A HUNTER X HUNTER FANFICTION STORY

DARK BLOOD RISES (Indonesian Version)

By : Ai-Ryuusa

Disclaimer by :

(of course) Yoshihiro Togashi.

I just own Lou and another OC(?) then of course this story plot ...

Rated :

T+

Genre :

Adventure / Friendship / Family

Chara at This Chapter:

- Kurapika Kuruta

- Leorio Paladiknight

- Gon Freecss

- Killua Zaoldyeck

- Lou → Mysterious Boy (OC)

Warning :

- Dalam Fanfic ini mungkin akan terdapat OOC dari Kurapika dan Leorio.

- Setting dan Time Scene dari FanFic ini adalah 5 tahun pasca Genei Ryodan Arc.

- Dengan kata lain usia Gon dan Co. adalah :

- Gon Freecss : 17 tahun

- Killua Zaoldyeck : 17 tahun

- Kurapika Kuruta : 22 tahun

- Leorio Paladiknight : 24 tahun

- Jadi mohon diabaikan Arc. HxH yang setelahnya. :P

*Maaf yah, Yoshihiro Togashi-sensei…* /u,u

:)

CHAPTER 2 Update !

:)

{ Ringkasan Chapter Sebelumnya }

Setelah 5 tahun tidak bertemu, akhirnya Gon dan kawan-kawan mengadakan reuni di Sunflakes Restaurant, Oxilorve City.

Tak seperti yang direncanakan sebelumnya, acara reuni mereka berempat sempat tertunda +/- 1 jam karena dalam perjalanan menuju Sunflakes Restaurant, Leorio bertemu dengan seorang gadis yang dianggapnya cukup menarik, Leorio menyebut gadis itu "Aspirint Girl".

Meski sempat tertunda, acara reuni Gon dan kawan-kawan tetap berlanjut. Namun, saat mereka tengah menikmati kebersamaan yang telah lama tak mereka rasakan. Kurapika merasa ada seseorang yang memperhatikan gerak-gerik mereka berempat.

:)

DARK BLOOD RISES Chapter 2 ( PART I ) : Mysterious X Zircon X New Friendship

:)

"Mereka adalah orang-orang yang menarik.

Orang- orang yang selama ini kucari.

Yah...

Itu benar aku sangat yakin bahwa mereka semua pasti bisa membantuku.

Aku... Aku harus menemui mereka."

{ Mysterious Boy }

:)

~~~ Normal PoV ~~~

{SunFlakes Restaurant Pukul 13.00}

"Hmph... Aku kenyang." gumam Gon sambil menepuk-nepuk perutnya.

"Ehnn... Karena kita semua sudah kenyang. Ayo lanjutkan acara kita di Hotel StarLight sambil beristirahat. Aku sudah memesan tempat di sana, letaknya tidak jauh dari sini, hanya berjarak 500 meter dari Taman Kota Oxilorve City." Masukan Kurapika disambut dengan anggukan kecil dari ketiga temannya.

"Kalau begitu, aku akan segera selesaikan administrasinya." lanjut Kurapika sambil beranjak dari tempat duduknya menuju meja kasir.

"Yah, kami akan menunggu di luar, Kurapika .." kata Gon sambil tersenyum, Kurapika menoleh ke arah Gon kemudian mengangguk. Sementara Kurapika membayar biaya sewa tempat dan biaya makan siang mereka berempat, Gon ,Killua & Leorio berjalan menuju ke luar restoran.

~~~ Di Luar Sunflakes Restaurant Oxilorve City ~~~

{Pukul 13.15}

"Hu..uh... Lama sekali." ujar Killua pada Kurapika yang baru saja datang.

"Apa boleh buat, mereka butuh waktu untuk mengecek kartu Lisensi Hunter-ku." jawab Kurapika sambil memasukkan nota yang baru didapatkannya dari meja kasir.

"Jadi, bisakah kita langsung pergi ke hotel ? Aku lelah !" ucap Leorio singkat.

"Te... Teman-teman..." Gon berusaha mendinginkan suasana.

"Baik... Baik... Ayo berangkat." Kurapika berjalan mendahului teman-temannya menuju Hotel Starlight.

