Unlimited Love Part 1
Cerita ini adalah milik saya sendiri, bagi ada yang merasa cerita begitu mirip dengan yang lain
percayalah saya tidak sengaja. Saya juga baru menulis jika ada kata-kata yang tidak sesuai atau ada tanda baca yang tidak tepat
pada tempatnya mohon dimaafkan.
.
.
.
Dilarang mengcopy atau merepost cerita ini kalau tidak mau kena santet, walau ceritanya tidak seru dan membosankan
ini tetap cerita dari inspirasi otak saya.
E)(O
Don't Mess Up My EXO
.
.
.
Terpaan sinar matahari yang merembes masuk melalui jendela kaca tidak menyurutkan kegiatannya untuk tetap tidur, di atas tempat tidur king sizenya seorang namja mungil masih tertidur dengan sejumput senyum terlukis di sudut bibirnya. Entah dia sedang bermimpi indah atau memang sengaja melakukannya, karena tidak jauh dari jarak tempat dia terlelap menampakkan wajah datar yang terus-menerus memandanginya tanpa ekspresi.
"pangeran ku, sarangheo." bibir tipis itu berucap seraya tangannya mengarah ke atas dan menarik leher seseorang.
Lelaki yang sedari tadi menunggu tuannya untuk terbangun, hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah namja berperawakan mungil ini.
"Dan pangeran mu itu akan ku buang ke laut, jika kau tidak bangun juga bocah." Lelaki itu berbicara tepat pada telinga baekhyun, membuat namja itu bergidik ngeri dalam tidurnya. Dia hanya sedang berfikir kenapa ada suara om-om bergaung ditelinga cantiknya. Baekhyun tetap saja melanjutkan tidurnya tanpa perduli jika sekarang seseorang yang telah dia peluk menunjukkan taring di kepalanya, dengan kesal lelaki itu melepaskan pelukan tuannya dan menjepit hidung bangir itu hingga memerah.
" oh sehun kau mengacaukan mimpi ku." Baekhyun berteriak dengan keras, memekakkan telinga siapa saja yang mendengar. Dia mengatur pernafasannya akibat ulah bawahannya yang begitu kurang ajar menganggu tidur cantiknya.
Tetapi namja dengan tinggi 183 cm itu tidak perduli dan malah menarik tangan yg lebih kecil darinya, untuk turun dari tempat tidur supaya mengikutinya berjalan ke kamar mandi. Sedangkan baekhyun hanya mengikuti pengawal pribadinya itu dengan menghentak-hentak kan kakinya menunjukkan bahwa ia sangat kesal.
"Baekhyun sudah berapa kali ku katakan, panggil aku hyung dan juga aku ini 8 Tahun lebih tua dari mu" namja kecil bernama baekhyun itu hanya mencibir kesal, dan juga kenapa dia harus di bangunkan pagi-pagi begini.
"Dan kau juga tidak sopan, membangunkan tuan mu pagi-pagi seperti ini dan tolong ini hari minggu hyung." Baekhyun berusaha menarik tangannya yang digenggam oleh sehun, mencoba berlari dari terkaman srigala lapar yang siap memakannya kapan saja begitulah namja itu sering mendeskripsikan sehun.
"apa kau lupa hari ini hari apa. " lelaki itu berujar seraya memalingkan kepalanya ke arah kalender, memasang wajah kesal saat dengan sengaja baekhyun menaruh jari lentiknya seperti sedang berfikir.
Baekhyun mengetuk-ngetuk kepalanya sambil melihat kalender, masih belum paham dan mulai mengkonek peristiwa-peristiwa penting yang mungkin terlewatkan olehnya dan sehun semakin gemas dengan bibir tipis yang sengaja di manyunkan.
