", ujar Fugaku yang kini sedang duduk membaca buku di ruang tamu.
"Sasuke, kenapa kau baru pulang?", tanya Fugaku.
"Gomen Otou-san, tadi aku Cuma sedang jalan-jalan bersama teman.", jawab Sasuke.
"Oh, begitu, bagus kalau kau sudah punya teman. Ayo cepat mandi sana, dan kita akan makan malam!", ujar Fugaku.
"Hai! Otou-san!", ujar Sasuke lalu menuju kamar dan segera mandi.
Setelah selesai mandi, Sasuke pun segera menuju meja makan untuk makan malam bersama ayahnya, setelah selesai makan, Sasuke pun latihan piano sebentar kemudian kembali ke kamarnya. Sasuke pun segera berbaring di tempat tidurnya.
"Hah, hari ini sungguh melelahkan...", gumam Sasuke.
"Kenapa setiap kali aku dekat dengan gadis itu kenapa jantungku berdebar kencang ya? Seperti ada gejolak dalam diriku...", batin Sasuke.
Tak lama kemudian Sasuke pun tertidur dengan lelap.
Besok paginya Sasuke berangkat ke sekolah dengan sepeda karena ayahnya sudah berangkat duluan karena ada urusan penting.
Setibanya di kelas dia pun segera duduk di bangkunya dan disapa Ino.
"Ohayo, Sasuke-kun!", ujar Ino.
"Ohayo", balas Sasuke.
"Sasuke-kun, sepertinya hari ini Anko-sensei tidak akan masuk kelas. Bagaimana kalau kita berlatih bersama di ruang piano?", tanya Ino.
"Benarkah sensei tidak masuk?", tanya Sasuke.
"Ini kesempatanku untuk belajar lagu itu dari Sakura...", pikir Sasuke.
"Ya, katanya dia sedang sakit, jadi jam pelajaran pertama ini kosong", jawab Ino.
"Tunggu sebentar ya Ino", ujar Sasuke lalu menuju ke belakang menghampiri Sakura yang sedang tidur.
BRAK... (bunyi suara meja Sakura digebrak Sasuke)
"Ada apa? Ada apa? Ada gempa bumi?", ujar Sakura yang sudah terbangun dan terlihat linglung.
"Kau ini Cuma tidur kerjanya! Ayo sekarang ajari aku lagu itu! Mumpung sensei tidak masuk! Kau sudah janji kan!?", ujar Sasuke.
"Ah iya-iya", ujar Sakura.
"Ayo kita ke ruang piano", ujar Sasuke lalu berjalan dan Sakura ikut di belakangnya.
Sasuke pun berhenti sebentar untuk berbicara dengan Ino.
"Gomen ne Ino, aku tak bisa berlatih bersama denganmu. Ada lagu yang ingin kupelajari dari Sakura", ujar Sasuke.
"Tak apa Sasuke-kun, mungkin kita bisa berlatih lain kali.", ujar Ino dengan senyum yang dipaksakan.
Sasuke dan Sakura pun berjalan melewati Ino dan Ino menatap Sakura dengan tatapan benci.
"Awas kau Sakura, beraninya kau mendekati Sasuke-ku!", batin Ino.
Sasuke dan Sakura pun segera menuju ruang piano. Setelah sampai mereka langsung duduk di bangku piano. Sakura pun segera mengambil sebuah buku musik dari dalam tasnya dan menempatkannya di tempat meletakkan buku pada piano.
"Ini adalah lagu yang kubuat sendiri, tapi aku sudah membuat notasinya", ujar Sakura.
"Hn, lebih baik kau contohkan lebih dahulu, agar aku bisa menghafal nadanya", ujar Sasuke.
"Baiklah, Sasuke-kun, perhatikan baik-baik ya!", ujar Sakura lalu mulai memainkan piano.
Sakura bermain piano dengan hebat dan indah. Nada-nada dari piano sungguh mengenakkan telinga yang mendengarnya. Sementara Sasuke berusaha untuk menghafal urutan nada-nadanya. Akhirnya Sakura pun selesai bermain satu lagu itu.
"Bagaimana? Kau sudah mengerti? Ayo sekarang giliranmu!", ujar Sakura.
"Hn", gumam Sasuke lalu mulai memainkan piano itu.
Awalnya Sasuke dapat bermain dengan baik, namun pada saat pertengahan lagu, teknik bermainnya agak sedikit sulit sehingga Sasuke miss beberapa not.