Mereka berempat berjalan bersama diiringi canda tawa dan sedikit pertengkaran kecil antara Gon dan Killua. Sekitar 15 menit kemudian mereka tiba di Taman Kota.

~~~ Taman Kota Oxilorve City ~~~

{Pukul 13.30}

"Aspirint Girl."

Sekali lagi, Leorio menggumam sambil tersenyum tipis. Mendengar hal itu, Gon kembali menanyakan tentang Aspirint Girl yang sejak tadi selalu disebut oleh salah satu sahabat baiknya itu. Namun, Leorio hanya terdiam sambil tersenyum dengan wajah memerah. Tentu saja itu membuat Gon semakin bingung.

"Killua... Kau juga merasakannya ?"

Kurapika berbisik kepada Killua yang berdiri tepat di sebelah kirinya saat ini. Killua memandang Kurapika dan mengangguk dengan ekspresi wajah yang serius.

"Hei ! Keluarlah ! Aku tahu kau terus mengikuti dan mengawasi kami sejak di restoran tadi ! Ayo tunjukkan dirimu, siapapun kau !"

Kurapika berbalik dengan cepat dalam kondisi bersiap untuk menyerang dengan rantai nen miliknya. Begitu mendengar ucapan Kurapika, Gon dan Leorio seketika menoleh ke belakang. Killua berbalik dengan santai sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya dan menatap semak di taman kota yang berada di belakang mereka.

Srak... Srak...

Semak-semak itu bergerak, kemudian tampaklah bayangan hitam muncul perlahan dari sana. Bayangan itu berjalan mendekati Gon dan kawan-kawan. Terlihatlah sosok pemuda yang misterius.

Pemuda itu memakai topi hitam dan syal tipis berwarna biru yang dililitkan di lehernya. Selain itu, dia mengenakan kaus biru dengan jas berlengan panjang berbahan jeans dan celana panjang longgar berwarna hitam. Dia juga membawa sebuah tas ransel berukuran sedang di punggungnya. Pemuda misterius itu terus berjalan mendekati Gon & para sahabatnya sambil menunduk. Tepat pada jarak 1 meter di depan mereka, ia berhenti & mengatakan sesuatu dengan suara pelan.

"Jangan khawatir, aku tidak memiliki niat untuk melukai kalian." jawabnya dengan nada datar dan tenang.

Kurapika memperhatikan pemuda itu.

"Lalu... apa alasanmu terus mengikuti kami sejak di restoran tadi ?" tanya Kurapika sambil kembali merapikan rantai nen miliknya, tanpa melepaskan pandangan siaganya dari orang misterius itu.

"Aku tahu kalian semua adalah Hunter dan setelah kuperhatikan kemampuan dan skill kalian tidak begitu buruk. Ikutlah denganku. Aku dan teman-temanku di Zirconia Tribe membutuhkan orang-orang seperti kalian." ujar pemuda misterius itu sekali lagi.

"Apa katanya ?! Tidak begitu buruk ? "Killua berteriak dengan nada tinggi karena emosi.

"Kau pikir siapa kau ? Seenaknya saja meremehkan kami ! Aku bisa membunuh dan mengirimmu ke neraka saat ini juga hanya dengan 1 tebasan saja ! Dan... Hmph... " Gon segera membungkam mulut Killua yang terus menerus berteriak karena kesal.

"Killua.. Sst... Tunggu sebentar kita dengarkan dulu, apa yang ingin dikatakan oleh orang itu." Gon masih berusaha menenangkan Killua dengan membekap mulut Killua kuat-kuat.

"Hpfh... Pfffh..."

Killua berusaha melepaskan diri dari bekapan Gon.

Sementara itu, sambil menjinjing tas koper hitamnya Leorio pun menjawab dengan sikapnya yang seolah tak peduli.

"Kami sibuk ! Kami berempat masih ada keperluan lain yang jauh lebih penting daripada hal bodoh seperti ini ! Jadi kami harus segera pergi sekarang." Leorio berbalik dan mulai berlalu pergi sambil menarik lengan Killua yang mulutnya masih dibekap oleh Gon.

