The Promise
Cagalli mengenakan dress hijau kebanggannya. Drees yang panjang selutut dengan rangkaian bunga sederhana dibagian dada. Dia menggerutu karena Kira tak juga turun dari kamarnya. Seperti sebelumnya mereka telah berjanji akan pergi berkencan dengan Kira saudara kembarnya.
"Kira cepatlah banyak yang ingin kumakan disana..."
"Iya iya baik..." Kira menuruni tangga dengan terburu-buru.
"Kita tak akan langsung pergi kencan tapi kita akan pergi mencari kura-kura dulu... jadi berjanjilah jangan merusak kegiatan klubku. Aku dimarahi Athrun ntar..."
"Siap komandan..." Cagalli memberi hormat
Disungai pinggir kota telah menunggu Athrun dan seorang gadis cantik berambut pink panjang. Cagalli curiga bahwa dia pacar Athrun. Namun gadis pink itu tersenyum lembut pada Cagalli. Cagalli merasa takut dan bersembunyi seperti anak kecil dibelakang Kira. Gadis pink itu menghampiri cagalli dan memeluknya. Cagalli spontan kaget dan mendorong gadis pink itu sampai terjerembab Cagalli jatuh sendiri kebelakang.
"Lacus... Cagalli apa yang kau lakukan?" Kira menolong Lacus
"aku tak apa Kira... tenanglah..." kata lacus lembut
"Benarkah?" Kira khawatir
"Siapa dia Kira? Kenapa kau menolongnya?" Cagalli bicara dengan gemetaran...
"Apakah dia pacarmu? Kau juga mau pergi dariku Kira? Seperti yang dilakukan Ayah Uzumi?" mata amber Cagalli menjadi kosong
"Cagalli tenanglah..." Kira memegang pundak Cagalli
"Hentikan... kau bukan Kira-ku... siapa kau? Jangan sentuh aku" Cagalli mendorong Kira
Cagalli berlari kearah hutan dan Athrun langsung mengejarnya. Kira terhenyak dan segera mengobati luka Lacus
"Kau tak apa Lacus? Maafkan Cagalli.. dia tak tahu apa-apa..."
"Aku mengerti sekarang kenapa kau begitu mementingkannya... tak apa... Kira"
Kira tersenyum mendengar perkataan Lacus dia merasa tak pilih untuk menjadikannya kekasihnya.
Cagalli duduk bersembunyi dibalik pohon-pohon. Dia gemetaran dan ketakutan. Dia memeluk lututnya.. dia benar-benar ketakutan. Athrun yang menemukannya segera mendekatinya.
"Hei... Cagalli... kau tak kenal aku juga?"
"Kau Athrun?" dengan bibir bergetar
"Iya... aku Athrunmu... jadi kemarilah..." Athrun membuka tangannya
"Aku ingin memelukmu jadi kemarilah..." tambahnya
"Kau... benar athrun kan?" Cagalli mendekat pelan
"Iya... lekaslah kemari..."
Cagalli berlari ke arah pelukan Athrun. Pangeran impannya tapi dia tetap gemetaran.
"Kenapa Cagalli? Kau takut aku pergi juga?"
"Ayah Uzumi pergi... saat aku memanggil namanya dia tak juga bangun dari tidurnya... jika saja aku tak bertengkar dengannya saat di mobil... dia pasti tak akan pergi. Lalu saat aku bilang aku menyukai Kira juga dia lalu pergi meninggalkan aku... aku belum tahu bahwa kami kembar saat itu... lalu sepertinya sejak itu aku sendirian tanpa ada orang disampingku..."
"Kau menyukai Kira?"
"iya... sebelum aku tahu bahwa kami kembar... aku seperti ini padanya karena tak ingin sendiri..." Cagalli mengusap air matanya. Dan melepaskan pelukannya dari Athrun
"Ada apa Cagalli?"
"Cukup aku tak ingin merasa seperti ini lagi... aku akan pergi Athrun... hanya masalah waktu saja sebelum aku dibuang Kira... aku... harus segera pergi"
"Kau yakin?" Athrun menyentuh pipi Cagalli
"Ya... aku harus pergi... sebelum aku bisa menatap wajah Kira saudara kembarku..."
"Apakah kau begitu menyukainya?"
"Aku masih menyukainya sebagai seorang pria dan bukan saudaraku jadi... aku harus menjauh darinya karena aku tanpa sadar aku sudah banyak melukainya... terima kasih Athrun... aku bersyukur bertemu denganmu.."
