Sebuah meja panjang terbentang, di atasnya terdapat beberapa telepon yang terus saja berdering. Ada yang mengangkatnya namun ada juga yang acuhkan. Sudah terlalu banyak telepon yang berdering. Seorang pemuda berdiri memandang kekacauan yang terjadi di kantor agensinya. Dia mengamati bagaimana beberapa staff memberikan penjelasan tentang isu dirinya.
Neji merasa sedikit bersalah melihat semua ini. Tanpa sengaja tangannya tergenggam sangat erat. Semua ini terjadi akibat dirinya menjalin kasih pada seseorang yang menurutnya begitu mengagumkan. Pikiran tentang sang mantan merasuk kembali dan segera hilang begitu sebuah tepukan di bahunya, menyadarkan sang Hyuuga.
"Kau tidak apa-apa?"
Neji menengok dia melihat sosok pemuda bersurai hitam berkuncir agak ke atas tengah menatap lurus ke depan.
"Aku tidak apa-apa hanya menyesali apa yang telah terjadi padaku sekarang."
"Tenanglah semuanya akan baik-baik saja ketika kebenaran yang sebenarnya terungkap, Neji."
Neji tersenyum, Sahabatnya ini memang tidak meninggalkan dirinya. Justru dirinyalah yang malah menjauhi sang sahabat demi sang mantan yang begitu membenci sahabatnya ini. Terbesit kembali rasa bersalah di relung hati Neji.
"Shika."
Sang pemuda menoleh.
"Maaf karena aku menjauhi dirimu selama ini."
Shikamaru tertegun. Dia tak menyangka Neji akan meminta maaf atas sikap jaga jaraknya.
"Iya, aku sudah memaafkanmu." Shikamaru menepuk bahu Neji kembali dan merangkul sang sahabat yang kini begitu membutuhkan dirinya.
Dalam hati Shikamaru sedikit bergumam akan memberikan perhitungan pada pemuda Uzumaki itu.
.
.
Disclaimer Masashi Kishimoto.
Rate T
Main Pair !SasuNaru, Slight !ShikaKiba, !SasoGaa ,!NejiNaru and !ItaKonan.
Genre Romance. Friendship and Drama
Warning : There is content Slash, Yaoi, BoyxBoy, Boys Love, AU, Ooc, Oc, and Typo so don't blame me cause I have warned you.
PaparaziGossip !ItaKonan, Musisi !Naruto, Reporter !SasuSuiJuugoKarin, DJ !Neji, Model !Gaara, Musisi !ShikaKibaSaso and Actor !Kakashi.
.
.
Di sebuah ruangan dimana terdapat sofa panjang di sertai oleh sebuah meja dengan televisi di hadapannya. Tiga pemuda bersurai berbeda memandang malas ke benda kotak persegi yang menampilkan gossip tentang salah satu dari mereka.
"Jadi bagaimana selanjutnya?"
Seorang pemuda bermata bulat melemparkan pertanyaan pada pemuda pirang di sampingnya.
"Bagaimana apanya, Kib?"
Kiba memutar bola matanya jenuh "Tentu saja hubunganmu dengan Neji?"
Naruto mengendikan bahu "Yaah seperti yang sudah kau dengar selama ini di luar sana, aku dan Neji sudah berakhir."
"Lalu sekarang kau bersama dengan Kakashi san?"
Surai kuning itu menoleh ke sampingnya yang lain, alisnya sedikit terangkat mengetahui bahwa sahabat berwajah datar ini ternyata juga penasaran akan kisah cintanya "Iya, Gaara."
"Kenapa kau memutuskan Neji? Padahal kukira kalian begitu serasi dan hubunganmu dengan Neji juga merupakan yang terlama dari rekormu berpacaran."
Naruto tertawa geli begitu panjangnya sahabat menanyainya.
"Tentu saja kalian sudah mengetahui alasannya kan?" Naruto tersenyum penuh arti pada kedua sahabatnya ini. "Dan Gaara."
Sang pemuda yang berprofesi sebagai model itu menoleh "Apa?"
"Kenapa kau begitu tertarik dengan hubunganku.. ah tidak maksudku Neji."
"Aku tidak tertarik." Elak Gaara.