Sekali lagi, di saat ketiga sahabatnya terus berdebat. Kurapika masih bersikap tenang dan memikirkan sesuatu. Di tengah keributan yang terjadi, Pemuda misterius itu tiba-tiba duduk dan kemudian menurunkan tas punggungnya.

Sambil mengeluarkan sesuatu dari tas punggungnya ia berkata , "Masalah uang ? Aku punya cek, kalian bisa katakan padaku berapa nominal uang yang kalian inginkan, aku akan segera menuliskan nominal uang yang kalian sebutkan. Dan uangnya dapat dicairkan saat ini juga. Bagaimana ?"

Selagi bertanya pada empat orang yang berada di hadapannya, ia mengambil pena dari saku jasnya dan bersiap menuliskan jumlah nominal uang di atas buku cek yang sedang dipegangnya.

Langkah Leorio terhenti sejenak, dia melepaskan lengan Killua. Killua sedikit lega karena Leorio berhenti menarik lengannya, meski saat ini mulutnya masih dibekap oleh Gon. Leorio menoleh ke arah pemuda misterius itu.

"Ehnn.. Tunggu sebentar ! Katamu kau berasal dari Zirconia Tribe ?" Secara tiba-tiba Kurapika bertanya dan menatap pemuda itu.

Mendengar pertanyaan Kurapika ,Gon segera melepaskan tangannya yang membekap mulut Killua, dan kemudian bertanya kepada Kurapika, "Kurapika, apakah kau tahu informasi tentang Zirconia Tribe ?"

Sementara itu, Killua yang sempat tidak bisa bernafas untuk beberapa menit, tampak berusaha menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.

"Gon ! Kau ini benar-benar..."

Killua memandang Gon dengan tatapan tajam seolah ingin balas dendam.

"Hehe... Maaf, Killua..." Gon tertawa sambil menggaruk kepalanya.

"Ya, Gon. Aku tahu beberapa informasi mengenai keberadaan mereka." jawab Kurapika. "Setahuku Suku Zirconia atau yang lebih dikenal dengan nama Zirconia Tribe itu termasuk dalam kategori suku istimewa yang terletak di Negara Green Marine Coast." jelas Kurapika sambil menatap Gon.

"Istimewa ?!" Leorio menanggapi.

"Ya... Dikatakan istimewa karena penduduk Zirconia Tribe atau para Zirconian, mereka memiliki kemampuan khusus yang dikenal dengan Dark Blood Curse Ability." lanjut Kurapika yang mengalihkan pandangannya ke arah Leorio.

"Tak kusangka, ternyata kau tahu banyak tentang kami yah.." Pemuda itu menengadahkan kepalanya ke arah Kurapika sambil tersenyum. Perlahan nada suara pemuda itu berubah menjadi lebih bersahabat dibanding sebelumnya.

"Lalu menurut informasi yang kudengar hanya Zirconian tertentu saja yang dapat menggunakan kemampuan khusus tersebut secara sempurna. Benar yang aku katakan ?" tambah Kurapika seraya menoleh pada pemuda asing itu.

"Ya, begitulah." Pemuda itu kembali tersenyum.

"Tunggu dulu... Kemampuan Spesial ? Dark Blood Curse ?! Apa yang kalian bicarakan ? Aku tidak mengerti..." Gon terus bertanya kepada Kurapika dengan ekspresi bingung.

"Soal itu, kau akan mengerti saat misi ini berlangsung..." jawab pemuda itu singkat sambil menoleh ke arah Gon.

"Ehm..." Gon berpikir sejenak.

"Jadi bagaimana ? Apa kalian bersedia membantu kami ?" Pemuda misterius itu kembali bertanya.

"Apapun yang kalian minta, berapapun jumlah uang yang kalian inginkan ,semua itu tak akan jadi masalah bagi kami, asalkan kalian bersedia membantu kami." tegas pemuda itu.

"Baik... Kami akan merundingkannya lebih dulu." ucap Kurapika dengan serius yang kemudian disambut anggukan kecil dari pemuda misterius itu. Setelah itu Kurapika dan teman-temannya pergi ke sisi lain Taman Oxilorve, berjalan menjauh meninggalkan pemuda misterius tersebut.