"ini bukan hari ulang tahun ku, bukan juga appa, apalagi kau." Sebelah tangannya menunjuk hidung lelaki itu dengan tidak sopan.
lama berputar dalam pikirannya, namja itu tidak menemukan apa yang terlupakan. Lain halnya dengan sehun dalam hati dia mulai menghitung dari satu sampai pada hitungan ketiga.
" kyaaaaa hyung, kenapa tidak bilang dari tadi."kakinya dibawa berlari secepat kilat menuju kamar mandi, mengapa dia bisa lupa kalau hari ini begitu penting. Namja itu meninggalkan sehun yang tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana reaksi baekhyun sekarang.
"apa kau ingin ku mandikan baeki."
"diamlah hyung, aku bukan anak kecil lagi."
Hari ini tepat 3 Tahun lalu Eommanya meninggalkannya dan juga appanya untuk selama-lamanya.
.
.
.
E)(O
.
.
.
Sehun berjalan menyusuri tangga kala melihat Perdana Mentri Byun Heechul duduk sambil menikmati secangkir kopi miliknya, dalam hati dia memuji betapa berwibawanya sang mentri dengan balutan jas kerja yang begitu formal.
" selamat pagi perdana Mentri. " ucapnya seraya membungkukkan badan tanda penghormatan, heechul hanya bisa tersenyum melihat tingkah sehun yang begitu kaku,padahal mereka sekarang berada di rumah dan bukan sedang berada di blue house.
" Bukan kah sudah ku bilang panggil aku appa."Sedangkan sehun menggaruk tengkuknya canggung dihiasi senyum tipis.
" kau pasti kesusahan mengurus bocah nakal itu." Heechul mengawali ceritanya dengan sehun, mencoba mengurai kecanggungan yang tercipta diantara mereka berdua.
" tidak appa, aku bisa mengaturnya."
.
.
.
E)(O
AUTHOR POV
Tentu saja tidak ada yang tidak akan sehun lakukan untuk membalas jasa Perdana Mentri Byun Heechul untuknya. Mengurus si bocah nakal Baekhyun bukanlah apa-apa,walaupun terkadang dia harus menahan emosinya jika sudah dihadapkan dengan bocah itu. Seperti kejadian kemarin dia dibuat kelimpungan mencari sang tersangka yg ternyata sudah membohonginya.
Bagaimana tidak baekhyun meminta izin untuk ke kamar mandi saat mereka melewati Lotte World. Wajahnya bahkan sampai memelas Kupingnya sudah memerah,Sehun yang sedikit kasian akhirnya luluh juga dan ingin menemaninya ke kamar mandi.
Tapi setelah pintu mobil terbuka bocah nakal itu malah berlari sekuat tenaga menghilang di kerumunan banyak orang, meninggalkan sehun yang sudah mengeluarkan sumpah erapah kepada anak tengil itu.
Tapi bagi sehun itu tidaklah masalah itu bahkan tidak sebanding dengan apa yang sudah Perdana Menteri lakukan untuknya. Menariknya Dari Ketakutan saat kedua orang tuanya di tembak mati saat usianya masih 10 Thn. Membesarkannya dengan penuh kasih sayang dan menyekolahkannya hingga dia tamat dengan gelar master.
Sehun tersadar dari lamunannya saat tiba-tiba tubuhnya menjadi terasa berat, tapi dia tidak perlu menoleh untuk memastikan siapa yang sudah menjadi pengacau di pagi yang indah ini.
"Apa yang kau lamunkan oh sehun."Oh ya ampun, siapa lagi yang berani melakukan itu jika bukan si nakal baekhyun.
"Baekhyun! appa sudah bilang panggil hyung." Heechul tidak tahu terbuat dari apa kuping anaknya ini benar-benar tidak bisa di atur tapi baekhyun hanya memajukan bibirnya sambil turun dari punggung lebar sehun,berjalan ke arah appanya dan duduk di pangkuan pria paruh baya itu.