"Masa? Atau kau tertarik dengannya, hm? Apa kau ingin memutuskan Sasori dan mulai mengencani Neji?"
Wajah datar Gaara mulai terpecah, sedikit ada emosi di wajahnya tersebut dan kedua pemuda lainnya mengetahui akan hal itu "Aku tidak akan mengencani mantan dari sahabatku, kalian pun tahu akan prinsipku ini bukan?"
Naruto tertawa senang atas jawaban Gaara yang berbanding terbalik dengan emosi yang terpancar dari wajahnya "Hahahaha.. Iya kami tau hal itu dan aku mendukung prinsipmu itu."
Kiba melihat interaksi kedua sahabatnya itu hanya bisa tertawa meringis. Pemuda bermarga inuzuka itu tahu jika Gaara sedikit mempunyai perasaan terhadap Neji tapi demi persahabatan mereka, pemuda merah itu mengelak dan lebih parahnya lagi Naruto mengetahui semuanya.
Entah kenapa persahabatan mereka akan bertahan sampai kapan jika Naruto terus saja bersikap seperti ini?
"Aku tidam ingin kalian mengkhianatiku hanya demi perasaan terpendam kalian."
JLEB
Perkataan Naruto seakan membekukan Keduanya.
Drrrtt.. drrrttt..
Sebuah getaran mencairkan suasana. Ponsel berwarna gold dengan lambang apel tergigit itu segera di ambil oleh sang pemilik. Mata hitamnya membulat, sedikit melirik sahabat di sampingnya.
"Dari siapa?"
"Bukan dari siapa-siapa, Naru."
Mata biru itu menyipit, dalam hati Kiba sedikit mengumpat atas jawaban yang malah menciptakan sebuah kecurigaan.
"Benarkah? Itu bukan dari Shika kan?"
Kiba menggeleng, takut jika di katakan secara verbal mulutnya tidak sinkron atas penyangkalannya.
"Kemarikan." Tangan Naruto terangkat, meminta ponsel Kiba.
Kiba masih terus menggeleng. Dia tidak mau memberikan ponselnya dimana terdapat sebuah SNS dari sang mantan.
"Sudahlah, Naru."
Gaara menengahi keduanya. Pusat perhatian Naruto langsung tergantikan ke Gaara.
"Kita tidak akan mengkhianatimu karena kita sayang padamu sebagai sahabat dan kita mengerti apa yang kau sukai dan tidak."
Sebuah senyuman lagi-lagi terkembang namun senyuman itu hanyalah sebuah kepalsuan yang di perlihatkan untuk Gaara dan Kiba "Baiklah aku memegang kata-katamu dan percaya pada kalian."
"Terima kasih, Naru." Seru kedua sahabatnya.
.
.
Kedekatan Naruto dan Kakashi semakin mesra di perlihatkan dan publik berkomentar negatif atas hubungan keduanya.
Dear Pembaca, Mungkin kalian sudah mengetahui bahwa hubungan Naruto dengan Neji sudah kandas. Dan kini sang musisi tercinta kita tengah menjalin kasih dengan Kakashi. Hubungan keduanya yang awalnya tertutupi rapat-rapat dari publik malah sekarang berbalik. Keduanya malah semakin memperlihatkan kemesraan di hadapan publik kemarin di sebuah pusat perbelanjaan tengah kota.
Seperti telah terlihat pada foto di atas, keduanya tengah bergandengan tangan dengan sangat erat. Kakashi yang selama ini kita kenal sebagai type cool telah berganti menjadi seseorang yang begitu gentleman saat bersama dengan musisi tersayang kita.
Namun sangat di sayangkan ternyata sebagian besar opini publik menyatakan tidak menyukai kebersamaan Kakashi-Naru. Mereka berpikir bahwa semua ini hanyalah sebuah rekayasa untuk menaikan pamor keduanya apalagi untuk Kakashi.
Apakah benar hubungan keduanya hanyalah sebuah rekayasa semata? Kita liat saja nanti.
Sementara itu sang mantan, Neji. Kini tengah di sibukan dengan meroketnya lagu ciptaan yang selama seminggu ini baru ia upload ke youtube. Dimana penyanyi ternama Tenten membawakan lagu tersebut.