"He-hei! Sasuke-kun bukan begitu! Pada bagian ini sebenarnya do mi re sol, bukan do re mi sol", ujar Sakura.
"Iya-iya akan kucoba sekali lagi", ujar Sasuke ketus.
Sasuke terus berlatih sedangkan Sakura memperhatikan permainan Sasuke agar tidak ada lagi not yang miss. Setelah beberapa lama, Sasuke pun mulai menguasai lagu tersebut.
"Sepertinya kau hampir menguasai lagu ini ya Sasuke-kun, bagaimana kalau kita main sama-sama?", tanya Sakura.
"Hn", gumam Sasuke.
Sasuke dan Sakura pun bermain piano sama-sama, mereka bermain dengan sangat sinkron sehingga lagu itu terdengar lebih indah dan harmoni. Tapi tidak sengaja tangan Sakura memegang tangan Sasuke saat mereka kebetulan akan menekan tuts yang sama.
"Go-gomen, Sasuke-kun, aku tak sengaja", ujar Sakura dengan wajah yang sedikit memerah.
"Hn, tapi bolehkah sekarang kau lepaskan tanganku", ujar Sasuke datar.
"Oh Gomen-gomen", ujar Sakura lalu segera menarik tangannya dari tangan Sasuke.
Mereka pun melanjutkan permainan mereka. Tapi Sakura terus memandangi Sasuke sambil senyum-senyum. Ketika Sasuke menatapnya, Sakura pun langsung memalingkan wajahnya yang sedikit memerah.
"Kalau diperhatikan dari dekat ternyata Sasuke-kun tampan juga", batin Sakura
SREGG... (bunyi pintu ruangan itu dibuka)
"Sakura-chan..."
Muncul seorang pemuda berambut hitam klimis dengan senyum simpul yang ditujukan pada Sakura.
"Sai-senpai!", ujar Sakura dan langsung lari menuju Sai dan segera memeluknya. Sasuke Cuma terdiam dan melongo melihat mereka berdua.
"Aitakatta, Sai-senpai!", ujar Sakura.
"Aitakatta yo, Sakura-chan", ujar Sai.
"Kapan senpai kembali dari desa Kiri?", tanya Sakura sambil melepas pelukkannya pada Sai.
"Aku baru tiba kemarin malam, makanya aku langsung ke sekolah hari ini", jawab Sai.
"Oh begitu, senpai baik-baik saja kan disana?", tanya Sakura.
"Tentu saja aku baik-baik saja. Lalu sedang apa kau disini? Aku langsung kesini karena mendengar lagumu", ujar Sai.
"Oh itu, aku sedang mengajari Sasuke-kun lagu ciptaan-ku itu. Dia ingin sekali mempelajari laguku", ujar Sakura sambil menunjuk Sasuke.
"Hoo, begitu", ujar Sai.
Sai dan Sakura pun berjalan mendekati Sasuke. Sementara Sasuke langsung berdiri dari tempatnya.
"Kenalkan aku Shimura Sai, siswa kelas 3 jurusan musik", ujar Sai lalu mengulurkan tangannya pada Sasuke sambil tersenyum.
"Hn, aku Uchiha Sasuke", ujar Sasuke datar lalu menjabat tangan Sai.
"Oh Uchiha-san, kalau begitu aku dengan Sakura pergi dulu ya, ada yang ingin kubicarakan berdua saja dengannya", ujar Sai lalu menarik tangan Sakura dan berjalan keluar dari ruangan.
"Jaa ne Sasuke-kun!", ujar Sakura.
Sementara Sasuke melihat kepergian mereka berdua dengan tatapan tajam.
To Be Continued...
Balas review dulu ya...
Cerise Fionyparis : Arigatou, memang fic ini sedikit terinspirasi dari film itu namun alurnya berbeda kok, ya untuk yang lainnya akan saya perbaiki, sekali lagi arigatou
Cherryemo : Arigatou!
Ricchi : Salam kenal juga! Arigatou! Memang Sasuke disini penasaran sama Sakura. Sasuke Agak sedikit ooc memang, tapi Cuma dikit kok...
Hanahimechan : Arigatou! memang fic ini sedikit terinspirasi dari film itu.
Hanazono yuri : OK!
Desypramitha2 : arigatou! Ok!
Maaf kalo ceritanya agak datar di chap ini, nanti author akan bikin lebih kerasa lagi romance-nya di chap-chap berikutnya. Arigatou yang sudah sempat membaca dan mereview fanfic ini. Sekali lagi:
Mind to Review?
ARIGATOU GOZAIMASHITA!