~~~ Tempat Gon dan kawan-kawan ~~~

Gon memulai pembicaraan.

"Sepertinya dia benar-benar membutuhkan bantuan kita. Apa yang harus kita lakukan ?" ucap Gon sambil menoleh ke arah Killua.

"Ha...ah... Menurutku hanya 1 kata yang tepat untuk mendeskripsikan orang itu... Dia... aneh..." jawab Killua singkat.

"Eh ? Killua, apa maksudmu ?" Gon bingung.

"Habis... Waktu orang itu menguntit kita tadi, aku bisa merasakan bahwa orang itu berbahaya. Tapi entah kenapa saat dia meminta bantuan kepada kita tadi... Aku merasa... Entahlah, Gon... Yang jelas atmosfernya yang cenderung berubah-ubah itu membuatku tidak nyaman..." Killua memulai analisisnya.

"Ha..ah.. Aku juga berpikir kalau ini semua jebakan. Tapi... Aku terserah padamu saja, kalau kau mau membantunya, aku akan ikut. Daripada aku mati bosan karena belakangan ini tak ada hal menarik yang terjadi.. " ujar Killua sambil tersenyum dan menepuk bahu Gon.

"Aku harus melindungi Gon, aku tidak mau sahabatku terluka. Orang itu, ada sesuatu yang disembunyikannya. Yang jelas apapun yang terjadi aku harus tetap berada di sisi Gon untuk melindunginya." pikir Killua dalam hati sambil menatap tajam pemuda misterius yang sedang duduk di bangku seberang Taman Oxilorve.

Setelah Killua selesai mengutarakan pendapatnya, sambil tersenyum Gon mengalihkan pandangannya kepada Leorio. "Dan.. Leorio ? Bagaimana menurutmu ?" Leorio menoleh ke arah Gon.

"Yah, setelah kupikir-pikir, tawaran orang itu cukup menarik. Dia mau memberikan apa saja yang kita inginkan jika kita mau ikut dalam misi ini." jawab Leorio sambil tertawa kecil.

"Dasar bodoh ! Hanya itu yang kau pikirkan ?!" ucap Kurapika sinis memotong pembicaraan antara Leorio dan Gon.

"Hei, Kurapika ! Semua hasil bayaran itu akan kupakai untuk hal penting. Kau tak tahu apa-apa ! Lagipula … Ada hal lain yang membuatku ingin pergi ke Zirconia Tribe." Leorio membentak Kurapika.

"Aku dengar di Negara Green Marine Coast (GMC) ada sebuah legenda tua yang bercerita tentang mata air suci Danau Eiren. Mata air yang dapat menyembuhkan segala penyakit." sambung Leorio.

Kurapika mengangguk pelan.

"Sungguh sulit dipercaya, ternyata dokter sepertimu percaya terhadap legenda tua yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Itu hanya mitos." komentar Kurapika.

"Baiklah sudah cukup Leorio, aku mengerti." sela Gon berusaha mendinginkan suasana kembali. Setelah itu, Gon menoleh ke arah Kurapika.

"Bagaimana denganmu, Kurapika ?"

"Yah, meski aku tidak begitu yakin... Aku putuskan untuk ikut bersama kalian. Mungkin dengan kemampuan khusus para Zirconian, aku dapat menemukan petunjuk tentang Scarlet Eyes milik teman-temanku." jawab Kurapika singkat dan jelas.

"Baik ! Sudah diputuskan..."

Gon berkata dengan dengan penuh semangat sambil tersenyum lebar.

:):):)

~~~ CHAPTER 2 { PART 1 } ~~~

[END]

:):):)

A/N :

Halo, Minna-san... ^^/

Kali ini Chapter 2-nya sudah diupdate sekaligus direvisi lho...

Terima kasih sudah mau membacanya yah... XD

Chapter 2 ini, akan Ai bagi menjadi 2 Part...

Kalau teman-teman mau tahu alasannya... ._.

Itu karena...

Sebenarnya chapter ini sedikit panjang(?) → jadi takut nanti Minna-san jadi bosan...

jangan lupa nantikan cerita berikutnya yah...

XD

Dan tolong tinggalkan REVIEW Minna-san sekalian di sini...

Ja nee... XD/

See ya at Chapter 2 MYSTERIOUS X ZIRCON X NEW FRIENDSHIP (PART II)

:)

Salam hangat ,

Ai-Ryuusa