Yaah kita doakan saja untuk karir Uzumaki dan Neji lancar walaupun keduanya sudah tidak bersama.
- U.I -
Sebuah desahan lega berhembus pelan. Tangan panjangnya terangkat tinggi, berusaha mereganggkan otot-otot di tangan. Itachi, pemuda yang daritadi berkutat pada laptop di hadapannya hanya dapat puas atas beritanya ini. Dia bingung untuk memberikan berita tentang Naruto bagaimana? Pasalnya Itachi masih belum bisa mendapatkan gossip tentang pemuda Uzumaki tersebut.
Sedangkan sang mantan Naruto malah terlihat biasa saja padahal nama baik Neji sudah cukup tercoreng. Apakah memang dalam hubungan Neji-Naru pihak Nejilah yang salah?
Dahi Itachi mengkerut memikirkannya dan setelah itu malah di gelengkan. Itachi tidak percaya kalau Nejilah yang salah. Itachi mempunyai insting jika semua ini berawal dari Naruto dan bukan mantan-mantannya namun kenapa para Naruto tersebut bungkam? Dan tidak menjelaskan semuanya?
Kepala Itachi berdenyut sakit.
"Kau kenapa?"
Suara lembut seorang wanita menyapa pendengaran Itachi. Dia menoleh menatap wanita dengan sebuah kemeja berwarna merah terang di sertai celana korea yang kini di gandrungi oleh para wanita di luar sana.
"Ah ternyata kau Konan."
Alis Konan sedikit berkedut, tangan Konan terangkat memukul kepala Itachi. Sang korban hanya bisa mengeluh sakit.
"Apa-apaan kau ini, hah?" Itachi meringis sakit, Rekan kerjanya ini kejam sekali padanya.
"Kau yang apa-apaan? Kenapa melamun seperti, Hah? Ini bukan Itachi yang kukenal."
"Terus Itachi yang kau kenal itu bagaimana? Tolong jelasin ya." Balas Itachi.
Konan bertolak pinggang "Itachi yang kukenal itu ga akan seperti sekarang, dia itu terus bersemangat dalam mencari gossip terhangat saat ini."
Itachi menghela nafasnya "Bagaimana bisa aku mengejar gossip terhangat saat ini jika sumber-sumber gossipnya sendiri pun tutup mulut seperti sekarang ini."
Kembali lagi Konan memukul kepala Itachi dan sang korban hanya dapat mengumpat dalam hati.
"Kalau sumbernya tidak mau bicara kita buat aja mereka membuka mulutnya." Mata Konan begitu berbinar jenaka.
Mata Itachi membalas menyipit, melihat perubahan raut wajah rekan kerjanya tersebut "Bagaimana caranya?"
Gadis bersurai ungu itu akan segera mulutnya jika sebuah dering mengalihkan perhatian Konan.
"Tunggu sebentar."
Konan melihat layar ponsel, matanya membelalak tidak percaya. Lagi-lagi raut wajah gadis itu berubah semakin seram. Sebuah seringai terlihat terpampang jelas dari wajahnya. Itachi hanya dapat memperhatikan Konan dalam diam. Sedangkan gadis itu kini malah sibuk mengetik dengan ponsel mini berwarna putih tulang itu.
"Siapa?" Tanya Itachi penasaran.
"Ada deh." Jawaban itu semakin membuat Itachi bad mood. Konan menaruh kembali ponsel pintar mini itu ke dalam tas kecil yang sedang di pakainya saat ini lalu sedikit gerakan menatap jam tangannya.
"Kau kenapa?"
"Tidak ada apa-apa, aku harus pergi sekarang." Konan mengecup pipi Itachi selagi pemuda itu kebingungan atas sikap Konan.
"Jaa nee." Konan pun berlari dan Itachi hanya bisa melongo memandang kepergian gadis itu.
"Dasar aneh." Gumam Itachi.
.
.
"Bagaimana?" Tanya seseorang kepada seorang pemuda berdiri di gang kecil di antara gedung-gedung tinggi.
"Ini." Sebuah benda terulur, benda tersebut segera di ambil oleh sang penanya.
"Lalu mana bagianku?"
"Ck.. nanti akan ku transfer seperti biasa."
