"Hm hm~ du du du~"

Chanyeol bersenandung dengan gembira sambil melihat-lihat koleksi foto Baekhyunnya di hp.

Tiba-tiba seseorang menginterupsi kegiatan Chanyeol.

"Dude, kau suka mengkoleksi foto sekretaris montok itu? Kkk, lumayan juga seleramu."

"Geez, begitulah."

"Hey, ku dengar ia memiliki hubungan khusus dengan direktur utama."

"Oh, benarkah?!"

"Y-ya, aku dengar begitu."

"Aku tak peduli."

"Sialan kau!"

"Yak! Oh Sehun! Antarkan minuman ini! Hey!"

Akibat ngambeknya Sehun yang menyebalkan ini (menurut Chanyeol), ia harus mengantarkan minuman dan sedikit camilan ke ruang direktur utama. Yah, bukannya takut atau bagaimana, tapi Chanyeol rasa itu benar-benar menyebalkan, sebab ia jadi teringat pada gosip yang Sehun katakan.

"... ku dengar ia memiliki hubungan khusus dengan direktur utama."

Sembari berjalan mengantarkan minuman, kalimat ini selalu terngiang di otak Chanyeol.

Ya, Park Chanyeol memang ceroboh, saking kesalnya, minuman malah tumpah di karpet kesayangan direktur dan gelasnya pecah.

"Yak kau! Bekerjalah dengan baik! Kau lihat?! Ini karpet kesayangan anakku!"

"Appa, sudahlah. Tidak apa-apa. Itu masih bisa dicuci kok."

"Haish, tapi tetap saja, Kim Jongin."

"Ya, Appa."

Chanyeol merutuki kebodohannya ini yang paling memalukan dari yang memalukan. Ia mulai memunguti pecahan gelas dan mengambil karpet kesayangan sang direktur. Kemudian ia meminta maaf lalu kembali ke dapur untuk membuat minuman lagi.

※※※

"Appa, aku sudah menemukan seseorang pengisi hidupku ini."

"Benarkah? Siapa dia?"

"Byun Baekhyun."

"Wah, kau memilih sekretarismu sendiri? Nanti karyawan l-"

"No no no. Cinta itu bisa di mana saja kan? Appa bilang sendiri."

"Tapi nak-"

"No!"

"Hmm, stubborn. Baiklah, jaga dia baik-baik."

"Yes appa~"

"Appa pergi dulu."

"Hmm."

Kim Yunho akhirnya bangkit dari sofa dan berjalan penuh wibawa, keluar dari ruangan Jongin.

Klack-

"Selamat siang Tuan Yunho."

"Oh, Baekhyun? Ada apa?" Yuhno sedikit terkejut dengan keberadaan Baekhyun di depan ruangan anaknya.

"Ah, saya ingin memberikan laporan dari beberapa perusahaan pada Tuan Jongin."

"Oh baiklah, hari ini kau ada jadwal kencan dengan Jongin kan? Selamat bersenang-senang."

"Y-yes sir," jawab Baekhyun sambil menunduk rendah, menyembunyikan semburat merah dipipinya.

Setelah Yunho sudah melenggang pergi, Baekhyun segera mengetuk pintu dan memasuki ruangan Jongin.

"Excuse me, K-kai."

"Ya masuk."

"Kai, ini laporannya."

"Thanks Byun."

"Ada yang bisa dibantu lagi, Kai?"

"Mm, Byun,"

"Yes?"

"Hmm, tidak. Lanjutkan kerjamu. Jangan lupa nanti malam."

"Y-yes Kai."

Saat Baekhyun ingin keluar dari ruangan Jongin, ia hampir bertabrakan dengan Chanyeol yang sedang membawa 2 minuman dan sedikit camilan. Baekhyun melirik name tag di dada kanan baju Chanyeol.

"Park Chanyeol-ssi, Tuan Yunho sepertinya sudah pergi sejak tadi."

"Ah, begitu ya? Terimakasih Baekhyun-ssi."

"Yya. Saya duluan."

Tak- tuk-

"God damn. Bongkahan sintal itu pasti kenyal sekali," batin Chanyeol sambil mengamati bokong Baekhyun yang naik turun seirama dengan cepatnya irama jalan.

Yah setelah Baekhyunnya lenyap dari penglihatannya, Chanyeol segera menuju ke dapur dengan emosi yang meletup-letup kecil. Sehun yang sedang membawa kantong berisi sampah makanannya -yang ia bawa sendiri- melihat cherry crushnya itu dengan tampang selidik -yang ia tutupi dengan muka malasnya-.

Brak-

Chanyeol menendang tong sampah kecil di dekatnya.

"Bro, hancurkan saja tong sampah di rumahmu."

"Haah, sialan. Si Tua itu sudah kubuatkan minuman dengan tenaga berhargaku, malah pergi dengan seenak kepalanya."

"Kkk."

"Untung saja tidak ku masukan racun tikus."

"Hahahah, idemu tidak buruk."

"Hun, kau tahu? Bokong si Byun itu seksi sekali!"

"Oh ya? Perlu ku catat?"

"Agar tidak lupa, hahahaha, tentu saja tidak akan lupa, iya kan?" Tidak, Sehun tentu saja tidak mengatakan kalimat utuhnya.

"Dasar kau sialan. Hey, mau ambil minumnya? Aku merasa sia-sia jika harus membuangnya."

"Hey bodoh, itukan gelas untuk atasan."

"Kkk, melanggar juga tidak buruk."

"Aish, ya sudah kemarikan!" Sehun menengadahkan tangan kanannya pada Chanyeol, tapi wajahnya menoleh arah lain. Ia memerah.

"Tidak baik jika meminta sesuatu pada seseorang tapi wajahmu tidak menatap pada pemberinya."

"Yodaaa!! Cepat berikan!"

"Kkk, bokongmu juga bagus, ngomong-ngomong. Kau uke ya?"

"Yak!! Aku ini seme tahu!"

yeay~

update lagi~

so guys, ak mau tanya nih.

kalian pengen pair utamanya :

ChanHun - KaiBaek

atau

ChanBaek - KaiHun

atau

Chan? - Baek? - Kai? - Sehun? (ini kalian pilih sendiri psanganny, exo memb okay?)

mm, ak sbenerny uda bikin lanjutan yg agak mengerucut ke [ChanHun - KaiBaek] sih, tapi klo semisal kalian pengen ganti pair, ak bakal bikin lanjutan yg sesuai dgn permintaan kalian.

Thx-

love u guys