Heechul hanya tersenyum melihat tingkah manja putranya, dia tidak keberatan jika harus memanjakan putra kesayangannya baginya baekhyun adalah segalanya.
.
.
.
E)(O
OTHER SIDE
Lelaki itu sangat menyukai kegelapan, ketika semua orang menyukai terang baginya gelap lebih menyenangkan. Tidak ada yang menarik ketika terang itu muncul dalam kehidupannya,tidak ada yang tahu terlahir dari apa hatinya. Dia benci menjadi baik karena hal itu membuatnya menjadi lemah dan terinjak, dia benci ketika harus dikasihani oleh orang lain dan dia membenci pada orang-orang yang minta dikasihani olehnya.
"aku mohon loey, aku akan membayar lebih dari yang orang itu beri pada mu." lelaki bertubuh tambun itu memohon dengan terengah-engah, darah masih saja mengucur di lehernya.
" cek cek cek menyusahkan saja sebenarnya aku orang yang setia, tapi baik jika kau memaksa." tangannya masih memegang pisau tajam yang baru saja mengenai kulit leher lelaki itu.
Dia benci ketika seseorang memohon kepadanya, baginya orang-orang seperti itu harus di lenyapkan. Dia berjalan memutari lelaki tambun yang kini menjadi sasaran kekejaman hatinya, pelan menaruh ujung pisau itu pada pucuk kepala mangsanya. Menekan pisau ini hingga masuk lebih dalam mengenai otaknya, dia teramat senang saat menangkap raut kesakitan dari wajah yang sudah sepucat itu.
" akhh ah l l oey aku mohon." lelaki itu menahan kesakitan pada isi kepalanya, darah mengucur banyak merembes keluar mengenai wajah bulat lelaki itu. Memohon agar nyawanya terselamatkan walau pada kenyataannya itu adalah hal yang paling mustahil.
" hem hem baik lah beri aku 2M, karena si bodoh itu membayar ku 1M untuk nyawa mu." Dia berbicara dan menghentikan kegiatannya untuk melubangi kepala lelaki itu, bermain sedikit mungkin tidak apa untuk mengulur waktu. Lelaki tambun itu hanya terdiam dan meringis merasakan sakit dikepalanya, bagaimana dia bisa mendapatkan uang sebanyak itu sedangkan perusahaanya kini sudah bangkrut.
"Cepatlah lee soman, kau membuang waktu ku." Loey jengah menanti jawaban lelaki bernama soman itu, waktunya bisa terbuang percuma jika berlama-lama di tempat ini. Soman menjatuhkan dirinya ke lantai, meraih kaki itu dan menciumnya.
"aku mohon loey jangan bunuh aku." lelaki itu terisak memohon agar nyawanya di selamatkan.
Tapi lelaki bertubuh gemuk itu lupa bahwa Loey Park tidak pernah memiliki belas kasihan,baginya permohonan itu menjijikkan dan dia benci ketika banyak orang memohon dan minta, loey park tersenyum sinis menatap lelaki di bawah kakinya itu. Dia mengarahkan kembali pisau tajamnya dan menancapkan pisau itu tepat dia atas kepala yang sudah memiliki lubang.
"akh sakit sakit lepaskan." soman merintih mengais udara yang semakin menipis diparu-parunya,dia mencoba melepaskan genggaman tangan itu. Hanya yang ada pisau itu makin tertancap semakin dalam dan Ajal pun memandang datar mayat di hadapannya dan mulai mengembangkan senyum puas,meninggalkan tubuh tak bernyawa itu dalam kamar yang gelap.
.
.
.
E)(O
.
.
.
Baekhyun membawa bunga lili kesukaan eommanya,meletakkan bunga itu dan memejamkan matanya.
"eomma apa kau baik? aku dan appa sangat baik, ah oh sehun juga baik. " baekhyun berujar sambil cekikikan, dia sangat senang jika sudah mengerjai ajudan pribadi appanya itu, baekhyun membuka sebelah matanya untuk melihat kebelakang. Sedangkan sehun yang tahu dia sedang dikerjai hanya memelototkan matanya horor mendengar ucapan si bocah nakal itu.