Pemuda dengan jaket hitam dengan wajah yang di tutupi tudung jaketnya itu sedikit berdecak "Akan kutunggu transferanmu itu."
"Ya." Lawan bicara pemuda itupun memasukkan benda tadi di tas kecilnya "Aku harus pergi."
Ketika orang itu berbalik untuk pergi, tangannya di tahan. Otomatis orang tersebut harus berputar kembali menghadap sang pemuda untuk meladeni pemuda berjaket hitam itu.
"Ada apa lagi?"
Sebuah ciuman mendarat di bibir berpoles lip gloss pink tersebut.
"Kau merupakan bonusku, Konan."
Dan pemuda itu menghilang ke dalam gang kecil tersebut. Konan hanya bisa merona.
"Sialan."
.
.
Siang hari itu cuaca begitu panas, begitu juga dengan gossip panas yang tengah merebak di antara masyarakat jepang. Hampir setiap membicarakan gossip terhangat tentang musisi Uzumaki Naruto, baik dari lagu-lagu hitsnya hingga perjalanan percintaan pemuda pirang tersebut.
"Apa kau sudah liat berita di Red Cloud Gossip hari ini?"
Begitu lah awal perbincangan hangat untuk memulai gossip terhangat hari itu.
"Ya, soal lagu yang dinyanyikan Tenten dan di upload di akun youtube Neji ternyata di ciptakan oleh Naru itu kan?"
Lainnya menimpa lagi
"Iya-iya, sungguh kenapa Neji tidak bilang saja lagu itu buatannya Naru."
"Kasihan Naru."
Perbincangan itu selalu bergaung hampir di setiap sudut kota. Semakin menciptakan berita miring bagi sang DJ. Semua akibat berita pagi yang di tulis oleh wartawan berinisial K di Red Cloud yang merupakan sebuah majalah gossip terkenal. Tanpa di sadari oleh segerombolan penggossip tersebut, seseorang mendengar semuanya dari atas motornya ketika lampu merah sedang menyala.
"Sialan kau Konan."
Begitu lampu merah berganti menjadi hijau, pengemudi tersebut segera melajukan kuda besi itu mengarungi jalanan.
.
.
What if
What if we run away
What if
What if we left today
What if
Lagu Youth milik Troya sivan mengalun kencang di meja kantor seorang gadis. Kepala gadis itu mengikuti irama lagu tersebut. Hatinya sedang senang lantaran artikel yang di tulisnya kini di bicarakan oleh hampir seluruh masyarakat jepang. Suara Troya begitu lembut di iringi oleh musik yang begitu pas.
Brak
Suara gedebuk sebuah majalah menghentikan segala kesenangan gadis itu. Konan menoleh mendapati Itachi tengah berdiri tegak di samping meja kantornya. Wajahnya begitu datar namun tersirat sakit hati dari balik kedua mata hitam milik Itachi.
"Ada apa, Chi?"
"Ga usah sok polos lah." Itachi mulai menunjukan raut wajah ketidaksukaan pada reaksi Konan.
"Chi."
"Ternyata kau type orang yang suka nusuk orang dari belakang ya, Konan. Aku muak atas wajah sok polosmu itu."
"Apa maksudmu?" Konan mengernyit bingung.
"Ga usah pura-pura gak tau deh." Itachi menunjuk majalah di atas meja Konan "Selamat artikel kamu bisa nyingkirin artikelku." Setelah itu Itachi pergi.
Konan berdiri mencoba memanggil namun pemuda yang lebih tua darinya itu telah menghilang dari pandangannya. Konan terduduk menyesal tidak memberitahukan terlebih dahulu pada rekan sekerjanya.
.
.
Getaran pada ponsel Itachi menghentikan langkah pemuda itu. Jari jemari Itachi membuka kunci ponsel dan membaca pesan masuk di ponselnya. Sebuah senyuman kini malah terulas di raut datar Itachi.
"Jadi begitu, ya."
Gumaman itu terlontar begitu saja. Ponsel Itachi kembali di masukan ke saku celananya dan pemuda itu melajukan motornya kembali di jalanan ibukota jepang tersebut meninggalkan kantornya untuk membalaskan segalanya pada musisi bersurai kuning.
