Aku Harus Bisa

Kencanku kali ini harus sukses. Meski ada penganggu si sister komplek itu. Aku harus berhasil melamar camping kali ini tidak boleh gagal. Sebagai tunangan saja aku dikesampingkan. Baiklah aku harus semangat.

"I like her Smile... I like all... you're so beautifull... jreng jreng..." Aku putus asa bermain gitar. Ah.. seandainya Nicol ada disini dia pasti bisa mengajariku main piano atau apapun itu.

Cagalli memasuki ruangan. Dia tertegun memandang Athrun.

"Sedang apa?"

"Hanya bermain gitar yang telah membuatku frustasi"

"Kau pasti bisa melakukannya... apa kau sudah siap?kau tak lupa kan, hari ini piknik?"

"Tentu ... aku sudah lama menunggu hal itu..." Athrun memeluk mesra Cagalli

"Aku senang kau bahagia? Apakah kau sudah sarapan?"

"Belum.. aku ingin memakanmu..." Athrun tertawa geli sambil memeluk Cagalli

"Hai-hai... ayo kita sarapan dibawah..." Cagalli menyeret Athrun

+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_mou hanasaruyo_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_

Bisakah kau tahu? Makan pagi denganmu cukup membuatku kenyang seharian. Bahkan hanya dengan segelas kopi darimu ditengah malam. Cukup membuatku semangat dalam bekerja. Sarapan denganmu adalah hari dimana aku bisa dengan tenang memandang wajahmu. Kau lelah tapi kau tetap diam. Menganggapnya sebagai tugasmu dalam melindungi Org yang kau cintai. Melebihi cintamu padaku. Kadang aku ingin menculikmu. Dan menyuruhmu untuk tidur seharian agar memiliki wajah yang sama saat kita pertama kali bertemu. Dasar gadisku yang bodoh.

"Athrun? Kenapa kau tidak makan? Apakah tidak enak?"

"Ah.. tidak... aku hanya heran kemana perginya para pelayan? Dan sepertinya sandwich ini buatanmu?"

"Iya... memang buatanku? Agak gosong sih... kenapa? Kau tak suka?"

"Suka sekali... hehe"

Cagalli memerah mendengar ucapan Athrun

Wajahmu yang malu dan memerah adalah sisimu yang paling cantik. Karena itu menunjukkan kau gadis sembilan belas tahun. Bukan lagi seseorang pemimpin negara. Sandwich gosong yang kau buat adalah yang terenak yang pernah kumakan.

"Maafkan aku Athrun... aku tidak bisa jadi kekasih yang baik untukmu..."

"Jangan berbicara seperti itu Cagalli kau tahu aku menerimamu apa adanya bukan karena apanya ada..."

"Apa? ?" Cagalli bingung

"Sudahlah... ayo kita berangkat..."

Athrun menggendong Cagalli ala bridal style. Dan Cagalli bingung kenapa hari ini athrun begitu manis.

"Athrun? Apakah hari ini ada yang penting?" Cagalli melingkarkan lengannya di leher Athrun.

"Aku hanya ingin membuatmu istimewa..."

+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_-mou hasaranaiyo_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+

Athrun dan Cagalli tiba. Dipantai dekat rumah Hibiki mereka berencana piknik. Kira dan lacus mengenakan baju couple dengan warna merah. Athrun tak mau kalah. Dia sudah menyiapkan baju couple berwarna hijau. Mereka tampak seperti pasangan double date.

"Athrun... ayo cepat..." Cagalli berlari kearah laut dengan Lacus.

"Iya... pergilah duluan..." Athrun duduk disamping Kira dengan mengawasi Cagalli

"Hei... kau tidak berbuat aneh-aneh lagi pada adikku kan?"

"Hentikan itu Kira aku temanmu sejak kecil bukan?"

"Urusannya beda lagi... kenapa kalian bisa kembaran juga?"

"kenapa mau tahu? Bukankah kau juga ? sama-sama kembaran masih tanya..." Athrun ketus

"Kenapa kau ketus sekali?"

"Bukankah kau yang semakin ketus padaku? Kau menendangku hanya karena menidurkan Cagalli..."

"Ayolah .. aku sudah minta maaf..." Kira dengan mata berkaca-kaca

"Huh... iya-iya... pasti Lacus yang memilihkan bajumu? Dia punya nilai yang bagus..."

"Dan pasti kau memilih baju untuk Cagalli..."

"Iya... kau tahu adikmu tak akan sempat untuk memilih bajunya sendiri setiap harinya..."

"Perempuan itu... Tapi setidaknya aku akan tenang jika dia bersamamu... aku akan pergi karena cuti Lacus akan segera berakhir ..."

"Kapan kalian akan ke Plant?"

"Besok... Jadi kumohon kau jaga Cagalli. Karena aku membenci tiap bulir air matanya yang jatuh..."

"Wakatta... setidaknya kau tidak akan mengganguku saat aku berusaha melamarnya..."

"Hahahaha status 'tunangan' masih belum cukup?"

"Aku ingin lebih dan kau jangan menggangguku... saat dia jadi istriku maka aku tak akan membiarkanmu menyentuh dia..."

"Hei-hei hentikan ... aku kembarannya..."

Athrun mendengus kesal.

"Athrun... ayo..."teriak Cagalli dari jauh

"Iya-iya..." Athrun datang ke Cagalli dengan pelan dan Kira hanya tersenyum memandang hal itu.

Sedangkan Lacus duduk disamping Kira karena dia kelelahan bermain dengan Cagalli.