"Cagalli kau menyukaiku juga kan/?"
"da...darimana kau tahu?"
"kau selalu memandangku dari gedung sebelahkan?"
"ka...kau tahu?"
"Iya... siapapun pasti akan merasa jika dipandangi begitu..."
"Iya aku menyukaimu Athrun.. tapi aku belum bisa melupakan perasaanku pada Kira. Aku... belum menyukaimu secara serius... jadi... aku ..."
"Yah... kau memang seperti itu..."
"Athrun... aku... belum bisa mengatakan atashiwa athrun suki ga... dengan jelas dan benar melalui hatiku... dan fikiranku..." Cagalli merasa berkunang-kunang dan akhirnya pingsan dan Athrun menangkap kepalanya melindungi dari benturan tanah...
"Cagalli... bangun..." Athrun mengguncangkan tubuh Cagalli
Cagalli tidak bergeming. Lalu Kira datang dengan nafas terengah-engah... segera memeluk tubuh Cagalli.
"Cagalli apa yang terjadi? Gomenne Cagalli... jangan seperti ini..." Kira Khawatir setengah mati
"Baka... cepat bawa dia kerumah sakit..."
Kira segera menggendongnya. Mereka membawa Cagalli dirumah sakit. Kira duduk dengan lemas diruang tunggu. Athrun tak tega melihat hal itu.
"Kira..."
"Aku tahu hal ini akan terjadi... semestinya aku tak mengajak Lacus. Jika hal ini akan melukai Cagalli aku..."
"Hentikan penyesalanmu Kira. Cagalli pasti akan baik-baik saja..."
Perkataan Athrun sama sekali tak didengar. Kira benar-benar ketakutan sekarang
Dokter keluar dari ruang pemeriksaan Kira langsung mendatanginya bersama Athrun
"Shock yang dialaminya membuatnya sedikit tertekan... dan juga sudah kuperingatkan jangan sampai dia mengalami shock untuk setahun ini bagaimana ini bisa terjadi Kira?"
"Maafkan saya dokter saya akan menjaganya lebih baik lagi..."
"Baiklah jaga dia dengan baik... Ibunya pasti akan kecewa jika melihat hal ini... baiklah saya permisi"
Dokter meninggalkan Kira dan Athrun. Mereka segera masuk ke kamar Cagalli. Cagalli masih tetap tertidur.
"Kira kenapa kau pergi saat Cagalli bilang dia menyukaimu?'
"Saat itu aku juga menyukainya Atrun namun ternyata dia adalah kembaranku.. aku belum bisa menerima kenyataan saat itu lalu aku pergi dan meninggalkannya. Karena kami terpisah saat kecil aku dikeluarga hibiki dan dia bersama tuan Uzumi. Dan kami bertemu di SMP. Lalu terjadilah hal itu. Cagalli dan Tuan Uzumi mengalami kecelakaan. Cagalli menyalahkan dirinya atas kecelakaaan itu. Tak lama kemudian Ibu kami juga meninggal sebelum Cagalli bisa menemuinya. Hanya akulah keluarga yang dimilikinya... aku... padahal aku sudah berjanji akan menjadikannya seorang puteri. Aku..."Kira menggenggam tangan Cagalli dengan erat.
"Sudahlah Kira..." Kira memegang pundak Kira
Cagalli terbangun dan kaget mendapati Kira dan Athrun tertidur di kursi. Cagalli tersenyum dan pergi pelan-pelan. Cagalli duduk ditaman dan memandang seseorang yang aneh. Dia mengenakan pakaian rumah sakit dan makan hamburger. Merasa dipandangi laki-laki itu mendekati Cagalli.
"Hei... tidak sopan memandangi orang seperti itu?" dia mendekati Cagalli
"Gomenne karena kau duduk ditaman dan makan hamburger? Bukankah kau sedang sakit?"
"Ya.. memang tapi aku tidak sakit... hei kau manis juga... " laki-laki itu memandang Cagalli
"Ayo kita menikah..."
"APA/?/'?/?/"teriak Cagalli
****************************************TBC******************************************************
thanks to uchiha Athrun atas dukungannya saya akan berusaha menjadi author yang baik dan saya mohon saran-saran dari kawan-kawan reader lainnya
terima kasih
popcaga