'Chi, Konan mendapatkan informasi tentang lagu Neji dari sumbernya sendiri yaitu Uzumaki Naruto.'
Itulah isi pesan masuk yang di dapatkan Itachi dari paparazi yang di sewanya untuk mengamati pergerakan Uzumaki Naruto.
"Aku akan membalasnya, Naru."
Kata-kata itu terucap di antara deru mesin motor milik Itachi.
.
.
Siang telah berganti malam, Seorang pemuda tengah merenungi langit malam gelap dari balik kaca tinggi tak jauh dari tempat duduknya. Jari-jarinya sedikit mengurut batang hidungnya, kebosanan melanda dirinya atau bisa di bilang pemuda itu tak bisa melakukan apa-apa untuk menunjang karirnya lagi.
Pikirannya melayang jauh mengingat beberapa hari lalu bos divisinya mengomeli dia dan teman-temannya hanya gara-gara dia ketahuan oleh Itachi, kakak sekaligus rivalnya. Bosnya mengancam akan memberikannya pekerjaan keluar kota mencari berita entah apa itu demi dirinya tidak menganggu paparazi elit milik perusahaan tersebut.
Sasuke sedikit mendecih mengingat perlakuan tidak adil bosnya itu. Rasa kesal mulai kembali merambati hatinya. Dia membenci kalah dari kakaknya itu. Tak akan pernah Sasuke mengakui kalah pada kakaknya. Dia akan membuktikan pada kepala keluarga Uchiha dan semuanya jika ia mampu melanjutkan nama Uchiha yang merupakan keluarga wartawan terkenal dalam memburu berita.
Mata onyx Sasuke kembali memandangi pemandangan kota. Hatinya begitu larut atas kelap kelip lampu kota. Sebuah tepukan lembut membawa kembali pikiran kalut Sasuke. Di liriknya seorang gadis bersurai merah dengan kacamata berwarna serupa.
"Kau mau kemana, Karin?"
Hanya pertanyaan itulah yang Sasuke lontarkan melihat penampilan Karin dengan dress merah selutut mengembangnya. Seulas senyuman ceria terpampang.
"Tentu saja kita akan ke acara fashionnya Leezy."
Dahi Sasuke berkerut "Kita? Leezy?"
Mata Karin berputar malas "Jangan bilang kau lupa atas tugas dari bos, Sas."
"Tugas apa?"
Karin menepuk jidatnya. Kesal atas sikap pelupa rekan sekerjanya ini.
"Tugas meliput fashion Leezy yang di adakan malam ini, bos yang menyuruh kita berdua ingat?"
Sasuke terdiam sebentar. Samar-samar ingatan beberapa hari lalu kembali. Dia begitu mengingat hukuman dari bosnya untuknya dan yang lainnya. Mata Onyx Sasuke membulat seketika.
"Oh... ya ampun aku lupa."
Sasuke panik, dia tidak memakai pakaian rapi hari itu. Hanya V-neck berwarna hitam dan celana Jeans biru tua yang di pakainya.
"Bagaimana ini, Karin? Aku tidak punya baju ganti untuk kesana."
Sasuke langsung berdiri, berputar-putar berharap bisa mendapatkan jalan keluar dari masalah ini.
"Ya sudah pakai aja bajumu yang sekarang." Jawab Karin malas mendapati Sasuke panik.
"Tidak, apa kau tidak liat penampilanku sekarang?" Sasuke berhenti menggerakan kedua tangan dari atas ke bawah bermaksud agar Karin bisa menilai penampilan biasanya malam itu. "Tidak cocok untuk datang ke fashion shownya Leezy." Lanjutnya.
"Kau cocok, Sas." Karin membawa Sasuke ke ujung ruangan dimana terdapat sebuah kaca panjang menunjukan penampilan Sasuke dan Karin di belakangnya "Lihat." Karin mendekat sedikit "Kau hanya perlu rapi dan sedikit aksesoris, aku yakin model-model disana akan jatuh cinta pada penampilanmu."
"Tapi-"
"Sssstt.." Karin menaruh jari telunjuk ke bibir Sasuke "Biarkan aku yang menangani hal ini dan kau akan berubah malam ini, Aku janji."
