So, this is the last chapter for this year... Enjoy...

Disclaim: i'm not owned harvestmoon.

Part 2. Let's Have a Family.

.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.

"Nah, Jack. Kau sekarang boleh pulang. Kau boleh bekerja, tapi ingat demammu belum sembuh benar." kata Trent.

"Baik, Ayah." kata Jack menggunakan nada menghina.

"Aku bukan bapakmu." kata Trent sambil memberi death glare...

"APAAA!"

(bletak.. Maaf saya bercanda.)

"Iya. Ah... Bawel." kata Jack.

"Oh, iya. Elli, aku tugaskan kau menjaga Jack. Kau tahukan, dia agak bodoh kalo soal kesehatannya sendiri." perintah Trent.

'deg' Elli yang mendengar itu terkejut.

"B-Baiklah, Doc." kata Elli.

.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.

"Baiklah kita mulai." kata Jack yang memulai pekerjaannya.

"Hati-hati ya, say... Eh maksudku Jack." kata Elli.

"Eh, kau bicara apa Elli?" tanya Jack.

"T-Tidak ada apa-apa. Oh iya, boleh kupinjam dapurmu? Soalnya kau belum boleh makan makanan instant." kata Elli.

"Boleh, tentu boleh. Aku juga ingin makan masakanmu yang enak..." kata Jack yang innocent-nya (lagi) sehingga membuat Elli blushing berat.

"... Elli? Kau sakit?" kata Jack sambil menyentuh dahi Elli. Makin blushing lah Elli.

"Eh, Jack. Bisa aku pinjam WC mu?" tanya Elli yang langsung kabur.

(Jack, Jack, kenapa kau tidak sadar sih. Kata Author sangking geramnya.)

"Elli kenapa ya? Ah sudahlah... Lebih baik aku bekerja saja." kata Jack dengan bodohnya.

Elli yang sudah didalam rumah Jack, langsung memperhatikan sekitar rumah Jack. Cukup lengkap untuk membuat sebuah keluarga. 2 kasur tidur (single dan king-size). Meja makan, Karpet, kulkas, televisi, dapur, wc, lemari, rak buku, semua lengkap seperti istana.

"Wow, sebuah rumah lengkap. Jack pasti bekerja keras untuk ini. Baiklah aku akan buat makanan spesial untuk Jack. Semoga dia suka." kata Elli.

Elli kemudian membuka kulkas Jack. Penuh dengan bahan makanan. Cukup lengkap untuk membuat pesta.

Elli memutuskan untuk membuat stew, sup, bubur dan jus apel.

.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.

Setelah beberapa jam.

Elli keluar rumah.

"Makanan sudah si..." betapa terkejutnya Elli mendapati Jack pingsan lagi.

"...JACK!" teriak Elli.

Jack masih terdiam.

"... Jack, jangan mati. Aku mencintaimu. Kumohon Jack. Aku bahkan ingin menikah denganmu." kata Elli yang memeluk Jack.

"Be-Benarkah?" tanya Jack yang lemah.

"Jack?" Elli terkejut melihat Jack tiba-tiba sadar.

"Aku juga suka kau Elli." kata Jack yang kemudian tertidur.

Elli pun membawa Jack kerumah. Dan ia tahu... Bahwa ia telah memenangkan hati Jack.

.o.o.o.o.o.o.o.

The End.

Eits, tunggu dulu Epilognya belum...

.o.o.o.o.o.o.o.

Epilog...

"Kau... Cantik sekali, Elli." kata Jack yang sedang memakai dasinya.

Jack dan Elli menikah setelah berpacaran 3 musim (alias 9 bulan). Setelah peristiwa pengakuan Elli yang 'on accident' itu, hubungan Jack dan Elli makin dekat. Trent pun juga sudah menikah, ia menikah dengan Mary. Hubungan mereka mulai dekat saat Trent sering bertemu Mary di perpustakaan. Kemudian Mary memperlihatkan karya Novelnya kepada Trent. Trent mennyukai cerita itu dan memuji Mary. Mary yang dipuji blushing berat dan mulai menyukai Trent.

Kini Jack akan menikahi Elli. Jack kini sudah tampan dengan Jas putihnya dan Elli memakai gaun pengantin putih. Keduanya menuju altar gereja dan akan menyebut janji suci yang mengikat mereka sebagai suami istri.

"Jack si petani, apakah kau berjanji akan bersama Elli, dalam susah maupun senang?" tanya Carter.

"Ya, aku berjanji." kata Jack.

"Dan Elli si perawat, apakah kau berjanji akan bersama Jack, akan bersama Elli, dalam senang maupun susah?"

"Ya, aku berjanji." kata Elli.

"Dengan ini, aku nyatakan kalian suami istri dan silahkan mencium pengantinnya." kata Carter.

.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.o.

The End...

Author note: okeh itu dia updetan singkat bin jelek dari saya...

Oh iya, walaupun mungkin keawalan. Saya ingin mengucapakan, selamat tahun baru dan natal...

Owlybros akan kembali tahun depan...

Wish you make great fic, all.

Review ya...