" Eomma bogoshipo nomu-nomu." namja mungil itu tiba-tiba menjadi sedih, matanya berkaca-kaca dan dia ingin sekali menangis. Heechul merangkul pundak anaknya sayang dan menenangkannya, dia sebenarnya juga ingin sekali menangis tapi dia tidak mungkin melakukannya karena hal itu bisa mempengaruhi putranya. Baekhyun menyandarkan kepalanya pada pundak appanya, menangis tersedu menyebut kata-kata rindu untuk eommanya, betapa dia sangat merindukan wanita yang sudah melahirkannya itu. Tidak jauh beberapa jarak dari mereka, sehun juga tidak mampu menahan sesak di dadanya. Matanya menatap sendu pusara yang memiliki nama lengkap IM YOONA terpampang jelas disana.
.
.
.
Sehabis Berjiarah ke pusara Istrinya Heechul segera berangkat ke bandara, dia ada pertemuan khusus dengan President Indonesia untuk menjalin kerjasama dan membina hubungan baik Antar Negara. Baekhyun memilih menghabiskan waktunya dengan menonton film Ironman kesukaannya. Sebelum dering handphone nyaris membuatnya berteriak.
"yak panda, kau menganggu acara nonton film ku."Tapi sang penelpon hanya tertawa keras dia sudah membayangkan bagaimana merahnya wajah baekhyun saat ini dan itu menggemaskan sekali.
"Berhenti tertawa, atau aku matikan telpon ini."ancamnya sambil memajukan bibirnya merasa kesal karena sudah dipermainkan.
" baiklah aku berhenti, tapi baekhyunee kau harus lihat berita." Sang penelpon berucap antusias, ini adalah berita terheboh yang pernah dia dengar dari berita-berita menyatukan alisnya mulai berfikir untuk apa dia lihat berita, dia bahkan tidak doyan nonton berita.
" ada berita apa taoyah. " namja mungil itu memijit tombol Channnel KBS TV1, mungkin saja ada berita luar biasa tapi awas saja jika mata panda itu mengerjainya lagi.
Breaking News
Lee Soman Presidir perusahan Funiture Terkaya di Korea di temukan tidak bernyawa di kamarnya. Hasil otopsi menemukan bekas luka sayatan di leher dan pisau menancap di ubun-ubunnya. Dan Loey Park sudah dipastikan turut Andil dalam pembunuhan tersebut.
Baekhyun bergidik ngeri membayangkan keadaan korban itu.
" Bagaimana apa kau sudah lihat. " tao berujar masih menunggu sahabatnya bersuara,tapi baekhyun hanya menatap lama nama yang terpampang di televisinya.
" loey park." baekhyun berujar pelan tapi masih bisa di dengar oleh tao.
" itu sangat mengerikan bagaimana ada orang sekejam itu terhadap orang lain." tao berujar panjang lebar sedangkan baekhyun hanya mendengar sambil mengunyah kembali makanannya, mengabaikan tao yang sudah bersumpah serapah.
" awas kau pendek jika bertemu di sekolah. " lalu sambungan terputus begitu saja,namja mungil itu tersenyum senang dia sangat suka mengerjai sahabat masa kecilnya itu.
.
.
.
E)(O
Ketika hari beranjak malam baekhyun ingin sekali memakan mie ramen yang dijual di kedai paman kim yang bersebrangan dengan sungai han. Tapi lagi-lagi si dingin oh sehun tidak mengijinkan nya keluar sendiri,sedangkan dia tidak ingin menemani baekhyun dengan alasan mengantuk.
Tapi bukan baekhyun namanya jika tidak mendapat apa yang dia mau, dia berpura - pura berjalan ke depan halaman mansion mereka dan menyapa bodyguard yang berjaga disana dan berharap memiliki peluang untuk kabur.