Cagalli bermain air dengan Athrun.. Cagalli terpleset lalu digendong oleh Athrun. Cagalli memerah merasakan sentuhan dada bidang Athrun dilengannya. Kulit Athrun begitu putih dan halus. Hal ini membuat cagalli merasa lain. Dan menyadari bagaimana perubahan pada diri Athrun. Pipi Cagalli memerah seperti tomat. Dan Athrun tetap bersikap seperti gentleman biasanya yang menggendong seorang putri.

Cagalli duduk di kabin kapal. Athrun mengajaknya untuk melihat bintang dilaut dimalam hari. Athrun memberikan autopilot dikemudinya dan menghapiri cagalli. Cagalli tampak cantik dengan gaun minimalisnya. Athrun berdiri menghadap Cagalli

"Kau tampak imut malam ini..."

"Benarkah?" cagalli memerah

"Iya.. dan Cagalli aku ingin mengatakan sesuatu yang penting..."

"Apa Athrun? Kau ingin pergi ke Plant lagi?"

"Eto... ano... umm"

"Jadi benar kau ingin kembali ke Plant dan bertemu dengan gadis penyelamatmu lagi?" Cagalli membalikkan badan dan memasang tampang juteknya.

Athrun kesal sendiri

"Ayolah aku bahkan belum mengatakan apapun... dan jangan marah dulu.." Athrun membalikkan badan Cagalli dan menatapnya lekat

"Lalu apa yang ingin kau bicarakan?"

"Ayo ki...ta ... me..." athrun nervous total

"Makan?" cagalli polos

"Bukan bodoh. Ayo kita menikah..." athrun kesal dan membalikkan badan

"Are?"

"Aku hampir gila karena aku ingin melamarmu Cagalli. Kau tunanganku tapi itu tak cukup... aku ingin kita lebih terikat. Aku tak ingin ada pria berambut ungu menyapa bahkan menyentuhmu dihadapanku. Atau pria berambut pelangi atau apapun itu. Mungkin aku egois... tapi aku sudah tak tahan... aku ingin kita benar-benar terikat." Athrun sukses menyatakan keluhannya

"kau cembutu Athrun..." Cagalli memeluk Athrun dari belakang

"Ya aku cemburu... dan aku juga benci hal itu. Menjadi seseorang yang terus saja bersabar. Menahan emosi karena gadisnya ikut rapat, bertemu pria lain, makan bersama pria lain... aku bahkan benci pria lain menjabat tanganmu. Kau milikku... dan tak ada yang boleh menyentuhmu."

"Iya... aku tahu... masih adakah yang ingin kau katakan?"

"Masih... kau tahu betapa aku ingin hanya berdua denganmu tapi kembaranmu sangat mengganggu... aku kadang benci dia karena penyakit sister compleknya." Athrun membalikkan badan dan memandang lekat cagalli

"Athrun... sekarang kita sudah berduaan... " Cagalli memandang dengan lembut

Athrun benar-benar sadar kali ini dan menyadari posisi mereka berdua sekarang.

"Lalu... bagaimana dengan jawabanmu? Kau mau menikah denganku?"

"Menurutmu?"

"Ayolah Cagalli..." Athrun kesal

Cagalli mencium bibir Athrun. Dengan lembut. Tangannya melingkar dileher Athrun. Ciuman lembut yang membuat Athrun terdiam dan menikmati ciuman Cagalli. Cagalli melepaskan ciumannya dan memandang Cagalli memandang Athrun dengan lembut.

"Maaf sudah membuatmu tidak nyaman...dengan segala keesibukanku"

"Cagalli... bisakah aku minta sesuatu?"

"Ya... apa?"

"Bisakah kau cium aku sekali lagi?"

"Bagaimana ya?", Cagalli membalikkan badan

"Ayolah..."

"Tergantung bagaimana caranya kau merayuku..."Cagalli manja

Athrun membalikkan tubuh cagalli sehingga mengarah kehadapannya. Memandang dengan lembut dan Athrun mencium bibirnya dengan lembut. Dia memberikan sentuhan dibibir Cagalli dengan intensif. Cagalli melingkarkan lengannya dileher Athrun. Bibir mereka beradu dan saling bertukar saliva. Athrun memperat pelukannya sampai Cagalli meninggikan tumitnya. Ciuman athrun turun ke leher Cagalli dia mencium setiap bagian dilehernya. Cagalli menggeeliat. Merasakan sensasi yang diberikan Athrun.

"You are so hot tonight my knight..."

"And you are so sexy tonight princces... i can't wait to kiss you more..."

Athrun memberikan ciuman yang lebih hebat di leher cagalli. Dia merasakan kelembutan kulit halus Cagalli dengan bibirnya.

"Athtun jangan tinggalkan bekas memerah dileherku..."

"Kenapa?" Athrun menghentikan 'kegiatannya' di leher Cagalli

"Kira akan marah padamu saat kita pulang nanti..."

"Uh... dasar sister complek..." Athrun melepaskan pelukannya

"but it's ok to kiss" Cagalli mencium Athrun

Ciuman yang berbeda dari biasanya. Bukan lagi ciuman yang menenangkn tapi ciuman yang diberikan Cagalli saat ini sangat 'panas' membuat Athrun tak bisa mengendalikan diri.

-TBC-

Maaf karena tidak segera update. Karena saya lagi gak punya ide buat tema 'seperti' ini terima kasih buat yang udah review maupun yang silent reader... mohon bantuannya.

Ganbatte ne...