Setelah itu Sasuke di tarik kesana kemari dan di pasangkan oleh beberapa aksesoris yang entah di dapatkan darimana oleh Karin. Butuh hampir satu jam mereka berdua berkutat dengan berbagai aksesoris hingga akhirnya mereka beruda kembali berdiri di depan kaca berukuran full body mereka.
Dipantulan kaca Sasuke dapat melihat dirinya. Rambut yang biasanya berantakan kini di tata sedemikian rupa. Tidak terlalu namun tidak berantakan seperti biasa. Mata Onyx itu kini telah berbingkai oleh sebuah kacamata segi empat sewarna mata hitam Sasuke. V-neck hitam itu menampilkan sedikit dada bidang Sasuke di tambah vest putih. Sepatu slip-on shoes berwarna putih terlihat pas di pasangkan dengan celana jeans biru tua Sasuke. Sungguh penampilan Sasuke malam hari itu begitu menawan. Karin sendiri pun semakin jatuh hati pada pemuda itu.
"Lihat! Sekarang kau sudah siap untuk pergi bukan?"
Mata Sasuke memancarkan kepercayaan diri begitu tinggi, sebuah senyuman menawan terpampang "Ya, tentu saja Karin."
Karin menautkan lengannya pada lengan Sasuke dan mereka berdua pun siap pergi ke acara fashion show Leezy.
.
.
Gaara tidak menyangka keputusan dia untuk datang ke acara fashion show Leezy justru membuat emosi pemuda itu naik. Rock Lee rapper sekaligus pemilik merk Leezy yang saat ini tengah mengadakan fashion itu tengah mendendangkan sebuah lagu dimana dapat Gaara dengar nama sang sahabat di sebut.
Yah itu adalah Naruto.
Genggamana erat tangan Gaara pada kertas susunan acara terlalu kuat sampai menghancurkannya.
"Gaara."
Gaara menoleh menunjukan raut wajah datar seperti biasa namun dapat terlihat betapa murkanya pemuda itu pada seseorang di atas panggung. Sasori pasangan Gaara malam itu menggenggam tangan Gaara yang tengah terkepal itu, berusaha menenangkan pemuda itu.
"Hei jika kau tidak tahan dengan lagunya Lee, kita bisa pergi dari sini."
Perhatian Gaara kembali di atas panggung. Mata hijau pucat Gaara menusuk pemuda di atas panggung tersebut.
"Tidak, aku tidak akan pergi terutama banyak pemilik brand-brand terkenal disini. Karirku tidak akan berkembang jika aku pergi sekarang."
Sasori mengerti hal itu. Karir modeling adalah segalanya untuk Gaara. Sasori sebagai pacar dari Gaara hanya bisa menenangkan pemuda bermarga Sabaku tersebut. Sebuah kecupan dan bisikan kata-kata "Semua akan baik-baik saja." dari Sasori mampu menenangkan hati Gaara.
Gaara pun kembali tenang, pemuda itu bersyukur mendapatkan Sasori di sisinya. Dalam hati Gaara berharap Naruto tidak akan marah mengetahui Lee sedang menyindir Naruto dari lagu yang tengah di nyanyikan tersebut.
Sementara itu dua sosok yang tidak jauh dari Gaara tengah bergembira ria. Salah seorang sosok itu tengah mengarahkan kamera ponselnya ke arah panggung sementara sosok lainnya memfokuskan kamera ke arah Gaara.
"Apa kau sudah merekam semuanya, Karin?"
"Tentu saja."
Sasuke melihat beberapa foto di ponsel hitam miliknya "Walaupun sedikit gelap sosok Gaara cukup terlihat." Sasuke sedikit menegakkan kepala ke arah Karin "Bagaimana dengan rekamanmu? Apakah terlihat bagian Lee bernyanyi dengan lirik dimana nama Naruto di sebut?"
Karin mengangguk "Rekamannya lumayanlah untuk di jadikan berita."
"Bagus, sekarang kita bisa segera menghubungi bos."
Sasuke menyeringai penuh kemenangan.
'Tunggulah Itachi aku akan membuat berita yang lebih dari padamu.'
.
.
.
TBC
Thanks kepada seluruh pembaca maaf belum bisa menyebutkan satu persatu. *bow*