"hei paman apa kau tidak mengantuk." baekhyun berusaha mengalihkan perhatian si penjaga,sedangkan penjaga pintu hanya menggelengkan kepalanya pelan mencoba untuk tidak memperdulikan bagaimana tuannya terus saja mencercanya dengan banyak pertanyaan. Dia tahu itu hanya alibi untuk mengalihkan perhatian mereka, dan itu sudah menjadi kebiasaan tuan mereka.
"paman, tidak usah terlalu tegang apa kau tidak bosan terus berdiri." namja itu menaikan alisnya bergantian, mencoba bermain dengan para pengawalnya. Tapi ternyata tidak berhasil, lihatlah bagaimana sekarang para penjaga malah membentuk barisan untuk siap siaga berjaga-jaga.
Baekhyun merasa kesal setengah mati, dia tahu ajudan pribadi ayahnya si dingin oh sehun pasti sudah memperingati para pengawal untuk lebih berhati-hati kepada dirinya. Tapi baekhyun tetaplah baekhyun namja dengan seribu ide brilian di otaknya, siapa bilang kali ini sehun akan menang? begitulah pemikiran dalam hatinya dan tertawa setan. Dia masih menimang rencana kabur seperti apa yang harus dia buat,saat seorang pelayan berjalan ke arah bodygard dan meminta pintu untuk dibuka karena pelayan itu akan pergi ke supermarket membeli bahan makanan yang lain, dan disitulah otaknya baru bekerja. Tanpa sepengetahuan pengawal lain yang sibuk membukakan pagar baekhyun berjalan mengendap dan pelan tanpa terdengar oleh para pengawal menggunakan kesempatan itu untuk menerobos pagar besar dan menyelinap dengan tubuh kecilnya melewati sang pelayan.
" aku akan segera kembali." ujarnya seraya tertawa kencang, melambaikan tangannya kepada para pengawal yang kini kelimpungan mengejarnya.
" Tuan muda, kami mohon kembali." Para pengawal itu berteriak kesetanan, bagi mereka kehilangan baekhyun sama saja mendapat sambaran petir disiang hari. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan tuan mereka, bagaimana jika para penjahat menculik tuan muda mereka.
"ini semua salah mu, habislah kita kini." Seorang pengawal bername tag hyun joo berteriak menyalahkan rekan satu timnya.
" yak, kenapa jadi salah ku." pengawal satunya lagi tidak mau kalah dan berakhirnya mereka saling berdebat sambil tetap mengejar tuan muda mereka.
.
.
.
.
Baekhyun masih saja berlari melewati jalanan yang lumayan ramai, sembari melihat kebelakang apakah para bodygard itu masih mengejarnya. Tidak memperdulikan bagaimana banyak orang yang berlalu lalang disana, bahkan tidak memperdulikan dari arah berlawanan seseorang juga berjalan.
"bugh." Baekhyun terjatuh di trotoar jalan mengakibatkan pantatnya tercium aspal, saat pundak tinggi itu menyenggolnya cukup mengaduh karena pantatnya yang sakit dan bersiap untuk mengumpati orang yang menbaraknya.
" yak ahjussi, kau harus minta maaf ." ucapnya sambil membersihkan pantatnya dari debu, tapi lelaki yang dipanggil baekhyun itu hanya diam tidak itu hanya menoleh memandang baekhyun sesaat dengan mata tajamnya dan kemudian membalikkan tubuhnya kembali. Berjalan dengan tenang di tengah keramian yang tidak dia sukai, berjalan meninggalkan namja mungil itu dengan mulut kecil yang sangat kesal bagaimana lelaki itu malah pergi tanpa meminta maaf terlebih dahulu.
" Dasar orang aneh. "
.
.
.
I Cant Believe
Maafkeun aku mbah sooman
